• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 16
Pos oleh :

agusrn

Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode I T.A. 2025/2026

berita Tuesday, 25 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan/Wati Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 25 November 2025 di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro. Sebanyak 149 calon wisudawan dan wisudawati hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum mengikuti prosesi wisuda resmi keesokan harinya.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., yang menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan momen penting sekaligus kesempatan terakhir fakultas untuk memberikan bekal tambahan sebelum para mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana.

“Selama di Faperta, teman-teman telah belajar, bersilaturahmi, dan bertumbuh. Pembekalan ini kami hadirkan sebagai insight sekaligus penguatan agar para calon wisudawan siap menghadapi fase berikutnya, baik dunia kerja maupun studi lanjut,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Faperta UGM menghadirkan pembicara utama Catrapatti Raditya Anuraga, S.T., M.Eng, CEO, Founder, sekaligus Coastal Development Expert dari Sains Reka Eksplorasia (SRX). Mengangkat tema “Blue-Green Economy: Inovasi Berbasis Sains untuk Pertanian, Pesisir, dan Pulau Kecil”, Catrapatti memaparkan pentingnya pengembangan inovasi pertanian yang terintegrasi dengan ekosistem pesisir dan pulau kecil.

Dalam paparannya, Catrapatti menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki garis pantai yang sangat panjang serta potensi ekonomi biru (blue economy) yang besar. Namun, potensi tersebut juga diiringi tantangan yang kompleks, seperti erosi pantai, banjir rob, hingga risiko bencana tsunami. Ia menekankan pentingnya riset, teknik pantai yang tepat, serta kebijakan yang selaras dengan keberlanjutan.


“Kita punya peluang besar di sektor pesisir, tetapi juga risiko tinggi. Karena itu, keputusan besar harus berbasis riset data yang kuat,” tegasnya.

Catrapatti juga mengajak para calon wisudawan untuk menemukan niche atau fokus keahlian yang paling relevan dengan diri mereka. Melalui menti.com, mahasiswa menggambarkan ketertarikan mereka pada berbagai bidang seperti ekologi, sustainable agriculture, agronomi, konservasi, soil mapping, hingga dampak kebijakan. Menurutnya, niche yang tepat akan membantu lulusan bertahan dan berkembang di tengah kompetisi global, terutama pada sektor inovasi pangan dan pengelolaan sumber daya pesisir.

Ia turut menekankan pentingnya membangun jejaring, memperkaya pengalaman riset, serta terbuka pada peluang interdisipliner.
“Temukan teman bertumbuh, tim yang produktif, dan tetap ingat akar keilmuan Anda. Dari ilmu yang dipelajari selama empat tahun, pasti ada yang bisa menjadi fondasi untuk peluang besar ke depan,” ungkapnya.

Dalam konteks pertanian pulau kecil, Catrapatti menyoroti relevansi tema ini dengan berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pertanian lokal di pulau kecil, menurutnya, mampu membuka lapangan kerja baru, menciptakan wirausaha, serta membangun rantai nilai (value chain) yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan pembekalan ini menjadi penutup rangkaian proses akademik mahasiswa sebelum resmi menjadi alumni Faperta UGM. Melalui pembekalan ini, Faperta UGM berharap para lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan pertanian Indonesia yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis sains, serta siap menjawab tantangan masa depan di darat maupun pesisir.

Dengan adanya kegiatan ini, Faperta UGM mencerminkan upayanya dalam keikutsertaan untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan mengarahkan mengenai kehidupan & kebutuhan di dunia kerja sekaligus mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, dan SDG 15; Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Study in Japan Fair 2025

infolowongan Friday, 21 November 2025

Fakultas Pertanian UGM Jalin Kerja Sama dengan SPN Polda DIY untuk Dorong Kampus Hijau

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penandatanganan naskah kerjasama dilakukan pada Senin, 17 November 2025 di Fakultas Pertanian UGM dengan menghadirkan pimpinan kedua institusi.

Kerja sama ini berfokus pada dua agenda utama, yakni program kampus berdampak dan pengembangan kampus hijau. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas ruang gerak tridharma perguruan tinggi bagi akademisi Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan kepolisian.

“Tujuan pertama adalah memberikan fasilitas kepada dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk bisa berkegiatan di lingkungan SPN Selopamioro. Tujuan kedua, bagaimana kampus hijau yang ada di lingkungan SPN nanti bisa didukung oleh Fakultas Pertanian dengan inovasi-inovasi yang dimiliki sehingga dapat menciptakan lingkungan kampus yang hijau, sekaligus mendorong proses pertanian berkelanjutan serta memberikan perspektif baru dan praksis nyata bagi para siswa maupun instruktur dan manajemen SPN” jelas Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D.

Menurutnya, kerja sama ini sangat strategis karena mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Fakultas Pertanian UGM dapat memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sementara SPN Polda DIY memperoleh dukungan akademis dan teknologi pertanian untuk mewujudkan lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan langsung oleh Kepala SPN Polda DIY Kombes Pol. Rusdy Pramana Suryanagara, S.I.K bersama Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Momentum ini menandai awal dari kolaborasi lintas sektor antara akademisi dan aparat kepolisian dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam sistem pendidikan.

Kerja sama ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi akademisi dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus memperluas jejaring internasional. SPN Polda DIY di sisi lain berkomitmen untuk menjadikan kampus hijau sebagai bagian dari pembinaan calon anggota kepolisian, sehingga nilai-nilai keberlanjutan dapat tertanam sejak dini.

Kolaborasi ini dipandang sebagai model sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga kepolisian dalam mewujudkan pendidikan yang berdampak, lingkungan yang lestari, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Kunjungan Edukatif MAN 1 Tuban ke Fakultas Pertanian UGM: Menumbuhkan Semangat Akademik

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tuban dalam rangka kegiatan edukatif dan pengenalan dunia perguruan tinggi kepada siswa-siswi tingkat akhir pada Rabu, 5 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala MAN 1 Tuban, H. Qomaruddin, S.Ag., M.A., yang menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh Faperta UGM. Beliau menekankan pentingnya kunjungan ini sebagai motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Tim Citra Fakultas Pertanian, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., yang sedikit membahas peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi ke-UGM-an yang dibawakan oleh Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si. (Han). Dalam paparannya, beliau menjelaskan sejarah UGM, nilai-nilai dasar universitas, serta jalur masuk yang tersedia bagi calon mahasiswa. Sesi ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan akademik di UGM.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Sulistiowati, S.Si., M.Si., yang membahas informasi terkait beasiswa, program studi di Fakultas Pertanian, serta prospek karier di bidang pertanian. Penjelasan ini membuka wawasan siswa mengenai peluang pendidikan dan profesi di sektor pertanian yang semakin strategis di era global.

Melalui kunjungan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pertanian dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari semangat kolaborasi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan peduli terhadap isu-isu global seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian beberapa indikator Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis: Beny Nabila happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Kenalkan Program Studi dan Fasilitas Unggulan, Faperta UGM Terima Kunjungan SMA Al Azhar 18 Bekasi

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari siswa-siswi SMA Al Azhar 18 Bekasi pada Rabu, 12 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kunjungan edukatif sekolah dalam rangka memperkenalkan dunia perkuliahan serta menumbuhkan motivasi belajar bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dr. Adibayu Prakoso, S.P., selaku perwakilan dari Fakultas Pertanian UGM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan informasi yang bermanfaat bagi para siswa SMA Al Azhar 18 Bekasi.


“Melalui kunjungan ini, kami berharap adik-adik dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kehidupan perkuliahan di UGM, sekaligus memotivasi diri untuk mempersiapkan masa depan pendidikan dengan lebih matang,” ujar Adibayu.

Sementara itu, Ibu Iin Alimatus Sa’diyah, S.Ag., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah SMA Al Azhar 18 Bekasi, mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak Fakultas Pertanian UGM. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan siswa terkait dunia kampus.


“Terima kasih atas kesempatan berharga ini. Kami berharap para siswa dapat belajar banyak hal baru tentang kehidupan perkuliahan, sehingga lebih siap dan mantap dalam menentukan pilihan studi di masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Adibayu Prakoso, S.P. dan Dr. Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., selaku dosen Fakultas Pertanian UGM, memberikan paparan mengenai ke-UGM-an serta pengenalan program studi, fasilitas, jalur seleksi masuk, dan program unggulan yang ada di Faperta. Para siswa juga diperkenalkan dengan enam departemen utama, yaitu Departemen Perikanan, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Departemen Mikrobiologi Pertanian, Departemen Ilmu Tanah, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, dan Departemen Budidaya Pertanian.

Selain itu, para siswa mendapatkan informasi tentang program fast track, kelas internasional (International Undergraduate Class/IUC), serta berbagai program beasiswa dan pertukaran pelajar yang ditawarkan oleh Fakultas Pertanian UGM.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mulai dari prospek karier lulusan Faperta, kesempatan publikasi hasil penelitian mahasiswa, hingga mekanisme pertukaran pelajar dan profil calon mahasiswa yang cocok bagi seorang mahasiswa Faperta UGM.

Suasana semakin semarak dengan adanya games interaktif dan sesi tanya-jawab berhadiah merchandise menarik, yang diikuti dengan penuh semangat oleh para siswa.

Kunjungan ini tidak hanya memperkenalkan Fakultas Pertanian UGM sebagai institusi akademik, tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

 

Faperta UGM Jadi Inisiator Jaringan Internasional Sustainable Coastal Development, Tandatangani Piagam SCD Lab Network di Xiamen, China

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan perannya dalam membangun jejaring internasional melalui keterlibatannya pada Signing Ceremony of the Charter of the Sustainable Coastal Development (SCD) Lab Network yang berlangsung di Xiamen, China pada tanggal 7 November 2025. Acara ini mempertemukan 12 universitas dan lembaga dari enam negara, yang sepakat membentuk jaringan kolaborasi untuk pembangunan pesisir berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Faperta UGM Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. hadir mewakili Faperta UGM sebagai salah satu founding members atau inisiator terbentuknya jaringan SCD. Indonesia diwakili oleh UGM dan IPB University, bersama mitra internasional dari China (FISO sebagai tuan rumah), Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta organisasi non-pemerintah ATSEA (Arafura and Timor Seas Ecosystem Action Programme) yang berbasis di Bali dan berfokus pada ekosistem Arafura.

Dr. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. sebagai korespondensi antara Faperta UGM dan Fujian Institute for Sustainable Ocean (FISO) dan juga dosen di Departemen Perikanan yang baru saja menyelesaikan studinya di Xiamen University menjelaskan bahwa pembentukan SCD Lab Network bertujuan memperkuat kolaborasi negara-negara dengan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut. Fokus utama kerja sama ini, meliputi Pengembangan perikanan berkelanjutan, Penguatan ekonomi pesisir dan pariwisata berkelanjutan, Eksplorasi dan riset terkait sumber daya pesisir, dan Penyusunan kebijakan berbasis sains untuk pengelolaan wilayah pesisir

Acara ini juga diisi dengan sharing session terkait sustainable fisheries yang diikuti oleh para akademisi dan praktisi dari enam negara.

Sesuai piagam yang ditandatangani, kerja sama SCD Lab Network mencakup beberapa ruang lingkup strategis:

  1. Joint research dalam pembangunan pesisir berkelanjutan.
  2. Capacity building melalui program pelatihan, beasiswa, dan kerja sama teknis.
  3. Academic exchange, termasuk workshop, konferensi, dan aktivitas kolaboratif antara fakultas, mahasiswa, dan profesional.
  4. Knowledge sharing serta penguatan science-policy interface untuk mendukung keputusan berbasis ilmiah.
  5. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pesisir.

Sebagai salah satu inisiator, UGM berperan penting dalam membentuk arah kerja sama, membuka peluang riset baru, serta memperkuat kehadiran akademik Indonesia di tingkat internasional.

“Kerja sama ini bukan hanya memperluas jejaring global UGM, tetapi juga memperkuat kontribusi kita dalam pengembangan ilmu pesisir yang berkelanjutan,” jelas Faizal.

Ia menambahkan bahwa kemitraan ini membuka ruang luas untuk knowledge sharing, riset multidisipliner, dan kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan dampak langsung bagi pengembangan sektor pesisir di Indonesia.

Keterlibatan Faperta UGM dalam SCD Lab Network mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra, Faizal Rachman
Editor: Desi Utami

Alumni Fakultas Pertanian Berkontribusi dalam Ekspedisi Tim Patriot di Wilayah Transmigrasi

berita Thursday, 20 November 2025

Mengawali ekspedisi tanpa ekspektasi, Nafeny Nirmala Siwi, alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), menemukan makna pengabdian yang mendalam di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Melalui keterlibatannya dalam program Tim Patriot, ia berperan aktif dalam pemetaan komoditas unggulan di wilayah transmigrasi, sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis pembangunan berkelanjutan yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi bersama perguruan tinggi nasional.

Sabu Raijua, pulau kecil di antara Kupang dan Sumba, menjadi lokasi penugasan Nafeny bersama tim ekspedisi. Perjalanan menuju lokasi bukan hal sederhana: dari pelepasan di Jakarta, transit di Kupang, hingga menyeberang laut selama sepuluh jam menggunakan kapal cepat. “Kami tiba di Sabu tanggal 18 September, setelah berangkat malam sebelumnya dari Kupang,” kenangnya.

Cuaca panas dan lanskap kering menjadi kesan pertama yang langsung terasa. Namun, bukan itu yang membuat pengalaman ini berkesan, melainkan proses mengenali wilayah yang sebelumnya asing dan menyelami potensi yang tersembunyi di dalamnya.

Dalam ekspedisi ini, peserta dibagi menjadi dua tim: pemetaan wilayah dan pemetaan komoditas unggulan. Nafeny tergabung dalam tim kedua, yang bertugas mengidentifikasi komoditas yang dapat dikembangkan di kawasan transmigrasi. “Kami mulai dari pengumpulan data sekunder sejak Agustus, lalu melakukan validasi langsung di lapangan,” jelasnya.

Tantangan terbesar datang dari ketidaksesuaian data. Beberapa dokumen resmi tidak tersedia secara digital, dan data produksi yang ditemukan sering kali tidak akurat. “Kami harus melakukan banyak validasi, termasuk konfirmasi langsung ke dinas pertanian. Ada perbedaan angka yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Di balik dinamika lapangan, ekspedisi ini juga menjadi ruang pembelajaran lintas disiplin yang dipimpin oleh Yumechris Amekan, S.Si., M. Biotech., Ph.D. atau kerap disapa Micky, dosen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM sekaligus Ketua Tim Ekspedisi Patriot di wilayah tersebut. Penunjukan dirinya sebagai ketua tim bukan tanpa alasan, selain berasal dari NTT, ia memiliki pemahaman kultural yang mempermudah komunikasi dan koordinasi di lapangan. “Saya senang bisa mengemban tugas ini. Selain menantang, saya merasa bangga bisa berkontribusi untuk daerah asal saya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ekspedisi ini bukan sebatas kegiatan akademik, melainkan upaya nyata membuka pintu kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan nasional. “Selama ini mereka (masyarakat NTT) lebih banyak bekerja sama dengan universitas lokal seperti Undana (Universitas Nusa Cendana). Kehadiran kami dari UGM membawa perspektif baru dan keahlian lintas bidang, khususnya di sektor pertanian,” jelasnya.

Dengan dana operasional yang cukup besar dan target capaian yang kompleks, tim dituntut untuk bekerja secara sistematis dan bertanggung jawab. “Kami mengelola hampir 470 juta rupiah untuk program ini. Mahasiswa belajar tidak hanya soal teknis lapangan, tapi juga manajemen proyek dan administrasi,” tambahnya.

Sementara itu, bagi Nafeny, program Tim Patriot bukan sekadar proyek jangka pendek. Ia melihat potensi besar untuk keberlanjutan, terutama melalui rencana Beasiswa Patriot yang sempat disinggung dalam pelepasan peserta. “Harapannya, program ini bisa terus berjalan dan membuka peluang bagi daerah transmigrasi untuk berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. “Mahasiswa punya peran strategis untuk mendorong kemajuan wilayah transmigrasi. Kita bisa menjadi jembatan antara data, kebijakan, dan masyarakat.”

Kegiatan Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Nafeny Nirmala Siwi

 

Cerita Tim Patriot Fakultas Pertanian UGM: Menelusuri Potensi Lokal di Sabu Raijua

berita Thursday, 20 November 2025

Sejumlah mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut ambil bagian dalam program nasional Tim Patriot yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi. Program ini bertujuan untuk memetakan potensi komoditas unggulan di berbagai wilayah transmigrasi di Indonesia. Salah satu peserta, Adisa Resti Gestasani, alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2020, membagikan pengalamannya selama menjalankan misi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Adisa mengungkapkan bahwa kondisi geografis Sabu Raijua cukup menantang, dengan iklim yang kering dan suhu yang tinggi. Keterbatasan akses terhadap air bersih menjadi persoalan utama. “Kami harus membeli air dalam tangki, dan harga galon di sini bisa mencapai dua kali lipat dari harga di Jawa,” tuturnya.

Selain itu, harga kebutuhan pokok yang relatif tinggi dan sistem transaksi yang unik, di mana warung-warung kecil hanya menerima nominal kelipatan lima ribu rupiah, menjadi pengalaman baru yang menarik. Meski demikian, Adisa menemukan potensi pertanian yang menjanjikan, seperti bawang sabu dan varietas lokal wola luna pudi. Komoditas ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat setempat, bahkan telah dipasarkan hingga ke Kupang dan Papua.

Sebagai bagian dari Tim Patriot, Adisa dan timnya menjalankan tugas pemetaan potensi ekonomi lintas sektor, meliputi pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga industri lokal. Proses dimulai dengan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan dinas terkait, yang kemudian diverifikasi melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku usaha. “Kami memetakan rantai pasok dan mengidentifikasi desa-desa yang menjadi pusat produksi komoditas unggulan,” jelasnya.

Keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan signifikan dalam pelaksanaan kegiatan. Akses jalan yang belum merata dan keterbatasan jaringan listrik di luar jalan utama berdampak pada mobilitas tim serta distribusi komoditas. “Kami pernah hampir terjatuh saat menuju lokasi petani rumput laut karena kondisi jalan yang berubah drastis dari aspal menjadi pasir,” kenang Adisa.

Di sisi lain, perbedaan bahasa dan gaya komunikasi masyarakat lokal menjadi tantangan tersendiri. “Masyarakat berbicara dengan cepat dan sering menyingkat kata. Saya belajar beberapa kosakata dalam bahasa Sabu, seperti ‘sonde’ yang berarti ‘tidak’,” tambahnya. Interaksi dengan warga setempat menjadi sarana pembelajaran budaya yang memperkaya pengalaman lapangan.

Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech, Ph.D. (Mikcy), selaku Ketua Tim Patriot sekaligus dosen dari Departemen Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, turut membagikan refleksi atas dinamika tim selama program berlangsung. Ia menerapkan gaya kepemimpinan yang santai dan komunikatif. Pengalaman studi di Inggris membentuk pendekatannya yang terbuka. Gaya komunikasi yang tidak terlalu formal mempermudah proses bonding dengan mahasiswa, menciptakan suasana kerja yang produktif dan nyaman.

Ia juga berusaha menjadi “gelas kosong” yang siap belajar dari rekan-rekan mahasiswa dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian. Ia aktif bertanya dan mendalami metode analisis, penyusunan kuesioner, serta pengolahan data dari perspektif ekonomi dan sosial. Menurutnya, perbedaan pendekatan justru memperkaya analisis dan memperkuat kontribusi tim secara keseluruhan.

Menutup wawancara, Micky menyampaikan harapannya agar program ini tidak berhenti di tahap awal. Ia berharap rekomendasi yang telah disusun dapat ditindaklanjuti oleh tim lain atau bahkan oleh tim yang sama. Tujuannya adalah agar daerah seperti Sabu Raijua memiliki potensi yang bisa diangkat, meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya mengubah stigma negatif terhadap NTT dan menjadikannya sebagai garda terdepan Indonesia di wilayah perbatasan.

Ia juga mendorong agar UGM terus mengirimkan mahasiswa-mahasiswa terbaiknya ke daerah-daerah seperti Sabu Raijua, baik melalui program KKN maupun jalur lainnya. “Sabu baru dua tahun lalu dikunjungi KKN, dan belum ada lagi sejak itu. Padahal potensi daerah ini sangat besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Adisa berharap hasil riset Tim Patriot dapat dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, khususnya bagi calon transmigran dan masyarakat lokal. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk menjadikan wilayah seperti Sabu Raijua sebagai objek penelitian akademik. “Potensinya besar, namun referensi ilmiahnya masih terbatas. Sabu Raijua adalah hidden gem yang layak untuk dieksplorasi lebih lanjut,” tutupnya.

Kegiatan ini turut berkontribusi dalam implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Adisa Resti Gestasani

 

Panen Inovasi! Faperta UGM Gandeng Santri Madania Hasilkan Melon Super Manis hingga 19 Brix

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat terus berinovasi dalam pengembangan varietas melon unggulan. Pada tahun kedua pelaksanaan program, kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Santri sebagai Cobreeder untuk Akselerasi Perakitan Melon Unggulan melalui Smart Farming.” Kegiatan panen ini dilaksanakan pada Selasa, 9 September 2025, di Greenhouse Pondok Pesantren Madania, Banguntapan, Bantul. Program ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya dan melibatkan santri Pondok Pesantren Madania sebagai mitra dalam pengelolaan budidaya melon.

Dosen Departemen Budidaya Pertanian, Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa saat ini Faperta UGM telah berhasil menghasilkan lima hibrida F1 atau varietas melon premium unggul baru hasil persilangan antara dua galur berbeda secara genetik. Setiap galur memiliki karakter unggulan, di antaranya (1) tingkat kemanisan tinggi hingga 19 brix, (2) daging berwarna oranye dan hijau dengan warna kulit luar kuning keemasan serta net (jaring pada kulit buah) yang tebal dan rapat, serta (3) umur simpan yang panjang.

Selaras dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., menambahkan bahwa panen kali ini merupakan hasil dari hibrida F1 yang dirakit bersama santri Madania melalui proses partisipatory breeding. Dari berbagai galur yang dikembangkan, salah satunya adalah galur Sembadra yang menghasilkan daging buah berwarna oranye, kulit buah kuning berjaring tebal dan rapat, serta daging buah renyah dan cita rasa khas. Program ini menjadi wujud nyata bentuk pengabdian Faperta UGM dalam pemberdayaan santri sebagai mitra penelitian.

Dari sisi perlindungan tanaman, dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., turut berkontribusi dalam pengelolaan patogen dan vektor penyakit pada melon yang dibudidayakan di Greenhouse Madania. Melalui pendekatan ramah lingkungan, ia menerapkan yellow sticky traps untuk memantau sekaligus mengendalikan kutu kebul (whitefly) yang merupakan vektor virus penyebab penyakit pada tanaman melon.

Sementara itu, salah satu santri sekaligus cobreeder, Wildan, menyampaikan bahwa pendampingan dari Faperta UGM membawa banyak kemajuan dalam pengelolaan greenhouse, mulai dari teknik budidaya hingga peningkatan hasil panen. “Kalau dulu tingkat keberhasilannya hanya sekitar 50%, sekarang sudah bisa mencapai 90–100%. Harapannya, kerja sama ini terus berlanjut agar kami bisa menciptakan varietas melon baru dan semakin baik dalam mengelola greenhouse,” ujarnya.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret Faperta UGM dalam mewujudkan pertanian yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

Penulis: Khasanah Kartika Dewi

Editor: Desi Utami

Dokumentasi:Media Faperta

Business Idea Competition

lowongan Sunday, 16 November 2025

Punya gagasan keren dan ingin berkontribusi nyata untuk masa depan bumi yang lebih baik?

Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Innovative Academy UGM, BLOCK71, dan Innovation Factory menggelar Business Idea Competition bertema “Sustainable Technology for Future Earth” sebagai rangkaian dari Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025.

Kompetisi ini terbuka bagi siswa-siswi SMA/SMK/MA/sederajat serta mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia, terutama kamu yang punya ide bisnis kreatif, ingin menambah pengalaman, dan memperluas jaringan!

Ikuti kompetisinya dan dapatkan:
💡 Coaching class dari BLOCK71 untuk menyusun business proposal
🤝 Relasi dan pengalaman kompetitif yang seru
🏆 Trip ke Singapore’s Global Startup Ecosystem
🗓 Waktu Pendaftaran: 15–25 November 2025
🔗 Daftar sekarang: ugm.id/FormRegistrationBIC
📘 Buku panduan: ugm.id/BukuPanduanBIC

Jangan sampai kelewatan ya!
Indonesian young generation, impactful innovation.

Untuk info lebih lanjut
Tim Program GIK UGM
📞: +6285727360076

1…1415161718…97

BERITA FAKULTAS

  • Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki
    01/04/2026
  • Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology
    01/04/2026
  • Lowongan – Bank BPD DIY
    01/04/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Halal Bi Halal untuk Perkuat Silaturahmi dan Sinergi
    31/03/2026
  • Membuka Lembaran Baru: Kehangatan Syawalan Faperta UGM Perkuat Langkah Menuju Smart Eco-Bioproduction
    31/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju