• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Pagelaran Kasepuluh 2026 Rayakan Satu Dekade Perjalanan dan Inspirasi Generasi Muda untuk Pertanian Berkelanjutan

berita Monday, 2 November 2026

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), sukses menyelenggarakan puncak acara Pagelaran Kasepuluh 2026 pada Minggu (25/10). Mengusung tema “A Decade of IMPACT”, kegiatan ini menjadi momentum perayaan satu dekade perjalanan Pagelaran Kasepuluh sekaligus wadah untuk mendorong generasi muda mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi yang relevan dengan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Acara yang berlangsung di Gedung A1 KPTU Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM dan disiarkan secara daring melalui Zoom serta YouTube ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari Jejak Karya, Xplore, News Anchor Competition, Essay Competition, hingga SpeakXperience. Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat dunia penyuluhan dan komunikasi pertanian, sekaligus memahami pentingnya peran komunikasi dalam mendukung transformasi sektor pertanian.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia, Alifiya Chairani, dilanjutkan dengan sambutan dari Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. selaku Ketua Program Studi PKP, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. yang mewakili Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, serta Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM. Setelah seremoni pembukaan dan simbolisasi satu dekade Pagelaran Kasepuluh, peserta mengikuti kegiatan Xplore dan Jejak Karya yang menampilkan berbagai aktivitas akademik serta hasil praktikum mahasiswa PKP.

Melalui rangkaian tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai cakupan keilmuan penyuluhan dan komunikasi pertanian yang tidak hanya berfokus pada aspek produksi pertanian, tetapi juga pada proses penyebaran informasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas petani, serta pembangunan komunikasi yang efektif untuk mendukung perubahan sosial di sektor pertanian.

Salah satu agenda utama dalam Pagelaran Kasepuluh 2026 adalah babak final Essay Competition dan News Anchor Competition yang mempertemukan pelajar SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Indonesia. Pada kategori Essay Competition, Juara I diraih Tim Swakarya Tani dari MAN 2 Tulungagung, Juara II diraih Tim Myco-Scan dari MAN 1 Kota Malang, dan Juara III diraih Tim Bali Bertani Singaraja dari SMA Negeri 3 Singaraja.

Sementara itu, pada kategori News Anchor Competition, Akbar Maimun dari MAN 2 Kota Kediri berhasil meraih Juara I, disusul Maola Rahma dari SMK Negeri 1 Cimahi sebagai Juara II, serta Fasya Hani Harisma dari SMA Negeri 1 Banyuwangi sebagai Juara III. Kompetisi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menulis, dan menyampaikan informasi secara efektif kepada publik.

Selain kompetisi, Pagelaran Kasepuluh 2026 juga menghadirkan sesi SpeakXperience bertema “Are Public Speakers Born or Made?” dengan narasumber Afrizal Prasadana, S.I.Kom., M.Han. dan dimoderatori oleh Ulin Nuha Diah Wulandari, S.P., M.Sc.. Diskusi ini menyoroti pentingnya keterampilan berbicara di depan umum yang dapat diasah melalui proses belajar dan latihan berkelanjutan. Berbagai aspek komunikasi, mulai dari teknik vokal, pengelolaan rasa gugup, kontak mata, hingga intonasi, dibahas sebagai elemen penting dalam membangun komunikasi yang efektif dan profesional.

Dalam sesi tersebut juga ditekankan bahwa kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi strategis yang dibutuhkan generasi muda untuk membangun jejaring, menyampaikan gagasan secara persuasif, serta menciptakan dampak positif di berbagai bidang, termasuk sektor pertanian dan pembangunan masyarakat.

Memasuki usia satu dekade, Pagelaran Kasepuluh terus menunjukkan komitmennya sebagai ruang pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan kapasitas generasi muda. Melalui tema “A Decade of IMPACT”, kegiatan ini menegaskan bahwa kontribusi terhadap pertanian berkelanjutan tidak hanya dapat diwujudkan melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui komunikasi yang efektif, gagasan kreatif, dan kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan dan komunikasi untuk mendukung pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi generasi muda; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan gagasan kreatif dan inovatif di bidang pertanian; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan ruang partisipasi bagi pelajar dari berbagai daerah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan berbagai pihak dalam mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan.

Penulis: Vincentia Yuvika Geraldine, Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Pagelaran Kasepuluh

Kontribusi Doktor Muda PMDSU: Anisya Turrodiyah Bagikan Insight Pengelolaan Pertanian Regeneratif

berita Saturday, 31 October 2026

Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) kembali membuktikan keberhasilannya dalam melahirkan doktor-doktor muda potensial di bidang ilmu pertanian. Salah satu lulusan doktor inspiratif dari program ini adalah Dr. Anisya Turrodiyah, S.P., M.Sc., yang berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dengan predikat Pujian (Cumlaude). Pencapaian ini menandai kesiapan institusi dalam mencetak peneliti mandiri berkaliber internasional.

Melalui disertasinya yang mendalam mengenai “Peremajaan Tanah sebagai Upaya Mewujudkan Pertanian Regeneratif di Lanskap Breksi Vulkanik Tersier”, Anisya membagikan insight strategis mengenai pentingnya pemulihan kesehatan tanah. Riset ini menggarisbawahi bahwa program percepatan PMDSU dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan nyata degradasi lahan dan keberlanjutan ekosistem pertanian melalui pendekatan sains interdisipliner.

Kehadiran doktor muda berprestasi ini diharapkan mampu memperkuat riset-riset transformatif yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan jangka panjang. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Faperta UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan penelitian pengelolaan tanah untuk mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan doktor dan pengembangan peneliti muda; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan kapasitas riset dan inovasi pengelolaan lahan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui kajian pertanian regeneratif yang berpotensi mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim; serta SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui upaya pemulihan kesehatan tanah dan pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Faperta UGM Luluskan 20 Mahasiswa Unggulan dari Program Fast Track pada Wisuda Pascasarjana Periode I TA 2026-2027

berita Saturday, 31 October 2026

Program fast track (jalur cepat sarjana-magister) kembali menunjukkan efektivitasnya sebagai salah satu program unggulan strategis di Fakultas Pertanian UGM. Pada periode wisuda ini, Faperta UGM sukses meluluskan 20 mahasiswa program fast track dari berbagai program studi dengan catatan prestasi akademik yang sangat memuaskan. Program ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan jenjang sarjana dan magister secara terintegrasi dan efisien.

Adapun ke-20 lulusan program fast track tersebut meliputi:

No Nama IPK LamaStudi Program Studi
1 Adinda Reza Berliana 3.87 1 Th 11 Bl19 Hr Agronomi
2 Gala Arasy 3.95 1 Th 11 Bl2 Hr PemuliaanTanaman
3 Rizkya Nurrohma 3.75 1 Th 11 Bl2 Hr PemuliaanTanaman
4 Hayu Alifia Zahra 3.99 1 Th 11 Bl3 Hr Ilmu HamaTanaman
5 Alia Nafiatus Syifa 3.93 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu HamaTanaman
6 Adin Evanisaa Calista 3.99 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu HamaTanaman
7 Mei Wardani Sulo 3.96 1 Th 11 Bl18 Hr Fitopatologi
8 Lubna Ummu Azhar 3.96 1 Th 11 Bl18 Hr Fitopatologi
9 Ghorizatu Shofra 3.98 1 Th 11 Bl3 Hr Fitopatologi
10 Ribka Yunia Putri 3.96 1 Th 11 Bl18 Hr Fitopatologi
11 Lilis Nur Komariyah 3.99 1 Th 11 Bl18 Hr Fitopatologi
12 Arina Maulida 3.94 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
13 Gesti Nola Salsabila 3.96 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
14 Vira Virginia Eka Putri 3.89 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
15 Kharisma PundhiRukmana 3.95 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
16 Galuh Wulanuari 3.94 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
17 Fatihul Abyan Amartya 3.87 1 Th 11 Bl18 Hr Ilmu Perikanan
18 Ulin Nuha DiahWulandari 3.89 1 Th 11 Bl19 Hr EkonomiPertanian
19 Alfonsus Ligouri Carhesa Gilmore 3.97 1 Th 11 Bl19 Hr ManajemenAgribisnis
20 Devira Putri Rahmalia 3.96 1 Th 5 Bl30 Hr ManajemenAgribisnis

Keberhasilan para lulusan program fast track ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyelenggaraan jalur pendidikan sarjana–magister yang terintegrasi; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kompetensi lulusan untuk memasuki dunia profesional; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan kapasitas penelitian dan inovasi pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi akademik lintas program studi dalam pengembangan pendidikan dan penelitian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Purnawisuda Pascasarjana Faperta UGM Periode I T.A. 2026/2027: Melahirkan SDM Unggul untuk Transformasi Pertanian Berkelanjutan

berita Saturday, 31 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi melalui penyelenggaraan prosesi Purnawisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang dihelat pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Auditorium Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga tercinta yang turut menghantarkan momen bersejarah para lulusan magister dan doktor. Rangkaian prosesi berjalan hangat, mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Himne Gadjah Mada, hingga penyerahan penghargaan kepada para lulusan terbaik dari berbagai program studi.

Dalam pidato sambutannya, Dekan Faperta UGM, Prof. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan perjalanan akademik para wisudawan dalam menyelesaikan riset mereka. Beliau berharap agar kontribusi dari para alumni baru ini dapat memperkuat jejaring Keluarga Alumni Gadjah Mada Pertanian (KAGAMA Pertanian) serta membawa dampak positif bagi kemajuan sektor pertanian nasional.

Mengusung semangat kebersamaan, Prof. Subejo berpesan agar para lulusan senantiasa merajut kolaborasi strategis dan kembali membangun negeri bersama almamater tercinta. Kontribusi para alumni diharapkan dapat terjalin dan semakin memperkuat prestasi Faperta UGM dalam kancah nasional dan internasional. Tentu saja Prof. Subejo membuka lebar pintu kolaborasi antara Faperta UGM dengan para alumni yang nantinya telah berdinamika dalam perjalanan karir mereka yang beragam.

Keberhasilan para lulusan pascasarjana ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi, penguatan kapasitas penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian, Faperta UGM berupaya menghasilkan lulusan yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kontribusi tersebut sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan keilmuan dan penelitian di bidang pertanian yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyelenggaraan pendidikan pascasarjana, program fast track, dan Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang mendukung peningkatan kompetensi akademik, kapasitas penelitian, dan kualitas sumber daya manusia; serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan keahlian lulusan magister dan doktor di bidang agribisnis, ilmu tanah, proteksi tanaman, perikanan, dan bidang pertanian lainnya yang diharapkan mampu mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi sektor pertanian.

Selain itu, capaian ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan penelitian dan pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi meningkatkan daya saing sektor pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring alumni KAGAMA Pertanian dan pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi pertanian yang berkelanjutan.

Melalui momentum purnawisuda ini, Fakultas Pertanian UGM berharap para lulusan tidak hanya menjadi sumber daya manusia yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi, penguatan ketahanan pangan, serta pembangunan sektor pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Lulusan Terbaik Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2026/2027: Merayakan Proses, Menebar Dedikasi

berita Saturday, 31 October 2026

Perhelatan Purnawisuda Program Pascasarjana Faperta UGM Periode I T.A. 2026/2027 menghadirkan momen istimewa bagi Ummu Azhizah Nuraini, mahasiswi Program Studi Magister Fitopatologi yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas. Ummu sukses menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yakni 4,00, dalam masa studi yang sangat produktif yaitu 1 tahun 11 bulan 18 hari. Keberhasilan ini menjadi simbol dedikasi tinggi para mahasiswa pascasarjana dalam menuntaskan riset berbasis sains pertanian yang mendalam.

Dalam pidato sambutannya sebagai perwakilan wisudawan, Ummu menyampaikan pesan mendalam mengenai arti sebuah pencapaian akademik di tengah dinamika dunia perkuliahan. “Kesuksesan wisudawan hari ini tidak hanya sekadar perayaan semata, namun juga sebagai rasa syukur dan menghargai setiap proses yang telah membawa hingga saat ini. Terima kasih kepada dosen dan tendik Faperta UGM atas segala ilmu dan dedikasinya hingga melancarkan seluruh wisudawan berhasil meraih gelarnya,” ungkap Ummu di hadapan ratusan tamu undangan.

 

Pesan inspiratif tersebut merefleksikan nilai-nilai luhur almamater serta komitmen lulusan pascasarjana untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya secara nyata bagi masyarakat. Prestasi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan keilmuan fitopatologi untuk mendukung ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi dan prestasi akademik mahasiswa; SDG 5: Kesetaraan Gender, melalui pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam pendidikan tinggi dan penelitian pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan institusi pendidikan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Mentan Amran Sulaiman Dorong Mahasiswa Faperta UGM Jadi Penggerak Swasembada Pangan

berita Saturday, 31 October 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., mendorong mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) untuk berperan aktif dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Pesan tersebut disampaikan dalam kuliah umum bertajuk “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan” yang diselenggarakan di Fakultas Pertanian UGM pada Kamis (15/10/2026).

Dalam pemaparannya, Amran menekankan pentingnya peningkatan produksi komoditas pangan strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Komoditas seperti beras, kedelai, susu, dan daging sapi menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi pertanian dalam negeri.

Selain peningkatan produksi, Amran turut menyoroti pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Pengolahan kelapa sawit menjadi biodiesel serta pengembangan berbagai produk turunan kelapa disebut sebagai peluang untuk memperkuat nilai ekonomi sektor pertanian dan mendorong pengembangan industri berbasis komoditas pertanian.

Dalam aspek tata kelola, Amran menekankan pentingnya penegakan hukum, pembenahan sistem perizinan, dan pengawasan terhadap penyalahgunaan kewenangan. Menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan perlu didukung oleh pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab agar pembangunan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Amran juga menantang Fakultas Pertanian UGM untuk berkontribusi dalam menjawab tantangan produksi kedelai nasional melalui penguatan riset dan penerapan teknologi pertanian di lapangan. Mahasiswa didorong untuk terlibat dalam proyek pengembangan kedelai serta pembukaan lahan sawah baru sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pangan.

“Mahasiswa harus terlibat langsung di lapangan agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengerti proses produksi dan peluang usaha di sektor pertanian,” demikian inti pesan yang disampaikan Amran dalam kuliah umum tersebut.

Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai proyek pertanian diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung untuk memahami proses produksi, pengelolaan agribisnis, serta tantangan yang dihadapi petani. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya minat dan jiwa kewirausahaan generasi muda di sektor pertanian.

Selain memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan petani dan pembangunan pertanian nasional. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku sektor pertanian diharapkan mampu mempercepat penerapan hasil riset dan inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Amran juga menekankan pentingnya membangun karakter tangguh dan kemandirian pada generasi muda. Ia mendorong mahasiswa untuk berani menghadapi tantangan, aktif mencari pengalaman, serta menjadikan kritik dan penolakan sebagai motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Melalui kuliah umum ini, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan semakin kuat dalam mendorong pengembangan riset terapan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mempersiapkan generasi muda yang kompeten serta berdaya saing. Keterlibatan mahasiswa dan kontribusi akademisi menjadi bagian penting dalam mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan produksi pangan dan ketahanan pangan nasional; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek pertanian; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kewirausahaan muda dan peningkatan nilai tambah komoditas pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan riset, teknologi, dan hilirisasi pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan sektor pertanian.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta

 

Mentan Amran Tanggapi Berbagai Tantangan Pertanian dalam Diskusi Bersama Sivitas Akademika UGM

berita Saturday, 31 October 2026

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., membahas berbagai tantangan pembangunan pertanian nasional dalam sesi tanya jawab pada kuliah umum yang diselenggarakan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Diskusi interaktif bersama sivitas akademika tersebut mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari pengembangan pertanian organik, dukungan bagi penyuluh dan peneliti, regenerasi petani, hingga keterlibatan mahasiswa dalam proyek pertanian nasional.

Yusran, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian UGM sekaligus dosen Universitas Halu Oleo, mengusulkan pengembangan kembali kawasan persawahan organik di tengah keterbatasan sarana produksi. Menanggapi usulan tersebut, Amran mendorong agar gagasan tersebut diterjemahkan menjadi program konkret melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Jangan berhenti pada gagasan. Susun program yang konkret dan koordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar dapat dilaksanakan di lapangan,” demikian inti arahan Amran kepada peserta.

Persoalan lain disampaikan oleh Sola, mahasiswa Program Magister Manajemen Agribisnis UGM sekaligus penyuluh pertanian dari Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Ia menjelaskan keterbatasan kendaraan operasional dan biaya kegiatan penyuluhan yang masih harus ditanggung secara pribadi. Menanggapi persoalan tersebut, Amran meminta jajarannya untuk menindaklanjuti kebutuhan kendaraan operasional yang disampaikan.

Sementara itu, Aisyah Heldawati, mahasiswa Program Magister Manajemen Agribisnis UGM asal Banjarmasin, menanyakan arah kebijakan pertanian, khususnya pengembangan food estate, serta dukungan pendanaan penelitian. Setelah mengetahui bahwa kebutuhan dana penelitian Aisyah mencapai sekitar Rp5 juta, Amran menginstruksikan jajarannya untuk menindaklanjuti permohonan dukungan tersebut.

Isu regenerasi petani turut mengemuka dalam pertanyaan yang disampaikan Najmi, mahasiswa Program Magister Manajemen Agribisnis UGM asal Pekalongan. Ia menyoroti tantangan dalam menarik minat generasi muda untuk menjadi wirausaha pertanian, terutama karena kebutuhan modal usaha.

Menanggapi hal tersebut, Amran menekankan pentingnya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa melalui keterlibatan dalam proyek pertanian.

“Mahasiswa perlu diberi kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek pertanian sehingga mereka bisa belajar mengelola usaha, memahami risiko, dan membangun kemandirian,” demikian inti tanggapan Amran.

Peluang keterlibatan mahasiswa dalam proyek pertanian juga dibahas melalui pertanyaan dari seorang dosen UGM yang memimpin proyek pembukaan lahan sawah baru di Halmahera. Ia mengusulkan kelanjutan proyek tersebut sekaligus pelibatan mahasiswa program sarjana maupun magister. Amran menyambut usulan tersebut dan meminta jajarannya untuk menindaklanjuti rencana kerja sama lanjutan dengan UGM.

Selain membahas pengembangan sumber daya manusia dan proyek pertanian, diskusi turut menyoroti aspek lingkungan dalam pembangunan pertanian nasional. Rivaldi Pratama, mahasiswa Program Doktor Ilmu Hama Tanaman UGM asal Pangkep, menanyakan hubungan antara pembukaan lahan food estate dan kebakaran hutan serta lahan di Kalimantan dan Sumatra.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Amran membantah adanya hubungan tersebut pada lahan yang ia jelaskan dalam paparannya. Ia menyebut bahwa lahan tersebut merupakan lahan terbengkalai dari proyek masa lalu. Dalam kesempatan yang sama, Amran turut menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani perkebunan bermasalah.

Berbagai pertanyaan dan masukan yang disampaikan dalam diskusi tersebut mencerminkan beragam tantangan yang dihadapi sektor pertanian Indonesia, mulai dari keterbatasan sarana produksi dan dukungan penyuluhan hingga kebutuhan regenerasi petani, penguatan riset, dan pengelolaan lingkungan. Forum ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan sivitas akademika untuk membahas peluang penyelesaian persoalan pertanian melalui pendekatan kebijakan, pendidikan, dan penelitian.

Diskusi tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh, peneliti, dan generasi muda dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Berbagai masukan dari peserta diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut untuk memperkuat riset, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong pengembangan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pembahasan ketahanan pangan dan pengembangan pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pembelajaran, penelitian, dan keterlibatan mahasiswa dalam proyek pertanian; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui dorongan regenerasi petani dan kewirausahaan pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui dukungan terhadap riset dan inovasi sektor pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh, dan peneliti.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Kunjungan Sekolah ke Fakultas Pertanian UGM Hadirkan Dialog Seputar Kuliah, Karier, dan Pertanian Modern

berita Thursday, 22 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan siswa dan guru dari SMA Islam Athirah Bukit Baruga dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro dalam rangka promosi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026 ini menjadi sarana bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peluang studi, fasilitas pendidikan, serta berbagai program akademik yang tersedia di UGM.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai Universitas Gadjah Mada oleh Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai ragam jalur seleksi masuk UGM, pilihan program studi dari berbagai klaster keilmuan, serta berbagai fasilitas yang mendukung kehidupan akademik mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. juga membagikan kiat sukses bagi calon mahasiswa untuk meraih tujuan pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya membangun niat yang kuat, menetapkan cita-cita yang tinggi, serta berusaha secara maksimal dengan diiringi doa dan kerja keras dalam setiap proses yang dijalani.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai fasilitas yang dimiliki UGM, mulai dari layanan kesehatan, sistem keamanan kampus, asrama mahasiswa, fasilitas transportasi, hingga kemitraan yang dimiliki universitas baik di tingkat nasional maupun internasional. Sesi ini juga membahas alur seleksi masuk UGM serta berbagai program akademik yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier siswa.

Pada sesi berikutnya, Margi Asih Maimunah, S.P., M.Sc. Ph.D memperkenalkan profil Fakultas Pertanian UGM kepada para peserta. Pemaparan mencakup jajaran dekanat, komposisi tenaga pendidik beserta bidang keahliannya, capaian pemeringkatan fakultas di tingkat dunia, akreditasi nasional dan internasional, profil mahasiswa, program studi yang tersedia, serta fasilitas laboratorium yang menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari siswa. Salah satu peserta menanyakan mengenai jalur penerimaan yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan karakteristik berbagai jalur seleksi yang tersedia, termasuk program International Undergraduate Program (IUP) yang memberikan pengalaman pembelajaran berwawasan global.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah peran prestasi akademik dan nonakademik dalam proses seleksi berbasis rapor. Tim Fakultas Pertanian memberikan penjelasan mengenai pentingnya konsistensi capaian akademik sekaligus mendorong siswa untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan dan kompetisi yang relevan.

Peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap atmosfer internasional di Fakultas Pertanian UGM. Menanggapi pertanyaan mengenai peluang mahasiswa dari luar negeri untuk belajar di Fakultas Pertanian, dijelaskan bahwa fakultas secara rutin menerima mahasiswa internasional dari berbagai negara, termasuk Jepang, yang tertarik mempelajari pertanian dan perikanan tropis Indonesia.

Pertanyaan mengenai menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian turut menjadi fokus diskusi. Menanggapi hal tersebut, Fakultas Pertanian UGM menjelaskan bahwa pertanian saat ini telah berkembang menjadi sektor yang sarat inovasi dan teknologi. Berbagai perkembangan seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pertanian presisi, analitik data, hingga konsep smart farming dan meta-farming membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian modern yang berkelanjutan.

Selain itu, peserta juga menanyakan hal-hal yang sering terlewat dalam proses penerimaan mahasiswa baru serta peluang mengikuti program internasional selama studi. Dalam sesi tersebut disampaikan pentingnya memperhatikan seluruh persyaratan administrasi dan akademik, termasuk menyiapkan dokumen pendukung serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan pada setiap jalur seleksi.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pendidikan tinggi di bidang pertanian serta menginspirasi generasi muda untuk mengambil peran dalam pengembangan sektor pertanian, pangan, dan sumber daya alam Indonesia melalui inovasi, teknologi, dan kolaborasi global. Kunjungan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan peran pendidikan dan inovasi pertanian dalam mendukung pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan informasi pendidikan tinggi, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta peluang pengembangan akademik dan internasional bagi calon mahasiswa; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi pertanian modern, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pertanian presisi, dan smart farming; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya memperluas akses informasi dan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bagi siswa dari berbagai daerah; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan hubungan dan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, serta jejaring pendidikan nasional dan internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Menteri Pertanian RI Berikan Kuliah Tamu, Tekankan Akselerasi Swasembada Pangan Berkelanjutan

berita Wednesday, 21 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu pada Kamis, 15 Oktober 2026 bertajuk “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan” dengan menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., sebagai pembicara utama. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, serta Fakultas Peternakan UGM.

Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen. Pol. Langgeng Purnomo, S.I.K., M.H., Dekan Fakultas Pertanian UGM Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas, serta sejumlah pejabat dan mitra strategis dari Kementerian Pertanian, BULOG, PT Pupuk Indonesia, dan berbagai organisasi profesi.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi sentral dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi rantai pasok pangan dunia. Oleh karena itu, percepatan pembangunan pertanian perlu didukung melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, hilirisasi komoditas, dan penguatan sumber daya manusia pertanian.

Dalam kuliah tamu tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menekankan pentingnya regenerasi sumber daya manusia pertanian sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan sektor pertanian nasional. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang dan peluang yang lebih luas untuk berkontribusi dan berinovasi.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada generasi muda. Sebagai generasi yang lebih senior, sudah seharusnya kita membuka peluang dan mendukung mereka untuk berkembang. Jika tidak ada dukungan dan ruang bagi generasi muda, maka tidak akan ada regenerasi yang dapat membawa perubahan,” tegas Menteri Pertanian di hadapan peserta kuliah tamu.

Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam berbagai strategi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Beragam isu yang mengemuka meliputi regenerasi petani, modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga peluang inovasi teknologi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia.

Kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan pertanian. Turut hadir Direktur Pengembangan Usaha UGM Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., para tenaga ahli Menteri Pertanian, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan BULOG, PT Pupuk Indonesia, serta berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan pembangunan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung pembangunan pertanian nasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa terhadap tantangan dan peluang sektor pertanian sekaligus menginspirasi lahirnya inovasi yang berkontribusi pada terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Kuliah tamu ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas pertanian, dan percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan wawasan, pengetahuan, dan kapasitas mahasiswa mengenai kebijakan pembangunan pertanian, inovasi teknologi, serta tantangan sektor pertanian nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dorongan regenerasi petani, pemberdayaan generasi muda, pengembangan peluang kerja di sektor pertanian, dan peningkatan daya saing ekonomi pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan modernisasi pertanian, penerapan inovasi teknologi, dan hilirisasi komoditas untuk meningkatkan produktivitas serta nilai tambah produk pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui dorongan pengembangan sistem produksi pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara lebih efisien; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta pengembangan strategi pembangunan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM, Fadel Gama Putrra (DKRG UGM)

Kolaborasi Departemen Sosial Ekonomi UGM dalam Program KONEKSI Australia-Indonesia sebagai Langkah Memperkuat Sistem Pangan Sehat dan Resilien

berita Wednesday, 21 October 2026

Upaya mewujudkan sistem pangan nasional yang sehat, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim memerlukan integrasi antara riset akademis, inovasi teknologi digital, dan perumusan kebijakan yang inklusif. Gagasan inilah yang diusung program KONEKSI (Knowledge Partnership Platform), kerjasama Australia-Indonesia, di mana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi bagian dari tim peneliti.

Riset kolaboratif pada program KONEKSI melibatkan sembilan lembaga dari kedua negara, yaitu The University of Queensland (UQ), Monash University, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Negeri Malang (UNM), Center of Indonesian Policy Studies (CIPS), serta Parti Gastronomi. Dari UGM, kolaborasi ini dijalankan oleh tim peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pertanian yang diketuai oleh Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D. dengan anggota dosen Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. dan Arif Wahyu Widada, S.P., M.Sc., serta didukung mahasiswa S1 dan S2 Departemen Sosial Ekonomi Pertanian yang terlibat sebagai asisten peneliti.

Melalui tim peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, UGM berkontribusi aktif dalam menjalankan kajian di bidang sosial ekonomi dalam program KONEKSI. Kajian berfokus pada pemodelan dinamis produksi padi berkelanjutan di kawasan peri-urban untuk menemukan solusi terpadu yang menjaga kesejahteraan petani sekaligus kelestarian lingkungan serta menganalisis niat penggunaan aplikasi MyINDAH Diet pada wilayah urban dan peri-urban di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan UTAUT2, dengan perhatian pada pemberdayaan kelompok rentan melalui kesehatan digital.

Rangkaian riset kolaboratif tersebut mencapai puncaknya dalam kegiatan dua hari bertajuk “Akselerasi Sistem Pangan Sehat dan Resilien: Mengintegrasikan Kebijakan, Inisiatif Lokal, dan Inovasi Digital” yang berlangsung di Hotel Mercure, Jakarta (02/07). Kegiatan pada hari pertama berfokus pada “Paper-to-Submission Writing Workshop” bagi para peneliti dan akademisi. Workshop intensif ini dipimpin langsung oleh Prof. Ammar Abdul Aziz (UQ) dan berlangsung secara interaktif dan kolaboratif. Melalui masukan dari Prof. Ammar dan sesama peneliti, setiap draf dibedah secara mendalam, mulai dari kebaruan metodologi, argumentasi ilmiah, hingga ketajaman analisis kebijakan sosial ekonomi pertanian. Melalui kegiatan ini, program KONEKSI bersama UGM dan lembaga lainnya mendorong agar hasil penelitian dapat dipublikasikan secara luas, memperkaya khazanah keilmuan sosial ekonomi pertanian, dan menjadi landasan bagi perumusan kebijakan di sektor pertanian.

Memasuki hari kedua, Kamis (02/07), kegiatan berfokus pada dialog publik dan peluncuran resmi aplikasi MyINDAH Diet (INclusive DigitAl solutions for Healthy and Sustainable Diets and Food Security in Java’s Urban and Peri-Urban Food Systems). Dr. Risti Permani, Project Leader dari UQ, menyampaikan bahwa aplikasi ini lahir dari riset berpendekatan system thinking yang melibatkan lebih dari 1000 responden untuk memahami keterkaitan kompleks antara produksi pangan, pola konsumsi, kerentanan iklim, dan akses informasi. Pencapaian terbesar kolaborasi ini adalah terbangunnya kemitraan multipihak yang kokoh. Hal ini diapresiasi oleh Steward Norupt, Head of Planning, Performance, and Learning KONEKSI, yang menilai keterlibatan pemerintah dan masyarakat sejak awal riset memperbesar peluang agar temuan dapat langsung diimplementasikan dalam perencanaan pembangunan di lapangan.

Aplikasi MyINDAH Diet dirancang secara komprehensif dengan dua metode utama. Metode petani dikembangkan oleh tim Agribisnis UMY melalui pendekatan bottom-up. Fitur ini menyediakan data cuaca berbasis lokasi, panduan teknis budidaya, panduan pestisida presisi, dan catatan usaha tani. Adapun mode konsumen dikembangkan oleh BRIN untuk memperkuat literasi nutrisi masyarakat melalui kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI), informasi harga pangan, rekomendasi resep sehat, serta edukasi gizi seimbang. Peluncuran aplikasi tersebut dibawakan oleh Dr. Puspitasari dan Dr. M. Zaki dari UMY dengan semangat “Small decision, big impact” dan “Beyond harvest into home.”

Sesi dialog publik dan diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Yanti N. Muflikh dari IPB University menghadirkan pandangan strategis dari kementerian dan lembaga terkait. Ir. Prayudi Syamsuri, Ph.D. dari Kemenko Pangan menyoroti stagnansi produktivitas dan keterbatasan lahan sehingga pertanian presisi berbasis digital diperlukan untuk memprediksi kebutuhan input spesifik daerah, di samping peningkatan peran perempuan yang memegang keputusan keuangan usaha tani. Di sisi lain, Yuni Zahraini, S.K.M., M.K.M. dari Kemenkes menjelaskan pentingnya keterjangkauan pangan lokal bergizi untuk mempercepat penurunan stunting (Perpres 72/2021). Sementara itu, Aang Sutrisna dari GAIN menekankan peran MyINDAH Diet sebagai sistem peringatan dini kewaspadaan gizi, upaya pengurangan food waste, dan promosi bahan pangan lokal bagi masyarakat.

Selain itu, keterlibatan ini menunjukkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan pengembangan sistem pertanian berkelanjutan di kawasan urban dan peri-urban melalui pemodelan produksi padi serta peluncuran aplikasi MyINDAH Diet; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pola konsumsi pangan sehat dan bergizi seimbang, pemantauan status gizi, serta dukungan terhadap upaya pencegahan stunting melalui inovasi kesehatan digital; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas peneliti dan mahasiswa dalam penulisan serta publikasi ilmiah, penguatan kompetensi riset, dan pertukaran pengetahuan melalui kolaborasi akademik internasional; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan peran perempuan petani dalam pengambilan keputusan finansial usaha tani serta peningkatan akses terhadap teknologi digital pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan aplikasi MyINDAH Diet sebagai inovasi teknologi digital yang mendukung pertanian presisi, penyediaan informasi pangan, dan transformasi sistem pangan berkelanjutan; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan kelompok rentan dan perluasan akses yang inklusif terhadap informasi kesehatan, gizi, serta teknologi digital bagi masyarakat urban dan peri-urban; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan ketahanan sistem pangan kawasan perkotaan dan peri-urban, optimalisasi produksi pangan lokal, serta peningkatan akses masyarakat terhadap pangan sehat dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui promosi konsumsi pangan lokal, pengurangan limbah pangan (food waste), serta penggunaan input pertanian secara efisien dan presisi; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem pangan terhadap variabilitas dan perubahan iklim dengan pemanfaatan informasi cuaca berbasis lokasi serta pemodelan produksi pertanian berkelanjutan; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi riset internasional dan kemitraan multipihak yang melibatkan sembilan institusi dari Indonesia dan Australia, termasuk perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan pemerintah.

 

Penulis: Asih Kusumaningsih

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen SOSEK UGM

123…52

BERITA FAKULTAS

  • Pagelaran Kasepuluh 2026 Rayakan Satu Dekade Perjalanan dan Inspirasi Generasi Muda untuk Pertanian Berkelanjutan
    02/11/2026
  • Perkuat Jejaring Global dan Riset Teh Berkelanjutan, Faperta UGM Sambut Kunjungan Delegasi Anhui Agricultural University China
    02/11/2026
  • 11890
    02/11/2026
  • Kehangatan dan Keceriaan di Balik Momen Wisuda Bersama Keluarga Tercinta
    31/10/2026
  • Kontribusi Doktor Muda PMDSU: Anisya Turrodiyah Bagikan Insight Pengelolaan Pertanian Regeneratif
    31/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju