
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mengukir prestasi di kancah internasional melalui pencapaian para mahasiswanya. Dua mahasiswa Faperta UGM berhasil meloloskan diri dan terpilih sebagai penerima beasiswa dalam Japan Student Services Organization (JASSO) Student Exchange Program. Keberhasilan ini tidak hanya menegaskan kualitas dan daya saing global mahasiswa Faperta UGM, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama akademis internasional yang telah terjalin erat antara UGM dengan berbagai institusi terkemuka di Jepang.

JASSO Student Exchange Program merupakan program pertukaran pelajar bergengsi yang didanai oleh Pemerintah Jepang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional berprestasi dari berbagai negara dalam menimba ilmu dan pengalaman akademik di universitas-universitas di Jepang. Melalui program ini, para peserta berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan, melakukan riset lintas budaya, serta memperluas wawasan keilmuan di bidang agrokompleks dan lingkungan dengan fasilitas serta bimbingan akademik berskala internasional.
Adapun dua mahasiswa unggulan Faperta UGM yang berhasil lolos dalam seleksi ketat program pertukaran mahasiswa ke Jepang ini adalah Angelo Di Lorenzo dan Firza Nabil Abrar. Selama menjalani masa studi pertukaran tersebut, keduanya akan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan akademik, riset terapan, serta kolaborasi pembelajaran bersama para akademisi dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.
Keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional ini menjadi bukti nyata komitmen Faperta UGM dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia unggul dan berwawasan global. Pencapaian ini sekaligus menegaskan kontribusi nyata Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kesempatan pendidikan lintas negara yang inklusif dan berdaya saing; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi, keterampilan global, serta kesiapan lulusan untuk berkontribusi di dunia kerja dan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan kolaborasi riset internasional; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik internasional yang mendukung peningkatan daya saing global; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kerja sama antarnegara dan kelembagaan pendidikan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi strategis antara UGM, perguruan tinggi di Jepang, dan Pemerintah Jepang dalam penyelenggaraan program pertukaran mahasiswa.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tantriani