• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • berita
  • page. 37
Arsip:

berita

Dosen Fakultas Pertanian UGM Kembangkan Desa Binaan Tol Kahyangan Untuk Mewujudkan Desa Mandiri Dan Sejahtera

berita Thursday, 12 December 2024

Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih, salah seorang dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani, seorang Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, beserta tim melakukan rangkaian kegiatan pengembangan desa binaan di destinasi wisata “Tol Kahyangan” Desa Wonolelo, Magelang, Jawa Tengah melalui kegiatan hibah pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Agustus 2024 hingga November 2024.

Kegiatan hibah pengabdian kegiatan masyarakat berbasis desa binaan merupakan salah satu bentuk implementasi dari Fakultas Pertanian UGM dalam mewujudkan program Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan pengajaran. Dengan hibah yang berjudul “Mewujudkan “Negeri Kahyangan” Sebagai Destinasi Wisata yang Sehat dan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Desa Mandiri Sejahtera di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang”, kegiatan ini meliputi penyuluhan pertanian, seperti pengenalan Biochar dan manfaatnya dalam pertanian, dan juga penyuluhan mengenai penyediaan makanan yang aman dan sehat bagi pengelola desa wisata.

Dalam rangkaian pengabdian tersebut, Prof. Sri Nuryani menjelaskan kepada para petani di Desa Wonolelo untuk mampu memanfaatkan potensi alam tersedia dalam pengembangan usaha pertaniannya dengan memanfaatkan limbah pertanian (sekam, bambu, dan kayu) dalam pembuatan bahan pembenah tanah. Adapun bahan pembenah tanah yang dimaksud dalam program penyuluhan tersebut adalah Biochar.

“Biochar merupakan produk pirolisis terbatas oksigen padat yang dirancang untuk pengelolaan lingkungan dan khususnya sebagai bahan untuk perbaikan sifat tanah, bahan remediasi terhadap pencemaran lingkungan, serta sebagai salah satu mitigasi gas rumah kaca di lahan pertanian,” jelas Prof. Sri Nuryani.

Selain pemaparan oleh Prof. Sri Nuryani, tim pengabdian menghadirkan Dr. Lily Arsanti Lestari, S.T.P., M.P., salah satu dosen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, yang menyampaikan secara lebih lanjut mengenai makanan yang aman dan sehat. Pemaparan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi pengembangan Desa Wisata “Negeri Kahyangan” yang mampu menyediakan makanan yang aman dan sehat dalam pengelolaan agrowisata di Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Respon positif pun ditunjukkan oleh para petani yang hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut. Petani sangat antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan dan pelatihan lainnya oleh Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti komitmen kuat Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai sustainable development goals (SDGs), utamanya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Ulum Yantafi & Hanita Athasari Zain
Editor: Desi Utami
Foto: Dokumentasi tim

Komitmen Pendidikan Berkualitas, Program Studi Mikrobiologi Pertanian Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

beritaPrestasi Tuesday, 10 December 2024

Program Studi Mikrobiologi Pertanian pada Program Sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berhasil meraih akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Akreditasi ini berlaku mulai tanggal 5 November 2024 hingga 10 April 2029, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dihadirkan oleh Program Studi.

Ketua Program Studi Ir. Ngadiman, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Beliau berharap pengakuan ini semakin memperkuat komitmen Prodi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Dengan akreditasi ini, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak lulusan yang berkompeten serta unggul di bidangnya. Penguatan atmosfer akademik dan dukungan fasilitas menjadi hal penting untuk mempertahankan capaian ini,” ujar Ngadiman.

Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Faperta UGM, menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan dedikasi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

“Melalui capaian ini, diharapkan Prodi Mikrobiologi Pertanian dapat terus mempertahankan serta meningkatkan kualitas pendidikannya yang telah unggul, sehingga mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten dan unggul di bidangnya. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen fakultas terhadap peningkatan reputasi prodi” terangnya.

Ketua Tim Jaminan Mutu Faperta UGM, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.,menegaskan bahwa akreditasi ini merupakan hasil dari penerapan sistem penjaminan mutu yang baik.

“Akreditasi ini menunjukkan bahwa program studi telah menerapkan sistem penjaminan mutu yang baik sehingga dapat memenuhi standar mutu pendidikan yang diperlukan untuk meraih capaian pembelajaran dan mendukung visi serta misi Fakultas Pertanian UGM,” jelasnya.

Capaian akreditasi unggul ini memperkuat posisi Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDG) yang relevan, diantaranya: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan terus mengutamakan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, Faperta UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

  Fakultas Pertanian UGM Dorong Ketahanan Pangan di Sukoharjo Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan

berita Tuesday, 10 December 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Sub-Urban di Kabupaten Sukoharjo.” Program ini melibatkan tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, termasuk Asih Kusumaningsih, S.P., M.Sc., Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., serta 5 mahasiswa dari program sarjana Fakultas Pertanian UGM.

Program yang berlangsung selama 10 bulan, dari Februari hingga Desember 2024 ini, menyasar Dawis Dahlia PKK Dusun Ngariboyo, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat sub-urban dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal guna mendukung ketahanan pangan keluarga.

Kabupaten Sukoharjo dipilih karena potensinya sebagai wilayah sub-urban yang masih memiliki lahan luas, namun belum banyak dimanfaatkan. Ketua tim, Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc., menjelaskan bahwa banyak pekarangan di Sukoharjo yang belum dikelola dengan baik.

“Kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan lahan agar lebih produktif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat untuk memanfaatkan lahan mereka secara produktif,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan lahan pekarangan. Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mencapai SDGs, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17:kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Tim Pengabdian Masyarakat

Dosen Fakultas Pertanian, Ani Widiastuti, Wakili Indonesia dalam The 4th AsiaBlight International Meeting di China

berita Friday, 6 December 2024

Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D, dosen Magister Fitopatologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM, menjadi perwakilan regional dari Indonesia dalam The 4th AsiaBlight International Meeting. Forum prestisius ini berlangsung di Chengdu, China, pada 28–29 November 2024, dan diselenggarakan oleh Potato International Center (CIP)-China Center for Asia Pacific (CCCAP) bersama Chinese Academy of Agricultural Sciences.

AsiaBlight adalah komunitas terbuka yang berfokus pada pengendalian dan pengelolaan ramah lingkungan penyakit hawar daun kentang. Didirikan pada tahun 2014 di Nepal, komunitas ini beranggotakan peneliti, pemerintah, pelaku industri, petani, dan berbagai pihak lain yang berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan penyakit tersebut di kawasan Asia Pasifik. Upaya ini bertujuan mendukung penelitian berkelanjutan dan menjawab tantangan pertanian modern di wilayah tersebut.

Penyakit hawar daun kentang adalah salah satu ancaman global yang memiliki sejarah panjang dan dampak besar. Bermula di Irlandia pada tahun 1845, penyakit ini memicu epidemi yang dikenal sebagai Kelaparan Besar Irlandia, menyebabkan banyak korban jiwa dan memaksa sebagian penduduknya bermigrasi ke berbagai negara. Tragedi ini menjadi titik awal perkembangan ilmu penyakit tumbuhan, yang hingga kini berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dunia.

Pertemuan AsiaBlight dihadiri oleh perwakilan regional dari berbagai negara, termasuk Vietnam, Nepal, Filipina, Pakistan, Kazakhstan, dan Indonesia. Selain itu, tim dari CIP Pusat, CCCAP, dan EuroBlight juga turut ambil bagian. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas secara sistematis kondisi terkini penyakit hawar daun kentang, strategi pencegahan dan pengelolaannya, serta berbagi hasil penelitian yang telah dilakukan di masing-masing negara. Tak hanya itu, forum ini juga menjadi wadah untuk merancang ide-ide kolaborasi penelitian yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan.

Keterlibatan Ani Widiastuti mencerminkan upaya dan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan pertanian global. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia dan Fakultas Pertanian UGM. Selain itu, kontribusi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Ani Widiastuti

 

 

 

 

Sarapan Sehat Gratis untuk Mahasiswa UGM Melalui Program Pondasi UAS

beritaPrestasi Friday, 6 December 2024

Fakultas Pertanian UGM tetap konsisten dalam upayanya mendukung kesejahteraan mahasiswa selama masa Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Ajaran 2024/2025 melalui Program Pondasi. Program ini menyediakan sarapan gratis setiap pagi untuk mahasiswa yang berlangsung pada 2-17 Desember 2024 di Kantin Sehat Fakultas Pertanian.

Program ini menyediakan 200 porsi sarapan bergizi setiap hari untuk mendukung mahasiswa agar lebih fokus dalam mempersiapkan ujian tanpa perlu memikirkan sarapan. Dengan asupan nutrisi yang memadai, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi ujian secara optimal.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa tujuan program ini tidak hanya untuk mendukung mahasiswa, tetapi juga untuk membantu perekonomian tenant di Kantin Sehat Fakultas Pertanian UGM. Setiap tenant diharuskan untuk menyediakan sarapan yang sehat dengan gizi yang seimbang, termasuk protein hewani, serta menggunakan kemasan yang ramah lingkungan dan mudah terurai.

“Selain memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa, program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati mahasiswa dan rasa cinta pada almamater. Sehingga kelak ketika lulus, mereka akan mempunyai rasa untuk berkontribusi menjadi donatur,” ujar Weny.

Program ini mendapat dukungan dari Kopi Roti Dua Kerbau. Fakultas juga menyampaikan apresiasi kepada semua donatur yang telah berkontribusi dalam keberlangsungan program ini, menunjukkan sinergi kuat antara fakultas, mahasiswa, dan komunitas eksternal.

Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) terutama SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidkan Berkualitas, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan produktif selama masa ujian.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

 

Fakultas Pertanian UGM dan Iwate University Jajaki Kerja Sama Internasional

berita Wednesday, 4 December 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) baru-baru ini menerima kunjungan perwakilan dari The United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS), Iwate University, Jepang pada Kamis, 28 November 2024. Kunjungan ini sekaligus menjadi peluang kerja sama internasional di bidang penelitian dan pendidikan.

Pertemuan ini dihadiri oleh dua perwakilan Iwate University yakni oleh Prof. Harashina Koji selaku Associate Dean UGAS, dan Aikawa Kazunori selaku staf akademik UGAS. Sementara itu, pihak Fakultas Pertanian UGM diwakili oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama; Prof. Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M.Agr. selaku Kepala Departemen Ilmu Tanah; serta Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., selaku dosen UGM sekaligus alumni program doktoral UGAS.

Diskusi berlangsung hangat dengan agenda utama membahas peluang kerja sama strategis di bidang penelitian, pertukaran mahasiswa dan staf, serta program double degree. Kedua universitas berencana menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kolaborasi ini. MoU tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperluas jaringan akademik lintas negara dan meningkatkan kualitas penelitian bersama di bidang pertanian.  Selain kunjungan, juga dilakukan wawancara dengan Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., alumni program doktoral UGAS, Iwate University, yang kini menjadi dosen di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kunjungan ini, Fakultas Pertanian UGM dan Iwate University menunjukkan komitmen mereka untuk berkolaborasi di tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata bagi kedua Fakultas Pertanian untuk terus menghasilkan lulusan berkualitas. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

Kupas Tuntas Manfaat Duckweed: Tanaman Ajaib untuk Pertanian dan Nutrisi Masa Depan

berita Wednesday, 4 December 2024

Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, kembali menggelar kuliah tamu bertema “Current Research on Duckweed: an Aquatic Plant with Thousands of Benefits” pada 22 November 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Kuliah ini menghadirkan dua pembicara terkemuka: Dr. Klaus-J. Appenroth dari Friedrich Schiller University of Jena, Jerman, dan Dr. K. Sowjanya Sree dari Banaras Hindu University, India.

Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., salah satu dosen Departemen Mikrobiologi, membuka kuliah tamu dengan memberikan apresiasinya kepada pembicara. Ia juga menyampaikan bahwa duckweed telah digunakan dalam penelitian bioremediasi lahan pertanian di UGM, sekaligus mengeksplorasi simbiosis mikroba dengan akar duckweed untuk mendukung pertumbuhan duckweed.

“Terima kasih atas kesediaan Anda memberikan kuliah tamu. Kami memiliki mata kuliah berjudul Bioremediasi Lahan Pertanian karena menyadari bahwa lahan pertanian sering terkontaminasi bahan kimia berbahaya yang mengancam kesehatan tanah. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah menggunakan duckweed untuk meremediasi logam seperti kobalt, kromium, dan merkuri. Departemen Mikrobiologi juga tengah meneliti kolaborasi mutualistik antara mikroba dan duckweed guna mendukung pertumbuhan dan efektivitas duckweed dalam proses remediasi. Kami sangat berharap dapat memperoleh wawasan serta pengetahuan baru dari pemaparan Anda,” terang Prof. Irfan.

Kuliah tamu dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Klaus-J. Appenroth. Ia menyampaikan bahwa duckweed, anggota keluarga Lemnaceae, adalah tanaman berbunga tercepat di dunia yang mampu tumbuh tanpa lahan subur. Duckweed efektif dalam membersihkan air tercemar, mengurangi emisi karbon, serta dapat dipanen dengan cepat. Ia menyebut bahwa duckweed memiliki potensi besar sebagai biofuel dan pakan ternak karena kandungan nutrisinya yang tinggi, termasuk vitamin B12 yang dihasilkan melalui simbiosis dengan bakteri.

“Hidup bersama duckweed itu menyenangkan,” ujar Dr. Klaus, merujuk pada potensi duckweed sebagai bahan inovatif dalam makanan seperti kue dan es krim.

Sementara itu, Dr. K. Sowjanya Sree mengungkapkan potensi duckweed dalam nutrisi manusia. Berbagai spesies Lemnaceae memiliki kandungan protein, lemak, dan asam amino esensial yang tinggi, yang sangat bermanfaat bagi anak-anak usia prasekolah. Selain itu, duckweed kaya akan asam lemak jenuh dan tak jenuh, serta mineral yang bisa dimanipulasi sesuai dengan media nutrisinya.

“Duckweed dapat diolah menjadi smoothie, salad, hingga omelet yang bernutrisi tinggi,” jelas Dr. Sowjanya.

Melalui kuliah tamu ini, Departemen Mikrobiologi UGM berharap dapat terus memperkuat kolaborasi penelitian dan mengembangkan inovasi berbasis duckweed untuk mendukung ketahanan pangan serta keberlanjutan lingkungan. Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya nyata Fakultas Pertanian dalam mendorong SDGs diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Guru Besar Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Bahas Isu dan Strategi Swasembada Pangan Nasional

berita Wednesday, 4 December 2024

Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pertanian UGM bidang Penyuluhan dan Komunikasi, membahas isu-isu krusial serta strategi untuk mewujudkan swasembada pangan di tengah tantangan global. Hal ini disampaikan Prof. Subejo dalam diskusi nasional yang digelar oleh Gerakan Peduli Tani Nelayan (GPTN) bertema “Jalan Menuju Indonesia Berdaulat di Bidang Pangan” pada Jumat, 8 November 2024 melalui platform Zoom Meeting.

Menurut Prof. Subejo, kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk merupakan tantangan utama yang harus dihadapi secara serius. Selain itu, fenomena land grabbing dan green capitalism semakin memperparah situasi, karena kerap kali bertentangan dengan prinsip kedaulatan pangan yang mengutamakan kesejahteraan petani lokal dan akses pangan yang adil.

“Pada tahun 2021 Indonesia menduduki peringkat ke-69 dunia dalam Global Food Security Index (GFSI). Posisi ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, konflik lahan, dan infrastruktur yang belum memadai,” ujar Prof. Subejo.

Dalam diskusi tersebut, Guru Besar Fakultas Pertanian UGM menyoroti beberapa solusi untuk swasembada pangan nasional, diantaranya intensifikasi pertanian dengan teknologi modern, diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas, serta ekstensifikasi lahan marginal untuk meningkatkan produktivitas. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengadopsi inovasi guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan.

Prof. Subejo juga menyoroti isu regenerasi petani yang semakin menjadi perhatian karena minimnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian. Dalam hal tersebut teknologi digital memiliki peranan penting, salah satunya melalui DESA Apps yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan akses informasi, inovasi, dan peluang pemasaran lebih luas bagi petani.

Diskusi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat tani dalam menghadapi tantangan pangan. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Keterlibatan Fakultas Pertanian UGM dalam isu pangan ini menjadi bukti komitmen untuk mencapai SDGs diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

Kuliah Tamu Prof. Hugenholtz dari Australia: Mengupas Evolusi, Ekologi, dan Keanekaragaman Mikroba

berita Friday, 29 November 2024

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui Departemen Mikrobiologi Pertanian kembali menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Microbial Evolution, Ecology, and Diversity” pada Selasa, 12 November 2024, melalui platform Zoom Meeting. Acara ini menghadirkan Prof. Phil Hugenholtz, Direktur Australian Centre for Ecogenomics (ACE) sekaligus Dosen di The University of Queensland, Australia.

Acara kuliah tamu ini diawali oleh sambutan dari Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., selaku dosen pengampu di Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM.

“Terima kasih banyak, Prof. Philip Hugenholtz, telah menerima undangan kami untuk memberikan kuliah ini. Evolusi kini telah menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa mikrobiologi pertanian mulai tahun ini. Semoga ini menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, dan kami menantikan kolaborasi berikutnya, baik di bidang akademik maupun penelitian. Saya harap kuliah tamu ini berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi mahasiswa,” sambut Prof. Irfan.

Prof. Hugenholtz membahas hubungan antara ekologi, evolusi, dan keanekaragaman mikroba dengan contoh mikrobioma usus tikus dan koala. Ia memperkenalkan S24-7, kelompok bakteri dalam filum Bacteroidota yang banyak ditemukan pada usus hewan berdarah panas. Bakteri ini, yang juga dikenal sebagai Muribaculaceae, sangat melimpah pada mikrobioma usus tikus laboratorium, mencapai 10-15%. Menariknya, jumlah Muribaculaceae lebih tinggi pada tikus laboratorium dibandingkan dengan tikus liar. Proses domestikasi ternyata mengurangi keberagaman mikrobioma dan memperlemah sistem imun tikus yang didomestikasi.

Selain itu, Prof. Hugenholtz juga membahas mikroba dari kelompok Planctomycetota yang ditemukan pada koala. Mikroba ini tidak memiliki ciri khas bakteri Planctomycete pada umumnya, seperti peptidoglikan, pembelahan melalui budding, dan kompartemen intraseluler. Fitur eukariotik pada Planctomycetota kemungkinan merupakan hasil dari proses evolusi. Dalam konteks ekologi, mikroba ini diprediksi memiliki sifat motil, toleran terhadap oksigen, anaerob, dan tahan terhadap suhu dingin. Keberadaan organisme ini dalam mikrobioma koala didapatkan dari perilaku koala yang memakan sarang rayap.

Kuliah ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mikrobioma usus hewan berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan mereka, serta pentingnya pemahaman tentang interaksi mikroba dalam konteks ekologi dan evolusi. Sebagai motivasi, Prof. Hugenholtz juga mendorong para mahasiswa untuk melakukan penelitian sesuai minat dan passion-nya.

“Merupakan kehormatan bagi saya telah diberikan kesempatan ini. Pesan saya kepada para mahasiswa adalah jika kalian memiliki minat, selalu ada jalan bagi kalian untuk melakukan penelitian yang kalian cintai. Kalian hanya perlu berada di institusi penelitian yang baik, ikuti minat dan passion kalian, dan temukan pembimbing yang memiliki minat yang sama. Kalian pasti bisa meraihnya dan mencapai H-index 130,” pesan Prof. Hugenholtz

Melalui kuliah tamu ini, diharapkan Fakultas Pertanian UGM dapat terus mendorong kolaborasi internasional dan memperkuat keilmuan di bidang mikrobiologi pertanian, sejalan dengan visi untuk menjadi pusat unggulan dalam riset dan pendidikan pertanian berkelanjutan. Hal ini sekaligus untuk mencapai SDGs penelitian diantaranya, SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta

 

 

 

Kuliah Umum PIP Bekali Mahasiswa dengan Topik Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) Blockchain

berita Thursday, 28 November 2024

Pada Senin, 18 November 2024, Fakultas Pertanian UGM menggelar kuliah umum Pengantar Ilmu Pertanian (PIP) di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kuliah tamu ini diisi oleh Founder & CEO PT. Inamas Sintesis Teknologi (INASTEK), Yosef Adhitya Duta Dewangga atau yang akrab disapa Duta. Ia membawakan topik “Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) Blockchain” dan dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Pertanian

Dalam acara tersebut, Founder PT Inastek memberikan gambaran mengenai perkembangan globalisasi dan perubahan industri, dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern yang memanfaatkan teknologi internet dan informasi. Beliau menjelaskan evolusi industri dari era 1.0 hingga 4.0, yang saat ini mulai beralih menuju era 5.0. Era ini ditandai dengan transformasi masyarakat informasi (4.0) menjadi masyarakat 5.0, di mana teknologi seperti Blockchain menjadi salah satu elemen kunci.

“Secara sederhana, blockchain itu seperti buku besar, teman-teman. Artinya, jika kita memiliki big data, biasanya data di sistem informasi masih bisa diubah oleh admin. Tapi dengan blockchain, data tersebut tidak bisa diubah oleh siapapun karena sudah membentuk rantai yang tidak bisa dibohongi. Misalnya dalam proses budidaya, jika kita mengklaim bebas pestisida, tetapi ternyata di lapangan menggunakan pestisida, nanti di ujungnya atau di bagian retail, hal itu akan ketahuan oleh konsumen dan data tersebut tidak bisa diganti ” jelas Duta.

Duta PT Inastek menyoroti pentingnya peluang di dunia pertanian dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Ia menjelaskan bahwa teknologi besar seperti big data, teknologi awan,  dan IoT kini sudah mulai merambah dunia pertanian. Dengan adanya perubahan ini, ada banyak inovasi-inovasi baru dalam bidang pertanian melalui lingkungan yang terkontrol contohnya glass house, green house, dan plant factory with artificial lighting atau yang dikenal dengan PFAL

Plant Factory with Artificial Lighting (PFAL) merupakan bentuk paling lengkap dari sistem controlled environment agriculture (CEA), yaitu sistem produksi tanaman dengan lingkungan terkendali. PFAL menggunakan desain rak bertingkat yang dilengkapi dengan pencahayaan buatan serta peralatan pengendalian lingkungan, seperti pengaturan suhu, kelembaban, dan nutrisi. Teknologi ini memungkinkan produksi tanaman berlangsung secara efisien dan optimal, terlepas dari kondisi lingkungan eksternal, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah dengan keterbatasan lahan atau iklim ekstrim.

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk melihat peluang dalam dunia pertanian modern. Meskipun banyak praktik pertanian yang sudah mengarah pada pendekatan ekologis, tantangan terbesarnya adalah bagaimana informasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan diterima oleh masyarakat luas. Dengan teknologi dan inovasi yang terus berkembang, revolusi 4.0 di dunia pertanian akan membuka banyak pintu peluang yang lebih luas untuk menciptakan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Salah satu dosen pengampu mata kuliah PIP,  Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc., menambahkan pesan bagi mahasiswa.

“Saat ini kita akan segera menghadapi Era Society 5.0 di mana dalam era ini, kita harus mampu berkolaborasi dengan sektor lain, misalnya teknik. Tantangan besar pertanian masa depan yang menyinkronkan teknologi dan optimasinya berada di pundak kalian. Harapan kami, kolaborasi antara pertanian dan teknologi dapat menghasilkan penelitian yang lebih maju, menjawab tantangan berbeda di masa depan,” pesan Witjaksono.

Kuliah tamu ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang potensi transformasi digital dalam sektor pertanian dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam menciptakan inovasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk mencapai SDGs diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 17: Kemitraa untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

 

1…3536373839…103

BERITA FAKULTAS

  • Rangkaian Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Semester Genap 2025/2026 Faperta UGM
    11/02/2026
  • Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM Semester Genap TA 2025/2026
    11/02/2026
  • Guru Besar UGM Tegaskan: Kemandirian Pangan adalah Jembatan Menuju Kedaulatan dan Kesejahteraan Bangsa
    11/02/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Pelatihan K3 Laboratorium AGLC, Wujudkan Penelitian Aman dan Berkelanjutan
    11/02/2026
  • Faperta UGM Rayakan Prestasi Guru Besar Baru: Prof. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.
    11/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju