• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

UGM Peringkat 1 Pendanaan PKM 2026, Faperta UGM Tampilkan Inovasi Lewat PKM-PM “Tumandur”

berita Monday, 25 May 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menduduki peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) didanai terbanyak tahun 2026. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 22 Mei 2026. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa ekosistem akademik UGM terus mendorong lahirnya gagasan kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat.

Di tengah prestasi tersebut, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) turut memberi kontribusi penting melalui karya mahasiswa dalam skema PKM-PM. Salah satu judul yang berhasil menyumbang capaian UGM adalah “Tumandur: Pemberdayaan PKK Kapung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Program ini diketuai oleh Siti Nur Khasanah. Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P. sebagai Koordinator Kemahasiswaan dan PKM Centre Faperta UGM turut mendampingi mahasiswa sebagai wujud nyata peran Faperta UGM dalam menghadirkan inovasi pertanian yang aplikatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Partisipasi Faperta UGM dalam PKM 2026 menunjukkan konsistensi fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata di lapangan. Melalui PKM-PM “Tumandur”, mahasiswa Faperta UGM mengangkat persoalan pengelolaan limbah organik sekaligus menawarkan pendekatan berbasis teknologi sederhana dan berkelanjutan.

Judul ini menekankan transformasi limbah organik menjadi liquid biofertilizer dengan memanfaatkan Smart Compost Vessel, sebuah gagasan yang mempertemukan teknologi, pemberdayaan keluarga, dan pertanian regeneratif. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Faperta UGM mendorong pengembangan inovasi pertanian yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi juga menyasar praktik pemberdayaan masyarakat secara langsung.

Kontribusi Faperta UGM melalui PKM-PM “Tumandur” sangat relevan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan produktivitas pertanian berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pembelajaran berbasis pemberdayaan, SDG 5: Kesetaraan Gender karena melibatkan kelompok PKK sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan transformasi limbah organik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan potensi ekonomi keluarga berbasis pertanian berkelanjutan,  SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan limbah organik menjadi produk bernilai guna, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pendekatan pertanian regeneratif yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, program ini juga selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena menumbuhkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat dalam satu gerakan pemberdayaan. Dengan kontribusi tersebut, Faperta UGM kembali menegaskan perannya sebagai fakultas yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga melahirkan inovasi yang mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Fakultas Pertanian UGM dan Pemda Lombok Timur Rintis Pembahasan Kerja Sama Strategis

beritakerjasama Friday, 22 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Delegasi Pemerintah Daerah Lombok Timur yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur melakukan kunjungan ke UGM untuk merintis pembahasan kerja sama strategis pada Rabu, 20 Mei 2026.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM. Kehadiran beliau menegaskan dukungan penuh fakultas dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah penyusunan roadmap pengembangan kurma di Lombok Timur. Fakultas Pertanian UGM dipercaya untuk memotori penyusunan roadmap tersebut, dengan dukungan keilmuan, riset, dan pengalaman akademis yang dimiliki. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat potensi lokal sekaligus mendorong pengembangan komoditas kurma sebagai bagian dari inovasi pertanian berkelanjutan.

Kerja sama ini tidak hanya relevan bagi pengembangan sektor pertanian Lombok Timur, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan dukungan akademik dari UGM, diharapkan roadmap pengembangan kurma dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Faperta UGM Produksi Video Promosi Prodi S-1 Agronomi untuk Jangkau Calon Mahasiswa

berita Friday, 22 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui Unit Media dan Sistem Informasi melaksanakan pembuatan video konten promosi Program Studi S-1 Agronomi pada Senin, 18 Mei 2026 di lingkungan fakultas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan Prodi Agronomi kepada calon mahasiswa sekaligus meningkatkan minat dan awareness terhadap bidang ilmu agronomi.

Pembuatan konten promosi ini turut melibatkan Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Sarjana Prodi Agronomi. Dalam proses produksi, beliau berperan dalam mengarahkan sekaligus memimpin pengambilan materi agar video yang dihasilkan dapat merepresentasikan Prodi Agronomi secara informatif, menarik, dan sesuai dengan karakter akademik yang ingin ditonjolkan.

Di tengah perubahan pola informasi generasi muda yang semakin mengandalkan media digital, konten visual menjadi salah satu sarana promosi yang efektif untuk menjangkau calon mahasiswa. Melalui video ini, Faperta UGM berupaya menghadirkan gambaran yang lebih dekat mengenai Prodi S-1 Agronomi, baik dari sisi akademik maupun lingkungan pembelajarannya.

Video promosi tersebut disusun untuk memperlihatkan keunggulan program studi secara lebih konkret. Tidak hanya menampilkan suasana pembelajaran, konten ini juga dirancang untuk memperkenalkan identitas Prodi Agronomi sebagai salah satu program studi yang relevan dengan kebutuhan pertanian modern dan tantangan pangan ke depan.

Dalam video ini, turut diperkenalkan berbagai fasilitas pendukung, alat penunjang, serta metode pembelajaran yang digunakan di Prodi S-1 Agronomi. Kehadiran sarana dan prasarana tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran di Faperta UGM didukung oleh perangkat profesional yang membantu mahasiswa memahami teori sekaligus praktik secara lebih komprehensif.

Pembuatan video konten promosi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi tentang Prodi S-1 Agronomi kepada masyarakat, khususnya siswa-siswi yang tengah mempertimbangkan pilihan studi lanjut. Melalui penyajian yang menarik dan komunikatif, Faperta UGM ingin menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk bergabung dan berkembang bersama bidang agronomi.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan informasi pendidikan yang lebih inklusif dan mudah diakses. Selain itu, promosi Prodi Agronomi juga relevan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sektor pertanian berkelanjutan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan media digital dan inovasi pendidikan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses informasi pendidikan tinggi, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan pendidikan di bidang produksi pertanian berkelanjutan. Kolaborasi antarunit dalam proses produksi konten ini juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Lentera DESA Faperta UGM dukung Forum Petani Muda Jogja di Bantul Dorong Inovasi dan Analisis Usaha Tani Digital

berita Friday, 22 May 2026

UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menggelar Forum Komunikasi Taruna Tani/Petani Milenial bertajuk “Petani Muda Jogja: Menciptakan Inovasi, Merajut Ketahanan Pangan, dan Merespon Dinamika Ekonomi Global” pada Rabu, 20 Mei 2026 di Joglo Suluh Sasmito, Bantul Karang. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi petani muda untuk memperkuat kapasitas, menumbuhkan semangat berinovasi, dan merespons tantangan pertanian di tengah perubahan ekonomi global.

Forum tersebut diikuti oleh Taruna Tani Daya Mandiri dari Desa Bantul Karang, Kabupaten Bantul. Kehadiran peserta yang mayoritas masih berusia muda menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan penuh antusiasme. Semangat dan daya juang peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi, baik saat menerima materi maupun ketika berdialog dengan para narasumber.

Dalam forum ini, Lentera DESA Faperta UGM hadir membawakan materi tentang dinamika kelompok digital dan analisis usaha tani digital. Pemaparan ini menekankan pentingnya penguatan komunikasi kelompok, pencatatan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian modern. Salah satu fitur yang diperkenalkan adalah Buku Tani pada laman Lenteradesa.id, yang dapat digunakan petani untuk mendukung pencatatan usaha tani secara lebih sistematis dan mudah diakses.

Materi yang disampaikan Lentera DESA UGM mendapat perhatian besar dari peserta karena relevan dengan kebutuhan petani milenial saat ini. Melalui pendekatan digital, petani tidak hanya diajak untuk mencatat aktivitas usaha tani, tetapi juga memahami data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendorong efisiensi, kemandirian, dan keberlanjutan usaha pertanian di tingkat kelompok maupun individu.

Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan gagasan, pengalaman, dan solusi nyata bagi pengembangan pertanian milenial. Melalui forum seperti ini, petani muda diharapkan semakin percaya diri dalam mengelola usaha tani, membangun jejaring, serta memperkuat kontribusi mereka terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kontribusi Faperta UGM dalam kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani muda, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi dan kapasitas digital petani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani muda, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi digital dalam pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses teknologi dan informasi, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan usaha tani yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha pertanian mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA

Kunci Sukses Menjadi Entrepreneur Muda: Alumni Faperta UGM Dorong Lulusan Berani Wujudkan Ide

berita Thursday, 21 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar pembekalan calon wisudawan/wati Program Sarjana Periode III T.A. 2025/2026 dengan topik Kunci Sukses menjadi Entrepreneur Muda. Sesi ini menghadirkan Sekar Ayuningtyas, S.P., founder Tuai Bunga sekaligus alumni S1 Agronomi angkatan 2018, yang berbagi perjalanan membangun usaha dari hobi dan kecintaan terhadap dunia seni.

Bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Sekar menyampaikan bahwa salah satu kunci utama dalam berwirausaha adalah keberanian untuk merealisasikan ide.

“Belajar berhenti meromantisasi ide, berhenti mengagung-agungkan ide karena semua itu hanya butuh direalisasikan”

Ia menekankan pentingnya berhenti meromantisasi gagasan dan mulai memikirkan langkah konkret untuk menjadikannya peluang usaha yang nyata. Menurutnya, ketakutan dan rasa kurang percaya diri sering kali menjadi hambatan terbesar bagi generasi muda untuk memulai.

Dalam sesi tersebut, Sekar juga membagikan pengalaman mengembangkan Tuai Bunga dari sebuah minat personal menjadi usaha yang memiliki nilai dan karakter unik. Ia menekankan bahwa seorang calon entrepreneur perlu jeli melihat peluang dari hal-hal kecil di sekitar, sekaligus mampu menemukan unique selling point yang membedakan produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya resilience atau daya tahan sebagai modal utama agar seorang wirausaha dapat tetap konsisten menghadapi dinamika usaha.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi, terutama saat narasumber membagikan kisah nyata proses membangun usaha dari nol. Para calon wisudawan/wati memperoleh motivasi bahwa dunia wirausaha terbuka luas bagi lulusan pertanian yang kreatif, adaptif, dan berani mengambil peluang. Melalui kegiatan ini, Faperta UGM berharap lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja formal, tetapi juga memiliki semangat untuk menciptakan lapangan kerja dan memberi dampak bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Faperta UGM dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global melalui pengembangan jiwa kewirausahaan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional

info Wednesday, 13 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dengan bangga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dan warga negara asing untuk bergabung dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026. Program ini mengusung tema “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation” yang bertujuan memperkenalkan pertanian dan perikanan tropis melalui pembelajaran interaktif, pertukaran budaya, kolaborasi global, serta pengalaman lapangan langsung di Indonesia.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 6–17 Juli 2026 dengan dua pilihan format, yaitu Hybrid Program yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pengalaman lapangan di Yogyakarta, serta Fully Online Program yang memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian secara daring dari berbagai belahan dunia.

Peserta akan memperoleh wawasan baru dari akademisi dan praktisi UGM, membangun jejaring global, serta mendapatkan satu kredit akademik setara 45 jam pembelajaran dan sertifikat penyelesaian. Bagi peserta hybrid, program ini juga dilengkapi dengan field trip dan kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman belajar.

📌 Pendaftaran dibuka: 12–29 Mei 2026

🔗Link pendaftaran: ugm.id/summercourse2026fpn

📧 Informasi lebih lanjut: summercourse.faperta@ugm.ac.id

📱 WhatsApp: 0813-8670-0967

Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi internasional dan mencetak generasi baru yang adaptif serta berkontribusi nyata bagi keberlanjutan pertanian dan perikanan tropis.

Program Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026, Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan wawasan pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas generasi muda di bidang agrokompleks global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan tropis berbasis teknologi dan pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembelajaran mengenai sistem pertanian tropis yang adaptif terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan wawasan perikanan berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui edukasi tentang pengelolaan sumber daya alam tropis yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antar mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

Alumni Faperta UGM Gabung Riset Persepsi Budidaya Maggot sebagai Solusi Pengolahan Sampah Organik

berita Wednesday, 13 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kolaborasi dengan Pusat Inovasi dan Agroteknologi (PIAT) UGM dan EarthCare Foundation turut berperan aktif dalam penelitian mengenai persepsi budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik di Indonesia. Penelitian ini berlangsung pada Maret hingga April 2026 dengan melibatkan berbagai stakeholder, mulai dari kelompok masyarakat, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta.

Penelitian ini dipimpin oleh tim riset lintas fakultas yang terdiri dari Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D. (PIAT UGM), Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si. (Fakultas Pertanian UGM), Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. (Fakultas Pertanian UGM), Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Biologi UGM), Lidia Sari, S.P., M.Si. (Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman), Alimah Putri Milainia, S.P., M.Sc., Alifia Khairun Naswita, S.P., dan Nari Nawang Purbamandala, S.P. (Asisten Peneliti).

Dalam kegiatan ini, tim surveyor Faperta UGM melakukan pemetaan budidaya black soldier fly (BSF) di tiga lokasi representatif, yaitu Omah Maggot Jogja (masyarakat), PT. Hayuning Bhumi Makmur (swasta), dan Lapas Kelas II A Purwokerto (pemerintah). Survei dilakukan untuk menggali persepsi publik sekaligus menganalisis motivasi stakeholder dalam mengembangkan budidaya maggot.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh stakeholder memberikan respon positif terhadap budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Stakeholder masyarakat dan pemerintah cenderung menekankan aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan kapasitas sosial, sementara stakeholder swasta lebih menonjolkan aspek profit di samping kepedulian lingkungan. Meski berbeda motivasi, ketiganya memiliki tujuan utama yang sama: melestarikan lingkungan dan mengurangi volume sampah organik.

Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber pakan maggot yang belum terpilah dengan baik, konflik sosial terkait penolakan tumpukan sampah, serta belum adanya regulasi khusus yang mendukung pengembangan budidaya maggot di masyarakat. Model budidaya yang telah dilakukan oleh stakeholder diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat luas untuk memulai praktik serupa.

Keterlibatan alumni Fakultas Pertanian UGM dalam riset ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi muda terhadap isu lingkungan. Nari dan Alifia selaku alumni yang terlibat dalam tim surveyor menyampaikan, “Selama kuliah, kami terbiasa terlibat dalam project hibah penelitian bersama dosen pembimbing akademik. Pengalaman itu mengasah kemampuan kami dalam menangani riset hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari penelitian PIAT UGM bersama lembaga internasional. Keterampilan yang diperoleh tidak hanya relevan di dunia akademik, tetapi juga aplikatif dalam dunia profesional, khususnya dalam pengolahan data, analisis, dan pengambilan keputusan berbasis riset”

Kegiatan riset ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Nari Nawang Purbamandala

Lentera DESA Faperta UGM x UPTD BPSDMP DIY: Bersama Petani Muda Jogja Rajut Ketahanan Pangan

berita Wednesday, 13 May 2026

Forum Komunikasi Taruna Tani/Petani Milenial dengan tema “Petani Muda Jogja: Menciptakan Inovasi, Merajut Ketahanan Pangan, dan Merespon Dinamika Ekonomi Global” sukses digelar oleh UPTD Balai Pengembangan SDM Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi petani muda untuk mengasah keterampilan digital, memperkuat dinamika kelompok, dan membangun ketahanan pangan lokal di tengah tantangan ekonomi global.

Forum dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Dusun Bergan RT 07, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hadir petani milenial, aktivis Kelompok Wanita Tani (KWT) muda, serta PKK Dusun Bergan yang aktif berdiskusi. Suasana kekeluargaan di lokasi pedesaan memungkinkan interaksi intensif, menciptakan semangat kolaborasi antargenerasi pelaku pertanian.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Wahyu Hermawan, S.P., sebagai Petugas POPT yang membahas bagaimana pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain itu, Faperta UGM berkontribusi melalui Lentera DESA UGM menyampaikan materi pemanfaatan media digital untuk dinamika kelompok, serta pencatatan usaha tani berbasis platform Lentera DESA. Peserta diajarkan cara memanfaatkan fitur blended learning dan tools digital untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, dari monitoring lahan hingga akses pasar e-commerce.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan praktis dan komitmen langsung untuk bergabung sebagai pengguna Lentera DESA UGM. Banyak yang menyatakan minat mengadopsi pencatatan digital untuk mengoptimalkan rantai pasok dan analisis keuangan usaha tani mereka.

Kegiatan ini selaras dengan dinamika ekonomi global, di mana petani Jogja didorong merespon fluktuasi harga komoditas, perubahan iklim, dan permintaan pangan organik. Materi tentang pemasaran digital membantu petani milenial merajut ketahanan pangan lokal melalui inovasi seperti precision farming dan value chain berkelanjutan. Kolaborasi UPTD Balai Pengembangan SDM Pertanian DIY dengan Lentera DESA UGM memperkuat ekosistem pendidikan agrokompleks.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut menunjukkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas ekonomi petani muda, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produksi pangan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan literasi digital dan pembelajaran berbasis teknologi bagi petani muda, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui keterlibatan aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) muda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kompetensi petani milenial, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dan platform Lentera DESA, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui peningkatan akses pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat pedesaan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan rantai pasok dan praktik usaha tani berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan praktik pertanian adaptif dan precision farming, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multipihak antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pertanian inklusif di DIY.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA UGM

Petani Milenial Inspiratif Perkuat MAPAN: Lentera DESA UGM dan CIPS Galang Cerita Sukses

berita Wednesday, 13 May 2026

Lentera DESA UGM bersama CIPS menggelar kegiatan menggali cerita petani inspiratif untuk menguatkan gerakan MAPAN (Masa Depan Pangan) pada Sabtu, 9 Mei 2026. Fokus pada petani milenial, acara ini menjadi bukti nyata bagaimana kisah sukses lapangan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan nasional.

MAPAN adalah gerakan CIPS yang mengubah narasi pangan Indonesia dengan formula “dari kisah nyata ke bukti, dari bukti ke aksi kolektif”. Inisiatif ini mengidentifikasi praktik pertanian inovatif dari petani nyata, menganalisisnya sebagai data empiris, lalu merekomendasikannya sebagai model skalabel untuk kebijakan publik. Targetnya mencakup peningkatan produktivitas, akses finansial, dan pasar berkelanjutan bagi petani, sekaligus menjawab isu urbanisasi petani muda dan degradasi lahan.

Kegiatan menyoroti Isnaini Baroroh, Ketua P4S Ardana Garden sekaligus Direktur PT Petani Milenial Sleman, yang berhasil memberdayakan 50+ petani muda dan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui agribisnis organik dan pemasaran digital. Tak ketinggalan Tegar Cahya Putra, Direktur Kopi Menoreh Tumpang Sari, yang mengelola value chain kopi lengkap dari budidaya on-farm, pengolahan pasca-panen, hingga eduwisata berkelanjutan di Kulon Progo, melibatkan 100+ petani lokal. CIPS menggali pengalaman mereka untuk memperkaya database MAPAN.

Cerita dan pengalaman para petani ini selanjutnya akan diintegrasikan ke dalam konten blended learning milik Lentera DESA UGM guna memperkaya modul pelatihan agrokompleks bagi penyuluh dan petani. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang mempertemukan platform digital UGM dengan pendekatan analisis kebijakan berbasis bukti milik CIPS untuk menghasilkan solusi holistik bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan petani muda dan UMKM pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui praktik agribisnis ramah lingkungan, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan pertanian berkelanjutan dan adaptif terhadap lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga relevan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan pembelajaran berbasis blended learning untuk petani dan penyuluh, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT), SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui digitalisasi pertanian dan penguatan inovasi agribisnis, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga kebijakan, dan komunitas petani.

Inisiatif ini menunjukkan besarnya potensi petani milenial sebagai agen perubahan dalam menciptakan masa depan pangan Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: CIPS

Lentera DESA UGM dan Center for Indonesian Policy Studies Berkolaborasi Dukung Gerakan MAPAN untuk Masa Depan Pangan Indonesia

berita Wednesday, 13 May 2026

Lentera DESA UGM menjalin kolaborasi strategis dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) untuk mendukung gerakan MAPAN (Masa Depan Pangan), inisiatif nasional yang bertujuan menempatkan petani sebagai aktor utama dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia. Rapat kerja sama ini digelar pada Jumat, 8 Mei 2026 di Joglo Faperta UGM, menegaskan komitmen bersama dalam mendorong transformasi pertanian berbasis bukti dan inovasi digital.

Gerakan MAPAN merupakan inisiatif CIPS yang lahir dari keyakinan bahwa masa depan pangan Indonesia ada di tangan petani. Dari kisah nyata petani sukses, MAPAN mengumpulkan bukti-bukti empiris untuk mendorong aksi kolektif yang konkret, seperti kebijakan pro-petani, akses pasar digital, dan peningkatan kapasitas usaha tani. Inisiatif ini menjawab tantangan pangan nasional dengan paradigma baru: petani bukan hanya produsen, tetapi juga penggerak ekonomi hijau dan inovator agraria.

Kegiatan dihadiri oleh Ancella Christy sebagai Manajer Komunikasi & Penjangkauan CIPS, serta pakar Faperta UGM seperti Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. dan Ishadiyanto Salim, S.Pd., M.Pd. Dari Lentera DESA hadir Rani Nur Rochim, S.P., M.Sc., Siti Fatonah, S.P., M.Sc., Nadila Puspa Arum W, S.P., M.Sc., dan Yeni Yuliati, S.P., M.Sc.. Diskusi membahas sinergi platform digital Lentera DESA dengan data-driven policy CIPS, termasuk pelatihan blended learning untuk petani milenial dan penguatan literasi pasar. Lentera DESA menyatakan dukungan penuh, memperluas jangkauan agrokompleks mereka ke ranah kebijakan nasional.

Kolaborasi ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan rantai pasok pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan  Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan pemberdayaan UMKM petani, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur via digitalisasi pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Faperta UGM melalui Lentera DESA membuktikan peran akademik dalam menghubungkan riset lapangan dengan advokasi kebijakan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Lentera DESA UGM

123…18

BERITA FAKULTAS

  • UGM Peringkat 1 Pendanaan PKM 2026, Faperta UGM Tampilkan Inovasi Lewat PKM-PM “Tumandur”
    25/05/2026
  • Integrasi Sarjana-Magister: Fakultas Pertanian UGM Wisudakan Mahasiswa Fast Track
    22/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Umumkan Wisudawan Terbaik Periode III T.A. 2025/2026
    22/05/2026
  • Kolaborasi Sivitas Akademika Ilmu Tanah untuk Regenerasi Mahasiswa Berkelanjutan
    22/05/2026
  • Fakultas Pertanian UGM dan Pemda Lombok Timur Rintis Pembahasan Kerja Sama Strategis
    22/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju