• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki

berita Wednesday, 1 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi melalui partisipasi mahasiswanya dalam program pertukaran internasional ASEAN International Mobility for Students (AIMS). Kali ini, Nabilah Salma Jamaludin, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022, berkesempatan menimba ilmu di Universitas Ibaraki, Jepang selama kurang lebih empat bulan, mulai 25 September 2025 hingga 31 Januari 2026.

Selama mengikuti program AIMS, Nabilah mengambil sejumlah mata kuliah yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan, antara lain Adaptation to Environmental Change and Disaster Risk, Environmental and Symbiotic Science, Environmental Conservation Agriculture, serta Special Lecture on Regional Sustainability Science I & II. Ia juga mengikuti Field Experimental Works, Cross-Cultural Communication, dan Overview of Regional Sustainability Science.

Menurut Nabilah, sistem perkuliahan di Ibaraki University tidak jauh berbeda dengan di UGM. Namun, sebagai mahasiswa internasional, ia merasakan adanya fleksibilitas dari para dosen (sensei) dalam mendukung proses pembelajaran, baik di kelas maupun di laboratorium.

Selain pengalaman akademik, Nabilah juga memperoleh wawasan budaya yang berkesan. Ia menuturkan perbedaan kebiasaan masyarakat Tokyo dengan Osaka-Kyoto yang cukup unik. “Orang-orang Osaka-Kyoto terlihat lebih santai dibandingkan dengan Tokyo. Bahkan sekecil perbedaan posisi berdiri di eskalator saja menurutku menarik,” ujarnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah beradaptasi dengan cuaca dingin saat pergantian musim gugur ke musim dingin. Beruntung, setiap mahasiswa AIMS mendapat pendamping (buddy) dari laboratorium yang membantu mempersiapkan kebutuhan, termasuk pakaian musim dingin. “Setiap tempat baru itu mengaktifkan survival mode dalam diri saya, apalagi dengan perbedaan cuaca dan waktu. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri secara fisik dan mental,” tambahnya.

Nabilah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Fakultas Pertanian UGM yang selalu mendukung mahasiswa dalam setiap tahap program AIMS. Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan selama di Jepang, hingga setelah kembali ke Indonesia, dukungan fakultas menjadi faktor penting keberhasilan program ini.

Sebagai penutup, Nabilah memberikan motivasi bagi mahasiswa lain yang tertarik mengikuti AIMS. “Jangan takut untuk mencoba daftar, karena kamu tidak akan sendiri. Fakultas akan selalu membantu, dan kamu akan mendapatkan pengalaman serta teman-teman baru. Tapi, jangan lupa untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan programnya agar sesuai dengan kebutuhanmu. Semangat!” pesannya.

Partisipasi Nabilah dalam program AIMS turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Nabilah Salma Jamaludin

Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology

berita Wednesday, 1 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui program ASEAN International Mobility for Students (AIMS). Kali ini, kesempatan berharga diraih oleh Asayari Puspita Gutama, mahasiswa Program Studi Agronomi angkatan 2023, yang mengikuti pertukaran mahasiswa di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang selama kurang lebih 3,5 bulan, dari September hingga Desember 2025.

Selama di TUAT, Asayari mengambil 18 mata kuliah dengan total 18 SKS, mengingat sistem pembelajaran menetapkan satu SKS untuk setiap mata kuliah bagi mahasiswa pertukaran. Ia menuturkan bahwa sistem pembelajaran di TUAT memiliki perbedaan dibandingkan dengan di Indonesia, terutama karena banyak mata kuliah yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan. Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung penerapan materi, sehingga memperkuat pemahaman praktis sekaligus memperkaya pengalaman akademik.

Selain pengalaman akademik, Asayari juga memperoleh wawasan budaya yang berkesan. Ia menyoroti tingkat kesopanan masyarakat Jepang serta kerapihan lingkungannya. “Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi saya adalah bagaimana pengendara mobil sangat menghormati pejalan kaki. Misalnya, ketika ada orang yang hendak menyeberang di zebra cross, mobil akan berhenti dan menunggu sampai pejalan kaki tersebut selesai menyeberang,” ungkapnya.

Tantangan utama yang dihadapi adalah perbedaan musim yang cukup ekstrim dibandingkan dengan Indonesia. Suhu panas saat musim panas dan dingin saat memasuki musim dingin memerlukan penyesuaian fisik. Selain itu, aktivitas berjalan kaki juga jauh lebih banyak dibandingkan di Indonesia. “Jika di Jogja, saya jarang berjalan jauh, di Jepang saya berjalan kaki minimum sekitar 3 km setiap hari,” tambahnya.

Asayari menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian UGM yang selalu mendukung mahasiswa dalam program AIMS. Fakultas berperan aktif menjembatani komunikasi antara universitas tujuan dengan mahasiswa, serta sigap memberikan bantuan dan penjelasan jika terdapat pertanyaan atau kendala selama persiapan maupun pelaksanaan program.

Sebagai penutup, Asayari memberikan motivasi bagi mahasiswa lain yang tertarik mengikuti AIMS. “Jangan ragu-ragu untuk mencoba. Program ini memberikan banyak pengalaman baru, baik dari segi akademik, budaya, maupun pengembangan diri. Mahasiswa dapat mempelajari sistem pembelajaran yang berbeda, bertemu dengan teman dari berbagai negara, serta melatih kemandirian dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Pengalaman tersebut sangat berharga dan dapat menjadi salah satu pengalaman terbaik selama masa perkuliahan,” pesannya. Ia juga mengutip pepatah Lao Tzu “A journey of a thousand miles begins with a single step”

Partisipasi Asayari dalam program AIMS turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Asayari Puspita Gutama

 

Mahasiswa Mikrobiologi Pertanian UGM Ikuti Program AIMS di Gyeongsang National University, Korea Selatan

berita Monday, 30 March 2026

Sherly Aurora Cahyadewi, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022, berhasil terpilih mengikuti ASEAN International Mobility for Students (AIMS) di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan. Program ini berlangsung selama satu semester, dari Agustus hingga Desember 2025, dan menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan akademik sekaligus lintas budaya.

Selama di GNU, Sherly mengambil lima mata kuliah, yaitu International Cooperation in Agriculture, Comprehensive Crop Science Design, Farm Practice, English Reading and Writing using Media, serta Global Business English. Sistem pembelajaran di GNU relatif serupa dengan Fakultas Pertanian UGM, yang mengombinasikan presentasi, diskusi kelompok, praktik, dan penugasan. Namun, mata kuliah International Cooperation in Agriculture memberikan pengalaman yang unik melalui kegiatan field trip mingguan selama setengah semester, sehingga mahasiswa dapat mengamati langsung praktik dan manajemen pertanian di lapangan.

Sherly merasakan pengalaman budaya yang berkesan dengan bertemu teman, dosen, dan senior dari berbagai negara, seperti Filipina, Vietnam, China, Kyrgyzstan, Nigeria, Malaysia, Myanmar, dan Korea. Interaksi lintas budaya ini memperkaya pemahaman tentang toleransi dan keberagaman. Selain itu, pengalaman berkomunikasi dengan warga lokal di Kota Jinju, meski dengan keterbatasan bahasa Korea, memberikan pelajaran berharga tentang ketulusan, saling menghargai, dan toleransi antarbudaya.

Tantangan yang dihadapi Sherly antara lain perbedaan biaya hidup, keterbatasan akses terhadap makanan halal dan tempat ibadah, hambatan bahasa, serta adaptasi terhadap kondisi cuaca. Meskipun demikian, dukungan dari Fakultas Pertanian UGM sangat dirasakan, mulai dari persiapan dokumen, pemantauan perkembangan studi, hingga dukungan pendanaan untuk menunjang kegiatan selama di Korea Selatan.

“Jangan ragu untuk mendaftar, karena kalau sudah rejeki pasti ada jalannya. Siapkan essay, tes kemampuan bahasa Inggris, dan persyaratan lain sebaik-baiknya. Pelajari bahasa dan budaya negara tujuan agar lebih mudah beradaptasi. Tetapkan target yang ingin dicapai, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengeksplorasi, baik dari sisi akademik maupun budaya” pesan Sherly.

Partisipasi Sherly dalam AIMS mendukung beberapa capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Documentation: Sherly Aurora Cahyadewi

Mahasiswa Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM Ikuti Program AIMS di Ibaraki University

berita Monday, 30 March 2026

Hosana Adel Ivory, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2022, berhasil terpilih mengikuti program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) di Ibaraki University, Jepang. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari September 2025 hingga Januari 2026, dan menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan akademik sekaligus lintas budaya.

Di Ibaraki University, Hosana mengambil mata kuliah Overview of Regional Sustainability Science, Environmental and Symbiotic Sciences, Environmental Conservation Agriculture, serta Adaptation to Environmental Change and Disaster Risk. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan field works, lab works, seminar, dan kuliah tamu.

Sistem pembelajaran di Jepang menghadirkan nuansa yang berbeda, durasi perkuliahan mencapai 105 menit dan penempatan mahasiswa ke laboratorium disesuaikan dengan peminatan yang diambil. Setiap mahasiswa dibimbing langsung oleh profesor serta didampingi buddy dari laboratorium yang sama. Pola ini tidak hanya mengasah keterampilan riset, tetapi juga membuka peluang untuk membangun jejaring akademik di tingkat internasional.

Salah satu pengalaman budaya paling unik adalah saat bunkasai (文化祭) atau festival universitas di kampus Ami dan Mito. Hosana merasakan hangatnya pertukaran budaya melalui stand makanan yang menghadirkan cita rasa khas Jepang sekaligus Indonesia, seperti yakitori dan sate dengan bumbu kacang. Interaksi dengan mahasiswa Jepang, China, dan Vietnam memperkaya pemahaman lintas budaya serta memperkuat semangat kebersamaan.

Hosana mengakui bahwa tantangan terbesar selama mengikuti program ini adalah adaptasi bahasa dan administrasi, mengingat banyak dokumen di Jepang masih berbasis cetak. Namun demikian, dukungan dari Fakultas Pertanian UGM sangat dirasakan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga kepulangan. Penanggung jawab program AIMS juga secara rutin memantau perkembangan mahasiswa untuk memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang optimal.

Hosana turut mendorong mahasiswa lain untuk berani mengambil kesempatan mengikuti program AIMS. “Semangat ya! Siapkan kemampuan bahasa Jepang dan mental kemandirian. Jangan khawatir, karena buddy dan kakak-kakak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ibaraki akan membantu. Tetap terbuka mempelajari budaya baru dengan menghormati norma masyarakat. Jangan takut untuk mengambil kesempatan yang ada!” ujarnya.

Partisipasi Hosana dalam AIMS mendukung beberapa capaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Hosana Adel Ivory

Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Student Exchange di Korea Selatan dan Perkuat Kompetensi Akademik serta Budaya Internasional

berita Friday, 27 March 2026

Ridho Abiyyu Shah Kautsar, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2022 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), berkesempatan menjalani program student exchange di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan. Program ini berlangsung dari 29 Agustus hingga 23 Desember 2025, menjadi pengalaman berharga yang membuka cakrawala baru bagi Ridho, baik secara akademik maupun budaya.
Selama masa studi, Ridho mengambil lima mata kuliah: International Cooperation in Agriculture, Farm Practice 2PBL, Interpersonal Relationships, English Reading and Writing using Media, dan Global Business English. Ia merasakan atmosfer pembelajaran yang berbeda, di mana tugas-tugas lebih banyak berbentuk proyek kelompok. Pendekatan ini membuat mahasiswa terbiasa bekerja sama, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Materi yang diajarkan benar-benar mempersiapkan kami untuk terjun langsung ke dunia profesional,” ungkap Ridho.
Selain pengalaman akademik, Ridho juga terkesan dengan festival budaya internasional yang diselenggarakan oleh GNU. Mahasiswa dari berbagai negara menampilkan pertunjukan khas mereka, mulai dari Vietnam, Filipina, China, Mongolia, Kazakhstan, hingga Pakistan. Suasana penuh warna ini memperkaya wawasan lintas budaya dan mempererat persahabatan antar mahasiswa internasional.


Beradaptasi dengan musim dingin menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan. Terbiasa dengan iklim tropis, Ridho membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Namun, pengalaman ini justru menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan diri dan adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda.
Ridho menegaskan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh Fakultas Pertanian UGM. Bantuan finansial, bimbingan akademis dan non-akademis, serta fasilitas penunjang membuat program ini berjalan lancar. Fakultas selalu memastikan setiap kegiatan mahasiswa terlaksana dengan baik dan minim hambatan.


Program student exchange ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Ridho Abiyyu Shah Kautsar

Mahasiswa Akuakultur Faperta UGM Raih Pengalaman Berharga di Ibaraki University Japan melalui Program AIMS

berita Friday, 13 March 2026

Algifari Izzan Muska, atau akrab disapa Algi, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2022 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), berhasil mengikuti program pertukaran pelajar di Ibaraki University, Jepang sejak 25 September 2025 hingga 21 Januari 2026. Selama empat bulan, Algi tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga merasakan langsung pengalaman akademik dan budaya yang memperkaya perspektif globalnya.

Di Ibaraki University, Algi mengambil mata kuliah terkait pertanian berkelanjutan, ilmu tanah, serta riset laboratorium. Ia juga berkesempatan menjadi research assistant dalam penelitian soil science, sehingga dapat terlibat aktif dalam kegiatan penelitian. Menurutnya, sistem pembelajaran di Jepang memiliki pendekatan yang lebih berbasis diskusi dan penelitian, mendorong mahasiswa untuk kritis, aktif bertanya, serta intens berinteraksi dengan dosen dan sesama mahasiswa dalam proyek penelitian.

Selain pengalaman akademik, Algi juga merasakan budaya Jepang yang disiplin dan teratur, mulai dari transportasi yang tepat waktu hingga masyarakat yang menjunjung tinggi kebersihan dan sopan santun. Ia mengikuti berbagai kegiatan kampus bersama mahasiswa internasional, mencoba kuliner khas Jepang, serta belajar beradaptasi dengan cuaca musim gugur hingga dingin. Tantangan berupa language barrier pun berhasil ia atasi dengan bantuan kelas bahasa Jepang, teknologi, serta dukungan masyarakat lokal yang ramah.

Algi menegaskan bahwa dukungan Fakultas Pertanian UGM sangat penting dalam keberhasilannya mengikuti program AIMS (ASEAN International Mobility for Students). Fakultas memberikan bimbingan administratif dan akademik, termasuk proses konversi mata kuliah setelah kembali ke Indonesia. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk berani memanfaatkan kesempatan serupa, karena program pertukaran tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga membuka jejaring internasional, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta membangun perspektif global.

Pengalaman Algi di Ibaraki University selaras dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Algifari Izzan Muska

Japanese Class Bersama Mahasiswa Yamagata University: Belajar Kaligrafi hingga Eksplorasi Minat Peserta

berita Thursday, 5 March 2026

Program Japanese Class di Fakultas Pertanian UGM bersama mahasiswa Yamagata University menghadirkan suasana belajar yang kaya pengalaman dan interaksi lintas budaya. Kegiatan ini berlangsung setiap Senin hingga Jumat sejak 27 Februari 2026, dengan dua sesi utama, yaitu kelas pagi dan kelas siang, yang masing-masing menawarkan pendekatan berbeda namun sama-sama interaktif.

Pada Rabu, 4 Maret 2026, sesi pagi diawali dengan pengenalan seni kaligrafi Jepang (shudō). Kegiatan ini dipandu oleh Kyoka Matsuo (Science) dan Fumika Kobayashi (Engineering). Peserta diajak menulis nama mereka dalam gaya kaligrafi tradisional, sehingga dapat merasakan langsung keindahan estetika huruf Jepang sekaligus memahami filosofi ketelitian dan kesabaran yang melekat dalam praktik tersebut.

Selain itu, Ryota Watanabe (Science) dan Asuka Hashizume (Humanities and Social Sciences) membimbing peserta dalam mempelajari huruf dasar hiragana dan katakana. Sementara itu, Rara Suzuki (Collaborative Regional Innovation and Data Science) dan Kaito Yoshida (Science) memperdalam pemahaman peserta mengenai kanji. Pendekatan bertahap ini memberikan fondasi yang kuat untuk memahami struktur bahasa Jepang sekaligus menghargai nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Pada sesi siang, kegiatan difokuskan pada pengenalan diri serta eksplorasi minat belajar peserta. Proses ini dilanjutkan dengan pemetaan (plotting) sub-minat agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai kebutuhan. Beberapa kelompok minat yang terbentuk antara lain Anime Jepang dipandu oleh Kyoka, Hiragana & Katakana untuk pemula bersama Rara, Katakana dipandu oleh Fumika, Kanji dipandu oleh Asuka dan Kaito, serta Geografi Jepang dipandu oleh Ryota.

Dengan pembagian ini, peserta dapat lebih fokus mendalami aspek bahasa maupun budaya Jepang sesuai ketertarikan masing-masing, sehingga suasana belajar menjadi lebih personal dan menyenangkan. Program Japanese Class ini tidak hanya memperkuat kemampuan bahasa peserta, tetapi juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Rayakan Kelulusan, Faperta UGM Lepas Wisudawan Terbaik yang Tangguh dan Berdedikasi

beritaPrestasi Wednesday, 25 February 2026


Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meluluskan putra-putri terbaiknya dalam upacara Wisuda Sarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Momen ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan perayaan atas ketekunan dan kerja keras mahasiswa yang telah menuntaskan masa studi di tengah dinamika tantangan akademik.
Intan Kurnia Utami, menjadi Wisudawan Terbaik Fakultas Pertanian UGM dengan perolehan IPK 3,88, menyampaikan pesan mewakili seluruh mahasiswa Faperta UGM dalam sambutannya. Menempuh studi dalam waktu 4 tahun 4 bulan 30 hari, Intan merefleksikan bahwa perjalanan di Faperta UGM adalah proses pembentukan karakter menjadi pribadi yang lebih tangguh.
“Semua memiliki tantangan masing-masing. Ada masa tugas tanpa jeda, masa revisi yang panjang, hingga masa lelah yang membuat kita sempat bertanya, ‘apakah kita sanggup untuk melanjutkan?’. Namun, dari setiap tantangan itulah kita belajar tentang ketekunan dan tanggung jawab,” ungkap Intan.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh sivitas akademika Faperta UGM.


“Terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan keteladanan yang telah diberikan oleh Bapak dan Ibu Dosen. Kini, saatnya kami memulai masa pengabdian dengan cara masing-masing,” tambahnya dengan penuh semangat.
Selain penghargaan tingkat fakultas, Faperta UGM juga memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik dari masing-masing departemen. Adapun lulusan terbaik departemen tersebut adalah Nadya Nur Fauzia (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian; IPK 3,87), Azhari Hanafi (Departemen Budidaya Pertanian; IPK 3,85), Noor’ Izzani Salsabila Zukhrufa Jannah (Departemen Tanah; IPK 3,83), Aksanti Lutfi Dellasari (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan; IPK 3,83), Made Krisna Yudanartha (Departemen Perikanan, IPK 3,79), serta Nafisa Pangestu (Departemen Mikrobiologi Pertanian; IPK 3,73).
Keberhasilan para wisudawan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif lainnya di Faperta UGM untuk terus mengejar keunggulan akademik tanpa melupakan pengembangan karakter. Faperta UGM berharap para alumni baru ini dapat mengimplementasikan ilmu pertanian dan perikanan yang telah didapat untuk menjawab tantangan pangan global dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Melalui kontribusi akademik, riset, dan inovasi yang dihasilkan oleh para wisudawan, Faperta UGM turut berperan dalam pencapaian berbagai tujuan pembangunan global, antara lain SDG 1:Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3:Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Media Faperta UGM

Menuju Akreditasi Unggul, Faperta UGM Akselerasi Pengisian Dokumen LAM PTIP pada Workshop ke-3

berita Friday, 20 February 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Workshop Ketiga Pengisian Dokumen Pengajuan Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) pada Jumat (20/2). Bertempat di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh program studi di lingkungan Faperta UGM untuk menyelaraskan kualitas akademik dengan standar nasional terbaru.

Workshop ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dekanat dan sivitas akademika Faperta UGM. Fokus utama pertemuan kali ini adalah membedah secara mendalam progres pengisian dokumen akreditasi dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Acara dipandu secara kolaboratif oleh Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P. (Ketua Unit Jaminan Mutu Faperta UGM) dan Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan).

Dalam sesi pemaparan, terungkap bahwa secara kolektif, pengerjaan dokumen dari setiap program studi telah mencapai angka 50% hingga 70%. Capaian ini dinilai sangat positif mengingat kompleksitas instrumen akreditasi LAM PTIP yang menuntut ketelitian data dan bukti fisik yang kuat.

Peningkatan mutu melalui akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan bagian integral dari visi besar fakultas, yaitu Smart Eco-Bioproduction. Dengan meraih status akreditasi “Unggul”, Faperta UGM semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kegiatan ini turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Foto: Media Faperta UGM

Dr. Hoerussalam Wakili Wisudawan Terbaik: Syukur dan Kontribusi Pascasarjana Faperta UGM Periode II 2025/2026

berita Thursday, 22 January 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Purnawisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025/2026 dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Acara yang digelar di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Rabu, 21 Januari 2026 ini menjadi momen istimewa bagi para lulusan program magister (S2) dan doktor (S3) yang telah menuntaskan perjalanan akademik mereka. Selain sebagai perayaan atas capaian akademik individu, purnawisuda ini juga menegaskan komitmen Faperta UGM dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang pertanian yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Dr. Hoerussalam ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor Ilmu Pertanian dan dipercaya mewakili seluruh wisudawan dalam menyampaikan sambutan. Dalam pidatonya, ia menggambarkan purnawisuda sebagai perayaan atas proses akademik yang panjang sekaligus dinamika kehidupan mahasiswa S-2 dan S-3 di lingkungan Faperta UGM. Proses tersebut, menurutnya, menuntut ketekunan tinggi, ketangguhan berpikir kritis, kedewasaan emosional, serta kejujuran ilmiah sebagai fondasi utama dalam setiap tahap pembelajaran dan penelitian.

Lebih lanjut, Dr. Hoerussalam menyampaikan bahwa proses pembelajaran di Faperta UGM tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan teknis di bidang agronomi, agribisnis, maupun teknologi pangan, tetapi juga membentuk nilai-nilai luhur, seperti integritas akademik, etika penelitian, dan tanggung jawab keilmuan yang harus dijunjung tinggi sepanjang perjalanan karier profesional. Pengalaman akademik tersebut menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif, baik di sektor akademik, penelitian, maupun industri pertanian.

Pada akhir sambutannya, Dr. Hoerussalam menegaskan komitmen para lulusan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional, keberlanjutan sumber daya alam pertanian, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pertanian yang telah diperoleh. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika, keluarga, dan pemangku kepentingan untuk terus mendukung pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui kegiatan purnawisuda ini Faperta UGM berkomitmen dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Faperta UGM

123…15

BERITA FAKULTAS

  • Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki
    01/04/2026
  • Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology
    01/04/2026
  • Lowongan – Bank BPD DIY
    01/04/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Halal Bi Halal untuk Perkuat Silaturahmi dan Sinergi
    31/03/2026
  • Membuka Lembaran Baru: Kehangatan Syawalan Faperta UGM Perkuat Langkah Menuju Smart Eco-Bioproduction
    31/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju