• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • Prestasi
  • page. 10
Arsip:

Prestasi

Tim PKM-PI Fakultas Pertanian UGM Terapkan Fertigasi Otomatis di Kabupaten Kulon Progo

Prestasi Sunday, 21 July 2024

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) yang diketuai oleh Fransisco Yamonaha Harefa (Ilmu Tanah 2022) menginisiasi sebuah inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kelompok Wanita Tani (KWI) Sumber Rejeki, Kabupaten Kulon Progo. Fransisco bersama rekan timnya mengembangkan produk pupuk bernama EcoBlend yang diaplikasikan melalui sistem irigasi otomatis bertenaga surya.

Fransisco menjelaskan, inisiasi inovasi EcoBlend muncul dari keprihatinan terhadap berbagai masalah pertanian yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ia bersama Lulu Nazhifa (Ilmu Tanah 2022), Meila Dwi Nurini (Statistika 2022), Nazzwa Aliefa Herdianti (Manajemen Sumberdaya Akuatik 2022), dan Imam Novariansyah Aziz (Ilmu Tanah 2023), serta Angga Prasetya, S.P., M.Sc., selaku dosen pembimbing dari Departemen Tanah Fakultas Pertanian UGM, menciptakan EcoBlend yang dapat mengintegrasikan pemupukan dan penggunaan Photosynthetic Bacteria (PSB) dalam satu sistem fertigasi sprinkler.

“Potensi pertanian di Kabupaten Kulon Progo ini sangat besar, tetapi perlu didukung oleh teknologi yang tepat agar bisa mengoptimalkan segala potensi tersebut. Salah satunya adalah pengembangan EcoBlend melalui metode fertigasi otomatis,” jelas Fransisco.

Sistem fertigasi otomatis yang memanfaatkan panel surya dinilai sangat membantu anggota KWT Sumber Rejeki. Hal tersebut disampaikan oleh Siti Aminah, Ketua KWT Sumber Rejeki, yang merasakan bahwa sistem yang menyiram lahan secara otomatis menjadi solusi untuk mengurangi beban kerja anggota KWT dan menjaga kualitas hasil tanaman hortikultura.

Kesepakatan kemitraan antara Tim PKM-PI Fakultas Pertanian UGM bersama KWT Sumber Rejeki telah berlangsung sejak Januari lalu saat penyusunan proposal program dan akan terus terjalin sampai Agustus 2024 mendatang. Dalam kurun waktu tersebut, Fransisco dan tim telah melaksanakan sosialisasi pada 1 Mei 2024 di Gedung PAUD Dwi Asih dalam rangka memberikan penjelasan lebih detail mengenai inovasi EcoBlend dan sistem fertigasi otomatis. Selain itu, pada bulan Juli hingga Agustus, mereka akan membagikan buku pedoman kepada anggota KWT Sumber Rejeki, serta diikuti dengan kegiatan monitoring dan evaluasi.

Inovasi produk EcoBlend yang disertai teknologi sistem fertigasi otomatis menjadi bukti kesadaran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM terhadap komitmen mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

 

Penulis: Lulu Nazhifa

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi tim PKM

 

 

 

Mahasiswa Prodi PKP UGM Sabet Juara Dua dalam Ajang Mas Mbak Klaten 2024

Prestasi Friday, 19 July 2024

Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM angkatan 2022, Prasdani Titah Kinasih, berhasil menyabet juara kedua dalam ajang pemilihan Mas Mbak Klaten 2024. Keikutsertaannya dalam ajang yang digelar sejak 2 Maret hingga 13 Juli 2024 ini telah menjadi cita-cita sejak lama untuk dapat berkontribusi terhadap Kabupaten Klaten sebagai daerah asalnya. 

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh mahasiswa yang kerap disapa Titah. Ia juga mengakui bahwa banyak manfaat yang diperoleh, seperti peningkatan kemampuan public speaking, melatih kepercayaan diri, dan memperluas relasi.

“Ajang ini telah menjadi cita-cita saya sejak lama karena saya ingin berkontribusi kepada Kabupaten Klaten tercinta, utamanya sebagai promotor pariwisata. Selama mengikuti segala rangkaian ajang pemilihan Mas Mbak Klaten 2024, saya mendalami pengetahuan tentang pariwisata di Kabupaten Klaten dan manfaat lainnya yang sangat berkesan,” ujar Titah.

Menurut Titah, ajang pemilihan Mas Mbak Klaten 2024 juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam perkembangan perekonomian. Titah pun berharap dirinya mampu menginspirasi mahasiswa Fakultas Pertanian UGM lainnya untuk dapat berperan sebagai agent of change. 

“Saya mengajak teman-teman sebagai generasi muda untuk menyadari dan meningkatkan kemauan diri dalam mencoba berbagai hal baru, sehingga potensi diri kita bisa terus terasah di berbagai bidang dan memberikan kontribusi positif kepada lingkungan sosial,” tegas Titah. 

Prestasi Titah sebagai agent of change untuk daerah asalnya menjadi bukti dari komitmen mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Karina Nisa Intan Kusuma

Editor: Hanita Athasari Zain 

 

Dendi Alseptayendo: Peraih Juara dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah DIY 2024

Prestasi Friday, 19 July 2024

Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Pertanian UGM angkatan 2022, Dendi Alseptayendo, berhasil menorehkan prestasi sebagai peraih juara pertama dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) DIY 2024 pada kategori menyanyi lagu dangdut putra. Dengan prestasinya tersebut, mahasiswa yang kerap disapa Dendi akan melanjutkan perjalanannya sebagai salah satu perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) pada bulan September mendatang.

Selama persiapan lomba, Dendi didampingi oleh Almas Nur Amalina (Geografi Lingkungan 2023) dan seorang pelatih, Selin R Melati Sukma, yang merupakan alumni UGM. Ia menjalani lima kali latihan dengan lagu “Air Mata Perkawinan” oleh Mansyur S dan “Titip Cintaku” oleh H. Ona Sutra. 

“Saya memilih lagu Air Mata Perkawinan dan Titip Cintaku karena lagu-lagu tersebut sudah familiar bagi saya, sehingga saya tidak menghabiskan waktu untuk menghafalkan lirik. Dengan waktu persiapan yang singkat dan jadwal latihan yang sedikit, ini menjadi strategi saya untuk memaksimalkan waktu berlatih menghayati lagu dan mengoptimalkan teknik bernyanyi,” jelas Dendi.

Dendi, yang sudah menekuni bidang seni olah suara sejak duduk di bangku sekolah dasar, mengakui bahwa teknik pernapasan menjadi evaluasi dari penampilannya di Peksimida pada 2 Juli 2024 lalu. Maka dari itu, ia berupaya untuk meningkatkan teknik pernapasannya dengan berolahraga selama persiapan menuju Peksiminas.

“Untuk menyiapkan diri menuju Peksiminas, saya merasa saya perlu latihan fisik dengan olahraga juga untuk memperkuat teknik pernapasan saya dalam bernyanyi. Selain itu, tentunya menjaga kesehatan agar bisa tampil dalam kondisi yang optimal,” ujar Dendi.

Sebagai perwakilan Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi tingkat provinsi dan akan melaju sebagai perwakilan DIY di tingkat nasional dengan didampingi pelatih yang berkompeten, prestasi Dendi menjadi bukti nyata komitmen mencapai tujuan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Dendi

Berhasil Kembangkan Inovasi POTASA, Tiga Mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah UGM Raih Juara Karya Tulis Ilmiah Nasional

Prestasi Sunday, 7 July 2024

Tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM, Ayu Putri Puji Astuti (2021), Fransisco Yamonaha Harefa (2022), dan Maharani Rahma Suci (2022) berhasil meraih juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional dengan mengusung topik “POTASA: Mulsa Organik Berbasis Limbah Hortikultura sebagai Bentuk Adaptasi Berkelanjutan Pada Budidaya Kentang Di Lahan Miring Dieng, Wonosobo” dalam rangkaian Pekan Ilmiah Mahasiswa Ilmu Tanah dan Jambore Ilmu Tanah Indonesia 2024 di Universitas Tadulako. Sebelumnya, mereka menjadi satu dari lima tim terpilih yang diundang hadir secara langsung ke Universitas Tadulako, Palu, Sulawesti Tengah untuk mempresentasikan karyanya pada 25 Juni 2024 lalu.

Berawal dari ketertarikan mereka terhadap bentuk lahan pertanian yang sangat miring di Dieng, Maharani mengatakan bahwa sistem pertanian di Dieng sangat unik karena mampu bertahan di lahan yang sangat miring. Selain itu, adanya penerapan pertanian di lahan miring tanpa memperhatikan isu kelestarian ekologis menambah motivasi ketiga mahasiswa tersebut untuk dapat mengkaji lebih dalam.

Inovasi POTASA yang diusung merupakan kepanjangan dari Potato Mulsa. Inovasi POTASA menjadi sebuah bentuk solusi adaptasi terhadap keberlangsungan ekologis di wilayah sekitar Dieng, Wonosobo.

“Potato Mulsa ini mengacu pada mulsa organik dengan memanfaatkan limbah hortikultura tanaman lokal yang ada di Dieng, seperti kentang dan wortel,” jelas Maharani.

Keinginan yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, seperti dosen sebagai pendamping yaitu Nur ‘Ainun Harlin Jennie Pulungan, S.Si., M.Sc., Ph.D, serta Fakultas Pertanian UGM dan Direktorat Kemahasiswaan UGM sebagai penyokong dana, mendorong Ayu, Fransisco, dan Maharani untuk memaksimalkan segala kemampuan dan pengetahuan dalam menghasilkan karya terbaik selama satu bulan. Karya tulis ilmiah tersebut menjadi bentuk kesadaran mahasiswa Fakultas Pertanian UGM untuk mendukung terwujudnya tujuan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Karina Nisa Intan Kusuma

Editor: Hanita Athasari Zain

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Juarai Lomba Cerdas Cermat Proteksi Tanaman Tingkat Nasional

beritaPrestasi Wednesday, 29 May 2024

Tiga mahasiswa Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM angkatan 2020 raih gelar juara pertama dalam lomba cerdas cermat yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 21-23 Mei 2024 lalu dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Pengembangan Teknologi sebagai Upaya Perlindungan Tanaman yang Berkelanjutan”.

Tim yang diketuai oleh Diana Sinta Pramudita dengan anggota Fashihah Mutamimah dan Safina Putri Nurrohmah mengikuti lomba cerdas cermat untuk mengasah pengetahuan dan kemampuan di bidang proteksi tanaman. Selama persiapan, tim didampingi oleh salah satu dosen Departemen HPT, yaitu Dr. Ir. Nugroho Susetya Putra, M.Si.

“Dengan adanya 11 topik di dalam lomba cerdas cermat tersebut, maka kami membagi tugas per orang untuk mempelajari 3-4 topik secara mendalam. Selain itu, kami juga didampingi oleh Pak Nugroho dengan sesi tanya jawab singkat, sehingga bekal yang kami dapatkan pun semakin lengkap,” jelas Diana.

Diana dan tim menghabiskan waktu lebih dari satu bulan untuk akhirnya membawa pulang gelar juara. Ia menyampaikan bahwa tidak menyangka bisa menjadi juara, namun juga sangat bersyukur karena bisa membawa nama baik Fakultas Pertanian UGM di tingkat nasional. Harapannya, semakin banyak lagi mahasiswa atau generasi muda yang peduli dan tertarik dengan bidang perlindungan tanaman.

Prestasi mahasiswa dalam bidang perlindungan tanaman menjadi salah satu upaya Fakultas Pertanian UGM untuk mencapai tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Diana dan tim

Berjuang di Dua Dunia: Kisah Inspiratif Lulusan Fakultas Pertanian UGM Meraih Gelar  Sarjana Sambil Bekerja

beritaPrestasi Monday, 27 May 2024

Salah satu lulusan Fakultas Pertanian UGM yang mengikuti Wisuda Program Sarjana Periode III TA 2023/2024 lalu, Zulfa Parulian Alzuhdy, menyampaikan kisah inspiratifnya dalam berjuang meraih gelar sarjana sambil bekerja. Zulfa, sapaan akrabnya, mengakui bahwa bekerja menjadi tantangan terberat untuk menyelesaikan studinya tepat waktu.

Zulfa bekerja sebagai seorang guru di SMA Insan Mulia Boarding School, Ngaglik, Sleman. Ia juga bertanggung jawab dalam mengurus Data Pokok Pendidik (Dapodik). Setelah dua tahun bekerja, kemudian Zulfa juga sempat membuka usaha. Kesibukannya di luar kampus inilah yang menjadi kendala menyelesaikan penelitian tugas akhirnya tepat waktu.

“Setelah dua tahun kerja dan membuka usaha yang tidak terlalu lancar, akhirnya penelitian jadi tertunda. Niatnya sudah lumayan redup, sehingga butuh beberapa waktu untuk mengumpulkan kembali niat untuk menyelesaikan skripsi,” ujar Zulfa.

Dengan segala kendala yang dihadapi, Zulfa merasa bahwa tercapainya gelar sarjana tidak terlepas dari peran para dosen di Fakultas Pertanian UGM, khususnya dosen pembimbing akademik (DPA), yaitu Dr. Sri Peni Wastutiningsih.

“Saya bersyukur mendapatkan dukungan dari Bu Peni. Beliau selalu menasihati dan menyemangati saya, sehingga saya bertekad untuk kembali on-track menyelesaikan skripsi saya,” tutur Zulfa.

Setelah melalui proses perjuangan di dua dunia yang berbeda, Zulfa berhasil meraih gelar sarjananya dengan predikat sangat memuaskan. Kisah inspiratif dari sosok Zulfa menunjukkan bahwa lulusan Fakultas Pertanian UGM adalah sumber daya manusia unggul yang tidak kenal kata menyerah dan selalu bangkit menghadapi tantangan. Hal ini juga menjadi bukti keberhasilan tercapainya tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Cantika, Raih Gelar Sarjana Pertanian dalam 3 Tahun 4 Bulan

beritaPrestasi Saturday, 25 May 2024

Daniella Atteke Cantika Putri, lulusan dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM, meraih prestasi sebagai salah satu dari empat wisudawan/wati tercepat Fakultas Pertanian UGM dalam Wisuda Program Sarjana Periode III TA 2023/2024. Lulusan yang kerap disapa Cantika tersebut berhasil meraih gelar Sarjana Pertanian dalam masa studi 3 tahun 4 bulan saja.

Cantika mengakui, ia menghadapi tantangan yang cukup berat dalam melakukan penelitian tugas akhir, yaitu harus menjaga lingkungan penelitian tetap aseptis agar mikroorganisme sebagai objek penelitian tidak terkontaminasi.

“Biasanya, mahasiswa Mikrobiologi Pertanian dihadapi dengan kendala terkontaminasinya obyek penelitian yang digunakan, seperti jamur. Jadi, yang bikin terhambat adalah kalau sudah terkontaminasi mikroorganisme lain, ujinya harus diulang dan itu memakan waktu lebih banyak lagi,” jelas Cantika.

Kendati demikian, Cantika memiliki caranya sendiri untuk menghadapi rintangan tersebut. Setiap akan melakukan pengujian, ia melakukan konsultasi dengan dosen pembimbingnya terlebih dahulu, sehingga dia merasa lebih siap untuk memulai pengujian dan bisa menghindari kesalahan. Pun ketika selesai melakukan satu tahapan penelitian, Cantika segera berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya, yaitu Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.

Cantika menambahkan, tercapainya gelar sarjana dalam waktu singkat adalah hasil dari dukungan orang-orang sekitarnya, seperti keluarga, dosen, dan teman-teman. Baginya, dosen-dosen di Fakultas Pertanian UGM selalu mendukung dan mendorong mahasiswa untuk segera menyelesaikan studi. Di samping itu, peran teman-teman selama melakukan penelitian pun sangat penting sebagai rekan diskusi dan saling membantu serta menyemangati.

“Selain yang utama adalah doa dari keluarga, penelitian di laboratorium akan menjadi pengalaman bermakna apabila dilakukan bersama teman-teman, di mana mereka tidak hanya menjadi rekan diskusi, tetapi juga bisa saling bantu dan saling belajar,” ujar Cantika.

Selain menjadi lulusan tercepat, Cantika juga meraih predikat Cumlaude (dengan pujian) atas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih, yaitu 3,77. Kisah Cantika menjadi bukti Fakultas Pertanian UGM mencapai SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Editor: Desi Utami

Foto: Media Faperta UGM

Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM Usung Pemanfaatan Bakteri sebagai Pestisida Ramah Lingkungan

Prestasi Friday, 10 May 2024

Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM tahun 2024, Dicky Eka Setyawan, mengusung gagasan kreatif berjudul “Potensi Pemanfaatan Bakteri Antagonis Bacillus spp. Untuk Pestisida Ramah Lingkungan dalam Mendukung SDGs”. Mahasiswa yang berasal dari Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2020 tersebut mengatakan bahwa bakteri antagonis Bacillus memiliki sifat tidak toksik dan kuat terhadap stres lingkungan. 

“Untuk mendukung SDGs, saya memilih Bacillus karena ramah lingkungan dan tidak toksik. Secara bioekologi pun bakteri ini kuat terhadap stres lingkungan sehingga sesuai dengan beberapa tujuan SDGs, yaitu nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim, nomor 3 tentang Kesehatan, nomor 14 tentang ekosistem laut, dan nomor 15 tentang ekosistem darat,” jelas Dicky, yang saat ini juga menjadi mahasiswa program Fast-Track.

Dicky mengakui, dirinya termotivasi mengikuti ajang mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas karena melihat kesempatan besar untuk menguji kemampuan diri dan memperluas relasi. Tak hanya itu, ia juga terdorong untuk terus belajar dan berkembang dengan bertemu mahasiswa perwakilan fakultas lainnya yang tidak kalah hebat.

Mendukung prestasinya, Dicky memiliki pengalaman pengabdian di bawah naungan Dewan Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM pada tahun 2021. Selama kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Padukuhan Duwet, Kulon Progo, Dicky mengedukasi anak-anak tentang isu sampah, seperti pengenalan jenis sampah dan manfaat daur ulang sampah.

“Dulu saya mengajari anak-anak Padukuhan Duwet tentang bagaimana memanfaatkan sampah untuk daur ulang. Ada praktik bersama juga, seperti membuat kreasi dari daun kering dan botol plastik,” jelas Dicky.

Setelah berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Pertanian UGM, Dicky berharap kedepannya bisa berkontribusi di berbagai kegiatan atau ajang kompetisi lainnya. Ia pun juga bertekad untuk menggandeng mahasiswa lainnya dalam membawa nama baik Fakultas Pertanian UGM dimanapun dan kapanpun.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Dokumentasi Dicky

Iustitia Widya: Lulusan Termuda Program Fast Track Fakultas Pertanian UGM

Prestasi Friday, 26 April 2024

Mahasiswi Program Studi Magister Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian UGM, Iustitia Widya Prastiti, yang mengikuti program fast track telah diwisuda pada Wisuda Program Pascasarjana Periode III TA 2023/2024 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89. Raras, sapaan akrabnya, menjadi lulusan program fast track dengan IPK tertinggi dan lulusan termuda di usia 22 tahun 8 bulan 22 hari. Ia menyelesaikan studi magisternya dengan lama studi 1 tahun 6 bulan 14 hari yang menjadikannya memiliki gelar sarjana dan magister hanya dalam kurun waktu 4,5 tahun.

Raras mengungkapkan bahwa sejak awal ia telah termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Saat ia mengetahui program fast track, ia pun langsung bertekad untuk mendaftar. Menurutnya, program fast track memiliki banyak manfaat, seperti hemat biaya dan waktu.

“Menurut saya, program fast track ini sangat bermanfaat, terutama program ini menghemat biaya dan waktu untuk saya mendapatkan gelar magister,” ungkap Raras.

Bagi Raras, kelulusannya di usia 22 tahun pun membawa keuntungan lainnya, seperti lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang salah satu persyaratannya adalah terkait usia. Bahkan, sebelum Raras melaksanakan wisuda, ia telah diterima pada salah satu multinational insurance company di Indonesia. Lebih lanjut, Raras menceritakan bagaimana gelar S2 yang ia miliki membuatnya bekerja dengan lebih giat.

“Di lingkungan kerja saya sekarang, perusahaan menaruh ekspektasi yang lebih tinggi terhadap orang-orang yang gelar pendidikannya lebih tinggi, seperti saya yang sudah bergelar magister. Maka dari itu, saya pribadi jadi lebih semangat dan giat untuk bisa memenuhi segala ekspektasi itu dengan cara membuktikan criticial thinking skill yang lebih dan bertanggung jawab,” ujar Raras.

Selama menjadi mahasiswi program fast track, Raras mengakui adanya tantangan dalam manajemen waktu. Hal tersebut karena Raras harus menjalani perkuliahan di S2 dalam waktu yang bersamaan dengan menyelesaikan skripsi dan bekerja part-time. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Raras selalu berusaha memanfaatkan waktu luang yang ia miliki untuk mengerjakan apapun.

Keberhasilan Raras menjadi salah satu bukti keberhasilan program fast track yang ada di Fakultas Pertanian UGM dengan komitmen untuk memfasilitasi para mahasiswa mendapatkan gelar sarjana dan magister dalam jangka waktu 5 tahun saja. Dengan segala manfaat yang ditawarkan dan bukti nyata yang telah ada, program fast track menjadi program unggulan Fakultas Pertanian UGM yang patut untuk terus dilanjutkan.

Kegiatan ini juga menjadi pendukung terwujudnya tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Meluluskan 44 Wisudawan Bergelar Magister dan Doktor

beritaPrestasi Thursday, 25 April 2024

Fakultas Pertanian UGM meluluskan 38 wisudawan/wati program magister dan 6 wisudawan/wati doktor dalam Purnawisuda Program Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM Periode III T.A. 2023/2024 yang digelar Rabu, 24 April 2024. Para wisudawan/wati berhasil menyelesaikan studinya secara tepat waktu dengan nilai yang sangat baik. Prestasi membanggakan lainnya adalah yaitu  lima mahasiswa program fast track yang diwisuda dengan mendapatkan gelar sarjana dan magister sekaligus.

Ivayani, lulusan tercepat dari Program Studi Doktor Ilmu Pertanian minat Fitopatologi yang juga meraih IPK 4,00, mewakili wisudawan/wati untuk menyampaikan rasa syukur serta kesan setelah menyelesaikan program pascasarjana Fakultas Pertanian UGM.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para dosen pembimbing yang senantiasa mengarahkan, memotivasi, dan memberikan wawasan ilmu pengetahuan selama proses pendidikan, persiapan penelitian, sampai penyelesaian tesis dan disertasi kami,” ujar Ivayani.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan pesannya kepada para wisudawan untuk berani membuka diri di masa depan, baik di dunia birokrasi, industri, wirausaha, maupun lainnya.

“Saya rasa, dengan segala kompetensi yang sudah Anda miliki dan telah resmi menjadi alumni Fakultas Pertanian UGM, Anda perlu berani membuka diri untuk menyambut dunia baru, di bidang apapun yang Anda inginkan,” ungkap Prof. Subejo.

Mengakhiri pesannya, Prof. Subejo menegaskan kepada para wisudawan/wati yang telah menjadi kolega alumni Fakultas Pertanian UGM untuk tidak merasa sungkan pulang kembali ke fakultas dan menyampaikan gagasan yang dimiliki.

Kegiatan ini sebagai upaya Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

 

Penulis: Nurul Aulia Dewi

Editor: Hanita Athasari Zain

Foto: Media Faperta UGM

 

1…89101112

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Tani Murni
    12/03/2026
  • Lowongan – Agro Harapan Lestari
    12/03/2026
  • Kebersamaan Hangat dalam Farewell Party Bersama Mahasiswa Yamagata University
    11/03/2026
  • Fakultas Pertanian Berpartisipasi dalam Sosialisasi Borang dan Pendampingan SCA 2026
    11/03/2026
  • Lowongan – PT Dharma Putra Sejahtera Abadi
    06/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju