• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
Arsip:

berita

Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara ramah tamah untuk menyambut empat tamu dari Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM, menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan membuka peluang kolaborasi baru di bidang pertanian serta agrokompleks.

Acara dibuka oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang memperkenalkan secara singkat enam departemen di Fakultas Pertanian. Beliau menekankan bahwa kerja sama dengan NUST telah terjalin sebelumnya melalui kuliah dan pelatihan, sehingga kehadiran delegasi kali ini menjadi bukti keberlanjutan kolaborasi yang produktif.

Selain Prof. Jaka dan Prof. Subejo, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang hadir antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Elly Syafriani, S.P. selaku Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian.

Dalam diskusi, pihak NUST menanyakan kemungkinan adanya program bersama. Fakultas Pertanian UGM menyambut baik gagasan tersebut, dengan menjelaskan adanya MOOC (Massive Open Online Course) sebagai platform pembelajaran daring, serta peluang melalui IUC (International Undergraduate Class) yang memungkinkan mahasiswa Namibia bergabung dalam program sarjana maupun magister di UGM.

Prof. Taryono menambahkan bahwa Fakultas Pertanian juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan benih untuk riset dan pengembangan, sehingga membuka banyak skema kolaborasi yang dapat dimanfaatkan bersama.

Acara ramah tamah ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke PIAT UGM dan Fakultas Pertanian, serta rencana penandatanganan MoU sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi akademik.

Pertemuan antara Fakultas Pertanian UGM dan Namibia University of Science and Technology (NUST) turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kerja sama di bidang pertanian dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan program akademik, pembelajaran lintas negara, serta perluasan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, jejaring profesional, dan kapasitas inovasi di bidang pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset, teknologi, dan inovasi pertanian serta peluang kerja sama dengan mitra industri; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pendidikan tinggi, pengetahuan, dan jejaring akademik internasional; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguhmelalui penguatan hubungan kelembagaan, dialog akademik, dan pertukaran pengetahuan lintas negara; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kemitraan strategis antara UGM dan NUST dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kapasitas.

Kehadiran delegasi NUST di Fakultas Pertanian UGM menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi dalam program akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Duta Maritim Bali Ajak Generasi Muda Jaga Laut melalui Konservasi, Gizi, dan Aksi Nyata

berita Friday, 18 September 2026

Menjaga keberlanjutan laut membutuhkan lebih dari sekadar upaya konservasi. Pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, peningkatan kesadaran masyarakat, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memastikan ekosistem maritim tetap memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan mendatang. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi orasi tiga perwakilan Forum Maritim Bali, yakni Ni Putu Esa Indah Suari selaku Duta Mangrove, Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein, dan Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim, dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Minggu, 13 September 2026.

Sesi orasi tersebut mengangkat sejumlah isu yang saling berkaitan dengan keberlanjutan maritim, mulai dari konservasi ekosistem mangrove dan pengurangan sampah plastik hingga pemanfaatan sumber daya ikan dan penguatan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan laut.

Sebagai Duta Mangrove, Ni Putu Esa Indah Suari menyoroti pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove merupakan habitat bagi berbagai organisme, membantu melindungi wilayah pantai, serta memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, keberadaan sampah plastik menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu kualitas dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Menurutnya, konservasi mangrove tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan generasi muda. Kesadaran terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kebiasaan dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga terlibat dalam kegiatan konservasi di lingkungan sekitar.

Perspektif berbeda disampaikan oleh Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein. Ia mengangkat potensi ikan sebagai sumber protein dan bagian penting dari pemanfaatan sumber daya laut. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya perikanan yang besar, Indonesia memiliki potensi untuk mengoptimalkan hasil perikanan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Meski demikian, peningkatan kesadaran dan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap konsumsi ikan tetap menjadi perhatian. Pengenalan terhadap manfaat ikan sebagai sumber pangan bergizi diharapkan dapat mendorong pola konsumsi yang lebih beragam sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sumber daya perikanan Indonesia.

Sementara itu, Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem maritim. Generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kekayaan laut, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan bagaimana sumber daya tersebut dikelola dan dijaga untuk masa depan.

“The ocean is not just a place to enjoy, but to protect,” ujar Putu Diandra.

Pesan tersebut menegaskan bahwa laut merupakan ruang kehidupan yang memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan manusia. Karena itu, kepedulian terhadap laut perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam orasinya, Putu Diandra menyampaikan sejumlah bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan generasi muda, seperti kegiatan pembersihan pantai, penanaman mangrove, edukasi lingkungan ke sekolah, serta keterlibatan dalam berbagai forum yang mendorong kepedulian terhadap isu maritim. Upaya mengurangi penggunaan plastik juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan secara individual maupun kolektif.

Ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan maritim memiliki dimensi yang luas dan saling berkaitan. Konservasi mangrove, pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan bergizi, pengurangan sampah plastik, edukasi lingkungan, serta keterlibatan generasi muda merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ekosistem laut. Melalui pendekatan tersebut, sumber daya maritim tidak hanya dipandang sebagai kekayaan alam yang dimanfaatkan, tetapi juga sebagai aset ekologis yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kesadaran terhadap ikan sebagai sumber pangan dan protein untuk mendukung pemenuhan giz, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai pangan bergizi dan pentingnya lingkungan pesisir yang sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai konservasi, lingkungan, dan isu kemaritiman, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui ruang partisipasi dan kepemimpinan yang setara bagi generasi muda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesadaran terhadap potensi sumber daya maritim yang dapat dikelola secara berkelanjutan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjanganmelalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan kesempatan berpartisipasi dalam isu lingkungan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan plastik dan penerapan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui konservasi mangrove, pengurangan pencemaran plastik, peningkatan kesadaran terhadap sumber daya perikanan, dan aksi nyata menjaga lingkungan laut, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian dari ekosistem pesisir yang menghubungkan lingkungan darat dan laut, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan partisipasi masyarakat dan kepemimpinan generasi muda dalam isu lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara generasi muda, komunitas maritim, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Melalui sesi orasi tersebut, Forum Maritim Bali menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai hubungan antara konservasi, pangan dan gizi, serta peran generasi muda dalam menjaga laut. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan maritim membutuhkan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten. Bagi generasi muda, menjaga laut dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekitar dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan sumber daya maritim tetap lestari bagi generasi mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

37 Kilogram Tuna Warnai Family Gathering Faperta UGM, Kenalkan Potensi Pangan Laut

berita Friday, 18 September 2026

Sebanyak 37 kilogram ikan tuna hadir dalam rangkaian Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kolaborasi dengan Forum Maritim Bali pada Minggu, 13 September 2026. Tuna yang telah dipotong dan dibumbui tersebut diolah menjadi beragam sajian, di antaranya sate dan sashimi, serta dinikmati bersama oleh peserta kegiatan.

Kehadiran tuna tidak sekadar menjadi bagian dari hidangan dalam kegiatan kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi hasil laut sebagai sumber pangan bergizi. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan dan perbaikan jaringan. Melalui penyajian tuna dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat pemanfaatan hasil perikanan sebagai bagian dari sumber pangan dan protein.

Selain memiliki nilai gizi, tuna merupakan salah satu komoditas hasil perikanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi pengolahan pangan. Pengolahan ikan menjadi berbagai jenis sajian dapat memperkenalkan keragaman pemanfaatan hasil laut sekaligus membuka perspektif mengenai potensi pengembangan produk pangan berbasis sumber daya perikanan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan keterkaitan antara sektor pertanian, pangan, dan kelautan. Sebagai bagian dari sistem pangan yang saling terhubung, hasil perikanan dapat dikembangkan melalui pendekatan pengolahan, inovasi, dan edukasi sehingga manfaatnya dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Kolaborasi antara Faperta UGM dan Forum Maritim Bali dalam menghadirkan tuna pada Family Gathering menjadi salah satu bentuk pengenalan potensi pangan laut kepada sivitas akademika. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang interaksi dan edukasi mengenai pentingnya mengenal sumber daya pangan Indonesia, baik yang berasal dari daratan maupun lautan.

Lebih dari sekadar sajian, kehadiran 37 kilogram tuna dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya laut Indonesia memiliki potensi yang dapat dikenalkan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya perlu berjalan seiring dengan kesadaran terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan ekosistem laut.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran mengenai konsumsi pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi mengenai potensi pangan laut dan pemanfaatan hasil perikanan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan potensi nilai tambah dan pengembangan produk berbasis hasil perikanan, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan dan pengenalan inovasi pengolahan hasil perikanan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk pangan secara lebih bernilai tambah dan bertanggung jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui peningkatan kesadaran terhadap potensi dan keberlanjutan sumber daya laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM dan Forum Maritim Bali dalam kegiatan edukasi dan pengenalan potensi pangan laut.

Melalui kegiatan tersebut, ikan tuna tidak hanya hadir sebagai hidangan dalam Family Gathering Faperta UGM, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi pangan laut, pentingnya sumber protein, inovasi pengolahan hasil perikanan, serta kesadaran terhadap keberlanjutan sumber daya maritim. Dari sebuah sajian di meja makan, tuna menjadi pintu masuk untuk mengenalkan hubungan antara pangan, inovasi, dan keberlanjutan laut kepada sivitas akademika.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Family Gathering Meriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menggelar Family Gathering pada Minggu, 13 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI. Acara ini menjadi momentum kebersamaan sivitas akademika, tenaga kependidikan, alumni, serta keluarga besar fakultas dalam memperkuat ikatan kekeluargaan dan semangat kontribusi bagi pertanian Indonesia.

Rangkaian Dies Natalis ke-80 tahun ini mengusung tema ‘Smart Eco Bioproduction & Pertanian Regeneratif: Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan’. Tema ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus berinovasi dalam pengembangan pertanian modern yang ramah lingkungan, berbasis regenerasi sumber daya, dan berorientasi pada kedaulatan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menegaskan komitmen fakultas untuk terus bersatu dan berdampak bagi kemajuan pertanian nasional. “Terus bersatu, terus berdampak untuk kemajuan pertanian Indonesia. Selama 80 tahun kita sudah berkontribusi dalam pembangunan SDM pertanian. Kita tetap menjadi keluarga besar yang menjunjung nilai kejujuran. Dengan ini rangkaian Dies Natalis dan Lustrum kita mulai,” ujarnya penuh semangat.

Family Gathering berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara dimulai dengan jalan sehat keluarga besar Fakultas Pertanian UGM, dilanjutkan dengan sarapan bersama, persembahan seni angklung, penampilan Forum Maritim Bali, serta pengundian doorprize yang menambah keceriaan peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi bagi sivitas akademika melalui pengumuman dan penyerahan hadiah lomba Dies Natalis, yang menampilkan kreativitas dan semangat inovasi civitas fakultas.

Family Gathering bukan sekadar ajang rekreasi, tetapi juga simbol kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan Fakultas Pertanian UGM. Dengan melibatkan seluruh unsur keluarga besar fakultas, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki dan komitmen bersama untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Kegiatan Family Gathering Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui jalan sehat dan penguatan gaya hidup aktif, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan komitmen fakultas dalam membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan semangat dan kapasitas sivitas akademika untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur keluarga besar fakultas dalam suasana kebersamaan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai kebersamaan, integritas, dan kejujuran, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

Dengan semangat kebersamaan, Family Gathering Dies Natalis ke-80 menjadi awal yang penuh energi untuk rangkaian kegiatan akademik, riset, dan inovasi yang akan digelar sepanjang tahun, menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus berkarya dan berdampak bagi bangsa.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Kenal Kebun 2026: Mengajak Mahasiswa Baru Belajar Pertanian Langsung di Lapangan

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan agenda rutin tahunan Kenal Kebun 2026, sebuah program yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa baru dengan mengunjungi kebun teh dan kakao yang dikelola oleh PT Pagilaran.

Kegiatan Kenal Kebun 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 28–30 Agustus 2026 dan Gelombang II pada 4–6 September 2026. Kegiatan ini melibatkan 412 mahasiswa baru program sarjana angkatan 2026, termasuk mahasiswa program internasional AIMS dan Yamagata University.

Selama kunjungan ke Unit Produksi Pagilaran (Teh), mahasiswa diajak mengelilingi tiga afdeling kebun teh inti untuk mempelajari berbagai aspek budidaya, mulai dari pembibitan, teknik pemuliaan, pemangkasan, hingga praktik replanting dan infilling. Mereka juga mengamati jenis-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menjadi tantangan dalam budidaya teh.

Sementara itu, di Unit Produksi Segayung (Kakao), mahasiswa memperoleh wawasan tentang budidaya kakao, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga proses pascapanen. Sebagai bagian dari pengalaman holistik, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi UGM Cocoa Teaching and Learning Industry (CTLI), fasilitas pabrik sekaligus pusat pembelajaran yang berfokus pada pengolahan dan hilirisasi produk kakao.

Program Kenal Kebun menjadi sarana penting bagi mahasiswa baru untuk memahami dunia pertanian secara nyata. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat praktik budidaya dan pengolahan hasil pertanian secara langsung.

Kegiatan Kenal Kebun 2026 berkontribusi pada pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pemahaman tentang produksi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran langsung berbasis pengalaman, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan dunia kerja dan rantai nilai sektor perkebunan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi pengolahan dan hilirisasi kakao, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemahaman mengenai pengelolaan produksi dan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan pentingnya praktik pertanian yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman pengelolaan tanaman dan lingkungan perkebunan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM, PT Pagilaran, dan mitra internasional dalam mendukung pembelajaran pertanian.

Dengan semangat belajar langsung di lapangan, Kenal Kebun 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia pertanian secara lebih dekat, membangun kepedulian terhadap keberlanjutan, dan menyiapkan diri sebagai generasi penerus yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Tim INTOCO UGM Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa 2026

berita Friday, 18 September 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional. Tim INTOCO yang beranggotakan Muhammad Fajar, Aziz Dafa Fadillah, Samuel Panji Sri Wijaya (Teknologi Rekayasa Mesin/2024), Hanum Rahma Nurfadila (Ilmu Tanah/2024), serta Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis/2024), dengan bimbingan Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., berhasil lolos pendanaan PKM periode Juni–September 2026.

Tim ini mengusung karya inovatif berupa alat tempering cokelat bernama INTOCO (Integrated Tempering Operation with Cooling Heating Control). Inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap potensi kakao di Kabupaten Kulon Progo yang selama ini diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis menjadi produk cokelat. Meski memiliki peluang besar dalam pengembangan agroindustri lokal, proses produksi masih menghadapi kendala pada tahap tempering cokelat yang dilakukan manual, memakan waktu hingga 60 menit, dan berisiko gagal hingga 40 persen.

Menjawab tantangan tersebut, INTOCO hadir sebagai teknologi tepat guna yang mengintegrasikan proses pemanasan dan pendinginan dalam satu sistem. Dilengkapi dengan pemantauan suhu real-time, alat ini mampu mempercepat proses produksi, menjaga konsistensi mutu cokelat, serta menekan tingkat kegagalan produksi. Kehadiran INTOCO diharapkan menjadi solusi nyata bagi mitra KWT Pawon Gendis sekaligus mendorong penguatan agroindustri lokal berbasis komoditas kakao.

Tim INTOCO berharap penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi produksi cokelat, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah. Dengan demikian, potensi kakao Kulon Progo dapat berkembang menjadi produk agroindustri yang berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.

Capaian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan teknologi inovatif, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui dukungan terhadap pengembangan usaha agroindustri yang melibatkan Kelompok Wanita Tani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan peluang usaha, peningkatan produktivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung hilirisasi kakao.

Kegiatan ini juga turut mendukung capaian SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap inovasi dan teknologi bagi pelaku agroindustri lokal, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui proses produksi yang lebih efisien dan konsisten, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, universitas, dan kelompok masyarakat dalam pengembangan agroindustri kakao lokal.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim INTOCO PKM UGM

 

 

Penyuluhan Pupuk Hayati dan Sensor Uji Tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh

berita Friday, 18 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026 melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pupuk Hayati Bacillus Amyloliquefaciens dan sensor uji tanah di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Maluku Utara pada 9 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen tim dalam mendukung pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui pengenalan teknologi pertanian modern.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. selaku Ketua Tim, dengan dukungan mahasiswa dan alumni lintas disiplin, yaitu Khusnus Syifa Muhammada (S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM), Alvaida Ekawati (S1 Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM), Muh. Yusuf Saputra (S1 Ilmu Tanah UGM), Desi Rindi Rahmawati (S2 Akuntansi UGM), serta Alkadri Ajwan (S2 Linguistik UNY). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan ketua kelompok tani SP 1, SP 2, dan SP 3 Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, yang menjadi mitra utama dalam penerapan teknologi di lapangan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat transmigrasi diperkenalkan pada manfaat bakteri Bacillus Amyloliquefaciens sebagai pupuk hayati yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta penggunaan sensor uji tanah untuk mendeteksi kondisi lahan secara lebih akurat. Edukasi ini diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan hasil pertanian meski menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak menentu.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Engkus, Ketua Kelompok Tani SP 1 sekaligus tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa edukasi ini memberikan semangat baru bagi petani. “Dengan adanya penyuluhan ini, kami merasa lebih percaya diri menghadapi kondisi iklim yang kurang terprediksi. Teknologi ini memberi harapan untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami berharap melalui pengenalan pupuk hayati dan sensor tanah, para petani dapat semakin meningkatkan produktivitas dan memperoleh hasil yang optimal,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis petani, tetapi juga menegaskan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan transmigrasi. Dengan pendekatan berbasis pendidikan dan pemberdayaan, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian akademisi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan penyuluhan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan potensi peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis teknologi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan edukasi teknologi kepada petani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan sensor uji tanah dan inovasi pupuk hayati, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses masyarakat transmigrasi terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan penggunaan input pertanian berbasis hayati dan pengelolaan sumber daya secara lebih efisien, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi petani terhadap kondisi iklim yang tidak menentu, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengenalan praktik yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan tanah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, kelompok tani, dan masyarakat dalam penerapan teknologi pertanian.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak langsung pada peningkatan kapasitas petani transmigrasi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung agenda global pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot Sagea Waleh 2026

Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Lentera DESA Faperta UGM Hadirkan Pembelajaran Interaktif pada Pelatihan Hidroponik BPSDMP DIY

berita Wednesday, 9 September 2026

Sebagai perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat dan penyediaan pendidikan berkelanjutan, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) hadir menjadi fasilitator dalam Pelatihan Agribisnis Pertanian Berbasis Teknologi Hidroponik. Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diselenggarakan pada 7 September 2026 di UPTD Balai PSDMP DIY.

Pada sesi pembuka pelatihan di hari pertama, Senin (7/9), tim Lentera DESA membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok Tani & Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani”. Materi ini diarahkan untuk membekali para petani agar memiliki kesiapan organisasi, kekompakan tim, dan pola pikir adaptif sebelum menerima materi teknis budidaya hidroponik. Sesi kelas dikemas dengan skema pembelajaran interaktif menggunakan platform digital, studi kasus riil (seperti inovasi pemangkasan rantai pasok digital), hingga aneka permainan kelompok yang partisipatif.

Melalui metode ice breaking dan games yang dirancang komunikatif, peserta diajak memetakan langsung tantangan internal kelompok serta mendiskusikan transformasi kelompok tani menuju tiga fungsi strategis: kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. Pendekatan pembelajaran yang hidup dan menyenangkan ini memicu motivasi tinggi dari para peserta, sehingga pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi digital dan kekompakan kelompok dapat diserap dengan optimal.

Keterlibatan aktif Lentera DESA dalam pelatihan ini menegaskan komitmen Faperta UGM untuk terus mendampingi masyarakat pedesaan melalui transfer pengetahuan aplikatif, mempercepat adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan, serta memperkuat kelembagaan tani lokal. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi hidroponik untuk mendukung produksi pangan yang produktif, efisien, dan adaptif terhadap keterbatasan lahan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pendidikan nonformal dan pembelajaran sepanjang hayat dengan metode pelatihan yang partisipatif, inklusif, dan interaktif bagi petani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan keterampilan agribisnis berbasis teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, peluang usaha, dan perekonomian masyarakat perdesaan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi hidroponik serta pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran dan pengembangan agribisnis; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan sistem produksi pertanian yang hemat lahan, lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, serta berorientasi pada praktik produksi yang lebih ramah lingkungan; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Program Studi Proteksi Tanaman Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 007/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Proteksi Tanaman UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,33. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Studi Proteksi Tanaman mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keilmuan proteksi tanaman juga berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya menjaga produktivitas dan mengurangi kehilangan hasil pertanian, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan Pengendalian Hama Terpadu, agen hayati, dan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan.

Pengembangan strategi proteksi tanaman yang adaptif terhadap perubahan lingkungan turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, sementara upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati memperkuat SDG 15: Ekosistem Daratan. Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Proteksi Tanaman UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 006/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Tanah UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 370,44. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program magister, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Magister Ilmu Tanah mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan tanah secara berkelanjutan berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan keberlanjutan ekosistem. Riset terkait konservasi tanah, karbon tanah, dan adaptasi pertanian turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Sementara itu, kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Tanah UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pengelolaan sumber daya tanah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

123…130

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology
    18/09/2026
  • Duta Maritim Bali Ajak Generasi Muda Jaga Laut melalui Konservasi, Gizi, dan Aksi Nyata
    18/09/2026
  • 37 Kilogram Tuna Warnai Family Gathering Faperta UGM, Kenalkan Potensi Pangan Laut
    18/09/2026
  • Family Gathering Meriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM
    18/09/2026
  • Kenal Kebun 2026: Mengajak Mahasiswa Baru Belajar Pertanian Langsung di Lapangan
    18/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju