• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • (Page 2)
Arsip:

berita

Wawancara Alumni Faperta UGM: Refleksi dan Harapan di Temu Alumni 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian kegiatan Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) 2026 pada Minggu, 20 September 2026, sejumlah alumni berbagi refleksi pengalaman masa kuliah serta menyampaikan harapan bagi pengembangan fakultas ke depan. Wawancara singkat ini menjadi ruang inspiratif untuk meneguhkan nilai kebersamaan sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika.

Onis, alumni Prodi Pemuliaan Tanaman angkatan 2006, menuturkan bahwa jika diberi kesempatan mengulang masa kuliah satu hari, ia ingin lebih fokus pada perkuliahan dan penyelesaian skripsi. “Dulu saya sambil bekerja sehingga waktu kuliah agak terbagi. Jika bisa mengulang, saya ingin lebih fokus agar penyelesaian studi tidak tertunda,” ungkapnya. Pesan ini mencerminkan pentingnya manajemen waktu dan komitmen akademik bagi mahasiswa.

Sementara itu, Jaka Waluya, alumni Agronomi angkatan 1986 dengan spesialisasi Pemuliaan Tanaman, menekankan bahwa semangat keguyuban di Faperta UGM tetap terjaga lintas generasi. “Keguyupannya tidak pernah berubah, selalu solid. Namun yang perlu dibenahi adalah bagaimana lulusan dipersiapkan menghadapi dunia setelah kuliah. Jangan berpikir lulusan Faperta hanya untuk bertani, karena kariernya sangat luas. Ilmu pertanian penting, tetapi ilmu hidup juga sangat menentukan,” jelasnya. Pandangan ini menegaskan relevansi pengembangan karier alumni yang lebih beragam dan adaptif.

Syahrul, alumni Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 1996, menyampaikan harapan singkat namun penuh makna. “Untuk Faperta ke depan, saya berharap kita bisa merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya. Perspektif yang disampaikan para alumni juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan kualitas pendidikan dan pembekalan mahasiswa dengan kompetensi akademik maupun keterampilan kehidupan berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyiapan lulusan untuk memasuki berbagai bidang profesi dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pandangan mengenai luasnya pilihan karier lulusan pertanian juga berkaitan secara pendukung dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan peluang pengembangan kapasitas bagi lulusan dengan beragam latar belakang dan jalur karier. Sementara itu, keterhubungan alumni dengan almamater serta pertukaran pengalaman lintas generasi memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antara alumni, fakultas, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Wawancara alumni ini tidak hanya menghadirkan refleksi personal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, relevansi ilmu pertanian, dan arah pengembangan fakultas yang berkelanjutan. Fakultas Pertanian UGM berharap semangat alumni dapat terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Tari Guyup Nusantara Warnai Temu Alumni Faperta UGM 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Suasana Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali semarak dengan persembahan seni budaya bertajuk Tari Guyup Nusantara pada Minggu, 20 September 2026. Bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, penampilan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya yang memperkuat ikatan alumni lintas generasi.

Persembahan tari ini merupakan hasil kolaborasi antara PP Kagama dan UGM, dibawakan oleh para alumni lintas angkatan: Sri Rida Farina (1986), Ngurah Ary Bebasari (1989), Nuning Issetyaning Pratiwi (1990), Safitriani (1990), Dian Pertiwi (2019), dan Zahra Seruni (2019). Kehadiran mereka di panggung tidak hanya menampilkan keindahan gerak tari, tetapi juga mempertegas semangat guyub yang menjadi ciri khas keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

Tari Guyup Nusantara menjadi medium yang menyatukan alumni dari berbagai angkatan, sekaligus memperlihatkan bahwa seni budaya dapat menjadi jembatan kebersamaan di tengah perayaan akademis. Penampilan ini menegaskan bahwa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pembangunan pertanian, tetapi juga dalam pelestarian budaya bangsa.

Persembahan Tari Guyup Nusantara juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran lintas generasi dan pemanfaatan seni budaya sebagai ruang edukasi, ekspresi, serta penguatan nilai kebersamaan. Pelestarian dan pengenalan budaya dalam ruang komunitas juga berkaitan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sebagai bagian dari identitas komunitas. Keterlibatan alumni dari berbagai angkatan turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) melalui terciptanya ruang partisipasi yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam kegiatan bersama. Sementara itu, kolaborasi antara alumni, UGM, dan organisasi KAGAMA memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring dan kerja sama yang mendukung keberlanjutan komunitas akademik.

Melalui Tari Guyup Nusantara, Temu Alumni Faperta UGM 2026 tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan lintas generasi melalui seni dan budaya. Persembahan tersebut memperkaya rangkaian peringatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh dalam keluarga besar Faperta UGM.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Ketua KAGAMA Faperta UGM Teguhkan Komitmen Alumni dalam Peringatan Lustrum XVI

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Ketua KAGAMA Fakultas Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., turut memberikan sambutan penuh makna dalam kegiatan Temu Alumni yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Minggu, 22 September 2026.

Selain menjabat sebagai Ketua KAGAMA Faperta, Mahmudi merupakan alumni Faperta UGM yang saat ini dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Kiprahnya di dunia industri menunjukkan bagaimana alumni Fakultas Pertanian mampu berkontribusi tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sektor strategis nasional.

Dengan kapasitasnya sebagai pemimpin perusahaan sekaligus representasi alumni, Mahmudi menegaskan komitmen untuk terus mendukung kejayaan Fakultas Pertanian UGM. “Semoga Fakultas Pertanian makin jaya. Atas nama alumni, kami mengucapkan selamat atas Lustrum XVI dan ulang tahun ke-80,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam sambutannya, Mahmudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan mitra yang telah berkontribusi dalam penggalangan beasiswa KAGAMA Pertanian. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai Rp1,3 miliar, dan telah disalurkan kepada enam mahasiswa selama satu tahun. Dukungan ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap keberlanjutan pendidikan dan penguatan kapasitas generasi muda.

Mahmudi juga mengajak seluruh alumni untuk semakin meningkatkan keberadaan KAGAMA Pertanian sebagai wadah kolaborasi. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada alumni angkatan 1986, 1996, dan 2006 yang telah berperan sebagai tuan rumah dan memfasilitasi kegiatan ini.

Sambutan Ketua KAGAMA menegaskan pentingnya sinergi antara alumni, fakultas, dan mitra strategis. Dengan dukungan berkelanjutan, Fakultas Pertanian UGM diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperluas jejaring, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Selain sebagai agenda temu alumni, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dukungan Beasiswa KAGAMA Pertanian berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena bantuan finansial dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kiprah alumni Faperta UGM di berbagai bidang profesional, termasuk sektor industri dan agroindustri, turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui kontribusi sumber daya manusia terdidik dan profesional dalam dunia kerja serta pembangunan sektor ekonomi. Kolaborasi antara alumni lintas angkatan, fakultas, dan mitra dalam pengembangan program beasiswa serta kegiatan alumni juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Agriculture Field Seminar 2026: UGM dan Shizuoka University Perkuat Kolaborasi Akademik

berita Thursday, 24 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyambut kehadiran delegasi dari Shizuoka University, Jepang, dalam rangkaian kegiatan Agriculture Field Seminar 2026 pada 14 September 2026. Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan akademisi kedua universitas untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring internasional, serta mengembangkan gagasan inovatif di bidang pertanian berkelanjutan.

Acara pembukaan di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian UGM dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., pejabat UGM bidang kerja sama internasional; serta Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Dari pihak Shizuoka University hadir Prof. Motohashi Reiko dan Yuko Yoneda, Ph.D., yang telah lama menjadi mitra strategis UGM dalam program ini.

Kegiatan ini turut dikoordinasi oleh Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Budidaya Pertanian, yang memastikan rangkaian seminar berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar maksimal bagi mahasiswa Shizuoka University. Selain itu, kerja sama antara UGM dan Shizuoka University telah dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. sejak 2008, dengan pembaruan terakhir pada tahun 2026 yang semakin memperkuat kolaborasi di bidang penelitian.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Ari Budhiyanti menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa Shizuoka University dan berharap mereka dapat menikmati pengalaman belajar selama dua minggu di Yogyakarta. Prof. Motohashi Reiko menekankan bahwa kerja sama ini telah berlangsung sejak sebelum pandemi COVID-19 dan menjadi sarana berharga untuk saling bertukar ilmu.

Sementara itu, Prof. Puji Astuti menambahkan bahwa rangkaian kegiatan seminar akan mencakup pembelajaran di Fakultas Pertanian, kunjungan ke PIAT UGM, serta interaksi langsung dengan petani lokal, sehingga diharapkan menghasilkan pembelajaran baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prof. Tri Joko menegaskan bahwa program ini telah diinisiasi sejak 2008 dan resmi berjalan sejak 2010, sehingga kini telah berusia 16 tahun. Ia berharap keberlanjutan program ini semakin memperkuat hubungan akademik antara UGM dan Shizuoka University.

Kegiatan seminar diawali dengan presentasi mahasiswa Shizuoka University yang terbagi dalam empat kelompok dengan topik Coffee, Tropical Fruit Trees, Tempe, dan Natural Rubber. Diskusi dilanjutkan dengan kuliah umum dari tiga pembicara dengan judul presentasi sebagai berikut:

  • Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM): “Plant Immunity System and Induced Resistance Utilization in Plant Disease Management”
  • Yuko Yoneda, Ph.D. (Shizuoka University): “Asia Bridge Program and My Research Topics”
  • Motohashi Reiko (Shizuoka University): “An Introduction to My Lab’s Research”

Agriculture Field Seminar 2026 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan yang mengangkat berbagai komoditas pertanian dan isu pertanian berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), khususnya melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dalam memahami sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, rangkaian seminar, presentasi mahasiswa, kuliah umum, pembelajaran lapangan, dan kunjungan laboratorium mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan pengalaman belajar lintas negara yang memperluas pengetahuan dan perspektif mahasiswa.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pertukaran pengetahuan mengenai penelitian serta teknologi pertanian dan pengenalan lingkungan laboratorium sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi. Sementara itu, keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Shizuoka University memperkuat kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring akademik internasional, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi penelitian.

Melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengalaman lapangan, inovasi, dan kemitraan internasional, Agriculture Field Seminar 2026 menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Harmoni Angklung DWP Pertanian Semarakkan Family Gathering Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Faperta UGM

berita Wednesday, 23 September 2026

Semarak perayaan Dies Natalis ke-80 sekaligus Lustrum ke-XVI Fakultas Pertanian UGM semakin bermakna dengan digelarnya agenda Family Gathering pada Minggu, 13 September 2026. Menghadirkan keceriaan dan mempererat rasa kekeluargaan seluruh sivitas akademika, acara ini diwarnai oleh penampilan seni musik dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pertanian UGM.

Tampil anggun dan kompak di panggung utama, kelompok musik DWP Pertanian mempersembahkan lantunan musik tradisional angklung. Sebanyak empat buah lagu dibawakan secara apik dan berpadu harmonis, menciptakan suasana yang hangat, meriah, serta meneduhkan bagi seluruh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, purnatugas, dan keluarga besar Faperta UGM yang hadir.

Persembahan seni angklung ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyegarkan di sela perayaan lustrum, melainkan juga wujud komitmen DWP Pertanian dalam melestarikan warisan budaya nusantara di lingkungan kampus. Nuansa kebersamaan ini menegaskan soliditas sivitas akademika Faperta UGM untuk terus melangkah bersama menyongsong masa depan yang lebih berdaya saing dan berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut memperkuat kontribusi Faperta UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penciptaan suasana kebersamaan dan dukungan terhadap kesejahteraan psikologis sivitas akademika, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengenalan, pembelajaran, dan apresiasi seni serta budaya di lingkungan kampus, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui partisipasi dan kontribusi perempuan dalam kegiatan seni dan kehidupan kelembagaan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan lingkungan kerja yang positif, harmonis, dan mendukung kesejahteraan sivitas akademika, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kegiatan seni yang inklusif dan melibatkan berbagai unsur keluarga besar fakultas, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pelestarian warisan budaya takbenda berupa seni musik angklung, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penyelenggaraan kegiatan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya secara bijak, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kohesivitas sosial, inklusivitas, dan rasa kekeluargaan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan jejaring antarunsur sivitas akademika.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Pererat Kerjasama dan Diplomasi Budaya, Faperta UGM Gelar Farewell Party Mahasiswa Yamagata University

berita Wednesday, 23 September 2026

Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Auditorium MMA Lantai 3 Gedung Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM pada Kamis, 10 September 2026. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka melepas kepulangan delegasi mahasiswa Yamagata University, Jepang, yang telah menyelesaikan program pembelajaran dan pertukaran akademik di Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan farewell party ini dihadiri oleh mahasiswa Yamagata University, tim buddy mahasiswa Faperta UGM yang mendampingi selama di Yogyakarta, serta para mahasiswa pegiat Japanese Class Faperta UGM. Acara diisi dengan sesi sharing budaya Jepang, persembahan penampilan bakat, aneka permainan kelompok (games) yang interaktif, hingga ramah tamah yang mempererat tali kekeluargaan antarmahasiswa lintas negara.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., hadir langsung memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keikutsertaan para mahasiswa selama berada di kampus UGM, sekaligus berharap bahwa kemitraan historis antara UGM dan Yamagata University terus tumbuh secara berkelanjutan, khususnya dalam riset kolaboratif serta pengembangan sains pertanian global.

Kegiatan Farewell Party mahasiswa Yamagata University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran wawasan lintas budaya, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, pengalaman internasional, dan jejaring mahasiswa, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan inklusivitas dan pemahaman antarbudaya, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan persahabatan, saling pengertian, dan diplomasi budaya antarmahasiswa lintas negara, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama akademik dan hubungan kelembagaan antara Universitas Gadjah Mada dan Yamagata University dalam bidang pendidikan dan sains pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Kompetensi Internal, Tim PPK Ormawa KAB UGM Gelar Pembekalan Pembuatan Agen Pengendali Hayati sebagai Bagian Program ASAGRI

berita Wednesday, 23 September 2026

Tim PPK Ormawa Klinik Agromina Bahari (KAB) Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Program ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice) melalui Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua Agen Pengendali Hayati (APH) pada Minggu (5/7) pukul 09.00–13.00 WIB di Laboratorium Klinik Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Tim PPK Ormawa ASAGRI UGM beserta volunteer sebagai bentuk penguatan kapasitas internal sebelum pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Pembekalan didampingi secara langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P., yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik mengenai Agen Pengendali Hayati (APH).

Program pengabdian ASAGRI merupakan salah satu bentuk implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan Agen Pengendali Hayati (APH). Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih aman dan ramah lingkungan. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pemetaan, sosialisasi, pembekalan, praktik laboratorium, hingga pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada berkomitmen menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum dilaksanakannya Sosialisasi Kedua kepada masyarakat. Berbeda dengan sosialisasi pertama yang berfokus pada pengenalan konsep Agen Pengendali Hayati, pemetaan titik tumbuh jamur alami, media tumbuh, dan isolasi, pembekalan kali ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan teknis seluruh anggota tim. Hal ini dilakukan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur pembuatan media tumbuh jamur, teknik sterilisasi, serta proses perbanyakan Agen Pengendali Hayati sehingga pelaksanaan demonstrasi kepada masyarakat nantinya dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan standar laboratorium.

Pada sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai media Potato Dextrose Agar (PDA) sebagai media standar yang digunakan dalam proses isolasi, perbanyakan, dan pemeliharaan jamur. Dosen pembimbing menjelaskan fungsi masing-masing bahan penyusun media, mulai dari kentang sebagai sumber nutrisi alami, dextrose sebagai sumber karbon bagi pertumbuhan jamur, hingga agar sebagai bahan pemadat media. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya teknik kerja aseptik untuk meminimalkan kontaminasi selama proses kultur jamur.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA). Praktik diawali dengan mengupas, mencuci, dan memotong kentang menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum direbus hingga lunak. Air rebusan kentang kemudian disaring untuk memperoleh filtrat yang selanjutnya dicampurkan dengan dextrose dan agar. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan secara langsung sehingga memahami fungsi dari masing-masing proses dalam menghasilkan media tumbuh jamur yang sesuai standar.

Larutan media kemudian dipanaskan hingga seluruh bahan tercampur secara homogen sebelum volumenya disesuaikan menjadi satu liter. Setelah itu, media dituangkan ke dalam botol kultur untuk menjalani proses sterilisasi menggunakan autoklaf. Pada tahap ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya sterilisasi sebagai upaya menghilangkan mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan kontaminasi pada media. Selain memahami prosedur penggunaan autoklaf, peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar keselamatan kerja di laboratorium selama proses sterilisasi berlangsung.

Selain praktik pembuatan media, peserta juga diperkenalkan dengan salah satu jamur entomopatogen yang dimanfaatkan sebagai Agen Pengendali Hayati, yaitu Beauveria bassiana. Melalui pengamatan secara langsung terhadap kultur jamur, peserta dapat mengenali karakteristik pertumbuhan koloni pada media serta memahami mekanisme infeksi jamur terhadap serangga hama. Materi ini menjadi bekal penting bagi seluruh anggota tim karena nantinya akan disampaikan kembali kepada masyarakat pada saat pelaksanaan Sosialisasi Kedua sebagai bentuk edukasi mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan media, proses kultur jamur, hingga penerapan Agen Pengendali Hayati pada budidaya tanaman. Berbagai pertanyaan yang muncul selama kegiatan dijawab secara langsung oleh dosen pembimbing sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis berdasarkan pengalaman di laboratorium. Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari penyampaian materi hingga sesi praktik.

Kelancaran kegiatan turut didukung oleh kesiapan fasilitas Laboratorium Klinik Tanaman Universitas Gadjah Mada. Seluruh alat dan bahan yang diperlukan, seperti autoklaf, peralatan gelas laboratorium, bahan pembuatan media, hingga kultur jamur yang digunakan sebagai media pembelajaran, telah dipersiapkan dengan baik sebelum kegiatan dimulai. Kesiapan tersebut memungkinkan setiap tahapan pembekalan berjalan sesuai prosedur sehingga peserta dapat mengikuti praktik dengan aman, tertib, dan optimal.

Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Program ASAGRI untuk memastikan seluruh anggota Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada beserta volunteer memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum terjun ke masyarakat. Dengan pemahaman yang telah diperoleh melalui pembekalan ini, diharapkan pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo dapat berjalan lebih efektif sehingga masyarakat tidak hanya memahami manfaat Agen Pengendali Hayati secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam mendukung sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Faperta UGM terus berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan pembekalan dan rangkaian Program ASAGRI mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menerapkan perlindungan tanaman yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas serta ketahanan pangan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya mengurangi ketergantungan dan potensi paparan pestisida kimia berbahaya bagi petani dengan mendorong pemanfaatan Agen Pengendali Hayati; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik laboratorium, transfer pengetahuan, dan peningkatan kompetensi teknis mahasiswa serta volunteer yang kemudian diteruskan kepada masyarakat; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, keterampilan teknis, dan green skills mahasiswa serta masyarakat dalam mendukung praktik pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan alternatif pengendalian hama yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sintetis dan mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen hayati sebagai bagian dari pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang lebih selaras dengan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, volunteer, fasilitas laboratorium, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam proses transfer pengetahuan dan penerapan inovasi pertanian di tingkat masyarakat.

 

Penulis: Magdha Safitri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Klinik Agromina Bahari

Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara ramah tamah untuk menyambut empat tamu dari Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM, menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan membuka peluang kolaborasi baru di bidang pertanian serta agrokompleks.

Acara dibuka oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang memperkenalkan secara singkat enam departemen di Fakultas Pertanian. Beliau menekankan bahwa kerja sama dengan NUST telah terjalin sebelumnya melalui kuliah dan pelatihan, sehingga kehadiran delegasi kali ini menjadi bukti keberlanjutan kolaborasi yang produktif.

Selain Prof. Jaka dan Prof. Subejo, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang hadir antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Elly Syafriani, S.P. selaku Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian.

Dalam diskusi, pihak NUST menanyakan kemungkinan adanya program bersama. Fakultas Pertanian UGM menyambut baik gagasan tersebut, dengan menjelaskan adanya MOOC (Massive Open Online Course) sebagai platform pembelajaran daring, serta peluang melalui IUC (International Undergraduate Class) yang memungkinkan mahasiswa Namibia bergabung dalam program sarjana maupun magister di UGM.

Prof. Taryono menambahkan bahwa Fakultas Pertanian juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan benih untuk riset dan pengembangan, sehingga membuka banyak skema kolaborasi yang dapat dimanfaatkan bersama.

Acara ramah tamah ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke PIAT UGM dan Fakultas Pertanian, serta rencana penandatanganan MoU sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi akademik.

Pertemuan antara Fakultas Pertanian UGM dan Namibia University of Science and Technology (NUST) turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kerja sama di bidang pertanian dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan program akademik, pembelajaran lintas negara, serta perluasan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, jejaring profesional, dan kapasitas inovasi di bidang pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset, teknologi, dan inovasi pertanian serta peluang kerja sama dengan mitra industri; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pendidikan tinggi, pengetahuan, dan jejaring akademik internasional; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguhmelalui penguatan hubungan kelembagaan, dialog akademik, dan pertukaran pengetahuan lintas negara; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kemitraan strategis antara UGM dan NUST dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kapasitas.

Kehadiran delegasi NUST di Fakultas Pertanian UGM menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi dalam program akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Duta Maritim Bali Ajak Generasi Muda Jaga Laut melalui Konservasi, Gizi, dan Aksi Nyata

berita Friday, 18 September 2026

Menjaga keberlanjutan laut membutuhkan lebih dari sekadar upaya konservasi. Pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, peningkatan kesadaran masyarakat, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memastikan ekosistem maritim tetap memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan mendatang. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi orasi tiga perwakilan Forum Maritim Bali, yakni Ni Putu Esa Indah Suari selaku Duta Mangrove, Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein, dan Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim, dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Minggu, 13 September 2026.

Sesi orasi tersebut mengangkat sejumlah isu yang saling berkaitan dengan keberlanjutan maritim, mulai dari konservasi ekosistem mangrove dan pengurangan sampah plastik hingga pemanfaatan sumber daya ikan dan penguatan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan laut.

Sebagai Duta Mangrove, Ni Putu Esa Indah Suari menyoroti pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove merupakan habitat bagi berbagai organisme, membantu melindungi wilayah pantai, serta memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, keberadaan sampah plastik menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu kualitas dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Menurutnya, konservasi mangrove tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan generasi muda. Kesadaran terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kebiasaan dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga terlibat dalam kegiatan konservasi di lingkungan sekitar.

Perspektif berbeda disampaikan oleh Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein. Ia mengangkat potensi ikan sebagai sumber protein dan bagian penting dari pemanfaatan sumber daya laut. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya perikanan yang besar, Indonesia memiliki potensi untuk mengoptimalkan hasil perikanan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Meski demikian, peningkatan kesadaran dan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap konsumsi ikan tetap menjadi perhatian. Pengenalan terhadap manfaat ikan sebagai sumber pangan bergizi diharapkan dapat mendorong pola konsumsi yang lebih beragam sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sumber daya perikanan Indonesia.

Sementara itu, Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem maritim. Generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kekayaan laut, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan bagaimana sumber daya tersebut dikelola dan dijaga untuk masa depan.

“The ocean is not just a place to enjoy, but to protect,” ujar Putu Diandra.

Pesan tersebut menegaskan bahwa laut merupakan ruang kehidupan yang memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan manusia. Karena itu, kepedulian terhadap laut perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam orasinya, Putu Diandra menyampaikan sejumlah bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan generasi muda, seperti kegiatan pembersihan pantai, penanaman mangrove, edukasi lingkungan ke sekolah, serta keterlibatan dalam berbagai forum yang mendorong kepedulian terhadap isu maritim. Upaya mengurangi penggunaan plastik juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan secara individual maupun kolektif.

Ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan maritim memiliki dimensi yang luas dan saling berkaitan. Konservasi mangrove, pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan bergizi, pengurangan sampah plastik, edukasi lingkungan, serta keterlibatan generasi muda merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ekosistem laut. Melalui pendekatan tersebut, sumber daya maritim tidak hanya dipandang sebagai kekayaan alam yang dimanfaatkan, tetapi juga sebagai aset ekologis yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kesadaran terhadap ikan sebagai sumber pangan dan protein untuk mendukung pemenuhan giz, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai pangan bergizi dan pentingnya lingkungan pesisir yang sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai konservasi, lingkungan, dan isu kemaritiman, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui ruang partisipasi dan kepemimpinan yang setara bagi generasi muda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesadaran terhadap potensi sumber daya maritim yang dapat dikelola secara berkelanjutan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjanganmelalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan kesempatan berpartisipasi dalam isu lingkungan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan plastik dan penerapan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui konservasi mangrove, pengurangan pencemaran plastik, peningkatan kesadaran terhadap sumber daya perikanan, dan aksi nyata menjaga lingkungan laut, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian dari ekosistem pesisir yang menghubungkan lingkungan darat dan laut, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan partisipasi masyarakat dan kepemimpinan generasi muda dalam isu lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara generasi muda, komunitas maritim, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Melalui sesi orasi tersebut, Forum Maritim Bali menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai hubungan antara konservasi, pangan dan gizi, serta peran generasi muda dalam menjaga laut. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan maritim membutuhkan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten. Bagi generasi muda, menjaga laut dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekitar dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan sumber daya maritim tetap lestari bagi generasi mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

1234…132

BERITA FAKULTAS

  • Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint
    02/10/2026
  • Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM
    02/10/2026
  • Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026
    25/09/2026
  • Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus
    25/09/2026
  • 5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM
    25/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju