• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • kerjasama
Arsip:

kerjasama

AWD Project Jadi Sorotan: UGM dan Sumitomo Perkuat Kolaborasi Internasional

beritakerjasama Thursday, 5 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dan diskusi bersama PT Sumitomo Indonesia dan Sumitomo Corporation Thailand di Joglo Faperta UGM. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pertanian berkelanjutan pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumitomo Corporation, salah satu perusahaan perdagangan umum terbesar asal Jepang dengan jaringan global di lebih dari 66 negara.

Diskusi dihadiri oleh jajaran akademisi UGM, antara lain Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama), Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr.Sc. dan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. (Departemen Tanah), Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian), serta Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D., IPU. (Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan). Dari pihak Sumitomo Indonesia hadir Mattheus Sunaryo, sementara delegasi Sumitomo Thailand terdiri atas Primprima Tansanguan (Senior Executive), Meesak Tanvichian (Senior Manager, DX Leader), dan Vararose Lahachit (Department General Manager).

Topik utama diskusi adalah AWD Project (Alternate Wetting Drying), sebuah teknologi pengelolaan air pada lahan sawah yang terbukti mampu menurunkan emisi gas rumah kaca. Proyek ini telah dijalankan sejak 2025 melalui kolaborasi PT Sumitomo Indonesia, UGM, dan Pemerintah Kabupaten Kediri, dengan hasil yang positif. Dalam pertemuan ini, Sumitomo Corporation Thailand menyampaikan ketertarikannya untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi teknologi AWD sebagai langkah awal sebelum diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut di Thailand.

Kunjungan dan diskusi ini memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

 

 

Faperta UGM dan Ibaraki University Inisiasi Kolaborasi MOOC Terkait Perubahan Iklim Global

beritakerjasama Thursday, 5 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus memperkuat jejaring internasionalnya melalui inisiasi kerja sama pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) yang berfokus pada isu perubahan iklim global. Pada Selasa, 3 Februari 2026, Faperta UGM menerima kunjungan resmi dari delegasi Ibaraki University, Jepang, yang diwakili oleh Prof. Makoto Tamura, Ph.D. dan Masaki SEO, Ph.D. Pertemuan strategis ini membahas potensi integrasi keahlian akademik kedua institusi ke dalam platform pembelajaran digital yang dapat diakses secara luas, guna merespons tantangan iklim yang semakin mendesak bagi sektor pertanian di tingkat global.

Pengembangan MOOC ini dirancang untuk menjadi jembatan pengetahuan bagi mahasiswa, praktisi, dan masyarakat umum dalam memahami dinamika mitigasi serta adaptasi perubahan iklim. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar pertukaran materi akademik, tetapi juga upaya menyatukan data riset lintas negara untuk menciptakan solusi inovatif dalam menjaga ketahanan pangan. Melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran daring, kedua universitas berharap dapat memperluas literasi perubahan iklim berbasis riset terkini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan melampaui ruang kelas konvensional.

Melalui penyediaan akses pendidikan berkualitas tinggi mengenai krisis iklim, Faperta UGM berperan aktif dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan lingkungan. Kurikulum yang disusun nantinya akan mengedepankan praktik pertanian berkelanjutan yang mampu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah cuaca ekstrem.

Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen Faperta UGM dalam mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian UGM Sambut Kunjungan UNSOED dalam Upaya Pengembangan Kemitraan Berkelanjutan

beritakerjasama Tuesday, 3 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Kunjungan ini dalam rangka memperkuat kualitas pengelolaan kerja sama serta membahas pengembangan kemitraan strategis antar perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026 bertempat di Joglo Faperta UGM. Pada kesempatan ini, LPPM UNSOED diwakili oleh empat orang delegasi, yaitu Prof. Condro Wibowo, Ph.D., Muhammad Syah Fibrika Ramadhan, S.E., M.E., Enny Dwi Cahyani, S.H., M.H., serta Ashlikhatul Fauddah, S.I.Kom., M.A.

Agenda pertemuan difokuskan pada pembahasan strategi perluasan kerja sama, praktik terbaik dalam pengelolaan kemitraan, serta penguatan aspek keberlanjutan kerja sama antar institusi. Diskusi dilaksanakan bersama Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengalaman dan gagasan yang mendukung penguatan jejaring di bidang akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Fakultas Pertanian UGM menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta mendukung pencapaian SDGs melalui kerja sama antar institusi pendidikan tinggi, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian UGM Jalin Kerja Sama Riset dan Hilirisasi Inovasi Agroteknologi dengan PT INASTEK

beritakerjasama Tuesday, 3 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dan PT Inamas Sintesis Teknologi (INASTEK) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang riset, pengembangan, dan promosi hilirisasi produk-produk inovatif di bidang agroteknologi pada Senin, 2 Februari 2026, di Yogyakarta. Dalam perjanjian tersebut, Faperta UGM diwakili oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., sementara PT INASTEK diwakili oleh Direktur Utama, Yosef Adhitya Duta Dewangga. Kerja sama ini berfokus pada dua ruang lingkup utama, yaitu riset dan pengembangan di bidang agroteknologi serta promosi hilirisasi produk-produk inovatif yang dihasilkan melalui kolaborasi para pihak.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PT INASTEK akan menyediakan sumber daya manusia dari kalangan praktisi dan tenaga terampil, serta memanfaatkan jejaring industri yang dimiliki untuk memperkuat pelaksanaan riset dan promosi hilirisasi inovasi agroteknologi. Keterlibatan praktisi diharapkan dapat memberikan perspektif pasar, pemahaman terhadap standar industri, serta informasi mengenai kebutuhan teknologi terkini, sehingga arah riset menjadi lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan pengguna akhir. Selain itu, jejaring industri yang dimiliki PT INASTEK dapat dimanfaatkan sebagai kanal untuk uji pasar, pemetaan mitra distribusi, dan penguatan ekosistem bisnis atas produk-produk inovatif yang dihasilkan. Dukungan ini menjadi faktor penting dalam menjembatani kesenjangan antara hasil riset di laboratorium dengan kebutuhan sektor pertanian dan agroindustri di lapangan.

Dengan adanya kolaborasi ini, Faperta UGM diharapkan semakin memperkuat posisi sebagai fakultas yang unggul dalam riset dan hilirisasi inovasi pertanian, sekaligus mempercepat penerapan hasil riset ke masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Reputasi Faperta UGM sebagai rujukan nasional dalam pengembangan ilmu dan teknologi pertanian akan semakin kokoh melalui karya inovatif yang tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga berwujud produk, model, maupun teknologi yang digunakan oleh petani, UMKM, dan industri.

Melalui skema kerjasama ini turut menujukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan SDGs, antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

​

UGM dan PT Sang Hyang Seri Sepakati Kerja Sama Strategis Pengembangan Pertanian dan Perbenihan

beritakerjasama Tuesday, 30 September 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama serta Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Sang Hyang Seri (SHS), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertanian dan perbenihan nasional pada Kamis, 18 September 2025.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (PPUKS) UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, Direktur Operasi dan Komersial, Ferry, serta jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM, yaitu Dekan Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., Wakil Dekan bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., serta Kepala Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D.

Acara penandatanganan PKS berlangsung di Ruang Venture, Gedung AGLC, Faperta UGM dengan diawali sambutan dan dilanjutkan dengan dua penandatanganan PKS. Pertama, penandatanganan antara PT SHS dengan Wakil Rektor Bidang PPUKS UGM yang mencakup lisensi pengembangan Padi Gamagora 7, produk hasil riset unggulan UGM di bidang pertanian. Kedua, penandatanganan PKS dilakukan antara PT SHS dan Dekan Fakultas Pertanian UGM terkait pelepasan varietas padi baru serta teknologi perbenihan padi yang dikembangkan bersama oleh tim peneliti Fakultas Pertanian UGM dan PT SHS.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menekankan pentingnya perbenihan sebagai fondasi kedaulatan pangan dan keberhasilan budidaya. “Benih menyumbang minimal 50% keberhasilan budidaya, namun petani masih menggunakan benih lama selama bertahun-tahun. Ini menyebabkan hasil pemuliaan baru sulit diadopsi. Oleh karena itu, sinergi dengan UGM sangat penting agar riset dan inovasi dapat disebarluaskan dan digunakan oleh petani melalui penyuluh pertanian,” ujar Adhi.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan peranan penting perbenihan bagi ketahanan pangan nasional. “Produksi pangan dimulai dari benih. Negara yang mampu mengembangkan benih sendiri akan mempertahankan kedaulatan pangan. Kerja sama antara universitas, pemerintah, dan produsen benih menjadi keniscayaan. Kami siap memfasilitasi R&D bersama PT Sang Hyang Seri untuk meningkatkan mutu perbenihan nasional, khususnya padi, dan mengembangkan tanaman lain,” terang Ir. Jaka.

Menambahkan, Wakil Rektor PPUKS UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengapresiasi kerja sama ini sebagai wujud kolaborasi yang sangat penting antara dunia akademik dan industri.  “Kolaborasi ini menjadi dasar pengembangan benih unggulan seperti Gamagora 7 yang telah diuji coba di banyak demplot. Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan benih-benih baru yang membawa kesejahteraan bagi petani. Ketahanan pangan pada akhirnya bergantung pada benih berkualitas, dan kami siap mendukung PT Sang Hyang Seri dalam inovasi dan riset benih baru,” ucap Dr. Danang.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan BUMN dalam mendukung kemandirian pertanian nasional berbasis inovasi dan teknologi. Lebih dari itu, inisiatif ini juga selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 15: Ekosistem Darat. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertanian yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Sosialisasi Riset Kolaboratif bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR)

beritakerjasama Tuesday, 20 May 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi salah satu tuan rumah untuk kegiatan Annual Review ACIAR 2025 yang merupakan bagian dari proyek kerja sama Australia Centre for International Agricultural Research (ACIAR) HORT/2019/164: “Preparedness and Management of Huanglongbing (citrus greening diseases) to safeguard the future of citrus industry in Australia, China and Indonesia”. Annual review ini digelar pada Senin, 5 Mei 2025 di Ruang Venture, Gedung AGLC Lt.6.

Kegiatan annual review ini ditujukan bagi tim peneliti yang berasal dari Fakultas Pertanian UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan New South Wales Department of Primary Industries (NSW DPI Australia), untuk dapat memaparkan hasil dan progres penelitian kolaboratif yang telah dilakukan terkait praktik persiapan dan manajemen dalam industri tanaman jeruk. Pemaparan ini pun disimak secara langsung oleh ACIAR Manager of Horticulture, Dr. Sandra McDougall, dan para project reviewers, yaitu Dr. Bronwyn Walsh dan Ir. Agus Muharam, M.S. Tak hanya itu, para mahasiswa yang terlibat juga turut hadir sebagai audiens.

Kegiatan dimulai dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Beliau menyambut baik kegiatan yang dilakukan dan berharap bahwa riset kolaborasi ini akan membawa dampak baik bagi industri komoditas jeruk di skala internasional.

“Ini adalah waktu yang sangat penting bagi kita untuk terus meningkatkan industri jeruk di Indonesia dan Australia. Lebih jauh, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pengembangan industri jeruk untuk meningkatkan produksi dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik,” terang Jaka.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Mr. Myles Parker dan Dr. Sandra Mcdougall selaku Project Leader dan Manager of Horticulture of ACIAR. Dalam sambutannya, keduanya menggarisbawahi pentingnya hasil penelitian ini untuk mengenalkan teknik manajemen yang tepat dalam budidaya komoditas jeruk di skala industri. Keduanya juga mengingatkan tentang berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani jeruk di masa sekarang dan masa depan. Lebih jauh, mereka juga berharap bahwa kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang akademik dan penelitian dapat terjalin lebih baik setelah kegiatan ini.

“Tentu saja, kami berharap dapat berkolaborasi lebih jauh dengan Indonesia di masa depan,” jelas Parker.

Kegiatan annual review secara resmi dibuka oleh Wakil rektor di bidang Research, Business Development, and Partnership. Dr. Danang Sri Handoko S.Si., M.Sc. Dalam sambutanya, ia menerangkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi suatu kegiatan pertemuan di bidang akademis antar dua negara, Indonesia dan Australia. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen untuk UGM dan ACIAR untuk terus melakukan kolaborasi penelitian di bidang pertanian. Ia juga berharap bahwa kerjasama antara UGM dan ACIAR dapat terus dijaga di masa depan.

Sesi pemaparan diawali oleh presentasi pembuka oleh Dr. Tahir Khursid yang berjudul “Rootstock Importance, Nursery Preparation, and High-Density Field Planting”. Kemudian, dilanjutkan dengan presentasi yang berfokus pada manajemen hama Asian Citrus Psyllid (ACP) pada tanaman jeruk yang dipaparkan oleh Dr. Meena Thakur (NSW DPI), Alan Soffan, Ph.D. (dosen Departemen HPT), Susi Wuryantini, M.P. (mahasiswi S3 Ilmu Pertanian UGM peminatan Ilmu Hama Tumbuhan), dan Haris Setyaningrum, M.Sc. (mahasiswa S3 Ilmu Pertanian UGM peminatan Ilmu Hama Tumbuhan).

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPI), Dr.agr.Ir. Sri Peni Wastutiningsih (Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian), Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Dosen Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis), dan Hanita Athasari Zain, S.P., M.Sc. (Alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian) yang berfokus pada analisis sosial dan ekonomi pertanian. Sebagai penutup sesi pemaparan, Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. (Guru Besar Fakultas Pertanian UGM) selaku Indonesia Project Leader menyampaikan kontribusi mahasiswa di dalam projek kerja sama ini sebagai bentuk upaya mencapai capacity building.

Usai sesi pemaparan, seluruh peserta kegiatan mengikuti kunjungan ke Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM di Kecamatan Berbah, Sleman. Di sana, rombongan diperkenalkan pada berbagai varietas jeruk yang tengah dibudidayakan di dalam greenhouse khusus penangkaran, serta mendapatkan penjelasan langsung mengenai penerapan sistem pertanian sirkular yang menjadi ciri khas PIAT UGM. Kunjungan ini menjadi penutup yang inspiratif sekaligus memberikan gambaran nyata tentang integrasi penelitian, inovasi, dan praktik pertanian berkelanjutan di lingkungan UGM.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengembangkan lebih jauh industri jeruk di Indonesia, Australia dan China. Kegiatan kolaborasi ini juga merupakan upaya Faperta UGM untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Noor Amelia Putri
Editor: Desi Utami

Guna Menunjang Pengembangan SDM Gula, Faperta UGM Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan PT SGN

beritakerjasama Friday, 16 May 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) secara resmi menjalin kerja sama pendidikan pada Jumat, 2 Mei 2025 di Sugar Cane Learning Center, Faperta UGM. Acara dihadiri oleh Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, Bapak Mahmudi selaku Direktur Utama PT SGN, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc. selaku Ketua Senat Faperta UGM, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Dyah Weni Respatie, S.P., M.Si. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan beberapa jajaran staff PT SGN. Kerja sama pendidikan diresmikan dengan penandatanganan MoU yang difokuskan pada program beasiswa pendidikan magister (S2) bagi para karyawan SGN yang ingin melanjutkan studi di bidang pertanian.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., ia menilai kolaborasi antara dunia industri dan akademik menjadi salah satu bagian penting dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia.

“Kami sangat menyambut baik niat dari karyawan SGN yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana di Faperta UGM. Semoga melalui kerja sama ini, kita dapat bersama-sama mendorong kemajuan perkebunan tebu di Indonesia,” imbuh Dekan.

Dengan adanya kerja sama pendidikan ini juga dijadikan sebagai kesempatan dan peluang menciptakan optimalisasi peran Sugar Cane Learning Center sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan di bidang tebu. Dalam sambutannya, Mahmudi selaku Direktur Utama PT SGN menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan terhadap pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Melalui pendidikan yang lebih tinggi, kami sangat berharap karyawan dapat meningkatkan kompetensi, wawasan, dan inovasi dalam pengelolaan industri gula nasional. Minat dari internal perusahaan terhadap program pendidikan berkualitas cukup tinggi, sehingga ini bisa dijadikan sinyal positif untuk semangat belajar dan berkembang bagi masa depan industri tebu nasional,” ujar Mahmudi.

 

Penandatanganan kerja sama pendidikan ini diikuti dengan penyerahan bantuan dari PT SGN berupa satu set perangkat online meeting untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh serta dua unit air purifier sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan dan kesehatan lingkungan belajar di Sugar Cane Learning Center. Kemudian acara dilanjutkan dengan penjelasan program pascasarjana yang disampaikan oleh Dr. Dyah Weni Respatie, S.P., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.

Di sela-sela pemaparan materi program pascasarjana, terlihat antusiasme dari pihak PT SGN yang aktif diskusi maupun tanya jawab, selanjutnya acara ditutup dengan dokumentasi bersama.

Sinergi dan kerja sama pendidikan Faperta UGM dengan PT SGN juga menjadi upaya merealisasikan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Desi Utami

 

Faperta UGM Gandeng Indomaret Kembangkan Model Kemitraan Pertanian Berbasis Pentahelix

beritakerjasama Thursday, 15 May 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan petani dan penguatan sistem pertanian yang inklusif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kali ini, Faperta UGM bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dalam program pemberdayaan ekonomi petani pepaya Callina di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini melibatkan Petani Milenial Sleman (PMS) serta dihadiri oleh Tim Pendamping Faperta UGM dan pihak Indomaret.

Kegiatan pendampingan yang dimulai sejak Januari 2025 ini melibatkan 17 petani anggota PMS dengan tanaman yang telah berumur tiga bulan. Selain petani milenial, program ini juga dirancang untuk melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai upaya mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. Kegiatan pendampingan mencakup tahapan sosialisasi, supervisi, dan monitoring budidaya oleh petani.

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan model kemitraan berbasis pentahelix, yang melibatkan unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah daerah, dan media. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya petani di Sleman, melalui peningkatan produktivitas dan kesejahteraan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Faperta UGM dalam pemberdayaan ekonomi petani serta mendukung regenerasi petani.

Microeconomics Executive Director PT Indomarco Prismatama, Feki Oktavianus, menekankan tingginya permintaan buah di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurutnya, hasil positif dari kemitraan semangka yang dijalankan sejak 2024 menjadi motivasi untuk mengembangkan kemitraan pepaya Callina. Diharapkan kemitraan ini mampu menghasilkan hasil serupa dengan dukungan kolaborasi yang solid antara petani dan Indomaret.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai teknik budidaya pepaya, pengelolaan hama dan penyakit tanaman, serta pengelolaan kesuburan tanah yang dipimpin oleh Koordinator Tim Pendampingan UGM sekaligus ahli Budidaya Pertanian, Dody Kastono, S.P., M.P. Dalam pelaksanaannya, ditemukan beberapa tantangan seperti pengelolaan pemupukan dan drainase, pengendalian gulma dan hama,serta kualitas bibit.

“Periode kritis tanaman pepaya, yakni pada umur 1-3 bulan perlu mendapatkan perhatian dari sisi pengairan. Petani perlu memastikan bahwa pada musim hujan ini tidak ada genangan di lahan, dikarenakan pepaya sensitive terhadap kondisi air yang berlebih,” ujar Doddy.

Tidak hanya itu, pemupukan menjadi tahap krusial, terutama pada umur 1-3 bulan. Konsentrasi pupuk harus disesuaikan agar tidak terlalu pekat. Kombinasi pupuk yang digunakan mencakup NPK Mutiara, NPK Grower, dan Boron dengan dosis berbeda sesuai dengan usia tanaman. Pada usia 2-4 bulan, diberikan NPK Grower dan Boron, sedangkan pada usia 6-8 bulan, digunakan pupuk gabungan yang dilarutkan dalam air dengan wadah 200 L agar suspensi larutan merata sebelum diaplikasikan. Selain itu, diperlukan lubang khusus untuk aplikasi pupuk agar penyerapannya lebih efektif.

Lebih lanjut, Dr. Tri Harjaka, SP, MP, ahli Proteksi Tanaman mengungkapkan, “Persaingan unsur hara antara tanaman papaya dengan gulma, berupa rumput teki, merupakan hal yang serius. Oleh karena itu rumput teki perlu dibersihkan dan mulsa harus dipasang dengan benar”.

Dalam hal kualitas bibit, ditemukan beberapa bibit yang kurang baik saat serah terima. Oleh karena itu, disarankan agar petani tidak menerima bibit yang bermasalah, dan diperlukan berita acara sebagai dokumentasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., dari tim sosial ekonomi menggarisbawahi pentingnya pemahaman sosial-teknis dalam adopsi teknologi di lapangan. Menurutnya, pemberian pengetahuan dan Standard Operasional Prosedur (SOP) saja tidak cukup, karena implementasi di lapangan memerlukan adaptasi sosial oleh petani.

Ke depannya, program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas pendampingan. Diharapkan model kemitraan ini dapat meningkatkan hasil panen serta pendapatan petani, sekaligus menjadi contoh kolaborasi diikuti oleh lebih banyak petani agar bisa meningkatkan produksi dan memberikan dampak kebermanfaatan ekonomi khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sleman.  Upaya ini sejalan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Dyah Woro Untari

 

Tingkatkan Internasionalisasi, Faperta UGM Jalin Kerjasama dengan Ibaraki University pada Bidang Penelitian dan Pendidikan

beritakerjasama Monday, 10 March 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dan Graduate School of Agriculture Ibaraki University (IU), Jepang, menjalin kerja sama strategis dalam program Collaborative Research and Education (CoRE) untuk program Magister melalui skema international cotutelle program. Kerja sama ini resmi ditandatangani dalam Memorandum of Agreement (MoA) pada Jumat, 6 Maret 2025. Selain itu, pertemuan ini juga membahas kerja sama dalam program Double Degree (DD).

Diskusi tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting dari kedua universitas, termasuk Dr. Midori Sakoda, Dr. Yui Takase, Dr. Yuta Toshida, Dr. Nobuo Sakagami, dan Keito Motegi dari Ibaraki University. Selain itu, dari Faperta UGM sebagai tuan rumah, acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Jaka Widada, MP, Ph.D.; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Hadir pula para ketua departemen di Faperta UGM dan kepala program studi magister di Faperta UGM.

“Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan dan penelitian sehingga tercipta kolaborasi jangka panjang yang dapat meningkatkan aktivitas penelitian dan internasionalisasi kedua pihak,” ujar Dekan Faperta UGM.

Program CoRE memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan riset intensif di Jepang dengan bimbingan dari dosen Faperta UGM dan Ibaraki University. Setelah menyelesaikan penelitian, mahasiswa diwajibkan untuk mempresentasikan hasil riset dalam konferensi, menulis tesis dalam bahasa Inggris, dan mengirimkan hasil penelitian ke jurnal akademik. Di akhir program, peserta akan menerima sertifikat CoRE yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM dan Dekan Graduate School of Ibaraki University.

Sementara itu, program Double Degree memungkinkan mahasiswa untuk belajar di kedua universitas dan memperoleh gelar dari UGM serta Ibaraki University. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman riset dalam lingkungan akademik yang berbeda serta memperluas wawasan internasional mereka. memperluas wawasan internasional mereka.

Melalui kerja sama ini, Faperta  UGM dan Ibaraki University berharap dapat mendorong inovasi di bidang pertanian dan bioteknologi serta memperluas jaringan riset internasional bagi mahasiswa Indonesia dan Jepang. Kegiatan ini sekaligus turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

 

 

 

 

Faperta UGM Jalin Kolaborasi 4 Perguruan Tinggi Lewat Kerja Sama Penelitian Kekebalan Tanaman Tropis

beritakerjasama Monday, 24 February 2025


Pada Kamis, 20 Februari 2025, telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), College of Agriculture, Ibaraki University, Jepang, Fakultas Pertanian Universitas Udayana (FP UNUD), dan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (FST UNISA). Kerja sama ini berfokus pada penelitian mengenai kekebalan tanaman tropis dalam menghadapi berbagai patogen dan kondisi lingkungan yang menantang.


Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang mekanisme kekebalan tanaman tropis serta mengembangkan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit. Dengan penelitian bersama, diharapkan hasilnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tropis serta mendukung ketahanan pangan global.
“Kerjasama ini merupakan kerjasama strategis yang memadukan sumber daya dari empat universitas yakni Ibaraki University, UNISA, UNUD, dan UGM yang bertujuan untuk merespon isu strategis terkait iklim, keragaman diversitas dan ketahanan komoditas pertanian. Kerjasama ini prospektif untuk menghasilkan berbagai temuan yang tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga menyelesaikan problem pertanian yang sangat kompleks,” jelas Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Faperta UGM.


Dari Faperta UGM sebagai tuan rumah, acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Jaka Widada, MP, Ph.D; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.; Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pemberdayaan Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Hadir pula Kepala Agrotropica Learning Center (AGLC), Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D. serta Kepala Departemen Proteksi Tanaman dan Mikrobiologi Pertanian, dan juga dosen Faperta UGM.
Sementara itu, dari perwakilan dari Ibaraki University, dihadiri oleh Presiden Ibaraki University, Prof. Hiroyuki Ohta, beserta jajaran. Dalam wawancaranya, Prof. Ohta mengungkapkan antusiasmenya untuk bekerja sama dengan institusi pendidikan di Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan.
“Saya sangat senang dapat bergabung dalam upacara ini. Saya yakin kolaborasi ini akan membawa perubahan besar dengan berfokus pada penelitian untuk menemukan solusi atas isu-isu yang ada. Topik penelitian ini sangat penting bagi masa depan kita, sehingga saya sangat mengharapkan perkembangan dari kerja sama ini.” terang Prof. Ohta.
Selain itu, turut hadir Dekan FP UNUD, I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., beserta jajaran. Perwakilan dari FFST UNISA yang hadir antara lain Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D., beserta rombongan, yang turut memberikan dukungan terhadap kerja sama ini.
I Putu Sudiarta, S.P., M.Si., Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, seperti program summer course, winter course, dan double degree, yang telah menghasilkan alumni berkontribusi dalam penelitian perlindungan tanaman dari hama dan penyakit. Ia berharap bahwa implementasi dari kerjasama ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat nyata.
Kolaborasi positif ini juga disambut positif oleh UNISA. Salah satu perwakilan FST UNISA, Dinar Mindrati Fardhani, S.P., M.Biotech., Ph.D. juga menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menangani perubahan iklim.
“Kolaborasi ini memberikan kontribusi yang baik dalam menghadapi permasalahan terkait perubahan iklim melalui penelitian ketahanan tanaman.” tambah Dinar.
Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam memajukan penelitian dan keunggulan akademik, khususnya di bidang pertanian dan ilmu lingkungan. Melalui kemitraan ini, Faperta UGM mewujudkan komitmennya dalam mendorong inovasi yang bermakna, memperkuat kerja sama internasional, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi upaya dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

123…10

BERITA FAKULTAS

  • Menuju Kampus Sehat: Posbindu Faperta UGM Dorong Pencegahan Penyakit Tidak Menular
    06/02/2026
  • Komitmen Jaminan Mutu Faperta UGM: Workshop Pertama Pengajuan Akreditasi LAM PTIP
    06/02/2026
  • Mahasiswa IUC Fakultas Pertanian UGM Ikuti Exposure Program di Xiamen University
    05/02/2026
  • AWD Project Jadi Sorotan: UGM dan Sumitomo Perkuat Kolaborasi Internasional
    05/02/2026
  • Faperta UGM dan Ibaraki University Inisiasi Kolaborasi MOOC Terkait Perubahan Iklim Global
    05/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju