
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Mukhlis Ibrahim, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dari tahap awal penelitian disertasinya hingga ke panggung internasional.

Mukhlis memulai perjalanan akademiknya dari proses screening disertasi yang penuh tantangan. Selama tiga bulan, ia tekun melakukan percobaan di laboratorium, menyusun rancangan penelitian, dan menghadapi berbagai hasil yang belum konsisten. Meski sempat diliputi keraguan, doa orang tua, bimbingan promotor, serta dukungan teman-teman menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.
Kerja keras tersebut berbuah manis ketika Mukhlis memperoleh kesempatan mempresentasikan hasil penelitiannya pada The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA) di Universitas Jember. Dalam forum tersebut, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, antara lain:
- Best Presenter Award at The 3rd International Conference on Sustainable Industrial Agriculture (IC-SIA).
- 2nd Place Winner of the National Young Researcher Award from the Indonesian Phytopathological Society.
- Young Researcher Appreciation Award (Under 30 Category).

Tidak berhenti di tingkat nasional, Mukhlis kemudian melangkah ke panggung internasional dengan berpartisipasi dalam 13th International Conference on Chemical and Biological Sciences (ICCBS 2026) di Osaka, Jepang. Di hadapan akademisi dan peneliti dari berbagai negara, ia mempresentasikan hasil penelitiannya sekaligus membangun jejaring akademik global. Partisipasi ini juga memberinya sertifikat berstandar internasional sebagai pengakuan atas kontribusi ilmiah yang diberikan.
Mukhlis menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar penghargaan pribadi, melainkan bukti bahwa langkah kecil yang dijalani dengan sepenuh hati dapat membuka jalan menuju kesempatan besar. Lebih dari itu, kebahagiaan terbesar hadir ketika ia mampu membanggakan orang tua, promotor, dan rekan-rekan seangkatan yang selalu mendukung perjuangannya.
“Tidak ada langkah kecil yang sia-sia apabila dilakukan dengan sepenuh hati. Kerja keras akan selalu menemukan jalannya, dan puncak tertinggi dari sebuah pencapaian adalah ketika kita mampu berbagi kebahagiaan dengan orang lain,” ungkap Mukhlis.
Prestasi Mukhlis Ibrahim menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi besar di panggung dunia. Prestasi ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga relevan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Mukhlis Ibrahim