
Fakultas Pertanian UGM menerima kunjungan delegasi dari Gyeongsang National University (GNU) Korea Selatan dalam agenda tinjauan kemitraan “AIMS Partnership Review: Building Bridges for the Future” pada Kamis, 25 Juni 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi, memperkuat komitmen, dan memperluas kolaborasi riset pertanian antara kedua institusi dalam keberlanjutan program pertukaran mahasiswa internasional di bawah skema AIMS (Asian International Mobility for Students).
Pertemuan evaluasi kerja sama tersebut dihadiri oleh jajaran dekanat Fakultas Pertanian UGM, meliputi Dekan Fakultas Pertanian Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., dan Ketua Departemen Perikanan Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc. Turut hadir dalam forum tersebut adalah tim AIMS UGM sebanyak 5 orang termasuk koordinator program AIMS yakni Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M. Biotech., Ph.D, serta jajaran delegasi GNU Korea Selatan yang berjumlah 6 orang.

Hubungan kerja sama riset antara UGM dan GNU telah dirintis sejak fase awal tahun 2015–2018. Implementasi program AIMS secara resmi dimulai pada September 2019 melalui penandatanganan Letter of Intent for Cooperation oleh Dr. Jamhari, S.P., M.P. (Dekan Fakultas Pertanian UGM kala itu) bersama Prof. Shim Sang-In sebagai pihak Gyeongsang National University. Hingga saat ini, kemitraan AIMS tetap berjalan aktif dengan kuota nominasi mencapai 4 mahasiswa dalam pertukaran satu semester.
Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Pertanian memaparkan profil fakultas, keunggulan departemen, fasilitas, hingga berbagai riset pertanian tropis yang sedang dikembangkan. Beberapa riset yang dipresentasikan meliputi pengembangan benih tangguh iklim, teknologi sensor hama cerdas (iTrap), aplikasi digital Desa Apps, hingga Greenhouse terintegrasi mikroorganisme jamur untuk sirkulasi nitrogen alami. Dipaparkan pula mengenai integrasi Departemen Perikanan di bawah rumpun Fakultas Pertanian karena melimpahnya potensi hayati maritim tropis di Indonesia. Delegasi Korea menyatakan ketertarikannya terhadap fokus studi pertanian tropis dan ekosistem akademik di Fakultas Pertanian. Mahasiswa AIMS dari Korea, Ranhee Kim, menuturkan pengalaman berkesan saat mengikuti studi lapangan ke PT Pagilaran untuk mempelajari budidaya teh hitam.

Dalam sesi diskusi, Penanggung Jawab AIMS GNU menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Fakultas Pertanian UGM dalam mengawal program ini.
“Kami sangat berterima kasih karena mendapat kesempatan membawa teman-teman mahasiswa UGM yang luar biasa dalam menjalankan aktivitas akademik di GNU dan juga bagi mahasiswa GNU kami diberikan dukungan berupa penyediaan beasiswa serta bantuan proses adaptasi yang menopang kenyamanan studi kami di Yogyakarta” ungkap Chae-In Na.
Di sisi lain, Koordinator Program AIMS Fakultas Pertanian UGM menyampaikan apresiasi mendalam atas seluruh komitmen yang telah berjalan, termasuk penyediaan skema beasiswa yang membantu kelancaran studi mahasiswa pertukaran selama ini. Berdasarkan hasil evaluasi berkala, kedua institusi melihat adanya peluang untuk melakukan peningkatan mutu program agar menjadi lebih baik di masa depan. Langkah konkret pengembangan kolaborasi yang direncanakan ke depan meliputi peningkatan kuota jumlah pertukaran mahasiswa, rencana implementasi fokus riset Smart Ecobio Production, serta pembukaan jalur bagi mahasiswa UGM untuk melanjutkan studi S2 maupun S3 di Gyeongsang National University, Korea Selatan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan program mobilitas internasional dan peningkatan kualitas pembelajaran; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi lulusan yang siap bersaing di tingkat global; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi riset di bidang pertanian cerdas, teknologi digital, dan inovasi berkelanjutan; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan tata kelola dan kerja sama antarperguruan tinggi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kemitraan internasional antara Universitas Gadjah Mada dan Gyeongsang National University.
Penulis: Salsabil Karima Swasono
Editor: Tantriani
Foto: Unit Media Faperta UGM