• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Prestasi
Arsip:

Prestasi

Dua Tim Patriot Fakultas Pertanian UGM Raih Juara Video Pendek Terbaik di Penutupan Ekspedisi Patriot 2025

beritaPrestasi Tuesday, 23 December 2025

Rangkaian kegiatan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025 resmi ditutup dengan penyelenggaraan Lomba Video Pendek. Seluruh tim telah menyelesaikan tugasnya di lapangan, dan sebagai penutup, kreativitas mahasiswa ditampilkan melalui karya video yang merefleksikan pengalaman mereka mendampingi masyarakat transmigrasi.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan perguruan tinggi, termasuk UGM, yang melibatkan mahasiswa dan dosen untuk terjun langsung ke kawasan transmigrasi. Tim ini bertugas melakukan pendampingan masyarakat, pemetaan potensi lokal, serta merancang strategi pemberdayaan ekonomi. Melalui TEP, kampus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab persoalan di lapangan sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah transmigrasi.

Dalam acara puncak, dua tim dari Fakultas Pertanian UGM berhasil meraih penghargaan utama:

  • Juara 1 Video Pendek Terbaik, diterima oleh perwakilan tim, yaitu Yayan Restyandi.
  • Juara 2 Video Pendek Terbaik, diterima oleh perwakilan tim, yaitu Nafeny Nirmalasiwi.

Kedua tim tersebut berada di bawah bimbingan dari Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) dan Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. (Dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, S.H., M.A., bersama Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., pada Jumat, 19 Desember 2025.

Lomba video pendek ini menjadi simbol penutup perjalanan TEP UGM 2025 sekaligus momentum apresiasi atas dedikasi mahasiswa dan dosen dalam mendukung agenda nasional transmigrasi. Prestasi yang diraih mahasiswa Fakultas Pertanian menegaskan peran kampus sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Capaian Tim Ekspedisi Patriot UGM 2025 juga selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Tim iGEM UGM 2025 Kembangkan Vaksin Dengue Berbasis Tembakau: Kolaborasi Multidisipliner untuk Kemandirian Biofarmasi

PrestasiUncategorized Monday, 8 December 2025

Tim iGEM Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional melalui proyek inovatif bertajuk “SALTY (Salt-Activated with TYDV)”, sebuah riset pengembangan vaksin dengue berbasis teknologi Plant Molecular Farming. Proyek ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas fakultas dan semangat mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan global melalui pendekatan bioteknologi.

SALTY merupakan proyek unggulan tim iGEM UGM tahun ini yang memanfaatkan tanaman tembakau sebagai medium produksi protein vaksin dengue. Teknologi Plant Molecular Farming memungkinkan produksi biofarmasi secara efisien dan berbiaya rendah melalui tanaman berdaun lebar, seperti Nicotiana tabacum. “Kami menggunakan bagian replikasi dari virus, bukan keseluruhan virus, sehingga tetap aman dan telah dipikirkan mitigasi risikonya,” jelas Farel, salah satu anggota tim.

Penelitian dilakukan secara intensif di laboratorium dan greenhouse, serta dilengkapi dengan kegiatan edukasi dan diseminasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, termasuk BPOM, BRIN, BPJPH, KKHPRG, dll. Tim juga aktif menjalin kolaborasi dengan tim iGEM dari Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan berbagai negara lainnya.

Tim iGEM UGM terdiri dari mahasiswa dan dosen dari enam fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan (FKKMK), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Biologi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta melibatkan dosen dari luar UGM. “Kami tidak hanya riset di lab, tapi juga mengkomunikasikan sains ke masyarakat agar tidak berhenti pada publikasi proyek,” ujar Assyfa Atha, mahasiswa Profesi Apoteker sekaligus Student Team Leader (STL).

Tim iGEM UGM 2025 terdiri dari beberapa mahasiswa lintas fakultas yang berkolaborasi dalam proyek SALTY. Dipimpin oleh Assyfa Atha sebagai Student Team Leader (Profesi Apoteker), tim ini juga mencakup Farrel Alfaza Marsetyo dan Fauzil Azhiim (Kedokteran Reguler) dan Muhammad Ridwan Adyatama (Kedokteran Hewan), Ruth Grace Sophie (Perikanan), Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus, Nauval Rajwaa Raysendria, Anandita Amalia, Geraldine Yara Amritarashmi, Tan Rendy, Salma Rohmaniah, Erwinda Dwi Chofifah, Shainna Nur Sharfina, dan Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi), Naufal Ahmad Fauzy dan Fahmi Ihsanuddin Jauhari (Profesi Apoteker), Iffah Zakiya Yasmin (Farmasi), serta Farrel Amroe Azhar, Venus Angela Kurniawani, dan Kadek Ninda Nandita Putri (Ilmu Komputer).

Meski masih berstatus sarjana, para anggota tim menghadapi tantangan besar dalam membagi waktu antara kuliah dan proyek. Perbedaan latar belakang disiplin ilmu dan semester menjadi tantangan tersendiri dalam menyamakan persepsi dan membagi beban kerja secara proporsional.

Co-Principal Investigation (Co-PI) 1, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M. Eng., Ph.D., menyampaikan pentingnya dukungan fasilitas riset. “Kami memfasilitasi kegiatan eksperimental di Agro Tropical Learning Center (AGLC), yang menjadi faktor penting dalam kelancaran riset tim,” ujarnya.

Sementara itu, Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. selaku Co-PI 2 menekankan potensi Plant Molecular Farming untuk mendukung kemandirian biofarmasi nasional. “Harapannya Indonesia bisa memproduksi vaksin dan diagnostik dengan harga lebih terjangkau melalui tanaman, serta mencapai swasembada produk biofarmasi,” tuturnya.

Tim iGEM UGM berharap proyek ini dapat berkembang dari skala laboratorium menuju tahap komersialisasi, termasuk uji klinik dan kerja sama dengan sektor swasta maupun pemerintah untuk pendanaan dan distribusi.

Prestasi Tim iGEM UGM 2025 berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Proyek SALTY menjadi contoh nyata bagaimana riset mahasiswa dapat mendukung pembangunan berkelanjutan secara multidimensi.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Medali di PIMNAS 38, Hadirkan Inovasi Berbasis Keberlanjutan

Prestasi Friday, 28 November 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.

Amalisa Putri Defita (Prodi Agronomi, angkatan 2023) berhasil meraih Medali Emas pada kategori Poster dan Medali Perak pada kategori Presentasi dalam cabang Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI).

Tim Amalisa mengusung program yang dapat mendorong kemajuan UMKM, terutama bagi mitra mereka, yaitu Yono Es Puter dan Es Krim. Inovasi ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah berbasis pangan lokal.

Sementara itu, Mutiara Hanum (Prodi Akuakultur, angkatan 2024) juga mengukir pencapaian dengan memperoleh Medali Perunggu pada kategori Poster dalam cabang yang sama, PKM-PI.

Tim Mutiara mempersembahkan inovasi SOLAQUA, sistem aerasi cerdas bertenaga surya yang didukung teknologi IoT. Inovasi ini mawarkan keunggulan dalam memantau kadar oksigen, suhu, pH, hingga kualitas air langsung dari demi ekosistem perairan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Keberhasilan Amalisa dan Mutiara menegaskan peran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM sebagai agen perubahan yang menghubungkan inovasi lokal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkalajutan, seperti SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Dosen Muda Faperta UGM Raih Amabel Fulton APEN Award 2025 di Australia

beritaPrestasi Wednesday, 29 October 2025

Dosen muda Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Diah Fitria Widhiningsih, S.P., M.Sc., berhasil meraih Amabel Fulton APEN Award for Excellence in Extension untuk kategori Young Professional under 35 years old. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Australasia-Pacific Extension Network (APEN) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam bidang penyuluhan pertanian sejak tahun 2018.

Dosen muda yang kerap disapa Fitri  tersebut menerima Penghargaan dalam kegiatan APEN International Conference yang berlangsung pada 14-16 Oktober 2025 di Brisbane, Australia. Ia menjadi salah satu perwakilan muda dari Indonesia yang menampilkan kontribusi nyata dalam pengembangan penyuluhan pertanian di tingkat global.

Selain aktif mengajar dan meneliti di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM, Fitri juga dikenal sebagai pendiri TBM Rumah Ilmu Bercak Pustaka, sebuah komunitas literasi dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis di Sleman, D.I. Yogyakarta. Bersama para relawan, ia menginisiasi berbagai kegiatan edukatif untuk anak-anak, remaja, dan dewasa, dengan pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi pertanian, pengembangan karakter, serta peningkatan soft skills seperti teamwork, leadership, dan communication skills.

Melalui inisiatif tersebut, Fitri sebelumnya juga memperoleh penghargaan serupa di ajang World Water Forum, berkat kontribusinya dalam mengembangkan program edukasi lingkungan dan pertanian berkelanjutan untuk masyarakat.

Pada tahun 2022, bersama tim Bercak Pustaka, ia berhasil memperoleh pendanaan dari Pertamina Foundation sebagai Young Leader. Dalam program tersebut, ia berperan sebagai ketua tim yang mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan limbah rumah tangga dan limbah pertanian dengan melibatkan perempuan di wilayah desanya. Program ini tidak hanya berhasil berjalan dengan baik, tetapi juga terus dilanjutkan oleh generasi muda lainnya meski Fitria kini tengah menempuh studi lanjut di Australia.

Dedikasinya yang panjang dalam dunia penyuluhan membuat dirinya dinominasikan oleh seorang kolega di Australia untuk penghargaan Amabel Fulton Awards, dan akhirnya terpilih melalui proses seleksi yang sangat ketat.

Selama konferensi internasional APEN, Fitria turut mempresentasikan hasil penelitiannya bersama dosen dari University of Queensland terkait kepemimpinan lokal petani pisang, serta memamerkan poster penelitian bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang menyoroti peran gender dalam pengambilan keputusan pada budidaya pisang di Yogyakarta.

“Konferensi APEN memberikan banyak perspektif baru tentang bagaimana kegiatan penyuluhan dilakukan di berbagai negara. Saya juga mendapatkan kesempatan berharga untuk membangun jejaring dengan para peneliti dan praktisi yang memiliki visi yang sama dalam pengembangan penyuluhan pertanian. Dari mereka, saya belajar berbagai pendekatan dan konsep inovatif yang bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Diah Fitria Widhiningsih.

Melalui penghargaan ini, Diah Fitria Widhiningsih tidak hanya mengharumkan nama Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat.

Capaian ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

UGM Raih Juara II Mandaya Awards 2025 Kategori Perguruan Tinggi Negeri

beritaPrestasi Friday, 24 October 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan prestasi nasional dengan meraih Juara II dalam ajang Mandaya Awards 2025 untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, pada Kamis (16/10) di Plaza BP Jamsostek, Jakarta.

Mandaya Awards merupakan bentuk apresiasi terhadap institusi dan individu yang menunjukkan praktik terbaik dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. “Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang kolaboratif dan berakar pada kearifan lokal,” ujar Menteri dalam sambutannya.

UGM meraih penghargaan melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Dusun Gunung Gambar, Desa Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini digagas oleh tim dari Fakultas Pertanian UGM dengan fokus pada pengembangan wisata kopi berbasis partisipasi warga. Inisiatif tersebut dinilai berhasil meningkatkan kapasitas produksi serta memperkuat ekonomi lokal melalui inovasi dalam pemasaran kopi robusta. Pendekatan UGM menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat harus berangkat dari kebutuhan dan potensi riil di lapangan.

Dr. Arie Sujito menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut dan menilai capaian ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan inti dari tridarma perguruan tinggi. Ke depan, UGM berkomitmen untuk memperluas dampak sosial melalui inovasi berbasis riset dan kemitraan lintas sektor. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Program wisata kopi Gunung Gambar melibatkan dosen dan mahasiswa dalam seluruh tahapan, mulai dari pelatihan budidaya, pengolahan pascapanen, hingga promosi digital. Kolaborasi ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan desa. Model kerja yang diterapkan juga menekankan aspek keberlanjutan melalui pendampingan rutin dan peningkatan kapasitas petani muda.

Menurut Arie, keberhasilan program di Gunung Gambar menjadi bukti bahwa riset dan pengabdian dapat berjalan beriringan. UGM akan terus mendorong replikasi praktik serupa di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah dengan potensi lokal yang belum tergarap. Universitas juga berupaya menjadikan setiap kegiatan pengabdian sebagai ruang pembelajaran bersama antara akademisi dan masyarakat. “Kami percaya kampus akan bermakna ketika hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” tuturnya.

Penganugerahan Mandaya Awards 2025 turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia. Ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendorong kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan rakyat. UGM berharap penghargaan ini dapat menginspirasi lebih banyak institusi untuk berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. “Pemberdayaan bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk memperkuat bangsa dari akar rumput,” pungkas Arie.

Program pengembangan wisata kopi Gunung Gambar turut mendukung pencapaian beberapa SDGs, antara lain: SGD 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Triya Andriyani & Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Foto: Dokumentasi DPKM

 

Prestasi Gemilang Lulusan Fast Track Faperta UGM, Lima Wisudawan Raih IPK 4.00

Prestasi Thursday, 23 October 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui para lulusan Program Fast Track yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, 4.00, pada Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Selasa 21 Oktober 2025, bertempat di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kelima wisudawan berprestasi tersebut adalah Amellia Christy Maharani (Ilmu Hama Tanaman), Nurul Aulia Dewi, Erika Ananda Putri, dan Dianya Anugrah Saputri (ketiganya dari Program Studi Fitopatologi), serta Dea Monica Efendi (Ekonomi Pertanian). Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras mahasiswa Program Fast Track Faperta UGM dalam menempuh pendidikan di dua jenjang, sarjana dan magister, dalam waktu yang relatif singkat.

Program Fast Track sendiri merupakan program unggulan yang memungkinkan mahasiswa berprestasi menempuh pendidikan sarjana dan magister secara terintegrasi dalam waktu kurang dari lima tahun. Melalui program ini, mahasiswa dituntut untuk mampu mengatur waktu, menjaga konsistensi belajar, serta aktif melakukan penelitian di bawah bimbingan dosen pembimbing.

Salah satu lulusan berprestasi, Dea Monica Efendi, mengungkapkan bahwa pencapaian IPK sempurna tidak diraih dengan mudah. Ia mengaku harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari manajemen waktu, penyusunan jadwal kegiatan, hingga menyeimbangkan antara kuliah, penelitian, dan penyusunan tesis.

“Dalam prosesnya, saya membuat jadwal mingguan agar waktu bisa terkelola dengan baik. Selain itu, berdiskusi secara rutin dengan dosen pembimbing juga sangat membantu dalam memahami arah penelitian dan penyusunan tesis,” ujar Dea.

Dea juga berbagi tips bagi mahasiswa lain yang ingin meraih hasil maksimal di dunia akademik. “Kuncinya adalah belajar dan mengerjakan tesis sesuai arahan pembimbing, rajin berdiskusi, dan jangan ragu untuk bertanya jika menemui kesulitan. Konsistensi dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.

Pencapaian kelima wisudawan ini menjadi bukti keberhasilan Fakultas Pertanian UGM dalam membina mahasiswa berprestasi melalui pembelajaran yang terintegrasi dan berbasis penelitian. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Faperta UGM dalam mencetak lulusan unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Prestasi ini menunjukkan komitmen Faperta UGM dalam mendorong inovasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berkualitas, sekaligus menjadi kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia unggul dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Mahasiswa Faperta UGM Raih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Plant Protection Day 2025

Prestasi Thursday, 23 October 2025

Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Aprilia Nur Safitri selaku ketua tim, bersama Hapsah Luthfia Rahmawati dan Tri Yella Wahyuni, ketiganya dari Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023 sukses meraih Juara 2 dalam Lomba Cerdas Cermat Plant Protection Day (PPD) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

Kompetisi yang berlangsung pada 26–29 September 2025 ini diikuti oleh 27 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Lomba Cerdas Cermat PPD 2025 menguji kemampuan mahasiswa dalam bidang proteksi tanaman, fitopatologi, dan pengelolaan hama terpadu, sekaligus mendorong semangat akademik dan kolaboratif antar mahasiswa pertanian di Indonesia.

Dalam wawancara, Aprilia Nur Safitri selaku ketua tim menjelaskan bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari strategi belajar yang matang dan kerja sama tim yang solid.

“Proses dan persiapan kami dalam mengikuti lomba LCC PPD dimulai dari mencari tahu informasi lengkap tentang perlombaan, mulai dari timeline, mekanisme, hingga materi yang digunakan. Setelah mendaftar, kami membagi topik-topik belajar agar lebih fokus dan efektif. Kami juga membuat soal-soal latihan dan melakukan sesi tanya jawab bersama setelah kuliah untuk melatih kecepatan dalam menjawab soal. Setelah babak penyisihan, kami menganalisis topik yang paling sering muncul dan mempelajarinya lebih dalam untuk menghadapi babak semifinal dan final,” ungkap Aprilia.

Prestasi ini menunjukkan dedikasi mahasiswa Faperta UGM dalam mengasah pengetahuan dan keterampilan di bidang perlindungan tanaman serta memperkuat semangat kompetitif dalam atmosfer akademik nasional.

Melalui capaian ini, Fakultas Pertanian UGM terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan kompetisi yang berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), seperti SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Mengubah Tantangan Menjadi Prestasi: Kisah Dea Monica Efendi, Lulusan Fast Track Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Thursday, 23 October 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan prosesi wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 21 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian akademik para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di jenjang magister dan doktor. Momentum ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan mahasiswa, tetapi juga mencerminkan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Sebagai bagian dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen menciptakan ekosistem akademik yang mendukung mahasiswa untuk berkembang secara intelektual dan sosial. Melalui program-program inovatif seperti Fast Track, fakultas berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu global dan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Salah satu lulusan yang menarik perhatian dalam prosesi wisuda kali ini adalah Dea Monica Efendi, mahasiswa Program Studi Manajemen Ekonomi Pertanian Angkatan 2023 yang menjadi lulusan terbaik fakultas. Melalui Program Fast Track, Dea berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister secara terintegrasi dalam waktu kurang dari lima tahun.

Dalam wawancara bersama tim media faperta, Dea mengungkapkan motivasinya mengikuti program ini. Menurutnya, Fast Track memberikan peluang untuk memperdalam bidang ilmu yang telah ditekuninya sejak jenjang S1, khususnya ekonomi pertanian, serta meningkatkan kemampuan analisis terhadap isu-isu strategis yang semakin kompleks.

“Program ini sangat efisien, baik dari segi waktu maupun biaya. Saya bisa mendapatkan dua gelar dalam lima tahun, dan pembayaran UKT untuk semester awal S2 digabungkan dengan semester akhir S1. Selain itu, saya merasa tantangan di bidang ekonomi pertanian semakin membutuhkan analisis mendalam, dan lingkungan akademik di fakultas pertanian sangat mendukung kolaborasi dan inovasi,” jelas Dea.

Di balik efisiensi tersebut, Dea juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Beban akademik ganda dan manajemen waktu menjadi aspek penting yang harus dihadapi dengan strategi yang matang. Ia menerapkan skala prioritas dan menyusun jadwal mingguan untuk memastikan setiap tugas akademik dapat diselesaikan tepat waktu.

“Saya biasanya mengerjakan skripsi di dini hari, karena lebih fokus. Malam hari saya gunakan untuk belajar materi S2. Saya juga rutin berdiskusi dengan dosen pembimbing dan teman-teman sesama Fast Track agar proses belajar lebih efisien dan tidak terasa berat,” tambahnya.

Ketekunan Dea tidak hanya tercermin dalam manajemen waktu, tetapi juga dalam komitmennya menjaga integritas akademik. Sebagai penerima Beasiswa KAGAMA Fakultas Pertanian, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan studi dengan baik dan berkontribusi kembali kepada masyarakat.

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga motivasi untuk terus berprestasi. Saya ingin membuktikan bahwa saya layak menerima kepercayaan ini, dan kelak dapat memberikan dampak nyata di bidang pertanian,” ujarnya.

Program Fast Track yang ditawarkan Fakultas Pertanian UGM merupakan bagian dari upaya institusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara khusus, program ini berkontribusi pada: SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor : Desi Utami

 

Prestasi Mahasiswa Faperta UGM di Ajang Internasional: Isa Rahmat Aulia Raih Dua Penghargaan di Pugnator Championship 2025

Prestasi Thursday, 23 October 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan melalui kiprah mahasiswanya di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Isa Rahmat Aulia, berhasil meraih peringkat ketiga dalam dua kategori kompetisi pada ajang Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo Open International Championship 2025, yang diselenggarakan pada 3-5 Oktober 2025 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta.

Kompetisi ini diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari tujuh negara, yaitu Pakistan, Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura, Timor Leste, dan Filipina. Isa tampil gemilang dalam kategori Kyorugi Senior Putra – Kelahiran 2007 ke bawah, kelas 54.01–58 kg dan Poomsae Senior Hijau/Hijau Strip – Taegeuk 2.

Kedua kategori tersebut merupakan bagian dari cabang olahraga taekwondo tingkat internasional yang menuntut ketangkasan, teknik, dan konsistensi tinggi. Atas pencapaian tersebut, Isa menerima dua medali perunggu dan memperoleh insentif prestasi mahasiswa dari Fakultas Pertanian UGM.

Prestasi Isa tidak hanya mencerminkan semangat kompetitif mahasiswa Faperta UGM, tetapi juga menunjukkan bahwa pengembangan karakter dan keterampilan non-akademik menjadi bagian penting dalam pembentukan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Program insentif prestasi mahasiswa merupakan salah satu bentuk dukungan fakultas terhadap pencapaian mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Melalui kebijakan ini, Faperta UGM berharap dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kompetisi nasional dan internasional, serta memperkuat kontribusi institusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

 

Diajeng Nawang: Membawa Semangat Penyuluhan ke Ajang Bergengsi Dimas Diajeng Bantul 2025

Prestasi Friday, 3 October 2025

Nari Nawang Purbamandala, alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), berhasil menorehkan prestasi sebagai Wakil I Diajeng Bantul dalam ajang Dimas Diajeng Bantul 2025. Melalui proses seleksi yang ketat dan penuh tantangan, Nawang tidak hanya memperluas wawasan di bidang pariwisata, tetapi juga menginspirasi mahasiswa lain untuk aktif berkontribusi di luar bidang akademik.

Nawang merupakan alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (Prodi PKP) angkatan 2021. Saat ini, ia aktif merintis bimbingan belajar independen dan masih terlibat dalam penelitian bersama dosen. Keikutsertaannya dalam Dimas Diajeng Bantul berawal dari keinginan untuk belajar hal baru di luar bidang pertanian, khususnya di sektor pariwisata.

“Selama kuliah, saya fokus di pertanian, khususnya sosial ekonomi pertanian. Melalui ajang ini, saya ingin belajar menjadi promotor pariwisata yang mampu mengangkat potensi wisata di Bantul secara efektif,” ungkap Nawang.

Proses seleksi Dimas Diajeng Bantul berlangsung cukup singkat, yakni sekitar dua setengah bulan. Seleksi dimulai dari tahap administrasi, tes tulis, dan wawancara, hingga terpilih 30 pasang finalis. Para finalis kemudian mendapatkan pembekalan materi kepariwisataan, kebudayaan, kelas kecantikan, hingga public speaking, yang dilaksanakan di berbagai desa wisata di Kabupaten Bantul.

Selain pembekalan, para finalis juga diberi tugas membuat video promosi wisata di masing-masing kapanewon. Nawang sendiri mendapat kesempatan mempromosikan Museum Gumuk Pasir dan Mandai Baro di Kapanewon Kretek.

Bagi Nawang, setiap tahapan dalam ajang ini memberikan pengalaman berharga. Namun, momen paling berkesan adalah saat latihan tari untuk tarian pembuka malam grand final.

“Saya bukan berasal dari latar belakang seni, sementara teman-teman lain banyak yang sudah mahir menari atau bermain gamelan. Saya benar-benar harus berjuang ekstra, bahkan sampai lutut biru-biru, demi bisa menyesuaikan gerakan dengan mereka,” kenangnya.

Melalui proses ini, Nawang juga mengenal lebih dalam budaya Bantul, termasuk tarian tradisional Tarimontro yang sebelumnya belum pernah ia ketahui.

Sebagai Diajeng, Nawang bersama rekan-rekannya akan berperan aktif dalam mempromosikan potensi wisata dan budaya di Kabupaten Bantul. Mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata serta berbagai pemangku kepentingan untuk menggali dan mengembangkan potensi wisata di setiap kapanewon.

“Kami akan dibagi penanggung jawab di masing-masing kapanewon untuk menghadiri dan meliput acara wisata maupun budaya. Saya sendiri bertanggung jawab di Kapanewon Sedayu,” jelasnya.

Nawang mengaku sangat terbantu dengan dukungan dari Fakultas Pertanian, baik sebagai mahasiswa maupun alumni. Ia juga mendapatkan apresiasi luar biasa dari teman-teman dan dosen, bahkan tiket grand final yang ia jual ludes diborong oleh para pendukung.

“Saya sangat terharu dengan dukungan teman-teman. Kehadiran mereka di malam grand final menjadi motivasi besar bagi saya untuk tampil maksimal,” ujarnya.

Di akhir wawancara, Nawang membagikan tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti ajang serupa. Menurutnya, kunci utama adalah menjaga tiga hal: Brain, Beauty, dan Behaviour.

“Sebagai duta, kita harus terbuka terhadap pengetahuan baru, menjaga penampilan sesuai situasi, dan yang terpenting, memiliki sikap serta attitude yang baik. Percuma pintar dan cantik jika tidak bisa membawa diri dengan baik,” tutup Nawang.

Keterlibatan Nawang Purwomandala sebagai Diajeng Bantul 2025 tidak hanya menjadi ajang pengembangan diri, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 4: pendidikan berkualitas, SDG 5: kesetaraan gender, SDG 8: pertumbuhan ekonomi lokal, dan SDG 11: pembangunan komunitas berkelanjutan melalui promosi pariwisata dan budaya.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Diajeng Nawang

123…11

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Gunung Madu Plantation
    08/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Serah Terima Jabatan, Perkuat Tata Kelola Akademik
    07/01/2026
  • Serah Terima Jabatan Faperta UGM: Pupuk Kesabaran dalam Dinamika Kepemimpinan
    07/01/2026
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
    07/01/2026
  • Lowongan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
    07/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju