• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • page. 12
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Perkuat Ketahanan Pangan, MPTHI Gelar Pertemuan Nasional di Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 25 July 2025

Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan, Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) menyelenggarakan Pertemuan Nasional MPTHI 2025 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Mengusung tema “Perlindungan Tanaman Bersinergi Mendukung Tercapainya Swasembada Pangan Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan lebih dari 650 peserta yang terdiri atas akademisi, praktisi, regulator, serta pelaku industri pertanian dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 13 hingga 14 Juni 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., didampingi Ketua Umum MPTHI Sutarto Alimoeso, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Dr. Sarwo Edhy, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan pita pameran teknologi pertanian dan perlindungan tanaman.

Pertemuan ini mencakup seminar, pelatihan, pameran teknologi pertanian, serta diskusi panel yang membahas tantangan dan peluang dalam perlindungan tanaman di era perubahan iklim dan degradasi lahan. Forum ini juga menjadi ruang strategis untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan perlindungan tanaman sebagai bagian integral dari sistem pertanian nasional yang tangguh.

Dalam pidatonya, Dirjen Tanaman Pangan menekankan pentingnya perlindungan tanaman dalam upaya memperluas dan menjaga keberhasilan panen padi dan jagung. Menurutnya perlindungan merupakan pondasi penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang kuat dan adaptif.

Sutarto Alimoeso, Ketua Umum MPTHI, menegaskan bahwa perlindungan tanaman merupakan elemen krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan degradasi lahan, ia menekankan pentingnya sinergi antara ilmuwan, praktisi, regulator, dan pelaku industri. Menurutnya, perlindungan tanaman bukan hanya soal menanggulangi hama, tetapi juga menjamin produksi pertanian yang berkelanjutan, bermutu, aman, dan berdaya saing. Ia berharap melalui forum MPTHI dapat dihasilkan rekomendasi strategis untuk meningkatkan produktivitas petani, menjamin ketersediaan pangan, serta memaksimalkan potensi sumber karbohidrat lokal yang mencapai 76 komoditas.

Senada dengan itu, Sekretaris Utama Bapanas, Dr. Sarwo Edhy, menyebut bahwa upaya mencapai swasembada pangan harus disertai dengan strategi perlindungan dan efisiensi produksi. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik terkait pengurangan pemborosan pangan, mengingat sekitar 30 persen makanan di Indonesia terbuang sia-sia berdasarkan data FAO (Food and Agriculture Organization) dan BPS (Badan Pusat Statistik).

Guru Besar Faperta UGM, Prof. Subejo, menilai pertemuan ini sebagai ajang penting untuk mensinergikan kebijakan dan praktik lapangan. “Forum ini sebagai ajang diskusi membahas praktek-praktek perlindungan tanaman dan hewan selama ini”, imbuhnya.

Sebagai wadah komunikasi dan advokasi, MPTHI telah berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan melalui riset, edukasi, dan diseminasi praktik pertanian terbaik. Kegiatan MPTHI 2025 diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan peran masyarakat pelindungan tanaman di Indonesia.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pre-Course Summer Course Faperta UGM 2025: Langkah Awal Menuju Pemahaman Pertanian Tropis Berkelanjutan

berita Thursday, 24 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 dengan menyelenggarakan sesi pre-course secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat budidaya Kopi dan pengalaman langsung dalam kunjungan lapangan ke Perkebunan dan Pabrik Kopi yang dibungkus dalam tema “The Journey of Coffee from Seed to Cup.”

Sesi pre-course ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sesi ini dibuka dengan pemberian course  yang berisi pengantar umum mengenai pelaksanaan program yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dari tanggal 4 Juli hingga 8 Agustus 2025. Selain itu, diperkenalkan juga para pengajar dan narasumber yang akan terlibat dalam kelas daring maupun kegiatan field trip secara luring. Para pengajar sendiri terdiri dari Instructors, Teaching Assistants (TAs) dan  Experts yang telah lama berkecimpung dalam ilmu pertanian tropis berkelanjutan.

Pelaksanaan summer course tahun ini dibagi menjadi 2 skema, yakni secara online dan blended (hybrid). Oleh karena itu, sesi pengantar ini sangat penting untuk menyamakan persepsi peserta terhadap bentuk pembelajaran yang akan dijalani, serta menjelaskan pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang digunakan sebagai platform utama dalam kegiatan daring. Kegiatan pre-course juga memaparkan jenis tugas yang akan dikerjakan peserta selama program berlangsung, seperti studi mandiri, poster assignment, Quiz dan video presentasi yang bertujuan memperdalam pemahaman para peserta mengenai isu-isu pertanian tropis.

Dengan dilaksanakannya sesi pre-course ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025, baik secara daring maupun luring. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung melalui kunjungan lapangan ke kebun kopi, lahan pertanian, dan pabrik pengolahan kopi di Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini juga merupakan manifestasi Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDGs SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan.

Penulis: Noor Amelia Putri

Editor: Desi Utami

Athifah Rahmadani, Mahasiswi Faperta UGM Mengukir Prestasi di Gamada Open International Karate Championship II 2025

Prestasi Thursday, 24 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi di kanca internasional melalui Athifah Rahmadani yang meraih Juara II Mahasiswa Kumite Beregu Putri dan Juara III U-21 Kumite -55Kg Putri pada Gadjah Mada Open International Karate Championship II 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Inkai Universitas Gadjah Mada pada tanggal 21 Januari – 13 Februari 2025 di GOR Pancasila Universitas Gadjah Mada dengan jumlah peserta mencapai 1800 peserta/tim yang diikuti oleh berbagai kontingen baik dalam negeri maupun luar negeri.

Acara ini dihadiri Pembina UKM Karate Inkai UGM yakni Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko,S.Hut.,M.Agr.S dan Ir. Edi Suryanto,M.Sc.,Ph.D.,IPU ASEAN. Perwakilan Rektor yakni Desi Yulianti, S.E., M.ACC selaku Kepala Subdit Ditmawa dan Bapak Mugiyarto, S.IP selaku tim kerja organisasi dan kegiatan mahasiswa. Selain itu, dihadiri pula oleh alumni kagama karate, mulai dari pendiri UKM Karate Gadjah Mada dan beberapa Ketua serta pengurus baik  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Yogyakarta.

Athifa, mahasiswi S1 angkatan 2023 Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan merupakan salah satu panitia sekaligus anggota regu perwakilan Universitas pada Gadjah Mada Open International Karate Championship II 2025.

“Pada kejuraan ini tantangan yang saya lalui yaitu sebagai atlet sekaligus panitia penyelenggara cukup berat karena saya harus mengimbangi antara akademik, latihan, dan juga kepanitiaan. Persiapan yang dilakukan selama 3 bulan dengan latihan rutin yakni seminggu 3-4x latihan setiap pukul 19.00-21.30 dan Minggu pagi cukup berat namun lama kelamaan dapat terbiasa. Berdasarkan proses tersebut, saya belajar bagaimana mengatur waktu, tenaga, pikiran serta energi dengan baik. Kemudian, saat meraih penghargaan tersebut saya sangat senang dan bersyukur. Walaupun tidak meraih podium tertinggi, semua usaha dan kerja keras yang telah saya jalani selama ini membuahkan hasil” Ungkapnya.

Athifa berpesan kepada teman-teman yang sedang berjuang dikejuaraan non akademik untuk jangan ragu mencoba dan takut gagal. Semua proses yang dijalani pasti ada pelajaran berharga yang dapat diambil. Selain itu, konsistensi dan kedisiplinan harus dijaga karena kerja keras yang dilakukan dengan niat dari diri sendiri akan membuahkan hasil yang sesuai.

Capaian prestasi ini sekaligus menjadi wujud upaya Faperta UGM dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Melvinna Rafida

Editor  : Desi Utami

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Purnawisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025

berita Wednesday, 23 July 2025


Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar Purnawisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 yang dilaksanakan pada Rabu, 23 Juli 2025 bertempat di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro Faperta UGM. Purnawisuda ini diikuti oleh 32 wisudawan/wisudawati, terdiri dari 30 lulusan Program Magister (S2) dan 2 lulusan Program Doktor (S3). Sebanyak 7 orang lulusan S2 merupakan mahasiswa program Fast Track yang berhasil menuntaskan pendidikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu kurang dari lima tahun.

Salah satu lulusan program Fast Track, Novianti Ekaputri Rahmawati dari Program Studi Magister Fitopatologi, berhasil meraih predikat lulusan terbaik program magister di Fakulats Pertanian UGM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 dan masa studi 1 tahun 8 bulan 1 hari. Dalam pidatonya, Novi, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademik yang telah ia jalani.

Sebagai perwakilan wisudawan, Novi menyampaikan sambutan yang memotivasi dan mengapresiasi perjuangan seluruh lulusan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu menjadi sumber kekuatan, serta para dosen yang telah membimbing dan mendukung selama proses studi.

“Hari ini menjadi salah satu hari yang membahagiakan karena kita merayakan tonggak penting dalam perjalanan akademik. Proses hidup ini penuh tantangan, adaptasi, berpikir kritis, dan perjuangan lainnya yang telah kita taklukkan hingga bisa berdiri di hari ini. Setiap pengalaman yang kita jalani membentuk cerita dan perkembangan diri yang unik bagi masing-masing dari kita,” ujarnya.

Novi juga menyampaikan rasa bangganya dapat menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian UGM yang didukung oleh dosen-dosen kompeten serta lingkungan belajar yang kondusif.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas pencapaian mereka.

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan tugas akhir dengan baik dan lulus dari program studi bersertifikat unggul di Faperta UGM. Pada periode ini, kita patut berbangga karena ada lulusan dari program Fast Track yang mampu menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam waktu kurang dari lima tahun,” ujar Dekan

Dekan Fakultas Pertanian UGM, menambahkan bahwa keberadaan program Fast Track terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Pertanian. Ia juga menyampaikan pesan kepada para lulusan agar terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan pangan.

“Jangan pernah berhenti. Dunia terus bergerak, ilmu pengetahuan terus berkembang. Jadikan momen wisuda ini sebagai titik awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberi dampak positif di mana pun kalian berada. Jadilah pribadi yang memiliki integritas, jujur, dan peduli terhadap sesama.” Ujar Dekan.

Keberhasilan Fakultas Pertanian UGM ini menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan. Purnawisuda ini menjadi keberhasilan serta wujud nyata komitmen Faperta UGM terhadap pencapaian SDGs, diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta UGM

Tiga Bulan Latihan Buahkan Hasil Kemenangan: Athifah Kembali Harumkan Faperta UGM

Prestasi Tuesday, 22 July 2025

Athifah Rahmadhani, mahasiswa Program Studi S1 Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang merupakan peraih gelar Mahasiswa Berprestasi Non-Akademik Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan 2024 berhasil memperoleh prestasi kembali. Kejuaraan yang diraih oleh Athifah yaitu peringkat dua UPI Karate CUP National Open Tournament & Festival 2025 yang dilaksanakan pada 30 Mei – 1 Juni 2025 bertempat di Gymnasium, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Ajang perlombaan ini diselenggarakan oleh UKM Karate UPI.

Kejuaraan ini diikuti lebih dari 50 kontingen baik Universitas ataupun Dojo Latihan yang berpartisipasi. Tim UGM turun pada kelas Universitas di mana terdapat beberapa kompetitior seperti Universitas Pendidikan Indonesia (tuan rumah), Universitas Esa Unggul, Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pasundan, Universitas Telkom, Universitas Siliwangi, Universitas Bina Sarana Informatika, dan masih banyak lagi.

Pada lomba kali ini, Athifah berkompetisi secara beregu yang terdiri dari 3 srikandi UGM yaitu Athifah Rahmadhani (S1 Proteksi Tanaman), Fidellia Dwipuspita Purwacahya (D4 Manajemen dan Penilaian Properti), dan Sarah Jasmine Kahiking (S1 Arkeologi). Mencapai peringkat kedua tentu melalui persiapan yang matang mulai dari kesehatan jasmani dan rohani hingga mental yang kuat.  “Persiapan yang kami lakukan mulai dari bulan Maret kurang lebih selama tiga bulan, di mana dibagi menjadi beberapa program latihan. Biasanya seminggu bisa tiga hingga empat kali latihan,” jelas Athifah.

Sebelumnya tim UGM juga sudah mengikuti pertandingan, sehingga cukup membantu untuk mengetahui evaluasi-evaluasi dari pertandingan sebelumnya yang perlu diperbaiki untuk pertandingan UPI Karate CUP. “Setelah pertandingan sebelumnya selesai, kita dapat jatah rest 1 minggu kemudian lanjut latihan lagi sampai H-2 berangkat pertandingan ke Bandung,” tambah Athifah. Usaha, tekad, dan kerja keras yang Athifah dan tim berikan membuahkan hasil manis yang patut dibanggakan. Athifah menjelaskan, “Pastinya aku sangat senang dan bersyukur bisa meraih juara, meskipun tidak berada di podium tertinggi, tetapi usaha dan kerja keras yang sudah aku jalani selama ini mebuahkan hasil.”

Pengalaman dan prestasi yang sudah didapatkan Athifah menjadi dorongan semangat bagi mahasiswa Faperta UGM untuk senantiasa mengukir prestasi dan mengharumkan Faperta UGM baik di kancah nasional hingga internasional. Karena harapan dan mimpi yang tinggi harus disertai dengan niat dan kerja keras yang maksimal. Tentunya, Faperta UGM senantiasa mendukung dan memberikan fasilitas bagi mahasiswa Faperta UGM untuk meraih harapan dan mimpinya. Selain itu, Faperta UGM juga berupaya mengambil peran dalam menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

Setelah Dua Tahun Berlalu, Departemen Sosek Kembali Hadirkan Event Jogjajanan 

berita Tuesday, 22 July 2025

Senin, 12 Mei 2025, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar event konser sekaligus gelar karya di Lapangan Pancasila UGM. Acara ini merupakan kolaborasi antara hiburan musik dari band terkenal dan gelar karya kreatif oleh mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek). Dengan bertemakan “Nada Bumi: Feel the Rhythm, Live the Moment”, acara ini sukses menarik lebih dari 4.900 penonton, dan melampaui ekspektasi panitia. Jogjajanan juga hadir sebagai wadah untuk memperkenalkan program studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) serta Penyuluhan Komunikasi Pertanian (PKP) di Faperta UGM.

Panggung Jogjajanan 2025 dihiasi penampilan dari Niskala Sosek Amerta (tarian tradisional) dan Sosek Supremacy (band mahasiswa), yang membuktikan bahwa Sosek UGM tidak hanya memiliki sumber daya yang cerdas dalam akademik namun juga berbakat dalam bidang seni. Tidak hanya itu, terdapat tiga bintang tamu nasional diantaranya Reality Club, Hivi!, dan Olski yang turut menghibur para pengunjung yang datang. Pemilihan artis ini berlandaskan karena kesesuaian genrenya dengan selera mahasiswa, sekaligus membuktikan bahwa acara tingkat departemen juga dapat bersaing dengan event tingkat fakultas bahkan universitas.

Kegiatann pra event Jogjajanan sendiri udah dimulai dari bulan maret, dimana panitia mengadakan kompetisi setingkat mahasiswa, SMA dan umum. Beberapa kompetisi yang di adakan adalah Bussines Plan Competition terkait petani milenial yang di ikuti lebih dari 70 tim, dan reels terkait perbandingan pertanian modern dan tradisional yang di ikuti oleh 20 orang. Juri yang memberikan penilaian dalam kompetisi ini bmerupakan Dosen dari departemen SOSEK yang sudah pasti ahli dalam bidang ini.

Selain konser, Jogjajanan juga memamerkan kearifan lokal melalui festival makanan UMKM Jogja dan pojok dolanan tradisional. Pengunjung diajak untuk bernostalgia dengan permainan tradisional seperti gasing, egrang, dan engklek, sambil menikmati kuliner khas Indonesia. Tak hanya itu, terdapat booth dari pogram studi EPA dan PKP yang turut memeriahkan acara dengan berbagai challenge dan souvenir menarik. Selain itu Jogajanan juga berkolaborasi dengan LOKALOGI sebagai wujud kesadaran akan menjaga kebersihan lingkungan selama event berlangsung.

Dengan kesuksesan ini, Jogjajanan 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga pembelajaran bisnis event bagi mahasiswa Sosek. Ketua Panitia menyampaikan kebanggaannya karena acara ini mampu bersaing dengan event besar lain seperti Dental Project dan Farmasi Cup. Harapannya, Jogjajanan ke depan bisa semakin matang dalam konsep bisnis dan keberlanjutannya, sekaligus terus menjadi wadah promosi kreatif bagi dunia pertanian dan ekonomi berbasis bumi.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya Faperta UGM dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya adalah SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur , dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Olivia Regita Br Tarigan

Editor: Desi Utami

 

Kuliah Tamu Faperta UGM Bahas Inovasi Pemanfaatan Duckweed dari Limbah hingga Pangan Masa Depan

berita Wednesday, 9 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkolaborasi mengadakan kuliah tamu yang bersifat terbuka bagi sivitas akademika UGM dan umum dengan Kasertart University, Thailand. Kegiatan kuliah tamu dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 secara online melalui Zoom Meeting. Kuliah tamu dibawakan oleh Dr. Chanita Boonmak dari Kasertart University, Thailand Duckweed Holobiont Resource and Research Center (DHBC).

Topik yang dibawakan yaitu Duckweed Microbiome: Unlocking Bacterial Potential for Environmental and Food Applications yang menceritakan hasil kolaborasi melalui rogram penelitian yang didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JIST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang disebut Science Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATPREPS).

Thailand memiliki empat genus duckweed diantaranya Spirodela polyrhiza, Landolita punctata, Lemna aequionoctialis, dan Wolffia globosa. Pada kesempatan ini Dr. Chanita Boonmak menjelaskan, “Duckweed memiliki kandungan yang berbeda tergantung dengan lingkungannya. Beberapa kandungan dari duckweed adalah serat, lignin, akumulasi protein kisaran 7- 45%, tepung kisaran 14-44% yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.” Pemanfaatan duckweed di Thailand yaitu kultivasi Wolffia dengan air jernih untuk pakan ternak dapat meningkatkan kualitas kuning telur ayam, sebagai carbon sequestration yakni dapat menyerap CO2 dengan cepat selama perkembangannya, sebagai substrat tepung kanji untuk biofuel, serta dapat dijadikan bahan baku bioplastik dan polyester.

“Karakteristik duckweed yang mengandung protein tinggi dipengaruhi oleh lingkungan. Selain itu duckweed juga merupakan tumbuhan air yang tumbuh dengan cepat karena hanya membutuhkan lahan kecil untuk tumbuh, tetapi memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi air dan lahan,” tambah Chanita. Menurut penelitian yang telah dilakukan beliau, duckweed dapat bertahan hidup di permukaan air seperti sawah, lotus pond, drying canal, dan natural pond. Duckweed juga dapat hidup di air limbah atau yang mengandung polusi, misalnya di area perkotaan atau kolam khusus air limbah.

Upaya peningkatan perkembangan dari duckweed di aliran limbah dapat melalui Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Filum bakteri yang sering ditemukan hidup bersamaan dengan duckweed adalah Gammaproteobacteria, Alphaproteobacterial, Betaproteobacteria, Firmicutes, dan Actinobacteria. Limbah pertanian (dalam hal ini peternakan) yang mengandung organik tinggi atau bahan padat seperti kotoran ayam, pakan, bulu ayam, dan limbah cuci umumnya menggunakan anaerobic wastewater treatment tank. Namun, terkadang nitrogen yang terkadung di dalamnya sulit untuk dihilangkan, sehingga memerlukan proses terlebih dahulu seperti melalui facultative pond yang ditumbuhi duckweed.

Desi Utami, S. P., M. Env.Sc., Ph.D., dosen di Mikrobiologi Pertanian selaku koordinator acara kuliah tam menjelaskan bahwa kegiatan rutin yang menghadirkan dosen dan peneliti berbagai negara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keingintahuan mahasiswa, serta memperluas kolaborasi internasional untuk Faperta UGM.

Melalui kolaborasi dengan Kasertart University, Hokaido University, Faperta UGM membuka wawasan yang mendalam mengenai duckweed disertai dengan sejuta manfaat yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Faperta UGM juga berupaya mengambil peran dalam menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

Spot Interaktif Jogjajanan 2025 Berhasil Meriahkan Suasana dengan Interaksi Tradisi yang Bermakna

Uncategorized Wednesday, 9 July 2025

Pelaksanaan Jogjajanan 2025 memiliki keunikan dan keseruan tak terlupakan, kehadiran spot interaktif menjadi salah satu elemen penting yang memperkaya pengalaman pengunjung. Kegiatan Jogjajanan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) serta Penyuluhan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sebagai bentuk nyata upaya promosi akademik yang kreatif dan menyenangkan. Tidak hanya menghibur, Podjok Dolanan hadir sebagai salah satu ciri khas yang sudah menjadi bagian turun-temurun dari kegiatan Jogjajanan.

Tahun ini, Podjok Dolanan tidak hanya hadir sebagai pengingat tradisi, tetapi juga berfungsi sebagai pelengkap atmosfer di sekitar area food tenant yang secara khusus memprioritaskan kuliner khas Indonesia. Kehadiran makanan khas dari era tradisional dipadukan dengan aktivitas bermain gasing, dakon, egrang, engklek, hingga kelereng, menciptakan suasana yang membawa pengunjung menjelajah kembali ke masa lalu.

Antusiasme pengunjung terhadap Podjok Dolanan sangat tinggi, terutama dari kalangan siswa dan mahasiswa. Mereka tidak ragu mencoba berbagai permainan, saling tertawa, dan menikmati suasana dengan penuh rasa senang dan kebersamaan. Selain Podjok Dolanan, terdapat pula Art Spot yang menjadi ruang ekspresi dan refleksi bagi pengunjung. Pengunjung bisa mengekspresikan diri dengan menulis kesan dan pesan selama acara, menggambar makanan favorit mereka, hingga mengikuti aktivitas seni lainnya. Spot ini menjadi tempat pelepas penat yang artistik, sekaligus wadah untuk meninggalkan jejak kreativitas.

Kegiatan tersebut menjadi lebih lengkap dengan adanya photobooth yang telah disediakan. Photobooth banyak diminati pengunjung untuk mengabadikan momen selama acara berlangsung dengan berfoto bersama teman dan keluarga, menjadikan kunjungan mereka lebih berkesan.

Spot-spot interaktif di Jogjajanan 2025 bukan hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi melalui permainan tradisional dan aktivitas seni. Lebih dari sekadar hiburan, kehadiran spot ini memperkuat nilai budaya lokal dan menjadikan Jogjajanan 2025 sebagai wadah interaksi yang hangat, kreatif, dan bermakna. Kegiatan ini bagian dari upaya Faperta UGM terhadap pencapaian SDGs, diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Desi Utami

 

 

Edukasi dan Promosi Menarik dari Prodi EPA dan PKP di Jogjajanan 2025

berita Tuesday, 8 July 2025

Keikutsertaan Program Studi (Prodi) Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) serta Penyuluhan Komunikasi Pertanian (PKP), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dalam kegiatan Jogjajanan 2025 menjadi salah satu bentuk nyata upaya promosi akademik yang kreatif dan menyenangkan. Melalui booth yang dihadirkan, kedua prodi ini ingin memperkenalkan lebih dekat keberadaan dan ciri khas masing-masing kepada khalayak yang lebih luas. Booth khusus yang tidak hanya meramaikan suasana, tetapi juga membawa misi penting dalam memperkenalkan program studi yang ada di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM.

Kegiatan ini secara tidak langsung menjadi media promosi yang efektif, karena Jogjajanan 2025 menargetkan tiga segmen pengunjung utama yaitu mahasiswa, siswa, dan masyarakat umum. Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak untuk melihat bahwa Faperta UGM bukan hanya berfokus pada aspek teknis pertanian saja, tetapi juga mencakup ilmu sosial dan ekonomi yang sangat relevan dalam konteks pertanian modern dan berkelanjutan.

Kegiatan ini didukung penuh oleh masing-masing program studi dan melibatkan kerja sama dengan para asisten prodi. Sinergi ini mencerminkan semangat kolaboratif antar civitas akademika dalam mengenalkan pendidikan pertanian yang lebih komprehensif kepada publik. Kehadiran booth ini mendapat respon positif dari pengunjung, terlihat dari antusiasme mereka yang datang tidak hanya dari kalangan mahasiswa internal, tetapi juga banyak yang berasal dari luar Faperta UGM, bahkan masyarakat umum.

Tak hanya sekadar mengenalkan program studi, booth EPA dan PKP juga menghadirkan pengalaman interaktif. Pengunjung berkesempatan mengikuti berbagai tantangan seru serta mendapatkan souvenir menarik sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Konsep pendekatan yang ringan dan menyenangkan, diharapkan mampu memberikan kesan positif serta memperluas pemahaman publik mengenai peran strategis ilmu sosial ekonomi dalam pengembangan dunia pertanian.

Partisipasi prodi EPA dan PKP di Jogjajanan 2025 menjadi bukti bahwa edukasi bisa dikemas secara kreatif dan inklusif, serta membangun jembatan yang lebih luas antara dunia akademik dan masyarakat. Kegiatan ini bagian dari upaya Faperta UGM terhadap pencapaian SDGs, diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

 

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Desi Utami

 

 

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Juara 1 Nasional di Kompetisi Business Plan NOBLE UNESA 2025

berita Tuesday, 8 July 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Tim mahasiswa Faperta UGM berhasil meraih Juara 1 pada ajang National Business Plan Competition NOBLE UNESA 2025, kompetisi bisnis tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia, Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Kompetisi yang mengangkat tema “Unlocking the Hidden Treasure of Innovation” ini dilaksanakan pada Minggu, 29 Juni 2025 dan diikuti oleh berbagai tim mahasiswa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tim Faperta UGM yang beranggotakan Naysha Intan (Ilmu Tanah 2024) sebagai ketua, serta Miechell Ayu (Ilmu Tanah 2024) dan Diva Nur Annisa (Agronomi 2024), sukses memukau dewan juri melalui karya inovatif mereka: BOBEETA, minuman boba wortel fungsional yang kaya akan beta karoten.

“BOBEETA merupakan produk minuman yang menggabungkan sari wortel segar, tepung tapioka, tepung terigu, serta susu rendah lemak,” jelas Naysha Intan selaku ketua tim. “Inovasi ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, terutama dalam menjaga kesehatan mata melalui kandungan beta karoten yang tinggi.”

Tak hanya fokus pada aspek gizi, tim juga memperhatikan tampilan produk yang menarik. BOBEETA hadir dalam dua varian rasa dengan kemasan modern yang dirancang sesuai preferensi generasi muda. Desain visual yang menarik menjadi nilai tambah yang mendukung daya saing produk di pasar minuman fungsional yang semakin berkembang.

Di bawah bimbingan Dr. Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D., tim mendapatkan pendampingan intensif mulai dari pengembangan konsep bisnis, analisis kandungan gizi, hingga pemetaan dampak sosial dari produk yang diusulkan. Bimbingan ini memastikan bahwa ide bisnis yang diusung tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga berdaya guna secara sosial dan ekonomi.

Lebih dari sekadar inovasi produk, BOBEETA juga memiliki dimensi pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan wortel sebagai bahan baku utama tidak hanya mendukung pola konsumsi sehat, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi petani lokal. Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan peluang usaha baru, khususnya di sektor pertanian dan industri pangan.

“Kami berharap BOBEETA dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat luas, baik sebagai minuman sehat maupun sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Naysha.

Keberhasilan mahasiswa Faperta UGM dalam ajang NOBLE UNESA 2025 menjadi bukti bahwa generasi muda pertanian mampu menghadirkan inovasi yang berkelanjutan, berorientasi pasar, dan relevan dengan tantangan zaman. Capaian ini juga mempertegas bahwa mahasiswa pertanian tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri kreatif berbasis agrikultur dan sosial. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen Faperta UGM dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 12: Konsumsi serta Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami

 

 

 

 

 

1…1011121314…33

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa UGM Raih Medali Emas di Lomba Essay Tingkat Nasional LETIN 7 Nusantara Muda
    02/03/2026
  • UGM Dorong Peningkatan Kinerja Dosen Melalui Sosialisasi IKD di Fakultas Pertanian
    02/03/2026
  • Faperta UGM dan PWNU DIY Gelar Tahap Pertama “Sekolah Tani” Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    02/03/2026
  • Visiting Lecturer Prof. Siti Subandiyah Bahas Ralstonia dan Dampaknya pada Komoditas Unggulan
    02/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Tiga Universitas Jepang, Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Sayuran di Indonesia
    02/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju