• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Penutupan WorldVeg Training dengan Kunjungan Petani dan Aktivitas Budaya

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari terakhir rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan penutup ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung di lapangan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta internasional.

Rombongan peserta melakukan perjalanan ke Dukun, Magelang, untuk mengunjungi lahan petani sebagai bagian dari sesi Farmer Visit. Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan pemilik lahan, Bapak Pulung Widi Handoko, S.P., petani cabai yang juga alumni Departemen Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM. Beliau memberikan perspektif praktis mengenai tantangan budidaya hortikultura serta penerapan pengelolaan hama terpadu (IPM) di tingkat petani. Suasana kebersamaan semakin terasa saat peserta menikmati santap siang bersama di lokasi.

Agenda dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Batik, di mana peserta berkesempatan mempraktikkan teknik membatik sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan seni tradisional, tetapi juga menumbuhkan pemahaman lintas budaya di antara peserta dari berbagai negara.

Menjelang akhir acara, rombongan singgah di Krisna Oleh-Oleh, memberi kesempatan bagi peserta untuk membeli cinderamata khas Yogyakarta dan menikmati waktu bebas. Aktivitas ini menjadi penutup yang menyenangkan sekaligus mempererat ikatan personal antar peserta.

Rangkaian kegiatan lapangan dan budaya ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mengintegrasikan aspek akademis dengan pengalaman nyata di masyarakat. Selain memperkuat kapasitas teknis peserta, kegiatan ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengetahuan mengenai budidaya hortikultura dan penerapan pengelolaan hama terpadu di tingkat petani, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman lapangan, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pelestarian serta pengenalan warisan budaya Indonesia kepada peserta internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM, World Vegetable Center (WorldVeg), dan mitra petani dalam memperkuat jejaring pendidikan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Faperta UGM–WorldVeg Tutup Pelatihan Plant Health dengan Fokus Seed Health dan IPM

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) resmi menutup rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies pada Jumat, 26 Juni 2026. Hari terakhir pelatihan menyoroti topik krusial mengenai kesehatan benih (seed health) serta strategi pengelolaan hama terpadu (Integrated Pest Management/IPM), sebelum ditutup dengan sesi evaluasi dan penyerahan sertifikat.

Sesi pertama membahas Seed Health & Diagnostics for Seed Systems, yang dipaparkan oleh Dr. Ram Khadka, Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM). Materi ini menekankan pentingnya deteksi patogen terbawa benih serta penerapan uji kesehatan benih sebagai fondasi penjaminan mutu dalam produksi benih hortikultura. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung mengenai teknik uji kesehatan benih dan desinfeksi, difasilitasi oleh Dr. Ram Khadka (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM).

Berlanjut pada sesi IPM Strategies Across Vegetable Crops, peserta memperoleh pemahaman tentang penerapan pengelolaan hama terpadu pada komoditas tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Materi menekankan keterkaitan antara diagnostik, pemuliaan ketahanan, serta penggunaan agens hayati seperti Trichoderma, Bacillus, Beauveria, dan Metarhizium. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman peserta dalam merancang paket IPM sesuai kondisi lapangan, dengan fasilitasi tim UGM dan WorldVeg.

Menutup kegiatan, peserta mengikuti Post-Training Quiz sebagai refleksi pembelajaran selama enam hari, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan sambutan penutup dari tim WorldVeg dan UGM. Acara ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperkuat kapasitas akademisi dan praktisi pertanian melalui transfer pengetahuan internasional.

Pelatihan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat penguatan kapasitas akademisi dan praktisi di bidang kesehatan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pengelolaan hama terpadu, kesehatan benih, dan pemanfaatan agens hayati untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center (WorldVeg). Dengan demikian, Fakultas Pertanian UGM terus berperan aktif dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan yang berdaya saing global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 4 WorldVeg Training 2026: Breeding & Marker-Assisted Selection Perkuat Strategi Pemuliaan Tanaman Tahan Penyakit

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari keempat pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Kamis, 25 Juni 2026, berfokus pada tema Breeding & Marker-Assisted Selection (MAS). Sesi ini menegaskan peran penting diagnostik penyakit dalam mendukung pengambilan keputusan pemuliaan tanaman tahan penyakit, khususnya pada komoditas cabai.

Materi diawali dengan kuliah dari Dr. Derek Barchenger (WorldVeg) mengenai keterkaitan antara diagnostik penyakit dan pipeline pemuliaan. Beliau menjelaskan peran gen resistensi, seleksi sifat, serta gambaran penyakit target dalam pemuliaan cabai. Dilanjutkan dengan kuliah tentang pendekatan Marker-Assisted Selection (MAS) dan genotyping, yang menekankan penggunaan penanda molekuler seperti SNP dan SSR, validasi penanda, serta strategi seleksi dalam program pemuliaan.

Peserta kemudian mengikuti studi kasus mengenai penerapan resistensi penyakit pada cabai terhadap anthracnose, bacterial spot, dan virus. Dr. Barchenger menekankan tantangan adaptasi lapangan serta strategi implementasi pipeline seleksi. Diskusi terbuka bersama tim WorldVeg dan Faperta UGM memperluas perspektif peserta mengenai strategi deployment varietas serta sistem perbenihan yang berkelanjutan.

Praktikum laboratorium dipandu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. dan Prof. Ani Widiastuti (UGM), yang mengajarkan analisis penanda DNA berbasis PCR serta interpretasi hasil genotyping. Sesi dilanjutkan dengan latihan interpretasi data, menghubungkan hasil fenotipe dari disease screening dengan data genotipe. Peserta berlatih memilih garis tanaman yang resisten dan membuat keputusan pemuliaan berbasis data terpadu, difasilitasi oleh tim UGM dan WorldVeg.

Hari keempat ini menegaskan pentingnya integrasi antara diagnostik, pemuliaan, dan sistem perbenihan dalam menghasilkan varietas adaptif dan berdaya saing. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas peserta dalam pemuliaan tanaman berbasis teknologi molekuler, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur lewat penerapan teknologi molekuler dan marker-assisted selection dalam program pemuliaan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan varietas tahan penyakit yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 3 WorldVeg Training 2026: Molecular Diagnostics & Bioinformatics Perkuat Kapasitas Peneliti Penyakit Tumbuhan

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari ketiga pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang digelar Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Rabu, 24 Juni 2026, menghadirkan fokus mendalam pada Molecular Diagnostics & Bioinformatics. Sesi ini memperkenalkan peserta pada teknologi diagnostik molekuler terkini sekaligus praktik bioinformatika yang menjadi pondasi penting dalam penelitian penyakit tanaman.

Kegiatan diawali dengan kuliah pengantar mengenai virus utama pada tanaman sayuran dan metode deteksi molekuler. Materi mencakup dasar DNA/RNA, teknik PCR, RT-PCR, qPCR, hingga RPA, serta penggunaan FTA cards untuk pengambilan sampel lapangan secara cepat. Peserta juga diperkenalkan pada teknologi diagnostik terbaru seperti LAMP dan CRISPR, serta prinsip desain primer untuk analisis molekuler.

Praktikum laboratorium kemudian dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Ms. Jo Chang (WorldVeg) bersama Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. (UGM), yang mengajarkan teknik pemurnian RNA dan DNA dari tanaman terinfeksi serta persiapan isolat virus murni. Sesi berikutnya menekankan protokol ekstraksi RNA khusus untuk diagnostik virus, difasilitasi oleh Dr. Owen Cheng, Dr. Ady Bayu Prakoso, dan Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D., sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam penanganan sampel tanaman.

Materi dilanjutkan dengan praktik qPCR yang menekankan prinsip deteksi real-time, interpretasi nilai Ct, serta aplikasinya dalam seleksi resistensi. Peserta juga mengikuti sesi rumah kaca yang dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Dr. Ram Khadka (WorldVeg), berupa inokulasi mekanis potyvirus pada tanaman tomat dan pengamatan perkembangan gejala penyakit.

Sebagai penutup, sesi bioinformatika dan filogenetika memperkenalkan penggunaan basis data NCBI, analisis BLAST, desain primer diagnostik, serta konstruksi pohon filogenetik. Peserta diajak menggunakan perangkat lunak Geneious dan aplikasi bioinformatika lain secara langsung, dipandu oleh Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg), Dr. Ady Bayu Prakoso (UGM).

Hari ketiga ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi molekuler dan bioinformatika dalam mendukung sistem diagnostik penyakit tanaman yang akurat dan berkelanjutan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian penyakit tanaman, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas peneliti melalui pelatihan internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi diagnostik molekuler dan bioinformatika dalam bidang pertanian, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit tanaman yang mendukung perlindungan sumber daya hayati dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 2 WorldVeg Advanced Training in Plant Health: Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menjadi tuan rumah rangkaian WorldVeg: Advanced Training in Plant Health yang memasuki hari kedua pada Selasa, 23 Juni 2026. Bertempat di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), kegiatan ini menghadirkan sesi intensif mengenai Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening yang dipandu oleh para pakar internasional.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari Dr. Stephen Othim dan Dr. Sopana Yule mengenai identifikasi hama utama pada tanaman sayuran, seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Diskusi menyoroti peran vektor serangga dalam penularan penyakit serta strategi pemantauan gejala di lapangan. Peserta kemudian mengikuti sesi praktikum identifikasi hama menggunakan mikroskop dan kaca pembesar untuk mengenali spesimen serta gejala kerusakan, sekaligus mempelajari teknik pengambilan sampel dan penggunaan alat pemantauan. Dari UGM, Dr. Prayogo Probo Asmoro turut membimbing kegiatan praktikum ini.

Selanjutnya, Dr. Othim dan Dr. Yule memperkenalkan aplikasi resistance screening dalam surveilans dan pengendalian hama terpadu. Materi ini dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Jo Chang dan Dr. Wallace Chen mengenai konsep penyaringan resistensi untuk penyakit bakteri dan jamur. Mereka menekankan prinsip inokulasi serta keterkaitan antara uji penyakit dengan pemuliaan tanaman.

Pada sesi laboratorium, peserta dilatih menyiapkan inokulum bakteri dan jamur untuk uji penyakit, termasuk protokol standar dan persiapan anthracnose assay. Prof. Ani Widiastuti (UGM) dan Dr. Chen memfasilitasi praktik inokulasi buah cabai dengan Colletotrichum spp. serta pengamatan perkembangan penyakit dan pengukuran lesi. Sementara itu, Dr. Chang memandu inokulasi tanaman dengan Ralstonia pseudosolanacearum (bacterial wilt) dan Xanthomonas spp. (bacterial spot), memperlihatkan metode infeksi serta observasi pasca inokulasi.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dalam menjaga produktivitas tanaman hortikultura; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pengurangan risiko kehilangan hasil akibat hama dan penyakit tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis praktik yang meningkatkan kompetensi peserta; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pengendalian hama terpadu dan pengembangan varietas tahan penyakit; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem budidaya terhadap tekanan biotik yang semakin dipengaruhi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tanaman.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 1: World Vegetable Center dan Fakultas Pertanian UGM Fokus pada Diagnostik Penyakit Tumbuhan dan Tanaman Tahan

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) resmi membuka rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan PIAT UGM ini menandai komitmen kuat UGM dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset di bidang kesehatan tanaman.

Acara pembukaan dihadiri jajaran dekanat Fakultas Pertanian, yaitu Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, selaku Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, serta Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Sambutan juga diberikan oleh Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, UGM), yang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan penyakit tanaman.

Hari pertama pelatihan difokuskan pada konsep diagnostik penyakit tanaman. Dr. Lourena Maxwell dan Dr. Ram Khadka (WorldVeg) memaparkan alur diagnostik hama, jamur, bakteri, dan virus, mulai dari observasi lapangan hingga konfirmasi laboratorium. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. M. Iqbal Maulana (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, UGM) yang menjelaskan peran nematoda parasit dalam sistem produksi sayuran, dilanjutkan dengan praktikum identifikasi nematoda melalui ekstraksi DNA dan teknik PCR.

Selain itu, peserta mengikuti field scouting di PIAT UGM, mempelajari gejala penyakit pada cabai, tomat, dan sayuran daun secara langsung. Sesi ini juga memperkenalkan teknologi digital diagnostik seperti Plantix App dan Rapid Pathogen Analysis (RPA), yang semakin menegaskan relevansi inovasi teknologi dalam mendukung ketahanan pangan. Dr. Alan Soffan (UGM) memberikan materi terkait ekonomi sirkuler yang dilakukan di PIAT UGM.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas dalam menjaga kesehatan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengelolaan kesehatan tanaman yang berkontribusi terhadap keamanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang kesehatan tanaman.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pengukuhan Guru Besar Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan: Prof. Dr. Eko Setyobudi Tekankan Pentingnya Data untuk Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan

berita Tuesday, 30 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan pada Kamis, 25 Juni 2026. Acara pengukuhan berlangsung di Balai Senat UGM dengan pidato berjudul “Biologi Perikanan: Konsep dan Penerapan dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

Dalam pidatonya, Prof. Eko menekankan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan harus berlandaskan pada data biologi yang akurat, detail, dan berkesinambungan. Beliau menyoroti perlunya sistem pengelolaan data perikanan nasional yang kuat, didukung oleh metode sampling yang adaptif dan representatif sesuai karakteristik masing-masing wilayah perairan. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mengambil peran strategis sebagai bagian penting dalam penyediaan data biologi perikanan nasional, sehingga kontribusi akademik dapat langsung mendukung kebijakan publik.

Prof. Eko juga menggarisbawahi urgensi pengembangan portal data nasional berbasis digital yang terbuka, terstandarisasi, dan mudah diakses. Dengan adanya sistem data yang terintegrasi, setiap kebijakan pemerintah maupun pengelolaan perikanan dapat disusun dan diimplementasikan berdasarkan bukti ilmiah yang valid. Hal ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan ekosistem perairan, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia di tingkat global.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Eko, tetapi juga memperkuat komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang perikanan dan kelautan. Kontribusi beliau sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengelolaan sumber daya perikanan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang biologi perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem data perikanan nasional berbasis digital serta pemanfaatan inovasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah, SDG 14: Ekosistem Laut melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap semakin banyak kontribusi nyata yang lahir dari bidang biologi perikanan dan kelautan, guna mendukung ketahanan pangan, menjaga ekosistem perairan, dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya perikanan di tingkat global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: UGM

 

Lentera DESA Faperta UGM Fasilitasi Agri Training Camp BAPELTAN Jateng untuk Pelajar Purworejo

berita Tuesday, 30 June 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi sebagai fasilitator pada kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah. Kegiatan ATC batch ini diikuti oleh siswa dan siswi SMA/MA/SMK yang berkolaborasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan kegiatan 23 Juni 2026 tersebut, Lentera DESA mengirimkan dua fasilitator untuk mendampingi dan memandu peserta sepanjang sesi. Kehadiran tim Faperta UGM difokuskan untuk mendorong pemahaman tentang kemandirian pangan berkelanjutan dan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan pendidikan.

Pada sesi yang dibawakan Lentera DESA, peserta diajak mengikuti praktik pembelajaran interaktif yang membahas konsep Agritech Platform. Fasilitator memperkenalkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung manajemen usaha tani, akses pengetahuan, dan jejaring agribisnis. Peserta juga diajak menjadi member aktif Lentera DESA sehingga dapat mengakses sumber belajar dan program pembinaan yang disediakan.

Salah satu fokus praktik adalah pengenalan dan penggunaan Buku Tani melalui platform Lentera DESA. Melalui modul ini, peserta belajar cara mencatat usaha tani secara digital—mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, penggunaan input, hingga pemantauan hasil panen—sebagai langkah awal membangun praktik pertanian yang lebih terstruktur dan transparan.

Partisipasi Lentera DESA dalam ATC ini merupakan bagian dari komitmen tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Penyediaan platform pembelajaran digital secara gratis ditujukan untuk memperluas akses pengetahuan pertanian, terutama bagi generasi muda di tingkat menengah yang menjadi calon pelaku pertanian masa depan.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 Dorong Ekosistem Inovasi Agro

berita Friday, 26 June 2026

Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 di Eastparc Hotel, Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Forum ini diawali dengan Opening Ceremony dan Forum Framing yang berlangsung di The Grand Ballroom, Eastparc Hotel, sebagai bagian dari agenda resmi.

Dalam pembukaan, sambutan disampaikan oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama yang menekankan pentingnya forum ini sebagai pusat inovasi. Fokus utama adalah membangun ekosistem inovasi agro dari hulu hingga hilir, dengan benih sebagai kunci keberhasilan budidaya pertanian. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga sosial budaya, rantai pasok, ekonomika, dan regulasi.

Dari Kementerian Pertanian, Ibu Ebi Rulianti, S.P., M.Sc. menyampaikan bahwa mempertahankan swasembada pangan lebih sulit dibandingkan mencapainya. Ketersediaan benih padi gogo baru mencapai 50% dari kebutuhan, sementara target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 2,6 juta ton. Untuk jagung pipil, kebutuhan benih sudah terpenuhi, namun kedelai, ubi-ubian, dan kacang-kacangan masih menghadapi kendala. Ia juga menyoroti terbitnya PERPU Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur ruang lingkup perbenihan, sertifikasi varietas lokal, standar SNI, serta sanksi bagi pelanggaran.

Pada sesi Forum Framing, Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P. menegaskan bahwa industri benih memiliki peluang besar dengan proyeksi kenaikan rata-rata 3% pada periode 2026–2034. Rantai nilai perbenihan, mulai dari penyediaan material hingga benih yang ditanam petani, menuntut keterlibatan semua pihak: regulator, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Tantangan yang dihadapi mencakup regulasi, biaya tinggi formulasi, kesenjangan antar-stakeholder, serta isu publik seperti pemalsuan benih dan perubahan iklim.

Forum ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui forum pertukaran ilmu dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan industri benih nasional yang inovatif dan berdaya saing. Selain itu, pembahasan mengenai sertifikasi benih, standar mutu, dan penguatan rantai nilai perbenihan juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara upaya pengembangan benih yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Seluruh inisiatif tersebut diperkuat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan regulator sebagai wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

123…40

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Pertamina Group 2026
    02/07/2026
  • Penutupan WorldVeg Training dengan Kunjungan Petani dan Aktivitas Budaya
    01/07/2026
  • Faperta UGM–WorldVeg Akhiri Pelatihan Plant Health dengan Cocktail Dinner Bernuansa Tradisional
    01/07/2026
  • Faperta UGM–WorldVeg Tutup Pelatihan Plant Health dengan Fokus Seed Health dan IPM
    01/07/2026
  • Day 4 WorldVeg Training 2026: Breeding & Marker-Assisted Selection Perkuat Strategi Pemuliaan Tanaman Tahan Penyakit
    01/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju