• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
Pos oleh :

agusrn

Sosialisasi “MySalak” di Turi Sleman, Akademisi Perkenalkan Smart Trap untuk Monitoring Lalat Buah

berita Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian UGM berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara telah merancang program “MySalak” yakni sistem pertanian cerdas (smart farming) berbasis digital untuk membantu petani salak di Turi, Sleman dalam melakukan pemantauan hama lalat buah yang menyebabkan penurunan kualitas buah salak. Sosialisasi program digital MySalak memperkenalkan alat perangkap lalat buah yang secara otomatis dapat menghitung jumlah hama lalat buah melalui sensor dan mengirimkan data secara real time, sehingga petani dapat memonitor kondisi lahan secara lebih akurat.

Kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan peran tokoh akademisi yang berkolaborasi dibalik hadirnya program digital “MySalak” dengan diselenggarakannya sosialisasi digitalisasi pertanian pada Kamis, 23 April 2026 di kawasan perkebunan salak Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan sosialisasi dihadiri langsung oleh koordinator proyek MySalak Dr. Suputa, S.P., M.P. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) UGM, didampingi oleh Dr. Nabila Husna Shabrina, S.T., M.T. selaku koordinator proyek MySalak dari Teknologi Informasi Universitas Multimedia Nusantara (UNM).

Turut hadir juga sekaligus memberikan dukungan, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., selaku Ketua Departemen HPT UGM serta jajaran pemangku kepentingan strategis Warastin Puji Mardiasih, S.P., M.Si. dari Direktorat Perlindungan Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, perwakilan DPKP DIY, serta perwakilan Balai Karantina DIY. Kehadiran 28 ketua kelompok tani salak di wilayah Turi, petugas POPT dan PPL, serta tim mahasiswa UMN menjadi inti dari pertemuan kolaboratif untuk memastikan transformasi teknologi tepat guna dapat tersampaikan langsung ke pelaku utama di lapangan.

Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi dan implementasi teknologi MySalak, sistem pertanian cerdas yang mengintegrasikan perangkat keras Smart Trap berbasis IoT dengan monitoring digital. Inovasi program teknologi ini dilakukan sebagai langkah untuk mengatasi hambatan ekspor buah salak pondoh madu ke pasar internasional, khususnya Australia, yang memperketat regulasi terkait organisme pengganggu tumbuhan (OPT) seperti lalat buah. Dengan memanfaatkan teknologi sensor otomatis yang dilengkapi fitur menghitung jumlah hama lalat buah, intensitas cahaya matahari, kelembaban, dan curah hujan secara real time, program ini dapat menunjukkan data valid yang diakui oleh Badan Karantina dan membantu petani dalam melakukan penanganan atau pencegahan terhadap ledakan populasi hama pada musim-musim tertentu.

“Tujuan utama kita adalah mengembalikan kepercayaan pasar internasional melalui data akurat dari Smart Trap ini. Kita ingin membuktikan bahwa salak pondoh madu Turi benar-benar dikelola dengan standar regulasi yang ada. Kita beralih dari cara konvensional seperti perangkap botol lem ke sistem digital yang lebih presisi. Dengan ini, petani tidak lagi meraba-raba, mereka punya data jelas untuk menentukan saat-saat harus waspada terhadap serangan hama.” Jelas Suputa.

Kegiatan sosialisasi teknologi MySalak menjadi jembatan dalam proses alih teknologi sebagaimana tim secara langsung mendampingi peserta untuk melakukan praktik penggunaan media digital. Secara teknis, teknologi MySalak bekerja dengan memasang perangkat keras Smart Trap yang dilengkapi sensor untuk keperluan pengumpulan data di beberapa titik lahan area strategis yang kemudian data ditransmisikan ke media digital yang dapat diakses oleh petani sehingga dapat diketahui kategori kondisi lahan dalam status aman, waspada, atau bahaya. Melalui gabungan inovasi Internet of Things dan edukasi, para petani kini tidak lagi mengandalkan teknik manual, tetapi beralih ke sistem pertanian berbasis teknologi presisi untuk menjamin kualitas buah salak layak ekspor.

Kegiatan ini mengimplementasikan nilai keberlanjutan yang mendukung beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Foto: Unit Media Faperta UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Hadiri Rapat Koordinasi Reakreditasi ASIIN 2026

berita Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan mutu akademik dengan berpartisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Reakreditasi Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) 2026 yang diselenggarakan di Ruang Multimedia Gedung A Lt. 3 Fakultas Kehutanan UGM pada Rabu, 29 April 2026.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, unit jaminan mutu, serta perwakilan program studi dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan. Kehadiran para akademisi lintas fakultas mencerminkan semangat kolaborasi dalam memperkuat standar internasional pendidikan tinggi di UGM.

Faperta UGM memfokuskan proses reakreditasi ASIIN 2026 pada tiga program studi sarjana, yaitu Proteksi Tanaman, Teknologi Hasil Perikanan, serta Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Fokus ini diharapkan mampu memperkuat reputasi akademik dan memperluas jejaring kerja sama internasional.

Ketua Unit Jaminan Mutu Fakultas Kehutanan, Dr. Ir. Rizki Arisandi, S.Hut. membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam pengisian kriteria dokumen sebagai bagian dari Joint Self Assessment Report (SAR). Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dan berharap draf dokumen dapat ditinjau pada awal Mei 2026 sebelum dikirim pada Juni 2026.

Dari Fakultas Pertanian, Ketua Unit Jaminan Mutu, Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. memperkenalkan susunan task force baru untuk mendukung ASIIN 2026, sekaligus menjelaskan lini masa pengerjaan borang terbaru. Ketua Unit Jaminan Mutu periode sebelumnya, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc. menegaskan bahwa akreditasi merupakan momentum untuk menunjukkan potensi masing-masing program studi sehingga dokumen persyaratan harus disiapkan dengan matang. Akreditasi ini juga diyakini akan memperlancar kerja sama dengan universitas internasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. menambahkan bahwa tim akreditasi Faperta UGM telah direstrukturisasi dengan anggota tim baru. Faperta UGM berkomitmen untuk memperbaiki hasil tinjauan sebelumnya dan menjadikan hal tersebut sebagai fokus utama dalam proses reakreditasi.

Kegiatan reakreditasi ASIIN ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu akademik, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Audiensi PIONIR Organik 2026 Bersama Dekanat Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 1 May 2026

Pada Selasa, 28 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan audiensi mengenai program PIONIR Organik 2026 di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Koordinator Gugus, serta perwakilan panitia PIONIR Organik 2026. Audiensi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengenalkan agenda dan atribut yang akan dibawakan dalam pelaksanaan PIONIR Organik 2026 kepada pihak Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan berlangsung dalam suasana formal, namun tetap interaktif melalui sesi pemaparan dan diskusi bersama pihak dekanat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Koordinator Gugus, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak dekanat yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan audiensi terkait program PIONIR Organik 2026. Selain itu, beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi sarana komunikasi dan koordinasi yang baik antara panitia PIONIR Organik dengan pihak dekanat.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan agenda dan atribut PIONIR Organik 2026 oleh Koordinator Umum PIONIR Organik 2026. Pada sesi ini dijelaskan mengenai tema besar, visi dan misi, rangkaian agenda, serta materi yang akan disampaikan dalam kegiatan PIONIR Organik 2026. Setelah pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan evaluasi terkait topik yang telah dibawakan.

Konsep yang diusung berfokus pada pengenalan Fakultas Pertanian, meliputi sejarah fakultas, integritas akademik, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Selain itu, turut diperkenalkan akselerasi Smart Eco Bioproduction sebagai arah pengembangan dan program unggulan Fakultas Pertanian UGM dalam mewujudkan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Melalui konsep tersebut, PIONIR Organik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter serta pengenalan budaya akademik di Fakultas Pertanian UGM. Oleh karena itu, rangkaian agenda yang disusun mengedepankan nilai edukatif, kedisiplinan, kreativitas, serta kenyamanan agar kegiatan dapat berjalan secara positif dan bermakna bagi Amarta Muda.

Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi bersama Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. Pada sesi ini, pihak dekanat memberikan berbagai masukan dan tanggapan terkait konsep kegiatan yang telah dipaparkan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai aspek pelaksanaan kegiatan, mulai dari teknis acara, tujuan kegiatan, hingga nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa baru melalui PIONIR Organik 2026.

Prof. Jaka Widada menyampaikan bahwa kegiatan PIONIR memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan dan budaya akademik di Fakultas Pertanian UGM. Sementara itu, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. juga memberikan arahan agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan sesuai dengan aturan dan nilai yang berlaku di lingkungan kampus. Selain memberikan masukan, pihak dekanat juga mengapresiasi persiapan yang telah dilakukan oleh panitia PIONIR Organik 2026.

Secara keseluruhan, audiensi ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Kegiatan ini menjadi bentuk koordinasi yang penting antara panitia PIONIR Organik 2026 dan pihak Dekanat Fakultas Pertanian UGM. Melalui audiensi ini, diharapkan konsep agenda dan atribut PIONIR yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik serta mampu memberikan pengalaman yang positif dan bermanfaat bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian UGM Tahun 2026.

Sinergi ini menjadi bukti untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Dokumentasi: DDD PIONIR Organik 2026

 

 

Langkah Awal PIONIR Organik 2026: Membangun Sinergi Kolaborasi dalam First Gathering

berita Friday, 1 May 2026

First Gathering PIONIR Organik 2026 hadir sebagai langkah strategis untuk menyatukan visi panitia melalui pemaparan tema besar “Harmoni Amarta Muda, Pilar Transformasi Agro-Maritim Nusantara” dan sinkronisasi tugas pokok dan fungsi guna mencapai komunikasi sehat dan keselarasan tanggung jawab dalam rangkaian persiapan menuju kegiatan PIONIR Organik pada bulan Agustus mendatang. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Harjono Danoesastro mengkombinasikan sesi formal berupa arahan dari Koordinator Gugus dan Koordinator Umum dengan rangkaian acara semi formal yang meriah, mulai dari perkenalan divisi lewat catwalk kreatif bertema “pekerjaan”, sesi games kelompok yang mengasah kerja sama, hingga ditutup dengan bernyanyi bersama untuk mempererat solidaritas antar panitia.

Kegiatan First Gathering panitia PIONIR Organik 2026 berlangsung pada Jumat, 24 April 2026 dimulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB ini mempertemukan seluruh 109 orang panitia PIONIR Organik 2026 yang didampingi langsung oleh Ibu Tantriani, S.P., M.Agr., PhD., selaku Koordinator Gugus, dan Muhammad Yusuf Wibisono selaku Koordinator Umum. Bertempat di Auditorium Harjono Danoesastro yang merupakan ikon sarana prasarana Fakultas Pertanian UGM yang berguna untuk acara besar bagi civitas akademika fakultas pertanian.

Sinergi menjadi dasar utama dalam First Gathering PIONIR Organik 2026, sebagaimana ditegaskan dalam sambutan para pimpinan. Koordinator Gugus, Tantriani, S.P., M.Agr., PhD., menekankan bahwa sinergi harus dimulai dari internal dengan menjaga kekompakan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi di setiap divisi agar persiapan menyambut mahasiswa baru berjalan optimal. Semangat kolaborasi ini diperkuat oleh Koordinator Umum, Muhammad Yusuf Wibisono, melalui pemaparan tema “Harmoni Amarta Muda, Pilar Transformasi Agro-Maritim Nusantara”.

“Harmoni bukan sekadar slogan, melainkan upaya menciptakan keselarasan antara seluruh pihak di sektor pertanian dan perikanan. Dengan menanamkan nilai inisiatif, eksploratif, dan kolaboratif, PIONIR Organik berkomitmen menjadi kompas yang menyatukan berbagai peran demi mewujudkan pilar transformasi agro-maritim Nusantara yang tangguh.” Jelas Yusuf

Kegiatan ini dinilai sangat berkesan bagi seluruh peserta karena mampu mengemas agenda dalam suasana yang menyenangkan. Antusiasme peserta terlihat dalam momen-momen kebersamaan seperti catwalk divisi dan sesi games. Terbangun kedekatan emosional yang tulus sejak awal pertemuan sehingga diharapkan setiap peran dapat menjalankan tugas dan persiapan dengan sebaik-baiknya tanpa adanya kendala.

Sinergi ini menjadi bukti untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Salsabil Karima Swasono

Editor: Tantriani

Dokumentasi: DDD PIONIR Organik 2026

UGM dan Ewindo Perkuat Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Lokal

beritakerjasama Friday, 1 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT East West Seed Indonesia (Ewindo) kembali meneguhkan komitmen dalam menjaga kekayaan biodiversitas Indonesia melalui penandatanganan piagam kerja sama pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat Balairung, dan turut dihadiri sejumlah dosen Fakultas Pertanian UGM, seperti Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dan Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D.

Benih unggul memegang peranan penting dalam sistem pangan nasional. Di tengah tantangan global seperti krisis iklim, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati, upaya konservasi genetik tanaman menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi produksi pangan berkelanjutan.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik merupakan bagian penting dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. “Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama agar kualitas dan gizi komoditas tetap terjaga,” ujarnya.

Presiden Direktur Ewindo, Glenn Pardede, menambahkan bahwa rekayasa genetika adalah investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Indonesia. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kerja sama ini juga melibatkan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka akan dibekali pelatihan teknik pengumpulan benih sesuai standar operasional prosedur, sehingga dapat mendokumentasikan sumber daya genetik di berbagai wilayah Indonesia.

Sejak dimulai pada 2018, kerja sama UGM dan Ewindo telah berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 plasma nutfah tanaman lokal, termasuk tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, cabai, dan berbagai komoditas lain. Koleksi ini menjadi bukti nyata kekayaan biodiversitas Indonesia yang patut dimanfaatkan dan dilestarikan.

Dengan dukungan akademisi, mahasiswa, dan mitra industri, kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya genetik tanaman lokal Indonesia. Capaian ini juga relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Donnie dan Humas Universitas Gadjah Mada

 

 

Magang Berdampak: Mahasiswa Faperta UGM Observasi Ekowisata Curug Jeglong

berita Friday, 1 May 2026

Andaru Fido Firmansyah Mahasiswa Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2023 berkesempatan mengikuti magang berdampak di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara. Ia bersama Mandor Perhutani RPH Kenjuran, pengelola ekowisata, dan beberapa mahasiswa Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan observasi ekowisata di Curug Jeglong, Kendal pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk merencanakan potensi pengembangan kembali dan melakukan rebranding setelah ekowisata sempat tutup pasca pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan observasi, mahasiswa diajak untuk meninjau berbagai aspek mulai dari akses masuk, kondisi daerah sekitar, hingga turun langsung ke lokasi curug. Proses ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk memahami potensi wisata alam sekaligus tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ekowisata.

Kegiatan ini menarik karena mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga dilibatkan dalam perencanaan strategis untuk menghidupkan kembali Curug Jeglong sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan dukungan Perhutani dan pengelola ekowisata, diharapkan Curug Jeglong dapat kembali menjadi daya tarik wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Observasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi, pengelola, dan masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi Curug Jeglong untuk kembali bersinar sebagai salah satu destinasi unggulan di Kendal.

Kegiatan observasi ekowisata Curug Jeglong tidak hanya bertujuan untuk merencanakan rebranding pasca pandemi, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Andaru Fido Firmansyah

Perjuangan Mukhlis Ibrahim: Mahasiswa Doktor Faperta UGM Raih Penghargaan Internasional

Prestasi Friday, 1 May 2026

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Mukhlis Ibrahim, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dari tahap awal penelitian disertasinya hingga ke panggung internasional.

Mukhlis memulai perjalanan akademiknya dari proses screening disertasi yang penuh tantangan. Selama tiga bulan, ia tekun melakukan percobaan di laboratorium, menyusun rancangan penelitian, dan menghadapi berbagai hasil yang belum konsisten. Meski sempat diliputi keraguan, doa orang tua, bimbingan promotor, serta dukungan teman-teman menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Kerja keras tersebut berbuah manis ketika Mukhlis memperoleh kesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya pada The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA) di Universitas Jember. Dalam forum tersebut, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain:

  1. Best Presenter Award at The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA).
  2. 2nd Place Winner of the National Young Researcher Award from the Indonesian Phytopathological Society.
  3. Young Researcher Appreciation Award (Under 30 Category).

Tidak berhenti di tingkat nasional, Mukhlis kemudian melangkah ke panggung internasional dengan berpartisipasi dalam 13th International Conference on Chemical and Biological Sciences (ICCBS 2026) di Osaka, Jepang. Di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, ia mempresentasikan hasil penelitiannya sekaligus membangun jejaring akademik global. Partisipasi ini juga memberinya sertifikat berstandar internasional sebagai pengakuan atas kontribusi ilmiah yang diberikan.

Mukhlis menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan bukti bahwa langkah kecil yang dijalani dengan sepenuh hati dapat membuka jalan menuju kesempatan besar. Lebih dari itu, kebahagiaan terbesar hadir ketika ia mampu membanggakan orang tua, promotor, dan rekan-rekan seangkatan yang selalu mendukung perjuangannya.

“Tidak ada langkah kecil yang sia-sia apabila dilakukan dengan sepenuh hati. Kerja keras akan selalu menemukan jalannya, dan puncak tertinggi dari sebuah pencapaian adalah ketika kita mampu berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” ungkap Mukhlis.

Prestasi Mukhlis Ibrahim menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi besar di panggung dunia. Prestasi ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Mukhlis Ibrahim

Wisuda dan Cerita di Baliknya: Ekspektasi Awal, Kenangan, dan Refleksi Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Friday, 1 May 2026

Momen Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Rabu, 22 April 2026 menjadi penanda akhir dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Sebanyak 74 wisudawan berhasil menuntaskan studi mereka dengan baik, membawa serta kisah, tantangan, dan pencapaian yang tak terlihat di balik toga yang dikenakan.

Di balik senyum bahagia saat prosesi wisuda, tersimpan berbagai cerita tentang kerja keras, pengorbanan waktu, hingga keteguhan dalam menghadapi berbagai rintangan selama masa perkuliahan. Momen ini bukan sekadar perayaan, melainkan simbol keberhasilan atas proses panjang yang telah dilalui, sekaligus awal dari langkah baru menuju masa depan yang lebih luas.

Rivaldi Pratama sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian, Program Magister Fitopatologi, dengan IPK sempurna 4.00 dan masa studi 1 tahun 5 bulan 18 hari yang merupakan salah satu penerima beasiswa PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Dalam pesannya, Rivaldi menyampaikan momen mengesankan selama kuliah “Ada momen berkesan saat kuliah lapangan, seperti ketika diajak dosen mengunjungi museum dan Pagilaran. Selain itu, selama penelitian kami juga diberikan akses untuk menggunakan laboratorium hingga malam hari,” ujarnya.

Salah satu wisudawan bernama Rio Aji Pradana dari Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman mengungkapkan bahwa ekspektasi saat kuliah “Awalnya saya kira tidak bisa mengikuti beberapa mata kuliah, tapi ternyata selama perkuliahan saya dapat mengikuti dengan baik berkat bantuan dari dosen, tenaga pendidik, dan dukungan dari teman-teman,” ucap Rio.

Wisudawan yang sudah sampai di titik ini, itu bukanlah suatu hal yang mudah dan ringan, ada usaha yang pernah dicurahkan sekuat tenaga. Salah satu wisudawati bernama Novita Febrianti dari Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman memberikan pesan yaitu jangan pernah menyerah dan bermimpi setinggi-tingginya karena kita pasti bisa mencapainya.

Wisuda kali ini tidak hanya menjadi momentum perayaan capaian akademik, tetapi juga penegasan peran Fakultas Pertanian UGM dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Rivaldi Pratama Raih Predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian UGM dengan IPK 4,00

Prestasi Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meluluskan mahasiswa berprestasi pada Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan pada 24 April 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Pada periode ini, Rivaldi Pratama, lulusan Program Magister Fitopatologi, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik fakultas dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Rivaldi menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 5 bulan 18 hari, menjadikannya lulusan dengan performa akademik tertinggi pada periode tersebut. Capaian ini mencerminkan komitmen dan konsistensi dalam menjalani proses akademik di lingkungan Faperta UGM.

Dalam sambutannya, Rivaldi menyampaikan bahwa perjalanan studi yang ditempuh merupakan proses yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran yang membentuk ketahanan dan kedewasaan.

“Bukan karena semuanya mudah, tetapi karena kita berani untuk tidak berhenti,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya orang tua yang senantiasa memberikan doa dan pengorbanan.

“Jika hari ini kami berdiri di sini, itu bukan semata karena kerja keras kami, tetapi karena ada doa yang tidak pernah putus,” tambahnya.

Selain penghargaan sebagai wisudawan terbaik fakultas, Faperta UGM turut memberikan apresiasi kepada wisudawan berprestasi lainnya dalam berbagai kategori, yaitu Rafi Sukma Aulia sebagai lulusan termuda dengan capaian IPK 3,92, Anggi Putri Pertiwi sebagai lulusan tercepat dengan capaian IPK 3,96, serta Nia Herlina sebagai lulusan doktor terbaik dengan capaian IPK 3,99.

Capaian para wisudawan ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Gladys Geraldine Simaremare

Editor: Tantriani

Foto: Unit Media Faperta UGM

 

Dari Rwanda ke Faperta UGM: Refleksi Studi Joas Iradukunda

Prestasi Friday, 1 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 22 April 2026. Sebanyak 74 lulusan resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut, menandai berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal dari kontribusi mereka di masyarakat.

Dari total wisudawan yang dikukuhkan, terdapat beragam kisah perjalanan studi yang penuh dinamika, mulai dari proses adaptasi, tantangan akademik, hingga pengalaman berkesan selama menempuh pendidikan di Faperta UGM. Salah satunya adalah Joas Iradukunda, lulusan Departemen Perikanan asal Rwanda, Afrika Timur.

Selama menempuh studi di UGM, Joas mengalami berbagai proses adaptasi dalam lingkungan akademik baru. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat pertama kali memasuki kelas di awal perkuliahan, ketika ia disambut hangat oleh teman-teman sekelas yang membantu proses adaptasinya.

“Banyak momen yang tidak akan saya lupakan selama studi saya, salah satunya saat pertama kali masuk kelas. Saya disambut baik oleh teman-teman yang banyak membantu proses belajar dan adaptasi saya, termasuk menerjemahkan materi karena saat itu saya masih baru menggunakan Bahasa Indonesia. Momen tersebut sangat berkesan bagi saya,” ungkap Joas.

Bagi Joas, pengalaman tersebut mencerminkan lingkungan akademik di UGM yang suportif dan inklusif bagi mahasiswa internasional untuk berkembang dan beradaptasi.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan untuk dirinya di masa lalu agar selalu percaya pada diri sendiri, bekerja keras, serta menjunjung tinggi kerja sama dalam proses belajar.

“Pesan saya adalah untuk selalu percaya pada diri sendiri, bekerja keras, dan mengutamakan kerja sama tim,” ujarnya.

Wisuda ini tidak hanya menjadi penanda capaian akademik para lulusan, tetapi juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berwawasan global. Melalui proses pembelajaran yang menghargai keberagaman, Faperta UGM turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Gladys Geraldine Simaremare

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

123…102

BERITA FAKULTAS

  • Sosialisasi “MySalak” di Turi Sleman, Akademisi Perkenalkan Smart Trap untuk Monitoring Lalat Buah
    01/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Hadiri Rapat Koordinasi Reakreditasi ASIIN 2026
    01/05/2026
  • Audiensi PIONIR Organik 2026 Bersama Dekanat Fakultas Pertanian UGM
    01/05/2026
  • Langkah Awal PIONIR Organik 2026: Membangun Sinergi Kolaborasi dalam First Gathering
    01/05/2026
  • UGM dan Ewindo Perkuat Konservasi Plasma Nutfah Tanaman Lokal
    01/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju