• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • page. 2
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

Penelitian Faperta UGM Kaji Nanoalginat untuk Pengembangan Pakan Ikan Fungsional

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Nanoalginat untuk Pengembangan Pakan Ikan Fungsional”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 12 mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Penelitian berlangsung selama 10 bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, dan dilaksanakan di wilayah Sleman.

Budidaya perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun demikian, sektor ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait ketersediaan pakan berkualitas serta tingginya risiko serangan penyakit pada ikan budidaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi nanoalginat berbahan dasar Sargassum dalam pakan formulasi terhadap respon kekebalan seluler, histologi usus, serta pertumbuhan ikan nila.

Penelitian dilakukan dengan memelihara ikan nila berukuran 8–12 cm di dalam bak berbentuk tabung berkapasitas 1 m³ yang dilengkapi dengan sistem resirkulasi. Ikan ditebar dengan kepadatan 50 ekor per bak dan dipelihara selama dua bulan. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu pakan formulasi yang disuplementasi nanoalginat dengan dosis berbeda, alginat non-nano, serta pakan formulasi tanpa penambahan suplemen sebagai kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanoalginat tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan panjang dan berat ikan, tingkat kelangsungan hidup (SR), maupun rasio konversi pakan (FCR). Namun demikian, pada aspek kekebalan nonspesifik seluler, terjadi peningkatan yang signifikan pada aktivitas superoksida dismutase dan fagositosis pada hari ke-30, terutama pada perlakuan nanoalginat dosis 1,5 g. Pada hari ke-60, perbedaan signifikan juga terlihat pada aktivitas dan indeks fagositosis, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan nanoalginat dosis 2 g.

Selain itu, analisis histologi usus menunjukkan bahwa perlakuan nanoalginat memberikan respons yang berbeda terhadap struktur jaringan usus ikan. Panjang vili usus terbaik diperoleh pada perlakuan nanoalginat dosis 0,5 g/kg, sementara ketebalan otot usus tertinggi ditemukan pada perlakuan nanoalginat dosis 1,5 g/kg. Temuan ini mengindikasikan bahwa nanoalginat memiliki potensi dalam meningkatkan efikasi sistem pencernaan dan daya tahan tubuh ikan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan nanoalginat dalam pakan fungsional berpotensi meningkatkan sistem kekebalan ikan nila dan berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit pada budidaya perikanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pakan ikan fungsional yang inovatif, berkelanjutan, dan aplikatif bagi sektor budidaya perikanan nasional.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 14: Ekosistem Laut.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Efisiensi Teknis Usahatani Jagung untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Lombok Tengah

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Efisiensi Teknis Usahatani Jagung dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan sembilan mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim.

Penelitian dilaksanakan selama lima bulan dan berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Praya (Kelurahan Gonjak) serta Kecamatan Praya Barat (Desa Selong Belanak dan Desa Mekar Sari). Kabupaten Lombok Tengah dipilih sebagai lokasi penelitian karena menjadi salah satu wilayah pelaksanaan program korporasi petani dengan fokus pada komoditas jagung, yang merupakan komoditas unggulan daerah dan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengukur tingkat efisiensi teknis usahatani jagung, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani jagung, serta (3) merumuskan strategi peningkatan efisiensi teknis dan keberlanjutan usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data dilakukan terhadap 140 petani jagung yang ditentukan menggunakan metode quota sampling, dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling.

Analisis data dilakukan menggunakan beberapa pendekatan kuantitatif, yaitu analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS) dan Stochastic Frontier Analysis (SFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah belum optimal, dengan nilai rata-rata efisiensi teknis sebesar 0,83. Temuan ini mengindikasikan bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan produktivitas usahatani jagung melalui perbaikan pengelolaan input dan dukungan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, hasil analisis mengungkapkan bahwa faktor umur petani cenderung menurunkan efisiensi teknis usahatani jagung, sementara akses terhadap penyuluhan pertanian dan status kepesertaan dalam program atau kelembagaan pertanian terbukti dapat meningkatkan efisiensi teknis. Oleh karena itu, penguatan peran penyuluhan dan kelembagaan petani menjadi aspek penting dalam mendorong kinerja usahatani jagung yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, tim peneliti merekomendasikan perlunya perluasan akses penyuluhan yang interaktif, peningkatan kapasitas petani, serta kebijakan input–output yang lebih adil guna melindungi dan memperkuat posisi petani jagung. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi teknis sekaligus mendukung keberlanjutan usahatani jagung di Kabupaten Lombok Tengah.

Penelitian ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Inovasi Teknologi Pupuk Sirkuler untuk Mendukung Kemandirian Pangan Nasional

berita Wednesday, 31 December 2025

Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan penelitian berjudul “Inovasi Teknologi dalam Rangka Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Taryono, M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan Dr. Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D. sebagai dosen anggota tim, serta enam mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Penelitian berlangsung selama 10 bulan, terhitung sejak 29 Februari hingga 9 Desember 2025, dan berlokasi di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penelitian ini berangkat dari pentingnya pangan sebagai kebutuhan pokok manusia serta perlunya inovasi teknologi pertanian untuk mendukung kemandirian pangan nasional. Salah satu pendekatan yang dikaji adalah pertanian sirkuler, yaitu sistem pertanian yang memanfaatkan limbah hasil pertanian sebagai input pada siklus produksi berikutnya. Limbah pertanian dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber hara bagi tanaman apabila dikelola secara tepat.

Salah satu limbah pertanian yang menjadi fokus penelitian adalah bulu ayam, yang diketahui sulit terdekomposisi secara alami. Dalam penelitian ini, bulu ayam dihidrolisis dan direaksikan dengan senyawa kalium, kalsium, dan fosfat, kemudian diikat menggunakan arang sekam, sehingga menghasilkan senyawa kompleks yang dikenal sebagai Kalsium Kalium Fosfat Proteinat berbasis arang sekam. Senyawa ini mengandung asam amino hasil hidrolisis bulu ayam yang bersifat lebih mudah tersedia bagi tanaman.

Berdasarkan penelitian pendahuluan, campuran arang sekam Kalsium Kalium Fosfat Proteinat, kompos, dan biochar yang diaplikasikan sebagai pupuk super cerdas, serta dikombinasikan dengan pupuk anorganik sesuai dosis anjuran pada tanaman padi dan teh, menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini dirancang untuk menguji pupuk super cerdas tersebut sebagai pembawa (carrier) unsur hara nitrogen, yang diaplikasikan pada tanaman padi dan sorgum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk super cerdas sebagai pembawa hara nitrogen belum mampu meningkatkan pertumbuhan maupun hasil tanaman padi dan sorgum secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa formulasi pupuk, dosis aplikasi, maupun interaksi dengan kondisi lingkungan masih perlu dikaji lebih lanjut agar inovasi teknologi berbasis limbah pertanian ini dapat memberikan hasil yang optimal.

Meskipun demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya terkait pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber hara alternatif dalam sistem pertanian berkelanjutan. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan inovasi lanjutan untuk mendukung kemandirian pangan nasional melalui pendekatan pertanian sirkuler yang ramah lingkungan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Pemanfaatan Streptomyces spp. untuk Pengendalian Patogen Tanaman

Uncategorized Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Pemanfaatan Streptomyces spp. untuk Pengendalian Patogen Tanaman”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. selaku Ketua Peneliti, melibatkan empat mahasiswa program Sarjana (S1) dengan Hibah Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa 2025, 1 mahasiswa S2 fastreck 2024, serta kerjasama melalui magang riset 2 mahasiswa S3 dan 1 mhs S2 dari Dept. Micobiology and Biotechnology Helsinki University 2023 di Dept. HPT UGM. Penelitian dengan hibah kerjasama dosen dan mahasiswa 2025 berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 23 November 2025, dan dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM.

Streptomyces dikenal sebagai salah satu agen biokontrol potensial dalam pengendalian penyakit tanaman karena kemampuannya menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang bersifat antagonis terhadap patogen. Namun demikian, kelompok bakteri ini juga diketahui dapat membawa antibiotic resistance genes (ARGs) yang berpotensi berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba di lingkungan pertanian. Kondisi tersebut semakin relevan mengingat penggunaan pupuk organik berbasis kotoran ternak berpotensi mempercepat akumulasi ARGs serta terjadinya transfer gen horizontal di ekosistem pertanian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sejumlah 39 isolat Streptomyces spp. yang berasal dari berbagai sumber dalam menekan pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum f. sp. cubense Tropical Race 4 (TR4) penyebab penyakit layu pisang secara in vitro dengan 5 isolat diantaranya sudah diuji bersifat antagonis terhadap Ganoderma boninense patogen busuk pangkal batang kelapa sawit. Lebih lanjut dilakukan juga deteksi terhadap tujuh ARGs menggunakan metode multiplex PCR (mPCR) pada isolat yang berasal dari pupuk kotoran ternak. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi isolat yang memiliki ARGs unik sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang lebih aman dan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat isolat Streptomyces yang mampu menghambat pertumbuhan Foc TR4 secara in vitro. Meski demikian, dua isolat dari 5 isolat yang bersifat antagonis terhadap G. boninense  yaitu P-NI3 dan P-I2, diketahui memiliki kekerabatan dekat dengan Streptomyces collinus strain L2 dan Streptomyces broussonetiae strain T44. Deteksi molekuler menunjukkan bahwa primer StrepPNI3-F dan StrepPNI3-R berhasil mendeteksi isolat P-NI3 dengan amplikon berukuran 650 bp, sedangkan primer StrepPI2-F dan StrepPI2-R mampu mendeteksi isolat P-I2 dengan amplikon 221 bp.

Lebih lanjut, hasil deteksi ARGs mengungkapkan bahwa seluruh isolat mengandung lebih dari satu gen resistensi antibiotik, yang mengindikasikan adanya sifat multi drug resistance (MDR). Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat WTP-1 berkerabat paling dekat dengan Streptomyces sp. WAC00288, sedangkan isolat WTP-6 memiliki kedekatan genetik dengan Streptomyces sp. Sudan B70. Temuan ini menjadi catatan penting dalam pengembangan agen biokontrol berbasis mikroba agar tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan dan kesehatan.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang perlindungan tanaman yang berbasis sains, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dari risiko penyebaran resistensi antimikroba di sektor pertanian.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Kaji Pengaruh Metode Pemupukan Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Sorgum

berita Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Metode Pemberian Pupuk Nitrogen terhadap Morfofisiologis, Serapan Nitrogen, dan Hasil Varietas Sorgum BMR, Patir, dan SRM 52-3”. Penelitian ini dipimpin oleh Andrianto Ansari, S.TP., M.Agr., Ph.D., dengan melibatkan dua mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2) sebagai anggota tim peneliti.

Penelitian dilaksanakan selama sepuluh bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025, bertempat di Kebun Tridharma Banguntapan Fakultas Pertanian UGM, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sorgum dipilih sebagai objek kajian karena merupakan tanaman serelia multifungsi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia, baik sebagai sumber pangan alternatif, pakan ternak, maupun bahan baku bioindustri, serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi agroklimat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon morfofisiologis, serapan nitrogen, serta hasil tiga varietas sorgum terhadap berbagai metode pemberian pupuk nitrogen, sekaligus menentukan metode pemupukan urea yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Percobaan lapangan dilakukan selama lima bulan, mulai Desember 2024 hingga April 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan.

Faktor pertama berupa varietas sorgum, yaitu BMR, Patir, dan SRM 52-3, sedangkan faktor kedua berupa metode pemberian pupuk urea yang terdiri atas metode kocor, sebar, dan tugal. Berbagai parameter diamati, meliputi karakter morfofisiologis tanaman, serapan nitrogen, serta komponen hasil sorgum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara varietas sorgum dan metode pemupukan urea terhadap seluruh parameter yang diamati. Namun demikian, faktor varietas memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel morfofisiologis, serapan nitrogen, dan hasil sorgum. Sementara itu, metode pemupukan nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot 1.000 biji kering, yang merupakan salah satu indikator penting kualitas dan hasil produksi sorgum.

Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh rekomendasi metode pemupukan nitrogen yang lebih efisien dan sesuai untuk masing-masing varietas sorgum, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan sorgum sebagai komoditas strategis nasional. Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam mendukung diversifikasi pangan dan penguatan sistem pertanian berkelanjutan.

Penelitian ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Tim Dosen Faperta UGM Berdayakan Petani Selopamioro untuk Optimalkan Potensi Pertanian Berkelanjutan

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Petani dan Optimalisasi Potensi Pertanian di Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul” selama delapan bulan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas petani dalam produksi, pemasaran, dan keberlanjutan usaha pertanian melalui pendekatan pelatihan teknis, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Pertanian UGM, yaitu Gilang Wirakusuma, M.Sc., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., dan Agung Dian Kharisma, Ph.D., bersama mahasiswa dari Prodi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.

Desa Selopamioro memiliki kondisi alam yang mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian. Namun, petani masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya teknologi pendukung, dan keterbatasan modal usaha. Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian desa belum termanfaatkan secara optimal. Melalui program pemberdayaan ini, UGM berupaya menghadirkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Desa Selopamioro memiliki potensi pertanian yang besar dengan kondisi alam yang mendukung berbagai komoditas. Namun, petani setempat masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya teknologi pendukung, serta keterbatasan modal usaha. Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian desa belum termanfaatkan secara optimal. Melalui program pemberdayaan ini, UGM berupaya menghadirkan solusi komprehensif yang tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis petani, tetapi juga memperkuat aspek kelembagaan dan pemasaran.

Selama pelaksanaan program, petani mendapatkan pendampingan terkait teknik pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan dan air, penggunaan pupuk organik, serta praktik konservasi lahan. Tim juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi pertanian modern yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pemasaran melalui platform digital. Selain itu, penguatan kelembagaan petani dilakukan untuk mendorong terbentuknya kelompok tani yang lebih adaptif dan mampu mengelola usaha secara mandiri.

Diversifikasi usaha pertanian menjadi salah satu strategi penting dalam program ini. Petani diperkenalkan pada peluang agroindustri dan ekowisata berbasis pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk pertanian Desa Selopamioro.

Peningkatan akses pasar juga menjadi fokus utama. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, petani didorong untuk mengadopsi sistem pertanian yang lebih efisien dan berorientasi pasar. Pengembangan rantai pasok yang lebih baik serta penerapan model agribisnis berbasis komunitas diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian desa di tingkat lokal maupun regional.

Program ini memberikan dampak positif bagi petani, ditandai dengan meningkatnya keterampilan teknis dan manajerial, bertambahnya peluang usaha melalui diversifikasi, serta meningkatnya kesadaran terhadap praktik pertanian ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang holistik, Desa Selopamioro berpotensi menjadi model pemberdayaan petani yang berkelanjutan di Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Kehidupan Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Program BISA Faperta UGM Perkuat Kapasitas Petani dan Percepat Adopsi Teknologi Pertanian Modern

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Bincang Desa (BISA), sebuah inisiatif penyuluhan interaktif yang dilaksanakan sepanjang Mei hingga Desember 2025 di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Program ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara petani dan narasumber ahli, dengan dukungan lembaga penyuluhan setempat untuk memastikan materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Pelaksanaan Program BISA melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, yaitu Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Mikrobiologi Pertanian) serta didukung oleh sejumlah mahasiswa Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Bincang Desa hadir sebagai platform pembelajaran kolektif yang memungkinkan petani berdiskusi langsung dengan narasumber kompeten. Materi penyuluhan diperbarui secara berkala agar sesuai dengan dinamika pertanian terkini, mulai dari teknologi budidaya, pengelolaan lahan, hingga inovasi mekanisasi.

Kolaborasi dengan lembaga penyuluhan di DIY dan Jawa Tengah menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program ini. Sinergi tersebut memastikan bahwa penyuluhan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani di wilayah sasaran.

Pada November hingga Desember 2025, program BISA menyelenggarakan dua seri utama. Pertama, Seri 53 (1 November 2025) yang diikuti oleh 188 peserta. Seri ini mengangkat tema optimalisasi lahan pekarangan dengan agronomi cerdas. Narasumber Andrianto Ansari dan YOSO Farm memaparkan strategi pemanfaatan pekarangan untuk produksi pangan rumah tangga berbasis teknologi sederhana dan ramah lingkungan.

Kedua, Seri 54 (6 Desember 2025) yang mengusung tema smart eco bio-production dan mekanisasi pertanian Yanmar, sesi ini menghadirkan Dr.Eng. Ansita Gupitakingking Pradipta serta CV Sentral Yanmar Prambanan. Peserta diperkenalkan pada teknologi mekanisasi modern yang mendukung efisiensi kerja dan keberlanjutan produksi. Kedua seri dilaksanakan dengan metode diskusi interaktif, memungkinkan peserta bertanya langsung dan berbagi pengalaman. Peserta aktif juga memperoleh sertifikat digital sebagai bentuk apresiasi.

Hasil pelaksanaan BISA menunjukkan peningkatan kapasitas petani dalam memahami teknologi pertanian ramah lingkungan, memperluas jaringan sosial, serta mengadopsi inovasi yang relevan dengan kondisi lokal. Pembelajaran kolektif yang tercipta mendorong terbentuknya ekosistem pertanian yang lebih inklusif dan adaptif.

Melalui Bincang Desa, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan perdesaan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang partisipatif yang mendorong petani untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan.

Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Tim Faperta UGM Berdayakan Petani Desa Binangun untuk Optimalkan Potensi Pertanian Lokal

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Petani dan Optimalisasi Potensi Pertanian di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo” pada Agustus hingga Oktober 2025. Kegiatan ini melibatkan 30 petani setempat dan berfokus pada peningkatan kapasitas budidaya cabai serta pemanfaatan potensi pertanian lokal melalui pendekatan pemberdayaan dan transfer pengetahuan.

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa yang terdiri atas Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A. dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. dan Agung Dian Kharisma, Ph.D. dari Departemen Mikrobiologi Pertanian, serta beberapa mahasiswa dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Kegiatan utama program ini mencakup penyuluhan teknis budidaya cabai, mulai dari pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, pengendalian hama dan penyakit, hingga praktik pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan. Materi disusun berdasarkan kebutuhan petani di Desa Binangun yang memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas hortikultura, khususnya cabai.

Selain penyuluhan teknis, tim pengabdian memberikan pelatihan pembuatan pupuk hayati berbasis Bacillus spp.. Pelatihan ini bertujuan menyediakan alternatif input pertanian yang ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan dapat diproduksi secara mandiri oleh petani. Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus meningkatkan kesehatan tanah dalam jangka panjang.

Pendampingan dilakukan secara intensif pada dua aspek, yaitu On Farm (manajemen nutrisi, identifikasi dan penanganan masalah budidaya) dan Off Farm (penanganan pascapanen, identifikasi peluang pemasaran, penguatan jejaring usaha tani). Pendekatan ini memastikan bahwa petani tidak hanya memahami teknik budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis budidaya cabai, keterampilan petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan, serta munculnya inisiatif kolektif untuk menerapkan pupuk hayati dalam praktik pertanian sehari-hari. Program ini turut memperkuat kapasitas lokal dan mendorong peningkatan produktivitas pertanian di Desa Binangun secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas,  SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Penelitian Faperta UGM Ungkap Potensi Strategi Baru Pengendalian Penyakit Jeruk Berbasis Endosimbion

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), melakukan terobosan penting dalam upaya pengendalian penyakit jeruk melalui penelitian berjudul “Pengaruh Antibiotik Doxycycline terhadap Titer Bakteri Endosimbion Wolbachia pada Diaphorina citri”. Penelitian ini dipimpin oleh Alan Soffan, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan melibatkan tiga mahasiswa program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2), serta berlangsung selama sepuluh bulan sejak 28 Februari hingga 10 Desember 2025.

Penelitian ini berfokus pada Diaphorina citri, serangga kecil yang berperan besar sebagai vektor utama penyebaran Candidatus Liberibacter asiaticus (CLas), penyebab penyakit Huanglongbing (HLB) yang hingga kini menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan produksi jeruk nasional. Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan di berbagai laboratorium unggulan Faperta UGM, mulai dari Laboratorium Avertebrata Hama, Entomologi Molekuler, hingga Klinik Tumbuhan.

Salah satu capaian penting dari penelitian ini adalah pendekatan inovatif dalam pengendalian vektor penyakit, yakni dengan memanfaatkan peran endosimbion Wolbachia yang hidup di dalam tubuh D. citri. Endosimbion ini diketahui berpengaruh terhadap kemampuan serangga dalam membawa dan menularkan patogen. Melalui pemberian antibiotik doxycycline dengan tiga konsentrasi berbeda (2,5 mg/ml; 5 mg/ml; dan 10 mg/ml), tim peneliti berhasil mengkaji perubahan titer Wolbachia serta dampaknya terhadap keberadaan CLas secara molekuler.

Metode penelitian dilakukan secara ketat dan terukur. Antibiotik diberikan langsung pada nimfa D. citri instar 4–5, kemudian dianalisis setelah berkembang menjadi imago. Proses analisis menggunakan teknologi quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) dengan primer spesifik, sehingga menghasilkan data yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Analisis statistik lanjutan juga diterapkan untuk memastikan validitas hasil penelitian.

Melalui pendekatan ini, penelitian Faperta UGM tidak hanya menghasilkan pemahaman baru terkait interaksi kompleks antara endosimbion, patogen, dan vektor, tetapi juga membuka peluang pengembangan strategi pengendalian penyakit jeruk yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, tanpa ketergantungan penuh pada insektisida konvensional. Pendekatan berbasis manipulasi endosimbion ini dinilai memiliki potensi besar sebagai solusi inovatif dalam sistem perlindungan tanaman modern.

Penelitian ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata Faperta UGM dalam menjawab tantangan pertanian nasional, sekaligus memperkuat peran riset akademik dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Peran Biochar dan Kompos dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfor pada Jagung Manis di Tanah Andisol

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Biochar–Kompos terhadap Jerapan Isoterm serta Pelepasan Fosfat pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays) di Andisol, Ngablak, Jawa Tengah”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 10 anggota peneliti, yang terdiri atas empat mahasiswa Magister (S2) dan enam mahasiswa Sarjana (S1). Penelitian berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak 25 Maret hingga 25 November 2025, dan berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Penelitian ini dilaksanakan pada jenis tanah Andisol, yang dikenal memiliki permasalahan utama berupa rendahnya ketersediaan unsur fosfor (P). Kondisi tersebut disebabkan oleh kuatnya ikatan fosfat dengan mineral nonkristalin, seperti allophane, imogolite, ferrihydrate, serta aluminium dan besi amorf, sehingga fosfor sulit tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan sifat tanah melalui penambahan amelioran, seperti biochar, kompos, dan silika, untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P.

Lahan penelitian merupakan bekas lahan pertanian intensif yang sebelumnya telah diaplikasikan biochar. Pembuatan biochar dilakukan di Kebun Tridharma Banguntapan, Fakultas Pertanian UGM, sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jerapan dan pelepasan fosfat, serta perubahan sifat tanah yang memengaruhi dinamika unsur P dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis di tanah Andisol.

Penanaman jagung manis dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga faktor, yang menghasilkan 12 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama berupa aplikasi biochar (0 ton/ha dan 10 ton/ha), faktor kedua kompos (0 ton/ha dan 5 ton/ha), serta faktor ketiga silika (0 kg/ha, 1 kg/ha, dan 2 kg/ha).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Biochar 10 ton/ha, Kompos 5 ton/ha, dan Silika 2 kg/ha memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai sifat tanah dan tanaman, antara lain pH H₂O, kandungan C-organik, P-tersedia, retensi fosfat, asam fulvat, dan kandungan silika tanah. Selain itu, perlakuan tersebut juga berdampak nyata terhadap diameter batang, biomassa tanaman, kadar fosfor, serta serapan fosfor tanaman jagung manis.

Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa aplikasi biochar, kompos, dan silika secara sinergis mampu menurunkan jerapan fosfat dan meningkatkan pelepasan P, sehingga unsur hara tersebut menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan amelioran organik dan mineral sebagai strategi pengelolaan tanah Andisol yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan rekomendasi praktis dalam pengelolaan tanah marginal, khususnya Andisol, guna mendukung peningkatan produksi jagung manis secara berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

1234…33

BERITA FAKULTAS

  • Menuju Kampus Sehat: Posbindu Faperta UGM Dorong Pencegahan Penyakit Tidak Menular
    06/02/2026
  • Komitmen Jaminan Mutu Faperta UGM: Workshop Pertama Pengajuan Akreditasi LAM PTIP
    06/02/2026
  • Mahasiswa IUC Fakultas Pertanian UGM Ikuti Exposure Program di Xiamen University
    05/02/2026
  • AWD Project Jadi Sorotan: UGM dan Sumitomo Perkuat Kolaborasi Internasional
    05/02/2026
  • Faperta UGM dan Ibaraki University Inisiasi Kolaborasi MOOC Terkait Perubahan Iklim Global
    05/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju