• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Fakultas Pertanian UGM dan Bappenas Gelar Diskusi Kesehatan Tanah untuk Persiapan IRASP

berita Monday, 24 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diskusi Kesehatan Tanah dalam rangka persiapan implementasi Indonesia Re-purposing Agricultural Support Project (IRASP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kegiatan berlangsung di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, Fakultas Pertanian UGM pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Acara ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, serta tim Bappenas. Diskusi difokuskan pada strategi penguatan kesehatan tanah sebagai fondasi utama keberlanjutan pertanian di Indonesia, sekaligus mendukung arah kebijakan nasional dalam transformasi sistem pangan.

Dalam kesempatan ini, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, mewakili Dekan Fakultas Pertanian UGM. Beliau menegaskan bahwa Fakultas Pertanian siap berkolaborasi dan mendukung penuh rencana implementasi IRASP. “Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi akademik dan riset yang relevan, sehingga kebijakan nasional dapat berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Diskusi ini juga menegaskan kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kesehatan tanah secara langsung mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pengelolaan tanah yang mendukung konservasi air dan pengurangan pencemaran; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi penggunaan input dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui konservasi tanah dan peningkatan fungsi tanah dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui perlindungan biodiversitas tanah dan pencegahan degradasi lahan. Selain itu, penguatan inovasi dan riset pertanian berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam merumuskan strategi pengelolaan tanah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem pangan yang resilien dan berdaya saing global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Sosialisasi AGLC: Mengenalkan Fasilitas Penunjang Riset Pascasarjana Faperta UGM

berita Friday, 21 August 2026

Sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Agrotropica Learning Center (AGLC) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada 19 Agustus 2026. Agenda ini bertujuan memperkenalkan sejarah, struktur, serta layanan yang ditawarkan AGLC sebagai pusat riset dan pengembangan akademik mahasiswa pascasarjana.

Dalam pemaparannya, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Manajer AGLC menjelaskan sejarah berdirinya AGLC dan susunan pimpinan manajerial yang mengelola fasilitas tersebut. Mahasiswa baru kemudian diajak mengenal setiap lantai gedung AGLC beserta fungsi dan layanan yang tersedia.

AGLC menawarkan berbagai layanan riset yang mendukung kegiatan akademik mahasiswa. Layanan pengujian mencakup penggunaan instrumen modern seperti GCMS, HPLC, Portable Photosynthesis, dan Fluorescence Analyzer. Selain itu, tersedia layanan bench penelitian, penyewaan alat laboratorium seperti PCR dan thermal cycle, serta fasilitas pengujian sampel dengan prosedur yang telah ditetapkan. Penjelasan mengenai tarif layanan pengujian sampel juga disampaikan agar mahasiswa dapat merencanakan riset secara lebih efisien.

Tidak hanya itu, AGLC juga menyiapkan program pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aktivitas penelitian berjalan sesuai standar keselamatan laboratorium.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa baru memperoleh gambaran menyeluruh mengenai peran AGLC sebagai pusat riset yang mendukung pencapaian akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kehadiran fasilitas ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui penyediaan sarana riset yang modern, aman, dan mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Aspek keselamatan penelitian melalui pelatihan K3 juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan akademik dan penelitian yang sehat dan aman. Selain itu, pemanfaatan fasilitas dan instrumen penelitian secara bersama dan efisien dapat mendukung praktik penelitian yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pitching Session Terbaik SEED 2026: Green Guardians dengan SOLAROBUSTA

Prestasi Friday, 21 August 2026

Sebagai bagian dari rangkaian Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM 2026, sesi pitching menampilkan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi pertanian berkelanjutan. Tim terbaik, Green Guardians, mempersembahkan karya unggulan bertajuk SOLAROBUSTA.

SOLAROBUSTA merupakan sistem budidaya kopi robusta berbasis IoT, agrivoltaics, dan pemupukan berimbang. Inovasi ini memadukan teknologi panel surya di sela pohon kopi sebagai naungan sekaligus sumber energi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Hal ini menjadi solusi atas tantangan perubahan iklim, di mana kenaikan suhu 1°C dapat menurunkan hasil panen hingga 14%.

Green Guardians merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu, antara lain Fikri Danang Himawan (Magister Kehutanan UGM), Ikhsan Adi Pratama (Doktor Ilmu Pertanian UGM), dan Fathur Khoirul Arifin (Magister Kehutanan UGM).

Latar belakang yang diusung berawal dari Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Namun, para petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti produktivitas yang rendah, kesenjangan mutu, sistem pemupukan konvensional, serta minimnya akses data dan informasi. SOLAROBUSTA hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan pendekatan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, Tim Green Guardians menyampaikan bahwa PT Petrokimia Gresik berperan sebagai penyedia tools, data, farmer informer, dan sistem digital agronomi. Sementara itu, UGM melalui mahasiswa berkontribusi dalam pembuatan instalasi panel surya, sistem monitoring, serta otomasi agrivoltaics yang mencakup pengendalian suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi.

Inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi dunia, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem budidaya kopi. Pemanfaatan panel surya dan teknologi agrivoltaics berkontribusi terhadap SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui penerapan sumber energi terbarukan dalam sistem pertanian.

Integrasi IoT, sistem monitoring, otomasi, serta pengelolaan suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi untuk pertanian modern. Sementara itu, penerapan pemupukan berimbang dan irigasi presisi turut berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penggunaan input dan sumber daya secara lebih efisien.

Respons SOLAROBUSTA terhadap peningkatan suhu dan tantangan perubahan iklim secara langsung berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui pengembangan sistem budidaya yang lebih adaptif dan tangguh terhadap perubahan lingkungan. Kolaborasi antara PT Petrokimia Gresik dan UGM dalam penyediaan data, sistem digital agronomi, instalasi panel surya, monitoring, dan otomasi juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan solusi pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Petrokimia Gresik Dorong Digitalisasi Pertanian untuk Masa Depan

berita Friday, 21 August 2026

Dalam rangkaian Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM 2026 bertema Light the Future of Farming: Leading the Change in a Disruptive World, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dr. Ir. Daconi Khotob, M.M., menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi teknologi untuk menjawab tantangan pertanian masa depan.

Menjawab pertanyaan mengenai inovasi terbesar yang sedang disiapkan, beliau menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik terus mengoptimalkan penerapan teknologi pertanian modern berbasis digitalisasi. “Mulai dari penggunaan sistem informasi, Artificial Intelligence (AI), drone, hingga teknologi digital yang mendukung rekomendasi pemupukan berimbang dan pengelolaan pasca panen, semua kita lakukan digitalisasi,” jelasnya.

Menurut Dr. Daconi, digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh, mulai dari input, proses, hingga output. Dengan dukungan teknologi informasi dan AI, hasil pertanian diharapkan dapat semakin optimal dan berdaya saing. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Fakultas Pertanian UGM dalam mendorong kolaborasi riset dan pengembangan inovasi. “Terima kasih atas support dari Pertanian UGM ini. Semoga sukses selalu,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Inovasi digitalisasi pertanian yang dikembangkan Petrokimia Gresik memiliki kontribusi terhadap pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui upaya meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan dengan penerapan pemupukan berimbang, sistem informasi, dan teknologi monitoring digital. Penerapan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), drone, dan sistem digital juga memperkuat SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi dan infrastruktur teknologi untuk mendukung pertanian modern.

Pemanfaatan teknologi digital untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang lebih tepat turut berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, khususnya melalui upaya meningkatkan efisiensi penggunaan input pertanian dan mendorong praktik produksi yang lebih bertanggung jawab. Peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian melalui transformasi digital juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendukung penguatan kapasitas dan efisiensi sektor agribisnis. Sementara itu, dukungan Fakultas Pertanian UGM terhadap pengembangan riset dan inovasi bersama Petrokimia Gresik memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan solusi teknologi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Dengan langkah ini, Petrokimia Gresik bersama Fakultas Pertanian UGM meneguhkan komitmen untuk menyalakan masa depan pertanian Indonesia melalui pendidikan, riset, dan digitalisasi inovatif.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Kuliah Tamu Dirut Petrokimia Gresik di Faperta UGM: Menavigasi Masa Depan Pertanian Lewat Konsep Triple Bottom Line dan Inovasi GLADIAGRO

berita Friday, 21 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Lighting the Future of Farming: Leading the Change in a Disruptive World” pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM. Acara ini menghadirkan Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dr. Ir. Daconi Khotob, M.M., sebagai narasumber utama. Kegiatan dihadiri oleh Dekan Faperta UGM Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., jajaran dekanat, ketua departemen, dosen, serta ratusan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Dr. Daconi Khotob menyoroti pergeseran paradigma abad ke-21 yang menuntut transformasi cara pandang di tingkat negara (pembangunan berkelanjutan), perusahaan (strategi kontributif berbasis Triple Bottom Line), dan individu (karakter dan kompetensi yang utuh). Ia menekankan bahwa keberlanjutan industri saat ini sangat bergantung pada keseimbangan antara People, Planet, dan Profit (3P) guna mengelola input produksi secara bertanggung jawab sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, dipaparkan pula strategi inovasi bisnis Petrokimia Gresik yang mengusung konsep one-stop solution melalui teknologi precision drone, supervisi intensif, program loyalitas pelanggan, hingga community-based marketing. Sebagai wujud komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), PT Petrokimia Gresik memperkenalkan inovasi GLADIAGRO, yakni program konversi limbah pertanian menjadi Nutrient Organic Cair (NOC) menggunakan Petro Gladiator melalui enam tahapan terstruktur: soil health assessment, agricultural waste collection, NOC production, NOC distribution and farmer adoption, agrofertilizer recommendation support, serta monitoring and adoption validation.

Kegiatan kuliah tamu ini turut memperkuat komitmen Faperta UGM dalam mendukung pencapaian berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui penguatan wawasan dan inovasi yang diarahkan pada peningkatan produktivitas pertanian serta kedaulatan pangan nasional. SDG 4: Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pengayaan pengetahuan mahasiswa dengan menghadirkan mitra strategis dari sektor industri sebagai bagian dari pembelajaran dan pengembangan kompetensi.

Penerapan precision drone, teknologi pertanian, dan inovasi GLADIAGRO turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi dan inovasi untuk modernisasi sektor agribisnis. Sementara itu, GLADIAGRO yang mengonversi limbah pertanian menjadi Nutrient Organic Cair (NOC) berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali sumber daya dan pengelolaan limbah pertanian secara lebih berkelanjutan. Pendekatan soil health assessment dan pengelolaan input pertanian secara bertanggung jawab juga mendukung upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan.

Strategi pengembangan bisnis dan penguatan produktivitas agribisnis melalui pendekatan berbasis komunitas turut berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mendukung daya saing dan keberlanjutan sektor agribisnis. Adapun kolaborasi antara Faperta UGM dan PT Petrokimia Gresik dalam pendidikan, riset, dan pengembangan inovasi memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung transformasi pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Tanah Faperta UGM, Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., memaparkan sumbangsih strategis lima bidang ilmu tanah (Kimia & Kesuburan, Fisika & Konservasi, Pengelolaan Tanah, Pedologi, serta Agroklimatologi) dalam mendukung pertanian regeneratif. Pemaparan ini disampaikan dalam sesi sosialisasi peran departemen dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-80 Faperta UGM di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Selasa (11/8).

Departemen Tanah menegaskan keunggulannya sebagai pusat pembelajaran dan riset Pertanian Organik sejak 2009 serta pelopor riset biochar sebagai pembenah tanah. Dalam aspek inovasi Smart Eco Bioproduction, Departemen Tanah memamerkan teknologi Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Drum Biochar, Closed Chamber Modular pemantau GRK, Iron-Biochar Biocatalyst, Biochar-Biosponge, hingga teknologi sederhana populer Ember Tumpuk dan software ESR & EWS restorasi lahan gambut.

Di samping itu, Departemen Tanah aktif menjalankan mandat nasional seperti Survey, Investigation, and Design (SID) cetak sawah baru di Kalimantan Tengah dan Halmahera Utara, serta riset penurunan emisi gas rumah kaca pada budidaya padi melalui metode Alternate Wetting Drying (AWD).

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Departemen Tanah sebagai bagian dari Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengelolaan tanah dan sumber daya lahan yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan berbagai perangkat dan teknologi tekno-ekologis, seperti Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Closed Chamber Modular, serta teknologi berbasis biochar untuk mendukung inovasi pertanian berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan promosi sistem pertanian organik serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui teknologi tepat guna seperti Ember Tumpuk; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan teknologi dekarbonasi, produksi dan pemanfaatan biochar, serta penerapan metode irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menekan emisi gas rumah kaca, termasuk metana dan dinitrogen oksida; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pencegahan degradasi tanah, pengelolaan lahan rawa dan gambut secara lestari, serta restorasi kesehatan tanah yang terdegradasi.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut

berita Wednesday, 12 August 2026

Sektor perikanan dan kelautan memegang peranan penting dalam memperkuat sistem ketahanan pangan dan ekonomi sirkular Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Sekretaris Departemen Perikanan Faperta UGM, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., dalam paparan sosialisasi peran departemen yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM, Selasa (11/8).

Departemen Perikanan UGM mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas dan ramah lingkungan, pengelolaan nutrisi akuatik yang efisien, pemantauan kualitas air digital, serta perlindungan keanekaragaman hayati perairan. Integrasi ilmu perikanan dengan teknologi biosistem modern diharapkan mampu meminimalkan dampak limbah budidaya serta meningkatkan daya tahan komoditas perikanan dari ancaman penyakit dan perubahan iklim.

Selain itu, Departemen Perikanan juga membuka ruang sinergi yang luas dengan departemen agrokompleks lainnya, salah satunya melalui pengembangan sistem integrated fish-crop farming (mina-padi/akuaponik) dan daur ulang nutrisi perairan untuk mendukung sektor pertanian darat yang terpadu dan efisien.

Kontribusi Departemen Perikanan sekaligus mendukung komitmen Faperta UGM dalam pencapaian SDGs, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan penyediaan sumber protein akuatik yang berkualitas, aman, dan terjangkau guna mendukung ketahanan pangan masyarakat; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas, pemantauan kualitas air berbasis digital, dan integrasi teknologi biosistem dalam pengelolaan sumber daya perikanan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan daur ulang nutrisi perairan dan integrated fish-crop farming seperti mina-padi dan akuaponik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus meminimalkan limbah; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan peningkatan ketahanan komoditas perikanan terhadap berbagai tekanan lingkungan; serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan perairan, dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati akuatik.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D., menegaskan pentingnya posisi mikrobioma sebagai kunci (keystone) utama dalam mewujudkan pertanian regeneratif. Hal tersebut disampaikannya pada sesi pemaparan sosialisasi peran departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro UGM, Selasa (11/8) dalam rangkaian sosialisasi peran departemen dalam inovasi Smart Eco Bioproduction.

Dengan sejarah panjang sejak 1950, Departemen Mikrobiologi Pertanian kini memfokuskan keilmuannya pada rekayasa mikrobioma (microbiome engineering), biologi sintetis, bioinformatika, serta fisiologi mikroba. Departemen ini terus menghasilkan produk inokulan dan pupuk hayati unggulan yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, seperti Legume Inoculants (Legin), Bio-kon, Bio-Fosfat, Bio-Sulpho, serta pemanfaatan Actinomycetes sebagai pengendalinya kentang scab.

Di bidang pengabdian masyarakat, Departemen Mikrobiologi Pertanian menyediakan layanan pengujian mutu biofertilizer, analisis efikasi, hingga pengadaan Oligo Synthesize. Pemanfaatan mikroba tanah yang terencana diyakini mampu memulihkan struktur tanah yang rusak, meningkatkan ketersediaan hara, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sintetis.

Pemaparan Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian ini sekaligus menegaskan komitmen Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, utamanya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kesuburan tanah dan ketersediaan hara bagi tanaman melalui aplikasi inokulan mikroba guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan produksi pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset rekayasa mikrobioma, biologi sintetis, bioinformatika, dan bioteknologi molekuler untuk mendukung pengembangan bioinovasi pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan pemanfaatan pupuk hayati, inokulan mikroba, serta teknologi bioproduksi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sintetis dan mendorong penggunaan input pertanian yang lebih berkelanjutan; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemulihan fungsi biologis tanah, peningkatan kesehatan ekosistem tanah, dan pemanfaatan mikroorganisme untuk mendukung keberlanjutan ekosistem daratan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT

berita Wednesday, 12 August 2026

Dalam gelaran sosialisasi pilar departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., memaparkan peran vital ilmu proteksi tanaman dalam transisi menuju pertanian regeneratif. Pengelolaan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) kini bertransformasi melampaui paradigma pemberantasan konvensional menuju pemulihan ekosistem yang sehat dan seimbang.

Departemen HPT mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui lima rantai aksi: Smart Monitoring, Diagnosis & Analisis Digital, Smart Decision berbasis AI, Eco-Bioproduction, dan Precision Application. Berbagai rekam jejak inovasi cerdas dipaparkan, antara lain aplikasi Mango Pests Identifier (MPI), Museum Serangga Online (MSO), platform MySalak, sistem Semprot Presisi Ulat Kelapa Sawit (SPUKS), aplikasi Nema-Apps, hingga teknologi perangkap perangkap otomatis iTrap dan Vibration Mating Disruption (VMD).

Di samping teknologi digital, Departemen HPT konsisten mengembangkan agen hayati ramah lingkungan seperti ProBAIT, formulasi Bacillus velezensis B-27, Beauveria bassiana, Trichoderma sp., serta wahana edukasi masyarakat Omah Serangga bersama PIAT UGM.

Pemaparan ini semakin menegaskan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penerapan perlindungan tanaman yang efektif dan presisi untuk menjaga produktivitas serta keberlanjutan produksi pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi digital berbasis AI dan IoT untuk mendukung perlindungan tanaman dalam budidaya pertanian presisi; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan insektisida sintetis berbahaya dengan penerapan biopestisida, agen hayati, serta teknologi pemantauan dan pengendalian hama yang selektif; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem perlindungan tanaman yang adaptif, efisien dalam penggunaan input pertanian, dan mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem daratan melalui rekayasa habitat ekologis, pemanfaatan agen hayati, serta edukasi konservasi serangga; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat inovasi, dan masyarakat dalam pengembangan teknologi serta edukasi perlindungan tanaman berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Usung Tiga Pilar Utama, Departemen Budidaya Pertanian UGM Dorong Sistem Produksi Tanaman Rendah Emisi dan Berbiaya Rasional

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., memaparkan strategi strategis departemennya dalam mendukung pertanian regeneratif melalui implementasi Smart Eco Bioproduction. Dalam kegiatan sosialisasi di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Selasa (11/8), Dr. Eka menekankan bahwa kunci keberlanjutan pertanian terletak pada integrasi efisiensi produksi, resiliensi sistem, dan penekanan tingkat emisi.

Departemen Budidaya Pertanian mengusung Tiga Pilar Utama: (1) Program Pemuliaan Tanaman (Genetic Make-up untuk masa depan), (2) Teknologi Industri Benih, serta (3) Manajemen Produksi Tanaman yang berfokus pada penanganan yield gap dan biaya rasional. Pendekatan ini diperkuat oleh rekam jejak inovasi riset yang telah dihilirisasi, seperti varietas padi Gamagora yang tahan stres abiotik, tomat Gamato, klon teh unggul Pagilaran, varietas bawang merah TSS, hingga teknologi nutrisi Humate Nutrient Technology (HUMANU) dan Canechar berbasis limbah tebu.

Melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan konservasi lingkungan, Departemen Budidaya Pertanian siap membuka peluang kolaborasi multisektoral dengan departemen lain demi menghasilkan komoditas pertanian yang produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berdaya saing tinggi.

Pemaparan ini sekaligus memperkuat peran Departemen Budidaya Pertanian sebagai bagian dari Faperta UGM dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui inovasi varietas dan benih unggul yang adaptif dan berproduktivitas tinggi guna mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sistem produksi tanaman yang efisien, berbiaya rasional, dan berdaya saing; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi varietas, teknologi benih, dan rekayasa genetika untuk mendukung kemajuan teknologi pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan teknologi benih modern, pemanfaatan limbah pertanian, serta manajemen produksi yang efisien dan ramah lingkungan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan varietas dan sistem budidaya tanaman yang resilien terhadap cekaman iklim dan lingkungan serta penerapan sistem pertanian rendah emisi gas rumah kaca; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pertanian regeneratif, konservasi lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…22

BERITA FAKULTAS

  • Explore Double Degree Opportunities UGM x The University of Melbourne
    24/08/2026
  • Vera Kurniawati Terpilih sebagai Lulusan Terbaik, Faperta UGM Apresiasi Capaian Wisudawan Periode IV
    24/08/2026
  • Faperta UGM Wisudakan 24 Mahasiswa Fast Track, Perkuat Integrasi Pendidikan Sarjana dan Magister
    24/08/2026
  • Wujudkan Riset Aman dan Terstandar, Fakultas Pertanian UGM Membekali Calon Peneliti Melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
    24/08/2026
  • Fakultas Pertanian UGM dan Bappenas Gelar Diskusi Kesehatan Tanah untuk Persiapan IRASP
    24/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju