
Ribuan kilometer dari kolam budi daya dan bangku kuliah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Gerson Lewis, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2023, kini tengah menempuh satu semester studi pertukaran di Lund University, Swedia. Program ini berlangsung melalui Erasmus+ International Credit Mobility Programme (KA131/171) sejak 18 Agustus 2026 hingga 17 Januari 2027.
Ketertarikan Lewis pada program ini berangkat dari pengamatannya terhadap sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia. Ia menilai bahwa inovasi hasil riset maupun praktik lapangan sering kali menghadapi kesulitan untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi. Pertukaran ke Lund University menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari bagaimana kebijakan, kerangka hukum, dan pendekatan keberlanjutan diterapkan di Swedia, negara dengan sistem tata kelola lingkungan terbaik sekaligus tercatat sebagai negara dengan performa inovasi tertinggi di Uni Eropa menurut European Innovation Scoreboard 2026.

Selama satu semester di Lund, Lewis mengikuti perkuliahan yang membahas studi lingkungan dan keberlanjutan, hukum internasional, hingga nature-based solutions untuk perencanaan wilayah perkotaan. Kombinasi ini memberinya kerangka berpikir yang lebih luas untuk melihat persoalan akuakultur tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek regulasi, tata kelola lingkungan, dan strategi pengembangan usaha. Ia juga menjajaki topik mengenai dimensi sosial dari teknologi dan kecerdasan buatan, sudut pandang yang menurutnya jarang disentuh dalam kurikulum sains terapan.

Proses seleksi menuju Lund, menurut Lewis, sepenuhnya berbasis dokumen tanpa tahap wawancara. Meski demikian, ia menekankan bahwa persiapan tidak sesederhana kelihatannya. “CV yang bagus tidak bisa dibangun dalam semalam. Itu hasil dari kerja keras yang diperjuangkan bertahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa motivation letter menjadi ruang penting untuk menuangkan tujuan, cara berkontribusi dalam program, serta dampak yang ingin ia ciptakan.
Kepada mahasiswa lain, Lewis membagikan refleksi pribadinya. Saat pertama kali masuk kuliah, ia tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini. Namun, ia memilih untuk terus menantang dirinya sendiri untuk bermimpi lebih tinggi. Ia mengutip pesan yang lekat diingat banyak orang dari Soekarno: “Bermimpilah setinggi mungkin, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Partisipasi Lewis dalam program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai aspek pembelajaran dan kolaborasi internasional. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pengalaman pembelajaran lintas negara yang memperluas wawasan akademik dan kompetensi mahasiswa. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dalam penguatan perspektif terhadap riset terapan, inovasi, teknologi, dan pengembangan solusi yang dapat diterapkan di sektor akuakultur.
Sebagai mahasiswa Akuakultur, pengalaman ini juga memiliki keterkaitan erat dengan SDG 14: Ekosistem Lautan, terutama melalui penguatan pemahaman mengenai praktik perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan serta hubungan antara kegiatan produksi dengan keberlanjutan ekosistem perairan. Pembelajaran mengenai nature-based solutions dan keberlanjutan turut memperkuat relevansinya dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya dalam memahami pendekatan berbasis alam sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan lingkungan.
Sementara itu, kajian mengenai kebijakan, hukum internasional, dan tata kelola lingkungan mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh, melalui pemahaman mengenai pentingnya regulasi dan institusi yang efektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Perspektif Lewis mengenai pengembangan hasil riset menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong inovasi dan pengetahuan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Keseluruhan pengalaman tersebut diperkuat melalui SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dalam kolaborasi akademik internasional antara UGM dan Lund University. Dengan demikian, program pertukaran ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik individual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda untuk menghubungkan pendidikan, inovasi, tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem dalam menghadapi tantangan global.
Penulis: Gerson Lewis, Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Gerson Lewis