• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • dan Infrastruktur
  • dan Infrastruktur
Arsip:

dan Infrastruktur

Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM Semester Genap TA 2025/2026

berita Wednesday, 11 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro dan diikuti dengan penuh semangat oleh para mahasiswa baru.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan jajaran dekanat serta Ketua Program Studi Pascasarjana di lingkungan Faperta UGM. Prof. Jaka menekankan pentingnya komitmen, integritas, dan semangat inovasi dalam menempuh studi pascasarjana. Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta mendukung pertanian berkelanjutan.

Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., memaparkan struktur program pascasarjana serta memberikan penjelasan mengenai kurikulum, sistem pembelajaran, dan peluang riset yang tersedia. Paparan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami alur studi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik.

Materi bertajuk Kiat Sukses Studi di Pascasarjana disampaikan oleh Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. Dalam sesi tersebut, beliau menekankan pentingnya strategi belajar yang efektif, manajemen waktu, serta pembangunan jejaring akademik dan profesional. Materi ini memberikan motivasi sekaligus panduan praktis bagi mahasiswa dalam menjalani studi pascasarjana.

Kegiatan orientasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan akademik, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Dengan terselenggaranya kegiatan orientasi ini, Fakultas Pertanian UGM berharap mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan akademik, menjalin hubungan baik dengan sivitas akademika, serta memulai studi dengan semangat dan kesiapan penuh. Orientasi ini menjadi langkah awal yang positif menuju pencapaian prestasi akademik sekaligus kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

 

Guru Besar UGM Tegaskan: Kemandirian Pangan adalah Jembatan Menuju Kedaulatan dan Kesejahteraan Bangsa

berita Wednesday, 11 February 2026

Ketergantungan berlebihan terhadap pangan impor bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut martabat bangsa dan kesejahteraan rakyat. Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec., dalam pidato pengukuhan Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis di Balai Senat, Balairung, Universitas Gadjah Mada pada Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam pidato berjudul “Kemandirian Pangan sebagai Jembatan Emas untuk Meminimumkan Ketergantungan Pangan dan Mewujudkan Kedaulatan Pangan serta Kesejahteraan Bangsa”, Prof. Jangkung menekankan bahwa pangan tidak dapat diperlakukan semata sebagai komoditas pasar. Pangan adalah fondasi stabilitas sosial, instrumen politik, sekaligus prasyarat utama kesejahteraan bangsa.

“Bangsa yang tidak berdaulat atas pangannya akan selalu berada dalam posisi rentan, karena kesejahteraan rakyatnya ditentukan oleh dinamika eksternal yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan,” tegas Prof. Jangkung.

Prof. Jangkung menjelaskan bahwa sistem pangan global saat ini ditandai oleh volatilitas harga, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan konflik geopolitik. Pasar pangan internasional bersifat thin market, sehingga guncangan kecil di negara produsen utama dapat memicu ketidakstabilan harga global. Kondisi ini berisiko tinggi bagi negara yang bergantung pada impor pangan, termasuk Indonesia.

Lebih jauh, Prof. Jangkung menyoroti paradoks pembangunan pertanian Indonesia: produktivitas meningkat, tetapi kesejahteraan petani cenderung stagnan. Struktur penguasaan lahan yang semakin kecil, alih fungsi lahan, serta ketimpangan antar subsektor memperlemah posisi petani sebagai produsen utama pangan.

“Kemandirian pangan yang tidak disertai kemandirian petani adalah kemandirian semu. Tanpa kesejahteraan petani, seluruh agenda kedaulatan pangan kehilangan legitimasi moralnya,” ujarnya.

Menurutnya, kedaulatan pangan memberi negara ruang kebijakan untuk melindungi petani, menjaga stabilitas harga, dan menjamin hak dasar rakyat atas pangan. Kedaulatan pangan bukan bentuk isolasi, melainkan kemampuan cerdas untuk mengelola keterbukaan global secara berdaulat.

Menutup pidatonya, Prof. Jangkung menegaskan bahwa ilmu ekonomi pertanian tidak boleh berhenti pada analisis dan publikasi, melainkan harus hadir sebagai penuntun kebijakan, penguat kelembagaan rakyat, dan penjaga nalar publik.

“Setiap butir pangan yang kita hasilkan adalah bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Pengukuhan Prof. Jangkung sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Pertanian dan Manajemen Agribisnis sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

 

Kolaborasi Agrokompleks UGM: Fakultas Pertanian Tegaskan Komitmen Mutu Pendidikan

berita Tuesday, 3 February 2026

Lima fakultas dalam rumpun agrokompleks Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Sosialisasi Kebijakan, Mekanisme, dan Instrumen Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi proses akreditasi. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 13.00 – 17.00 WIB di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM, dan diikuti oleh sekitar 75 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan fakultas.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) UGM dengan Fakultas Kehutanan, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Sekolah Vokasi. Hal ini mencerminkan keseriusan fakultas-fakultas agrokompleks, termasuk Fakultas Pertanian, dalam memperkuat kualitas akademik dan mempersiapkan proses akreditasi sesuai standar LAM PTIP.

Saat ini terdapat sekitar 2.046 program studi yang berada di bawah naungan LAM PTIP, mencakup bidang pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, serta teknologi terkait. Relevansi bidang keilmuan menjadi salah satu aspek penting dalam proses akreditasi, sehingga workshop ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan fakultas-fakultas agrokompleks, termasuk Fakultas Pertanian.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian. Selain itu, kenang-kenangan juga diberikan oleh Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.T.P., M.P., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknologi Pertanian. Penyerahan tersebut menjadi simbol dukungan dan apresiasi atas kontribusi narasumber dalam memperkuat pemahaman peserta.

Workshop ini tidak hanya memperkuat kesiapan akreditasi, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian UGM Sambut Kunjungan UNSOED dalam Upaya Pengembangan Kemitraan Berkelanjutan

beritakerjasama Tuesday, 3 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Kunjungan ini dalam rangka memperkuat kualitas pengelolaan kerja sama serta membahas pengembangan kemitraan strategis antar perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Joglo Faperta UGM. Pada kesempatan ini, LPPM UNSOED diwakili oleh empat orang delegasi, yaitu Prof. Condro Wibowo, Ph.D., Muhammad Syah Fibrika Ramadhan, S.E., M.E., Enny Dwi Cahyani, S.H., M.H., serta Ashlikhatul Fauddah, S.I.Kom., M.A.

Agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan strategi perluasan kerja sama, praktik terbaik dalam pengelolaan kemitraan, serta penguatan aspek keberlanjutan kerja sama antar institusi. Diskusi dilaksanakan bersama Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan yang mendukung penguatan jejaring di bidang akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Fakultas Pertanian UGM menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta mendukung pencapaian SDGs melalui kerja sama antar institusi pendidikan tinggi, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Penelitian Faperta UGM Dorong Nilai Tambah Hasil Samping Industri Perikanan melalui Produk Pangan dan Nonpangan Berbasis Smart Eco-Bioproduction

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian bertajuk “Peningkatan Nilai Tambah Hasil Samping Industri Perikanan melalui Pengolahan Produk Pangan dan Nonpangan Komersial dalam Mendukung Program Smart Eco-Bioproduction”. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si., dan melibatkan empat mahasiswa sebagai anggota tim peneliti. Kegiatan penelitian berlangsung selama delapan bulan, mulai April hingga November 2025.

Penelitian dilaksanakan di Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, dengan analisis laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Basah Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, serta Laboratorium Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BBKKP) D.I. Yogyakarta. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah jeroan ikan lele sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) melalui proses hidrolisis dan fermentasi, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil samping industri perikanan secara berkelanjutan.

Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji pengaruh waktu fermentasi terhadap mutu pupuk organik cair jeroan ikan lele yang dihidrolisis menggunakan kombinasi enzim bromelin dan papain, menentukan waktu fermentasi optimal yang menghasilkan kualitas POC terbaik, serta mengevaluasi potensi pemanfaatannya dalam mendukung pertumbuhan populasi fitoplankton. Parameter mutu yang dianalisis meliputi derajat hidrolisis, rendemen, kadar protein, kadar air, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar abu, pH, serta kandungan unsur hara makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi enzim bromelin dan papain mampu menghasilkan derajat hidrolisis sebesar 88,68% dengan rendemen mencapai 97,71%. Hidrolisat yang dihasilkan memiliki kadar protein 13,74%, kadar abu 4,46%, kadar lemak 1,21%, kadar karbohidrat 2,05%, kadar air 75%, dan pH netral sebesar 7,43. Proses fermentasi selama 15 hari menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimal diperoleh pada hari ke-9, yang menghasilkan kandungan unsur hara makro tertinggi dan kualitas POC yang paling stabil.

Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan memenuhi standar persyaratan teknis minimal pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019, khususnya untuk kandungan unsur hara makro (N + P₂O₅ + K₂O) sebesar 2–6%. Selain itu, aplikasi POC dengan dosis 1,0 mL/L berpotensi meningkatkan populasi fitoplankton hingga 7.233,33 × 10³ sel/mL, yang menunjukkan prospek pemanfaatan produk ini dalam mendukung produktivitas ekosistem perairan.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM berupaya mendorong pengembangan teknologi pengolahan hasil samping industri perikanan yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan konsep Smart Eco-Bioproduction. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung pengelolaan limbah perikanan yang lebih efisien sekaligus membuka peluang pengembangan produk komersial berbasis sumber daya lokal.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut, melalui penguatan inovasi pengelolaan hasil samping perikanan secara berkelanjutan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Kinerja dan Tantangan Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Pasar Internasional

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), bersama dosen ahli dan mahasiswa program Sarjana (S1), melaksanakan penelitian berjudul “Kinerja Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia di Pasar Internasional”. Penelitian ini dilaksanakan di Indonesia selama 10 bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, dengan tujuan mengkaji secara komprehensif perkembangan, daya saing, serta tantangan ekspor komoditas perkebunan Indonesia di pasar global. Penelitian ini dipimpin oleh Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan tujuh mahasiswi program Sarjana (S1) sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren ekspor komoditas perkebunan Indonesia, mengukur tingkat daya saing di pasar internasional, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor komoditas perkebunan nasional. Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai posisi dan prospek sektor perkebunan Indonesia dalam dinamika perdagangan internasional.

Penelitian dilaksanakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber terpercaya, antara lain UN Comtrade, Badan Pusat Statistik (BPS), TradeMap, dan FAOSTAT. Untuk mengukur tingkat daya saing komoditas, tim peneliti menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Analisis dilakukan terhadap data perdagangan komoditas perkebunan Indonesia selama lima tahun terakhir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelapa sawit masih menjadi penyumbang devisa terbesar sektor perkebunan Indonesia dan memiliki permintaan global yang tinggi, khususnya dari India, China, dan Uni Eropa. Namun demikian, daya saing kelapa sawit Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, seperti regulasi keberlanjutan, hambatan non-tarif, serta fluktuasi harga global, yang berpengaruh terhadap kinerja ekspor di pasar internasional.

Sementara itu, komoditas perkebunan lainnya, seperti kopi, teh, kakao, vanili, dan karet, menunjukkan kecenderungan penurunan volume ekspor serta menghadapi persaingan harga yang semakin ketat di pasar global. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi penguatan daya saing yang lebih terarah agar komoditas perkebunan non-sawit tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

Lebih lanjut, hasil analisis menegaskan bahwa diversifikasi pasar ekspor, peningkatan kualitas produk, serta penguatan hilirisasi komoditas perkebunan menjadi langkah strategis yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja ekspor perkebunan Indonesia. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu, serta menjawab tuntutan keberlanjutan global.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi kebijakan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan ekspor perkebunan Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika pasar global. Penelitian ini sekaligus menjadi wujud komitmen Faperta UGM dalam mendukung penguatan sektor perkebunan sebagai salah satu pilar penting perekonomian nasional.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Nanoalginat untuk Pengembangan Pakan Ikan Fungsional

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Nanoalginat untuk Pengembangan Pakan Ikan Fungsional”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 12 mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Penelitian berlangsung selama 10 bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, dan dilaksanakan di wilayah Sleman.

Budidaya perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun demikian, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait ketersediaan pakan berkualitas serta tingginya risiko serangan penyakit pada ikan budidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi nanoalginat berbahan dasar Sargassum dalam pakan formulasi terhadap respon kekebalan seluler, histologi usus, serta pertumbuhan ikan nila.

Penelitian dilakukan dengan memelihara ikan nila berukuran 8–12 cm di dalam bak berbentuk tabung berkapasitas 1 m³ yang dilengkapi dengan sistem resirkulasi. Ikan ditebar dengan kepadatan 50 ekor per bak dan dipelihara selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu pakan formulasi yang disuplementasi nanoalginat dengan dosis berbeda, alginat non-nano, serta pakan formulasi tanpa penambahan suplemen sebagai kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanoalginat tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan panjang dan berat ikan, tingkat kelangsungan hidup (SR), maupun rasio konversi pakan (FCR). Namun demikian, pada aspek kekebalan nonspesifik seluler, terjadi peningkatan yang signifikan pada aktivitas superoksida dismutase dan fagositosis pada hari ke-30, terutama pada perlakuan nanoalginat dosis 1,5 g. Pada hari ke-60, perbedaan signifikan juga terlihat pada aktivitas dan indeks fagositosis, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan nanoalginat dosis 2 g.

Selain itu, analisis histologi usus menunjukkan bahwa perlakuan nanoalginat memberikan respons yang berbeda terhadap struktur jaringan usus ikan. Panjang vili usus terbaik diperoleh pada perlakuan nanoalginat dosis 0,5 g/kg, sementara ketebalan otot usus tertinggi ditemukan pada perlakuan nanoalginat dosis 1,5 g/kg. Temuan ini mengindikasikan bahwa nanoalginat memiliki potensi dalam meningkatkan efikasi sistem pencernaan dan daya tahan tubuh ikan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan nanoalginat dalam pakan fungsional berpotensi meningkatkan sistem kekebalan ikan nila dan berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit pada budidaya perikanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pakan ikan fungsional yang inovatif, berkelanjutan, dan aplikatif bagi sektor budidaya perikanan nasional.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Inovasi Teknologi Pupuk Sirkuler untuk Mendukung Kemandirian Pangan Nasional

berita Wednesday, 31 December 2025

Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan penelitian berjudul “Inovasi Teknologi dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Taryono, M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan Dr. Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D. sebagai dosen anggota tim, serta enam mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Penelitian berlangsung selama 10 bulan, terhitung sejak 29 Februari hingga 9 Desember 2025, dan berlokasi di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penelitian ini berangkat dari pentingnya pangan sebagai kebutuhan pokok manusia serta perlunya inovasi teknologi pertanian untuk mendukung kemandirian pangan nasional. Salah satu pendekatan yang dikaji adalah pertanian sirkuler, yaitu sistem pertanian yang memanfaatkan limbah hasil pertanian sebagai input pada siklus produksi berikutnya. Limbah pertanian dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber hara bagi tanaman apabila dikelola secara tepat.

Salah satu limbah pertanian yang menjadi fokus penelitian adalah bulu ayam, yang diketahui sulit terdekomposisi secara alami. Dalam penelitian ini, bulu ayam dihidrolisis dan direaksikan dengan senyawa kalium, kalsium, dan fosfat, kemudian diikat menggunakan arang sekam, sehingga menghasilkan senyawa kompleks yang dikenal sebagai Kalsium Kalium Fosfat Proteinat berbasis arang sekam. Senyawa ini mengandung asam amino hasil hidrolisis bulu ayam yang bersifat lebih mudah tersedia bagi tanaman.

Berdasarkan penelitian pendahuluan, campuran arang sekam Kalsium Kalium Fosfat Proteinat, kompos, dan biochar yang diaplikasikan sebagai pupuk super cerdas, serta dikombinasikan dengan pupuk anorganik sesuai dosis anjuran pada tanaman padi dan teh, menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini dirancang untuk menguji pupuk super cerdas tersebut sebagai pembawa (carrier) unsur hara nitrogen, yang diaplikasikan pada tanaman padi dan sorgum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk super cerdas sebagai pembawa hara nitrogen belum mampu meningkatkan pertumbuhan maupun hasil tanaman padi dan sorgum secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa formulasi pupuk, dosis aplikasi, maupun interaksi dengan kondisi lingkungan masih perlu dikaji lebih lanjut agar inovasi teknologi berbasis limbah pertanian ini dapat memberikan hasil yang optimal.

Meskipun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya terkait pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber hara alternatif dalam sistem pertanian berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan inovasi lanjutan untuk mendukung kemandirian pangan nasional melalui pendekatan pertanian sirkuler yang ramah lingkungan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Pengaruh Metode Pemupukan Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sorgum

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Metode Pemberian Pupuk Nitrogen terhadap Morfofisiologis, Serapan Nitrogen, dan Hasil Varietas Sorgum BMR, Patir, dan SRM 52-3”. Penelitian ini dipimpin oleh Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D., dengan melibatkan dua mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian dilaksanakan selama sepuluh bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, bertempat di Kebun Tridharma Banguntapan Fakultas Pertanian UGM, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sorgum dipilih sebagai objek kajian karena merupakan tanaman serelia multifungsi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, baik sebagai sumber pangan alternatif, pakan ternak, maupun bahan baku bioindustri, serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi agroklimat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon morfofisiologis, serapan nitrogen, serta hasil tiga varietas sorgum terhadap berbagai metode pemberian pupuk nitrogen, sekaligus menentukan metode pemupukan urea yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Percobaan lapangan dilakukan selama lima bulan, mulai Desember 2024 hingga April 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan.

Faktor pertama berupa varietas sorgum, yaitu BMR, Patir, dan SRM 52-3, sedangkan faktor kedua berupa metode pemberian pupuk urea yang terdiri atas metode kocor, sebar, dan tugal. Berbagai parameter diamati, meliputi karakter morfofisiologis tanaman, serapan nitrogen, serta komponen hasil sorgum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara varietas sorgum dan metode pemupukan urea terhadap seluruh parameter yang diamati. Namun demikian, faktor varietas memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel morfofisiologis, serapan nitrogen, dan hasil sorgum. Sementara itu, metode pemupukan nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot 1.000 biji kering, yang merupakan salah satu indikator penting kualitas dan hasil produksi sorgum.

Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh rekomendasi metode pemupukan nitrogen yang lebih efisien dan sesuai untuk masing-masing varietas sorgum, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan sorgum sebagai komoditas strategis nasional. Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam mendukung diversifikasi pangan dan penguatan sistem pertanian berkelanjutan.

Penelitian ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Potensi Strategi Baru Pengendalian Penyakit Jeruk Berbasis Endosimbion

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melakukan terobosan penting dalam upaya pengendalian penyakit jeruk melalui penelitian berjudul “Pengaruh Antibiotik Doxycycline terhadap Titer Bakteri Endosimbion Wolbachia pada Diaphorina citri”. Penelitian ini dipimpin oleh Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan melibatkan tiga mahasiswa program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2), serta berlangsung selama sepuluh bulan sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025.

Penelitian ini berfokus pada Diaphorina citri, serangga kecil yang berperan besar sebagai vektor utama penyebaran Candidatus Liberibacter asiaticus (CLas), penyebab penyakit Huanglongbing (HLB) yang hingga kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi jeruk nasional. Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan di berbagai laboratorium unggulan Faperta UGM, mulai dari Laboratorium Avertebrata Hama, Entomologi Molekuler, hingga Klinik Tumbuhan.

Salah satu capaian penting dari penelitian ini adalah pendekatan inovatif dalam pengendalian vektor penyakit, yakni dengan memanfaatkan peran endosimbion Wolbachia yang hidup di dalam tubuh D. citri. Endosimbion ini diketahui berpengaruh terhadap kemampuan serangga dalam membawa dan menularkan patogen. Melalui pemberian antibiotik doxycycline dengan tiga konsentrasi berbeda (2,5 mg/ml; 5 mg/ml; dan 10 mg/ml), tim peneliti berhasil mengkaji perubahan titer Wolbachia serta dampaknya terhadap keberadaan CLas secara molekuler.

Metode penelitian dilakukan secara ketat dan terukur. Antibiotik diberikan langsung pada nimfa D. citri instar 4–5, kemudian dianalisis setelah berkembang menjadi imago. Proses analisis menggunakan teknologi quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) dengan primer spesifik, sehingga menghasilkan data yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Analisis statistik lanjutan juga diterapkan untuk memastikan validitas hasil penelitian.

Melalui pendekatan ini, penelitian Faperta UGM tidak hanya menghasilkan pemahaman baru terkait interaksi kompleks antara endosimbion, patogen, dan vektor, tetapi juga membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit jeruk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, tanpa ketergantungan penuh pada insektisida konvensional. Pendekatan berbasis manipulasi endosimbion ini dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi inovatif dalam sistem perlindungan tanaman modern.

Penelitian ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata Faperta UGM dalam menjawab tantangan pertanian nasional, sekaligus memperkuat peran riset akademik dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

1234

BERITA FAKULTAS

  • Rayakan Kelulusan, Faperta UGM Lepas Wisudawan Terbaik yang Tangguh dan Berdedikasi
    25/02/2026
  • Tuntaskan Studi dalam 3,4 Tahun: Trio Wisudawan Proteksi Tanaman Faperta UGM Cetak Rekor Tercepat
    25/02/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Selenggarakan Purnawisuda Sarjana Periode II TA 2025/2026
    25/02/2026
  • Bangun Mentalitas Agropreneur, Ir. Hadi Mustofa Bagikan Kiat Sukses Kelola Bisnis Pertanian pada Sesi Pembelakan Wisuda
    23/02/2026
  • Mempersiapkan Lulusan Unggul, Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode II TA 2025/2026
    23/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju