
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Sarasehan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian sebagai bagian dari persiapan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Classroom 5 dan 6, Agrotropica Learning Center (AGLC), pada Jumat, 23 Januari 2026. Sarasehan menjadi wadah silaturahmi serta koordinasi antara mahasiswa program doktor, pimpinan fakultas, dan para ketua minat studi.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pengelola program studi dalam mendukung kelancaran studi doktoral. Pada kesempatan tersebut, beliau juga memperkenalkan para ketua minat studi yang akan menjadi mitra akademik utama bagi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan dan riset.

Berikut daftar minat studi dan ketua minat yang diperkenalkan:
- Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.Sc., selaku Ketua Minat Studi Agronomi dan Minat Studi Pemuliaan Tanaman
- Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., selaku Ketua Minat Studi Fitopatologi dan Minat Studi Ilmu Hama Tanaman
- Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., selaku Ketua Minat Studi Ilmu Tanah
- Dr. Ir. Irham, M.Sc., selaku Ketua Minat Studi Ekonomi Pertanian dan Minat Studi Manajemen Agribisnis
- Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Minat Studi Ilmu Perikanan dan Kelautan
- Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D., selaku Ketua Minat Studi Mikrobiologi Tanaman
- Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., (Ex-Officio Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan) selaku Ketua Minat Studi Agribusiness Entrepreneurial Marketing
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan oleh Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, mengenai alur kegiatan akademik, termasuk sistem pembimbingan, pelaksanaan seminar kemajuan, kewajiban publikasi ilmiah, serta tahapan ujian yang harus ditempuh mahasiswa.
Dalam sesi diskusi, beliau menyampaikan pentingnya pembentukan wadah kolektif bagi mahasiswa doktor, baik dalam bentuk Perhimpunan Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian maupun penguatan jejaring alumni melalui KAGAMA Pascasarjana Pertanian. Keberadaan wadah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang advokasi, kolaborasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi akademik, tetapi juga secara nyata mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Melalui penyelenggaraan sarasehan, Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa program doktor memperoleh akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif, adil, dan bermutu.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara penyerahan beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana Program Fast Track penerima KIPK, hasil kerja sama dengan PT BISI International Tbk, di bawah naungan Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) pada Jumat, 23 Januari 2026. Bertempat di Ruang Venture, AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi simbol komitmen dunia industri dalam mendukung pendidikan tinggi dan inovasi pertanian berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dukungan beasiswa yang diberikan. “Terima kasih atas kontribusi BISI. Semoga beasiswa ini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan dua jenjang pendidikan dalam lima tahun (Fast Track) dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Direktur Utama PT BISI International Tbk, Agus Saputra Wijaya, menjelaskan bahwa CPFI menaungi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Charoen Pokphand Group, termasuk BISI melalui dukungan terhadap pendidikan dan riset pertanian. BISI sendiri dikenal sebagai produsen benih jagung unggulan yang aktif mendorong transformasi teknologi pertanian.

Dalam sesi diskusi, BISI memaparkan tantangan dan peluang pertanian Indonesia menuju tahun 2030. Musim tanam terbaik diperkirakan berlangsung antara Maret hingga Juni, namun perubahan iklim yang tidak menentu membuat prediksi menjadi semakin kompleks. “Satu jenis tanaman tidak bisa digeneralisasi hasil panennya, apalagi dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat beragam. Dibutuhkan strategi dan teknologi untuk menyiasati tantangan ini,” jelas narasumber dari BISI.

Pak Agus menyampaikan bahwa salah satu solusi yang bisa dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi Control Atmosphere Storage (CAS) untuk menyimpan produk pertanian di luar musim panen, sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan. Selain itu, BISI juga memperkenalkan metode Tabela (tanam benih langsung) berbasis penggunaan drone sebagai bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu. “Kami tidak hanya menawarkan benih, tetapi juga sistem dan teknologi yang mendukung seluruh rantai produksi pertanian,” tegasnya.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Rapat Kerja Fakultas (RKF) Diperluas di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Kamis, 22 Januari 2026. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan arah kebijakan akademik, evaluasi pembelajaran, serta rencana penguatan penelitian dan kerja sama sepanjang tahun 2026.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menekankan pentingnya tata kelola staf akademik yang lebih sistematis dan adaptif. Beliau juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan semangat belajar dan beradaptasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin relevan dalam dunia pendidikan.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., menyampaikan evaluasi pembelajaran dengan menekankan penggunaan QR code dalam sistem presensi perkuliahan, terutama bagi dosen muda. Kebijakan ini berkaitan dengan ketentuan kehadiran minimal 75% sebagai syarat mengikuti ujian, yang dihitung secara kumulatif dalam satu semester. Beliau juga menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana hingga 35-45% dari total mahasiswa sarjana, sejalan dengan visi penguatan kapasitas akademik fakultas.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sistem akademik baru, kalender perkuliahan, serta tata kelola mahasiswa telah disiapkan. Perkuliahan semester genap dijadwalkan mulai 9 Februari 2026, dengan fleksibilitas perkuliahan asinkron mengingat banyaknya jumlah hari libur. Mahasiswa juga diimbau memanfaatkan layanan konsultasi dengan dosen pembimbing akademik. Pada kesempatan ini, fakultas turut memperkenalkan Beasiswa Harjono Danoesastro sebagai bentuk dukungan bagi mahasiswa berprestasi.
Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., menegaskan pentingnya penerapan kode etik dosen serta pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan akademik. Beliau juga memperkenalkan tenaga pengajar baru, menyampaikan hasil evaluasi Health Promoting University (HPU), serta menjelaskan alur persuratan eksternal. Selain itu, Fakultas Pertanian UGM saat ini berlangganan sejumlah aplikasi untuk menunjang pembelajaran yang terintegrasi dengan sistem layanan UGM.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D., menyoroti persiapan peluncuran hibah penelitian, program kolaborasi, serta jalur fast track bagi mahasiswa berprestasi. Dukungan penelitian bagi dosen muda serta hibah pengabdian masyarakat juga menjadi prioritas fakultas.
Beliau juga menekankan mandat program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY), termasuk hibah perilisan jurnal internasional. Fakultas menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, antara lain Kementerian Koordinator Pangan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Dinas Pertanian Kulon Progo dan Kediri, PT Astra Internasional, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), DPD, PT Sang Hyang Sri, Danantata, Syngenta, ACIAR, Wageningen University (WUR), Tokyo University of Agriculture (TUR), Fuji Oil, Ibaraki University, serta mitra dari Korea Selatan terkait pengembangan benih dan alat pertanian.
RKF Fakultas Pertanian UGM berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan tata kelola akademik, peningkatan akses pendidikan, inovasi digital, ketahanan pangan, dan jejaring kerja sama internasional.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D., (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), resmi memulai perjalanan barunya sebagai profesor di Departemen Biologi Terapan, Ibaraki University, Jepang. Penugasan ini dilaksanakan melalui skema lintas institusi yang memungkinkan dosen berkiprah secara akademik di lebih dari satu perguruan tinggi dan menjadi implementasi perdana skema tersebut antara Ibaraki University dan UGM.
Selama masa penugasan sekitar satu bulan, Prof. Ani melaksanakan kegiatan pengajaran di Fakultas dan Sekolah Pascasarjana Pertanian Ibaraki University. Materi yang disampaikan meliputi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim serta strategi perlindungan tanaman. Selain itu, Prof. Ani juga terlibat dalam kegiatan penelitian kolaboratif internasional dan program implementasi sosial yang mendukung pengembangan pertanian lokal di Prefektur Ibaraki.

Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Prof. Ani memimpin lokakarya bagi siswa sekolah menengah dengan tema “Bean to Bar Chocolate Making Course” yang disampaikan menggunakan Bahasa Inggris sederhana. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan proses pengolahan kakao sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian dan pangan.
Penugasan ini memiliki makna strategis mengingat keterkaitan panjang Prof. Ani dengan Jepang. Pada tahun 2009, beliau mulai menempuh pendidikan doktoral di Tokyo University of Agriculture and Technology. Sejak itu, Prof. Ani aktif mendukung mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Ibaraki University, termasuk melalui skema Asian International Mobility for Students (AIMS).
Kerja sama penelitian antara Faperta UGM dan Ibaraki University semakin diperkuat pada tahun 2025 melalui penandatanganan perjanjian riset mengenai imunitas tanaman tropis. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi program pertukaran mahasiswa melalui JST Sakura Science Program. Promosi Prof. Ani sebagai guru besar UGM pada tahun 2024 semakin menegaskan kontribusinya dalam pengembangan riset pertanian di tingkat internasional. Penelitian kolaboratif antara kedua institusi juga pernah memperoleh Japan International Award for Young Agricultural Researchers pada tahun 2015 dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.

Penugasan ini memiliki makna strategis mengingat keterkaitan panjang Prof. Ani dengan Jepang. Pada tahun 2009, beliau mulai menempuh pendidikan doktoral di Tokyo University of Agriculture and Technology. Sejak itu, Prof. Ani aktif mendukung mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pertukaran di Ibaraki University, termasuk melalui skema Asian International Mobility for Students (AIMS).
Kerja sama penelitian antara Faperta UGM dan Ibaraki University semakin diperkuat pada tahun 2025 melalui penandatanganan perjanjian riset mengenai imunitas tanaman tropis. Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi program pertukaran mahasiswa melalui JST Sakura Science Program. Promosi Prof. Ani sebagai guru besar UGM pada tahun 2024 semakin menegaskan kontribusinya dalam pengembangan riset pertanian di tingkat internasional. Penelitian kolaboratif antara kedua institusi juga pernah memperoleh Japan International Award for Young Agricultural Researchers pada tahun 2015 dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.
Kerja sama antara UGM dan Ibaraki University telah terjalin selama lebih dari 25 tahun. Nota kesepahaman kerja sama antar fakultas pertanian ditandatangani pada tahun 2000 dan diperluas ke tingkat universitas pada tahun 2010. Berbagai program pendidikan dan penelitian telah dijalankan secara berkelanjutan, termasuk proyek produksi cokelat di Ibaraki University yang menggunakan kakao asal Indonesia dan berhasil diselesaikan pada musim gugur tahun lalu.
Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

o



