• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM

berita Friday, 2 October 2026

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Guru Besar Bidang Virologi Tumbuhan pada Selasa, 22 September 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Sedyo sebagai guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, amanah ini dapat semakin memperkaya perkembangan ilmu virologi tumbuhan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Sedyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dekanat, kolega, dan alumni yang hadir. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, Prof. Sedyo berharap acara sederhana ini dapat menjadi wadah kebersamaan dan apresiasi atas perjalanan akademiknya.

Doa bersama kemudian dipimpin oleh Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Doa tersebut memohon agar Prof. Sedyo senantiasa diberikan kesehatan lahir batin serta kekuatan dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan pendidik.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah bersama Prof. Sedyo dan keluarga. Rekan sejawat, alumni, serta kolega turut memberikan ucapan selamat, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan hidangan yang menambah kehangatan suasana.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset virologi tumbuhan yang mendukung perlindungan tanaman dan ketahanan pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM semakin meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus

berita Friday, 25 September 2026

Peringatan Lustrum ke-XVI sekaligus Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM menjadi pembuktian bahwa alumni senantiasa menjadi mitra strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi almamater. Hal ini ditandai dengan seremoni penyerahan Buku Inspirasi Alumni bertajuk “Dari Bulaksumur ke Ladang Bakti: Refleksi Alumni Pertanian UGM untuk Bangsa” pada perhelatan Temu Alumni KAGAMA Pertanian di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Buku inspirasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., kepada pihak almamater yang diwakili Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Karya ini merangkum jejak pengabdian, pemikiran kritis, serta kontribusi nyata para sarjana pertanian Bulaksumur yang kini berkiprah di berbagai penjuru ladang pengabdian masyarakat, industri agribisnis, pemerintahan, hingga lembaga riset internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan temu alumni yang dipromotori oleh Angkatan 1986, 1996, dan 2006 ini juga terwujud berkat dukungan kemitraan industri agribisnis dan perbankan terkemuka, seperti Petrokimia Gresik, Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Sang Hyang Seri, BISI, Indomaret, Bank Mandiri, BSI, Bank BTN, Bank BRI, serta Bank Jateng. Kolaborasi erat antara universitas, alumni, dan korporasi ini menjadi pilar utama dalam mengakselerasi transformasi pertanian modern berbasis Smart Eco Bioproduction.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui buku inspirasi alumni yang menghadirkan pengalaman, rekam jejak, dan keteladanan untuk memperkaya wawasan mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomimelalui keterhubungan pendidikan pertanian dengan dunia profesional, industri, dan agribisnis; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan keterhubungan antara pengetahuan dan inovasi agrokompleks di lingkungan akademik dengan kebutuhan industri modern; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, alumni, BUMN, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung Pendidikan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 September 2026

Suasana temu alumni Lustrum XVI Faperta UGM pada Minggu (20/9) tidak hanya dipenuhi diskusi formal, tetapi juga gelak tawa saat para alumni lintas angkatan mengenang masa-masa menjadi mahasiswa di Bulaksumur. Dari sekian banyak rutinitas perkuliahan, praktikum laboratorium dan lapangan selalu menjadi cerita paling berkesan yang mempererat solidaritas angkatan.

Berikut 5 praktikum legendaris yang paling melekat dalam ingatan alumni Faperta UGM:

  1. Praktikum Kimia dan Biologi Dasar

Menjadi praktikum paling dinanti di semester awal. Karena pelaksanaannya diampu di laboratorium fakultas lain (FMIPA dan Fakultas Biologi), mahasiswa Faperta punya alasan resmi untuk jalan-jalan keliling kluster sains dan mengenal sudut-sudut kampus UGM lebih luas.

  1. Praktikum Rancangan Percobaan/Rancob

Praktikum yang satu ini sukses membuat dahi berkerut. Menghitung analisis ragam (ANOVA), uji beda nyata terkecil, hingga rancangan faktorial dengan kalkulator ilmiah—sering kali diulang karena angka desimal yang selisih sedikit—menjadi momen perjuangan bersama yang kini dirindukan.

  1. Praktikum Gulma

Momen seru ketika mahasiswa harus menyusuri pematang sawah dan kebun percobaan demi mengumpulkan spesimen gulma daun sempit, daun lebar, hingga teki-tekian. Menjemur, mengepres, hingga menempelkan label herbarium sering kali diwarnai canda tawa di selasar gedung kampus.

  1. Praktikum Bakteriologi dan Mikrobiologi

Menginokulasi bakteri di dekat api bunsen, menuang media agar dengan cermat, hingga menunggu hasil biakan di inkubator memberikan sensasi seru menjadi peneliti sejati. Pengamatan koloni dan pewarnaan gram menjadi salah satu materi paling menarik selama di laboratorium.

  1. Praktikum Manajemen Penyiaran

Khusus bagi mahasiswa yang mendalami ilmu komunikasi dan penyuluhan pertanian, praktikum ini adalah arena mengasah kreativitas. Mahasiswa belajar memproduksi konten audio, teknik siaran radio, hingga drama audio penyuluhan yang interaktif dan penuh tawa di ruang studio.

Kenangan melewati deretan praktikum inilah yang turut membentuk ketelitian, daya tahan, keterampilan, dan kebersamaan para sarjana Faperta UGM dalam berkarya di tengah masyarakat. Pengalaman tersebut juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dalam mendukung kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan pertanian yang mendukung sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan laboratorium; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi teknis, analitis, komunikasi, dan pemecahan masalah; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman mengenai flora, gulma, mikroorganisme, dan ekosistem pertanian. Pengalaman belajar bersama juga mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penguatan komunitas akademik dan jejaring lintas generasi, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui pengembangan kerja sama, kekompakan, dan relasi sosial yang sehat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Temu Alumni: Momentum Sinergi Lintas Generasi untuk Kemajuan Pertanian

berita Friday, 25 September 2026

Ratusan alumni lintas angkatan berkumpul kembali di almamater dalam acara Temu Alumni KAGAMA Fakultas Pertanian UGM dalam Rangka Lustrum XVI, Minggu, 20 September 2026. Mengusung tema “Mewujudkan Sinergi Kolaborasi Alumni dan Almamater Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini berlangsung guyub, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum KAGAMA Pertanian Mahmudi, S.P., M.Si., serta sambutan Dekan yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Rangkaian acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Guyub Nusantara yang dibawakan secara kolaboratif oleh lintas generasi alumni (angkatan 1986, 1989, 1990, hingga 2019) bersama PP KAGAMA dan UGM.

Selain menjadi ajang reuni dan silaturahmi, pertemuan ini diisi dengan peluncuran buku inspirasi alumni, penyaluran donasi dana abadi beasiswa melalui Yayasan Prof. Harjono Danoesastro, serta seremoni penyerahan beasiswa pendidikan kepada mahasiswa aktif. Kehangatan temu alumni ditutup dengan ramah tamah, makan siang bersama, hiburan musik, dan foto bersama di selasar kampus.

Momentum temu alumni ini mempertegas kembali komitmen jejaring KAGAMA Pertanian untuk terus berjalan beriringan bersama fakultas dalam menjawab tantangan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, melalui kegiatan ini Faperta UGM terus berkomitmen mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui beasiswa yang membantu meringankan beban finansial mahasiswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi agar dapat menuntaskan pendidikan tinggi; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring alumni dan almamater dalam mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui fasilitasi ruang sinergi antara dunia akademik dan profesional alumni untuk memperkaya proses pembelajaran; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui dukungan terhadap kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi mahasiswa dari seluruh program studi sarjana di Faperta UGM; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui partisipasi lintas generasi dalam apresiasi dan pelestarian budaya melalui Tari Guyub Nusantara; SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan ruang partisipasi dan hubungan kelembagaan alumni yang harmonis dan inklusif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi multipihak antara almamater, KAGAMA Pertanian, alumni, dan komunitas agribisnis nasional nasional menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

Forum Maritim Bali Dorong Peran Generasi Muda dalam Menjaga Laut

berita Friday, 25 September 2026

Forum Maritim Bali (FMB) menghadirkan perspektif lintas generasi mengenai pentingnya menjaga sumber daya maritim Indonesia dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Kegiatan tersebut menghadirkan empat pemateri dengan latar belakang duta yang berbeda untuk membahas keterkaitan antara pangan, ekosistem laut, kesejahteraan masyarakat, dan peran generasi muda.

Empat pemateri yang hadir yakni Keyza Morenata, salah satu Duta Protein Indonesia 2024; Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya, Duta Kids Maritim Bali 2024; Putu Winie Arisachi Karita, Runner Up 3 Duta Maritim Bali 2024; serta Ni Komang Larasati Kusumawardana, Duta Maritim Bali 2024.

Dalam pemaparannya, Keyza Morenata mengangkat materi mengenai pentingnya konsumsi ikan dan protein berkualitas. Ia menekankan bahwa edukasi mengenai pangan dan protein tidak cukup berhenti pada penyampaian informasi, tetapi perlu diwujudkan melalui solusi yang nyata. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein yang cukup, aman, dan bergizi, memastikan mutu ikan yang dikonsumsi, serta mendukung sumber pangan lokal dengan tetap menjaga keberlanjutan laut.

“Edukasi tidak cukup berhenti pada kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui solusi yang nyata,” ujar Keyza.

Perspektif mengenai keberlanjutan laut kemudian dilanjutkan oleh Gusti Agung Ayu Ananda Triskajaya melalui materi “Peran Gen Alfa dalam Menjaga Ekosistem Terumbu Karang.” Ia menyoroti karakter Generasi Alfa yang tumbuh berdampingan dengan teknologi sebagai peluang untuk memperluas edukasi mengenai lingkungan laut. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi sekaligus mengajak lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap ekosistem terumbu karang.

“Kami, Generasi Alfa, tidak hanya sebagai penerus, tetapi sebagai bagian dari solusi,” ungkap Ananda.

Sementara itu, Putu Winie Arisachi Karita membahas keterkaitan erat antara ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem laut tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai organisme, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat, khususnya masyarakat pesisir. Oleh karena itu, upaya menjaga kelestarian laut juga berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.

“Menjaga ekosistem laut bukan hanya tentang menjaga alam, tetapi juga menjaga kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Putu.

Pembahasan kemudian ditutup dengan perspektif Generasi Z yang disampaikan oleh Ni Komang Larasati Kusumawardana melalui materi “Peran Gen Z dalam Menjaga dan Melestarikan Sumber Daya Maritim.” Ia menekankan bahwa generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem laut, bukan sekadar menjadi penonton. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya digital movement, edukasi dan sosialisasi, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan laut.

“Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan untuk mencegah kerusakan dan melestarikan ekosistem laut,” ujar Larasati.

Kegiatan Forum Maritim Bali dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Dies Natalis ke-80 Faperta UGM berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut, terumbu karang, dan keberlanjutan sumber daya maritim. Pembahasan mengenai konsumsi ikan dan protein berkualitas juga berkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam mendorong kesadaran terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Keterkaitan sumber daya laut dengan mata pencaharian masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara ajakan untuk menjaga sumber daya laut secara berkelanjutan sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Edukasi dan keterlibatan generasi muda dalam menjaga ekosistem laut juga memperkuat kesadaran dan aksi masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan yang berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Arbi Darmawan

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM

berita Friday, 25 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Guru Besar Bidang Virologi Tumbuhan pada Selasa, 22 September 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Sedyo sebagai guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, amanah ini dapat semakin memperkaya perkembangan ilmu virologi tumbuhan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Sedyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dekanat, kolega, dan alumni yang hadir. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, Prof. Sedyo berharap acara sederhana ini dapat menjadi wadah kebersamaan dan apresiasi atas perjalanan akademiknya.

Doa bersama kemudian dipimpin oleh Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Doa tersebut memohon agar Prof. Sedyo senantiasa diberikan kesehatan lahir batin serta kekuatan dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan pendidik.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah bersama Prof. Sedyo dan keluarga. Rekan sejawat, alumni, serta kolega turut memberikan ucapan selamat, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan hidangan yang menambah kehangatan suasana.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset virologi tumbuhan yang mendukung perlindungan tanaman dan ketahanan pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM semakin meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Duta Maritim Bali Kenalkan Potensi Tuna dan Pentingnya Keberlanjutan Laut kepada Generasi Muda

berita Friday, 25 September 2026

Potensi kelautan Indonesia tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dikenalkan dan dijaga keberlanjutannya oleh generasi muda. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna yang menghadirkan para Duta Maritim Bali dalam Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) di Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, para duta memperkenalkan ikan tuna dari berbagai perspektif, mulai dari nilai ekonomi dan kandungan gizi hingga peluang inovasi pengolahan dan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ni Putu Indhira Laksmi Putri, Runner Up V Duta Maritim Bali 2026, menjelaskan bahwa tuna dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan isu kelautan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, tuna memiliki karakteristik yang relevan untuk menghubungkan aspek ekonomi, pangan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Menurut saya, ikan tuna bisa menjadi simbol yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” ujar Ni Putu Indhira.

Ia menjelaskan bahwa tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang luas. Di sisi lain, tuna juga dikenal sebagai sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, termasuk asam lemak omega-3. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan sumber daya kelautan Indonesia.

Namun, pemanfaatan tuna perlu diiringi dengan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Ni Putu Indhira menyoroti ancaman seperti overfishing dan pencemaran sampah plastik yang dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Jika ikan tuna terancam oleh overfishing dan sampah plastik, maka inilah yang menjadi sinyal darurat bahwa laut kita sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tuna tidak hanya dapat dipandang sebagai komoditas pangan dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut yang pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Sementara itu, Ni Kadek Selbi Tariadani, Runner Up Duta Maritim Bali 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan potensi sumber daya kelautan dengan inovasi pengolahan pangan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi pengolahan tuna yang ditujukan kepada peserta Family Gathering di lingkungan Faperta UGM.

Dalam wawancara tersebut, Ni Kadek Selbi menyampaikan bahwa potensi hasil perikanan dari wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Kegiatan demonstrasi menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa hasil perikanan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa Faperta UGM untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, potensi pangan Indonesia berasal dari sumber daya daratan maupun lautan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Pengolahan hasil perikanan seperti tuna juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan secara optimal dan bertanggung jawab.

Dimensi pendidikan dan keberlanjutan turut disampaikan oleh Ni Kadek Keisha Suparta, Runner Up II Duta Kids Maritim Bali 2024. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran mengenai sektor maritim sejak usia dini. Menurutnya, kepedulian terhadap laut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, tetapi juga melalui proses mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.

“Kami sebagai Duta Kids Maritim Bali berharap agar generasi muda dapat menjadi generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan ikut berperan dalam menjaga dan memajukan potensi Indonesia,” tutur Ni Kadek Keisha.

Ia juga mengaitkan peran generasi muda dengan pengembangan ekonomi biru dan cita-cita membangun Generasi Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai maritim perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut dapat tumbuh sejak dini.

Pesan serupa disampaikan oleh I.G.A. Kineta Adiaraya, Runner Up I Pra Kids Maritim Bali 2025. Menurutnya, kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Masyarakat yang berada jauh dari laut pun dapat berkontribusi melalui perilaku sehari-hari.

“Walaupun saya tinggal jauh dari pesisir, saya berhak untuk menjaga laut,” tegas I.G.A. Kineta.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air, memilah sampah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi mengenai lingkungan laut.

Rangkaian wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna tersebut memperlihatkan bahwa isu maritim memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Potensi tuna dapat dibahas dari sisi pangan dan gizi, nilai ekonomi, inovasi pengolahan, hingga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Kehadiran Duta Maritim Bali di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai kelautan dapat dibangun melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Pengenalan terhadap komoditas seperti tuna menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengetahuan mengenai sumber daya laut dengan persoalan pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen sumber daya maritim, tetapi juga memahami nilai, potensi, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing dan berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan sektor maritim Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai ikan sebagai bagian dari pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai potensi, pemanfaatan, dan keberlanjutan sumber daya maritim, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan nilai ekonomi dan peluang pengembangan hasil perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui demonstrasi serta pengembangan inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan edukasi mengenai isu kemaritiman kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan secara lebih optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan, ancaman overfishing, pengurangan pencemaran, dan perlindungan ekosistem laut; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan aktivitas di daratan turut memengaruhi kesehatan ekosistem pesisir dan laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi antara Duta Maritim Bali, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta kepedulian terhadap keberlanjutan maritim.

Melalui pengenalan potensi tuna dan edukasi mengenai keberlanjutan laut, kegiatan ini menegaskan bahwa membangun budaya maritim tidak harus dimulai dari wilayah pesisir. Kepedulian dapat tumbuh dari ruang pendidikan, keluarga, komunitas, hingga tindakan sederhana sehari-hari. Dari sana, generasi muda dapat mengambil peran dalam memastikan kekayaan laut Indonesia tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Agriculture Field Seminar 2026: UGM dan Shizuoka University Perkuat Kolaborasi Akademik

berita Thursday, 24 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyambut kehadiran delegasi dari Shizuoka University, Jepang, dalam rangkaian kegiatan Agriculture Field Seminar 2026 pada 14 September 2026. Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan akademisi kedua universitas untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring internasional, serta mengembangkan gagasan inovatif di bidang pertanian berkelanjutan.

Acara pembukaan di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian UGM dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., pejabat UGM bidang kerja sama internasional; serta Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Dari pihak Shizuoka University hadir Prof. Motohashi Reiko dan Yuko Yoneda, Ph.D., yang telah lama menjadi mitra strategis UGM dalam program ini.

Kegiatan ini turut dikoordinasi oleh Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Budidaya Pertanian, yang memastikan rangkaian seminar berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar maksimal bagi mahasiswa Shizuoka University. Selain itu, kerja sama antara UGM dan Shizuoka University telah dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. sejak 2008, dengan pembaruan terakhir pada tahun 2026 yang semakin memperkuat kolaborasi di bidang penelitian.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Ari Budhiyanti menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa Shizuoka University dan berharap mereka dapat menikmati pengalaman belajar selama dua minggu di Yogyakarta. Prof. Motohashi Reiko menekankan bahwa kerja sama ini telah berlangsung sejak sebelum pandemi COVID-19 dan menjadi sarana berharga untuk saling bertukar ilmu.

Sementara itu, Prof. Puji Astuti menambahkan bahwa rangkaian kegiatan seminar akan mencakup pembelajaran di Fakultas Pertanian, kunjungan ke PIAT UGM, serta interaksi langsung dengan petani lokal, sehingga diharapkan menghasilkan pembelajaran baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prof. Tri Joko menegaskan bahwa program ini telah diinisiasi sejak 2008 dan resmi berjalan sejak 2010, sehingga kini telah berusia 16 tahun. Ia berharap keberlanjutan program ini semakin memperkuat hubungan akademik antara UGM dan Shizuoka University.

Kegiatan seminar diawali dengan presentasi mahasiswa Shizuoka University yang terbagi dalam empat kelompok dengan topik Coffee, Tropical Fruit Trees, Tempe, dan Natural Rubber. Diskusi dilanjutkan dengan kuliah umum dari tiga pembicara dengan judul presentasi sebagai berikut:

  • Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM): “Plant Immunity System and Induced Resistance Utilization in Plant Disease Management”
  • Yuko Yoneda, Ph.D. (Shizuoka University): “Asia Bridge Program and My Research Topics”
  • Motohashi Reiko (Shizuoka University): “An Introduction to My Lab’s Research”

Agriculture Field Seminar 2026 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan yang mengangkat berbagai komoditas pertanian dan isu pertanian berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), khususnya melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dalam memahami sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, rangkaian seminar, presentasi mahasiswa, kuliah umum, pembelajaran lapangan, dan kunjungan laboratorium mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan pengalaman belajar lintas negara yang memperluas pengetahuan dan perspektif mahasiswa.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pertukaran pengetahuan mengenai penelitian serta teknologi pertanian dan pengenalan lingkungan laboratorium sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi. Sementara itu, keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Shizuoka University memperkuat kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring akademik internasional, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi penelitian.

Melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengalaman lapangan, inovasi, dan kemitraan internasional, Agriculture Field Seminar 2026 menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Perkuat Kompetensi Internal, Tim PPK Ormawa KAB UGM Gelar Pembekalan Pembuatan Agen Pengendali Hayati sebagai Bagian Program ASAGRI

berita Wednesday, 23 September 2026

Tim PPK Ormawa Klinik Agromina Bahari (KAB) Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Program ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice) melalui Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua Agen Pengendali Hayati (APH) pada Minggu (5/7) pukul 09.00–13.00 WIB di Laboratorium Klinik Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Tim PPK Ormawa ASAGRI UGM beserta volunteer sebagai bentuk penguatan kapasitas internal sebelum pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Pembekalan didampingi secara langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P., yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik mengenai Agen Pengendali Hayati (APH).

Program pengabdian ASAGRI merupakan salah satu bentuk implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan Agen Pengendali Hayati (APH). Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih aman dan ramah lingkungan. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pemetaan, sosialisasi, pembekalan, praktik laboratorium, hingga pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada berkomitmen menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum dilaksanakannya Sosialisasi Kedua kepada masyarakat. Berbeda dengan sosialisasi pertama yang berfokus pada pengenalan konsep Agen Pengendali Hayati, pemetaan titik tumbuh jamur alami, media tumbuh, dan isolasi, pembekalan kali ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan teknis seluruh anggota tim. Hal ini dilakukan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur pembuatan media tumbuh jamur, teknik sterilisasi, serta proses perbanyakan Agen Pengendali Hayati sehingga pelaksanaan demonstrasi kepada masyarakat nantinya dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan standar laboratorium.

Pada sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai media Potato Dextrose Agar (PDA) sebagai media standar yang digunakan dalam proses isolasi, perbanyakan, dan pemeliharaan jamur. Dosen pembimbing menjelaskan fungsi masing-masing bahan penyusun media, mulai dari kentang sebagai sumber nutrisi alami, dextrose sebagai sumber karbon bagi pertumbuhan jamur, hingga agar sebagai bahan pemadat media. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya teknik kerja aseptik untuk meminimalkan kontaminasi selama proses kultur jamur.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA). Praktik diawali dengan mengupas, mencuci, dan memotong kentang menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum direbus hingga lunak. Air rebusan kentang kemudian disaring untuk memperoleh filtrat yang selanjutnya dicampurkan dengan dextrose dan agar. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan secara langsung sehingga memahami fungsi dari masing-masing proses dalam menghasilkan media tumbuh jamur yang sesuai standar.

Larutan media kemudian dipanaskan hingga seluruh bahan tercampur secara homogen sebelum volumenya disesuaikan menjadi satu liter. Setelah itu, media dituangkan ke dalam botol kultur untuk menjalani proses sterilisasi menggunakan autoklaf. Pada tahap ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya sterilisasi sebagai upaya menghilangkan mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan kontaminasi pada media. Selain memahami prosedur penggunaan autoklaf, peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar keselamatan kerja di laboratorium selama proses sterilisasi berlangsung.

Selain praktik pembuatan media, peserta juga diperkenalkan dengan salah satu jamur entomopatogen yang dimanfaatkan sebagai Agen Pengendali Hayati, yaitu Beauveria bassiana. Melalui pengamatan secara langsung terhadap kultur jamur, peserta dapat mengenali karakteristik pertumbuhan koloni pada media serta memahami mekanisme infeksi jamur terhadap serangga hama. Materi ini menjadi bekal penting bagi seluruh anggota tim karena nantinya akan disampaikan kembali kepada masyarakat pada saat pelaksanaan Sosialisasi Kedua sebagai bentuk edukasi mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan media, proses kultur jamur, hingga penerapan Agen Pengendali Hayati pada budidaya tanaman. Berbagai pertanyaan yang muncul selama kegiatan dijawab secara langsung oleh dosen pembimbing sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis berdasarkan pengalaman di laboratorium. Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari penyampaian materi hingga sesi praktik.

Kelancaran kegiatan turut didukung oleh kesiapan fasilitas Laboratorium Klinik Tanaman Universitas Gadjah Mada. Seluruh alat dan bahan yang diperlukan, seperti autoklaf, peralatan gelas laboratorium, bahan pembuatan media, hingga kultur jamur yang digunakan sebagai media pembelajaran, telah dipersiapkan dengan baik sebelum kegiatan dimulai. Kesiapan tersebut memungkinkan setiap tahapan pembekalan berjalan sesuai prosedur sehingga peserta dapat mengikuti praktik dengan aman, tertib, dan optimal.

Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Program ASAGRI untuk memastikan seluruh anggota Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada beserta volunteer memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum terjun ke masyarakat. Dengan pemahaman yang telah diperoleh melalui pembekalan ini, diharapkan pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo dapat berjalan lebih efektif sehingga masyarakat tidak hanya memahami manfaat Agen Pengendali Hayati secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam mendukung sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Faperta UGM terus berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan pembekalan dan rangkaian Program ASAGRI mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menerapkan perlindungan tanaman yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas serta ketahanan pangan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya mengurangi ketergantungan dan potensi paparan pestisida kimia berbahaya bagi petani dengan mendorong pemanfaatan Agen Pengendali Hayati; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik laboratorium, transfer pengetahuan, dan peningkatan kompetensi teknis mahasiswa serta volunteer yang kemudian diteruskan kepada masyarakat; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, keterampilan teknis, dan green skills mahasiswa serta masyarakat dalam mendukung praktik pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan alternatif pengendalian hama yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sintetis dan mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen hayati sebagai bagian dari pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang lebih selaras dengan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, volunteer, fasilitas laboratorium, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam proses transfer pengetahuan dan penerapan inovasi pertanian di tingkat masyarakat.

 

Penulis: Magdha Safitri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Klinik Agromina Bahari

123…50

BERITA FAKULTAS

  • Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint
    02/10/2026
  • Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM
    02/10/2026
  • Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026
    25/09/2026
  • Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus
    25/09/2026
  • 5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM
    25/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju