• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Pos oleh
  • page. 27
Pos oleh :

agusrn

BANTUAN DANA PENELITIAN – INDOSAT RISET NUGRAHA (IRN)

info Friday, 25 July 2025

Pre-Course Summer Course Faperta UGM 2025: Langkah Awal Menuju Pemahaman Pertanian Tropis Berkelanjutan

berita Thursday, 24 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025 dengan menyelenggarakan sesi pre-course secara daring melalui platform Zoom pada Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat budidaya Kopi dan pengalaman langsung dalam kunjungan lapangan ke Perkebunan dan Pabrik Kopi yang dibungkus dalam tema “The Journey of Coffee from Seed to Cup.”

Sesi pre-course ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sesi ini dibuka dengan pemberian course  yang berisi pengantar umum mengenai pelaksanaan program yang akan berlangsung selama lebih dari satu bulan, dari tanggal 4 Juli hingga 8 Agustus 2025. Selain itu, diperkenalkan juga para pengajar dan narasumber yang akan terlibat dalam kelas daring maupun kegiatan field trip secara luring. Para pengajar sendiri terdiri dari Instructors, Teaching Assistants (TAs) dan  Experts yang telah lama berkecimpung dalam ilmu pertanian tropis berkelanjutan.

Pelaksanaan summer course tahun ini dibagi menjadi 2 skema, yakni secara online dan blended (hybrid). Oleh karena itu, sesi pengantar ini sangat penting untuk menyamakan persepsi peserta terhadap bentuk pembelajaran yang akan dijalani, serta menjelaskan pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang digunakan sebagai platform utama dalam kegiatan daring. Kegiatan pre-course juga memaparkan jenis tugas yang akan dikerjakan peserta selama program berlangsung, seperti studi mandiri, poster assignment, Quiz dan video presentasi yang bertujuan memperdalam pemahaman para peserta mengenai isu-isu pertanian tropis.

Dengan dilaksanakannya sesi pre-course ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dan antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture 2025, baik secara daring maupun luring. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman langsung melalui kunjungan lapangan ke kebun kopi, lahan pertanian, dan pabrik pengolahan kopi di Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini juga merupakan manifestasi Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDGs SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim serta SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan.

Penulis: Noor Amelia Putri

Editor: Desi Utami

Athifah Rahmadani, Mahasiswi Faperta UGM Mengukir Prestasi di Gamada Open International Karate Championship II 2025

Prestasi Thursday, 24 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi di kanca internasional melalui Athifah Rahmadani yang meraih Juara II Mahasiswa Kumite Beregu Putri dan Juara III U-21 Kumite -55Kg Putri pada Gadjah Mada Open International Karate Championship II 2025. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate Inkai Universitas Gadjah Mada pada tanggal 21 Januari – 13 Februari 2025 di GOR Pancasila Universitas Gadjah Mada dengan jumlah peserta mencapai 1800 peserta/tim yang diikuti oleh berbagai kontingen baik dalam negeri maupun luar negeri.

Acara ini dihadiri Pembina UKM Karate Inkai UGM yakni Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko,S.Hut.,M.Agr.S dan Ir. Edi Suryanto,M.Sc.,Ph.D.,IPU ASEAN. Perwakilan Rektor yakni Desi Yulianti, S.E., M.ACC selaku Kepala Subdit Ditmawa dan Bapak Mugiyarto, S.IP selaku tim kerja organisasi dan kegiatan mahasiswa. Selain itu, dihadiri pula oleh alumni kagama karate, mulai dari pendiri UKM Karate Gadjah Mada dan beberapa Ketua serta pengurus baik  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta dan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Yogyakarta.

Athifa, mahasiswi S1 angkatan 2023 Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan merupakan salah satu panitia sekaligus anggota regu perwakilan Universitas pada Gadjah Mada Open International Karate Championship II 2025.

“Pada kejuraan ini tantangan yang saya lalui yaitu sebagai atlet sekaligus panitia penyelenggara cukup berat karena saya harus mengimbangi antara akademik, latihan, dan juga kepanitiaan. Persiapan yang dilakukan selama 3 bulan dengan latihan rutin yakni seminggu 3-4x latihan setiap pukul 19.00-21.30 dan Minggu pagi cukup berat namun lama kelamaan dapat terbiasa. Berdasarkan proses tersebut, saya belajar bagaimana mengatur waktu, tenaga, pikiran serta energi dengan baik. Kemudian, saat meraih penghargaan tersebut saya sangat senang dan bersyukur. Walaupun tidak meraih podium tertinggi, semua usaha dan kerja keras yang telah saya jalani selama ini membuahkan hasil” Ungkapnya.

Athifa berpesan kepada teman-teman yang sedang berjuang dikejuaraan non akademik untuk jangan ragu mencoba dan takut gagal. Semua proses yang dijalani pasti ada pelajaran berharga yang dapat diambil. Selain itu, konsistensi dan kedisiplinan harus dijaga karena kerja keras yang dilakukan dengan niat dari diri sendiri akan membuahkan hasil yang sesuai.

Capaian prestasi ini sekaligus menjadi wujud upaya Faperta UGM dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis : Melvinna Rafida

Editor  : Desi Utami

 

Dari Pertanian ke Panggung Sastra, Regina Claudia, Mahasiswi Faperta UGM, Kembali Berprestasi di Ajang Duta Bahasa DIY 2025

Prestasi Thursday, 24 July 2025

Cinta membaca dan sastra bisa mengantarkan siapa pun pada panggung perubahan, termasuk bagi Regina Claudia Setiawan, mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang membuktikan untuk terus berkembang luas tidak hanya di lingkup pertanian. Berbekal ketekunan dan visi yang kuat, Regina berhasil meraih Juara-3 dalam ajang bergengsi Pemilihan Duta Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta 2025.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa DIY ini bertujuan untuk menjaring generasi muda yang tidak hanya cakap berbahasa Indonesia, daerah, dan asing, namun juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya. Pada agenda tahun ini yang berlangsung mulai 20 Maret hingga 29 Mei 2025, sebanyak 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi mengikuti seleksi ketat sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terdiri dari 10 putra dan 10 putri, termasuk Regina yang mengharumkan nama Faperta UGM.

Sejak awal, Regina sudah menyimpan ketertarikan terhadap dunia ‘perduataan’ di Yogyakarta. “Saya merasa cocok dengan Duta Bahasa, karena suka membaca, suka sastra, dan ingin merangkum perjalanan awal kuliah saya dalam bentuk kontribusi nyata,” ungkap Regina. Di tengah kesibukan menjalani magang, ia memutuskan untuk mendaftar dan menghadapi serangkaian tahapan seleksi yang cukup menguras energi.

Seleksi dimulai dari pengumpulan krida kebahasaan, daftar riwayat hidup, hingga wawancara organisasi dan kemampuan berbicara. Setelah lolos ke tahap 20 besar, Regina mengikuti masa karantina intensif selama 2–3 minggu, yang mencakup pelatihan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia), kelas bicara publik, tata busana, hingga modeling. Ia mengaku sempat mengalami burnout, namun semangatnya untuk berkontribusi lewat sastra membawanya tetap bertahan hingga malam awarding.

Dalam presentasi Krida Kebahasaan, Regina mengangkat Serat Centhini, karya sastra klasik Jawa, sebagai fondasi karyanya. Ia merancang komik interaktif dan digital bertema perempuan dan pertanian dalam budaya Jawa. “Serat Centhini tak hanya kaya makna, tetapi juga menyuarakan kehidupan agraris dan posisi perempuan. Saya ingin mendekatkannya ke generasi muda dengan pendekatan visual dan kontekstual,” jelasnya.

Tak sendiri, Regina melibatkan banyak teman serta para akademisi dan seniman yang memahami budaya Jawa dan bahasa Sanskerta untuk mendalami naskah tersebut. Sosok Bu Desi, salah satu dosen yang selalu mendorongnya untuk ‘tidak hanya jago kandang’, menjadi inspirasi utama di balik keberhasilannya. “Dari EPA juga banyak yang mendukung saya untuk berkembang,” tambahnya.

Malam puncak adalah momen yang paling membekas baginya. Ia merasa bangga dan bersyukur bisa berdiri di antara para finalis dari latar belakang sastra, meskipun dirinya berasal dari dunia pertanian. “Justru karena saya bukan dari sastra, bisa sampai titik ini membuat saya semakin yakin bahwa dalam semua bidang ilmu, membaca itu penting,” ujarnya.

Sebagai bagian dari IKADUBAS (Ikatan Duta Bahasa Yogyakarta), Regina kini kerap diundang dalam berbagai acara resmi Balai Bahasa DIY untuk menyosialisasikan pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan karakter bangsa. Ia percaya bahwa sastra dan bahasa adalah sarana penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Cara mencintai bangsa itu banyak, dan bersastra adalah salah satunya. Bahasa adalah cermin dari sikap, dan sastra adalah cara kita bercerita, menyampaikan opini. Jangan takut bersastra, apapun latar belakang kalian, karena kalian juga yang menjunjung bangsa Indonesia,” pesannya kepada generasi muda.

Regina Claudia membuktikan bahwa mahasiswa pertanian pun dapat berkontribusi aktif dalam pelestarian budaya dan kebahasaan nasional. Dengan semangat lintas disiplin, ia menyuarakan pentingnya keterbukaan terhadap literasi, budaya, dan kreativitas sebagai pendorong inovasi sosial yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender).

 

Penulis: Hanif Falah Nasrulloh

Editor: Desi Utami

Fakultas Pertanian UGM Gelar Purnawisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025

berita Wednesday, 23 July 2025


Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar Purnawisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 yang dilaksanakan pada Rabu, 23 Juli 2025 bertempat di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro Faperta UGM. Purnawisuda ini diikuti oleh 32 wisudawan/wisudawati, terdiri dari 30 lulusan Program Magister (S2) dan 2 lulusan Program Doktor (S3). Sebanyak 7 orang lulusan S2 merupakan mahasiswa program Fast Track yang berhasil menuntaskan pendidikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu kurang dari lima tahun.

Salah satu lulusan program Fast Track, Novianti Ekaputri Rahmawati dari Program Studi Magister Fitopatologi, berhasil meraih predikat lulusan terbaik program magister di Fakulats Pertanian UGM dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,0 dan masa studi 1 tahun 8 bulan 1 hari. Dalam pidatonya, Novi, sapaan akrabnya, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan akademik yang telah ia jalani.

Sebagai perwakilan wisudawan, Novi menyampaikan sambutan yang memotivasi dan mengapresiasi perjuangan seluruh lulusan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selalu menjadi sumber kekuatan, serta para dosen yang telah membimbing dan mendukung selama proses studi.

“Hari ini menjadi salah satu hari yang membahagiakan karena kita merayakan tonggak penting dalam perjalanan akademik. Proses hidup ini penuh tantangan, adaptasi, berpikir kritis, dan perjuangan lainnya yang telah kita taklukkan hingga bisa berdiri di hari ini. Setiap pengalaman yang kita jalani membentuk cerita dan perkembangan diri yang unik bagi masing-masing dari kita,” ujarnya.

Novi juga menyampaikan rasa bangganya dapat menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian UGM yang didukung oleh dosen-dosen kompeten serta lingkungan belajar yang kondusif.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas pencapaian mereka.

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan tugas akhir dengan baik dan lulus dari program studi bersertifikat unggul di Faperta UGM. Pada periode ini, kita patut berbangga karena ada lulusan dari program Fast Track yang mampu menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam waktu kurang dari lima tahun,” ujar Dekan

Dekan Fakultas Pertanian UGM, menambahkan bahwa keberadaan program Fast Track terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Pertanian. Ia juga menyampaikan pesan kepada para lulusan agar terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan keberlanjutan pangan.

“Jangan pernah berhenti. Dunia terus bergerak, ilmu pengetahuan terus berkembang. Jadikan momen wisuda ini sebagai titik awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberi dampak positif di mana pun kalian berada. Jadilah pribadi yang memiliki integritas, jujur, dan peduli terhadap sesama.” Ujar Dekan.

Keberhasilan Fakultas Pertanian UGM ini menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan. Purnawisuda ini menjadi keberhasilan serta wujud nyata komitmen Faperta UGM terhadap pencapaian SDGs, diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta UGM

Tiga Bulan Latihan Buahkan Hasil Kemenangan: Athifah Kembali Harumkan Faperta UGM

Prestasi Tuesday, 22 July 2025

Athifah Rahmadhani, mahasiswa Program Studi S1 Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) yang merupakan peraih gelar Mahasiswa Berprestasi Non-Akademik Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan 2024 berhasil memperoleh prestasi kembali. Kejuaraan yang diraih oleh Athifah yaitu peringkat dua UPI Karate CUP National Open Tournament & Festival 2025 yang dilaksanakan pada 30 Mei – 1 Juni 2025 bertempat di Gymnasium, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Ajang perlombaan ini diselenggarakan oleh UKM Karate UPI.

Kejuaraan ini diikuti lebih dari 50 kontingen baik Universitas ataupun Dojo Latihan yang berpartisipasi. Tim UGM turun pada kelas Universitas di mana terdapat beberapa kompetitior seperti Universitas Pendidikan Indonesia (tuan rumah), Universitas Esa Unggul, Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Padjajaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Pasundan, Universitas Telkom, Universitas Siliwangi, Universitas Bina Sarana Informatika, dan masih banyak lagi.

Pada lomba kali ini, Athifah berkompetisi secara beregu yang terdiri dari 3 srikandi UGM yaitu Athifah Rahmadhani (S1 Proteksi Tanaman), Fidellia Dwipuspita Purwacahya (D4 Manajemen dan Penilaian Properti), dan Sarah Jasmine Kahiking (S1 Arkeologi). Mencapai peringkat kedua tentu melalui persiapan yang matang mulai dari kesehatan jasmani dan rohani hingga mental yang kuat.  “Persiapan yang kami lakukan mulai dari bulan Maret kurang lebih selama tiga bulan, di mana dibagi menjadi beberapa program latihan. Biasanya seminggu bisa tiga hingga empat kali latihan,” jelas Athifah.

Sebelumnya tim UGM juga sudah mengikuti pertandingan, sehingga cukup membantu untuk mengetahui evaluasi-evaluasi dari pertandingan sebelumnya yang perlu diperbaiki untuk pertandingan UPI Karate CUP. “Setelah pertandingan sebelumnya selesai, kita dapat jatah rest 1 minggu kemudian lanjut latihan lagi sampai H-2 berangkat pertandingan ke Bandung,” tambah Athifah. Usaha, tekad, dan kerja keras yang Athifah dan tim berikan membuahkan hasil manis yang patut dibanggakan. Athifah menjelaskan, “Pastinya aku sangat senang dan bersyukur bisa meraih juara, meskipun tidak berada di podium tertinggi, tetapi usaha dan kerja keras yang sudah aku jalani selama ini mebuahkan hasil.”

Pengalaman dan prestasi yang sudah didapatkan Athifah menjadi dorongan semangat bagi mahasiswa Faperta UGM untuk senantiasa mengukir prestasi dan mengharumkan Faperta UGM baik di kancah nasional hingga internasional. Karena harapan dan mimpi yang tinggi harus disertai dengan niat dan kerja keras yang maksimal. Tentunya, Faperta UGM senantiasa mendukung dan memberikan fasilitas bagi mahasiswa Faperta UGM untuk meraih harapan dan mimpinya. Selain itu, Faperta UGM juga berupaya mengambil peran dalam menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

Tiga Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Terpilih Sebagai Peserta SUIJI-SLP 2025 dalam Student Exchange ke Jepang

Prestasi Tuesday, 22 July 2025

 

Sebanyak tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), kembali menghadirkan prestasi kebanggaan di kancah internasional. Mereka lolos dalam program Six University Initiative Japan Indonesia – Service Learning Program (SUIJI-SLP) 2025. Dari 13 peserta mahasiswa S1 di UGM yang akan ikut serta dalam program tersebut, Gerson Lewis (Akuakultur Angkatan 2023), Hanif Falah Nasrulloh (Agronomi Angkatan 2023), dan Muhammad Syahru Ramadhan (Mikrobiologi Angkatan 2022) berhasil mewakili Fakultas Pertanian UGM.

Program Six University Initiative Japan Indonesia – Service Learning Program (SUIJI-SLP) merupakan bagian dari asosiasi kerjasama enam universitas di Jepang dan Indonesia, yaitu Ehime University, Kagawa University, Kochi University, IPB University, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin. Pada kesempatan kali ini, Gerson dan kawan-kawan, akan ditempatkan di Ehime University dan Kagawa University. Mereka berkesempatan untuk mengikuti program ini, mulai dari 19 Agustus hingga 5 September 2025.

Dengan adanya program ini, mahasiswa akan berkesempatan untuk menambah wawasan akademik dan budaya di Jepang, serta memberikan pengalaman mendalam terkait dengan cara hidup masyarakat setempat. Selain itu, diharapkan mereka dapat membantu dalam mengembangkan dan memperkuat potensi budaya serta sumber daya lokal di masyarakat sekitar. Dari program ini, akan memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa yang berkesempatan mengikutinya untuk memperkaya pengetahuan budaya, meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab, dan memperkuat keterampilan mereka.

Adanya program ini yang sudah terlaksana dari sebelumnya, dapat memberikan jalan yang baik bagi mahasiswa Faperta UGM, maupun klaster Agrokompleks lainnya. Selain itu juga, meningkatkan reputasi UGM sebagai perguruan tinggi yang berhasil menghasilkan lulusan dengan daya saing di kancah internasional..

Program ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis            : Muhamad Fathan Mubina

Editor               : Desi Utami

Dokumentasi   : Media Faperta

 

Setelah Dua Tahun Berlalu, Departemen Sosek Kembali Hadirkan Event Jogjajanan 

berita Tuesday, 22 July 2025

Senin, 12 Mei 2025, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menggelar event konser sekaligus gelar karya di Lapangan Pancasila UGM. Acara ini merupakan kolaborasi antara hiburan musik dari band terkenal dan gelar karya kreatif oleh mahasiswa Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek). Dengan bertemakan “Nada Bumi: Feel the Rhythm, Live the Moment”, acara ini sukses menarik lebih dari 4.900 penonton, dan melampaui ekspektasi panitia. Jogjajanan juga hadir sebagai wadah untuk memperkenalkan program studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (EPA) serta Penyuluhan Komunikasi Pertanian (PKP) di Faperta UGM.

Panggung Jogjajanan 2025 dihiasi penampilan dari Niskala Sosek Amerta (tarian tradisional) dan Sosek Supremacy (band mahasiswa), yang membuktikan bahwa Sosek UGM tidak hanya memiliki sumber daya yang cerdas dalam akademik namun juga berbakat dalam bidang seni. Tidak hanya itu, terdapat tiga bintang tamu nasional diantaranya Reality Club, Hivi!, dan Olski yang turut menghibur para pengunjung yang datang. Pemilihan artis ini berlandaskan karena kesesuaian genrenya dengan selera mahasiswa, sekaligus membuktikan bahwa acara tingkat departemen juga dapat bersaing dengan event tingkat fakultas bahkan universitas.

Kegiatann pra event Jogjajanan sendiri udah dimulai dari bulan maret, dimana panitia mengadakan kompetisi setingkat mahasiswa, SMA dan umum. Beberapa kompetisi yang di adakan adalah Bussines Plan Competition terkait petani milenial yang di ikuti lebih dari 70 tim, dan reels terkait perbandingan pertanian modern dan tradisional yang di ikuti oleh 20 orang. Juri yang memberikan penilaian dalam kompetisi ini bmerupakan Dosen dari departemen SOSEK yang sudah pasti ahli dalam bidang ini.

Selain konser, Jogjajanan juga memamerkan kearifan lokal melalui festival makanan UMKM Jogja dan pojok dolanan tradisional. Pengunjung diajak untuk bernostalgia dengan permainan tradisional seperti gasing, egrang, dan engklek, sambil menikmati kuliner khas Indonesia. Tak hanya itu, terdapat booth dari pogram studi EPA dan PKP yang turut memeriahkan acara dengan berbagai challenge dan souvenir menarik. Selain itu Jogajanan juga berkolaborasi dengan LOKALOGI sebagai wujud kesadaran akan menjaga kebersihan lingkungan selama event berlangsung.

Dengan kesuksesan ini, Jogjajanan 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga pembelajaran bisnis event bagi mahasiswa Sosek. Ketua Panitia menyampaikan kebanggaannya karena acara ini mampu bersaing dengan event besar lain seperti Dental Project dan Farmasi Cup. Harapannya, Jogjajanan ke depan bisa semakin matang dalam konsep bisnis dan keberlanjutannya, sekaligus terus menjadi wadah promosi kreatif bagi dunia pertanian dan ekonomi berbasis bumi.

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya Faperta UGM dalam mencapai tujuan SDGs diantaranya adalah SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur , dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Olivia Regita Br Tarigan

Editor: Desi Utami

 

Trisik Memanggil: Mahasiswa Faperta UGM Tanam Mangrove di Pesisir Kulon Progo untuk Cegah Abrasi

berita Tuesday, 22 July 2025

Komitmen terhadap konservasi lingkungan dan aksi nyata pelestarian pesisir kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kegiatan bertajuk “Trisik Memanggil”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025 di kawasan Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, dan melibatkan kolaborasi dari tiga organisasi mahasiswa: PLANTAGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Faperta UGM), KMIT (Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah), dan BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa) Faperta UGM.

Mengusung tema “Cegah Abrasi, Lestarikan Bumi”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus penguatan edukasi ekologi kepada masyarakat. Trisik Memanggil dirancang untuk memberikan dampak ekologis, sosial, dan edukatif, dengan fokus utama pada pencegahan abrasi pantai, peningkatan kesadaran lingkungan, serta penguatan kolaborasi antar elemen masyarakat dan akademisi.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pemberangkatan peserta dari Fakultas Pertanian UGM menuju lokasi kegiatan. Acara diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan seminar lingkungan bertajuk “Estuari dan Peran Mangrove”. Seminar ini menghadirkan Drs. Namastra Probosunu, M.Si., dosen Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM yang memiliki keahlian di bidang ekologi akuatik dan polusi air, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Namastra menekankan peran strategis ekosistem mangrove dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut, serta penyerap karbon yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim global

“Mangrove bukan hanya penting untuk mencegah abrasi, tetapi juga menyimpan potensi besar dalam menyerap emisi karbon dan memperkuat ketahanan ekosistem pesisir,” ujar Namastra dalam seminar tersebut.

Diskusi ini dirancang untuk memperluas wawasan peserta, khususnya terkait urgensi pelestarian wilayah pesisir sebagai bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Setelah sesi tanya jawab interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove jenis Sonneratia alba di area muara Sungai Progo. Jenis ini dipilih karena kemampuannya dalam mengikat sedimen dan memperkuat struktur tanah di wilayah pesisir, menjadikannya pilihan ideal dalam upaya restorasi ekosistem pantai.

Penanaman dilakukan secara kolektif oleh peserta dan masyarakat sekitar, mempertegas semangat pengabdian kepada masyarakat serta nilai kolaboratif yang menjadi dasar kegiatan. Keterlibatan warga lokal menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif sekaligus memastikan kelestarian mangrove dalam jangka panjang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga hadir langsung untuk menyuarakan aksi nyata bagi lingkungan,” ungkap Fardan Satrya Prayogo (Akuakultur 2024), selaku ketua panitia Trisik Memanggil.

Trisik Memanggil menjadi contoh konkrit bahwa mahasiswa pertanian bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menginisiasi aksi berbasis sains untuk menjawab tantangan lingkungan hidup masa kini. Selain sebagai bentuk pengabdian, kegiatan ini juga memperkuat ikatan sosial antara kampus dan masyarakat. Kegiatan “Trisik Memanggil” selaras dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Jessi Fitriani
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Panitia Trisik Memanggil

 

 

Kuliah Tamu Faperta UGM Bahas Inovasi Pemanfaatan Duckweed dari Limbah hingga Pangan Masa Depan

berita Wednesday, 9 July 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkolaborasi mengadakan kuliah tamu yang bersifat terbuka bagi sivitas akademika UGM dan umum dengan Kasertart University, Thailand. Kegiatan kuliah tamu dilaksanakan pada Rabu, 4 Juni 2025 secara online melalui Zoom Meeting. Kuliah tamu dibawakan oleh Dr. Chanita Boonmak dari Kasertart University, Thailand Duckweed Holobiont Resource and Research Center (DHBC).

Topik yang dibawakan yaitu Duckweed Microbiome: Unlocking Bacterial Potential for Environmental and Food Applications yang menceritakan hasil kolaborasi melalui rogram penelitian yang didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JIST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang disebut Science Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATPREPS).

Thailand memiliki empat genus duckweed diantaranya Spirodela polyrhiza, Landolita punctata, Lemna aequionoctialis, dan Wolffia globosa. Pada kesempatan ini Dr. Chanita Boonmak menjelaskan, “Duckweed memiliki kandungan yang berbeda tergantung dengan lingkungannya. Beberapa kandungan dari duckweed adalah serat, lignin, akumulasi protein kisaran 7- 45%, tepung kisaran 14-44% yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.” Pemanfaatan duckweed di Thailand yaitu kultivasi Wolffia dengan air jernih untuk pakan ternak dapat meningkatkan kualitas kuning telur ayam, sebagai carbon sequestration yakni dapat menyerap CO2 dengan cepat selama perkembangannya, sebagai substrat tepung kanji untuk biofuel, serta dapat dijadikan bahan baku bioplastik dan polyester.

“Karakteristik duckweed yang mengandung protein tinggi dipengaruhi oleh lingkungan. Selain itu duckweed juga merupakan tumbuhan air yang tumbuh dengan cepat karena hanya membutuhkan lahan kecil untuk tumbuh, tetapi memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi air dan lahan,” tambah Chanita. Menurut penelitian yang telah dilakukan beliau, duckweed dapat bertahan hidup di permukaan air seperti sawah, lotus pond, drying canal, dan natural pond. Duckweed juga dapat hidup di air limbah atau yang mengandung polusi, misalnya di area perkotaan atau kolam khusus air limbah.

Upaya peningkatan perkembangan dari duckweed di aliran limbah dapat melalui Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Filum bakteri yang sering ditemukan hidup bersamaan dengan duckweed adalah Gammaproteobacteria, Alphaproteobacterial, Betaproteobacteria, Firmicutes, dan Actinobacteria. Limbah pertanian (dalam hal ini peternakan) yang mengandung organik tinggi atau bahan padat seperti kotoran ayam, pakan, bulu ayam, dan limbah cuci umumnya menggunakan anaerobic wastewater treatment tank. Namun, terkadang nitrogen yang terkadung di dalamnya sulit untuk dihilangkan, sehingga memerlukan proses terlebih dahulu seperti melalui facultative pond yang ditumbuhi duckweed.

Desi Utami, S. P., M. Env.Sc., Ph.D., dosen di Mikrobiologi Pertanian selaku koordinator acara kuliah tam menjelaskan bahwa kegiatan rutin yang menghadirkan dosen dan peneliti berbagai negara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keingintahuan mahasiswa, serta memperluas kolaborasi internasional untuk Faperta UGM.

Melalui kolaborasi dengan Kasertart University, Hokaido University, Faperta UGM membuka wawasan yang mendalam mengenai duckweed disertai dengan sejuta manfaat yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Faperta UGM juga berupaya mengambil peran dalam menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

1…2526272829…95

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa UGM Raih Medali Emas di Lomba Essay Tingkat Nasional LETIN 7 Nusantara Muda
    02/03/2026
  • UGM Dorong Peningkatan Kinerja Dosen Melalui Sosialisasi IKD di Fakultas Pertanian
    02/03/2026
  • Faperta UGM dan PWNU DIY Gelar Tahap Pertama “Sekolah Tani” Hilirisasi Inovasi Padi Gamagora
    02/03/2026
  • Visiting Lecturer Prof. Siti Subandiyah Bahas Ralstonia dan Dampaknya pada Komoditas Unggulan
    02/03/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Tiga Universitas Jepang, Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Sayuran di Indonesia
    02/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju