• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • SDG 1: Tanpa Kemiskinan
  • page. 4
Arsip:

SDG 1: Tanpa Kemiskinan

Pengabdian Masyarakat FAPERTA UGM: Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi Produktif di Panti Asuhan Imogiri

berita Wednesday, 20 August 2025

Inovasi kecil yang mampu membawa perubahan besar, baru-baru ini Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Imogiri, Bantul tepatnya di Panti Asuhan Al-Dzikro. Program ini mengangkat tema terkait “Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi di Panti Asuhan Imogiri”. Tujuan pelaksanaan program ini yaitu untuk mendorong kemandirian ekonomi panti asuhan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Tim akademisi dan peneliti yang dipimpin oleh ibu Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. bersama dosen ahli lain serta mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Pertanian. Program pengabdian masyarakat ini telah berlangsung mulai 26 Juli 2025.

Program ini hadir untuk memanfaatkan keberlimpahan sumber daya alam dan potensi yang ada menjadi peluang nyata. Melalui serangkaian pengabdian masyarakat, anak-anak panti Asuhan Al Dzikro diajak untuk mengenal, membudidayakan, dan pengenalan pakan berbahan dasar fermentasi duckweed yang memiliki nutrisi baik untuk pertumbuhan ikan dan ternak. Anak-anak panti Asuhan Al-Dzikro juga diperkenalkan lebih dekat dengan UGM melalui kisah dan pengalaman mahasiswanya. Melalui kegiatan ini harapannya mampu menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi anak-anak untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Inovasi fermentasi duckweed menjadi alternatif pakan ternak dan ikan tidak hanya meningkatkan kualitas pakan dan memperkuat kemandirian pangan, tetapi mampu membuka peluang usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya sebatas pengenalan teknologi maupun inovasi namun mampu meningkatkan kepercayaan diri, rasa kemandirian, dan semangat wirausaha bagi anak-anak panti asuhan. Melalui kolam kecil dan tumbuhan mungil, lahirlah harapan besar bahwa sumber daya lokal mampu menjadi jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi yang kuat oleh tim akademisi, ahli peneliti, dan mahasiswa/i dari Faperta UGM pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, menumbuhkan semangat wirausaha, memupuk kemandirian pangan, dan memperkuat peran panti asuhan sebagai agen perubahan ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Padia Desi Rahmawati
Editor: Agrit Kirana Bunda

Wujudkan Program Kampung Iklim, Mahasiswa KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian Perkenalkan Pembuatan POC POKA pada Warga Margakaca, Lampung Selatan

berita Wednesday, 20 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian periode II tahun 2025 telah berhasil menyelesaikan program pengabdian warga di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tim ini melibatkan mahasiswa yang terbagi ke dalam lima subunit, salah satunya bertugas di Dusun Margakaca. Dusun Margakaca dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan lingkungan yang relevan untuk diatasi melalui penerapan Program Kampung Iklim (ProKlim), sebuah inisiatif nasional yang mendorong keterlibatan warga dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program kerja ini berlangsung pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 dan berfokus pada pembangunan ProKlim yang berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam pelaksanaan ProKlim adalah pengelolaan limbah, terutama limbah organik rumah tangga yang sering kali menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.

Maharani Rahma Suci, mahasiswi Program Studi Ilmu Tanah angkatan 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama dengan anggota sub-unit Dusun Margakaca secara khusus menaruh perhatian pada pengelolaan limbah organik rumah tangga. Mereka berupaya mengedukasi warga tentang pemilahan sampah, pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), serta penerapan metode pengelolaan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap praktik ramah lingkungan yang mendukung pencapaian target ProKlim secara menyeluruh.

Program kerja berjudul “POKA: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga” merupakan salah satu program kerja unggulan untuk mewujudkan ProKlim. POKA adalah pupuk organik cair yang berasal dari limbah organik rumah tangga dan dibuat menggunakan metode ember tumpuk. Kegiatan ini dilaksanakan setelah tim ini melaksanakan berbagai tahapan pelaksanaan program seperti koordinasi dengan pihak Dusun Margakaca, survei kebiasaan warga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, studi literatur, hingga pelaksanaan program POKA. Pelaksanaan program ini dilaksanakan selama 4 hari dari Jumat 18 Juli 2025 hingga Senin, 21 Juli 2025 pada empat RT Dusun Margakaca. Kegiatan ini menghadirkan 15 hingga 30 warga pada masing-masing RT Dusun Margakaca.

“Melalui program KKN ini, kami memperkenalkan pembuatan POKA sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah rumah tangga di Dusun Margakaca,” ujar Maharani. Ia menambahkan, “Kini warga sudah mulai bisa memproduksi pupuk organik cair secara mandiri yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan rumah. Harapannya, ke depan setiap rumah di Dusun Margakaca dapat memproduksi POKA sendiri.”

Warga Dusun Margakaca yang mengikuti kegiatan ini tak sekadar menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POKA). Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan ketertarikan dan kepedulian tinggi terhadap pengelolaan sampah organik secara mandiri.

“Secara pribadi, saya merasa POKA sangat membantu dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Kalau sebelumnya sampah hanya dibakar tanpa dimanfaatkan, sekarang justru bisa memberikan manfaat tambahan. Selain volume sampah berkurang, kami juga bisa memperoleh POC dari hasil pengelolaan tersebut. Menurut saya, akan sangat baik jika setiap rumah bisa memproduksi POKA seperti ini,” jelas Ibu Herna Suhartin, warga Dusun Margakaca.

Di sisi lain, anggota tim sub-unit Dusun Margakaca terjun langsung untuk membuat kelas pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pengelolaan limbah seperti kelas Pilah Sampah, aplikasi pemupukan, hingga pembuatan HORTIVERTI sebagai wadah budidaya tanaman hortikultura di lahan vertikal. Melalui program ini, Maharani bersama timnya berharap dapat membawa dampak dan kontribusi positif yang berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Program KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan demikian, tim KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 berharap agar upaya ini dapat menjadi langkah nyata perwujudan ProKlim dan berkelanjutan.

 

Penulis: Maharani Rahma Suci

Editor: Desi Utami

Foto: Maharani Rahma Suci

 

 

Cerita dari Citta Bulukumba: Gizi Tumbuh dari Laut Kajang

berita Thursday, 14 August 2025

Faridatus Sabilal Khoiriyah, Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), mengubah ikan cakalang menjadi surimi bergizi tinggi sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Kassi, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Tahun 2025 ini tak hanya membantu pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu posyandu, dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si.

Di tangan kreatif Farida, ikan cakalang tak lagi hanya berakhir di wajan goreng atau meja makan sebagai lauk biasa. Melalui program unggulannya yang berjudul “SIPOKOK: Pengolahan Produk Hasil Perikanan dalam Produk Olahan Setengah Jadi (Surimi)”, ia bersama tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025 menghadirkan gebrakan baru untuk pemanfaatan hasil laut yang melimpah di Desa Kassi, Kecamatan Kajang.

Program kerja ini ditujukan pada ibu-ibu posyandu sebagai target utama dengan membawa misi penting yaitu menciptakan alternatif bahan baku bergizi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Surimi dari ikan cakalang yang kemudian dapat diolah menjadi pempek khas Palembang adalah solusi yang menarik. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan stunting dengan memperkenalkan olahan ikan bergizi tinggi yang mudah diterima oleh anak-anak.

“Melalui program kerja ini, kami ingin masyarakat nggak cuma tahu dan suka makan ikan, tapi juga tahu cara mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama dan cocok sebagai bahan baku PMT”, ungkap Farida, sang penggagas..

Wilayah kajang dikenal dengan lautnya yang kaya, namun hasil laut seperti ikan cakalang hanya diolah dengan cara yang itu-itu saja. Padahal, potensi ekonominya luar biasa jika diolah dengan metode yang tepat. surimi – produk olahan setengah jadi dari daging ikan yang memiliki tekstur elastis dan tahan lama menjadi jawaban inovatif atas masalah di atas.

Farida dan tim tidak hanya memaparkan materi tentang apa itu surimi, cara pembuatannya, dan keunggulannya, tetapi juga mengajak peserta untuk praktik langsung cara pembuatannya dan mencoba produk olahannya yang berupa pempek. Antusiasme ibu-ibu posyandu dan petugas kesehatan dari puskesmas luar biasa, salah satu peserta juga mengatakan “baru tahu ada produk namanya surimi dan bisa dijadikan bahan baku pempek. Pempeknya rasanya enak banget apalagi kuah cukonya nagih, mau coba buat di rumah”.

Program ini bukan hanya bicara soal makanan. Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba secara tidak langsung juga mendorong pencapaian beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dengan pendekatan yang tepat sasaran bisa menciptakan dampak besar bagi masyarakat. Surimi bukan hanya soal teknologi pengolahan pangan, tetapi juga pintu menuju pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi gizi, dan kreativitas ibu-ibu desa. Dengan langkah kecil namun bermakna ini, Farida dan timnya membuktikan bahwa KKN bukan sekadar turun ke desa, tetapi ikut menanamkan benih perubahan yang berdampak nyata.

Penulis: Faridatus Sabilal Khoiriyah
Editor: Agrit Kirana Bunda
Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

Sinergi Edukasi dan Pemberdayaan: Upaya Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari dalam Transformasi Pertanian Desa Gubugklakah

berita Tuesday, 12 August 2025

Sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2025 dari Tim Bromo Bestari melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Gubugklakah dan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Kesejahteraan untuk Meningkatkan Potensi Lokal, Pembangunan Kesadaran Ekologis, serta Pergerakan Ekonomi melalui Pengembangan Pariwisata dan Sistem Pertanian Terpadu”. Tim ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Adam Wijaya Sukarno, S.IP., M.Sc. Salah satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Tanah (2022), Sulthon Isma Hanggoro Putra, turut berperan aktif dalam pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan di Dusun Gubugklakah.

Kegiatan KKN-PPM dilaksanakan selama 50 hari dengan beberapa program kerja unggulan di bidang pertanian, antara lain penyuluhan pemanfaatan limbah dapur sayur dan buah sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair menggunakan media ember tumpuk yang berlangsung pada 7 Juli 2025. Selanjutnya, pada tanggal 11 Juli 2025 dilakukan pengelolaan feses dan urin ternak sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan di Desa Gubugklakah serta pembuatan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pada hari yang sama, juga digelar sosialisasi pemahaman terkait manajemen lahan pertanian kepada para petani setempat.

Program-program ini menyasar beragam target masyarakat, mulai dari kader kesehatan, petani, hingga anggota kelompok tani (poktan), dengan tujuan utama memberikan edukasi praktis yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong keberlanjutan pertanian lokal. Meski menghadapi tantangan dalam mengumpulkan warga dan menyampaikan materi secara efektif, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan.

“Kami berharap materi yang kami sampaikan dapat membantu masyarakat desa Gubugklakah dalam mempermudah pengelolaan pertanian dan memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan,” ucap Sulthon, salah satu mahasiswa dari Ilmu Tanah yang turut serta dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Program KKN ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui inovasi pertanian terpadu dan pengembangan potensi lokal desa yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, tim KKN-PPM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Darat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendorong kesejahteraan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan sinergi kemitraan yang berkelanjutan di Desa Gubugklakah.

Penulis: Khasanah Kartika Dewi, Sulthon Isma Hanggoro Putra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari

Cerita dari Citta Bulukumba: Upaya Pengembangan Desa Bahari Berdaya dari Kajang melalui Konservasi, Pemberdayaan Nelayan, dan Edukasi Generasi Muda

berita Tuesday, 12 August 2025

Kelapa merupakan salah satu komoditas alam unggulan di Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Selama tiga hari melakukan observasi, Namira Rismada Sari (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2022), merencanakan untuk mengolah limbah tempurung kelapa menjadi suatu media untuk konservasi terumbu karang. Setelah melakukan riset melalui sosial media dan jurnal, tercetuslah inovasi pengolahan limbah tempurung kelapa menjadi bioreeftek.

Ide ini lahir setelah Namira melakukan riset melalui media sosial dan jurnal ilmiah. Bioreeftek dipilih karena bahan pembuatannya yang sederhana seperti tempurung kelapa, besi hollo/beton bekas, dan campuran pasir juga semen. Program ini merupakan satu dari 13 program interdisipliner tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Citta Bulukumba. Namira sebagai penanggung jawab berkolaborasi dengan 2 kluster lainnya yakni Hayu Sindoro (Ilmu Ekonomi 2022) yang mengkaji potensi pengembangan ekonomi bioeeftek dan Satria Bima Yudha (Teknik Sipil 2022) sebagai perancang fisik juga penanggung jawab alat dan bahan bioreeftek.

Namira dan rekan-rekannya kemudian menyusun konsep ini bersama pemerintah desa agar dapat menjadi inovasi konservasi terumbu karang sekaligus mendukung sektor pengembangan wisata Pantai Batunggulung. Akhirnya setelah berdiskusi panjang antara mahasiswa dan kepala Desa Pantama, disusunlah konsep bahwa satu unit bioreeftek ini dapat diatasnamakan seseorang sebagai bentuk ikut dalam upaya konservasi terumbu karang, yang nantinya namanya diabadikan di setiap unit yang dibeli.

Kegiatan puncak dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 025, di rumah Kepala Dusun Balampangi. Sebanyak 13 nelayan hadir bersama Kepala Dusun dan Kepala Desa Pantama. Acara dibuka dengan pemaparan potensi kenapa dan kondisi laut yang asri, dilanjutkan dengan penjelasan nilai ekonomi bioeeftek, serta demonstrasi pembuatannya.

Selain program konservasi, Namira juga menginisiasi kegiatan edukatif kreatif di SMPN 29 Bulukumba dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang menjadi aksesori gelang. Kegiatan tersebut sejalan dengan tema KKN yang diusung yakni “Penguatan Ketahanan Pangan dan Pariwisata berbasis Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Pertanian dan Perikanan dengan Menerapkan Ekonomi Sirkular di Kelurahan Tanah Jaya dan Desa Pantama, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreasi dan imajinasi siswa-siswi SMPN 19 Bulukumba melalui keterampilan membuat gelang, sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pemasaran hasil karya masing-masing.

Tidak hanya itu, Namira juga memperkenalkan diversifikasi produk olahan perikanan kepada siswa-siswi kelas 3 SDN 100 Centre Kajang melalui pengenalan SURIKAN (Susu Ikan). SURIKAN merupakan produk perikanan hasil hidrolisis enzimatis protein ikan, yang menghasilkan peptida dengan asam amino esensial dan non-esensial lengkap, serta senyawa alami PUFA, EPA, dan DHA.

Pada sektor pemberdayaan nelayan, Namira bersama staff pelabuhan menginisiasi program pengurusan perkapalan bagi kapal–kapal kecil berukuran 6 GT. Ia bersama  staff pelabuhan mendatangi satu persatu rumah nelayan mulai dari kawasan Erangbulan sampai Borca. Namia juga memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya surat kapal ketika melaut dan pengurusan administrasi perkapalan. Kurang dari seminggu, surat kapal dalam bentuk elektronik dan cetak telah diterima nelayan untuk dibawa saat berlayar.

“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh aggota tim KKN–PPM UGM Citta Bulukumba dan masyarakat kecamatan kajang, kita telah berhasil mengukir cerita indah bersama disini. Dengan semua warna yang dituangkan dalam setiap program kerja yang dilaksanakan,” ujar Namira.

Secara keseluruhan setiap program KKN yang telah disusun sejalan dengan tujuan yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Namira Rismada Sari

Editor:  Agrit Kirana Bunda

Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

 

 

 

Edukasi Hijau Anak dan Peluang Ekonomi Baru melalui Pelatihan Terrarium dalam Festival Rakyat Panyingkiran

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Iringan Panyingkiran, di bawah bimbingan apt. Rumiyati, S. Si., M. Si., Ph.D., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) , meresmikan pembukaan gerai UMKM Desa Panyingkiran, dengan menggelar Festival Rakyat, sebuah rangkaian kegiatan kolaboratif selama tiga hari yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu, 25-27 Juni 2025 di RT 4 Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.

Festival ini menjadi wadah sinergi antar mahasiswa dan masyarakat, yang menghadirkan berbagai program kerja tematik dari tiap anggota KKN. Salah satu kegiatan yang menjadi magnet utama pengunjung adalah Pelatihan Pembuatan Terrarium, sebuah mini ekosistem tanaman hias dalam wadah kaca.

“Dengan adanya Festival Rakyat ini, diharapkan menjadi langkah awal penggerak ekonomi desa sekaligus wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk berkembang dan dikenal lebih luas. Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga ruang pertemuan warga dan

promosi produk lokal” Jelas Ageng Sisto Wijoyo (Kehutanan 2022), selaku ketua pelaksana kegiatan Festival Rakyat.

 

Pelatihan pembuatan terrarium awalnya hanya ditargetkan untuk 20 peserta dari kalangan umum, namun justru menarik 33 anak-anak yang antusias ingin belajar membuat terrarium. Tingginya minat menyebabkan peserta dewasa tidak mendapat kesempatan untuk  membuatnya. Bahkan banyak diantara anak-anak yang ingin membuat lebih dari satu terrarium.

“Siapa sangka stand terrarium ini sangat diperebutkan anak-anak dan menjadi salah satu daya tarik pengunjung Festival Rakyat” tutur Yahya Ayas Firdausi (Teknik Biomedis 2022), anggota tim KKN yang membersamai pembuatan Terrarium ini. Terrarium yang dibuat berisi tanaman hias Fittonia, dirangkai secara berlapis menggunakan pasir malang, pasir silika, cocopeat, lumut, dan batu hias. Selain menjadi dekorasi rumah, terrarium ini dikenalkan sebagai inovasi bernilai ekonomi, edukatif, dan ramah lingkungan.

“Diharapkan, terrarium ini tidak hanya menjadi tanaman hias belaka, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak tentang dunia tanaman, sekaligus menjadi inspirasi wirausaha baru bagi masyarakat” tutup Syifa Aulia Aninda (Agronomi 2022), mahasiswa Fakultas Pertanian selaku pemilik program kerja.

Selain menumbuhkan kreativitas, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Tim KKN-PPM UGM Iringan Panyingkiran 2025

Editor: Agrit Kirana Bunda

Dokumentasi : Tim KKN-PPM UGM Iringan Panyingkiran 2025

 

 

 

Aksi Cek pH Tanah: KKN-PPM Tilik Tulakan Jadi Langkah Awal Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tilik Tulakan periode II tahun 2025 berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Tulakan dan Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Tim yang beranggotakan 29 mahasiswa ini dibimbing secara langsung oleh Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Tulakan dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan daerah. Program yang berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2025 tersebut berfokus pada respons terhadap keluhan warga mengenai menurunnya hasil pertanian akibat kondisi tanah yang kurang subur.

Menjawab permasalahan tersebut Almayra Khanza Fahrani (Mikrobiologi Pertanian 2022) bersama mahasiswa kluster agro lainnya melaksanakan kegiatan pengukuran pH tanah di sawah milik warga Dusun Gesingan, Kecamatan Tulakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman tanah yang selama ini diduga menjadi penyebab menurunnya produktivitas padi. Pengukuran dilakukan menggunakan pH meter digital dan indikator manual secara langsung di sawah petani.

“Melihat langsung kondisi sawah di Dusun Gesingan membuat kami lebih memahami tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait keasaman tanah yang berdampak pada hasil panen” ungkap Almayra, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Warga yang hadir turut mengikuti sesi diskusi hasil pengukuran dan mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pH tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah tim menganalisis di sawah dan mengecek pH tanah di beberapa titik, keadaan tanah di sawah dusun gesingan rata-rata memiliki ph 4-5 yang artinya asam. Tim juga memberikan solusi praktis, seperti pemberian kapur dolomit pada tanah yang bersifat asam, serta penambahan bahan organik untuk memperbaiki kualitas tanah.

Salah satu petani, Pak Turikin mengungkapkan keluhannya, “Tanah disini sering menyebabkan padi gagal panen, padi mengalami kopong, dan tidak panen sempurna. Sepertinya karena tidak ada perlakuan khusus yang memperhatikan kesehatan tanah.”

Tim membawa alat pH meter untuk mengecek keadaan di lapangan. Tim juga menghibahkan alat cek pH meter ke petani Dusun Gesingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami kondisi lahannya dan mulai menerapkan langkah-langkah perbaikan demi pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, anggota tim KKN Tilik Tulakan terjun langsung untuk membangun inisiasi berkelanjutan di sektor pertanian seperti pengetahuan mengenai biopestisida, pembuatan kompos, silase, serta pengenalan alat dan mesin canggih untuk petani. Dengan adanya program tersebut, Almayra dan rekan-rekannya berharap bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program KKN-PPM “Tilik Tulakan” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim , serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Almayra Khanza Fahrani

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

 

Sosialisasi Tanaman TOGA Sukses Dilaksanakan: Mahasiswa Interdisipliner Berkolaborasi Edukasi Budidaya TOGA dan Pemanfaatannya di KKN Bromo

berita Monday, 11 August 2025

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN -PPM) Bromo Bestari 2025 Periode II yang dilaksanakan di Kecamatan Wringinanom pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 telah sukses terlaksana dengan baik dan lancar. Pada periode tersebut, Tim KKN PPM Bromo Bestari mengusung beberapa proker besar yang mampu menarik antusias warga dan memberikan pandangan baru bagi audiens. Salah satu proker besar yang dilaksanakan berupa sosialisasi terkait tanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dengan judul Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatan TOGA. Program kerja tersebut diusung oleh dua mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Otniel Thery (Agronomi 2022) dan Nidaul Hasanah (Agronomi 2022) yang berkolaborasi dengan mahasiswa dari Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum, dan Sekolah Vokasi Teknik Mesin.

Program kerja tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengenalkan komoditas TOGA memiliki potensial. Melalui pelaksanaan program kerja tersebut mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di Kecamatan Wringinanom sekaligus memberikan solusi terkait kendala umum dalam kegiatan budidaya.Pemilihan program kerja ditentukan melalui pengamatan dan diskusi bersama ketua kelompok tani Dusun Besuki dan Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Ibu-ibu PKK, dan beberapa pelaku budidaya baik dalam skala pekarangan maupun lahan. Melalui hasil tersebut, Otniel dan Nidaul mengusulkan program kerja berupa introduksi komoditas TOGA yang berpotensi untuk dibudidayakan di Kecamatan Wringinanom, berupa Temulawak dan Daun Mint yang sekaligus mengenalkan beberapa kendala yang umum ditemui seperti pengairan dan hama penyakit. Penjelasan lebih lanjut terkait Temulawak dan Daun Mint dibahas oleh mahasiswa Fakultas Farmasi (Marfa 2022) terkait pengolahan Temulawak dan Daun Mint menjadi produk Gummy Candy, mahasiswa Fakultas Hukum (Fiqa 2022) terkait pemasarannya pada media online shop, dan mahasiswa Sekolah Vokasi (Danindra 2022) terkait instalasi irigasi drip system dalam mengatasi kekeringan.

Program kerja yang dilaksanakan dalam bentuk sosilasi dan praktik langsung berhasil menarik antusiasme audiens. Hal tersebut mampu terlihat melalui interaksi warga selama sesi diskusi dan keterikatan langsung selama pelaksanaan praktik budidaya tanaman TOGA temulawak dan daun mint. “Selama ini kami belum pernah membudidayakan daun mint, sehingga senang dapat mengenal tanaman baru sekaligus mempelajari cara perbanyakannya menggunakan root-up dan teknik budidayanya,” kata Ibu Ismawati selaku petani tanaman TOGA.

Selanjutnya diharapkan melalui program kerja yang diusung dalam pengabdian ini menunjukkan ralisasi pengabdian mahasiswa dan upaya untuk mewujudkan tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

 

Penulis: Otniel Thery

Editor: Desi Utami

 

 

Lentera DESA UGM Warnai Jogja Benih Expo 2025 Bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI

berita Friday, 8 August 2025

Lentera DESA UGM turut meramaikan Jogja Benih Expo 2025 dengan membuka booth yang bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Acara yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 6 dan 7 Agustus 2025, bertempat di Unit Produksi Gading BP3MBTP Yogyakarta dan sukses menarik perhatian berbagai kalangan, dari petani hingga pemerhati pangan.

Expo ini dihadiri oleh tokoh penting seperti Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI dan KGPAA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang turut memberikan semangat dan motivasi bagi para peserta dan pengunjung. Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menegaskan pentingnya kualitas benih sebagai kunci utama untuk mencapai swasembada pangan nasional.

“Swasembada pangan tidak akan tercapai tanpa adanya benih yang berkualitas,” ujarnya, menekankan peran kritis benih dalam ketahanan pangan.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi tentang program dan inovasi Lentera DESA, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kelas pelatihan yang diselenggarakan langsung oleh tim Lentera DESA. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pengunjung yang mengikuti pelatihan dan ikut serta dalam berbagai kegiatan seru seperti games interaktif, doorprize, dan hadiah menarik yang disiapkan khusus untuk para pengunjung.

Acara Jogja Benih Expo 2025 menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk bersinergi dan terus mendorong kemajuan pertanian di Indonesia, serta memastikan ketersediaan benih berkualitas sebagai fondasi utama ketahanan pangan bangsa.

Keikutsertaan Lentera DESA UGM dalam Jogja Benih Expo 2025 merupakan bukti nyata kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kepada masyarakat secara langsung, khususnya dalam mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan ini, Lentera DESA berupaya memperkuat jaringan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya benih unggul serta inovasi dalam sektor pertanian.

Melalui kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Desi Utami

Foto: Lentera DESA

 

Tour de Faculty Pionir Organik 2025, Kenali Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan Interaktif

berita Thursday, 7 August 2025


Rangkaian kegiatan Pionir Organik 2025 di Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) menghadirkan suasana semarak dengan terselenggaranya Tour de Faculty pada Rabu, 6 Agustus 2025. Acara ini dirancang sebagai sarana pengenalan kampus bagi mahasiswa baru angkatan 2025, melibatkan sinergi antara panitia Pionir Organik, Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD), serta Badan Semi Independen (BSI) di lingkungan fakultas.

Organisasi HMD di Faperta UGM terdiri dari IMAGRO (Ikatan Mahasiswa Agronomi), KMSEP (Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), PERMAHAMI (Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi), IMHPT (Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tumbuhan), KMIT (Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah), dan KMIP (Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan) yang mewadahi mahasiswa sesuai bidang keilmuan. Sementara itu, BSI mencakup BEM KM Faperta UGM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM), MPM KM Faperta UGM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM), KAB (Klinik Agromina Bahari), Sansekerta (Sanggar Seni Faperta), Plantagama (Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam), Hollidjon (Holligan Laskar Hardjono Danoesastro), BPPM Primordia (Badan Pengelola Pers Mahasiswa), KMMP (Keluarga Mahasiswa Muslim Pertanian), PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristiani), dan KMK (Keluarga Mahasiswa Katholik). Organisasi-organisasi ini menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, serta nilai spiritual dan sosial mahasiswa.
Tour de Faculty menjadi momentum penting bagi organisasi kemahasiswaan untuk memperkenalkan peran dan kegiatannya secara langsung kepada para mahasiswa baru, yang dikenal sebagai Amarta Muda. Adyatma Tunjung Raharjo (Ekonomi Pertanian Agribisnis 2023), selaku Koordinator Umum Pionir Organik 2025, menuturkan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan dan bangunan Faperta UGM tetapi juga untuk memperkenalkan organisasi mahasiswa, sekaligus menjalin kedekatan dan menarik minat mahasiswa baru untuk aktif berpartisipasi di kemudian hari.

“Tujuan dari kegiatan Tour de Faculty ini yang pertama adalah untuk mengenalkan lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Amarta Muda akan diajak berkeliling ke berbagai pos yang telah disiapkan. Terdapat 15 pos yang merepresentasikan ikon dan bangunan penting di lingkungan Faperta. Tujuan kedua adalah memperkenalkan organisasi mahasiswa yang ada di Faperta, yaitu 6 Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) dan 8 Badan Semi Independen (BSI), serta 1 pos permainan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru dapat lebih memahami lingkungan Fakultas Pertanian UGM dan mengenal lebih dekat organisasi kemahasiswaan yang ada,” jelas Adyatma.

Sinergi antara panitia Pionir Organik, HMD, dan BSI menunjukkan kuatnya komitmen kolektif dalam menyambut generasi baru sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan Tour de Faculty juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran yang inklusif dan adaptif bagi mahasiswa baru. Lebih dari sekadar orientasi, kegiatan ini selaras dengan komitmen Fakultas dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

123456…26

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Mahasiswa Yamagata University
    27/02/2026
  • Perkuat Sektor Marikultur, Fakultas Pertanian UGM dan Woogene B&G Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pengembangan Vaksin Ikan
    27/02/2026
  • Rayakan Kelulusan, Faperta UGM Lepas Wisudawan Terbaik yang Tangguh dan Berdedikasi
    25/02/2026
  • Tuntaskan Studi dalam 3,4 Tahun: Trio Wisudawan Proteksi Tanaman Faperta UGM Cetak Rekor Tercepat
    25/02/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Selenggarakan Purnawisuda Sarjana Periode II TA 2025/2026
    25/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju