• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • page. 10
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Mahasiswa EPA Ikuti Program Innovation Challenge, Tawarkan Ide SAMPAI: Sampah Jadi Nilai

Prestasi Saturday, 2 November 2024


Khosyi Adam Surya Atmaja (Ekonomi Pertanian Agribisnis 2022), bersama kedua rekannya, Aryawijaya Adiyatma (Teknologi Industri Pertanian 2022), Amanda Inkuta Ramadhania (Manajemen 2022) telah mengambil langkah inovatif dalam pengelolaan sampah melalui ide start up mereka, SAMPAI: Sampah jadi Nilai.

Tim ini berhasil mengikuti program Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh Innovation Academy UGM, dengan berfokus pada pengumpulan minyak jelantah dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan menyalurkannya ke pengolah minyak jelantah. Tujuan mereka adalah mendapatkan keuntungan dari selisih margin antara pengumpulan dan pengolahan, sambil turut berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ke depannya, tim SAMPAI akan mengikuti pendampingan intensif selama 8 minggu, mulai dari 12 Oktober hingga 16 November 2024. Selama masa pendampingan ini, mereka mendapatkan berbagai pengetahuan penting, mulai dari riset pasar, pemetaan stakeholder dan konsumen, penyusunan dan pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga ke tahap akhir yakni pitching dan berjejaring.

Khosyi mengungkapkan bahwa ide SAMPAI berasal dari lomba sebelumnya, di mana mereka sudah bekerja pada proyek pengelolaan sampah namun merasa lingkupnya tersebut terlalu luas. Sehingga kemudian diputuskan untuk membuat usaha yang berfokus pada pengolahan minyak jelantah, yang dianggap memiliki permintaan serta memiliki dampak yang lebih spesifik.
Ia berharap pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan masa depan, serta menjadi langkah awal yang penting dalam membangun startup SAMPAI agar dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas.
“Semoga kami bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga dari program ini, dan semoga startup SAMPAI dapat berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi banyak orang.” ujar Khosyi.
Partisipasi Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM ke dalam Innovative Challenge menjadi salah satu komitmen untuk mencapai tujuan SDGs antara lain, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Kisah Henra, Mahasiswa Fast Track S2-S3 Fakultas Pertanian UGM, yang berhasil Lulus Program Magister dalam Waktu 1 Tahun 15 Hari

Prestasi Friday, 1 November 2024


Henra, mahasiswa Fast track S2-S3 baru saja berhasil menyelesaikan program S2 hanya dalam waktu 1 tahun, 0 bulan, dan 15 hari. Prestasi ini diraih dengan penelitiannya yang berjudul “Aktivitas Senyawa Antifungi dan Antibiofilm Bacillus velezensis BP1 terhadap Candida albicans: in Vitro Bioassay, Metabolomic, in Silico Molecular Docking.” dengan Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. sebagai pembimbing utamanya.
Henra merupakan wisudawan pascasarjana dari Program Studi Bioteknologi yang berhasil menyelesaikan program magisternya melalui skema Fast Track yang ditawarkan oleh UGM. Di mana pada saat yang bersamaan, ia juga melanjutkan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Pertanian dengan minat Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM.

Program Fast Track ini memungkinkan mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan studi S2 dan S3 secara berkesinambungan dalam waktu empat tahun. Dengan dedikasi dan kerja keras, Henra tidak hanya mampu menuntaskan studi S2 dalam waktu singkat, tetapi juga terus menjaga prestasi akademiknya yang luar biasa dengan memperoleh IPK 3.87 dari 4.00.
“Alasan saya mengikuti program Fast Track S2-S3 ini karena adanya peluang menyelesaikan S2 dan S3 sekaligus dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun. Program ini juga mendukung cita-cita saya yang ingin menjadi peneliti di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan tentunya untuk mencapai hal tersebut harus memenuhi kualifikasi, salah satunya telah menyelesaikan program doktoral. Dukungan dosen-dosen, terutama dosen pembimbing sejak program magister kemarin membuat saya mantap untuk mengambil program fast track ini” terang Henra.

Henra berpesan kepada teman-teman yang ingin mengambil program fast track agar siap menghadapi tantangan, terutama dalam hal manajemen waktu.

“Harus siap capek, karena kita perlu membagi waktu dengan baik untuk menempuh dua jenjang pendidikan sekaligus,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, karena meskipun perencanaan waktu sudah matang, jika kondisi fisik tidak optimal, maka hasilnya tidak akan maksimal. Selain itu, Henra mengingatkan pentingnya memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan diri dan menjaga kesehatan mental, karena kepercayaan diri dan ketahanan mental menjadi kunci utama untuk bisa bertahan dan sukses dalam program ini.

Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P. Ph.D., turut memberikan apresiasi atas prestasi ini melalui sambutannya pada saat prosesi purna wisuda pascasarjana Fakultas Pertanian UGM.

“Alhamdulillah, tadi juga diumumkan di tingkat universitas bahwa, Henra, mahasiswa magister yang lulus dalam 1 tahun 0 bulan ini sekarang telah melanjutkan ke program fast track S3 di Fakultas Pertanian UGM. Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam hal menyediakan pendidikan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui akses pendidikan yang lebih luas dan mudah.” ujar Dekan Fakultas Pertanian UGM.

Keberhasilan Henra menjadi contoh nyata dari komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung mahasiswanya untuk mempercepat jenjang pendidikannya tanpa mengurangi kualitas akademik. Hal ini selaras dengan tujuan SDGs diantaranya, SDG 3: Kehiduapan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Pengabdian Masyarakat Prodi PKP: Dukung Paguyuban Luhur Jiwo Raih Juara 2 di Filipina

berita Friday, 1 November 2024

 

Paguyuban Luhur Jiwo sebagai salah satu sasaran tim pengabdian masyarakat oleh Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (Prodi PKP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara kedua dalam ajang The Asia-Pacific Local Leaders Forum for Disaster Resilience (APLL4DR) 2024 di Manila, Filipina pada 14 Oktober 2024. Usaha Paguyuban Luhur Jiwo, yang diwakili oleh Yustina Wardani, didukung oleh tim pengabdian kepada masyarakat Prodi PKP yang dikoordinatori oleh Mesalia Kriska, S.P., M.Sc., utamanya dalam pembuatan video profil aktivitas paguyuban yang disusun oleh Abdurahman Agosto, S.T. dan Ishadiyanto Salim, S.Pd., M.Pd. sebagai pendukung presentasi.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Paguyuban Luhur Jiwo, Desa Sidoluhur, Kapanewon Godean, Sleman, DIY, dilakukan selama bulan September–Oktober 2024. Adapun Paguyuban Luhur Jiwo merupakan paguyuban swabantu (self-help group/SHG) yang mewadahi rehabilitasi sosial dan recovery dengan tujuan membantu Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) di wilayah Desa Sidoluhur menjadi mandiri dan berdaya guna.

“Hasil diskusi kami dengan Paguyuban Luhur Jiwo menunjukkan bahwa mereka ingin pengembangan potensi lahan pertanian yang dinamai “Taksi Kencana” (Taman Edukasi Inklusi Kesiapsiagaan Bencana) sebagai pusat aktivitas rehabilitasi ODDP anggota Paguyuban Luhur Jiwo. Selain itu, sebelumnya mereka juga sudah pernah dilatih praktik eco-pounding dan memiliki keinginan untuk berlatih ecoprint sebagai salah satu alternatif usaha mereka, selain olahan sirup jahe dan batik jumputan,” jelas Mesa terkait kegiatan pengabdian oleh prodinya.

Mesa menambahkan, anggota Paguyuban Luhur Jiwo pun memiliki keinginan untuk menggunakan tanaman-tanaman yang ada di Taksi Kencana sebagai bahan melakukan ecoprint, sehingga Prodi PKP pun turut memberikan bantuan tambahan bibit tanaman. Adapun pelatihan diselenggarakan pada 9, 10, dan 12 September 2024 yang diikuti oleh 15 peserta dari anggota paguyuban, caregiver, dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat. Pelatihan pembuatan ecoprint menghadirkan narasumber Hastin Solikhah, S. Sn. selaku Pendamping Desa Budaya. Tak hanya itu, Prodi PKP juga mengadakan pelatihan budidaya tanaman untuk ecoprint dengan menghadirkan narasumber Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D., salah seorang dosen di Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM. Hasil ecoprint dari para anggota kemudian dibawa untuk dipresentasikan secara langsung di ajang APLL4DR.

Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., Ketua Prodi PKP, menambahkan bahwa kemenangan yang diraih oleh Paguyuban Luhur Jiwo menghantarkan mereka untuk mendapatkan perhatian di tingkat regional dan tentunya menjadi referensi untuk kegiatan serupa di tingkat nasional bagi kelompok swabantu lainnya. Di samping itu, program ini diharapkan dapat memberdayakan komunitas Paguyuban Luhur Jiwo, mendorong kemandirian ekonomi, dan memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola usaha berbasis pertanian secara berkelanjutan.

Pendampingan oleh Prodi PKP menjadi komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan SDGs, utamanya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Happy Nastasya Salsabilla, Azizah Nur Rohmah, Nafeny Nirmalasiwi
Editor: Hanita Athasari Zain
Foto: Dokumentasi Prodi PKP

Purnawisuda Pascasarjana Periode I TA 2024/2025: Fakultas Pertanian UGM Luluskan 86 Wisudawan/wati Program Magister dan Doktor

Prestasi Tuesday, 29 October 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar Purnawisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2024/2025 yang diikuti oleh 86 wisudawan/wati, terdiri atas 78 lulusan Program Magister (S2) dan 8 lulusan Program Doktor (S3). Adapun sebanyak 8 orang lulusan S2 merupakan mahasiswa program Fast Track yang berhasil menuntaskan pendidikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu kurang dari lima tahun. Elia Laila Rizkya, salah satu lulusan program Fast Track, menjadi lulusan termuda dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 sekaligus lulusan terbaik program magister di Fakultas Pertanian UGM.

Di sisi lain, wisudawan terbaik program doktor di periode kali ini adalah Dr. Dany Juhandy, S.P., S.Mc., lulusan Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dengan peminatan Ekonomi Pertanian, yang lulus melalui jalur riset dengan IPK 4,0 dalam waktu tiga tahun. Sebagai perwakilan wisudawan, Dany menyampaikan sambutan yang sekaligus mengapresiasi prestasi para wisudawan/wati. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang merupakan transmigran tanpa pendidikan tinggi, istrinya, serta para dosen yang telah berperan dalam proses pendidikannya.

“Saya berterima kasih kepada kedua orang tua saya. Meskipun mereka adalah petani yang tidak lulus pendidikan sekolah dasar (SD), tapi berkat dukungan mereka, hari ini saya dapat menyandang gelar doktor dengan nilai terbaik,” tuturnya.

Dany juga membagikan kisahnya di mana ia selalu memilih peminatan yang jarang diminati, termasuk peminatan Ekonomi Pertanian pada program doktoralnya. Meski demikian, ia berhasil menjadi lulusan pertama di angkatannya dengan keyakinan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang melakukannya.

“Terkadang, kebenaran bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang menjalaninya, tetapi seberapa yakin hati kita menghadapinya,” ungkap Dany.

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., turut menyampaikan kebanggaannya atas kontribusi Fakultas Pertanian UGM dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Banyaknya mahasiswa dengan latar belakang keluarga berpendidikan rendah menjadi motivasi agar kelulusan ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga para wisudawan.

“Dengan kelulusan ini, mahasiswa telah meningkatkan tingkat pendidikan dalam keluarga masing-masing. Kami berharap hal ini dapat menjadi dorongan untuk kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Dekan.

Keberhasilan Fakultas Pertanian UGM dalam meluluskan 86 wisudawan/wati program pascasarjana ini menjadi bukti nyata UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Yomita Misya
Editor: Hanita Athasari Zain
Foto: Media Faperta UGM

Elia Laila Rizqiyah, Raih Gelar Wisudawan Termuda Program Pascasarjana Se-UGM

Prestasi Monday, 28 October 2024

Elia Laila Rizqiyah, lulusan program pascasarjana Fakultas Pertanian UGM yang mengikuti program Fast Track dari Program Studi S1 Ilmu Tanah dan Magister Ilmu Tanah, meraih gelar wisudawan termuda program pascasarjana se-UGM dalam Wisuda Program Pascasarjana Periode I tahun akademik 2024/2025 pada Kamis, 24 Oktober 2024 lalu.

Ia, yang kerap disapa Elia, menyelesaikan studi program magister dalam usianya yang sangat muda, yakni 22 tahun 6 bulan. Selama menjalani studi dengan program Fast Track, salah satu program unggulan Fakultas Pertanian UGM, Elia merasakan banyak keuntungan yang ia peroleh.

“Keuntungan yang ditawarkan melalui program Fast Track cukup banyak. Pertama, hanya membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat menyelesaikan S1 dan S2. Kedua, saya mendapatkan banyak kesempatan baru, seperti magang di departemen dan fakultas. Ketiga, tersedia banyak beasiswa. Saya mendapatkan beasiswa di semester tiga dan empat,” jelas Elia.

Disela-sela kegiatan perkuliahannya, Elia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya adalah mengikuti beberapa project dari dosen seperti uji efektivitas pupuk, menjadi surveyor tanah, asisten praktikum, penyuluh pertanian, hingga menjadi pengajar dalam sebuah bimbingan belajar. Elia menjadi pengajar di sebuah bimbingan belajar di Yogyakarta bernama Delta, di mana ia mengampu mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), matematika, pendidikan kewarganegaraan (PKN), dan Bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar (SD) serta sekolah menengah pertama (SMP).

Tidak dapat dipungkiri, Elia pun sempat merasakan kesulitan pada awal masa perkuliahan S2. Hal ini dikarenakan ia belum pandai mengatur waktu untuk menyelesaikan skripsi untuk studi S1-nya yang bersamaan dengan kuliah S2 dan berbagai kegiatan yang ia ikuti. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ia menemukan metode yang sesuai, yaitu selalu membuat skala prioritas.

“Saya selalu membuat skala prioritas dan deadline untuk diri saya sendiri supaya tetap on the track. Kemudian, saya juga selalu memastikan setiap hari harus ada minimal progres untuk masing-masing kesibukan saya,” ungkap Elia.

Tak hanya itu, Elia juga menyampaikan bahwa ada peran besar dari dosen pembimbing skripsi dan tesisnya, sehingga ia dapat menyelesaikan S2 dan meraih gelar wisudawan termuda.

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembimbing skripsi dan tesis saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. dan Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M. Agr., karena segala pencapaian saya juga berkat beliau dan seluruh dosen di Departemen Tanah UGM,” ujar Elia.

Kisah Elia pun menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai tujuan SDGs, utamanya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG: 10 Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Karina Nisa Intan Kusuma
Editor: Hanita Athasari Zain

Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Tingkatkan Peminatnya melalui “Microbiology Goes to School”

Prestasi Friday, 25 October 2024

Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, melalui Divisi Sosial Masyarakat Perhimpunan Mahasiswa Mikrobiologi Pertanian (PERMAHAMI), mengadakan sosialisasi untuk memperkenalkan Program Studi Mikrobiologi Pertanian kepada siswa-siswi kelas 12 sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan yang bernama “Microbiology Goes to School” ini bertujuan untuk meningkatkan minat siswa terhadap bidang mikrobiologi pertanian. Sosialisasi yang dilakukan selama tiga hari pada 7-9 Oktober 2024 tersebut diperuntukkan bagi tiga sekolah, yaitui SMAN 2 Bantul, SMA IT Baitussalam Prambanan, dan SMA 1 Sleman.

Pengurus PERMAHAMI memaparkan materi pengenalan Program Studi Mikrobiologi Pertanian beserta prospek kerja alumni. Tak hanya itu, PERMAHAMI juga membawa beberapa produk mikrobiologi, seperti teh kombucha dan permen yogurt. Setelah pemaparan materi, para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya lebih lanjut terkait Program Studi Mikrobiologi Pertanian. Nofa Siswati (Mikrobiologi Pertanian angkatan 2023), ketua pelaksana Microbiology Goes to School, mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme siswa untuk memahami lebih dalam tentang Program Studi Mikrobiologi Pertanian.

“Siswa mengajukan banyak pertanyaan dan sangat interaktif selama sesi tanya jawab. Mereka juga antusias untuk mencoba makanan dan minuman yang kami bawa sebagai produk dari Prodi Mikrobiologi Pertanian,” ujarnya.

Di sisi lain, Evita Nuraini (Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022) selaku Ketua Divisi Sosial Masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar kegiatan Microbiology Goes to School dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang, sehingga Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM semakin dikenal luas.

“Semoga di tahun depan program kerja ini tetap berjalan dan semakin banyak sekolah yang dapat dikunjungi untuk memperkenalkan Prodi Microbiologi Pertanian secara lebih luas,” harap Evita.

Dengan adanya kegiatan Microbiology Goes to School, Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM telah berkontribusi untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam SDGs, utamanya adalah SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Yomita Misya
Editor: Hanita Athasari Zain
Foto: Dokumentasi PERMAHAMI UGM

Haryono Semangun Award 2024: Dukung Ketahanan Pangan melalui Pemahaman Fitopatologi

berita Tuesday, 8 October 2024

Ketahanan pangan menjadi isu hangat di Indonesia yang dapat dicapai tanpa terlepas dari pemahaman fitopatologi, yang merupakan ilmu yang mempelajari dan membantu penanggulangan penyakit pada tanaman, termasuk tanaman pangan. Kehadiran acara Haryono Semangun Award (HSA) 2024 yang mengusung tema “Fitopatologi sebagai Fondasi Ketahanan Pangan di Era 5.0” menjadi upaya untuk mengenalkan ilmu Fitopatologi ke khalayak luas. Tak hanya itu, nama Haryono Semangun dipilih untuk mengenang jasa almarhum Prof. Dr. Ir. Haryono Semangun, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM yang inspiratif di bidang fitopatologi.

Ketua Panitia HSA 2024, Alden Kaia Gantari (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan angkatan 2022), menyampaikan bahwa acara HSA 2024 menjadi salah satu program kerja Departemen Jaringan Eksternal Ikatan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tumbuhan (IMHPT). Dengan persiapan yang memakan waktu selama dua sampai tiga bulan, acara HSA 2024 resmi dibuka melalui rangkaian opening ceremony pada 28 September 2024 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM.

“Rangkaian opening ceremony HSA 2024 meliputi Symposium Nasional yang di mana kami bekerja sama dengan Perhimpunan Fitopatologi Indonesia (PFI) dan mengundang dua narasumber ahli di bidang fitopatologi, antara lain Bapak Muhammad Basuki, S.P., MMP., dari PT Great Giant Pineapple, serta Ibu Dr. Sri Widyaningsih, S.P., M.P., selaku peneliti BRIN,” ujar Alden.

Alden menyebutkan, acara HSA 2024 dimeriahkan dengan berbagai rangkaian, seperti beberapa perlombaan yang terbuka bagi siswa sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa, dan masyarakat umum. Adapun perlombaan yang digelar, antara lain lomba cerdas cermat yang diikuti oleh 12 tim siswa SMA dari beberapa daerah di Indonesia, lomba fotografi dengan total 22 peserta dari beberapa perguruan tinggi, siswa SMA, dan masyarakat umum, lomba debat yang diikuti oleh 10 tim dari Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Stiper, dan Universitas Sebelas Maret, serta lomba poster ilmiah.

Keberlangsungan acara HSA 2024 tidak terlepas dari dukungan dan dampingan dari para dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Alden menjelaskan bahwa persiapan panitia untuk kelancaran acara HSA 2024 didampingi secara langsung oleh pembina IMHPT, yaitu Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., serta Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertaian UGM, Tri Joko, S.P., M.Sc., Ph.D.

Seluruh rangkaian acara HSA 2024 pun akan ditutup dengan closing ceremony yang berlangsung pada 13 Oktober 2023 mendatang. Alden berharap, pelaksanaan HSA 2024 ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak yang terlibat, utamanya untuk memperkenalkan ilmu fitopatologi sebagai salah satu solusi dalam mengatasi isu ketahanan pangan.

Acara Haryono Semangun Award 2024 menjadi bukti kuatnya komitmen mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai tujuan SDGs, seperti SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi Panitia HSA 2024

Penerimaan Kunjungan SMAK Penabur Summarecon Bekasi Bahas Peluang Masuk Fakultas Pertanian UGM

berita Tuesday, 8 October 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menerima kunjungan rombongan sekolah menengah atas (SMA). Pada Kamis, 3 Oktober 2024, Fakultas Pertanian UGM dikunjungi oleh SMAK Penabur Summarecon Bekasi. Dalam kegiatan penerimaan kunjungan tersebut, Tim Citra Fakultas Pertanian UGM menjabarkan peluang bagi para siswa untuk menjadi calon mahasiswa Fakultas Pertanian UGM melalui berbagai jalur pendaftaran.

Dr. Elly Syafriani, S.P. selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM menyambut kedatangan rombongan SMAK Penabur Summarecon Bekasi di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Dalam kesempatan tersebut, Elly bersama Tim Citra Fakultas Pertanian UGM menyampaikan informasi mengenai sejarah singkat UGM, fakultas yang ada di UGM, program studi tingkat sarjana sampai doktor, serta alasan mengapa berkuliah di UGM sangat diminati.

“Berkuliah di UGM ini sangat menyenangkan. Seperti yang kita tahu, UGM berlokasi di Yogyakarta yang terkenal sebagai kota pelajar dan pusat budaya Jawa, sehingga teman-teman akan merasakan pengalaman bertemu dengan pelajar dari berbagai daerah lainnya yang berkumpul menjadi satu di sini,” jelas Elly.

Elly mengatakan bahwa para siswa sangat antusias untuk mengulik lebih dalam tentang Fakultas Pertanian UGM. Hal tersebut terlihat adanya banyak pertanyaan saat sesi diskusi. Salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh para siswa adalah terkait peluang atau kemungkinan para siswa yang berasal dari jurusan ilmu pengetahuan sosial (IPS) untuk bisa masuk di Fakultas Pertanian UGM.

“Teman-teman perlu mengetahui bahwa penerimaan calon mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada juga meliputi jenis ujian ilmu pengetahuan campuran (IPC), yang mana ini adalah ujian masuk perguruan tinggi bagi siswa IPS untuk mengambil jurusan kuliah saintek, atau sebaliknya. Maka, teman-teman yang jurusan IPS pun memiliki peluang untuk masuk ke Fakultas Pertanian UGM yang termasuk saintek,” tutur Elly.

Bagi Elly, kegiatan kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa di mana melalui kunjungan ini, para siswa bisa mendapatkan jawaban langsung dari tenaga pendidik fakultas untuk mengenal Universitas Gadjah Mada lebih jauh. Penerimaan kunjungan oleh Fakultas Pertanian UGM pun mengedepankan adanya interaksi dengan para siswa, sehingga efektif meningkatkan minat siswa untuk mendaftar menjadi mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan ini merupakan sebuah langkah nyata dari Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai tujuan yang tertera dalam SDGs, utamanya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Berikan Motivasi kepada Siswa SMA Islam As-Shofa Pekanbaru

berita Friday, 4 October 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menerima kunjungan dari rombongan SMA Islam As-Shofa Pekanbaru pada hari Selasa, 1 Oktober 2024 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kunjungan ini disambut secara hangat oleh Kepala Kantor Administrasi Fakultas Pertanian UGM, Agus Sudarwinto, S.E., M.M., beserta para dosen yang tergabung dalam Tim Citra Fakultas Pertanian UGM. Dalam kesempatan tersebut, para dosen memberikan motivasi kepada siswa-siswa SMA Islam As-Shofa untuk dapat berkuliah di Fakultas Pertanian UGM.

Salah seorang dosen yang menjadi pembicara dalam kunjungan tersebut ialah Dr. Sulistiowati, S.Si., M.Si., yang berasal dari Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Dosen yang akrab disapa Sulis tersebut memberikan pemaparan terkait pengenalan lingkungan UGM, beserta seluruh fakultas yang ada di dalamnya, dan mengulik lebih dalam tentang Fakultas Pertanian UGM. Bersama dengan paparan oleh seorang dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., para guru dan siswa SMA Islam As-Shofa pun menyimak secara seksama dan melontarkan berbagai pertanyaan.

“Hari ini kami memperkenalkan UGM secara umum dan lebih dalam mengenai Fakultas Pertanian UGM. Kami sangat senang melihat antusias yang datang tidak hanya dari para siswa, tetapi juga dari para guru yang menanyakan kiat-kiat sukses menggapai karir,” ujar Sulis.

Tak hanya itu, Sulis mengemukakan bahwa para siswa sangat antusias untuk mengulik Fakultas Pertanian UGM dengan adanya beberapa pertanyaan terkait uang kuliah tunggal (UKT) dan peluang beasiswa. Sulis pun menjelaskan berbagai beasiswa yang tersedia bagi para calon mahasiswa UGM.

Adanya penerimaan kunjungan oleh Fakultas Pertanian UGM yang diiringi dengan pemberian motivasi kepada para siswa sekolah menengah atas menjadi suatu wujud nyata untuk mencapai SDGs, utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Editor: Desi Utami

Foto: Media Faperta UGM

 

Bangun Relasi dengan Komunitas Eksternal Kampus, PERMAHAMI UGM Kembangkan Wawasan Mahasiswa

Prestasi Friday, 4 October 2024

Persatuan Mahasiswa Mikrobiologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (PERMAHAMI UGM) merupakan salah satu himpunan mahasiswa departemen yang menaungi mahasiswa Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM. Sebagai wadah pengembangan wawasan mahasiswa, PERMAHAMI UGM menjalankan program Sapa Komunitas Sosial Masyarakat PERMAHAMI dengan menjalin relasi bersama beberapa komunitas di luar lingkungan kampus.

Kegiatan “Sapa Komunitas Sosial Masyarakat Peramahami: Make the World Better with Recycle” dilakukan pada hari Minggu, 29 September 2024 bertempat di lahan tunggak semi merapi Agro Mulya, Cangkringan, DIY. Ketua pelaksana kegiatan, Severinus Adrian Maitri (Mikrobiologi Pertanian 2023), menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menambah relasi dengan berbagai komunitas, serta untuk mendalami pengaplikasian ilmu yang telah didapatkan selama kuliah.

“Kegiatan Sapa Komunitas ini sudah kami jalankan sejak dua tahun lalu, di mana pada tahun 2022 kami bekerja sama dengan komunitas Senyum Anak Nusantara (SAN) dan pada tahun 2023 kami bekerja sama dengan komunitas 4K (Four Key) Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengalaman dan mendapatkan ilmu baru dari tiap komunitas yang ada di sekitar kami,” jelas mahasiswa yang kerap disapa Vino.

Dalam kegiatan Sapa Komunitas kali ini, terdapat peserta sejumlah 50-60 orang yang berasal dari anggota Sosial Masyarakat PERMAHAMI, komunitas petani muda Agro Mulya, Komunitas Sekolah Gajahwong, Komunitas Bintang Kidul, Komunitas Trash Hero, Komunitas Daya Bumi, dan Komunitas Nabati. Vino mengemukakan bahwa seluruh peserta menunjukkan antusias yang luar biasa, terutama saat adanya sesi diskusi yang berjalan sangat interaktif. Dari kegiatan ini, Vino berharap teman-temannya bisa merasakan dampak positif yang bermanfaat bagi kedepannya. Tak hanya itu, Vino juga berharap agar tiap komunitas yang terlibat pun bisa melanjutkan tali persaudaraan dalam bentuk kolaborasi lainnya di kemudian hari.

Di sisi lain, Chandra Rizqullah Triananda (Mikrobiologi Pertanian 2021) selaku Ketua PERMAHAMI UGM menyampaikan apresiasinya kepada PIC kegiatan, yaitu Sosial Masyarakat PERMAHAMI, yang mampu mempertemukan lebih dari satu komunitas dalam suatu kegiatan yang sangat bermanfaat. Chandra menjelaskan, kegiatan Sapa Komunitas pada awalnya menargetkan kolaborasi dengan satu komunitas tertentu saja. Akan tetapi, Sapa Komunitas kali ini menggabungkan enam komunitas yang berbeda.

“Saya sangat merasa puas dan mengapresiasi jalannya kegiatan Sapa Komunitas kali ini yang berjalan lancar di luar ekspektasi. Kegiatan ini juga sangat menyenangkan karena kami juga mempelajari terkait pertanian organik, mulai dari pengolahan lahan sampai dengan cara pemanenan,” ujar Chandra.

Chandra berharap, kegiatan Sapa Komunitas oleh PERMAHAMI UGM ini dapat lebih dikenal oleh berbagai komunitas lainnya, terutama yang ada di masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dari kesadaran para mahasiswa untuk mencapai tujuan SDGs, antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Editor: Desi Utami

Foto: Dokumentasi PERMAHAMI UGM

1…89101112…15

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Tani Murni
    12/03/2026
  • Lowongan – Agro Harapan Lestari
    12/03/2026
  • Kebersamaan Hangat dalam Farewell Party Bersama Mahasiswa Yamagata University
    11/03/2026
  • Fakultas Pertanian Berpartisipasi dalam Sosialisasi Borang dan Pendampingan SCA 2026
    11/03/2026
  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju