• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM)
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 2
Pos oleh :

agusrn

Mahasiswa Faperta UGM Ikuti Sakura Science Program di Jepang, Angkat Tema Pengendalian Penyakit Tanaman Tropis

berita Monday, 8 December 2025

Uways Irfany Adiprawira dan Yori Idmaldi Arif, Mahasiswa Prodi Mikrobiologi angkatan 2020 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkesempatan mengikuti Sakura Science Program yang diselenggarakan oleh Japan Science and Technology Agency bekerja sama dengan Ibaraki University pada 4 – 15 November 2025. Program ini menjadi ajang pengenalan teknologi, sains, dan budaya Jepang sekaligus wadah transfer ilmu bagi mahasiswa Indonesia.

Berangkat dengan latar belakang bimbingan akademik dan riset di bawah arahan Nur Akbar Arrofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., para mahasiswa mengaku motivasi utama mereka adalah memperkaya wawasan riset skripsi yang tengah dijalani. “Mengikuti program ini bisa membantu kami mencari insight terkait riset (skripsi) kami” ujar Uways.

Seleksi peserta dilakukan melalui pengajuan proposal oleh universitas penyelenggara, dalam hal ini Ibaraki University. Setelah proposal diterima, universitas mitra di Indonesia seperti UGM, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Udayana (UNUD) dihubungi untuk mengirimkan delegasi. Persiapan keberangkatan relatif sederhana, meliputi pengurusan dokumen, biaya visa, serta perlengkapan musim gugur.

Mengusung tema “New Approaches to Disease Control in Tropical Crop”, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riset pertanian di Indonesia. Dukungan profesor dan mahasiswa riset di Jepang, ditambah sarana prasarana yang memadai, membuat proses pembelajaran berjalan optimal. “Banyak transfer ilmu yang terjadi, dan kami bisa melihat langsung bagaimana riset dilakukan dengan fasilitas yang lengkap,” ungkap Uways.

Selain manfaat akademik, kontribusi mahasiswa Indonesia dalam program internasional ini diyakini akan membuka jalan bagi generasi berikutnya. “Di masa depan, ketika ingin melanjutkan studi atau karir, kami sudah tahu harus mencari ke mana. Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia lain untuk menimba pengalaman di luar negeri,” tambahnya.

Menutup wawancara, Uways berpesan agar generasi muda terus giat belajar dan memperluas jaringan pertemanan. “Belajar yang rajin dan perluas kolega-kolega baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini berpotensi mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Gelar Evaluasi Media Faperta 2025: Apresiasi, Capaian, dan Penguatan Kapasitas Tim

berita Monday, 8 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Media Faperta 2025 pada Jumat, 5 Desember 2025 di Lab Venture lantai 6, Gedung Agrotropica Learning Center (AGLC), Fakultas Pertanian UGM, sebagai bentuk refleksi kinerja sekaligus apresiasi kepada seluruh tim media baik volunteer reporter maupun kreatif yang telah berkontribusi besar dalam publikasi fakultas sepanjang tahun.

Dalam sambutannya, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota tim media. Ia menekankan bahwa kerja keras tim media tidak hanya bermanfaat bagi fakultas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lembaga pendidikan, pemerintah, dan berbagai mitra perusahaan.
“Liputan yang dilakukan teman-teman media tidak hanya menghasilkan berita, tetapi juga membangun koneksi, mengelola informasi, dan mengorganisasi proses yang kompleks. Pengalaman ini menjadi bekal luar biasa untuk masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, turut mengapresiasi pencapaian media Faperta yang mampu melampaui target publikasi universitas. Ia menegaskan bahwa Fakultas Pertanian berhasil masuk tiga besar publikasi media tingkat universitas.
“Ilmu dan pengalaman selama menjadi bagian dari Media Faperta akan menjadi bekal penting untuk masa depan. Progres teman-teman sudah sangat baik, capaian selalu melampaui target, dan kontribusi ini sangat membanggakan,” jelasnya.

Ketua Unit Sistem Informasi dan Media Fakultas Pertanian, Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota tim media atas kerja keras, dedikasi, dan ide-ide kreatif yang telah mendorong kemajuan media fakultas. Ia turut menyoroti pencapaian UGM yang kini menempati peringkat pertama di Indonesia dalam bidang sustainability (SDGs).

Capaian Media Faperta tahun 2025 menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sisi publikasi, tim media berhasil menerbitkan 922 artikel pada periode Januari–September dan ditargetkan mencapai 1.000 artikel pada akhir Desember sesuai Target Capaian Kinerja (TCK) fakultas. Pada ranah media sosial, tim kreatif mencatat peningkatan jumlah pengikut Instagram menjadi 18.100 serta memproduksi 217 unggahan feed sepanjang tahun. Sementara itu, akun TikTok Faperta UGM terus berkembang dengan capaian 1.293 pengikut.

Dari aspek pengembangan kapasitas, para volunteer mendapatkan beragam pengalaman praktis mulai dari penulisan berita dan narasi konten, pengeditan video menggunakan CapCut, pemahaman algoritma media sosial, perencanaan konten, hingga desain grafis dan penyusunan portofolio. Beberapa bahkan berhasil memperluas kiprah dengan menjadi penulis eksternal di media lain. Meski demikian, sejumlah tantangan juga dihadapi, antara lain benturan jadwal dengan aktivitas akademik, proses editing yang memerlukan waktu, peliputan mendadak, hingga kendala ide desain. Volunteer berharap adanya peningkatan fasilitas penunjang, penugasan yang lebih terstruktur, kolaborasi yang lebih intens, serta kesempatan yang lebih luas untuk berkreasi dan memproduksi artikel secara berkala.

Acara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dan kenang-kenangan kepada volunteer reporter dan kreatif sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Kegiatan Evaluasi Media Faperta 2025 ini menjadi bentuk komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Mahasiswa Faperta UGM Ikuti Sakura Science Program di Jepang, Angkat Tema Pengendalian Penyakit Tanaman Tropis

berita Monday, 8 December 2025

Uways Irfany Adiprawira dan Yori Idmaldi Arif, Mahasiswa Prodi Mikrobiologi angkatan 2020 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkesempatan mengikuti Sakura Science Program yang diselenggarakan oleh Japan Science and Technology Agency bekerja sama dengan Ibaraki University pada 4 – 15 November 2025. Program ini menjadi ajang pengenalan teknologi, sains, dan budaya Jepang sekaligus wadah transfer ilmu bagi mahasiswa Indonesia.

Berangkat dengan latar belakang bimbingan akademik dan riset di bawah arahan Nur Akbar Arrofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., para mahasiswa mengaku motivasi utama mereka adalah memperkaya wawasan riset skripsi yang tengah dijalani. “Mengikuti program ini bisa membantu kami mencari insight terkait riset (skripsi) kami” ujar Uways.

Seleksi peserta dilakukan melalui pengajuan proposal oleh universitas penyelenggara, dalam hal ini Ibaraki University. Setelah proposal diterima, universitas mitra di Indonesia seperti UGM, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dan Universitas Udayana (UNUD) dihubungi untuk mengirimkan delegasi. Persiapan keberangkatan relatif sederhana, meliputi pengurusan dokumen, biaya visa, serta perlengkapan musim gugur.

Mengusung tema “New Approaches to Disease Control in Tropical Crop”, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riset pertanian di Indonesia. Dukungan profesor dan mahasiswa riset di Jepang, ditambah sarana prasarana yang memadai, membuat proses pembelajaran berjalan optimal. “Banyak transfer ilmu yang terjadi, dan kami bisa melihat langsung bagaimana riset dilakukan dengan fasilitas yang lengkap,” ungkap Uways.

Selain manfaat akademik, kontribusi mahasiswa Indonesia dalam program internasional ini diyakini akan membuka jalan bagi generasi berikutnya. “Di masa depan, ketika ingin melanjutkan studi atau karir, kami sudah tahu harus mencari ke mana. Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia lain untuk menimba pengalaman di luar negeri,” tambahnya.

Menutup wawancara, Uways berpesan agar generasi muda terus giat belajar dan memperluas jaringan pertemanan. “Belajar yang rajin dan perluas kolega-kolega baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini berpotensi mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Tim iGEM UGM 2025 Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis Tembakau: Kolaborasi Multidisipliner untuk Kemandirian Biofarmasi

PrestasiUncategorized Monday, 8 December 2025

Tim iGEM Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional melalui proyek inovatif bertajuk “SALTY (Salt-Activated with TYDV)”, sebuah riset pengembangan vaksin dengue berbasis teknologi Plant Molecular Farming. Proyek ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas fakultas dan semangat mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui pendekatan bioteknologi.

SALTY merupakan proyek unggulan tim iGEM UGM tahun ini yang memanfaatkan tanaman tembakau sebagai medium produksi protein vaksin dengue. Teknologi Plant Molecular Farming memungkinkan produksi biofarmasi secara efisien dan berbiaya rendah melalui tanaman berdaun lebar, seperti Nicotiana tabacum. “Kami menggunakan bagian replikasi dari virus, bukan keseluruhan virus, sehingga tetap aman dan telah dipikirkan mitigasi risikonya,” jelas Farel, salah satu anggota tim.

Penelitian dilakukan secara intensif di laboratorium dan greenhouse, serta dilengkapi dengan kegiatan edukasi dan diseminasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk BPOM, BRIN, BPJPH, KKHPRG, dll. Tim juga aktif menjalin kolaborasi dengan tim iGEM dari Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan berbagai negara lainnya.

Tim iGEM UGM terdiri dari mahasiswa dan dosen dari enam fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan (FKKMK), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Biologi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta melibatkan dosen dari luar UGM. “Kami tidak hanya riset di lab, tapi juga mengkomunikasikan sains ke masyarakat agar tidak berhenti pada publikasi proyek,” ujar Assyfa Atha, mahasiswa Profesi Apoteker sekaligus Student Team Leader (STL).

Tim iGEM UGM 2025 terdiri dari beberapa mahasiswa lintas fakultas yang berkolaborasi dalam proyek SALTY. Dipimpin oleh Assyfa Atha sebagai Student Team Leader (Profesi Apoteker), tim ini juga mencakup Farrel Alfaza Marsetyo dan Fauzil Azhiim (Kedokteran Reguler) dan Muhammad Ridwan Adyatama (Kedokteran Hewan), Ruth Grace Sophie (Perikanan), Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus, Nauval Rajwaa Raysendria, Anandita Amalia, Geraldine Yara Amritarashmi, Tan Rendy, Salma Rohmaniah, Erwinda Dwi Chofifah, Shainna Nur Sharfina, dan Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi), Naufal Ahmad Fauzy dan Fahmi Ihsanuddin Jauhari (Profesi Apoteker), Iffah Zakiya Yasmin (Farmasi), serta Farrel Amroe Azhar, Venus Angela Kurniawani, dan Kadek Ninda Nandita Putri (Ilmu Komputer).

Meski masih berstatus sarjana, para anggota tim menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara kuliah dan proyek. Perbedaan latar belakang disiplin ilmu dan semester menjadi tantangan tersendiri dalam menyamakan persepsi dan membagi beban kerja secara proporsional.

Co-Principal Investigation (Co-PI) 1, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M. Eng., Ph.D., menyampaikan pentingnya dukungan fasilitas riset. “Kami memfasilitasi kegiatan eksperimental di Agro Tropical Learning Center (AGLC), yang menjadi faktor penting dalam kelancaran riset tim,” ujarnya.

Sementara itu, Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. selaku Co-PI 2 menekankan potensi Plant Molecular Farming untuk mendukung kemandirian biofarmasi nasional. “Harapannya Indonesia bisa memproduksi vaksin dan diagnostik dengan harga lebih terjangkau melalui tanaman, serta mencapai swasembada produk biofarmasi,” tuturnya.

Tim iGEM UGM berharap proyek ini dapat berkembang dari skala laboratorium menuju tahap komersialisasi, termasuk uji klinik dan kerja sama dengan sektor swasta maupun pemerintah untuk pendanaan dan distribusi.

Prestasi Tim iGEM UGM 2025 berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Proyek SALTY menjadi contoh nyata bagaimana riset mahasiswa dapat mendukung pembangunan berkelanjutan secara multidimensi.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Menelusuri Sagiawale: Kiprah Mahasiswa Fakultas Pertanian dalam Pemetaan Kelembagaan Ekonomi Wilayah Transmigrasi

berita Monday, 8 December 2025

Wilayah transmigrasi bukan sekadar titik pemukiman baru, melainkan ruang strategis pembangunan ekonomi lokal. Khusnus Syifa Muhammada, mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2021, menjadi bagian dari Tim Patriot yang bertugas di kawasan Sagiawale, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Melalui riset kelembagaan ekonomi, Mada dan timnya berupaya memetakan potensi dan tantangan yang dihadapi masyarakat transmigran di wilayah tersebut.

Tim ekspedisi di kawasan Sagiawale dipimpin oleh Sugiyarto, S.P., M.Sc, dosen dari Departemen Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA). Tim ini terdiri dari empat anggota, yaitu Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. (Dosen Prodi EPA), Khusnus Syifa Muhammada (Mahasiswa PKP 2021), Nadia Nur Fauzia (Mahasiswa EPA 2021), dan Antonius Bagas (Mahasiswa PKP 2022).

Berbeda dari bayangan sebelumnya, kawasan Sagiawale masih berstatus desa persiapan dan belum sepenuhnya berdiri sebagai entitas administratif mandiri. Pemukiman dibagi ke dalam tiga Satuan Pemukiman (SP), masing-masing terdiri dari blok-blok pemukiman seperti Blok A hingga Blok D. “Fasilitas dasar masih sangat terbatas. Jalanan becek, jembatan kayu, dan akses antar blok yang sulit dilalui kendaraan menjadi tantangan harian,” ungkap Mada.

Sebagai bagian dari tim Output-3, Mada bertugas mengkaji kelembagaan ekonomi lokal. Timnya melakukan wawancara dengan kelompok tani, gapoktan, pelaku UMKM, serta penjual sagu dan sayur di SP1, SP2, dan SP3. “Kami juga memperluas responden ke Desa Waleh dan Sageang untuk memahami rantai pasok input pertanian,” jelasnya.

Salah satu temuan penting adalah ketergantungan petani terhadap pasokan dari luar kawasan, khususnya dari daerah Wairoro. “Petani membeli pupuk, benih, dan pestisida dari Wairoro yang berada di luar kecamatan. Ini menunjukkan belum adanya sistem distribusi yang efisien di kawasan transmigrasi,” tambahnya.

Keterbatasan jaringan internet menjadi hambatan utama dalam pelaporan harian ke kementerian. “Kami harus berjalan ke SP2 untuk mendapatkan sinyal. Untungnya, Dinas Transmigrasi menyediakan akses internet melalui Starlink,” kata Mada. Mobilisasi tim juga didukung oleh Satpol PP dan fasilitas kendaraan, termasuk satu mobil Hilux dan dua motor, untuk menjangkau lokasi-lokasi riset.

Mada menyoroti adanya konflik lahan antara masyarakat transmigran dan penduduk lokal. “Beberapa transmigran dijanjikan lahan dua hektar, namun hanya menerima satu hektar karena sebagian lahan masih dimiliki masyarakat lokal,” jelasnya. Di SP2, meski lahan telah diberikan, sertifikat kepemilikan belum diterbitkan.

Ia berharap program Tim Patriot tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas, melainkan menjadi dasar evaluasi dan tindak lanjut kebijakan. “Kami ingin laporan ini menjembatani aspirasi masyarakat kepada pemerintah kabupaten dan provinsi, serta mendorong pembangunan yang nyata,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dalam mencapai Tujuan Pembangunan, di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Khusnus Syifa Muhammada

 

 

 

Menjalin Ilmu dan Kolaborasi: Refleksi Pengalaman M. Habib Widyawan dalam Program NAPB

berita Friday, 28 November 2025

Muhammad Habib Widyawan, S.P., M.Si., dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkesempatan membagikan pengalamannya selama melanjutkan studi di University of Georgia, Amerika Serikat. Ia menyoroti pentingnya proses mentoring yang efektif, kolaborasi lintas disiplin, dan perbedaan sistem pendidikan antara Indonesia dan Amerika.

Habib, sapaan dosen muda yang sedang melaksanakan tugas belajar tersebut menjelaskan keterlibatannya dalam Borlaug Scholar Award dari the National Association for Plant Breeder (NAPB) angkatan 2025, sebuah inisiatif yang mempertemukan mahasiswa dengan mentor dari industri pemuliaan tanaman. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk membangun jaringan profesional, tetapi juga menyediakan dana perjalanan bagi peserta terpilih guna menghadiri pertemuan tahunan dan berinteraksi langsung dengan para ahli di bidangnya.

“Jadi dari pihak industri dan universitas itu bikin semacam asosiasi yang namanya di National Association for Plant Breeding (NAPB). Semacam seeking talent, mereka (universitas) sudah mulai memetakan mahasiswa-mahasiswa yang ada di graduate school atau sekolah pascasarjana, terutama anak-anak yang belajar di pemuliaan tanaman” ujarnya.

Dalam pandangannya, proses rekrutmen yang ketat menjadi fondasi keberhasilan program mentoring. Ia menekankan pentingnya menyeleksi peserta sejak awal untuk menghindari ketidaksesuaian yang dapat menghambat proses pembelajaran. “Jadi mentor ini di luar pembimbing tesis atau disertasi. Mentornya ini hampir bisa dipastikan dari luar universitas mahasiswa. Contoh saya kan di University of Georgia nih, mentor saya itu profesor dari University of Arkansas. Jadi, mentornya itu dipasangkannya dengan minat si mahasiswa ini” jelasnya.

Habib turut menekankan bahwa praktik mentoring tidak selalu berlangsung secara formal. Dalam pengalamannya, ia dibimbing oleh Samuel B. Fernandes yang memiliki keahlian di bidang statistik dan manajemen laboratorium. Meskipun latar belakang keilmuan mereka berbeda, Habib berfokus pada pemuliaan tanaman, ia tetap memperoleh banyak wawasan terkait aktivitas laboratorium melalui kolaborasi tersebut. “Perkiraan saya, jarak usia kami tidak terlalu jauh, kita tuh malah ngobrol casual gitu. Jadi memang ngobrolin kayak bagaimana hari-hari pertama ketika menjadi profesor” tambahnya.

Dalam upaya memperluas jejaring akademik, Habib menyatakan niatnya untuk mengundang mentornya ke Fakultas Pertanian. Ia percaya bahwa interaksi langsung dalam acara akademik dapat memperkuat hubungan profesional dan membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas.

Mengulas perbedaan sistem pendidikan, Habib mencatat bahwa mahasiswa di Amerika umumnya lebih aktif terlibat sebagai asisten peneliti atau staf pengajar. Hal ini menuntut tingkat kemandirian yang lebih tinggi, terutama bagi mahasiswa tahun ketiga yang diharapkan mampu bekerja secara mandiri dalam proyek-proyek akademik.

Terkait pendidikan lanjutan, ia mengungkapkan adanya perubahan struktur program doktoral (S3) di mana mahasiswa dapat langsung melanjutkan dari jenjang sarjana (S1) tanpa melalui program magister (S2), dengan tetap mengikuti perkuliahan yang sama. Ia juga membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan sosial seperti pesta Halloween dan ukiran labu, serta mengenal budaya lokal di kota Athena, Georgia, yang menurutnya memiliki vibes yang sama dengan Yogyakarta sebagai kota pelajar.

Sebagai penutup, Habib mendorong mahasiswa untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan tanpa beasiswa. “Saya heran. Kenapa Amerika tidak banyak tempat tempat favorit untuk tujuan sekolah, di sini itu tidak susah sekali, artinya tanpa beasiswa bisa kuliah, dengan skema kerja dengan profesornya, jadi pesannya kalau mau belajar, mau pergi ke sekolah, jangan takut” tutupnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh M. Habib Widyawan, terutama dalam bidang mentoring, kolaborasi akademik internasional, dan pengembangan pendidikan tinggi, berkontribusi pada beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berikut: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Medali di PIMNAS 38, Hadirkan Inovasi Berbasis Keberlanjutan

Prestasi Friday, 28 November 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.

Amalisa Putri Defita (Prodi Agronomi, angkatan 2023) berhasil meraih Medali Emas pada kategori Poster dan Medali Perak pada kategori Presentasi dalam cabang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Tim Amalisa mengusung program yang dapat mendorong kemajuan UMKM, terutama bagi mitra mereka, yaitu Yono Es Puter dan Es Krim. Inovasi ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah berbasis pangan lokal.

Sementara itu, Mutiara Hanum (Prodi Akuakultur, angkatan 2024) juga mengukir pencapaian dengan memperoleh Medali Perunggu pada kategori Poster dalam cabang yang sama, PKM-PI.

Tim Mutiara mempersembahkan inovasi SOLAQUA, sistem aerasi cerdas bertenaga surya yang didukung teknologi IoT. Inovasi ini mawarkan keunggulan dalam memantau kadar oksigen, suhu, pH, hingga kualitas air langsung dari demi ekosistem perairan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Keberhasilan Amalisa dan Mutiara menegaskan peran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM sebagai agen perubahan yang menghubungkan inovasi lokal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkalajutan, seperti SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

UCAS 2026 ONLINE ADMISSION BRIEFING FOR INTERNATIONAL STUDENTS

infolowongan Thursday, 27 November 2025

Faperta UGM Kukuhkan 149 Lulusan pada Purna Wisuda Program Sarjana Periode I TA 2025/2026

berita Wednesday, 26 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi meluluskan 149 wisudawan/wisudawati pada Purna Wisuda Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro, Faperta UGM. Pada periode ini, tercatat 39 wisudawan dan 110 wisudawati dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, orang tua wisudawan/wati, serta sivitas akademika yang turut memberikan dukungan atas capaian para lulusan.

Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para lulusan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, kejujuran, serta kepedulian sosial sebagai nilai dasar yang harus dibawa para wisudawan ke dunia profesional.


“Tetaplah menjaga nama baik almamater. Jadilah pribadi yang berintegritas, jujur, dan peduli terhadap sesama dalam kondisi apa pun,” pesannya.

Pada periode ini, Faperta UGM juga mencatat beberapa capaian akademik membanggakan, di antaranya 11 mahasiswa program fast track yang berhasil lulus, serta 79 lulusan berpredikat cumlaude. Secara keseluruhan, wisudawan periode ini memiliki rata-rata IPK 3,56 dengan masa studi rata-rata 4 tahun 3 bulan 11 hari. Fakultas turut memberikan kesempatan khusus bagi lulusan cumlaude dengan IPK di atas 3,51 untuk melanjutkan studi magister tanpa tes TOEFL dan TPA, sebagai dukungan terhadap pengembangan kompetensi akademik.

Predikat lulusan terbaik fakultas diraih oleh Tarishah Rihmah Az-Zahrah dari Program Studi Agronomi dengan IPK 3,92 dan masa studi 3 tahun 11 bulan 14 hari. Dalam penyampaiannya sebagai perwakilan lulusan, ia berbagi refleksi perjalanan studinya.


“Perjalanan menuju hari ini tidaklah sederhana. Setiap dari kita punya ujian masing-masing yang menuntut ketegaran. Ada tekanan, kecemasan, dan kegagalan; namun semua itu justru membawa pelajaran berharga. Gagal bukan akhir, bangkit selalu mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua wisudawan, Rahadi Saptoto Abra, S.Si., M.PE., turut menyampaikan pesan inspiratif. Ia menegaskan bahwa lulusan Faperta UGM merupakan generasi baru yang siap memajukan pertanian Indonesia.

“Para lulusan hari ini adalah putra-putri terbaik yang menguasai teknologi pertanian modern, memahami ekologi dan nutrisi, serta mampu menghadirkan inovasi pangan dan solusi nyata di lapangan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Purna Wisuda ini sekaligus menjadi wujud komitmen Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui para lulusan yang siap berkarya dan mengabdi, fakultas berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat, dunia pertanian, dan pembangunan nasional.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Dekanat Faperta UGM Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Forum Hearing 2025

berita Tuesday, 25 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan Hearing Dekanat pada Kamis, 20 November 2025, di Kantin Sehat Faperta UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, yakni Dekan Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. Seluruh kepala departemen, Presiden Mahasiswa BEM Faperta beserta jajarannya, serta para mahasiswa juga turut hadir sebagai peserta forum.

Dengan mengusung tema “TANAM: Temukan Aspirasi, Nyalakan Aksi, Mewujudkan Perubahan Fakultas Pertanian yang Lebih Baik”, forum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan masukan, keluhan, dan harapan terkait layanan akademik maupun non akademik. Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa BEM Faperta, Dimas, menegaskan bahwa Hearing Dekanat merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan isu-isu yang mereka hadapi sepanjang satu tahun terakhir kepada dekanat secara langsung agar dapat segera ditindaklanjuti.

Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa Hearing Dekanat merupakan agenda tahunan yang bertujuan memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pengelola fakultas. “Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga rumah kita bersama ini. Kritik, saran, dan aspirasi mahasiswa adalah bentuk kepedulian yang sangat kami harapkan demi perbaikan layanan dan peningkatan kinerja fakultas,” ujarnya.

Isu pertama yang dibahas adalah mengenai penetapan UKT. Dekanat menjelaskan bahwa penetapan UKT dilakukan secara detail dan komprehensif berdasarkan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa, mulai dari pekerjaan dan penghasilan orang tua, rekening listrik, hingga kondisi rumah. Faperta juga menekankan bahwa besaran UKT di fakultas ini relatif lebih rendah dibandingkan fakultas lain dalam rumpun agrokompleks.

Sejumlah isu fasilitas turut menjadi perhatian, termasuk kondisi Sekretariat Bersama (sekber) yang dinilai kurang layak. Dekanat menyampaikan bahwa sekber akan dipindahkan ke Gedung Smart Eco Bioproduction, gedung baru yang sebelumnya dikenal sebagai Gedung Rachmiwati, yang kini telah memasuki tahap finalisasi lelang dan dijadwalkan mulai dibangun pada awal tahun mendatang. Perbaikan terhadap sekber juga telah dilakukan, termasuk perbaikan plafon, serta imbauan kepada seluruh pengguna untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kerapian ruangan.

Fasilitas perpustakaan turut menjadi sorotan. Fakultas tengah berupaya mencari sponsor untuk pembenahan fasilitas tersebut dan mempertimbangkan penambahan petugas malam agar layanan dapat diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB.

Terkait fasilitas parkir, fakultas menjelaskan bahwa pengelolaan parkir berada di bawah kewenangan universitas, sementara fakultas hanya menyediakan area bagi dosen dan tenaga kependidikan. Mahasiswa tetap diarahkan menggunakan kantong parkir resmi UGM.

Pada aspek akademik, mahasiswa menyoroti isu benturan jadwal kuliah dan praktikum serta pelaksanaan inhal. Dekanat menegaskan bahwa tidak diperbolehkan adanya biaya tambahan untuk praktikum, dan inhal hanya dapat dilakukan sesuai ketentuan rektorat. Mahasiswa yang mengalami penolakan inhal tanpa dasar dipersilakan melapor ke fakultas. Koordinasi penjadwalan juga terus dilakukan agar tidak terjadi benturan dengan pelaksanaan UTS maupun UAS.

Mahasiswa turut menyampaikan aspirasi terkait toilet, kelistrikan gazebo, alat laboratorium, hingga sarana ibadah. Dekanat memastikan bahwa setiap laporan kerusakan fasilitas akan segera diproses melalui sistem pengaduan fakultas. Beberapa perbaikan juga telah dilakukan, termasuk peningkatan fasilitas tempat wudhu.

Melalui Hearing Dekanat 2025, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan melalui keterbukaan dan dialog dua arah. Dekanat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, nyaman, dan produktif.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, SDG 16: Perdamaian dan Kelembagaan yang Kuat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

1234…84

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Bersinergi dengan BPPSDMP Kementerian Pertanian dan Program YESS: Rumuskan Kebijakan Regenerasi Petani untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
    09/12/2025
  • Kolaborasi Fakultas Pertanian UGM dan Kemenko Bidang Pangan Susun Roadmap Peningkatan Kapasitas Literasi Digital SDM Pertanian
    09/12/2025
  • Fakultas Pertanian UGM Jadi Tuan Rumah The End of Project Review untuk Riset Kolaborasi Bersama ACIAR
    09/12/2025
  • Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan: UGM Latih Perempuan Pembudidaya Ikan Terapkan Pencatatan Digital
    09/12/2025
  • Tim Riset Fakultas Pertanian UGM Lakukan Survei Manajemen Pengendalian Penyakit Tanaman Pisang dengan Fusarium wilt Integrated Risk Tool (FwIRT)
    09/12/2025
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju