
Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar Agripreneur Expo 2026 pada Rabu, 3 Juni 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kegiatan ini menjadi puncak dari mata kuliah kewirausahaan, di mana para praktikan berkelompok untuk membentuk usaha sekaligus melatih penerapan ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara langsung.

Expo ini dirancang sebagai ruang belajar yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga berani mengembangkan ide menjadi usaha yang nyata. Melalui proses praktik tersebut, mahasiswa diajak untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam merespons peluang di sektor pertanian.
Ketua Prodi EPA, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar semangat kewirausahaan mahasiswa terus tumbuh. “Harapannya jiwa entrepreneur terus tumbuh dan menjadi entrepreneur di bidang pertanian,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendidikan di EPA tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan karakter wirausaha yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian. Sementara itu, Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., menekankan bahwa dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan besar. Menurutnya, mahasiswa yang lulus tidak selalu harus mencari pekerjaan, tetapi juga perlu didorong untuk membuka lapangan kerja.

Kegiatan Agripreneur Expo 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya menumbuhkan minat entrepreneurship di kalangan generasi muda Indonesia. Proses ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan teori dengan praktik, sekaligus membangun keberanian mahasiswa dalam mengambil peran sebagai pelaku usaha muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih menjalankan bisnis, tetapi juga belajar mengenali kebutuhan pasar, mengasah kreativitas, dan memperkuat kemampuan kolaborasi. Dengan demikian, Agripreneur Expo 2026 menjadi ajang pembelajaran yang komprehensif bagi calon-calon agripreneur masa depan.
Agripreneur Expo 2026 sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas kewirausahaan generasi muda, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan ide bisnis dan inovasi produk agribisnis, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap lahirnya wirausaha muda yang berpotensi memperkuat sistem pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM