• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • page. 2
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Fakultas Pertanian UGM dan DPD RI Gelar Seminar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menyelenggarakan Seminar dalam rangka Uji Sahih RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pada Selasa 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghimpun masukan dalam penyempurnaan regulasi yang bertujuan meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi oleh DPD RI tersebut. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 menjadi penting untuk menjawab berbagai tantangan sektor pertanian yang terus berkembang, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga regenerasi petani.

“Fakultas Pertanian UGM siap memberikan kontribusi akademik dan masukan konstruktif dalam penyempurnaan regulasi yang berpihak kepada petani dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujar Jaka Widada.

Anggota Komite II DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., dalam sambutannya menyoroti besarnya potensi pertanian Indonesia sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti alih fungsi lahan, kesejahteraan petani, serta pentingnya regenerasi petani muda. Ia menegaskan bahwa perlindungan dan pemberdayaan petani perlu diperkuat agar sektor pertanian mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa seminar uji sahih ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi legislasi DPD RI melalui penyerapan aspirasi dari berbagai pihak. Menurutnya, masukan dari kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap dinamika sektor pertanian.

“Kami berharap forum ini dapat menghasilkan masukan yang komprehensif sehingga RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani Indonesia,” ungkap Badikenita.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui upaya penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan kesejahteraan dan produktivitas petani; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong kebijakan pertanian yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara DPD RI, Fakultas Pertanian UGM, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Komite II DPD RI Gelar Uji Sahih RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Faperta UGM

berita Friday, 26 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah Seminar Uji Sahih Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, yang diselenggarakan oleh Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada Selasa, 23 Juni 2026 di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI A. Abd. Waris Halid, S.S., M.M., anggota Komite II, akademisi, praktisi, mahasiswa, serta perwakilan petani.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian UGM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya proses uji sahih sebagai wujud komitmen DPD RI dalam menyusun rancangan undang-undang yang responsif terhadap tantangan sektor pertanian nasional. Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita BR Sitepu, S.E., S.H., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi legislasi DPD RI sekaligus upaya memastikan rancangan undang-undang disusun berdasarkan data empiris, kajian akademik, dan kebutuhan nyata petani di daerah.

Tim ahli penyusun RUU, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. dan Prof. Dr. Tavi Supriana, M.Si., memaparkan pokok-pokok naskah akademik yang diarahkan untuk memperkuat keseimbangan antara jaminan lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Urgensi perubahan mencakup isu regenerasi dan kualitas sumber daya manusia, ketimpangan penguasaan serta alih fungsi lahan, serta keterbatasan akses petani terhadap sarana produksi dan pembiayaan. RUU juga menekankan perlunya jaminan sosial, harga dasar minimum, penyuluhan, digitalisasi pertanian, akses pasar, kelembagaan petani, serta dukungan bagi petani muda.

Dalam sesi seminar, sejumlah akademisi menyampaikan pandangan kritis. Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. menekankan perlunya perlindungan yang berfokus pada akses lahan, harga, modal, sarana produksi, asuransi, serta keberpihakan kepada petani kecil. Prof. Dr. Erizal Jamal, M.Si. menyoroti kesenjangan implementasi undang-undang dan pentingnya menempatkan petani sebagai subjek pembangunan melalui penguatan organisasi ekonomi. Sementara itu, Dr. Ir. Budi Widayanto, M.Si. menekankan perlindungan hak, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan yang memperhatikan kerentanan ekonomi, sosial, politik, dan kearifan lokal.

Pandangan lain disampaikan oleh Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P., yang mendorong perubahan paradigma dari kebijakan berbasis bantuan menuju kebijakan berbasis insentif. Menurutnya, petani harus dipandang sebagai penyedia pangan sekaligus penjaga keberlanjutan lingkungan perdesaan. Perwakilan petani millennial, Patrik, turut mengusulkan penguatan hak atas air dan lahan subur, perluasan asuransi, kepastian harga pascapanen, pengendalian impor, serta perlindungan kualitas tanah.

Pada sesi penutup, Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita BR Sitepu, menegaskan bahwa masukan dari akademisi, praktisi, mahasiswa, dan petani akan menjadi bahan penyempurnaan RUU agar lebih implementatif, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan daerah.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui upaya peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pertanian dan ketahanan pangan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui perlindungan terhadap mata pencaharian petani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui peningkatan akses petani terhadap lahan, pembiayaan, dan perlindungan sosial; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan praktik pertanian yang berkelanjutan; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penyusunan regulasi yang partisipatif, berbasis bukti, dan berkeadilan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan petani dalam penyusunan kebijakan publik.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Diskusi Interaktif: Strategi Akreditasi dan Pelepasan Varietas di Fakultas Pertanian UGM

berita Wednesday, 17 June 2026

 

Sesi tanya jawab dalam kunjungan studi banding Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ke Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berlangsung dinamis dan penuh wawasan. Pertanyaan disampaikan oleh Prof. Yusup Hidayat, S.P., M.Phil., Ph.D., Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yang menyoroti dua isu strategis, yaitu persiapan menghadapi akreditasi dan mekanisme pelepasan varietas melalui uji multilokasi, khususnya terkait pendanaan.

Menanggapi hal tersebut, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM memberikan penjelasan komprehensif:

  • Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr. menekankan bahwa strategi menghadapi akreditasi harus berlandaskan pada kesiapan data yang sesuai indikator penilaian. Simulasi penilaian perlu dilakukan agar hasil optimal tercapai, serta prestasi non-akademik mahasiswa tidak boleh diabaikan sebagai bagian dari penilaian holistik.
  • Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. menjelaskan bahwa pelepasan varietas untuk uji multilokasi memang kompleks. Pendanaan di Faperta UGM diperoleh dari universitas, fakultas, maupun mitra eksternal. Beliau menekankan pentingnya membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan dan pihak eksternal untuk mendukung keberlanjutan pendanaan.
  • Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. menambahkan bahwa fokus utama fakultas adalah pemuliaan tanaman hingga menghasilkan galur murni. Setelah itu, varietas dipatenkan melalui BPK sebagai bukti hasil inovasi UGM. Selanjutnya, fakultas menggandeng perusahaan dengan skema royalti atau beli-putus, sebelum melaksanakan uji multilokasi dengan dukungan pendanaan eksternal.

 

Diskusi ini mencerminkan komitmen kedua fakultas dalam memperkuat tridharma perguruan tinggi sekaligus mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pertanian. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Program “PONDASI UAS” untuk Dukung Mahasiswa

berita Wednesday, 17 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa melalui program PONDASI UAS (Program Sarapan Gratis Ujian Akhir Semester). Inisiatif ini menyediakan 200 porsi sarapan gratis setiap hari bagi mahasiswa Fakultas Pertanian yang sedang menempuh Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Akademik 2025/2026.

Program berlangsung pada 9–19 Juni 2026 mulai pukul 06.30 WIB hingga selesai, bertempat di Kantin Sehat Fakultas Pertanian UGM. Mahasiswa yang ingin berpartisipasi cukup menunjukkan kartu ujian sebagai syarat untuk memperoleh sarapan.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Inessya Resort dan KORPAGAMA Faperta UGM, yang bersama-sama berkomitmen meningkatkan semangat belajar sekaligus memperhatikan aspek kesehatan mahasiswa. Kehadiran program PONDASI UAS diharapkan dapat membantu mahasiswa menjaga energi dan konsentrasi selama ujian berlangsung, sekaligus memperkuat budaya kepedulian dan kebersamaan di lingkungan akademik.

Program PONDASI UAS mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa PKP UGM Berkontribusi dalam Pelatihan Mitigasi Perubahan Iklim

berita Wednesday, 17 June 2026

Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut mengambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) melalui pendampingan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Penyuluh Pertanian Swadaya. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 April 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, serta melalui kunjungan lapangan ke Stasiun Klimatologi BMKG DIY dan Rejo Farm, Sleman.

Sebanyak lima mahasiswa PKP UGM, yaitu Adelita Regina Cahyani, Meilany Adi Susilowati, Dewi Sarah Azzahra, Virgie Salsa Dewanty Ansani, dan Afifah Sinta Hayuningrum, turut terlibat aktif dalam mendampingi jalannya pelatihan. Program yang diselenggarakan oleh UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diikuti oleh 30 penyuluh swadaya dari lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pengalaman pengabdian antara dua hingga tiga belas tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pertanian, mulai dari pergeseran musim tanam, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, hingga risiko banjir dan kekeringan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dengan beragam tugas, seperti administrasi peserta, dokumentasi, fasilitasi diskusi, pendampingan narasumber, pembawa acara, hingga evaluasi kegiatan.

Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, manajemen pelatihan, dan hubungan masyarakat. Virgie Salsa Dewanty Ansani menuturkan, “Kesempatan berbincang langsung dengan para penyuluh menjadi pengalaman yang paling berkesan. Cerita yang mereka bagikan membuka wawasan baru mengenai kondisi nyata di lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.”

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber lintas lembaga:

  • Hari pertama: kebijakan pembangunan pertanian menghadapi iklim ekstrem serta analisis proyeksi perubahan iklim oleh BMKG DIY.
  • Hari kedua: emisi gas rumah kaca, teknologi panen air, dan budidaya adaptif bersama BRMP Yogyakarta.
  • Hari ketiga: dampak perubahan iklim terhadap organisme pengganggu tanaman dan ekologi tanah oleh dosen Fakultas Pertanian UGM.
  • Hari keempat: kunjungan lapangan ke BMKG DIY dan Rejo Farm untuk mempelajari teknologi pengamatan iklim dan greenhouse.
  • Hari kelima: materi mengenai Pranata Mangsa dan dinamika kelompok oleh praktisi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah peserta telah mengimplementasikan materi pelatihan, antara lain sosialisasi prakiraan iklim BMKG untuk penentuan waktu tanam, penerapan teknologi irigasi tetes, pembuatan sumur ladang, serta produksi mikroorganisme lokal (MOL) untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Mukhlis Abdullah, penyuluh dari Kulon Progo, menyampaikan bahwa kelompok tani binaannya menyambut positif informasi yang diberikan karena menawarkan solusi praktis dalam menghadapi risiko usaha tani.

Kegiatan pendampingan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, tetapi juga memperkuat kapasitas penyuluh sebagai agen pembelajaran dan pendamping petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Afifah Sinta Hayuningrum, Adelita Regina Cahyani, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Afifah Sinta Hayuningrum dan Adelita Regina Cahyani

 

Prodi EPA Faperta UGM Gelar Agripreneur Expo 2026 sebagai Puncak Mata Kuliah Kewirausahaan

berita Thursday, 4 June 2026

Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar Agripreneur Expo 2026 pada Rabu, 3 Juni 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kegiatan ini menjadi puncak dari mata kuliah kewirausahaan, di mana para praktikan berkelompok untuk membentuk usaha sekaligus melatih penerapan ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara langsung.

Expo ini dirancang sebagai ruang belajar yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga berani mengembangkan ide menjadi usaha yang nyata. Melalui proses praktik tersebut, mahasiswa diajak untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam merespons peluang di sektor pertanian.

Ketua Prodi EPA, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar semangat kewirausahaan mahasiswa terus tumbuh. “Harapannya jiwa entrepreneur terus tumbuh dan menjadi entrepreneur di bidang pertanian,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendidikan di EPA tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pembentukan karakter wirausaha yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian. Sementara itu, Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc., menekankan bahwa dunia kerja saat ini telah mengalami perubahan besar. Menurutnya, mahasiswa yang lulus tidak selalu harus mencari pekerjaan, tetapi juga perlu didorong untuk membuka lapangan kerja.

Kegiatan Agripreneur Expo 2026 dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya menumbuhkan minat entrepreneurship di kalangan generasi muda Indonesia. Proses ini menjadi sarana penting untuk menghubungkan teori dengan praktik, sekaligus membangun keberanian mahasiswa dalam mengambil peran sebagai pelaku usaha muda.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berlatih menjalankan bisnis, tetapi juga belajar mengenali kebutuhan pasar, mengasah kreativitas, dan memperkuat kemampuan kolaborasi. Dengan demikian, Agripreneur Expo 2026 menjadi ajang pembelajaran yang komprehensif bagi calon-calon agripreneur masa depan.

Agripreneur Expo 2026 sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas kewirausahaan generasi muda, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan ide bisnis dan inovasi produk agribisnis, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap lahirnya wirausaha muda yang berpotensi memperkuat sistem pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

KAB Faperta UGM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026 Lewat Subproposal ASAGRI

berita Friday, 29 May 2026

Tim Keluarga Agromina Bahari (KAB) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berhasil lolos Pendanaan PPK Ormawa tahun 2026 dengan subproposal berjudul “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati”. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 21 Mei 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Faperta UGM, sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, KAB mengusulkan Kalurahan Timbulharjo, Bantul sebagai lokasi pengabdian untuk mendorong penerapan sistem budidaya agen pengendali hayati sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.

Keberhasilan KAB dalam memperoleh pendanaan PPK Ormawa 2026 mencerminkan semangat organisasi kemahasiswaan Faperta UGM untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga sebagai motor penggerak pengabdian kepada masyarakat. Program ASAGRI dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi melalui implementasi kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun program secara konseptual, tetapi juga dilatih untuk memahami dinamika masyarakat, membangun kolaborasi, dan menerapkan inovasi pertanian yang bermanfaat secara langsung. Fokus pada agen pengendali hayati menunjukkan kepedulian KAB terhadap sistem budidaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bagi Faperta UGM, keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam program seperti PPK Ormawa merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengetahuan dari kampus ke tengah masyarakat, sekaligus menguji relevansi inovasi pertanian dalam konteks pemberdayaan desa.

Capaian KAB Faperta UGM dalam Pendanaan PPK Ormawa 2026 selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengabdian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen pengendali hayati yang mendukung keseimbangan ekosistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Faperta UGM Kenalkan Prodi S-1 EPA Lebih Dekat Lewat Video Promosi

berita Friday, 29 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan kegiatan pembuatan video promosi Program Studi S-1 Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) pada Selasa, 26 Mei 2026 di lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan prodi EPA secara lebih luas kepada calon mahasiswa melalui media visual yang informatif, menarik, dan mudah diakses.

Produksi video promosi ini dilakukan oleh Unit Media dan Sistem Informasi Faperta UGM dengan melibatkan mahasiswa prodi EPA serta tenaga pendidik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan konten yang tidak hanya komunikatif, tetapi juga mencerminkan karakter akademik dan suasana belajar yang sesungguhnya di lingkungan Program Studi S-1 EPA.

Dalam video promosi ini, Faperta UGM menonjolkan sarana dan prasarana yang dimiliki Program Studi S-1 Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. Pengenalan fasilitas menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran nyata kepada calon mahasiswa mengenai lingkungan pembelajaran yang akan mereka jalani. Berbagai fasilitas penunjang pendidikan diperlihatkan untuk menunjukkan kesiapan prodi dalam mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas. Melalui visualisasi ini, calon mahasiswa diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai ruang belajar, sarana pendukung akademik, serta atmosfer pembelajaran di EPA.

Selain memperkenalkan fasilitas, video ini juga disusun dengan penjelasan yang komprehensif agar calon mahasiswa mendapatkan informasi yang lengkap tentang Prodi S-1 EPA. Konten yang dikemas dalam bentuk video diharapkan mampu menjawab rasa ingin tahu calon pendaftar mengenai bidang keilmuan ekonomi pertanian dan agribisnis, prospek pembelajaran, serta lingkungan akademik di Faperta UGM.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan karena bidang keilmuan ekonomi pertanian dan agribisnis memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, ketahanan pangan, dan sistem pangan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan informasi pendidikan yang mudah diakses dan inklusif. Promosi Prodi S-1 EPA juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan bidang studi yang berkontribusi terhadap pengembangan sistem agribisnis modern dan berkelanjutan. Di samping itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara tenaga pendidik, mahasiswa, dan Unit Media dan Sistem Informasi Faperta UGM dalam pengembangan media promosi pendidikan yang informatif dan inovatif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prodi Teknologi Hasil Perikanan UGM Produksi Video Profil untuk Promosi Akademik

berita Tuesday, 26 May 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan kegiatan pembuatan video profil pada Senin, 25 Mei 2026. Proses pengambilan gambar dilakukan di laboratorium Prodi THP serta selasar Departemen Perikanan, dengan tujuan memperkenalkan keilmuan dan keunggulan prodi kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Indun Dewi Puspita, S.P., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Prodi THP, bersama Ibu Dr. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., serta sejumlah mahasiswa yang berperan sebagai talent. Kehadiran pimpinan dan mahasiswa menunjukkan semangat kolaborasi dalam menampilkan wajah akademik dan inovasi prodi.

Teknologi Hasil Perikanan merupakan salah satu cabang ilmu perikanan yang berfokus pada pengolahan dan pengembangan produk berbasis komoditas perikanan. Melalui pendekatan ilmiah, prodi ini mengajarkan bagaimana bahan dasar dari sektor perikanan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, mendukung ketahanan pangan, serta membuka peluang industri kreatif berbasis sumber daya perairan.

Video profil ini diharapkan menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Prodi THP kepada calon mahasiswa, mitra akademik, maupun masyarakat umum. Selain menampilkan fasilitas laboratorium dan aktivitas mahasiswa, video ini juga menegaskan komitmen prodi dalam mendukung tridharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Dengan adanya video profil ini, Prodi THP meneguhkan perannya sebagai pusat pembelajaran dan inovasi di bidang pengolahan hasil perikanan, sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

UGM Peringkat 1 Pendanaan PKM 2026, Faperta UGM Tampilkan Inovasi Lewat PKM-PM “Tumandur”

berita Monday, 25 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menduduki peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) didanai terbanyak tahun 2026. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 22 Mei 2026. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem akademik UGM terus mendorong lahirnya gagasan kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat.

Di tengah prestasi tersebut, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) turut memberi kontribusi penting melalui karya mahasiswa dalam skema PKM-PM. Salah satu judul yang berhasil menyumbang capaian UGM adalah “Tumandur: Pemberdayaan PKK Kapung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Program ini diketuai oleh Siti Nur Khasanah. Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P. sebagai Koordinator Kemahasiswaan dan PKM Centre Faperta UGM turut mendampingi mahasiswa sebagai wujud nyata peran Faperta UGM dalam menghadirkan inovasi pertanian yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Partisipasi Faperta UGM dalam PKM 2026 menunjukkan konsistensi fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata di lapangan. Melalui PKM-PM “Tumandur”, mahasiswa Faperta UGM mengangkat persoalan pengelolaan limbah organik sekaligus menawarkan pendekatan berbasis teknologi sederhana dan berkelanjutan.

Judul ini menekankan transformasi limbah organik menjadi liquid biofertilizer dengan memanfaatkan Smart Compost Vessel, sebuah gagasan yang mempertemukan teknologi, pemberdayaan keluarga, dan pertanian regeneratif. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Faperta UGM mendorong pengembangan inovasi pertanian yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga menyasar praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Kontribusi Faperta UGM melalui PKM-PM “Tumandur” sangat relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan produktivitas pertanian berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pembelajaran berbasis pemberdayaan, SDG 5: Kesetaraan Gender karena melibatkan kelompok PKK sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan transformasi limbah organik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan potensi ekonomi keluarga berbasis pertanian berkelanjutan,  SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena menumbuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam satu gerakan pemberdayaan. Dengan kontribusi tersebut, Faperta UGM kembali menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

1234…40

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Pertamina Group 2026
    02/07/2026
  • Penutupan WorldVeg Training dengan Kunjungan Petani dan Aktivitas Budaya
    01/07/2026
  • Faperta UGM–WorldVeg Akhiri Pelatihan Plant Health dengan Cocktail Dinner Bernuansa Tradisional
    01/07/2026
  • Faperta UGM–WorldVeg Tutup Pelatihan Plant Health dengan Fokus Seed Health dan IPM
    01/07/2026
  • Day 4 WorldVeg Training 2026: Breeding & Marker-Assisted Selection Perkuat Strategi Pemuliaan Tanaman Tahan Penyakit
    01/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju