• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • page. 100
Arsip:

berita

Membangkitkan Jiwa Agribisnis Masyarakat Desa Giripurwo, Kulon Progo melalui Studi Banding ke Griya Cokelat Ngalnggeran, Gunung Kidul

berita Thursday, 18 October 2018

Desa Giripurwo merupakan desa di Kecamatan Girimulyo Kulon Progo yang memiliki potensi tanaman perkebunan, salah satunya adalah tanaman kakao. Secara keseluruhan, Kecamatan Girimulyo rata-rata mampu memproduksi biji kakao basah hingga mencapai 2.937,82 ton. Sayangnya, kemampuan masyarakat tidak disertai dengan ketersediaan pasar yang mumpuni. Selama ini petani kakao seakan tidak memiliki nilai tawar dalam menentukan harga dari hasil panennya sendiri.

Studi banding yang dilakukan di Griya Cokelat Nglanggeran, Gunungkidul merupakan salah satu program pengabdian masyarakat oleh Tim UGM yang diwakili oleh 4 (dosen) dari Fakultas Pertanian dan Sekolah Pascasarjana, yaitu Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D, Ratih Ineke Wati, S.P., M. Agr. Ph.D, Fatkhiyah Rohmah, S.P., M.Sc., dan Desi Utami, S.P.,M.Sc. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2018 dengan tujuan untuk membekali masyarakat Desa Giripurwo keterampilan membuatan produk olahan kakao berupa dodol cokelat. Sebagai salah satu sentra produksi kakao di Kulon Pogo, pemberdayaan masyarakat Dusun Nglengkong dapat dicapai dengan membekali mereka keterampilan untuk mengolah hasil panennya sendiri. Pembekalan keterampilan ini juga diharapkan dapat membangkitkan jiwa agribisnis masyarakat yang selama ini hanya bermain di sektor hulu, yaitu pemasaran biji kakao basah, kering, atau fermentasi saja.

Pelatihan pembuatan dodol cokelat dipimpin langsung oleh pihak dari Griya Cokelat Nglanggeran. Pelatihan dimulai dengan pemaparan pasca panen kakao secara singkat dilanjutkan pemaparan terkait produk-produk olahan kakao dari Griya Cokelat Nglanggeran seperti biji cokelat, kulit biji cokelat, bubuk cokelat, minuman instan bubuk (Chocomix, Chocomix-Classic, Chocomix-FFEE, Chocomix-Tawa, Chocomix-Ice), cokelat batangan (Chocomix-Bar, Chocomix-Coconut Milk Praline, Chocomix-Peanut Milk Praline, Chocomix-Dodol Milk Praline), Dodol Cokelat, Salut Pisang Cokelat, dsb. Praktek pembuatan dodol cokelat dilakukan di halaman depan Griya Cokelat Nglanggeran. Di akhir kegiatan, perwakilan peserta diberi kesempatan untuk melihat dapur Griya Cokelat Nglanggeran.

Penulis: Ratih Ineke Wati, Desi Utami, Fatkhiyah Rohmah, Alia Bihrajihant Raya

Meningkatkan Kemampuan Masyarakat Desa Giripurwo, Kulon Progo dalam Pengelolahan Pasca Panen Biji Buah Kakao melalui Studi Banding ke Kelompok Tani Sari Mulyo Dusun Gambiran, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunungkidul

berita Thursday, 18 October 2018

Dalam rangka mempersiapkan Desa Giripurwo menjadi Desa Wisata Kakao, tim pengabdian masyarakat UGM yang sekaligus merupakan staf dosen Fakultas Pertanian UGM dan Sekolah Pascasarjana, yaitu Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D, Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.,  Fatkhiyah Rohmah, S.P., M.Sc., dan Desi Utami, S.P., M.Sc., mendampingi perwakilan masyarakat Dusun Nglengkong, Desa Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo melakukan studi banding ke Kelompok Tani Sari Mulyo Dusun Gambiran, Desa Bunder, Kecamatan Patuk, Gunungkidul pada tanggal 1 Oktober 2018. Perwakilan masyarakat Dusun Nglengkong yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari 10 (satu) orang perwakilan Kelompok Wanita Tani Kartini, 5 (lima) orang perwakilan Kelompok Tani Ngudi Makmur, 5 (lima) orang perwakilan Karang Tarunan, dan 1 (satu) orang penyuluh pertanian lapangan Desa Giripurwo. Kegiatan studi banding bertujuan untuk memotivasi masyarakat Dusun Nglanggeran dalam meningkatkan kualitas hasil panen kakao sekaligus belajar pasca panen dan pengolahan biji kakao menjadi produk pasta cokelat.

Dalam studi banding ini, mengundang narasumber Prof. Dr. Ir. Supriyanto dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai tenaga ahli pengolahan biji buah kakao menjadi produk cokelat berupa pasta. Dalam pemaparannya, Beliau menjelaskan urutan pasca panen kakao yang meliputi pengolahan kakao dari pemetikan buah hingga sortasi kering, tipe-tipe buah yang dipetik, cara pemetikan kakao, cara sortasi buah, cara pemotongan buah dan pengambilan biji kakao, pengeringan, perendaman, dan pencucian kakao. Materi dilanjutkan dengan pengolahan biji kakao menjadi cokelat yaitu dimulai dari sortasi biji kakao kering, penyangraian, pemisahan kulit biji, penggilingan, pencampuran bahan, pemastaan halus, conching, tempering, pencetakan dan pendinginan.

Selain itu, Bapak Paryanto selaku ketua Kelompok Tani Sari Mulyo Dusun Gambiran yang pada tahun 2017 mendapatkan penghargaan sebagai Petani Kakao Berprestasi juga menjadi narasumber pada kegiatan studi banding ini. Beliau menyuntikan semangat kepada masyarakat Dusun Nglengkong untuk menguatkan peran kelompok tani. Kemampuan Dusun Gambiran menjadi salah satu destinasi wisatawan domestik maupun mancanegara tidak lepas dari usaha memaksimalkan fungsi Kelompok Tani Sari Mulyo sebagai kelas belajar, wahana bekerjasama, unit produksi usahatani, bahkan hingga unit pemasaran. Saat ini secara swadaya, masyarakat Dusun Gambiran sudah dapat memproduksi olahan cokelat sendiri yang diberi nama Cokelat “Gun-Kid”.

Penulis: Ratih Ineke Wati, Desi Utami, Fatkhiyah Rohmah, Alia Bihrajihant Raya

SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN PERTANIAN VIII MEMANTAPKAN LANGKAH FAPERTA UGM MEWUJUDKAN INDONESIA SEBAGAI FEED OF WORLD

berita Wednesday, 26 September 2018

Target menjadi lumbung pangan dunia (Feed of World) dapat dicapai Indonesia dengan swasembada komoditas strategis seperti jagung, padi, tebu, bawang merah, dan cabai. Data statistik Kementrian Pertanian menunjukkan bahwa Indonesia sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan jagung sendiri, bahkan ekspor sepanjang 2017. Kemandirian pangan, perlu berjalan secara berkelanjutan untuk mewujudkan target sebagai lumbung pangan. “Peningkatan kebutuhan pangan akibat pertambahan jumlah penduduk, perubahan iklim, dan penurunan kualitas serta kuantitas lahan produktif, menjadi tantangan terkini swasembada pangan yang harus diupayakan solusi kongkretnya”, ungkap Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Kementrian Pertanian Republik Indonesia, di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Sabtu, 22 September 2018. Dalam kesempatan tersebut Kepala BBSDLP menjadi keynote speaker Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian VIII, yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dan dihadiri sebanyak 350 peserta dari seluruh Indonesia.

Seminar Nasional juga menghadirkan dua narasumber lain, yaitu Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.Agr.Sc., Kepala Departemen Ilmu Tanah Faperta UGM  dan Prof. Dr. Masayuki Yamashita, dari Universitas Shizuoka, Jepang.

Internet of Things dalam bidang pertanian sebagai peluang dan tantangan disampaikan oleh Dr. Ir. Benito, sebagai speech pembuka. Menurut beliau, industrialisasi 4.0 mengarahkan pertanian Indonesia menuju smart agriculture. Sensor, actuators, digital brain, dan teknologi komunikasi menjadi perangkat dari smart agriculture. Petani diharapkan dapat mendapatkan kemudahan monitoring dan controlling melalui penggunaan teknologi digital yang berkembang.

Kepala Departemen Ilmu tanah Faperta UGM tersebut mengungkapkan bahwa salah satu contoh penggunaan Internet of Things dalam bidang pertanian adalah Plant Factory. “Faperta UGM sendiri telah mengembangkan Desa Apps, sebuah aplikasi smartphone yang dapat dengan mudah diunduh di google play”, tutur Beliau.

Pidato Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.Agr.Sc., disambung dengan pidato dari Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr., yang menyampaikan inovasi teknologi pengelolaan lahan pertanian untuk ketahanan pangan Indonesia.

Speech ketiga oleh Prof. Dr. Masayuki Yamashita, memaparkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi laju infeksi endofit pada Italian Ryegrass di Jepang. Berbagai jenis senyawa kimia yang dihasilkan oleh endofit dapat meningkatkan resistensi grass terhadap insekta dan cekaman kering. Endofit dapat pula mempengaruhi serangga pemakan biji yang juga dapat menyerang rumpun padi.

“Kebanyakan studi tentang simbiosis endofit-grass dilakukan untuk jenis rumput-rumputan yang penting dalam bidang ilmu agronomi seperti Festuca spp. dan Lolium spp.”, ungkap Prof. Dr. Yamashita. “Ada tiga faktor yang meningkatkan laju infeksi endofit, meliputi preferensi serangga pemakan biji, paparan herbisida, dan infeksi horizontal dengan melalui pemotongan. Infeksi endofit secara horizontal dari individu grass yang terinfeksi menuju grass yang tidak terinfeksi pada umumnya terjadi melalui pemotongan secara bergantian. Pot test dengan meletakkan infected-individual dengan noninfected-individual secara bersebelahan, kemudian memotong masing-masing secara bergantian dengan gunting, membuktikan bahwa transmisi infeksi terjadi sesuai dengan yang diharapkan”, tutup Guru Besar bidang Ekologi Universitas Shizuoka, Jepang tersebut.

Sebagai rangkaian dari acara tersebut, Dekan Fakultas Pertanian UGM juga menandatangani MOU dengan Kepala Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Ir. Hendri Sosiawan, CESA yang disahkan oleh Kepala BBSDLP, Kementan RI. Kegiatan tersebut menjadi awal kerjasama Faperta UGM dengan Kementan terkait penelitian di lahan rawa yang mencakup 34,1 juta ha. Berbagai penelitian di lahan rawa kedepannya memantapkan langkah Faperta UGM ikut andil mewujudkan target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Selanjutnya, pertemuan ilmiah dilanjut dengan seminar kelas yang mengakomodasi 148 judul hasil penelitian pertanian. Presentasi kelas terbagi dalam sepuluh klaster, meliputi teknologi budidaya dan pascapanen hasil pertanian, pemuliaan dan teknologi benih, kelembagaan dan kebijakan agribisnis, tanah dan konservasi lahan, pengelolaan hama dan penyakit tumbuhan, hingga bidang agrokompleks yang mengakomodasi hasil penelitian perikanan dan peternakan. Presenter kelas berasal dari peneliti dan akademisi se-Indonesia.

Tiga puluh judul poster hasil penelitian pertanian juga ditampilkan dalam panel-panel di depan Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Peserta seminar mengunjungi panel poster pada waktu istirahat antara sesi pertama dan kedua seminar kelas.

Antusiasme para peneliti dan akademisi bidang pertanian nasional yang ditunjukkan banyaknya jumlah pemakalah yang berpartisipasi dalam rangkaian acara Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian VIII, menciptakan optimisme bahwa Indonesia potensial menjadi lumbung pangan dunia dan harus melalui langkah kongkret dalam menyelesaikan berbagai permasalahan utama bidang pertanian.

 

PERS RELEASE KELUARGA ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN UGM (KAGAMA PERTANIAN) SEPTEMBER 2018

berita Monday, 24 September 2018

MENGURAI CARUT MARUT MASALAH BERAS INDONESIA

Dalam rangkaian kegiatan Dies Fakultas Pertanian UGM ke-72, pada hari Minggu 23 September 2018, diselenggarakan Temu Alumni Fakultas Pertanian UGM (Kagama Pertanian) yang bertempat di Auditorium Prof.Dr Harjono Danoesastro. Pada acara yang dihadiri ratusan alumni berbagai angkatan tersebut, para alumni Fakultas Pertanian UGM yang ahli di bidang perberasan mengadakan Diskusi tentang carut marut beras Indonesia akhir-akhir ini. Alumni tersebut antara lain Mantan Kabulog dan Dirjen Tanaman Pangan dan sekarang sebagai Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi )Ir. Sutarto Alimoeso, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof.Dr. Dwi Andreas Santosa, Dekan Fakultas Pertanian UGM Dr Jamhari Hadipranoto, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Prof.Dr.Ir. Dwidjono Hadidarwanto, Prof.Dr.Ir. Didik Indradewa dan Prof.Dr.Ir. Masyhuri, Guru Besar Fakultas Pertanian UNS Prof.Dr.Ir Suntoro, Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof.Dr.Ir. Bambang Pujiasmanto, Ir. Agus Saefullah (pensiunan Bulog), Ir. Arif Budiman, Ketua PP Kagama Pertanian Ir. Y. Hari Hardono, Wakil Dekan Fakutas Pertanian UGM/Wakil Ketua Kagama Pertanian Dr.Ir. Sri Nuryani HidayahUtami dan Sekjen Prof.Dr.Ir. Achmadi Priyatmojo, dan mengeluarkan pernyataan/rekomendasi sbb :

Ada masalah  dalam kebijakan yang perlu diperbaiki yaitu tidak lagi terintegrasinya antara kebijakan di hulu (pengadaan utk mnjaga HPP),  tengah (menjaga stok yg cukup aman) dan hilir (penyaluran utk masyarakat miskin dan stabilitas harga konsumen).

Dengan semakin kurangnya penyaluran rastra (bansos rastra natura) dan naiknya bansos tunai (e-money) maka jaminan penyaluran bagi beras hasil pengadaan HPP dan stok yg dikelola Bulog unutk ketahanan pangan dan stabilitas harga konsumen menjadi semakin berkurang. Ini melemahkan efektivitas intervensi pengamanan harga produsen di hulu dan konsumen di hilir. Saat ini pembelian dengan HPP  di hulu terus didorong tetapi di hilir penyaluran tidak terjamin. Akibatnya terjadi stagnasi di tengah dengan stok yg semakin meningkat. Beban biaya stok dan potensi penurunan kualitas meningkat bila penyaluran tidak dapat diperbesar.

Sebagai catatan,  penyaluran rastra menurun tajam dari sekitar 2.8 jton pada th 2016 menjadi sekitar 2.5 jton di 2017 dan hanya sekitar 1 jton pada 2018 dan menjadi relatif hilang (sangat kecil sekali di daerah terpencil) pada 2018 menyebabkan integrasi  kebijakan semakin melemah dan berdampak pada menurunnya efektivitas pada upaya menjaga harga konsumen, penyediaan stok dan pengamanan harga produsen

Jika tidak ada perubahan kebijakan maka masalah beras ini berpotensi berulang terus.

Solusi yg dapat dilakukan adalah:

  1. Mengintegrasikan kembali kebijakan di hulu, tengah dan hilir dengan cara menyediakan anggaran baru yang cukup bagi penyaluran beras hasil pengadaan hpp dan stok yg dikelola Bulog. Jika anggaran baru sulit maka perlu dikembalikan anggaran rastra (subsidi pangan) yg sekarang sudah berubah menjadi bansos, tapi ini juga sulit. Hal yg lebih mudah adalah mengintegrasikan bansos dengan program ketahanan pangan (pengamanan hpp dan stok) yaitu dengan kewajiban penyaluran bansos dalam bentuk natura (beras). Utk ini perlu ada regulasi baru atau perubahan regulasi dalam penyaluran bansos tunai (revisi perpres 63/2017)
  2. Pentingnya satu data yg akurat.
  3. Ada 3 acuan utama pemerintah dan Bulog mengimpor beras yaitu produksi beras nasional, harga dan stok. Stok ini selalu harus dihitung untuk kebutuhan 1 tahun plus 2-3 bulan ke depan. Bulog bersama pemerintah harus cermat menghitung stok dan produksi beras. Misalnya untuk tahun ini, stok beras dihitung sampai dengan Maret 2019. Pasalnya, musim panen padi di Indonesia terbagi menjadi 2 periode yaitu Maret-April dan Juli-Agustus.  Jadi berapa kelebihan surplus Maret sampai Agustus. Kelebihan itu harus menutup (kebutuhan) September-Februari tahun depan (panen relatif sedikit).
  4. Perlu adanya evaluasi import beras pada setiap saat, dengan melihat posisi kesediaan beras di bulog.    Poko-k pokok indikator dalam vevaluasi: Evaluasi denga memperhatikan harga pasar, kesediaan beras di masyarakat dan Bulog, dan  pengadaan Bulog lancar atau tidak.
  5. Mengingat selalu berulangnya masalah koordinasi antar lembaga perberasan maupun kebijakannya maka perlu segera dibentuk Lembaga Pangan Nasional … yg sudah di amanatkan di UU no 18/2012.
  6. Antar lembaga Pemerintah harus kompak dan satu kata dan menghindari silang pendapat di muka umum.
  7. Kebijaksanaan yang diambil harus bermuara kepada kesejahteraan rakyat, terutama petani.

 

Yogyakarta, 24 September 2018

Dekan Fakultas Pertanian UGM

 

Dr Jamhari, SP, M.P

KUNJUNGAN MUHIBAH KE JEPANG : SIMPOSIUM INTERNASIONAL DAN KERJASAMA PENDIDIKAN

berita Monday, 24 September 2018

Pada tanggal 08 sd 15 September  2018, 4 (empat) Staf Dosen Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM melaksanakan perjalanan dinas Ke Jepang  untuk mengikuti Simposium Internasional yang berjudul : International Symposium on C and N Dynamics by Land Use and Management Changes in east and Southeast Asian Countries” di Tsuruoka, Yamaga, Jepang.  Empat orang Dosen tersebut adalah : Dr. Eko Hanudin,  Dr Benito heru Purwanto, DR Sri Nuryani HU, dan Dr. Makruf Nurudin.  Masing-masing Dosen mempresentasikan paper dalam bentuk oral. Seminar ini dihadiri oleh Dosen dan peneliti dari kawasan  Asia dan Jepang (Korea, Thailand, Vietnam, China dll) . Selain sesi presentasi, peserta symposium juga diajak kunjungan lapangan ke banyak tempat di sekitar Tsuruoka.

Pada kesempatan tersebut delegasi pakultas Pertanian UGM juga beraudiensi dengan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Yamagata untuk peningkatan kerjasama antar dua Fakultas. Saat ini ada 23 mahasiswa yang berasal dari UGm yang sedang studi di Yamagata University, yang terbanyak dari Fakultas Pertanian. Ada 23 mahasiswa asal UGM yang sedang studi di Yamagata yaitu :

  1. Rosalia Natalia Seleky / Fakultas Pertanian (S1 Sosek-Agribisnis) / 2011/S2-Yamagata University (YU)
  2. Imaduddin Yusuf Hanif/FTP/2010/S2-YU
  3. Tantriani/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah)/2012/S2-YU
  4. Putu Oki Bimantara/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah) / 2013/S2-YU
  5. Nuri Luthfiana/Fakultas Kehutanan/2012/S2-YU
  6. Nanang Rudianto Ariefta/FMIPA/2013/S3-YU, UGAS, Iwate Univ
  7. Citra Gilang Qur’ani/Fakultas Kehutanan/ 2009 / S3-YU, UGAS, Iwate Univ
  8. Valensi Kautsar / Fakultas Pertanian (Ilmu Tanah) /2004/ S3-YU, UGAS, Iwate Univ

JASSO-6 (masa studi 10 bulan)

  1. Abdurrahman Muhammad Fikri Rasdi / Fakultas Pertanian (Mikrobiologi) / 2015
  2. Dian Islamy / Fakultas Pertanian (HPT) / 2014
  3. Fauziah Azka Mumtahanah / Fakultas Kehutanan/ 2014
  4. Syahara Ulfi/ FTP/ 2015
  5. Alicia Liana Atmadi/FTP/2015
  6. Fatimah Ayu Warahapsari/Fakultas Kehutanan/2014
  7. Amalia Adinugraha Arisakti/FTP/2015
  8. Asih Indah Utami/ Fakultas Pertanian (S2 Ilmu Tanah)/ 2017
  9. Tendy Oktriawan/FMIPA/2017
  10. Nabilla Rizky Fitriana/Fakultas Kehutanan/2014
  11. Bagas Adhi Kumoro/ Fakultas Kehutanan/ 2015
  12. Muhammad Agung Basyar/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah)/2015
  13. Riza Kurnia Sabri/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah)/2015
  14. Mila Siti Fatimah/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah)/2015
  15. Galuh Nurul Hidayati/Fakultas Pertanian (S1 Ilmu Tanah)/2015

Kehadiran UGM di seminar Internasional diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen dan juga meningkatkan publikasi internasional. Di samping itu dapat meningkatkan kegiatan kerjasama Internasional.

TIM PIMNAS FAKULTAS PERTANIAN UGM MENYUMBANG EMAS PADA PIMNAS 31 DI UNY

berita Monday, 10 September 2018

Kontingen dari Fakultas Pertanian UGM berhasil menyumbang medali emas di presentasi dan medali perunggu di sesi poster yang diadakan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta dari tanggal 29 Agustus – 1 September 2018. Tim dari Fakultas pertanian yang beranggotakan Absisca Lintang Utari, Abriani Astuti, dan Zulfia Hafsah Firdiyani tersebut menambah kekuatan UGM dengan perolehan total medali sebanyak 10 emas, 3 perak dan 5 perunggu. Dengan raihan tersebut, UGM berhak menyandang gelar sebagai juara umum mengalahkan Universitas Brawijaya (UB) pada posisi kedua, dan posisi ketiga yaitu Universitas Diponegoro.

Tim dari Fakultas pertanian yang menyabet emas tersebut sebagai wakil di Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Tertulis dengan judul FiO (Four in One) Smart Integrated Building sebagai solusi permasalahan limbah domestic di kawasan perkotaan dengan dosen pembimbing Desi Utami, M.Sc. dari Departemen Mikrobiologi Pertanian. FiO merupakan perpaduan empat teknologi yang terdiri dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan menggunakan bakteria dan tanaman pengakumulasi logam berat, bank sampah, vertical farming yang memanfaatkan air irigasi dari olahan IPAL, serta solar cell yang terintegrasi dalam satu gedung. Dengan adanya kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah, inovasi, serta daya saing perguruan tinggi di Indonesia. (abr-dsu)

Kenal Kebun Mahasiswa Baru 2018 Fakultas Pertanian UGM

berita Thursday, 6 September 2018

Banyak mahasiswa baru Fakultas Pertanian yang belum mempunyai bayangan bisnis pertanian. Berkaitan dengan hal ini maka Fakultas Pertanian selalu membawa mahasiswa baru ke industri-industri Pertanian dan Perikanan. Mahasiswa yang mempelajari bidang pertanian diajak berkunjung ke Unit Produksi Pagilaran dan Unit Produksi Segayung Utara milik PT Pagilaran. Kegiatan ini dilaksanakan dua gelombang yaitu 17-19 dan 24-26 Agustus 2018. Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan (Dr Rudi Hari Murti, S.P., M.P.) menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini memperkenalkan para mahasiswa baru pada industri pertanian untuk membuka wawasan.

Di unit Produksi Pagilaran para mahasiswa mempelajari proses produksi mulai dari lapangan yaitu pemuliaan/perakitan tanaman, produksi tanaman, dan pengolahan teh. Pada malam hari disambut dengan penuh kehangatan Dirut PT Pagilaran (Dr.Ir. Rachmad Gunadi, M.Si.) dan Kepala Unit Produksi Pagilaran beserta jajarannya. Direktur Utama Pagilaran menjelaskan tentang sejarah perkembangan PT Pagilaran, peran PT Pagilaran dalam pembinaan petani teh dan kakao, macam bisnis yang dilakukan termasuk perdagangan dan konsultan. Di sampaikan bahwa PT Pagilaran yang dimiliki oleh Universitas Gadjah Mada  dan sekarang menjadi “teaching industry” yang dapat dibanggakan. PT Pagilaran salah satu perusahaan pengekspor the terbesar di Indonesia. Kebun teh Pagilaran sudah tersertifikasi Rainforest Alliance sehingga memenuhi syarat untuk ekspor. Trading teh dilakukan dengan membeli produk teh dari beberapa perusahaan atau kebun lain maupun impor dari beberapa negara produsen teh kemudian dijual/diekspor kembali.

Pada Unit Produksi Segayung Utara para mahasiswa mempalajari tentang budidaya kakao mulai dari pembibitan, perawatan dan fermentasi serta pengolahan biji kakao. Unit Produksi Segayung memiliki luas areal 160 ha yang ditanami kakao baik berasal dari biji maupun hasil rehabilitasi dengan sambung pucuk dan sambung samping. Hasil rehabilitasi ini menghasilkan pertanaman yang lebih produktif. Pabrik pengolahan yang baru dibangun 2017 siap dioperasikan dengan kapasitas pengolahan 8.000 ton/tahun.

Selama mahasiswa mengikuti kegiatan Kenal Kebun sangat antusias dan mereka bangga menjadi bagian Fakultas Pertanian UGM. Ini merupakan bagian yang tidak akan terlupakan bagi para mahasiswa. Pengalaman paling unik bagi mahasiswa adalah perjalanan dalam kebun dengan naik truk secara Bersama-sama dan mencicipi teh yang diseduh langsung oleh orang yang terlatih sehingga mempunyai cita rasa yang sangat enak.

Kontributor-RHM

DEPARTEMEN SOSEK SUKSES MENYELENGGARAKAN SEMNASSOSEK VII TAHUN 2018

berita Monday, 27 August 2018

Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada telah mengadakan Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Ke VII dengan tema “Peran Sumber Daya dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan” pada tanggal 25-26 Agustus 2018. Dari tema tersebut, dibagi menjadi 9 Sub Tema, yakni: (1) Pembiayaan dan asuransi pertanian; (2) Daya saing komoditas pertanian; (3) Kebijakan dan politik dalam pembangunan pertanian; (4) Kelembagaan pertanian; (5) Teknologi informasi dan komunikasi dalam pertanian; (6) Pengembangan agro/ekowisata; (7) Kearifan lokal dalam pertanian; (8) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pertanian; dan (9) Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan dalam pertanian.

Seminar tersebut menampilkan empat orang narasumber yaitu 1. Menteri Sekretaris Negara, Prof. Dr. Pratikno, M.Sos.Sc., 2. Direktur Mikro dan Kecil BRI Ir. Priyastomo, MM, 3. Direktur PT NASA, Ir. Hana Indra Kusuma, M.P., dan 4. Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec. Materi yang dibahas adalah Revolusi Industri 4.0 Pertanian paling terdisrupsi, Microfinance di Pertanian, Membangun Pasar Agribisnis, dan Peran Sumberdaya Air dalam Pertanian Berkelanjutan. Dalam seminar tersebut merumuskan 20 poin rumusan yaitu 1) Sektor  pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor strategis nasional yang berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi (penyumbang 13,14 % PDRB dan menjadi penyedia tenaga kerja terbesar bagi angkatan kerja nasional), 2) meskipun berbagai kebijakan dan program pembangunan pertanian sudah dirumuskan dan diimplemantasikan, namun masih banyak kendala dan problematika dalam pembangunan pertanian nasional, 3) Problematika sektor pertanian nasional antara lain: skala usaha kecil, pelaku usaha berumur tua, pendidikan relatif rendah, akses input dan inovasi produksi terbatas, layanan penyuluhan terbatas, akses pembiayaan terbatas, pola usahatani umumnya individual, dan pengembangan kelompok usaha masih terbatas, 4) Desain pertanian masa depan sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian karena pertanian diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan dunia sehingga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan sumberdaya alam, perubahan iklim dan intensifikasi lahan yang dapat berdampak pada kerusakan alam, pertumbuhan populasi yang semakin meningkat berdampak pada tingginya kebutuhan pangan dan sumberdaya alam lainnya, 5) Rancangan  pembangunan pertanian masa depan harus membuat sistem pertanian yang efisien, inklusif dan resilien, 6) Kebijakan dan program pembangunan pertanian yang perlu dipromosikan adalah pembangunan pertanian berkelanjutan   (Sustainable Agriculture Development)  dengan tiga prinsip utama keberlanjutan dari segi ekonomi, ekologi, dan social, 7) Isu strategis yang perlu mendapat perhatian adalah integrasi antara pembiayaan produksi, pengelolaan usaha dan pemasaran produk yang dikelola  dalam kelembagaan kelompok usaha/kelompok tani, 8) Salah satu inovasi skema pembiayaan yang  cukup efektif melayani usaha pertanian telah dikembangkan bank BUMN oleh  BRI melalui  layanan kredit UMKM dengan bunga rendah  7% (mendapat subsidi bunga 13% dari pemerintah), 9) Kredit UMKM BRI pada tahun 2017 mencapai Rp 526  triliun dimana jumlah tersebut merupakan 75% dari total kredit. Kredit pertanian yang termasuk dalam kredit mikro mencapai Rp 229 triliun. Ditargetkan pertumbuhan kredit UMKM sebesar 15-17 % per tahun, 10) Model layanan baru pembiayaan melalui inovasi Financial Technology (Fintech) tidak dipandang sebagai ancaman oleh perbankan konvensional namun justru akan menjadi peluang untuk dapat diintegrasikan dan memberikan pelayanan yang lebih luas pada pengguna, 11) Peningkatan efektivitas dan efisiensi akses pembiayaan pada usaha pertanian dapat dikembangkan melalui sistem pembayaran dan sistem pembiayaan dengan mengunakan kartu elektonik yang dapat diintegrasikan dengan program lain seperti subsidi input, bantuan sosial, bantuan pendidikan, dll. Pengembangan kartu tani menjadi salah satu program yang prospektif untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi serta terintegrasi dengan basis data petani dan usahatani yang bermanfaat bagi semua stakeholders yang terkait, 12) Isu strategis sebagai solusi pembangunan pertanian di Indonesia dapat dilakukan dengan pengembangan wirausaha pertanian didekati dengan sistem kelompok, modernisasi pengolahan hasil pertanian dan pemasaran hasil produksi yang telah memiliki nilai tambah yang menguntungkan, 13) Pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah pada berbagai kementerian, lembaga serta  pemerintah daerah, swasta dan masyarakat, 14) Usaha pertanian akan berkelanjutan (sustain) melalui integrasi pengembangan pada aspek hulu dan hilir berbagai produk produk pertanian. Keberlanjutan tidak hanya pada akses input dan teknologi produksi namun juga prosesing dan jaminan akses pasar produk, 15) Dampak revolusi industri 4.0 pada bidang pertanian menjadikan sektor paling terdisrupsi di dunia, terlihat dengan adanya fenomena deep shift yang menyebabkan struktur faktor produksi seperti nilai lahan, jumlah tenaga kerja dan faktor alam bukan faktor pendorong keberhasilan usaha pertanian, 16) Disrupsi inovasi saat ini dan masa mendatang akan merubah landskap bisnis pertanian. Pengembangan inovasi teknologi dan pemanfaatan big data serta sistem aplikasi/sistem informasi pada sektor agro akan menjadi penentu kepasitas dan efisiensi produksi, 17) Luas lahan pertanian, jumlah tenaga kerja melimpah dan kemurahan sumberdaya alam dalam batas tertentu bukan lagi menjadi determinan faktor dalam kapasitas produksi pertanian. Belanda dengan luas lahan pertanian yang kecil dan tenaga kerja pertanian sedikit telah membuktikan bahwa  inovasi teknologi yang dikombinasikan dengan sistem inovasi informasi digital telah menjadi eksportir produk agro nomor 2 di dunia, 18) Sektor pertanian sebagai salah satu sektor yang paling terdisrupsi oleh adanya  inovasi teknologi  4.0 sebenarnya mamilki peluang sangat besar untuk mendorong kreativitas penciptaan produk-produk baru yang efisien dan memiliki nilai ekonomi tinggi, 19) Revolusi pertanian ke depan sejalan dengan era disrupsi teknologi dapat mencakup: digitalisasi sistem, pengembangan bioteknologi dan efisiensi proses produksi yang hemat lahan dan air dengan kemampuan produktivitas tinggi, 20) Negara memiliki peran yang penting  dalam menciptakan sistem pangan nasional dengan dukungan  dan fasilitasi pada masyarakat agar memilki kemampuan produksi masal yang efisien, kemampuan memproses dan menyimpan hasil produksi serta peningkatan akses produk. Program-program pengembangan teknologi dan berbagai kebijakan  subsidi dan insentif memiliki peran penting untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

 

Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan DesaApps di Desa Tertinggal

berita Friday, 17 August 2018

Tim DesaApps telah melaksanakan pelatihan pemanfaatan aplikasi DesaApps dan pendampingan bagi petani di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pelatihan dilakukan pada tanggal 14-15 Agustus 2018 dengan pemateri Dosen Prodi PKP Fakultas Pertanian UGM, Mesalia Kriska, S.P., M.Sc. dan Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., Dosen Ilmu Komunikasi Syafrizal, S.IP., MA, dan Nurul Trya W, S.P. serta M. Puji Tri Septijono, S.P selaku Tim DesaApps.

Dalam pelatihan tersebut hadir pula Wakil Dekan I Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, SU., M.Sc. untuk melakukan launching DesaApps di wilayah desa tertinggal. Selain itu hadir pula perwakilan dari Kementerian Kominfo, Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa Tertinggal.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Piloting Aplikasi Pertanian dalam program Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT) kerjasama UGM dengan BP3TI Kominfo.

DesaApps terpilih menjadi salah satu aplikasi yang dipilotingkan untuk mengetahui model bisnis usaha pertanian masyarakat di wilayah desa tertinggal agar nantinya masyarakat tani tersebut mampu meningkat kesejahteraannya. Peserta pelatihan terdiri dari penyuluh, aparatur desa dan kecamatan, pendamping desa dan 40 petani terpilih. Petani terpilih ini akan dipinjami ponsel pintar selama 3 bulan dengan akses internet dan terinstall aplikasi DesaApps. Harapannya petani tersebut mampu memanfaatkan untuk dirinya sendiri, keluarganya dan masyarakat di sekitarnya.

DesaApps mengusung slogan, Satu Jari Beragam Informasi berharap agar petani dapat terbuka lebar akses informasi yang cepat, akurat dan mudah didapat.

 

Press Release “The IMBeR ClimEco6 Summer School – Interdisciplinary approaches for sustainable oceans” Yogyakarta, 1-8 August 2018

berita Wednesday, 8 August 2018

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Integerated Marine Biosphere Research, The North Pacific Marine Science Organization (PICES), Institute of Marine Research (IMR), State Key Laboratory of Estuarine and Coastal Research (SKLEC), Korean Institute of Ocean Science and Technology (KIOST), National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyelenggarakan ClimEco6 Summer School Interdisciplinary approaches for sustainable oceans. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 1-8 Agustus 2018 di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Sekolah musim panas ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa S2 dan S3 serta peneliti muda, dan bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan generasi peneliti interdisipliner kelautan berikutnya. Untuk mencapai tujuan ini, peserta akan dibekali pemahaman teoretis dan terapan yang kuat dari masing-masing disiplin ilmu, dan bagaimana mereka dapat diintegrasikan untuk menyelesaikan beberapa tantangan yang dihadapi laut. Peserta juga akan mendapatkan keterampilan praktis dalam komunikasi sains dan bagaimana mengintegrasikan sains-kebijakan-masyarakat, sehingga mereka dapat lebih efektif mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan lingkungan laut. Untuk memastikan diskusi dan interaksi berjalan baik, jumlah peserta sekolah musim panas ini dibatasi hanya 50 orang dan peserta berasal dari 22 negara.

Kegiatan ClimEco6 fokus kepada pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan sistem sosial-ekologi yang kompleks dan dinamis. Karena efek dari perubahan iklim diproyeksikan meningkat, keberhasilan pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan untuk kesejahteraan manusia dan keberlanjutan ekologi  membutuhkan pendekatan tata kelola menyeluruh yang mempertimbangkan dimensi sosial dan ekologi secara bersamaan. Keberhasilan tata kelola sumberdaya perikanan dan kelautan ini harus didukung oleh kajian ilmu interdisipliner yang mengintegrasikan ilmu sosial dan alam dan para pengambil keputusan. Adapun topik yang akan dibahas dalam ClimEco6 adalah (1) dampak perubahan iklim pada ekosistem laut dan implikasi untuk ketahanan pangan; (2) pilihan simulasi untuk berbagai disiplin ilmu dan penelitian terpadu; (3) teknik penelitian sosial dan ekonomi; dan (4) pengaturan dan pengelolaan sumberdaya perikanan dan kelautan. Kegiatan ini melibatkan  pengajar dari dari beberapa lembaga dan universitas dari berbagai negara yaitu Christopher Cvitanovic (Universitas Tasmania, Australia), Jessica Blythe (Universitas Waterloo, Kanada), Laurent Bopp (LSCE, Prancis), Beth Fulton (CSIRO, Australia), Priscila Lopes (UFRN, Brasil), Suadi (Universitas Gadjah) Mada, Indonesia), Riza Yuliratno Setiawan (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Rashid Sumaila (Universitas British Columbia, Kanada), dan Ingrid van Putten (CSIRO dan University of Tasmania, Australia).

Selain teori dan materi dalam kelas, lokakarya praktis juga dilakukan untuk membantu para peneliti muda untuk lebih efisien dan efektif dalam menghasilkan karya/berinovasi dan bekerjasama. Selain pengetahuan dan keterampilan praktis yang diberikan salah satu tujuan utama diadakannya kegiatan ini adalah untuk membentuk jejaring kerjasama pada tataran global, yang menyatukan para peneliti muda di seluruh dunia untuk bekerjasama dalam memprediksi dan memproyeksikan masa depan kelautan dalam sudut pandang ilmiah yang dapat dipercaya, diaplikasikan dalam kebijakan dan memiliki dampak. Ketua Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. Ir. Murwantoko, M.Si. berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi penelitian antar institusi lintas negara lintas disiplin dalam menimbang perubahan iklim di sektor kelautan sehingga hasil penelitian yang didapatkan berdampak lebih dan mendapat perhatian dalam tataran kebijakan.

Staff Pengajar IMBeR ClimEco6 Summer School

 

 

 

1…9899100101102103

BERITA FAKULTAS

  • Rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap 2025/2026 Faperta UGM
    11/02/2026
  • Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM Semester Genap TA 2025/2026
    11/02/2026
  • Guru Besar UGM Tegaskan: Kemandirian Pangan adalah Jembatan Menuju Kedaulatan dan Kesejahteraan Bangsa
    11/02/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Pelatihan K3 Laboratorium AGLC, Wujudkan Penelitian Aman dan Berkelanjutan
    11/02/2026
  • Faperta UGM Rayakan Prestasi Guru Besar Baru: Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.
    11/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju