• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
Arsip:

berita

Pertanian Presisi dan Pertanian Cerdas: Dr. Buddhi Dayananda di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Penggunaan data berskala besar dan pemodelan prediktif kini menjadi pilar krusial dalam merumuskan keputusan strategis di sektor agri-fisheries global. Hal tersebut mengemuka dalam sesi paralel kelas Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 yang berlangsung secara daring melalui zoom meeting pada Rabu, 8 Juli 2026. Diskusi ilmiah ini berfokus pada integrasi sains data untuk menjawab kompleksitas pengelolaan lanskap pertanian dan perikanan tropis yang kian dinamis.

Narasumber dalam sesi paralel tersebut adalah Dr. Buddhi Dayananda, seorang pakar analitik strategis dan ilmuwan data terkemuka. Dr. Buddhi saat ini beralih profesi sebagai Senior Biometric Consultant pada Data Science Collaborative Research Platform di University of Queensland (UQ), Australia. Menempuh pendidikan doktoral di University of Technology Sydney, beliau memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mengelola dan menganalisis dataset multi-sumber guna menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based advice).

Dalam pemaparannya, Dr. Buddhi mengupas tuntas teknik pemrosesan data, desain eksperimental, hingga pemanfaatan alat business intelligence dan kecerdasan buatan untuk efisiensi pelaporan riset pertanian. Beliau membagikan pengalamannya di UQ dalam menyaring dataset berukuran besar, termasuk data time series, uji coba jangka panjang, hingga data spasial dari drone. Implementasi model matematika dan statistik ini dinilai sangat krusial agar hasil riset dari laboratorium dapat diterjemahkan menjadi wawasan praktis yang dipahami oleh para pemangku kepentingan.

Sesi yang dipandu secara virtual ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para mahasiswa mancanegara. Ruang Zoom Meeting dipenuhi dengan diskusi interaktif. Melalui fasilitasi kuliah pakar internasional ini, Fakultas Pertanian UGM membuktikan kontribusi nyatanya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan literasi data riset ini berkontribusi langsung pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer keahlian biometrika mutakhir, serta mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi analitik berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, efisiensi pengelolaan komoditas pangan yang dihasilkan dari akurasi pemodelan data turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Pemanfaatan data spasial dan analitik untuk mendukung pengelolaan lanskap pertanian yang berkelanjutan juga berkontribusi pada SDG 15: Ekosistem Daratan, sementara kolaborasi antaruniversitas dalam program ini menunjukkan komitmen Faperta UGM terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring akademik internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SCA-STAF 2026

Dampak Curah Hujan Ekstrem terhadap Keamanan Mikrobiologis Air Minum: Prof. YU Xin Bagikan Solusi Teknologi Sanitasi di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Kelancaran pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan merupakan kebutuhan mendasar kita setiap hari, namun jaminan tersebut kini menghadapi tantangan berat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem global. Menanggapi isu penting ini, sesi paralel kedua dalam rangkaian Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026, menghadirkan pakar ekologi lingkungan terkemuka dari Xiamen University, China, Prof. YU Xin.

Prof. YU Xin, yang merupakan peneliti dari College of the Environment & Ecology, Xiamen University, membawakan materi bertajuk “Impacts of Extreme Precipitation on Microbial Safety of Drinking Water”. Profesor YU mengupas bagaimana hujan lebat ekstrem dan badai topan mampu menyapu bakteri serta polutan dari daratan, lalu membawanya masuk ke dalam sumber air baku yang menjadi tumpuan konsumsi masyarakat harian.

Dalam paparannya, Prof. YU menjelaskan bahwa saat curah hujan ekstrem terjadi, limpasan air dari area hutan atau padang rumput membawa muatan bakteri patogen dalam jumlah yang sangat masif menuju bendungan atau sungai. Fenomena drought-to-flood transition (perubahan mendadak dari kering ke banjir) ini berisiko meloloskan bakteri berbahaya seperti Legionella dan Mycobacterium ke dalam instalasi pengolahan. Menariknya, riset Profesor YU menunjukkan bahwa setelah badai mereda, ekosistem bakteri di sepanjang pipa air minum akan merestrukturisasi dirinya sendiri secara alami untuk mencapai kestabilan baru agar air tetap aman dikonsumsi.

Sesi yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Melalui diseminasi riset mutakhir ini, Fakultas Pertanian UGM secara konsisten mempertegas kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengkajian teknologi mitigasi krisis air bersih ini merupakan langkah nyata dalam mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan keamanan mikrobiologis air minum serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi dalam sistem pengolahan air turut berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kajian mengenai dampak curah hujan ekstrem terhadap kualitas air mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi akademik internasional dalam program ini juga memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antaruniversitas dalam pengembangan solusi ilmiah bagi tantangan global.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Gelar Final Assignment SC-STAF 2026, Faperta UGM Apresiasi Inovasi Poster Pertanian dan Perikanan Tropis Berkelanjutan

berita Thursday, 23 July 2026

Rangkaian program internasional Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 resmi memasuki puncaknya pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan penutupan yang diisi dengan pengumuman dan Final Assignment ini dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Meeting dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah serta mancanegara.

Kegiatan diawali dengan sesi presentasi poster terpilih dari para peserta. Pada sesi ini, peserta memaparkan inovasi, gagasan kritis, serta hasil kajian ilmiah terkait pengelolaan dan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan tropis di hadapan para juri dan audiens.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Subejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme, komitmen, dan kualitas gagasan ilmiah yang ditampilkan oleh seluruh peserta program SC-STAF 2026.

Sebagai penutup rangkaian acara, panitia mengumumkan para pemenang penghargaan karya poster hasil penilaian final:

Penghargaan Poster Terbaik (Best Poster Awards): 

  1. Fatmadiza Syarif
  2. Maharani Rahma Suci
  3. Siti Nur Syuhada Binti Rohaizad

Penghargaan Poster Terpilih (Selected Poster Awards): 

  1. Josep Salmawobil
  2. Amalya Risvi Afrizal
  3. Jadida Anindya Bahtiar, S.Pi., M.Si.

 

Melalui penyelenggaraan SC-STAF 2026, Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen memperkuat kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan summer course internasional yang mengembangkan literasi ilmiah, kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan keterampilan komunikasi akademik peserta. SC-STAF 2026 juga berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dengan mendorong lahirnya inovasi dan solusi ilmiah untuk mendukung sistem pertanian dan perikanan tropis yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, berbagai gagasan yang dipresentasikan peserta turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui strategi adaptasi dan mitigasi sektor pertanian dan perikanan terhadap perubahan iklim global, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui kajian pengelolaan sumber daya perikanan tropis yang berkelanjutan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan praktik pertanian yang menjaga kualitas lahan dan keanekaragaman hayati. Di sisi lain, kolaborasi peserta, dosen, dan institusi dari berbagai negara mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang memperkuat jejaring akademik internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

 

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Koordinasi Persiapan Program SEED Bersama PT Petrokimia Gresik

berita Thursday, 23 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar rapat koordinasi bersama PT Petrokimia Gresik pada Senin, 20 Juli 2026, di Lab. Venture Gedung AGLC Lantai 6. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) yang akan menjadi rangkaian pra-kegiatan menuju Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada Agustus 2026.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Kantor Administrasi Faperta UGM, Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., Ketua Unit Media dan Sistem Informasi, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., serta lima perwakilan dari PT Petrokimia Gresik. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan diimplementasikan dalam program tersebut.

Program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan inovatif dalam memperkuat ekosistem pertanian yang cerdas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk merancang solusi kreatif yang dapat diimplementasikan dalam bentuk media, strategi, teknologi, maupun berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan layanan PT Petrokimia Gresik bagi sektor pertanian.

Program ini bertujuan mempermudah akses informasi dan edukasi pertanian, menghubungkan petani dengan produk, teknologi, dan layanan yang relevan, serta mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian Indonesia.

Fakultas Pertanian UGM dipilih sebagai mitra penyelenggara karena memiliki kekuatan akademik yang komprehensif dalam bidang sistem budidaya, agroteknologi, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian, hingga dinamika pembangunan pertanian. Keunggulan tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan riil petani dan perkembangan sektor pertanian nasional.

Program ini menyasar mahasiswa program sarjana dan pascasarjana. Mahasiswa sarjana diharapkan menghadirkan ide-ide yang kreatif dan visioner, sedangkan mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menawarkan solusi yang lebih aplikatif dan berbasis hasil riset.

Mengusung tema besar “Design the Future of Smart Precision Farming Ecosystem,” SEED mengajak mahasiswa merancang berbagai solusi untuk mendukung pengembangan ekosistem pertanian presisi di Indonesia. Salah satu subtema yang diangkat adalah optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi, termasuk pada sektor perikanan yang mulai menjadi perhatian nasional sepanjang tahun 2026.

Sebagai luaran program, setiap peserta akan menyusun Innovation Canvas dan infografis yang mampu mengomunikasikan ide secara efektif kepada berbagai pemangku kepentingan. Seluruh karya akan melalui proses seleksi sebelum dipresentasikan pada tahap akhir.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penjaringan peserta pada 27 Juli–10 Agustus 2026, diikuti pengumpulan ide pada 30 Juli–10 Agustus 2026. Tahap seleksi pertama akan dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Pitching Session serta Grand Pitch and Awarding Ceremony yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Pertanian UGM dan PT Petrokimia Gresik berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia. Program SEED juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir strategis, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung transformasi menuju ekosistem smart precision farming yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang inovatif dan siap menghadapi kebutuhan industri, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan solusi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung sektor pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui gagasan mengenai optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong inovasi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Author: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

ISILF 2026 Rumuskan Komitmen Strategis dan Pembentukan Working Group

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian forum dengan sesi peneguhan komitmen strategis dan pembentukan working group (WG). Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Dr. Elly Syafriani, S.P., dengan dua narasumber, yaitu Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P (UGM), Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura) dalam agenda perumusan rekomendasi, kesepakatan bersama, serta penyusunan tindak lanjut pascaforum.

Dalam diskusi penutup, perwakilan dari BRIN menegaskan kesiapan lembaga riset nasional untuk menjadi mitra kolaborasi industri perbenihan. Narasumber dari Departemen Budidaya Pertanian UGM menambahkan bahwa fakultas telah rutin melakukan pelatihan dan pendidikan terkait perbenihan, serta membuka kesempatan riset kolaboratif dengan perusahaan, seperti yang pernah dilakukan dalam penyelesaian permasalahan varietas kelapa di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa universitas dapat berperan langsung dalam menjawab kebutuhan industri.

Sementara itu, perwakilan dari UGM menekankan bahwa industri perlu membantu merumuskan kebutuhan yang dapat dijadikan dasar bagi kampus dalam menyusun program riset dan pendidikan. Forum juga menyepakati bahwa pada bulan Oktober mendatang akan diluncurkan Working Group R&D sebagai tindak lanjut dari diskusi hari ini. WG tersebut akan difasilitasi penuh oleh Departemen Budidaya Pertanian, dengan fokus pada kemitraan riset dan inovasi, serta pengembangan program jangka pendek maupun jangka panjang.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa pembentukan WG merupakan langkah strategis untuk merealisasikan hasil diskusi, memperkuat kolaborasi universitas–industri, dan memastikan keberlanjutan ekosistem riset perbenihan di Indonesia.

Rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dalam ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset dan pengembangan benih unggul melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan inovasi yang berkontribusi pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus menyelenggarakan pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pembentukan tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Inisiatif pembentukan Working Group (WG) Research and Development (R&D) sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi menjadi implementasi nyata SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Lebih dari itu, sinergi yang dibangun antara universitas, industri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud konkret SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ISILF 2026 Bahas Model Pendidikan Pascasarjana untuk Profesional Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian diskusi dengan sesi strategis bertajuk Graduate Education for Industry Professionals pada 11 Juni 2026. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Enik Nurlaili Afifah, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan fokus pada model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri benih modern.  Narasumber sesi ini adalah Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P. (UGM), dan Ir. Mulyantoro, M.P., Ph.D. (PT BISI International Tbk).

Diskusi menegaskan bahwa industri benih membutuhkan sumber daya manusia berkelas dengan pendidikan pascasarjana yang fleksibel. Seorang narasumber dari industri menekankan bahwa keterbatasan waktu, lokasi, dan padatnya aktivitas pekerja industri menjadi tantangan nyata, sehingga model pendidikan harus adaptif, misalnya melalui sistem hybrid daring. Kolaborasi antara universitas dan perusahaan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan profesional, dengan supervisi bersama yang menjaga kerahasiaan data sekaligus menghasilkan riset yang relevan bagi industri.

Narasumber lain menambahkan bahwa pengalaman magang dan penelitian sejak jenjang S1 hingga S3 telah membuka ruang kolaborasi nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan virus baru pada tanaman hortikultura. Program pascasarjana diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memecahkan masalah nyata yang dihadapi perusahaan.

Kesimpulan forum menekankan perlunya model pembelajaran pascasarjana yang fleksibel, berbasis komitmen, dukungan pimpinan, akses data, dan komunikasi yang intensif. Diskusi juga membuka peluang beasiswa khusus di bidang perbenihan melalui kerja sama antara UGM, pemerintah, dan asosiasi, sehingga dapat memperkuat ekosistem talenta jangka panjang bagi industri benih.

Forum ISILF 2026 memiliki relevansi yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengembangan talenta di bidang pemuliaan tanaman dan industri benih berkontribusi terhadap SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, kolaboratif, serta berbasis kebutuhan industri mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang relevan dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan kompetensi profesional untuk menjawab kebutuhan industri juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi riset yang berfokus pada penyelesaian permasalahan nyata industri, termasuk pemanfaatan hasil penelitian untuk inovasi sektor perbenihan, sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Upaya pengembangan riset untuk menghadapi tantangan penyakit tanaman serta memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan lingkungan juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Selain itu, kerja sama antara universitas, pemerintah, asosiasi, dan industri dalam penyelenggaraan pendidikan, supervisi riset, serta penyediaan beasiswa merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

UGM Perkuat Kemitraan Riset Universitas–Industri dalam ISILF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi riset antara universitas dan industri. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel pada 11 Juni 2026 ini dipandu oleh Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura), dengan menghadirkan narasumber Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., dan Dr. Azis Natawijaya, S.P., M.Si. (PT Bumitama Gunajaya Agro).

Diskusi menekankan bahwa kolaborasi riset tidak sekadar proyek penelitian, melainkan kerja bersama untuk memecahkan masalah nyata. Dr. Eka menegaskan kesiapan UGM dalam penelitian pemuliaan tanaman dan agronomi, dengan fasilitas yang memadai serta arah pengembangan yang berfokus pada produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan. Dr. Rizky menambahkan bahwa kolaborasi harus dibangun atas dasar komunikasi dan kepercayaan, sehingga universitas dapat membentuk talenta yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, Dr. Azis menyoroti pentingnya efisiensi dalam kegiatan breeding melalui kerja sama genbank, agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan dari PT Sang Hyang Seri (SHS) menekankan perlunya dukungan universitas dalam pelepasan varietas dan pengelolaan genbank, mengingat SHS memiliki koleksi 1.500 plasma nutfah padi namun menghadapi kendala rejuvenasi akibat keterbatasan SDM dan pembiayaan. Menanggapi hal ini, Dr. Eka menyatakan kesediaan kampus untuk mendukung pengujian varietas, sementara Dr. Rizky menegaskan bahwa fasilitas pengujian di Departemen Budidaya Pertanian telah dibuka dan dapat diakses melalui laman Fakultas Pertanian UGM. Moderator menutup dengan penekanan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan kemitraan riset universitas–industri.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi riset harus menghasilkan manfaat nyata bagi industri sekaligus memperkuat kapasitas akademik universitas. Dengan sinergi yang berkelanjutan, UGM diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan riset perkebunan dan perbenihan yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Forum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset pemuliaan tanaman, pengembangan varietas unggul, serta pengelolaan sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Kolaborasi antara universitas dan industri dalam kegiatan penelitian, magang, serta pemanfaatan fasilitas pengujian mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya membangun talenta yang adaptif dan siap berkontribusi pada sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan teknologi pemuliaan tanaman, penguatan sistem genbank, serta inovasi dalam penelitian varietas unggul menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di samping itu, pengelolaan dan pelestarian plasma nutfah sebagai sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui konservasi keanekaragaman hayati pertanian dan pemanfaatan sumber daya genetik secara berkelanjutan. Kolaborasi yang erat antara Universitas Gadjah Mada, industri benih, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

ISILF 2026 Teguhkan Perspektif Lintas Sektor untuk Penguatan Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun ekosistem perbenihan nasional pada 11 Juni 2026. Pada sesi pleno bertajuk Consolidating Sector Perspectives yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel, diskusi dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. bersama Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dengan fokus pada konsolidasi hasil diskusi sektoral dan identifikasi prioritas nasional lintas sektor.

Dalam pembukaan, Andrianto Ansari menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill bagi calon pemulia dan tenaga profesional di bidang perbenihan. Mentalitas menghadapi situasi baru, integritas menjaga kerahasiaan, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan menjadi soft skill utama yang harus dimiliki. Sementara itu, hard skill yang relevan mencakup analisis penanda molekuler, agronomi, manajemen sumber daya genetik, serta jiwa bisnis dalam mengelola usaha benih. Ia menambahkan bahwa pelatihan sertifikasi dan manajemen benih, termasuk pemahaman ISO, menjadi kebutuhan mendesak agar produsen benih mampu mengelola produksi hingga distribusi secara profesional.

Prof. Taryono menegaskan bahwa benih merupakan blueprint budidaya pertanian dan kunci kedaulatan pangan. Ketersediaan benih unggul bermutu tinggi tidak hanya menentukan keberhasilan budidaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan pangan nasional. Ia menyoroti perlunya rencana penguatan industri benih dalam tiga horizon: jangka panjang melalui penelitian dan inovasi, jangka menengah melalui pendidikan formal dan non-formal, serta jangka pendek melalui pelatihan teknis. Harapannya, Jogja dapat menjadi pusat benih nasional maupun internasional, dengan slogan “Ingat Jogja, Ingat Benih” sebagai penguat identitas.

Diskusi pleno menghasilkan kesepakatan mengenai prioritas pelatihan yang harus segera dikembangkan, antara lain pelatihan smart breeding yang mengintegrasikan pendekatan konvensional dan teknologi digital, pelatihan produksi benih berbasis sistem informasi, analisis pasar untuk memahami kebutuhan petani, serta pelatihan manajemen mutu berbasis ISO. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan soft skill dan pengelolaan plasma nutfah Indonesia juga menjadi agenda penting.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa penguatan industri benih harus dilakukan secara berlapis, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, universitas, dan perusahaan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan SDM yang tangguh, inovasi yang relevan, serta sistem regulasi yang mendukung keberlanjutan industri benih nasional.

Forum ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan industri benih melalui penyediaan benih unggul berkualitas mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Integrasi pendidikan formal, pelatihan teknis, sertifikasi profesi, serta pengembangan hard skills dan soft skills mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Upaya mencetak tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Penerapan smart breeding, sistem informasi produksi benih, manajemen mutu berbasis ISO, serta penguatan riset dan inovasi menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem industri benih merupakan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah Indonesia yang turut dibahas dalam forum juga mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kapal: Langkah Nyata Melindungi Akuakultur Tropis di Hari Terakhir SC-STAF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Rangkaian kegiatan kelas paralel Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 mencapai puncaknya pada Jumat, 10 Juli 2026. Memasuki hari terakhir pelaksanaan kelas paralel, atmosfer forum ilmiah ini tetap dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta. Kelas paralel penutup ini berhasil menjadi ruang diskusi yang krusial, membedah berbagai riset aplikatif mutakhir yang mempertemukan inovasi teknologi dengan kebutuhan mendesak di sektor industri dan pelestarian lingkungan maritim.

Salah satu narasumber dalam sesi tersebut adalah Jingjing Wang, Associate Research Fellow sekaligus kandidat doktor dari Universiti Putra Malaysia. Dengan latar belakang di bidang teknik kimia dan teknik lingkungan dari Tongji University, Wang memaparkan hasil penelitiannya mengenai teknologi pengolahan limbah domestik kapal.

Dalam presentasinya yang bertajuk “Copper-Based Catalytic Treatment of Ship Domestic Sewage for Protecting Tropical Coastal Aquaculture and Sustainable Fisheries,” Wang memaparkan solusi inovatif berupa penggunaan katalis berbasis tembaga untuk memurnikan limbah domestik dari kapal. Menggunakan sampel nyata dari Pelabuhan Ningbo (Tiongkok) dan Pelabuhan Klang (Malaysia), ia menjelaskan bagaimana teknologi pembersihan lanjutan ini mampu menghancurkan polutan organik berbahaya serta senyawa pengganggu hormon (yang kerap lolos dari penyaringan biasa.

Sebagai penutup, forum menggarisbawahi bahwa inovasi sistem pengolahan limbah ini bukan sekadar pencapaian teknik kimia semata, melainkan instrumen vital dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, riset ini berkontribusi langsung pada SDG 14: Ekosistem Laut dengan menjaga kualitas air pesisir dari kontaminasi zat kimia berbahaya , SDG 2: Tanpa Kelaparan lewat jaminan keamanan pangan akuakultur yang dikonsumsi masyarakat , SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui modernisasi teknologi perkapalan yang ramah lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi universitas.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Meninjau Inovasi Akuakultur Rwanda: Dari Keterbatasan Geografis Menuju Swasembada Pangan di SC-STAF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Pelaksanaan hari keempat kelas paralel Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 kembali menyuguhkan ruang diseminasi ilmiah yang kaya akan studi kasus internasional. Melalui media zoom meeting, forum internasional yang dipelopori oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) ini berfokus pada eksplorasi manajemen perikanan di negara tanpa laut (landlocked country) melalui materi bertajuk “Reimagining Tropical Agriculture and Fisheries for a New Generation: The Case of Rwanda”.

Presentasi yang memikat ini dibawakan oleh Joas Iradukunda, M.Sc., seorang akademisi dan peneliti muda di bidang nutrisi ikan dan biologi molekuler asal Rwanda. Iradukunda, yang merupakan lulusan Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM, saat ini aktif sebagai kolaborator riset di University of Rwanda. Latar belakang profesionalnya yang luas, mulai dari pengelolaan laboratorium kesehatan ikan UGM hingga keterlibatannya dalam proyek ketahanan pangan Orora Wihaze USAID di Afrika, memberikan kedalaman tersendiri dalam membedah lompatan teknologi perikanan darat.

Dalam paparannya, Iradukunda menjelaskan keunikan geografi Rwanda yang dijuluki sebagai “Land of a Thousand Hills”. Sebagai negara yang tidak memiliki wilayah laut, pasokan perikanan Rwanda bergantung sepenuhnya pada sumber air tawar pedalaman seperti danau, sungai, dan lahan basah, di mana Danau Kivu menjadi pusat tangkapan andalan sekaligus pusat akuakultur keramba jaring apung komersial terbesar.

Sesi diskusi juga membahas tantangan regenerasi sumber daya manusia di sektor perikanan Rwanda yang masih didominasi oleh generasi yang lebih tua. Untuk meningkatkan minat generasi muda, pemerintah dan para pemangku kepentingan mendorong transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk pemantauan kualitas air secara real-time, penggunaan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) sebagai bahan baku pakan berkelanjutan, serta pengembangan kewirausahaan melalui program AYuTe Africa Challenge Rwanda.

Penyelenggaraan kegiatan ini merefleksikan andil besar Faperta UGM dalam mengakselerasi pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diseminasi inovasi di bidang perikanan ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi ketahanan pangan keluarga. Selain itu, riset nutrisi ramah lingkungan dan sirkulasi nutrien limbah peternakan menjadi langkah nyata dalam pemenuhan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kegiatan kolaborasi internasional.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

123…122

BERITA FAKULTAS

  • Pertanian Presisi dan Pertanian Cerdas: Dr. Buddhi Dayananda di SC-STAF 2026 Faperta UGM
    23/07/2026
  • Dampak Curah Hujan Ekstrem terhadap Keamanan Mikrobiologis Air Minum: Prof. YU Xin Bagikan Solusi Teknologi Sanitasi di SC-STAF 2026 Faperta UGM
    23/07/2026
  • Gelar Final Assignment SC-STAF 2026, Faperta UGM Apresiasi Inovasi Poster Pertanian dan Perikanan Tropis Berkelanjutan
    23/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Koordinasi Persiapan Program SEED Bersama PT Petrokimia Gresik
    23/07/2026
  • Regina Claudia Setiawan: Juara 1 Kompetisi Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional
    22/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju