• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

agusrn

Menatap Masa Depan Pangan Tropis: Paul Hamzah Sampaikan Paradigma Pertanian 5.0 dan Ekonomi Biru di SC-STAF 2026

berita Tuesday, 14 July 2026

Bagaimana kita memberi makan dunia di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata? Pertanyaan mendasar inilah yang menggerakkan diskusi mendalam pada hari kedua gelaran Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian UGM. Menghadirkan Paul Fuseini Hamza pada hari ke 2 (7 Juli 2026), seorang ilmuwan agronomi sekaligus spesialis penyuluhan pertanian lintas benua, forum internasional ini diajak membedah visi besar transformasi pangan dalam pemaparan bertajuk “Reimagining Tropical Agriculture and Fisheries for a New Generation”.

Melalui latar belakang akademisnya yang kuat di University for Development Studies (UDS) Ghana dan The University of Queensland (UQ) Australia, Hamza menyuguhkan sebuah sudut pandang komparatif yang kaya, memadukan realitas lapangan wilayah tropis Afrika dengan perkembangan sains modern di dunia internasional.

Salah satu sorotan utama yang memantik daya kritis para peserta adalah transformasi radikal dari era Agriculture 4.0 menuju Agriculture 5.0. Jika era hulu ke hilir Agriculture 4.0 menitikberatkan pada digitalisasi massal melalui integrasi kecerdasan buatan (AI), big data, sensor IoT, kontrol drone, dan komputasi demi pertumbuhan ekonomi semata, maka era Agriculture 5.0 membawa sains ke tingkat yang lebih manusiawi.  Era Agriculture 5.0 meletakkan kolaborasi antara kecerdasan manusia  dan kecerdasan buatan sebagai motor penggerak utama.

Di sisi lain, mengingat wilayah tropis menyokong kehidupan lebih dari 40% populasi dunia, pengelolaan sumber daya air dan laut menjadi pilar yang tidak boleh diabaikan. Hamza memaparkan konsep Blue Economy sebagai instrumen mutakhir untuk mengoptimalkan potensi akuatik secara bertanggung jawab. Di dalam ruang ekosistem laut ini, komoditas rumput laut muncul sebagai sumber daya hijau andalan yang multi-manfaat. Sejalan dengan hal tersebut, diperkenalkan pula konsep pangan masa depan melalui payung protein alternatif guna melengkapi ketergantungan pada peternakan konvensional hulu.

Melalui diskusi interaktif yang terbangun sepanjang sesi kelas, Hamza bersama peserta dari berbagai negara menyusun sebuah roadmap jangka panjang hulu ke hilir:

  • Jangka Pendek (2026–2030): Fokus pada transformasi digital harian, adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak, investasi riset benih unggul, optimalisasi irigasi pintar (smart irrigation), dan pelibatan aktif pemuda.
  • Jangka Menengah (2030–2040): Peningkatan skala pertanian presisi, implementasi smart aquaculture, aplikasi bioteknologi modern, serta hilirisasi agro-processing berbasis energi terbarukan.
  • Jangka Panjang (2040–2050): Mewujudkan sistem pangan terintegrasi penuh berbasis AI, berjalannya ekonomi sirkular biologis (circular bioeconomy), serta tercapainya pertanian net-zero yang kompetitif secara global.

Keterlibatan aktif Fakultas Pertanian UGM dalam menghadirkan ilmuwan internasional seperti Paul Fuseini Hamza menunjukkan komitmen institusi dalam memperkuat kolaborasi akademik dan mendorong transformasi sistem pertanian serta perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan global, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan akuakultur cerdas, SDG 13: Penanganan Perbuahan Iklim melalui pengembangan strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan konsep Blue Economy dan pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan sistem pertanian yang ramah lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional dalam pendidikan dan riset.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

 

Mengulas Urgensi Regenerasi Petani di Sesi Penutup Hari Kedua SC-STAF 2026: Mengangkat Suara Generasi Penerus ke Ruang Publik

berita Tuesday, 14 July 2026

Rangkaian hari kedua gelaran Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diorganisasi oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa, 7 Juli 2026 ditutup dengan diskusi interaktif yang mendalam. Sesi penutup tersebut menghadirkan akademisi internasional sekaligus Assistant Professor di bidang ekonomi pertanian dari Shimane University, Jepang, yaitu Rosalia Natalia Seleky, Ph.D.

Alumnus Faperta UGM ini mengulas perspektif sosio-ekonomi kritis dalam paparannya dengan topik “The Importance of Next Generation Farmers: A Conceptual Framework to Bring the Potential Successor into Focus”. Dalam kesempatan diskusi tersebut, Dr. Seleky membedah pentingnya keterlibatan langsung dan pemberian ruang suara mandiri bagi para generasi penerus usaha tani demi menghadapi lonjakan kebutuhan pangan global di masa depan.

Dalam pemaparan kerangka konseptualnya, Dr. Seleky mengkritisi kecenderungan umum dalam riset ekonomi pertanian konvensional yang kerap mengabaikan eksistensi otonom para calon penerus. Sebagian besar kajian suksesi selama ini dinilai terlalu bergantung pada representasi tunggal kepala keluarga atau petani utama sebagai juru bicara harian bagi seluruh individu di balik fasad keluarga tani.

Sesi diskusi interaktif tersebut memicu ketertarikan tinggi dari para mahasiswa dari 7 negara peserta. Mereka aktif mendiskusikan fenomena penuaan petani di wilayah Asia Tenggara serta bagaimana mengaplikasikan kerangka konseptual suksesi ini dalam konteks sosiologis agroekosistem di negara masing-masing.

Penyelenggaraan sesi bersama Dr. Rosalia Natalia Seleky menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat diskusi akademik mengenai keberlanjutan sektor pertanian melalui perspektif sosial-ekonomi. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi petani sebagai fondasi sistem pangan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran internasional dan pertukaran pengetahuan, SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak melalui penguatan keberlanjutan profesi petani dan suksesi usaha tani, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberian ruang partisipasi bagi generasi penerus dalam pengambilan keputusan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Angkat Isu Pertanian di Amerika Serikat, Aidan K. Bobholz Berbagi Wawasan “Smart Agriculture” di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Tuesday, 14 July 2026

Rangkaian kelas intensif dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menghadirkan perspektif global dari para pakar internasional. Pada pelaksanaan hari kedua, Selasa, 7 Juli 2026, antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh para peserta saat mengikuti sesi kuliah pagi yang menghadirkan narasumber muda asal Amerika Serikat, Aidan K. Bobholz.  Melalui pemaparan materi mendalam berjudul “Agriculture in America’s Heartland”, ilmuwan agronomi ini berhasil membuka ruang diskusi komparatif yang interaktif mengenai dinamika agribisnis skala luas di wilayah Midwest Amerika Serikat serta penerapan teknologi presisi (precision agriculture) untuk mitigasi risiko iklim.

Aidan K. Bobholz memiliki rekam jejak akademik dan praktis yang sangat kuat di sektor pertanian Amerika Serikat. Saat ini, Aidan tengah menempuh pendidikan pascasarjana dan aktif melakukan riset intensif di Laboratorium Pemuliaan Kedelai Universitas Georgia. Tumbuh besar di lingkungan komunitas agraris di Wisconsin—wilayah yang dikenal sebagai salah satu jantung produksi susu dan pangan utama AS (Heartland)—Aidan telah aktif sejak masa sekolah menengah melalui organisasi kepemudaan pertanian bergengsi, Future Farmers of America (FFA), serta bekerja sebagai pemantau lapangan.

Dalam sesi materi, Aidan mengawali penjelasannya dengan mengenalkan karakteristik lanskap pertanian di Wisconsin yang didominasi oleh perkebunan jagung (mencakup 1,6 juta hektare), kedelai (0,8 juta hektare), serta industri persusuan (America’s Dairyland) yang bernilai hingga 52,8 miliar dolar AS. Sistem usaha tani di wilayah ini umumnya berupa lahan berskala luas milik keluarga yang terintegrasi secara profesional melalui sistem koperasi tani hulu ke hilir.  Namun, di balik skala produksinya yang masif, Aidan menekankan bahwa para petani di kawasan Heartland juga menghadapi tantangan berat abad ke-21 yang serupa dengan wilayah tropis. Beberapa isu krusial yang ia garis bawahi meliputi:

  • Anomali Cuaca Ekstrem: Perubahan iklim yang memicu pola cuaca tidak menentu sehingga mengancam stabilitas hasil panen semusim.
  • Tekanan Ekonomi & Lonjakan Biaya: Melambungnya harga sewa/beli lahan produktif serta tingginya biaya investasi alat mesin pertanian modern.
  • Penyusutan Lahan (Urban Sprawl): Konversi lahan pertanian produktif akibat ekspansi wilayah perkotaan.

Sebagai langkah solutif menuju pertanian berkelanjutan, Aidan membagikan implementasi Precision Agriculture yang diadopsi di AS. Melalui integrasi mekanisasi modern, pemanfaatan data satelit, data sensor tanah, hingga penggunaan varietas unggul hasil pemuliaan yang adaptif iklim, input produksi dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus mengoptimalkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan summer course bersama pakar seperti Aidan K. Bobholz, Fakultas Pertanian UGM terus memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi global dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan inovasi sistem pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi pertanian presisi, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan strategi adaptasi dan mitigasi risiko iklim di sektor pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Jejak Kreativitas Mahasiswa PKP UGM di PEKSIMIPROV DIY 2026

Prestasi Tuesday, 14 July 2026

Ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (PEKSIMIPROV DIY) 2026 yang digelar pada 24 Juni 2026 kembali menjadi panggung penting bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas. Kompetisi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di DIY ini tidak hanya menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan karakter generasi muda melalui seni.

Dalam cabang Desain Poster, Cantik Djatoek Fadillah, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2025, Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih Juara III. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat berkarya mampu menghasilkan capaian yang membanggakan, sekalipun di tengah persaingan yang ketat.

Cantik berbagi refleksi atas pengalaman berharga tersebut. “PEKSIMIPROV DIY menjadi pijakan berharga bagiku untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada. Meski target awal adalah melangkah ke panggung nasional, berdiri di ajang ini sebagai juara menyadarkanku betapa bernilainya setiap proses dan pencapaian yang telah diraih. Mengingat lamanya persiapan, bimbingan secara berkala, serta perjuangan membagi waktu antara kuliah dan latihan, aku sangat bersyukur. Terlebih, kompetisi ini mempertemukanku dengan orang-orang hebat yang luar biasa berbakat. PEKSIMIPROV DIY memang telah usai, namun ruang tumbuh untuk diriku masih menjadi bagian dari cerita terbaik dalam proses membawa nama baik Universitas Gadjah Mada,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar raihan juara, pencapaian ini mencerminkan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Partisipasi mahasiswa dalam ajang ini memperkuat reputasi UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkiprah dalam ranah kreatif, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas kontribusi sosial.

Prestasi Cantik juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seni mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pembelajaran yang holistik di luar ruang kelas. Keberhasilan Cantik sebagai mahasiswa perempuan dalam meraih prestasi di tingkat provinsi juga mencerminkan semangat SDG 5: Kesetaraan Gender, yang mendorong kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk berkembang dan berprestasi. Kreativitas yang diwujudkan melalui desain poster sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat seni dan desain merupakan bagian dari industri kreatif yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kesempatan yang setara bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkompetisi mencerminkan nilai SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Di sisi lain, seni berperan dalam memperkuat identitas budaya, ekspresi masyarakat, dan kehidupan komunitas sehingga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Tidak kalah penting, penyelenggaraan PEKSIMIPROV yang melibatkan berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarinstitusi dalam mengembangkan potensi generasi muda.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Cantik Djatoek Fadillah

Harmoni Prestasi Mahasiswa PKP UGM di Panggung PEKSIMIPROV DIY 2026

Prestasi Tuesday, 14 July 2026

Semangat seni dan kreativitas mahasiswa kembali bergema di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (PEKSIMIPROV DIY) 2026 pada 24 Juni 2026. Kompetisi bergengsi yang mempertemukan berbagai perguruan tinggi di wilayah ini menjadi wadah ekspresi, kolaborasi, sekaligus pembuktian bahwa seni memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda.

Dalam suasana penuh antusiasme, M. Al Hazmi Kynan, mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2024, Universitas Gadjah Mada, tampil bersama tim vokal grup dan berhasil meraih Juara III. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kerja sama, dan keberanian untuk tampil di panggung kompetisi mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan, sekalipun di tengah persaingan ketat antar mahasiswa dari berbagai kampus.

Kynan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan berharga tersebut. “Berpartisipasi dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus berharga bagi saya pada tahun kedua perkuliahan ini. Suatu kebanggaan bagi saya dan tim karena mendapat kesempatan untuk mewakili Universitas Gadjah Mada dalam ajang perlombaan ini. Saya juga bersyukur dapat menjadi bagian dari tim hebat yang berhasil meraih Juara 3. Meskipun hasil yang didapat masih belum sesuai dengan ekspektasi, pencapaian ini tetap menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi yang lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Lebih dari sekadar raihan juara, keikutsertaan mahasiswa UGM dalam PEKSIMIPROV DIY 2026 mencerminkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang seni dan budaya. Ajang ini memperkuat reputasi UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkiprah dalam ranah kreatif, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas kontribusi sosial.

Prestasi Kynan dan tim vokal grup juga memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan seni mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengayaan pengalaman belajar, pengembangan kreativitas, serta pembentukan karakter di luar ruang kelas. Kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan berprestasi di bidang seni juga mencerminkan semangat SDG 5: Kesetaraan Gender, yang mendorong inklusivitas dan kesempatan yang sama bagi setiap individu. Kreativitas yang diasah melalui seni pertunjukan sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, mengingat seni dan industri kreatif merupakan sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. Keikutsertaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam kompetisi ini mencerminkan nilai SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan kesempatan yang setara untuk berkompetisi dan berkembang. Selain itu, seni memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan antarkomunitas, serta mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Penyelenggaraan PEKSIMIPROV DIY yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan pemangku kepentingan juga menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dalam mengembangkan potensi generasi muda dan memajukan seni budaya.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: M. Al Hazmi Kynan

 

Semangat Juang Mahasiswa MSA UGM di Kejuaraan Internasional Taekwondo

Prestasi Tuesday, 14 July 2026

Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keikutsertaan tim Taekwondo dalam ajang Internasional Gelora Taekwondo Indonesia Championship 2 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh lebih dari 3.000 atlet dari 21 provinsi di Indonesia serta empat negara, menjadikannya salah satu turnamen terbesar di tingkat internasional.

Salah satu capaian membanggakan datang dari Isa Rahmat Aulia, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Pertanian UGM, yang berhasil meraih Juara III pada kategori Poomsae Senior Green Taegeuk 2: Male. Isa juga turut menyumbangkan medali perak pada kategori Kyorugi Senior U 58 Male, sehingga kontribusinya semakin memperkuat posisi tim Taekwondo UGM di ajang internasional ini.

Dalam surat permohonannya, Isa menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari persiapan panjang, latihan intensif, serta dukungan dari dosen pembimbing dan tim official. Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian kemampuan, tetapi juga ruang pembelajaran yang mempertemukan atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah dan negara.

Kontingen Taekwondo UGM secara keseluruhan menurunkan 14 atlet dan berhasil meraih 7 medali emas, 3 medali perak, dan 2 medali perunggu. Hasil ini menunjukkan konsistensi UGM dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa di bidang olahraga, sekaligus memperkuat reputasi universitas di tingkat internasional.

Prestasi Isa dan tim Taekwondo UGM memiliki relevansi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang olahraga internasional mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi gaya hidup sehat, kebugaran fisik, serta nilai-nilai sportivitas dan disiplin. Prestasi yang diraih juga mencerminkan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena universitas tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan potensi mahasiswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Keberhasilan Isa sebagai mahasiswa yang mampu menyeimbangkan prestasi akademik dan olahraga menunjukkan pentingnya pendidikan yang holistik. Partisipasi atlet dari berbagai daerah dan negara mencerminkan semangat SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan menyediakan kesempatan yang setara bagi mahasiswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensi mereka. Selain itu, penyelenggaraan kejuaraan yang melibatkan berbagai institusi pendidikan, organisasi olahraga, dan peserta internasional menjadi wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi dalam memajukan olahraga, pengembangan talenta muda, dan kerja sama lintas negara.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Isa Rahmat Aulia

Senam Bersama Meriahkan Pembukaan Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 10 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan kegiatan Senam Bersama pada Jumat, 10 Juli 2026. Acara yang berlangsung di halaman fakultas ini diikuti secara antusias oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga harian lepas, tenaga paruh waktu, hingga pengelola kantin.

Kegiatan senam dimulai pukul 07.00 WIB dengan suasana penuh semangat. Para peserta hadir mengenakan kaos polo UGM berwarna kuning sebagai dress code, menambah keceriaan pagi yang cerah. Senam bersama ini tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi pondasi penting dalam perjalanan Fakultas Pertanian UGM.

Pembukaan Dies Natalis ke-80 melalui senam bersama menjadi awal yang penuh energi untuk rangkaian kegiatan akademik, riset, dan inovasi yang akan digelar sepanjang tahun. Dengan keterlibatan seluruh civitas fakultas, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Kegiatan senam bersama ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dorongan terhadap gaya hidup sehat dan aktivitas fisik rutin untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran sivitas akademika. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menciptakan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan kondusif bagi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Keterlibatan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga harian lepas, tenaga paruh waktu, hingga pengelola kantin, juga mencerminkan implementasi SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan budaya kerja yang sehat, produktif, dan inklusif. Di samping itu, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan solidaritas sebagai modal sosial dalam mewujudkan transformasi pertanian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pembukaan Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM: Awal Transformasi Menuju Pertanian Berkelanjutan

berita Friday, 10 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan kegiatan yang berlangsung meriah di lingkungan fakultas pada Jumat, 10 Juli 2026. Acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen fakultas dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian, perikanan, dan pangan Indonesia di masa depan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama yang diikuti oleh segenap sivitas akademika. Seusai senam, peserta diarahkan menuju lokasi Ground Breaking Gedung Smart Eco Bioproduction. Acara dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menekankan bahwa pembangunan gedung baru ini diharapkan menjadi sarana bermanfaat bagi generasi mendatang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang pertanian. Beliau juga memohon doa restu agar seluruh rangkaian Dies Natalis berjalan lancar.

Selanjutnya, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., memberikan sambutan sekaligus melakukan pemotongan tumpeng dan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan dukungan penuh terhadap prioritas dan misi Fakultas Pertanian, yang sejalan dengan strategi transformasi bangsa menuju swasembada pangan.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., menambah khidmat suasana pembukaan.

Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor, para Dekan dari berbagai fakultas di UGM, pimpinan sekolah pascasarjana dan vokasi, serta ketua departemen dan sekretaris departemen di lingkungan Fakultas Pertanian.

Pembukaan Dies Natalis ke-80 ini sekaligus merepresentasikan kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Kegiatan ini juga mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyelenggaraan senam bersama yang mendorong gaya hidup sehat bagi sivitas akademika, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembangunan fasilitas pembelajaran dan riset yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction sebagai pusat riset modern dan hilirisasi inovasi pertanian. Selain itu, penerapan konsep smart eco bioproduction turut mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan inovasi untuk mendukung sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap tantangan perubahan iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara sivitas akademika, alumni, pemerintah, industri, komunitas petani, dan mitra internasional dalam mendorong transformasi pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Launching Dies Natalis ke-80 (Lustrum XVI) Fakultas Pertanian UGM: Momentum Transformasi Menuju Pertanian Berkelanjutan

berita Friday, 10 July 2026

Tanggal 10 Juli 2026 menjadi momentum yang sangat bermakna bagi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Hari ini menandai dimulainya rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 atau Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM, sebuah tonggak sejarah yang bukan hanya merefleksikan perjalanan panjang selama delapan dekade dalam mengemban tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen menghadapi tantangan pembangunan pertanian, perikanan, dan pangan Indonesia di masa depan.

Selama delapan puluh tahun, Fakultas Pertanian UGM telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terdepan yang melahirkan ribuan alumni yang tersebuar di sleuruh Indonesia, menghasilkan berbagai inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional. Berbagai dinamika global, mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, degradasi sumber daya alam, transformasi digital, hingga perubahan struktur demografi petani, semakin menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.

Oleh karena itu, tema besar Dies Natalis ke-80 tidak sekadar menjadi perayaan perjalanan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat transformasi Fakultas Pertanian UGM menuju institusi yang semakin unggul, adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat nasional dan global.

Launching rangkaian Dies Natalis tahun ini ditandai dengan dua momentum strategis yang menggambarkan arah pembangunan Fakultas Pertanian UGM pada masa mendatang. Kedua penanda tersebut merepresentasikan dua pilar utama pengembangan fakultas, yaitu penguatan ekosistem inovasi melalui pembangunan infrastruktur riset modern serta percepatan hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Momentum pertama adalah Ground Breaking Gedung Smart Eco Bioproduction Fakultas Pertanian UGM, yang dilaksanakan oleh Rektor UGM bersama jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM, para dosen, serta tenaga kependidikan. Peletakan batu pertama ini bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah gedung baru, tetapi merupakan simbol dimulainya babak baru pengembangan ekosistem pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi multidisiplin di lingkungan Fakultas Pertanian.

Gedung Smart Eco Bioproduction dirancang sebagai pusat inovasi pertanian dan perikanan yang komprehensif, modern, dan unggul. Fasilitas ini akan menjadi ruang kolaborasi yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, inkubasi inovasi, penguatan kemitraan dengan industri, serta pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan. Konsep smart eco bioproduction mencerminkan paradigma baru pembangunan pertanian yang memadukan teknologi digital, kecerdasan buatan, bioteknologi, pertanian presisi, ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, serta prinsip-prinsip keberlanjutan.

Keberadaan gedung ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mengawal ketahanan pangan nasional melalui pengembangan praktik pertanian regeneratif yang berkelanjutan. Di tengah semakin kompleksnya tantangan produksi pangan akibat perubahan iklim, konversi lahan, keterbatasan sumber daya air, dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, pembangunan infrastruktur riset yang modern menjadi investasi jangka panjang yang sangat strategis. Melalui fasilitas ini diharapkan lahir berbagai inovasi teknologi, model produksi, serta sistem pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih dari itu, Gedung Smart Eco Bioproduction diharapkan menjadi pusat lahirnya berbagai inovasi yang mampu menjembatani kesenjangan antara laboratorium dengan dunia usaha, antara penelitian dengan kebutuhan masyarakat, serta antara ilmu pengetahuan dengan implementasi kebijakan publik. Dengan demikian, pembangunan gedung ini bukan hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga menjadi aset strategis bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penanda kedua dalam launching Dies Natalis ke-80 adalah simbolisasi penguatan hilirisasi riset melalui panen perdana Melon Hibrida Premium, hasil inovasi penelitian dan pengembangan Fakultas Pertanian UGM. Momentum ini memiliki makna yang sangat penting karena menunjukkan bahwa proses penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Benih Melon Hibrida Premium merupakan salah satu produk unggulan hasil kegiatan Research and Development Fakultas Pertanian UGM yang dikembangkan melalui proses penelitian yang panjang, sistematis, dan berbasis keunggulan ilmiah. Pengembangan varietas ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat kemandirian benih hortikultura nasional.

Saat ini, sebagian besar benih melon premium yang digunakan di Indonesia masih bergantung pada produk impor dari berbagai negara produsen benih. Ketergantungan tersebut tidak hanya berdampak pada tingginya biaya produksi petani, tetapi juga meningkatkan kerentanan sistem produksi hortikultura nasional terhadap dinamika pasar global. Oleh karena itu, keberhasilan menghasilkan benih melon hibrida premium dalam negeri menjadi langkah strategis menuju penguatan kedaulatan benih nasional.

Panen perdana ini menjadi simbol bahwa inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya saing sektor hortikultura Indonesia. Ke depan, pengembangan benih unggul lokal tidak hanya diharapkan mampu menggantikan produk impor, tetapi juga membuka peluang ekspor, memperkuat industri perbenihan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui penggunaan benih berkualitas tinggi yang lebih adaptif terhadap kondisi agroekosistem Indonesia.

Momentum panen perdana ini sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat budaya hilirisasi hasil penelitian. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat dikomersialisasikan, dimanfaatkan oleh masyarakat, dan memberikan nilai tambah ekonomi. Dengan demikian, aktivitas Research and Development menjadi bagian integral dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Kedua momentum tersebut sesungguhnya menggambarkan arah transformasi Fakultas Pertanian UGM dalam menyongsong masa depan. Transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga pada penguatan dampak nyata bagi pembangunan nasional dan global. Fakultas Pertanian UGM berkomitmen menjadi pusat unggulan yang mampu mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis untuk menjawab tantangan pangan, pertanian, perikanan, energi hayati, dan kelestarian lingkungan.

Peringatan Dies Natalis ke-80 menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, industri, lembaga penelitian, komunitas petani, serta mitra internasional dalam membangun sistem pertanian Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Tantangan global membutuhkan kolaborasi yang semakin erat, sehingga inovasi yang lahir dari kampus dapat diterapkan secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Delapan puluh tahun perjalanan Fakultas Pertanian UGM merupakan warisan yang sangat berharga. Namun, sejarah panjang tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh. Melalui pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction dan penguatan hilirisasi inovasi melalui Melon Hibrida Premium, Fakultas Pertanian UGM menegaskan tekadnya untuk terus menjadi salah satu pelopor terdepan transformasi pertanian Indonesia.

Semangat Dies Natalis ke-80 mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, berkelanjutan, serta mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Dengan mengusung semangat inovasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan, Fakultas Pertanian UGM siap memasuki dekade baru pengabdiannya bagi bangsa dan negara, menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak, teknologi yang bermanfaat, serta inovasi yang menginspirasi masa depan pertanian dan perikanan Indonesia.

Kedua momentum tersebut sekaligus merepresentasikan kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi benih unggul dan penguatan sistem pertanian regeneratif mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi turut memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan menyediakan ekosistem pembelajaran, riset, dan hilirisasi yang modern. Pengembangan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan, komersialisasi hasil penelitian, dan peningkatan daya saing sektor pertanian juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penerapan konsep smart eco bioproduction yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara pengembangan teknologi pertanian adaptif dan regeneratif memperkuat SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan. Di samping itu, sinergi antara sivitas akademika, alumni, pemerintah, industri, komunitas petani, dan mitra internasional mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

Penulis: Fakultas Pertanian UGM

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hangat dan Meriah, Pembukaan Dies Natalis ke-80 Lustrum XVI Faperta UGM Rajut Kebersamaan Seluruh Keluarga Besar

berita Friday, 10 July 2026

Suasana penuh kegembiraan dan kehangatan menyelimuti halaman Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Jumat, 10 Juli 2026. Dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan seluruh keluarga Faperta UGM berkumpul bersama dalam pembukaan rangkaian acara Dies Natalis ke-80 sekaligus Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM. Momentum bersejarah ini sukses bertransformasi menjadi panggung silaturahmi yang sarat akan nilai kekeluargaan.

Rangkaian acara pagi hari dimulai dengan kegiatan senam pagi bersama. Momen senam bersama ini tidak hanya menyegarkan fisik, tetapi juga langsung mencairkan sekat-sekat formalitas kerja sehari-hari. Usai berolahraga, suasana kebersamaan semakin kental saat seluruh peserta berkumpul untuk menikmati hidangan makan bersama. Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat memasuki sesi yang paling dinantikan, yaitu pembagian door prize.

Di balik kemeriahan dan momen-momen indah yang tertangkap sepanjang hari, agenda pembukaan Dies Natalis dan Lustrum ini mengemban misi yang mendalam. Rangkaian kegiatan ini dirancang secara khusus untuk mempererat tali kekeluargaan antar-elemen civitas akademika.

Melalui fondasi kekeluargaan yang solid dan harmonis, Faperta UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan semangat kerja, kolaborasi, dan produktivitas di lingkungan internal. Keharmonisan serta lingkungan kerja yang positif diharapkan menjadi penggerak utama lahirnya berbagai kontribusi terbaik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan akademik demi kemajuan pertanian Indonesia yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui promosi gaya hidup sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan lingkungan akademik yang kondusif, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan budaya kerja yang sehat dan produktif, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui partisipasi inklusif seluruh unsur sivitas akademika dan keluarga besar fakultas, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan budaya organisasi yang harmonis, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi, kebersamaan, dan solidaritas seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…112

BERITA FAKULTAS

  • Menatap Masa Depan Pangan Tropis: Paul Hamzah Sampaikan Paradigma Pertanian 5.0 dan Ekonomi Biru di SC-STAF 2026
    14/07/2026
  • Mengulas Urgensi Regenerasi Petani di Sesi Penutup Hari Kedua SC-STAF 2026: Mengangkat Suara Generasi Penerus ke Ruang Publik
    14/07/2026
  • Angkat Isu Pertanian di Amerika Serikat, Aidan K. Bobholz Berbagi Wawasan “Smart Agriculture” di SC-STAF 2026 Faperta UGM
    14/07/2026
  • Jejak Kreativitas Mahasiswa PKP UGM di PEKSIMIPROV DIY 2026
    14/07/2026
  • Harmoni Prestasi Mahasiswa PKP UGM di Panggung PEKSIMIPROV DIY 2026
    14/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju