• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • page. 2
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Suasana Hangat Warnai Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. di Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 24 April 2026

Suasana hangat terasa di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Selasa, 21 April 2026 dalam acara tasyakuran pengukuhan Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., sebagai Guru Besar dalam bidang mikrobiologi terapan. Dihadiri oleh sivitas akademika, keluarga, serta tamu undangan yang mengenakan kebaya dan batik dalam nuansa Hari Kartini, kegiatan ini menghadirkan kebersamaan sekaligus momen haru di tengah perayaan capaian akademik.

Pengukuhan Guru Besar tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat universitas, sementara tasyakuran di lingkungan fakultas menjadi ruang berbagi kebahagiaan secara lebih dekat dan personal. Rangkaian acara berlangsung khidmat melalui doa bersama, disertai penampilan musik yang semakin mempererat suasana kekeluargaan di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Kehangatan acara turut diperkaya melalui penampilan musik angklung oleh Dharma Wanita Persatuan Fakultas Pertanian yang menamakan diri Harmoni Atroviolacea. Nama tersebut mencerminkan makna keselarasan, di mana “harmoni” melambangkan kebersamaan, sementara “atroviolacea” merujuk pada nama latin bambu wulung sebagai bahan dasar angklung, yang menjadi simbol akar budaya dalam perayaan ini. Alunan musik yang ditampilkan menghadirkan nuansa khas yang memadukan unsur budaya dengan perayaan capaian akademik.

Salah satu momen yang membekas hadir ketika keluarga Prof. Jaka Widada turut ambil bagian dalam acara. Persembahan lagu dari sang istri menghadirkan suasana haru sekaligus hangat, mencerminkan perjalanan kebersamaan yang terbangun di balik capaian akademik tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Prof. Jaka, termasuk kesempatan untuk tetap berkarier sebagai dokter spesialis THT, menjalani waktu pribadi, serta menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik seorang dosen, tasyakuran ini juga merefleksikan perjalanan kepemimpinan Prof. Jaka Widada sebagai Dekan Fakultas Pertanian UGM yang didukung oleh keluarga dan komunitas. Momen ini menunjukkan bahwa di balik pencapaian ilmu pengetahuan, terdapat peran penting relasi manusia, dukungan sosial, serta nilai kebersamaan yang menyertainya.

Melalui suasana yang hangat dan penuh makna, tasyakuran pengukuhan ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengingat akan keterkaitan antara ilmu pengetahuan, keluarga, dan budaya dalam membentuk perjalanan akademik yang utuh di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera , SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender , SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Levina Rasendriya

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Ahmad Suharjito

Desi Utami Paparkan Peran Bioteknologi untuk Pertanian Berkelanjutan di Era Digital

berita Wednesday, 22 April 2026

Dosen Departemen Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., tampil sebagai narasumber dalam forum ilmiah bertajuk “Harmonized Biosafety Assessment and Sustainable Agriculture: Accelerating Innovation with Impact for Indonesian Smallholders” yang diselenggarakan oleh CropLife Indonesia bekerja sama dengan Konsorsium Bioteknologi Indonesia dan Lab Indonesia di ICE BSD City pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam presentasi berjudul “Communicating Biotechnology in the Digital Era: Enhancing Sustainable Agricultural Impact for Farmers in Indonesia”, Desi Utami menyoroti kesenjangan antara perkembangan bioteknologi dengan pemahaman petani di lapangan. Menurutnya, komunikasi sains yang efektif menjadi kunci agar inovasi bioteknologi dapat benar-benar diadopsi dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian.

Beliau menjelaskan bahwa bioteknologi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan, mulai dari pemanfaatan biofertilizer, biopesticides, hingga tanaman hasil rekayasa genetik. Namun, keberhasilan penerapan teknologi ini sangat bergantung pada bagaimana informasi disampaikan kepada petani dengan bahasa yang sederhana, relevan, dan menyentuh kebutuhan mereka.

Desi Utami juga menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi. Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia, platform digital dapat menjadi jembatan untuk memperluas literasi sains, mengatasi misinformasi, serta membangun jejaring komunitas pertanian. Ia mencontohkan inisiatif Desa Apps yang dikembangkan Faperta UGM sebagai ruang interaktif bagi petani, penyuluh, dan akademisi untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan mengakses data pertanian secara real-time.

“Bioteknologi, didukung komunikasi digital yang efektif, adalah kunci untuk memperkuat pertanian berkelanjutan dan memberdayakan petani Indonesia,” tegasnya.

Kehadiran Desi Utami dalam forum ini memperlihatkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendorong adopsi inovasi berbasis sains, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjembatani dunia riset dengan kebutuhan masyarakat, khususnya petani kecil di Indonesia.

Kontribusi Desi Utami dalam forum ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prof. Jaka Widada Dikukuhkan sebagai Guru Besar Mikrobiologi Terapan UGM

berita Wednesday, 22 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kontribusi terhadap ketahanan pangan serta kesehatan global melalui pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Mikrobiologi Terapan di Fakultas Pertanian yang diselenggarakan di Balai Senat, Gedung Pusat UGM pada Selasa, 21 April 2026.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global”, Prof. Jaka menyoroti pergeseran paradigma besar dalam ilmu biologi modern. Selama lebih dari satu abad, sains dibangun di atas fondasi “individualisme biologis” yang memandang manusia, hewan, maupun tumbuhan sebagai entitas otonom. Paradigma ini melahirkan pendekatan reduksionis, termasuk penggunaan antibiotik dan pestisida secara masif.

Prof. Jaka menekankan bahwa manusia sejatinya adalah makhluk gabungan (chimeric), di mana sel tubuh manusia hanya menyumbang separuh dari total sel, sementara sisanya adalah mikroba. Lebih mengejutkan lagi, jumlah gen mikrobioma mencapai lebih dari 10 juta gen unik, jauh melampaui genom manusia yang hanya sekitar 20.000-23.000 gen. Mikrobioma ini berperan sebagai “organ tambahan” yang menyediakan kapasitas metabolik penting, termasuk fermentasi karbohidrat kompleks, sintesis mikronutrien (Vitamin K2, B7, B9, B12), serta detoksifikasi xenobiotik.

“Dalam biologi modern, kita tidak lagi berbicara tentang entitas tunggal. Setiap makhluk hidup, termasuk kita, pada dasarnya adalah sebuah super-organism” ujar beliau.

Konsep holobiont, menurut Prof. Jaka, menjadi revolusioner karena menempatkan mikroba bukan sekadar sebagai ancaman, melainkan mitra evolutif yang beroperasi bersama inang dalam satu kesatuan hologenom. Pemahaman ini membuka peluang besar bagi penerapan mikrobiologi terapan dalam menjawab tantangan global, khususnya ketahanan pangan dan kesehatan global.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Jaka Widada, tetapi juga memperkuat peran Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat keilmuan yang berkontribusi pada solusi global berbasis sains serta capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan ilmu mikrobiologi terapan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan biologis yang lebih ramah lingkungan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Jito

Dr. Mari Maeda-Yamamoto Ungkap Arah Baru Industri Food Healthcare di Seminar Bioteknologi UGM

berita Tuesday, 21 April 2026

Sebagai penutup rangkaian Biotechnology Seminar di Fakultas Pertanian UGM, Dr. Mari Maeda-Yamamoto dari Institute of Food Research, National Agriculture and Food Research Organization (NARO), Jepang, memaparkan pengembangan teh hijau sebagai pangan fungsional melalui materi berjudul Development of Functional Green Tea Using Functional Food Labeling System in Japan.

Dr. Maeda-Yamamoto menjelaskan bahwa Jepang memiliki sistem klasifikasi produk pangan yang jelas dan ketat. Produk pangan secara umum tidak diperkenankan mencantumkan klaim kesehatan. Namun, terdapat kategori khusus seperti Foods for Special Dietary Uses yang diperuntukkan bagi pasien, ibu hamil, bayi, atau individu dengan kesulitan menelan, yang memerlukan pemeriksaan dari Consumer Affairs Agency (CAA).

Lebih lanjut, beliau menyoroti kategori Foods with Health Claims (FHC) yang terbagi menjadi tiga:

  • FOSHU (Foods for Specified Health Uses): diberlakukan sejak 1991 dengan pemeriksaan ketat oleh CAA.
  • FNFC (Foods with Nutrient Function Claims): diberlakukan sejak 2001 dengan standar yang sudah ditetapkan, tanpa perlu pemeriksaan atau registrasi.
  • FFC (Foods with Function Claims): diberlakukan sejak 2015 dengan sistem notifikasi, di mana produsen dapat mencantumkan klaim fungsional dengan tanggung jawab penuh terhadap riset ilmiah yang mendasarinya.

Dalam konteks ini, teh hijau dikembangkan sebagai pangan fungsional dengan klaim kesehatan yang berbasis penelitian ilmiah. Sistem pelabelan ini memastikan bahwa konsumen memperoleh produk yang tidak hanya aman, tetapi juga terbukti memberikan manfaat kesehatan.

Selain membahas sistem pelabelan, Dr. Maeda-Yamamoto juga menyinggung arah riset masa depan yang dikembangkan oleh NARO. Konsep ini bertujuan membangun sistem yang mampu merancang diet personal optimal sesuai kondisi fisik, preferensi, dan kebiasaan individu. Melalui analisis pangan yang kaya, sistem ini akan memberikan informasi nutrisi dan bahan fungsional yang dikonsumsi sehari-hari, sehingga masyarakat dapat lebih sadar akan pola makan mereka.

Riset ini diharapkan melahirkan industri baru di bidang food healthcare dengan mengintegrasikan pangan, kesehatan, dan gaya hidup. Contoh aplikasinya mencakup perawatan kesehatan mental melalui agrowisata dan pangan optimal, peningkatan performa olahraga melalui diet personal, dukungan konsentrasi belajar dengan pangan fungsional di sekolah, dan perawatan kecantikan kulit melalui diet yang sesuai.

Fakultas Pertanian UGM menutup seminar dengan penegasan bahwa bioteknologi tidak hanya berperan dalam pengelolaan lingkungan dan energi, tetapi juga dalam peningkatan kualitas pangan dan kesehatan masyarakat. Seminar ini menjadi bukti nyata kontribusi UGM terhadap ilmu pengetahuan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

.

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Seminar Bioteknologi Bersama Akademisi Jepang

berita Tuesday, 21 April 2026

Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), menyelenggarakan Biotechnology Seminar pada Minggu, 19 April 2026, di Ruang Venture, Gedung AGLC lantai 6. Seminar yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan empat pakar bioteknologi dari berbagai institusi ternama di Jepang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan dosen dari Fakultas Pertanian, meliputi Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Manajer AGLC, serta Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. selaku Ketua Prodi Sarjana Mikrobiologi Pertanian dan moderator pada acara tersebut.

Para pembicara berasal dari berbagai institusi dengan topik materi yang beragam, antara lain:

  • Hideaki Nojiri dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo, dengan materi berjudul New screening technology reveals the presence of novel aromatic degraders and hidden bacterial interactions
  • Chiho Suzuki-Minakuchi dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo, dengan materi berjudul Survival strategies of xenobiotic-degrading bacteria: Heterogeneity in plasmid-borne catabolic ability
  • Kengo Inoue dari Faculty of Agriculture, Miyazaki University, dengan materi berjudul Electrogenic Microbial Communities in Microbial Fuel Cells Treating Diverse Real Wastewaters
  • Mari Maeda-Yamamoto dari Institute of Food Research, National Agriculture and Food Research Organization (NARO), dengan materi berjudul Development of functional green tea using functional food labeling system in Japan

Kehadiran para akademisi dari The University of Tokyo, Miyazaki University, dan NARO mencerminkan eratnya hubungan kerja sama internasional antara Faperta UGM dan institusi pendidikan serta riset di Jepang. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi bagi masyarakat global.

Seminar ini menjadi wadah penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan terkait inovasi bioteknologi, mulai dari pemanfaatan mikroba dalam pengolahan limbah hingga pengembangan pangan fungsional. Diskusi yang dihadirkan tidak hanya memperkaya pengetahuan ilmiah, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pidato Prof. Dwidjono: Terima Kasih dan Dedikasi Sepanjang Hidup untuk Fakultas Pertanian UGM

berita Monday, 20 April 2026

Dalam pidato purna tugasnya, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U. menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para dosen, kolega, serta seluruh sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM. Beliau merefleksikan perjalanan panjang pengabdiannya, di mana hampir 63% dari hidupnya telah digunakan untuk mengajar dan mendampingi mahasiswa.
Prof. Dwidjono secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) yang telah menjadi rumah akademiknya selama bertahun-tahun. Beliau juga dengan rendah hati memohon maaf apabila terdapat kesalahan selama masa pengabdian.
Tak lupa, beliau menekankan peran penting keluarga dalam perjalanan kariernya. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada sang istri yang selalu mendukung, terutama dalam proses persiapan menuju jabatan guru besar. Berkat dukungan tersebut, Prof. Dwidjono berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2007.


Pidato penuh refleksi ini menjadi momen yang menyentuh bagi seluruh hadirin, sekaligus menegaskan bahwa pengabdian seorang akademisi tidak hanya tercermin dalam karya ilmiah, tetapi juga dalam ketulusan, kebersamaan, dan dukungan keluarga.
Acara purna tugas Prof. Dwidjono pun semakin bermakna dengan pidato tersebut, meninggalkan pesan inspiratif bagi generasi penerus Fakultas Pertanian UGM untuk terus berkontribusi dengan integritas dan semangat pengabdian.
Pidato reflektif ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga menegaskan komitmen Prof. Dwidjono terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang relevan dengan kiprah beliau, mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Purna Tugas Prof. Dwidjono: Dedikasi dan Inspirasi bagi Fakultas Pertanian UGM

berita Monday, 20 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar acara Purna Tugas untuk menghormati pengabdian panjang Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U., seorang akademisi yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidang sosial ekonomi pertanian. Acara berlangsung di Auditorium Harjono Danoesastro pada Rabu, 15 April 2026 dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta kolega dari berbagai institusi.


Pembukaan acara dipandu oleh Vera Kurniawati dan Dani Abyan Adam, perwakilan mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, selaku pembawa acara. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Doa bersama dipimpin oleh Bapak Asnawi, tenaga kependidikan dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, menandai awal rangkaian acara yang penuh makna.


Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, serta Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM. Keduanya menekankan bahwa Prof. Dwidjono merupakan sosok inspiratif yang telah menanamkan nilai integritas, kerja keras, serta kepedulian terhadap pengembangan ilmu sosial ekonomi pertanian.
Sesi kesan dan pesan dari kolega dan mahasiswa turut menambah kehangatan acara. Ir. Mohammad Ismet, MSc, Ph.D. mewakili rekan sejawat, sementara Muhammad Alfian Nur Fauzy, M.Sc. mewakili mahasiswa pascasarjana, menyampaikan apresiasi atas keteladanan dan bimbingan Prof. Dwidjono yang telah menjadi inspirasi bagi banyak generasi.
Sebagai bentuk penghargaan, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dan Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis menyerahkan cinderamata kepada Prof. Dwidjono. Momen ini diabadikan melalui sesi foto bersama yang melibatkan pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.
Acara ditutup dengan pemutaran video testimoni tambahan dan sesi ramah tamah yang diiringi makan siang bersama. Suasana penuh keakraban menjadi penutup yang indah bagi perjalanan panjang seorang akademisi yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan dan penelitian di bidang pertanian.
Acara Purna Tugas Prof. Dwidjono bukan sekadar perpisahan, tetapi juga perayaan atas dedikasi, keteladanan, dan semangat pengabdian yang akan terus menjadi inspirasi bagi Fakultas Pertanian UGM dalam melahirkan generasi akademisi yang berintegritas dan berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen purna tugas, tetapi juga mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kiprah Prof. Dwidjono, mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Kolaborasi Positif: PT Kairos Jaya Sejahtera Hadir di Gene Expression Workshop

berita Wednesday, 15 April 2026

Dalam rangkaian Gene Expression Workshop yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, tidak hanya para akademisi yang berperan aktif, tetapi juga mitra industri turut memberikan kontribusi. PT Kairos Jaya Sejahtera, sebagai kolaborator penyedia peralatan laboratorium, berkesempatan menyampaikan profil perusahaan di hadapan peserta workshop.

Melalui presentasi tersebut, PT Kairos Jaya Sejahtera memperkenalkan berbagai produk unggulan dan layanan yang mendukung riset bioteknologi, mulai dari reagen, instrumen molekuler, hingga perangkat analisis mutakhir. Kehadiran perusahaan ini menegaskan komitmen mereka dalam mendukung dunia pendidikan dan penelitian, khususnya dalam bidang pertanian dan ilmu hayati.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan industri, di mana penyediaan peralatan berkualitas tinggi dapat memperkuat kapasitas riset mahasiswa dan peneliti. Dengan dukungan mitra seperti PT Kairos Jaya Sejahtera, workshop tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga membuka peluang jejaring dan inovasi berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat pencapaian SDGs, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Livak Method in Focus: Data Processing in Gene Expression Workshop

berita Wednesday, 15 April 2026

Setelah sesi pertama yang berfokus pada praktik langsung analisis qPCR, Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melanjutkan Gene Expression Workshop dengan Materi 2: Pengolahan Data Menggunakan Metode Livak. Sesi ini dibawakan oleh Dr. Sc. M. Idris, S.Si., M.Si., yang memberikan penjelasan mendalam mengenai prinsip dasar dan penerapan metode Livak dalam penelitian ekspresi gen.

Metode Livak, atau Double Delta Ct Method, merupakan pendekatan matematis paling umum dalam analisis qPCR. Dr. Idris menjelaskan bahwa tujuan utama metode ini adalah menentukan fold-change ekspresi gen pada sampel perlakuan dibandingkan dengan sampel kontrol. Peserta diajak memahami tahapan perhitungan mulai dari ΔCt (Normalisasi terhadap gen referensi), ΔΔCt (Perbandingan dengan kontrol), hingga Fold Change (2^-ΔΔCt) sebagai hasil akhir untuk menentukan apakah gen mengalami upregulation atau downregulation.

Selain itu, Dr. Idris menekankan pentingnya pemilihan gen referensi yang stabil serta kesesuaian efisiensi amplifikasi antara gen target dan gen referensi. Peserta juga diperkenalkan pada interpretasi hasil, di mana nilai fold change lebih dari 1 menunjukkan peningkatan ekspresi gen, sedangkan nilai kurang dari 1 menunjukkan penurunan ekspresi.

Materi ini memperkuat keterampilan analisis data peserta, melengkapi pengalaman laboratorium dari sesi sebelumnya. Dengan kombinasi praktik dan teori, workshop ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dan peneliti dalam riset bioteknologi, sekaligus mendukung pencapaian SDGs, yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

 

Mengasah Keterampilan Molekuler: Hands-on qPCR dalam Gene Expression Workshop

berita Wednesday, 15 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Gene Expression Workshop dengan materi 1 fokus pada praktik langsung analisis qPCR (Quantitative Polymerase Chain Reaction). Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 9 April 2026 di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6 dan diikuti oleh mahasiswa serta peneliti yang tertarik mendalami teknik molekuler untuk memahami ekspresi gen.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dalam mengoperasikan metode qPCR, sebuah teknologi penting dalam penelitian biologi molekuler yang digunakan untuk mengukur tingkat ekspresi gen secara akurat. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga kesempatan melakukan eksperimen langsung di laboratorium, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman konsep dasar.

Dalam sesi ini, Prof. Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D selaku pemateri, menekankan pentingnya pemahaman teknis qPCR sebagai metode kuantitatif untuk menganalisis ekspresi gen. Peserta diajak mempraktikkan tahapan analisis mulai dari amplification plot, interpretasi Ct value, hingga melt curve analysis untuk memastikan spesifisitas hasil amplifikasi. Selain itu, beliau juga mengingatkan sejumlah hal krusial, seperti penyimpanan reagen dalam kondisi dingin, ketelitian saat pipetting, serta pencegahan gelembung udara pada PCR tube.

Workshop ini tidak hanya memberikan pengalaman laboratorium, tetapi juga memperkuat landasan teoritis dengan merujuk pada penelitian terkini, termasuk karya Prof. Ani dan tim yang menyoroti ekspresi gen terkait ketahanan tanaman terhadap paparan UV-B.

Workshop ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

1234…37

BERITA FAKULTAS

  • Faperta UGM Dukung Ketahanan Pangan Melalui Wiwitan Panen Semangka dan FGD Petani Milenial Sleman
    30/04/2026
  • Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara
    30/04/2026
  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    28/04/2026
  • Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan
    28/04/2026
  • Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026
    28/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju