• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 9: Industri
  • SDG 9: Industri
Arsip:

SDG 9: Industri

Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia

Uncategorized Friday, 24 July 2026

Krisis regenerasi di sektor pertanian dan perikanan global tengah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masa depan. Menjawab tantangan besar tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan paparan kunci dalam sesi invited speaker pada pembukaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam presentasi ilmiahnya yang bertajuk “Succession in Global Agriculture and Fisheries: Future Hopes and Challenges“, Prof. Subejo mengupas tuntas urgensi rekonstruksi suksesi (regenerasi) petani dan nelayan, baik di tingkat global maupun nasional. Mengawali paparannya, Prof. Subejo mengingatkan para peserta dari berbagai negara mengenai risiko krisis pangan global yang dipicu oleh badai perubahan iklim, konflik, guncangan ekonomi, serta sistem pangan yang rapuh. Ditambah lagi dengan proyeksi lonjakan populasi dunia yang diperkirakan akan menyentuh angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, kebutuhan produksi pangan pun harus dipacu hingga meningkat sekitar 60%.

Di sisi lain, krisis generasi terus menjadi ancaman dan untuk memutus rantai krisis generasi, Prof. Subejo menegaskan bahwa makna suksesi pertanian harus diperluas. Suksesi tidak lagi sekadar transfer kepemilikan aset dari orang tua ke anak, melainkan juga harus mencakup penumbuhan wirausahawan baru yang lahir dari luar keluarga petani tradisional.

Mengakhiri sesi presentasinya, Prof. Subejo mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global untuk berinvestasi pada masa depan pemuda tani dan nelayan. Melalui gagasan komprehensif tersebut, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi sektor pertanian dan perikanan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas wirausaha muda di sektor agri-fisheries, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan transformasi sektor pertanian, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Pertanian Presisi dan Pertanian Cerdas: Dr. Buddhi Dayananda di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Penggunaan data berskala besar dan pemodelan prediktif kini menjadi pilar krusial dalam merumuskan keputusan strategis di sektor agri-fisheries global. Hal tersebut mengemuka dalam sesi paralel kelas Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang berlangsung secara daring melalui zoom meeting pada Rabu, 8 Juli 2026. Diskusi ilmiah ini berfokus pada integrasi sains data untuk menjawab kompleksitas pengelolaan lanskap pertanian dan perikanan tropis yang kian dinamis.

Narasumber dalam sesi paralel tersebut adalah Dr. Buddhi Dayananda, seorang pakar analitik strategis dan ilmuwan data terkemuka. Dr. Buddhi saat ini beralih profesi sebagai Senior Biometric Consultant pada Data Science Collaborative Research Platform di University of Queensland (UQ), Australia. Menempuh pendidikan doktoral di University of Technology Sydney, beliau memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengelola dan menganalisis dataset multi-sumber guna menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based advice).

Dalam pemaparannya, Dr. Buddhi mengupas tuntas teknik pemrosesan data, desain eksperimental, hingga pemanfaatan alat business intelligence dan kecerdasan buatan untuk efisiensi pelaporan riset pertanian. Beliau membagikan pengalamannya di UQ dalam menyaring dataset berukuran besar, termasuk data time series, uji coba jangka panjang, hingga data spasial dari drone. Implementasi model matematika dan statistik ini dinilai sangat krusial agar hasil riset dari laboratorium dapat diterjemahkan menjadi wawasan praktis yang dipahami oleh para pemangku kepentingan.

Sesi yang dipandu secara virtual ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para mahasiswa mancanegara. Ruang Zoom Meeting dipenuhi dengan diskusi interaktif. Melalui fasilitasi kuliah pakar internasional ini, Fakultas Pertanian UGM membuktikan kontribusi nyatanya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan literasi data riset ini berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer keahlian biometrika mutakhir, serta mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi analitik berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, efisiensi pengelolaan komoditas pangan yang dihasilkan dari akurasi pemodelan data turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Pemanfaatan data spasial dan analitik untuk mendukung pengelolaan lanskap pertanian yang berkelanjutan juga berkontribusi pada SDG 15: Ekosistem Daratan, sementara kolaborasi antaruniversitas dalam program ini menunjukkan komitmen Faperta UGM terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SCA-STAF 2026

Angkat Isu Pertanian di Amerika Serikat, Aidan K. Bobholz Berbagi Wawasan “Smart Agriculture” di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Tuesday, 14 July 2026

Rangkaian kelas intensif dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menghadirkan perspektif global dari para pakar internasional. Pada pelaksanaan hari kedua, Selasa, 7 Juli 2026, antusiasme luar biasa ditunjukkan oleh para peserta saat mengikuti sesi kuliah pagi yang menghadirkan narasumber muda asal Amerika Serikat, Aidan K. Bobholz.  Melalui pemaparan materi mendalam berjudul “Agriculture in America’s Heartland”, ilmuwan agronomi ini berhasil membuka ruang diskusi komparatif yang interaktif mengenai dinamika agribisnis skala luas di wilayah Midwest Amerika Serikat serta penerapan teknologi presisi (precision agriculture) untuk mitigasi risiko iklim.

Aidan K. Bobholz memiliki rekam jejak akademik dan praktis yang sangat kuat di sektor pertanian Amerika Serikat. Saat ini, Aidan tengah menempuh pendidikan pascasarjana dan aktif melakukan riset intensif di Laboratorium Pemuliaan Kedelai Universitas Georgia. Tumbuh besar di lingkungan komunitas agraris di Wisconsin—wilayah yang dikenal sebagai salah satu jantung produksi susu dan pangan utama AS (Heartland)—Aidan telah aktif sejak masa sekolah menengah melalui organisasi kepemudaan pertanian bergengsi, Future Farmers of America (FFA), serta bekerja sebagai pemantau lapangan.

Dalam sesi materi, Aidan mengawali penjelasannya dengan mengenalkan karakteristik lanskap pertanian di Wisconsin yang didominasi oleh perkebunan jagung (mencakup 1,6 juta hektare), kedelai (0,8 juta hektare), serta industri persusuan (America’s Dairyland) yang bernilai hingga 52,8 miliar dolar AS. Sistem usaha tani di wilayah ini umumnya berupa lahan berskala luas milik keluarga yang terintegrasi secara profesional melalui sistem koperasi tani hulu ke hilir.  Namun, di balik skala produksinya yang masif, Aidan menekankan bahwa para petani di kawasan Heartland juga menghadapi tantangan berat abad ke-21 yang serupa dengan wilayah tropis. Beberapa isu krusial yang ia garis bawahi meliputi:

  • Anomali Cuaca Ekstrem: Perubahan iklim yang memicu pola cuaca tidak menentu sehingga mengancam stabilitas hasil panen semusim.
  • Tekanan Ekonomi & Lonjakan Biaya: Melambungnya harga sewa/beli lahan produktif serta tingginya biaya investasi alat mesin pertanian modern.
  • Penyusutan Lahan (Urban Sprawl): Konversi lahan pertanian produktif akibat ekspansi wilayah perkotaan.

Sebagai langkah solutif menuju pertanian berkelanjutan, Aidan membagikan implementasi Precision Agriculture yang diadopsi di AS. Melalui integrasi mekanisasi modern, pemanfaatan data satelit, data sensor tanah, hingga penggunaan varietas unggul hasil pemuliaan yang adaptif iklim, input produksi dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus mengoptimalkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan summer course bersama pakar seperti Aidan K. Bobholz, Fakultas Pertanian UGM terus memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran dan kolaborasi global dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan inovasi sistem pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi pertanian presisi, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan strategi adaptasi dan mitigasi risiko iklim di sektor pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Semarakkan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM Gelar Panen Perdana Melon Hibrida Premium Hasil Inovasi Dosen

berita Friday, 10 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI dengan menggelar panen perdana melon hibrida premium hasil riset internal pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Greenhouse Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM ini menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Acara panen perdana ini dihadiri langsung oleh jajaran rektorat Universitas Gadjah Mada, dipimpin oleh Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. selaku Rektor UGM. Kehadiran jajaran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan penuh terhadap berbagai produk inovasi berbasis riset yang lahir dari kreativitas civitas akademika di lingkungan fakultas.

Salah satu tim dosen pengembang varietas, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pada panen perdana kali ini terdapat 2 (dua) varietas hibrida premium yang dirilis ke publik.

“Dua varietas hibrida premium ini dirancang memiliki keunggulan utama pada cita rasa buah yang sangat manis serta tekstur daging yang renyah (crunchy). Karakteristik ini disesuaikan dengan preferensi pasar buah premium saat ini,” ungkapnya di sela-sela aktivitas petik buah.

Momen petik bersama melon hibrida premium ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan seremonial tahunan fakultas. Lebih dari itu, agenda ini merupakan titik krusial dari proses hilirisasi hasil riset dan inovasi yang dikembangkan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada agar tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat menyentuh masyarakat luas.

Melalui hilirisasi ini, Faperta UGM berharap teknologi budidaya dan varietas benih melon hibrida premium dapat segera diadopsi secara luas oleh petani maupun pelaku industri pertanian di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi kesejahteraan petani. Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan pendapatan petani, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung ketahanan pangan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penyediaan produk hortikultura berkualitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui implementasi hasil riset dan inovasi dalam pendidikan tinggi, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil penelitian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan teknologi budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat adopsi inovasi pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Komitmen Nyata Akselerasi Pendidikan: Faperta UGM terima 45 Mahasiswa Fast Track Semester Gasal 2026/2027

berita Thursday, 9 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat sekaligus meningkatkan mutu pendidikan akademik tinggi. Komitmen ini diwujudkan melalui registrasi mahasiswa baru untuk Program Akselerasi Sarjana-Magister (Fast Track) periode Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.

Faperta UGM tercatat sangat konsisten dalam mengawal dan mengembangkan program Fast Track ini sejak tahun 2022. Program ini dirancang khusus bagi para mahasiswa sarjana (S1) unggulan agar dapat menyelesaikan studi lanjut tingkat magister (S2) secara berkesinambungan dalam waktu yang lebih singkat. Pada Semester Gasal TA 2026/2027 ini, terdapat 45 mahasiswa tangguh yang berhasil lolos seleksi dan diusulkan untuk mengikuti program tersebut.

Distribusi program magister hulu ke hilir mencakup berbagai klaster keilmuan di lingkup pertanian dan perikanan, antara lain:

  • Magister Bioteknologi Sekolah Pascasarjana (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Mikrobiologi Pertanian dan Akuakultur).
  • Magister Agronomi & Magister Pemuliaan Tanaman (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Agronomi).
  • Magister Fitopatologi & Magister Ilmu Hama Tanaman (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Proteksi Tanaman).
  • Magister Ilmu Perikanan (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Akuakultur, Manajemen Sumberdaya Akuatik, dan Teknologi Hasil Perikanan).
  • Magister Ilmu Tanah (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Ilmu Tanah).
  • Magister Ekonomi Pertanian & Magister Manajemen Agribisnis (diikuti oleh mahasiswa dari prodi asal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis).

Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik para mahasiswa, seluruh peserta program Fast Track yang diusulkan pada semester ini mendapatkan dukungan finansial berupa skema beasiswa penuh untuk Semester 1 dan Semester 2. Melalui skema ini, biaya Nilai Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa pada satu tahun pertama dibebaskan sepenuhnya sebelum nantinya melakukan pembayaran mandiri di semester berikutnya.

Dengan kelanjutan program yang masif ini, Faperta UGM berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan akselerasi ini secara optimal untuk menghasilkan inovasi, riset unggul, dan sumber daya manusia berkualitas yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian dan perikanan berkelanjutan. Melalui program ini, Faperta UGM turut berkontribusi dalam pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Reimagining Tropical Farming and Fisheries: Faperta UGM Gelar Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026

berita Wednesday, 8 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi membuka gelaran Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Senin, 6 Juli 2026. Mengangkat tema besar “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation“, program internasional ini dirancang khusus untuk memadukan perspektif lokal dan inovasi modern demi masa depan sektor pertanian dan perikanan tropis yang berkelanjutan.  Opening ceremony yang dipandu oleh Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, M.Sc. menandai dibukanya gelaran SC-STAF tahun ini yang menarik antusiasme luar biasa bagi para peserta. SC-STAF 2026 diikuti oleh 57 peserta yang berasal dari 7 negara, serta didukung oleh 13 pembicara ahli (invited speakers) dari berbagai institusi global terkemuka sepanjang pelaksanaan program.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., dalam opening remarks-nya menyampaikan sambutan hangat sekaligus membuka acara secara resmi. Selanjutnya, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., mewakili Ketua SC-STAF 2026, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., memaparkan secara komprehensif rangkaian pelaksanaan program. Dalam paparannya, ia menjelaskan siklus penyelenggaraan summer course dari tahun ke tahun serta berbagai capaian pembelajaran (learning outcomes) yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program intensif yang berlangsung pada 6–17 Juli 2026 ini mengombinasikan perkuliahan, studi mandiri, kuis harian, serta virtual site learning untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif kepada peserta.

Setelah sesi pembukaan resmi selesai, agenda dilanjutkan dengan sesi Invited Speaker yang menghadirkan dua pakar di bidangnya, yaitu Ms. Vera Ysabel Villa de la Cruz, M.Agr. (Supervising Science Research Specialist, Bureau of Agriculture and Fisheries Standards, Department of Agriculture, Filipina) dan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM). Setelah kedua sesi keynote tersebut berakhir, para peserta langsung mengikuti kelas-kelas intensif untuk mendalami materi teknis sesuai dengan jadwal program.

Melalui SC-STAF 2026, Faperta UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pendidikan internasional, pertukaran pengetahuan, dan penguatan inovasi di bidang pertanian dan perikanan tropis. Program ini berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lintas negara dan peningkatan kapasitas peserta, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan praktik pertanian berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem pertanian dan perikanan yang tangguh terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Opening SC-STAF 2026: Ms. Vera de la Cruz Sampaikan Keberlanjutan Usaha Tani melalui Studi Komparasi Pertanian Organik di Filipina

berita Wednesday, 8 July 2026

Antusiasme luar biasa mewarnai sesi invited speaker pada sesi Opening Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Senin, 6 Juli 2026. Ruang diskusi virtual dipenuhi dengan interaksi dinamis saat pakar standardisasi pertanian asal Filipina, Ms. Vera Ysabel de la Cruz, M.Agr., memaparkan materi bertajuk “The Philippine Experience in Organic Agriculture“.

Dalam paparannya, Ms. Vera menekankan bahwa tantangan pertanian abad ke-21 di wilayah tropis sangatlah kompleks, mulai dari degradasi kualitas tanah, tekanan sumber daya air, hingga penuaan populasi petani. Guna mengatasi hal ini, pertanian organik hadir sebagai salah satu jalur krusial menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Di sisi lain, sistem organik secara signifikan unggul karena memiliki dampak emisi gas rumah kaca (GWP) 35,6% lebih rendah dibandingkan sistem pertanian konvensional.

“Keberlanjutan sebuah sistem usaha tani tidak boleh hanya dievaluasi dari satu indikator kuantitas hasil panen saja, melainkan wajib memperhitungkan indikator multi-variabel seperti perlindungan iklim, keanekaragaman hayati, dan kesehatan tanah jangka panjang,”

Salah satu poin materi yang memantik diskusi paling interaktif adalah strategi Pemerintah Filipina dalam membangun rantai kepercayaan produk organik dari hulu ke hilir. Sifat produk organik merupakan credence attribute, artinya konsumen tidak bisa memverifikasi aspek keorganikan produk hanya dengan melihat penampakan fisiknya saja.  Ms. Vera membagikan pengalaman Filipina yang sukses memperkuat payung hukum lewat Republic Act No. 11511 (Amandemen UU Pertanian Organik). Regulasi ini memperkuat sistem penjaminan mutu melalui dua skema akreditasi di bawah supervisi DA-BAFS.

Hadirnya perspektif komparatif internasional dari Ms. Vera de la Cruz ini mempertegas peran aktif Faperta UGM dalam memfasilitasi transfer pengetahuan global demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui kegiatan ini, Faperta UGM berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pertanian berkelanjutan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis dalam pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem standardisasi dan sertifikasi pertanian organik, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan sistem produksi dan konsumsi pangan organik, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan sistem pertanian dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah, SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan melalui perlindungan kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Pengukuhan Guru Besar Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan: Prof. Dr. Eko Setyobudi Tekankan Pentingnya Data untuk Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan

berita Tuesday, 30 June 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam Bidang Biologi Perikanan dan Kelautan pada Kamis, 25 Juni 2026. Acara pengukuhan berlangsung di Balai Senat UGM dengan pidato berjudul “Biologi Perikanan: Konsep dan Penerapan dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

Dalam pidatonya, Prof. Eko menekankan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan harus berlandaskan pada data biologi yang akurat, detail, dan berkesinambungan. Beliau menyoroti perlunya sistem pengelolaan data perikanan nasional yang kuat, didukung oleh metode sampling yang adaptif dan representatif sesuai karakteristik masing-masing wilayah perairan. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mengambil peran strategis sebagai bagian penting dalam penyediaan data biologi perikanan nasional, sehingga kontribusi akademik dapat langsung mendukung kebijakan publik.

Prof. Eko juga menggarisbawahi urgensi pengembangan portal data nasional berbasis digital yang terbuka, terstandarisasi, dan mudah diakses. Dengan adanya sistem data yang terintegrasi, setiap kebijakan pemerintah maupun pengelolaan perikanan dapat disusun dan diimplementasikan berdasarkan bukti ilmiah yang valid. Hal ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan, menjaga keberlanjutan ekosistem perairan, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia di tingkat global.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Eko, tetapi juga memperkuat komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang perikanan dan kelautan. Kontribusi beliau sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pengelolaan sumber daya perikanan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang biologi perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem data perikanan nasional berbasis digital serta pemanfaatan inovasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah, SDG 14: Ekosistem Laut melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang berkelanjutan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap semakin banyak kontribusi nyata yang lahir dari bidang biologi perikanan dan kelautan, guna mendukung ketahanan pangan, menjaga ekosistem perairan, dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya perikanan di tingkat global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: UGM

 

Lentera DESA Faperta UGM Fasilitasi Agri Training Camp BAPELTAN Jateng untuk Pelajar Purworejo

berita Tuesday, 30 June 2026

Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi sebagai fasilitator pada kegiatan Agri Training Camp (ATC) yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah. Kegiatan ATC batch ini diikuti oleh siswa dan siswi SMA/MA/SMK yang berkolaborasi dengan pondok pesantren di Kabupaten Purworejo.

Dalam kesempatan kegiatan 23 Juni 2026 tersebut, Lentera DESA mengirimkan dua fasilitator untuk mendampingi dan memandu peserta sepanjang sesi. Kehadiran tim Faperta UGM difokuskan untuk mendorong pemahaman tentang kemandirian pangan berkelanjutan dan pentingnya keberlanjutan pembangunan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi dan pendidikan.

Pada sesi yang dibawakan Lentera DESA, peserta diajak mengikuti praktik pembelajaran interaktif yang membahas konsep Agritech Platform. Fasilitator memperkenalkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung manajemen usaha tani, akses pengetahuan, dan jejaring agribisnis. Peserta juga diajak menjadi member aktif Lentera DESA sehingga dapat mengakses sumber belajar dan program pembinaan yang disediakan.

Salah satu fokus praktik adalah pengenalan dan penggunaan Buku Tani melalui platform Lentera DESA. Melalui modul ini, peserta belajar cara mencatat usaha tani secara digital—mulai dari pencatatan kegiatan budidaya, penggunaan input, hingga pemantauan hasil panen—sebagai langkah awal membangun praktik pertanian yang lebih terstruktur dan transparan.

Partisipasi Lentera DESA dalam ATC ini merupakan bagian dari komitmen tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Penyediaan platform pembelajaran digital secara gratis ditujukan untuk memperluas akses pengetahuan pertanian, terutama bagi generasi muda di tingkat menengah yang menjadi calon pelaku pertanian masa depan.

Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 Dorong Ekosistem Inovasi Agro

berita Friday, 26 June 2026

Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 di Eastparc Hotel, Yogyakarta pada Kamis, 11 Juni 2026. Forum ini diawali dengan Opening Ceremony dan Forum Framing yang berlangsung di The Grand Ballroom, Eastparc Hotel, sebagai bagian dari agenda resmi.

Dalam pembukaan, sambutan disampaikan oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama yang menekankan pentingnya forum ini sebagai pusat inovasi. Fokus utama adalah membangun ekosistem inovasi agro dari hulu hingga hilir, dengan benih sebagai kunci keberhasilan budidaya pertanian. Inovasi yang dikembangkan tidak hanya menyentuh aspek pangan, tetapi juga sosial budaya, rantai pasok, ekonomika, dan regulasi.

Dari Kementerian Pertanian, Ibu Ebi Rulianti, S.P., M.Sc. menyampaikan bahwa mempertahankan swasembada pangan lebih sulit dibandingkan mencapainya. Ketersediaan benih padi gogo baru mencapai 50% dari kebutuhan, sementara target produksi padi tahun 2026 ditetapkan sebesar 2,6 juta ton. Untuk jagung pipil, kebutuhan benih sudah terpenuhi, namun kedelai, ubi-ubian, dan kacang-kacangan masih menghadapi kendala. Ia juga menyoroti terbitnya PERPU Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur ruang lingkup perbenihan, sertifikasi varietas lokal, standar SNI, serta sanksi bagi pelanggaran.

Pada sesi Forum Framing, Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P. menegaskan bahwa industri benih memiliki peluang besar dengan proyeksi kenaikan rata-rata 3% pada periode 2026–2034. Rantai nilai perbenihan, mulai dari penyediaan material hingga benih yang ditanam petani, menuntut keterlibatan semua pihak: regulator, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Tantangan yang dihadapi mencakup regulasi, biaya tinggi formulasi, kesenjangan antar-stakeholder, serta isu publik seperti pemalsuan benih dan perubahan iklim.

Forum ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan untuk mendukung ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui forum pertukaran ilmu dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan industri benih nasional yang inovatif dan berdaya saing. Selain itu, pembahasan mengenai sertifikasi benih, standar mutu, dan penguatan rantai nilai perbenihan juga mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara upaya pengembangan benih yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Seluruh inisiatif tersebut diperkuat melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan regulator sebagai wujud implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…12

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa Prodi Ilmu Tanah Raih Prestasi di Leon Essay Competition Forcemi 2026
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Apresiasi Lulusan Terbaik dan Wisudawan Program Fast Track
    24/07/2026
  • Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Wisuda Pascasarjana Periode IV T.A. 2025/2026
    24/07/2026
  • Dua Wisudawan Fakultas Pertanian UGM Raih Beasiswa PMDSU: Peluang Menuju Doktor Unggul
    24/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju