• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • SDG 2: Tanpa Kelaparan
  • page. 9
Arsip:

SDG 2: Tanpa Kelaparan

KKN-PPM UGM Melukis Pakis Dorong Pengelolaan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan di Magelang

berita Thursday, 14 August 2025


Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Melukis Pakis melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ketundan dan Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Hasil Lahan Pertanian Terpadu Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Pemberdayaan Desa Cerdas serta Peningkatan Kesadaran terhadap Risiko Penyakit Gigi dan Mulut pada Masyarakat Desa Ketundan dan Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Budi Rodestawati, S.Kp.G., M.P.H.

Surya Adetya (Ilmu Tanah 2022), salah satu anggota Tim KKN Melukis Pakis sekaligus mahasiswa Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) menggas dua program kerja yakni “Workshop Pemanfaatan Maggot BSF sebagai Biokonverter Sampah Organik Rumah Tangga dan Sayuran” serta “Workshop Pembuatan Galon Komposter untuk Produksi Pupuk Organik Cair sebagai Solusi Penanganan pH Tanah Masam” yang dilaksanakan pada Kamis, 10 Juli 2025 serta Kamis, 25 Juli 2025. Sasaran program ini adalah petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta umum masyarakat Dusun Gerotan.

Menurut Surya Adetya, pengelolaan limbah organik di wilayah ini masih mengalami beberapa tantangan seperti minimnya kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomis limbah. “Beberapa warga masih belum terbiasa memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, sehingga perlu pendekatan persuasif dan contoh nyata agar mau mencoba. Keterbatasan waktu KKN juga menjadi tantangan dalam memastikan penerapan teknologi berjalan konsisten di masyarakat.” jelasnya.

Selama workshop berlangsung, masyarakat Dusun Gerotan menunjukkan minat tinggi untuk mengikuti kegiatan, terutama karena materi yang diajarkan langsung bermanfaat bagi usaha pertanian mereka. Beberapa warga aktif bertanya dan mencoba langsung selama praktik pembuatan maggot BSF maupun galon komposter.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat Dusun Gerotan dapat terus menerapkan teknologi pengelolaan limbah organik secara mandiri, mengembangkan produk pupuk organik cair, dan membagikan pengetahuan ini kepada warga lain. Semoga praktik ini dapat membantu menekan biaya pupuk, meningkatkan kesuburan tanah, dan menjaga lingkungan desa tetap bersih,” terang Surya Adetya.

Program ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Surya Adetya, Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: KKN-PPM UGM Melukis Pakis

Cerita dari Citta Bulukumba: Gizi Tumbuh dari Laut Kajang

berita Thursday, 14 August 2025

Faridatus Sabilal Khoiriyah, Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), mengubah ikan cakalang menjadi surimi bergizi tinggi sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Kassi, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Program Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Tahun 2025 ini tak hanya membantu pencegahan stunting, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu posyandu, dengan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Dwi Ertiningsih, S.Si., M.Si.

Di tangan kreatif Farida, ikan cakalang tak lagi hanya berakhir di wajan goreng atau meja makan sebagai lauk biasa. Melalui program unggulannya yang berjudul “SIPOKOK: Pengolahan Produk Hasil Perikanan dalam Produk Olahan Setengah Jadi (Surimi)”, ia bersama tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba 2025 menghadirkan gebrakan baru untuk pemanfaatan hasil laut yang melimpah di Desa Kassi, Kecamatan Kajang.

Program kerja ini ditujukan pada ibu-ibu posyandu sebagai target utama dengan membawa misi penting yaitu menciptakan alternatif bahan baku bergizi untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Surimi dari ikan cakalang yang kemudian dapat diolah menjadi pempek khas Palembang adalah solusi yang menarik. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan stunting dengan memperkenalkan olahan ikan bergizi tinggi yang mudah diterima oleh anak-anak.

“Melalui program kerja ini, kami ingin masyarakat nggak cuma tahu dan suka makan ikan, tapi juga tahu cara mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama dan cocok sebagai bahan baku PMT”, ungkap Farida, sang penggagas..

Wilayah kajang dikenal dengan lautnya yang kaya, namun hasil laut seperti ikan cakalang hanya diolah dengan cara yang itu-itu saja. Padahal, potensi ekonominya luar biasa jika diolah dengan metode yang tepat. surimi – produk olahan setengah jadi dari daging ikan yang memiliki tekstur elastis dan tahan lama menjadi jawaban inovatif atas masalah di atas.

Farida dan tim tidak hanya memaparkan materi tentang apa itu surimi, cara pembuatannya, dan keunggulannya, tetapi juga mengajak peserta untuk praktik langsung cara pembuatannya dan mencoba produk olahannya yang berupa pempek. Antusiasme ibu-ibu posyandu dan petugas kesehatan dari puskesmas luar biasa, salah satu peserta juga mengatakan “baru tahu ada produk namanya surimi dan bisa dijadikan bahan baku pempek. Pempeknya rasanya enak banget apalagi kuah cukonya nagih, mau coba buat di rumah”.

Program ini bukan hanya bicara soal makanan. Tim KKN-PPM UGM Citta Bulukumba secara tidak langsung juga mendorong pencapaian beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dengan pendekatan yang tepat sasaran bisa menciptakan dampak besar bagi masyarakat. Surimi bukan hanya soal teknologi pengolahan pangan, tetapi juga pintu menuju pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi gizi, dan kreativitas ibu-ibu desa. Dengan langkah kecil namun bermakna ini, Farida dan timnya membuktikan bahwa KKN bukan sekadar turun ke desa, tetapi ikut menanamkan benih perubahan yang berdampak nyata.

Penulis: Faridatus Sabilal Khoiriyah
Editor: Agrit Kirana Bunda
Foto: Tim KKN PPM UGM Citta Bulukumba 2025

Mahasiswa KKN-PPM UGM Besamo Ketahun Gagas Pelatihan Olahan Inovatif Stik Tulang Ikan dan Nugget Ikan: Wujud Nyata Dukung Gemarikan dan Kurangi Limbah Perikanan

berita Thursday, 14 August 2025

Sebanyak 27 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 Besamo Ketahun dari Universitas Gadjah Mada melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun berada di bawah bimbingan Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Salah satu program kerja yang digagas adalah pelatihan bertajuk “Inovasi Olahan Ikan: Dari Limbah Jadi Lezat, Dari Gizi Jadi Sehat”. Program ini mencakup dua kegiatan utama, yaitu pelatihan pembuatan stik tulang ikan sebagai pemanfaatan limbah perikanan, dan pelatihan pembuatan nugget ikan dalam rangka diversifikasi olahan untuk mendukung program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Pasar Ketahun dan diikuti oleh ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) serta pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) lokal yang bergerak di bidang pengolahan pangan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pembuatan tepung tulang ikan, hingga pengolahan stik dan nugget dengan teknik yang higienis dan ekonomis.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tulang ikan tidak harus dibuang, tetapi bisa diolah menjadi produk bergizi dan bernilai jual seperti stik tulang. Selain itu, nugget ikan merupakan olahan yang disukai anak-anak, sehingga bisa menjadi strategi efektif untuk meningkatkan konsumsi ikan sejak dini,” ujar Adinda Khansa Tiffania (Teknologi Hasil Perikanan 2022), selaku koordinator program kerja.

Proses pelatihan dimulai dengan pengenalan tentang nilai gizi ikan dan pentingnya protein hewani bagi tumbuh kembang anak. Kemudian peserta diajak praktik langsung membuat stik tulang ikan, mencampurnya dengan bahan lain seperti tepung dan bumbu rempah, hingga membentuk dan menggoreng stik tulang ikan. Untuk sesi kedua, peserta diajak membuat adonan nugget ikan menggunakan ikan berdaging putih, serta teknik mengurangi bau amis dengan bahan alami seperti jeruk nipis dan daun salam.

Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak peserta yang mengaku baru mengetahui bahwa tulang ikan bisa dikonsumsi dan diolah menjadi produk bernilai jual. Beberapa pelaku UMKM bahkan menyatakan minat untuk mengembangkan produk stik tulang dan nugget sebagai tambahan menu jualannya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih produktif dalam mengolah hasil perikanan lokal, serta semakin sadar akan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan keluarga.

Program KKN-PPM “Besamo Ketahun” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Adinda Khansa Tiffania
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Tim KKN-PPM UGM Besamo Ketahun

Bawean Hijau: Mahasiswa KKN-PPM UGM Faperta Dorong Pertanian Ramah Lingkungan dan Edukasi Pertanian Sejak Dini di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2025 Baweanesia di Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berhasil melaksanakan serangkaian program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Potensi Lokal dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Guna Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Achmadi Priyatmojo, M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat tani dalam mewujudkan sistem pertanian yang aman, sehat, dan ramah lingkungan.

Fhilia Raga Cipta Wida, mahasiswa Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian UGM sekaligus pelaksana program, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan, serta mengedukasi masyarakat sejak dini melalui pendekatan interaktif dan aplikatif. Tim KKN hadir dengan mengusung empat program utama yang menyasar petani, kelompok tani, dan siswa sekolah dasar.

Selama pelaksanaan program, tim memulai dengan sosialisasi penggunaan pestisida yang aman berdasarkan prinsip 6T dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang dilaksanakan pada 9 Juli 2025. Program ini bertujuan untuk menekan risiko kesehatan akibat paparan bahan kimia pertanian, serta menanamkan kesadaran pentingnya penggunaan pestisida secara bijak dan tepat sasaran.

Berlanjut pada 16 Juli 2025, tim mengadakan pelatihan pengendalian hama berbasis ramah lingkungan dengan memperkenalkan teknik pengendalian hayati dan pendekatan ekologi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Petani diajak untuk mengenali manfaat musuh alami dan metode budidaya adaptif yang mendukung ekosistem lahan pertanian.

Pada 19 Juli 2025, program dilanjutkan dengan pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan sistem ember tumpuk. Pelatihan ini mendorong pemanfaatan limbah rumah tangga dan pertanian menjadi sumber nutrisi yang murah dan efektif bagi tanaman, sekaligus sebagai solusi pemupukan ramah lingkungan yang mudah diterapkan secara mandiri.

Tidak hanya menyasar kelompok tani, tim juga melibatkan siswa sekolah dasar  melalui program Agroschooling yang dilaksanakan pada 23 Juli 2025. Anak-anak diajak untuk mengenal konsep ekosistem dan bertani secara kreatif menggunakan sistem hidroponik sederhana. Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa, yang aktif mengikuti sesi pembelajaran dan praktik menanam.

Seluruh kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Petani dan warga terlihat aktif mengikuti setiap sesi pelatihan dan diskusi, serta menunjukkan ketertarikan terhadap pendekatan baru dalam pertanian. Respon positif juga datang dari peserta anak-anak yang sangat antusias saat mengikuti kegiatan Agroschooling.

Tim KKN berharap seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi dasar perubahan pola pertanian ke arah yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Tim juga berharap generasi muda semakin tertarik pada dunia pertanian melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Pulau Bawean turut mendukung pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat.

Penulis: Fhilia Raga Cipta Wida, Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Bawean 2025

Karangsari Bertumbuh: Mahasiswa KKN-PPM UGM Faperta Dorong Pertanian Organik dan Edukasi Hama di Karanganyar, Jawa Tengah

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2025 Rosanata Jatiyoso berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Upaya Pengembangan Ekonomi Mandiri dan Berkelanjutan melalui Optimalisasi Sumber Daya Pertanian, Pemberdayaan Sektor Pariwisata, serta Asistensi Bersama BUMDes” di Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan berlangsung 20 Juli – 8 Agustus 2025.

Mahasiswa dari Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian UGM, yakni Ahmad Jodi Radityo menginisiasi beberapa program utama yang fokus pada pemberdayaan pertanian lokal dan edukasi hama berbasis ekologi. Salah satu program unggulan mereka adalah pembuatan pestisida organik berbahan dasar gulma Ageratum conyzoides (berokan) yang dilaksanakan pada 2 Agustus 2025. Program ini menyasar kalangan Karang Taruna dengan harapan meningkatkan kesadaran pemuda desa akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

Ahmad Jodi menjelaskan bahwa masyarakat selama ini masih bergantung pada pestisida kimia dan belum banyak mengetahui potensi gulma berokan sebagai bahan pestisida alami. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mempelajari langsung proses ekstraksi dan formulasi pestisida organik yang aman, efektif, dan ekonomis.

Selain itu, tim juga melaksanakan sosialisasi pengendalian hama padi, khususnya wereng batang cokelat dan burung pipit, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi ancaman serius bagi para petani di wilayah tersebut. Program yang dilaksanakan pada hari yang sama ini dihadiri oleh puluhan petani dan difokuskan pada upaya pencegahan berbasis pendekatan ilmiah namun aplikatif di lapangan. Dalam pelaksanaannya, tim juga menyerahkan bantuan berupa insektisida organik dan kimia, pita reflektif, benih padi INPARI 50, pupuk dari PIAT, dan pupuk Gandasil sebagai apresiasi kepada peserta aktif.

Kegiatan KKN ini tidak hanya menyasar orang dewasa, namun juga mengakomodasi kebutuhan edukasi untuk anak-anak melalui program “Pengenalan Serangga dan Metamorfosis” yang dilaksanakan di kelas 5 SDN 02 Karangsari pada 23 Juli 2025. Program ini bertujuan memperkenalkan keragaman serangga serta tahapan metamorfosis melalui presentasi interaktif dan aktivitas bermain. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung, khususnya saat melihat langsung koleksi serangga pinning yang dibawa oleh tim.

Secara keseluruhan, masyarakat menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama pelaksanaan program. Tokoh-tokoh masyarakat turut memfasilitasi kegiatan dengan menjadwalkan program bersamaan dengan pertemuan warga, sehingga tingkat kehadiran dan keterlibatan peserta pun meningkat. Tim KKN juga mencatat bahwa pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung menunjukkan adanya ketertarikan serta harapan masyarakat terhadap pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.

Tim KKN berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Karangsari memperoleh wawasan baru terkait alternatif pengendalian hama, khususnya yang lebih ramah lingkungan dan aplikatif. Selain itu, mereka juga berharap generasi muda, khususnya Karang Taruna dan siswa sekolah dasar, dapat lebih mengenal dunia pertanian serta memiliki ketertarikan untuk terlibat dalam pengembangan sektor ini ke depan. Diharapkan ilmu yang dibagikan tidak hanya berhenti di program KKN ini, tetapi dapat diteruskan dan diterapkan secara berkelanjutan demi menciptakan pertanian yang tangguh dan mandiri.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Karangsari turut mendukung pencapaian beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat.

Penulis: Ghorizatu Shofra, Ahmad Jodi Radityo

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN-PPM UGM Karangsari 2025

Manokwari Menari: Mahasiswa KKN-PPM UGM Faperta Dorong Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Timur Indonesia

berita Tuesday, 12 August 2025

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2025 Manokwari Menari berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Aipiri, Bakaro, dan Susweni yang Berkelanjutan: Optimalisasi Pengelolaan Lingkungan dalam Pengembangan Sumber Daya melalui Pendekatan Multi Helix Mengikuti Perkembangan di Tanah Papua”. Program ini berlangsung di Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Papua Barat di bawah bimbingan drh. Woro Danur Wendo, M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam praktik pertanian yang berkelanjutan dan edukatif.

Veronica Sekar Mawarni Hartono P., mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian UGM, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari petani, pemerintah desa, hingga anak-anak dan remaja setempat. Tujuannya adalah mengedukasi dan memperkenalkan praktik-praktik pertanian ramah lingkungan yang relevan dan mudah diadopsi oleh masyarakat lokal.

Empat program utama dijalankan selama periode KKN berlangsung. Pertama, “Manokwari Menanam” pada 26 Juli 2025, berupa pengembangan demonstration plot sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu sistem berkelanjutan. Sistem ini diharapkan dapat mengoptimalkan lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Program kedua, “Vermigrow Manokwari”, dilaksanakan pada 10 Juli 2025, berisi pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga. Pelatihan ini menjadi solusi sederhana dan murah untuk memperbaiki kesuburan tanah secara alami.

Pada 20 Juli 2025, program ketiga bertajuk “Racik Tani Manokwari” memperkenalkan metode pembuatan biopestisida dari bahan rumah tangga. Kegiatan ini membantu petani mengenali solusi pengendalian hama yang aman dan tidak merusak lingkungan, serta mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.

Terakhir, program “Agro Edukasi: Tani Cilik Manokwari Berkreasi” menyasar anak-anak dan remaja yang dilaksanakan pada 31 Juli 2025. Kegiatan edukatif ini mengenalkan pertanian sejak dini melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan, mulai dari menanam, mengenal serangga, hingga simulasi kebun mini.

Meski semangat pelaksanaan tinggi, tim menghadapi beberapa tantangan seperti minimnya pengetahuan dasar masyarakat soal OPT, cuaca yang tidak menentu, serta keterbatasan alat, bahan, dan SDM. Di sisi lain, pelaksanaan program berjalan lancar berkat dukungan masyarakat dan pemerintah setempat. Antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Banyak warga, terutama petani, hadir dan terlibat aktif dalam diskusi dan praktik. Bahkan, anak-anak dan remaja pun menunjukkan ketertarikan besar pada kegiatan edukatif yang diselenggarakan.

Tim berharap ilmu yang telah dibagikan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong masyarakat untuk terus berkembang dan terbuka terhadap pengetahuan baru tanpa terhambat oleh gengsi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat literasi lingkungan masyarakat Papua.

Melalui program ini, Tim KKN-PPM UGM Manokwari Menari turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat.

Penulis: Veronica Sekar Mawarni Hartono P., Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Manokwari Timur 2025

Sinergi Edukasi dan Pemberdayaan: Upaya Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari dalam Transformasi Pertanian Desa Gubugklakah

berita Tuesday, 12 August 2025

Sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Periode II Tahun 2025 dari Tim Bromo Bestari melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Gubugklakah dan Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Kesejahteraan untuk Meningkatkan Potensi Lokal, Pembangunan Kesadaran Ekologis, serta Pergerakan Ekonomi melalui Pengembangan Pariwisata dan Sistem Pertanian Terpadu”. Tim ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Adam Wijaya Sukarno, S.IP., M.Sc. Salah satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Tanah (2022), Sulthon Isma Hanggoro Putra, turut berperan aktif dalam pengembangan pertanian dan pengelolaan lahan di Dusun Gubugklakah.

Kegiatan KKN-PPM dilaksanakan selama 50 hari dengan beberapa program kerja unggulan di bidang pertanian, antara lain penyuluhan pemanfaatan limbah dapur sayur dan buah sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair menggunakan media ember tumpuk yang berlangsung pada 7 Juli 2025. Selanjutnya, pada tanggal 11 Juli 2025 dilakukan pengelolaan feses dan urin ternak sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan di Desa Gubugklakah serta pembuatan pestisida nabati untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia. Pada hari yang sama, juga digelar sosialisasi pemahaman terkait manajemen lahan pertanian kepada para petani setempat.

Program-program ini menyasar beragam target masyarakat, mulai dari kader kesehatan, petani, hingga anggota kelompok tani (poktan), dengan tujuan utama memberikan edukasi praktis yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong keberlanjutan pertanian lokal. Meski menghadapi tantangan dalam mengumpulkan warga dan menyampaikan materi secara efektif, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dari banyaknya peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan.

“Kami berharap materi yang kami sampaikan dapat membantu masyarakat desa Gubugklakah dalam mempermudah pengelolaan pertanian dan memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan,” ucap Sulthon, salah satu mahasiswa dari Ilmu Tanah yang turut serta dalam kegiatan pengabdian tersebut.

Program KKN ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam mendukung meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui inovasi pertanian terpadu dan pengembangan potensi lokal desa yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, tim KKN-PPM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Darat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendorong kesejahteraan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan sinergi kemitraan yang berkelanjutan di Desa Gubugklakah.

Penulis: Khasanah Kartika Dewi, Sulthon Isma Hanggoro Putra
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari

Menanam Asa di Ujung Timur: Dua Mahasiswa Faperta UGM Gagas Pertanian Hijau di Desa Bambar Jayapura

berita Tuesday, 12 August 2025

Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) dari Tim Jejak Jayapura, khususnya Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Dua mahasiswa, Revina Ayu Pratiwi dan Fauzy Fatwa Haqqu Arifin, hadir di tengah masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayah secara berkelanjutan. Pengabdian ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., dengan mengusung tema “Mempersiapkan pengembangan potensi wilayah yang berkelanjutan melalui pembangunan sarana dan prasarana serta pendidikan yang kontekstual bagi masyarakat di Desa Bambar dan Doyo Lama, Kecamatan Waibu, Kabupaten Jayapura.”

Sejumlah program kerja pertanian dilaksanakan pada Juli 2025 dengan pendekatan inovasi tepat guna. Pada Selasa 8 Juli 2205, tim memperkenalkan program Integrated Waste to Wealth yang mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan sampah organik menjadi pupuk organik cair berkualitas. Disusul Kamis 10 Juli 2025, Sistem Budidaya Ember Tumpuk turut disosialisasikan sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga. Kemudian, Minggu 13 Juli 2025, ECO-Garlic Solution diluncurkan untuk mengubah bawang putih dari bumbu dapur menjadi biopestisida ramah lingkungan.

Selain itu, pada Selasa 29 Juli 2025 dilakukan budidaya tanaman sayuran dan buah untuk mendukung peningkatan ekonomi, dan pada Sabtu 26 Juli 2025, tim membangun pertanian skala mikro di dalam greenhouse sebagai sarana edukasi pertanian. Seluruh kegiatan ini menyasar petani, warga Desa Bambar, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

“Pendekatan kami tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga menciptakan kebiasaan baru dalam memanfaatkan limbah dan mengelola lahan. Harapannya, masyarakat bisa meneruskan program ini meski KKN sudah selesai,” ungkap Revina Ayu Pratiwi.

Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi tim adalah mengumpulkan warga, mengingat kesibukan masyarakat membuat sebagian sulit hadir. Meski demikian, antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif dalam sosialisasi dan workshop, serta ketertarikan terhadap inovasi sederhana seperti ember tumpuk, pembuatan pupuk organik cair, biopestisida, dan pembangunan greenhouse.

Melalui program ini, tim KKN berharap masyarakat mampu mengimplementasikan teknologi tepat guna yang telah diajarkan secara mandiri, membiasakan diri mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola lahan dan greenhouse secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui peningkatan kemandirian pangan, pengelolaan limbah yang bijak, dan pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penulis: Khasanah Kartika Dewi, Revina Ayu Pratiwi
Editor: Desi Utami
Foto: Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura

Aksi Cek pH Tanah: KKN-PPM Tilik Tulakan Jadi Langkah Awal Menuju Pertanian Sehat dan Berkelanjutan

berita Tuesday, 12 August 2025

Tim Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tilik Tulakan periode II tahun 2025 berhasil menyelesaikan program pengabdian masyarakat di Desa Tulakan dan Desa Bungur, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan. Tim yang beranggotakan 29 mahasiswa ini dibimbing secara langsung oleh Gilang Wirakusuma, S.P., M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kecamatan Tulakan dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong penguatan sektor pertanian sebagai sektor unggulan daerah. Program yang berlangsung dari tanggal 29 Juni hingga 2 Juli 2025 tersebut berfokus pada respons terhadap keluhan warga mengenai menurunnya hasil pertanian akibat kondisi tanah yang kurang subur.

Menjawab permasalahan tersebut Almayra Khanza Fahrani (Mikrobiologi Pertanian 2022) bersama mahasiswa kluster agro lainnya melaksanakan kegiatan pengukuran pH tanah di sawah milik warga Dusun Gesingan, Kecamatan Tulakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman tanah yang selama ini diduga menjadi penyebab menurunnya produktivitas padi. Pengukuran dilakukan menggunakan pH meter digital dan indikator manual secara langsung di sawah petani.

“Melihat langsung kondisi sawah di Dusun Gesingan membuat kami lebih memahami tantangan yang dihadapi petani, terutama terkait keasaman tanah yang berdampak pada hasil panen” ungkap Almayra, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM.

Warga yang hadir turut mengikuti sesi diskusi hasil pengukuran dan mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan pH tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah tim menganalisis di sawah dan mengecek pH tanah di beberapa titik, keadaan tanah di sawah dusun gesingan rata-rata memiliki ph 4-5 yang artinya asam. Tim juga memberikan solusi praktis, seperti pemberian kapur dolomit pada tanah yang bersifat asam, serta penambahan bahan organik untuk memperbaiki kualitas tanah.

Salah satu petani, Pak Turikin mengungkapkan keluhannya, “Tanah disini sering menyebabkan padi gagal panen, padi mengalami kopong, dan tidak panen sempurna. Sepertinya karena tidak ada perlakuan khusus yang memperhatikan kesehatan tanah.”

Tim membawa alat pH meter untuk mengecek keadaan di lapangan. Tim juga menghibahkan alat cek pH meter ke petani Dusun Gesingan. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat lebih memahami kondisi lahannya dan mulai menerapkan langkah-langkah perbaikan demi pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, anggota tim KKN Tilik Tulakan terjun langsung untuk membangun inisiasi berkelanjutan di sektor pertanian seperti pengetahuan mengenai biopestisida, pembuatan kompos, silase, serta pengenalan alat dan mesin canggih untuk petani. Dengan adanya program tersebut, Almayra dan rekan-rekannya berharap bisa memberikan manfaat dan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program KKN-PPM “Tilik Tulakan” menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim , serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Almayra Khanza Fahrani

Editor: Agrit Kirana Bunda

 

 

 

Workshop “Irama Hijau di Birunya Melodi” Ajak Amarta Muda Kenali Simfoni Pertanian dan Perikanan Lewat Akuaponik Sederhana

berita Tuesday, 12 August 2025

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pionir Organik 2025, Amarta Muda Fakultas Pertanian UGM mengikuti workshop bertajuk “Irama Hijau di Birunya Melodi: Simfoni Pertanian dan Perikanan dalam Wujud Akuaponik” pada Kamis, 7 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pionir Organik dan Klinik Agromina Bahari (KAB) Fakultas Pertanian UGM.

Dalam workshop ini, mahasiswa baru diajak untuk mengenal lebih dekat dunia pertanian dan perikanan melalui praktik pembuatan akuaponik sederhana. Terdapat 10 pos kegiatan yang tersebar di berbagai titik di lingkungan Fakultas Pertanian UGM, sebagai ruang eksplorasi sekaligus praktik langsung.

“Kami ingin mengenalkan dunia pertanian dan perikanan secara menyenangkan kepada Amarta Muda. Ini juga menjadi bagian dari outcome kegiatan Pionir agar mereka tidak hanya mengenal sisi akademik, tetapi juga inovasi yang berbasis lingkungan,” ungkap Rokhmiy Naafila, Staf Materi dan Penalaran (Matpen) Pionir Organik.

Dhea Natalia dan Kartika Kirana, Staf KAB Faperta UGM, menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti. “Lewat praktik pembuatan akuaponik mini, kami berharap Amarta Muda tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal secara langsung bagaimana integrasi pertanian dan perikanan bisa berjalan berdampingan dalam satu sistem,” ujar Dhea.

Pembuatan akuaponik sederhana dilakukan dengan memanfaatkan toples bening yang diisi air hingga ¾ bagian, kemudian ditambahkan batu hias di dasar toples. Bagian atas toples ditutup menggunakan penutup berlubang di tengah sebagai tempat meletakkan netpot. Netpot yang telah berisi media tanam seperti sekam padi atau rockwool serta dilapisi kain flanel terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air, lalu diletakkan pada lubang penutup. Bibit sukulen ditanam di dalam media tanam tersebut. Sebagai bentuk integrasi pertanian dan perikanan, ikan kecil seperti guppy atau cupang turut dimasukkan ke dalam air, memperlihatkan fungsi ganda sistem akuaponik secara estetis dan fungsional.

“Ini pengalaman baru dan menyenangkan. Saya jadi lebih tahu bagaimana pertanian dan perikanan bisa digabungkan dalam satu sistem yang efisien,” ungkap Farel Tharona, mahasiswa baru Program Studi Akuakultur 2025.

Selain melatih kreativitas dan keterampilan teknis, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat dan bakat Amarta Muda dalam bidang pertanian dan perikanan. Menurut Kartika, sistem akuaponik merupakan contoh konkret sinergi dua sektor vital bangsa. “Kami ingin adik-adik Gamada menyadari bahwa mereka akan menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian dan perikanan Indonesia ke depan,” ujar Kartika.

Seluruh rangkaian workshop ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), seperti SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Ghorizatu Shofra

Editor: Desi Utami

 

1…7891011…33

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa UGM Raih Medali Emas di Lomba Essay Tingkat Nasional LETIN 7 Nusantara Muda
    02/03/2026
  • UGM Dorong Peningkatan Kinerja Dosen Melalui Sosialisasi IKD di Fakultas Pertanian
    02/03/2026
  • Faperta UGM dan PWNU DIY Gelar Tahap Pertama “Sekolah Tani” Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    02/03/2026
  • Visiting Lecturer Prof. Siti Subandiyah Bahas Ralstonia dan Dampaknya pada Komoditas Unggulan
    02/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Tiga Universitas Jepang, Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Sayuran di Indonesia
    02/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju