• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Tanah Faperta UGM, Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., memaparkan sumbangsih strategis lima bidang ilmu tanah (Kimia & Kesuburan, Fisika & Konservasi, Pengelolaan Tanah, Pedologi, serta Agroklimatologi) dalam mendukung pertanian regeneratif. Pemaparan ini disampaikan dalam sesi sosialisasi peran departemen dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-80 Faperta UGM di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Selasa (11/8).

Departemen Tanah menegaskan keunggulannya sebagai pusat pembelajaran dan riset Pertanian Organik sejak 2009 serta pelopor riset biochar sebagai pembenah tanah. Dalam aspek inovasi Smart Eco Bioproduction, Departemen Tanah memamerkan teknologi Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Drum Biochar, Closed Chamber Modular pemantau GRK, Iron-Biochar Biocatalyst, Biochar-Biosponge, hingga teknologi sederhana populer Ember Tumpuk dan software ESR & EWS restorasi lahan gambut.

Di samping itu, Departemen Tanah aktif menjalankan mandat nasional seperti Survey, Investigation, and Design (SID) cetak sawah baru di Kalimantan Tengah dan Halmahera Utara, serta riset penurunan emisi gas rumah kaca pada budidaya padi melalui metode Alternate Wetting Drying (AWD).

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Departemen Tanah sebagai bagian dari Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengelolaan tanah dan sumber daya lahan yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan berbagai perangkat dan teknologi tekno-ekologis, seperti Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Closed Chamber Modular, serta teknologi berbasis biochar untuk mendukung inovasi pertanian berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan promosi sistem pertanian organik serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui teknologi tepat guna seperti Ember Tumpuk; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan teknologi dekarbonasi, produksi dan pemanfaatan biochar, serta penerapan metode irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menekan emisi gas rumah kaca, termasuk metana dan dinitrogen oksida; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pencegahan degradasi tanah, pengelolaan lahan rawa dan gambut secara lestari, serta restorasi kesehatan tanah yang terdegradasi.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani

berita Wednesday, 12 August 2026

Transformasi teknologis menuju pertanian regeneratif tidak akan berjalan optimal tanpa keberhasilan adopsi di tingkat petani dan efisiensi rantai pasok agribisnis. Hal tersebut digarisbawahi oleh Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., saat memberikan paparan pada acara sosialisasi departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro UGM, Selasa (11/8)

Departemen Sosial Ekonomi Pertanian berperan penting dalam memetakan perilaku adopsi petani, merancang tata kelola kebijakan, menganalisis kelayakan ekonomi, hingga memperkuat kelembagaan kelompok tani di era digital. Keilmuan sosial ekonomi menjadi jembatan yang menyelaraskan inovasi teknis dari laboratorium (seperti benih unggul, biopestisida, dan alat dekarbonasi) agar dapat diterima secara sosial dan memberikan keuntungan finansial yang adil bagi petani.

Melalui pendampingan masyarakat dan kajian rantai nilai (value chain), Departemen Sosek Pertanian berkomitmen untuk memastikan bahwa implementasi Smart Eco Bioproduction mampu meningkatkan pendapatan bersih petani, mengurangi kesenjangan ekonomi pedesaan, serta menciptakan ekosistem bisnis pertanian yang inklusif dan tangguh.

 

Pemaparan Departemen Sosek ini semakin memperkuat komitmen dan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan efisiensi dan kesejahteraan ekonomi usaha tani sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan di kawasan pedesaan; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem agribisnis, rantai nilai, dan kelembagaan petani untuk mendukung ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pendampingan dan pemerataan akses masyarakat, khususnya petani, terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian yang dikembangkan di lingkungan akademis Faperta UGM; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembangunan rantai nilai agribisnis yang adil, menguntungkan, inklusif, dan berkelanjutan bagi pelaku usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan pengembangan adopsi teknologi yang inklusif untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat pedesaan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi, petani, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong transformasi agribisnis yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut

berita Wednesday, 12 August 2026

Sektor perikanan dan kelautan memegang peranan penting dalam memperkuat sistem ketahanan pangan dan ekonomi sirkular Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Sekretaris Departemen Perikanan Faperta UGM, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., dalam paparan sosialisasi peran departemen yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM, Selasa (11/8).

Departemen Perikanan UGM mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas dan ramah lingkungan, pengelolaan nutrisi akuatik yang efisien, pemantauan kualitas air digital, serta perlindungan keanekaragaman hayati perairan. Integrasi ilmu perikanan dengan teknologi biosistem modern diharapkan mampu meminimalkan dampak limbah budidaya serta meningkatkan daya tahan komoditas perikanan dari ancaman penyakit dan perubahan iklim.

Selain itu, Departemen Perikanan juga membuka ruang sinergi yang luas dengan departemen agrokompleks lainnya, salah satunya melalui pengembangan sistem integrated fish-crop farming (mina-padi/akuaponik) dan daur ulang nutrisi perairan untuk mendukung sektor pertanian darat yang terpadu dan efisien.

Kontribusi Departemen Perikanan sekaligus mendukung komitmen Faperta UGM dalam pencapaian SDGs, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan penyediaan sumber protein akuatik yang berkualitas, aman, dan terjangkau guna mendukung ketahanan pangan masyarakat; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas, pemantauan kualitas air berbasis digital, dan integrasi teknologi biosistem dalam pengelolaan sumber daya perikanan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan daur ulang nutrisi perairan dan integrated fish-crop farming seperti mina-padi dan akuaponik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus meminimalkan limbah; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan peningkatan ketahanan komoditas perikanan terhadap berbagai tekanan lingkungan; serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan perairan, dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati akuatik.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya posisi mikrobioma sebagai kunci (keystone) utama dalam mewujudkan pertanian regeneratif. Hal tersebut disampaikannya pada sesi pemaparan sosialisasi peran departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro UGM, Selasa (11/8) dalam rangkaian sosialisasi peran departemen dalam inovasi Smart Eco Bioproduction.

Dengan sejarah panjang sejak 1950, Departemen Mikrobiologi Pertanian kini memfokuskan keilmuannya pada rekayasa mikrobioma (microbiome engineering), biologi sintetis, bioinformatika, serta fisiologi mikroba. Departemen ini terus menghasilkan produk inokulan dan pupuk hayati unggulan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, seperti Legume Inoculants (Legin), Bio-kon, Bio-Fosfat, Bio-Sulpho, serta pemanfaatan Actinomycetes sebagai pengendalinya kentang scab.

Di bidang pengabdian masyarakat, Departemen Mikrobiologi Pertanian menyediakan layanan pengujian mutu biofertilizer, analisis efikasi, hingga pengadaan Oligo Synthesize. Pemanfaatan mikroba tanah yang terencana diyakini mampu memulihkan struktur tanah yang rusak, meningkatkan ketersediaan hara, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sintetis.

Pemaparan Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian ini sekaligus menegaskan komitmen Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, utamanya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kesuburan tanah dan ketersediaan hara bagi tanaman melalui aplikasi inokulan mikroba guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan produksi pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset rekayasa mikrobioma, biologi sintetis, bioinformatika, dan bioteknologi molekuler untuk mendukung pengembangan bioinovasi pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan pemanfaatan pupuk hayati, inokulan mikroba, serta teknologi bioproduksi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sintetis dan mendorong penggunaan input pertanian yang lebih berkelanjutan; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemulihan fungsi biologis tanah, peningkatan kesehatan ekosistem tanah, dan pemanfaatan mikroorganisme untuk mendukung keberlanjutan ekosistem daratan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT

berita Wednesday, 12 August 2026

Dalam gelaran sosialisasi pilar departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., memaparkan peran vital ilmu proteksi tanaman dalam transisi menuju pertanian regeneratif. Pengelolaan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) kini bertransformasi melampaui paradigma pemberantasan konvensional menuju pemulihan ekosistem yang sehat dan seimbang.

Departemen HPT mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui lima rantai aksi: Smart Monitoring, Diagnosis & Analisis Digital, Smart Decision berbasis AI, Eco-Bioproduction, dan Precision Application. Berbagai rekam jejak inovasi cerdas dipaparkan, antara lain aplikasi Mango Pests Identifier (MPI), Museum Serangga Online (MSO), platform MySalak, sistem Semprot Presisi Ulat Kelapa Sawit (SPUKS), aplikasi Nema-Apps, hingga teknologi perangkap perangkap otomatis iTrap dan Vibration Mating Disruption (VMD).

Di samping teknologi digital, Departemen HPT konsisten mengembangkan agen hayati ramah lingkungan seperti ProBAIT, formulasi Bacillus velezensis B-27, Beauveria bassiana, Trichoderma sp., serta wahana edukasi masyarakat Omah Serangga bersama PIAT UGM.

Pemaparan ini semakin menegaskan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penerapan perlindungan tanaman yang efektif dan presisi untuk menjaga produktivitas serta keberlanjutan produksi pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi digital berbasis AI dan IoT untuk mendukung perlindungan tanaman dalam budidaya pertanian presisi; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan insektisida sintetis berbahaya dengan penerapan biopestisida, agen hayati, serta teknologi pemantauan dan pengendalian hama yang selektif; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem perlindungan tanaman yang adaptif, efisien dalam penggunaan input pertanian, dan mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem daratan melalui rekayasa habitat ekologis, pemanfaatan agen hayati, serta edukasi konservasi serangga; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat inovasi, dan masyarakat dalam pengembangan teknologi serta edukasi perlindungan tanaman berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Usung Tiga Pilar Utama, Departemen Budidaya Pertanian UGM Dorong Sistem Produksi Tanaman Rendah Emisi dan Berbiaya Rasional

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., memaparkan strategi strategis departemennya dalam mendukung pertanian regeneratif melalui implementasi Smart Eco Bioproduction. Dalam kegiatan sosialisasi di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Selasa (11/8), Dr. Eka menekankan bahwa kunci keberlanjutan pertanian terletak pada integrasi efisiensi produksi, resiliensi sistem, dan penekanan tingkat emisi.

Departemen Budidaya Pertanian mengusung Tiga Pilar Utama: (1) Program Pemuliaan Tanaman (Genetic Make-up untuk masa depan), (2) Teknologi Industri Benih, serta (3) Manajemen Produksi Tanaman yang berfokus pada penanganan yield gap dan biaya rasional. Pendekatan ini diperkuat oleh rekam jejak inovasi riset yang telah dihilirisasi, seperti varietas padi Gamagora yang tahan stres abiotik, tomat Gamato, klon teh unggul Pagilaran, varietas bawang merah TSS, hingga teknologi nutrisi Humate Nutrient Technology (HUMANU) dan Canechar berbasis limbah tebu.

Melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan konservasi lingkungan, Departemen Budidaya Pertanian siap membuka peluang kolaborasi multisektoral dengan departemen lain demi menghasilkan komoditas pertanian yang produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berdaya saing tinggi.

Pemaparan ini sekaligus memperkuat peran Departemen Budidaya Pertanian sebagai bagian dari Faperta UGM dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui inovasi varietas dan benih unggul yang adaptif dan berproduktivitas tinggi guna mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sistem produksi tanaman yang efisien, berbiaya rasional, dan berdaya saing; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi varietas, teknologi benih, dan rekayasa genetika untuk mendukung kemajuan teknologi pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan teknologi benih modern, pemanfaatan limbah pertanian, serta manajemen produksi yang efisien dan ramah lingkungan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan varietas dan sistem budidaya tanaman yang resilien terhadap cekaman iklim dan lingkungan serta penerapan sistem pertanian rendah emisi gas rumah kaca; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pertanian regeneratif, konservasi lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Peran Departemen di Fakultas Pertanian UGM dalam Mewujudkan Pertanian dan Perikanan Regeneratif melalui Implementasi Smart Eco Bioproduction

berita Wednesday, 12 August 2026

Dalam rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-80, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Peran Departemen Fakultas Pertanian UGM dalam Mewujudkan Pertanian dan Perikanan Regeneratif melalui Implementasi Smart Eco Bioproduction”. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid berpusat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM pada Selasa, 11 Agustus 2026 ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan Faperta UGM.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada secara khidmat. Prof. Ir. Jaka Widada, M.P.,Ph.D. selaku Dekan Faperta UGM dalam sambutannya menegaskan bahwa Smart Eco Bioproduction kini telah menjadi satu kesatuan living knowledge ecosystem dan holobiont knowledge transformation. Konsep ini diintegrasikan secara menyeluruh dalam kurikulum pendidikan, arah penelitian, hingga pilar pengabdian kepada masyarakat demi mendukung masa depan pertanian dan perikanan nasional yang berkelanjutan.

Dipimpin oleh Moderator Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Senat Faperta UGM, sesi pemaparan dibagi menjadi dua panel utama. Sesi 1 menghadirkan Ketua Departemen Budidaya Pertanian (Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P.), Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.), dan Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian (Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D.). Selanjutnya, Sesi 2 diisi oleh Sekretaris Departemen Perikanan (Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.), Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.), serta Ketua Departemen Tanah (Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.).

Pada sesi diskusi, seluruh departemen berdialog interaktif membedah evaluasi implementasi Smart Eco Bioproduction selama 9 tahun terakhir serta merumuskan strategi kolaborasi lintas disiplin. Acara kemudian diakhiri dengan closing statement dari Dekan yang menegaskan pentingnya konsistensi seluruh sivitas akademika UGM untuk memulihkan bumi dan menyejahterakan bangsa melalui inovasi pertanian dan perikanan regeneratif.

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan regeneratif untuk mendukung ketahanan, produktivitas, dan keberlanjutan sistem pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui integrasi visi Smart Eco Bioproduction ke dalam ekosistem ilmu pengetahuan, penelitian, serta kurikulum pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi dan teknologi pertanian serta perikanan yang sejalan dengan konsep Smart Eco Bioproduction; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan prinsip efisiensi sumber daya, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta pengembangan sistem produksi pertanian dan perikanan yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem pertanian dan perikanan regeneratif yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dan emisi; SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan inovasi dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, perlindungan ekosistem perairan, serta pengembangan sistem akuakultur yang ramah lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi strategis lintas departemen dan lintas disiplin di lingkungan Faperta UGM dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan regeneratif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tim KKN-PPM UGM Prabaswara Prambanan Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan di Padukuhan Gedang

berita Wednesday, 12 August 2026

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Prabaswara Prambanan (@prabaswara.prambanan) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Padukuhan Gedang, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Ir. Arif Widyatama, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengusung tema pengelolaan persampahan, pelestarian lingkungan, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan sentra industri lokal, Tim KKN turut menghadirkan inovasi di bidang pertanian melalui dua program kerja utama, yaitu Sosialisasi dan Praktik Budidaya Padi Gamagora 7 (23 Juli – 4 Agustus 2026) dan Implementasi Irigasi Tetes pada Kebun Pisang (31 Juli – 1 Agustus 2026). Inovasi ini diusung oleh Renata Fadilla Cahyani (Agronomi), Fina Marcella (Agronomi), Nicholaus Wardhana (Akuntansi), dan Damian Nourfauzi (Teknik Geologi).

Kedua program ditujukan bagi Kelompok Tani Padukuhan Gedang sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan tadah hujan yang memiliki keterbatasan air dan kondisi tanah relatif kering serta berbatu.

Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan air dan penyesuaian jadwal dengan aktivitas petani, kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Petani aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya Padi Gamagora 7 dan terlibat langsung dalam pemasangan instalasi irigasi tetes serta pembuatan demplot.

Bapak Slamet selaku Ketua Kelompok Tani Gedang/RT 05 menegaskan bahwa program ini memberikan pengetahuan baru mengenai teknologi irigasi tetes yang lebih hemat air serta budidaya Padi Gamagora 7 yang berpotensi dikembangkan pada lahan tadah hujan.

Tim KKN-PPM UGM Prabaswara Prambanan menyampaikan harapan agar program ini menjadi contoh penerapan inovasi sederhana yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Program kerja Tim KKN-PPM UGM Prabaswara Prambanan di Padukuhan Gedang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga memiliki relevansi strategis dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui budidaya Padi Gamagora 7 dan penerapan irigasi tetes untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat di lahan tadah hujan; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penerapan teknologi irigasi tetes yang meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan di wilayah dengan keterbatasan pasokan; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pengelolaan persampahan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terbentuknya komunitas yang sehat dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pelatihan pembuatan pakan lokal untuk ternak dan ikan serta penguatan merek produk industri kecil guna mendorong pola produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pelestarian lingkungan dan penerapan praktik budidaya berkelanjutan untuk mendukung perlindungan ekosistem darat dan pemanfaatan lahan secara bijak.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Renata Fadilla Cahyani, Tim KKN-PPM UGM Prabaswara Prambanan

Tim KKN-PPM UGM Satru Jnana Dorong Pertanian Berkelanjutan di Subak Kerambitan dan Subak Mumbu

berita Wednesday, 12 August 2026

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Satru Jnana (@satru.jnana) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Kerambitan dan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Titi Susanti, S.S., M.P.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengusung tema Integrasi Ekosistem Desa Mandiri: Sinergi Agro, Teknologi, dan Kesehatan Menuju Akselerasi Digital dan Ekonomi Sirkular berbasis Asset-Based Community Development, Tim Satru Jnana menghadirkan inovasi pertanian melalui dua program kerja utama, yaitu ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) berupa sosialisasi pengelolaan air dalam usaha tani padi menggunakan metode alternate wetting and drying (AWD) dan Media Check Up Tanah melalui sosialisasi kesehatan tanah melalui pemeriksaan sederhana untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Program dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Subak Kerambitan dan 1 Agustus 2026 di Subak Mumbu, Desa Kukuh, dengan sasaran utama para petani.

Kegiatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan pengairan yang tidak selalu stabil serta pemeriksaan pH tanah yang sebelumnya hanya dilakukan saat ada kunjungan dari dinas pertanian atau PPL. Meski demikian, antusiasme petani sangat tinggi. Kedua ketua subak menyambut baik program ini, sementara para petani aktif bertanya mengenai cara penggunaan, dampak, dan manfaat teknologi yang diperkenalkan.

Ketua Subak Mumbu, Desa Kukuh menyampaikan, “Program kerja adik-adik selama KKN sangat baik dan dapat membantu memberikan solusi bagi petani untuk mengembangkan potensi pertanian ke depannya. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi adik-adik untuk membantu warga kami, khususnya di subak kami”

Tim KKN-PPM Satru Jnana berharap program ini dapat membantu petani menambah pengetahuan mengenai pH tanah sehingga mampu menghadapi permasalahan lahan dengan lebih baik. Selain itu, penerapan metode irigasi AWD diharapkan dapat dilanjutkan sebagai upaya penghematan air sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca akibat genangan air pada sawah.

Program kerja Tim Satru Jnana memiliki relevansi strategis dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui sosialisasi pengelolaan air dengan metode alternate wetting and drying (AWD) serta pemeriksaan kesehatan tanah yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian padi dan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas petani mengenai pengelolaan air, penerapan metode AWD, serta pemeriksaan sederhana kesehatan tanah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui program ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) yang berkontribusi pada efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi sawah, sejalan dengan tujuan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi dan metode pengelolaan air serta pemantauan kesehatan tanah yang dapat mendukung pengembangan praktik pertanian yang lebih adaptif dan efisien, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemeriksaan pH tanah dengan metode sederhana yang mendorong praktik pertanian yang lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan, sehingga mendukung pola produksi yang bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan irigasi AWD yang tidak hanya menghemat air, tetapi juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dari lahan sawah tergenang, sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, serta SDG 15: Kehidupan di Darat melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan ekosistem pertanian yang mendukung perlindungan serta pemanfaatan sumber daya darat secara berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Nasywa Khaylila Zahra, Tim KKN-PPM UGM Satru Jnana

Dosen Fakultas Pertanian UGM Pimpin Tim Ekspedisi Patriot 2026

berita Wednesday, 12 August 2026

Universitas Gadjah Mada kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatan aktif dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah program resmi Kementerian Transmigrasi yang bertujuan melakukan riset multidisiplin, pendampingan masyarakat, serta percepatan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).


Sebagai kampus mitra, UGM menerjunkan 24 tim yang terdiri dari dosen, peneliti, dan alumni. Di antara tim tersebut, empat dosen Fakultas Pertanian UGM dipercaya sebagai ketua tim dengan fokus riset dan pendampingan di berbagai kawasan transmigrasi:
● Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D.
Tema: Ekonomi Hijau Berbasis Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Kawasan Transmigrasi Muting, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
● Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.
Tema: Penguatan Kelembagaan Ekonomi Transmigran melalui Transformasi Koperasi dan Bumdes di Kawasan Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
● Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc., Ph.D.
Tema: Akselerasi Adopsi Teknologi Pemasaran Digital untuk Mitigasi Konflik Agraria di Kawasan Patlean, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
● Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D.
Tema: Rapid Assessment Potensi Biomassa dan Sistem Bioenergi Komunitas Menuju Desa Mandiri Energi di Kawasan Pulau Morotai, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Para ketua tim akan mendampingi kegiatan yang melibatkan lima alumni UGM dan universitas mitra lainnya. Program ini berlangsung mulai 31 Juli hingga 27 November 2026, dengan fokus pada pemetaan potensi lokal, penguatan kelembagaan ekonomi, hilirisasi komoditas endemik, serta pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.


Keterlibatan dosen Fakultas Pertanian UGM dalam TEP 2026 secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pemetaan potensi lokal dan pengembangan komoditas endemik yang dapat mendukung ketahanan pangan serta penguatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan potensi biomassa dan sistem bioenergi komunitas menuju desa mandiri energi di Morotai, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan koperasi dan Bumdes sebagai bagian dari kelembagaan ekonomi dan agregator rantai pasok, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui akselerasi adopsi teknologi pemasaran digital, pemetaan potensi wilayah, serta pengembangan inovasi berbasis sumber daya lokal untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui hilirisasi dan pemanfaatan berkelanjutan komoditas endemik serta pengembangan ekonomi hijau berbasis sumber daya lokal, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui upaya mitigasi konflik agraria dan penguatan kelembagaan masyarakat di kawasan transmigrasi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara UGM, universitas mitra, Kementerian Transmigrasi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan riset dan pendampingan masyarakat.
Dengan partisipasi aktif ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, memperkuat jejaring akademik, dan mengabdi bagi masyarakat di wilayah 3T.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Fakultas Pertanian UGM

 

123…46

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan
    12/08/2026
  • Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani
    12/08/2026
  • Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut
    12/08/2026
  • Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem
    12/08/2026
  • Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT
    12/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju