
Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), resmi memulai perjalanan barunya sebagai profesor di Departemen Biologi Terapan, Ibaraki University, Jepang. Penugasan ini dilaksanakan melalui skema lintas institusi yang memungkinkan dosen berkiprah secara akademik di lebih dari satu perguruan tinggi dan menjadi implementasi perdana skema tersebut antara Ibaraki University dan UGM.
Selama masa penugasan sekitar satu bulan, Prof. Ani melaksanakan kegiatan pengajaran di Fakultas dan Sekolah Pascasarjana Pertanian Ibaraki University. Materi yang disampaikan meliputi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim serta strategi perlindungan tanaman. Selain itu, Prof. Ani juga terlibat dalam kegiatan penelitian kolaboratif internasional dan program implementasi sosial yang mendukung pengembangan pertanian lokal di Prefektur Ibaraki.

Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Prof. Ani memimpin lokakarya bagi siswa sekolah menengah dengan tema “Bean to Bar Chocolate Making Course” yang disampaikan menggunakan Bahasa Inggris sederhana. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan proses pengolahan kakao sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan pangan.
Penugasan ini memiliki makna strategis mengingat keterkaitan panjang Prof. Ani dengan Jepang. Pada tahun 2009, beliau mulai menempuh pendidikan doktoral di Tokyo University of Agriculture and Technology. Sejak itu, Prof. Ani aktif mendukung mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Ibaraki University, termasuk melalui skema Asian International Mobility for Students (AIMS).
Kerja sama penelitian antara Faperta UGM dan Ibaraki University semakin diperkuat pada tahun 2025 melalui penandatanganan perjanjian riset mengenai imunitas tanaman tropis. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi program pertukaran mahasiswa melalui JST Sakura Science Program. Promosi Prof. Ani sebagai guru besar UGM pada tahun 2024 semakin menegaskan kontribusinya dalam pengembangan riset pertanian di tingkat internasional. Penelitian kolaboratif antara kedua institusi juga pernah memperoleh Japan International Award for Young Agricultural Researchers pada tahun 2015 dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.

Penugasan ini memiliki makna strategis mengingat keterkaitan panjang Prof. Ani dengan Jepang. Pada tahun 2009, beliau mulai menempuh pendidikan doktoral di Tokyo University of Agriculture and Technology. Sejak itu, Prof. Ani aktif mendukung mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Ibaraki University, termasuk melalui skema Asian International Mobility for Students (AIMS).
Kerja sama penelitian antara Faperta UGM dan Ibaraki University semakin diperkuat pada tahun 2025 melalui penandatanganan perjanjian riset mengenai imunitas tanaman tropis. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi program pertukaran mahasiswa melalui JST Sakura Science Program. Promosi Prof. Ani sebagai guru besar UGM pada tahun 2024 semakin menegaskan kontribusinya dalam pengembangan riset pertanian di tingkat internasional. Penelitian kolaboratif antara kedua institusi juga pernah memperoleh Japan International Award for Young Agricultural Researchers pada tahun 2015 dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.
Kerja sama antara UGM dan Ibaraki University telah terjalin selama lebih dari 25 tahun. Nota kesepahaman kerja sama antar fakultas pertanian ditandatangani pada tahun 2000 dan diperluas ke tingkat universitas pada tahun 2010. Berbagai program pendidikan dan penelitian telah dijalankan secara berkelanjutan, termasuk proyek produksi cokelat di Ibaraki University yang menggunakan kakao asal Indonesia dan berhasil diselesaikan pada musim gugur tahun lalu.
Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani


















