• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • (Page 3)
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Wawancara Alumni Faperta UGM: Refleksi dan Harapan di Temu Alumni 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian kegiatan Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) 2026 pada Minggu, 20 September 2026, sejumlah alumni berbagi refleksi pengalaman masa kuliah serta menyampaikan harapan bagi pengembangan fakultas ke depan. Wawancara singkat ini menjadi ruang inspiratif untuk meneguhkan nilai kebersamaan sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika.

Onis, alumni Prodi Pemuliaan Tanaman angkatan 2006, menuturkan bahwa jika diberi kesempatan mengulang masa kuliah satu hari, ia ingin lebih fokus pada perkuliahan dan penyelesaian skripsi. “Dulu saya sambil bekerja sehingga waktu kuliah agak terbagi. Jika bisa mengulang, saya ingin lebih fokus agar penyelesaian studi tidak tertunda,” ungkapnya. Pesan ini mencerminkan pentingnya manajemen waktu dan komitmen akademik bagi mahasiswa.

Sementara itu, Jaka Waluya, alumni Agronomi angkatan 1986 dengan spesialisasi Pemuliaan Tanaman, menekankan bahwa semangat keguyuban di Faperta UGM tetap terjaga lintas generasi. “Keguyupannya tidak pernah berubah, selalu solid. Namun yang perlu dibenahi adalah bagaimana lulusan dipersiapkan menghadapi dunia setelah kuliah. Jangan berpikir lulusan Faperta hanya untuk bertani, karena kariernya sangat luas. Ilmu pertanian penting, tetapi ilmu hidup juga sangat menentukan,” jelasnya. Pandangan ini menegaskan relevansi pengembangan karier alumni yang lebih beragam dan adaptif.

Syahrul, alumni Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 1996, menyampaikan harapan singkat namun penuh makna. “Untuk Faperta ke depan, saya berharap kita bisa merakyat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujarnya. Perspektif yang disampaikan para alumni juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan kualitas pendidikan dan pembekalan mahasiswa dengan kompetensi akademik maupun keterampilan kehidupan berkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Penyiapan lulusan untuk memasuki berbagai bidang profesi dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pandangan mengenai luasnya pilihan karier lulusan pertanian juga berkaitan secara pendukung dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan peluang pengembangan kapasitas bagi lulusan dengan beragam latar belakang dan jalur karier. Sementara itu, keterhubungan alumni dengan almamater serta pertukaran pengalaman lintas generasi memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antara alumni, fakultas, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya.

 

Wawancara alumni ini tidak hanya menghadirkan refleksi personal, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, relevansi ilmu pertanian, dan arah pengembangan fakultas yang berkelanjutan. Fakultas Pertanian UGM berharap semangat alumni dapat terus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan sivitas akademika dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Tari Guyup Nusantara Warnai Temu Alumni Faperta UGM 2026

berita Thursday, 24 September 2026

Suasana Temu Alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali semarak dengan persembahan seni budaya bertajuk Tari Guyup Nusantara pada Minggu, 20 September 2026. Bertempat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, penampilan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekayaan budaya yang memperkuat ikatan alumni lintas generasi.

Persembahan tari ini merupakan hasil kolaborasi antara PP Kagama dan UGM, dibawakan oleh para alumni lintas angkatan: Sri Rida Farina (1986), Ngurah Ary Bebasari (1989), Nuning Issetyaning Pratiwi (1990), Safitriani (1990), Dian Pertiwi (2019), dan Zahra Seruni (2019). Kehadiran mereka di panggung tidak hanya menampilkan keindahan gerak tari, tetapi juga mempertegas semangat guyub yang menjadi ciri khas keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

Tari Guyup Nusantara menjadi medium yang menyatukan alumni dari berbagai angkatan, sekaligus memperlihatkan bahwa seni budaya dapat menjadi jembatan kebersamaan di tengah perayaan akademis. Penampilan ini menegaskan bahwa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan dan pembangunan pertanian, tetapi juga dalam pelestarian budaya bangsa.

Persembahan Tari Guyup Nusantara juga memiliki keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran lintas generasi dan pemanfaatan seni budaya sebagai ruang edukasi, ekspresi, serta penguatan nilai kebersamaan. Pelestarian dan pengenalan budaya dalam ruang komunitas juga berkaitan dengan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities), khususnya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sebagai bagian dari identitas komunitas. Keterlibatan alumni dari berbagai angkatan turut mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) melalui terciptanya ruang partisipasi yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam kegiatan bersama. Sementara itu, kolaborasi antara alumni, UGM, dan organisasi KAGAMA memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring dan kerja sama yang mendukung keberlanjutan komunitas akademik.

Melalui Tari Guyup Nusantara, Temu Alumni Faperta UGM 2026 tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan lintas generasi melalui seni dan budaya. Persembahan tersebut memperkaya rangkaian peringatan sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan yang terus tumbuh dalam keluarga besar Faperta UGM.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Ketua KAGAMA Faperta UGM Teguhkan Komitmen Alumni dalam Peringatan Lustrum XVI

berita Thursday, 24 September 2026

Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Ketua KAGAMA Fakultas Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., turut memberikan sambutan penuh makna dalam kegiatan Temu Alumni yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Minggu, 22 September 2026.

Selain menjabat sebagai Ketua KAGAMA Faperta, Mahmudi merupakan alumni Faperta UGM yang saat ini dipercaya memimpin sebagai Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), subholding gula di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Kiprahnya di dunia industri menunjukkan bagaimana alumni Fakultas Pertanian mampu berkontribusi tidak hanya dalam lingkup akademik, tetapi juga dalam pengelolaan sektor strategis nasional.

Dengan kapasitasnya sebagai pemimpin perusahaan sekaligus representasi alumni, Mahmudi menegaskan komitmen untuk terus mendukung kejayaan Fakultas Pertanian UGM. “Semoga Fakultas Pertanian makin jaya. Atas nama alumni, kami mengucapkan selamat atas Lustrum XVI dan ulang tahun ke-80,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam sambutannya, Mahmudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni dan mitra yang telah berkontribusi dalam penggalangan beasiswa KAGAMA Pertanian. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai Rp1,3 miliar, dan telah disalurkan kepada enam mahasiswa selama satu tahun. Dukungan ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni terhadap keberlanjutan pendidikan dan penguatan kapasitas generasi muda.

Mahmudi juga mengajak seluruh alumni untuk semakin meningkatkan keberadaan KAGAMA Pertanian sebagai wadah kolaborasi. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada alumni angkatan 1986, 1996, dan 2006 yang telah berperan sebagai tuan rumah dan memfasilitasi kegiatan ini.

Sambutan Ketua KAGAMA menegaskan pentingnya sinergi antara alumni, fakultas, dan mitra strategis. Dengan dukungan berkelanjutan, Fakultas Pertanian UGM diharapkan mampu melahirkan inovasi, memperluas jejaring, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Selain sebagai agenda temu alumni, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dukungan Beasiswa KAGAMA Pertanian berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities) karena bantuan finansial dapat membantu mengurangi hambatan ekonomi dalam memperoleh dan melanjutkan pendidikan. Sementara itu, kiprah alumni Faperta UGM di berbagai bidang profesional, termasuk sektor industri dan agroindustri, turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui kontribusi sumber daya manusia terdidik dan profesional dalam dunia kerja serta pembangunan sektor ekonomi. Kolaborasi antara alumni lintas angkatan, fakultas, dan mitra dalam pengembangan program beasiswa serta kegiatan alumni juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Lentera DESA Faperta UGM Perkuat Kelembagaan Petani Lewat Kelas Partisipatif di BPSDMP DIY

berita Wednesday, 23 September 2026

Perubahan iklim global yang kian dinamis menjadi tantangan nyata bagi stabilitas produktivitas sektor pertanian. Menjawab isu krusial tersebut, Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) DIY menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi dan Perubahan Iklim pada Jumat, 11 September 2026 di BPSDMP DIY. Dalam agenda ini, platform Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dipercaya hadir sebagai narasumber utama untuk membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Pertanian”.

Pelatihan ini menempatkan kelembagaan tani sebagai garda terdepan dalam membangun resiliensi terhadap dampak anomali cuaca dan krisis iklim. Sesi kelas dikemas secara inovatif menggunakan pendekatan participatory learning, di mana peserta diposisikan sebagai pusat pembelajaran (center of education). Melalui konsep ini, setiap peserta tidak hanya menyerap teori, tetapi juga saling berbagi pengalaman praktis lapangan dan bertindak sebagai sumber pengetahuan bagi peserta lainnya.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif dengan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Peserta diajak memetakan tantangan bersama, merumuskan strategi adaptasi kelompok, serta mengoptimalkan peran kelembagaan tani dalam memitigasi risiko gagal panen. Pendekatan berbasis digital dan partisipasi aktif ini memicu motivasi peserta untuk mewujudkan kelembagaan tani yang adaptif, solid, dan berdaya tahan tinggi menghadapi krisis iklim.

Keikutsertaan Faperta UGM melalui Lentera DESA dalam pelatihan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan kapasitas dan ketahanan ekonomi masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan tani dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran nonformal yang partisipatif, inklusif, dan berbasis media digital, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mendorong partisipasi yang setara dalam pembangunan pertanian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pelaku pertanian, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan penguatan kapasitas kelompok tani, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi serta mitigasi terhadap risiko perubahan iklim, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan kelembagaan tani, pengambilan keputusan partisipatif, dan tata kelola kelompok, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelembagaan pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Pererat Kerjasama dan Diplomasi Budaya, Faperta UGM Gelar Farewell Party Mahasiswa Yamagata University

berita Wednesday, 23 September 2026

Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Auditorium MMA Lantai 3 Gedung Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM pada Kamis, 10 September 2026. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka melepas kepulangan delegasi mahasiswa Yamagata University, Jepang, yang telah menyelesaikan program pembelajaran dan pertukaran akademik di Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan farewell party ini dihadiri oleh mahasiswa Yamagata University, tim buddy mahasiswa Faperta UGM yang mendampingi selama di Yogyakarta, serta para mahasiswa pegiat Japanese Class Faperta UGM. Acara diisi dengan sesi sharing budaya Jepang, persembahan penampilan bakat, aneka permainan kelompok (games) yang interaktif, hingga ramah tamah yang mempererat tali kekeluargaan antarmahasiswa lintas negara.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., hadir langsung memberikan sambutan hangat. Beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keikutsertaan para mahasiswa selama berada di kampus UGM, sekaligus berharap bahwa kemitraan historis antara UGM dan Yamagata University terus tumbuh secara berkelanjutan, khususnya dalam riset kolaboratif serta pengembangan sains pertanian global.

Kegiatan Farewell Party mahasiswa Yamagata University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran dan pertukaran wawasan lintas budaya, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, pengalaman internasional, dan jejaring mahasiswa, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan inklusivitas dan pemahaman antarbudaya, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan persahabatan, saling pengertian, dan diplomasi budaya antarmahasiswa lintas negara, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama akademik dan hubungan kelembagaan antara Universitas Gadjah Mada dan Yamagata University dalam bidang pendidikan dan sains pertanian.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara ramah tamah untuk menyambut empat tamu dari Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM, menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan membuka peluang kolaborasi baru di bidang pertanian serta agrokompleks.

Acara dibuka oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang memperkenalkan secara singkat enam departemen di Fakultas Pertanian. Beliau menekankan bahwa kerja sama dengan NUST telah terjalin sebelumnya melalui kuliah dan pelatihan, sehingga kehadiran delegasi kali ini menjadi bukti keberlanjutan kolaborasi yang produktif.

Selain Prof. Jaka dan Prof. Subejo, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang hadir antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Elly Syafriani, S.P. selaku Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian.

Dalam diskusi, pihak NUST menanyakan kemungkinan adanya program bersama. Fakultas Pertanian UGM menyambut baik gagasan tersebut, dengan menjelaskan adanya MOOC (Massive Open Online Course) sebagai platform pembelajaran daring, serta peluang melalui IUC (International Undergraduate Class) yang memungkinkan mahasiswa Namibia bergabung dalam program sarjana maupun magister di UGM.

Prof. Taryono menambahkan bahwa Fakultas Pertanian juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan benih untuk riset dan pengembangan, sehingga membuka banyak skema kolaborasi yang dapat dimanfaatkan bersama.

Acara ramah tamah ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke PIAT UGM dan Fakultas Pertanian, serta rencana penandatanganan MoU sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi akademik.

Pertemuan antara Fakultas Pertanian UGM dan Namibia University of Science and Technology (NUST) turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kerja sama di bidang pertanian dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan program akademik, pembelajaran lintas negara, serta perluasan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, jejaring profesional, dan kapasitas inovasi di bidang pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset, teknologi, dan inovasi pertanian serta peluang kerja sama dengan mitra industri; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pendidikan tinggi, pengetahuan, dan jejaring akademik internasional; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguhmelalui penguatan hubungan kelembagaan, dialog akademik, dan pertukaran pengetahuan lintas negara; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kemitraan strategis antara UGM dan NUST dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kapasitas.

Kehadiran delegasi NUST di Fakultas Pertanian UGM menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi dalam program akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Duta Maritim Bali Ajak Generasi Muda Jaga Laut melalui Konservasi, Gizi, dan Aksi Nyata

berita Friday, 18 September 2026

Menjaga keberlanjutan laut membutuhkan lebih dari sekadar upaya konservasi. Pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, peningkatan kesadaran masyarakat, serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memastikan ekosistem maritim tetap memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan mendatang. Pesan tersebut mengemuka dalam sesi orasi tiga perwakilan Forum Maritim Bali, yakni Ni Putu Esa Indah Suari selaku Duta Mangrove, Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein, dan Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim, dalam rangkaian Family Gathering Lustrum XVI Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Minggu, 13 September 2026.

Sesi orasi tersebut mengangkat sejumlah isu yang saling berkaitan dengan keberlanjutan maritim, mulai dari konservasi ekosistem mangrove dan pengurangan sampah plastik hingga pemanfaatan sumber daya ikan dan penguatan peran generasi muda dalam menjaga lingkungan laut.

Sebagai Duta Mangrove, Ni Putu Esa Indah Suari menyoroti pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan wilayah pesisir. Mangrove merupakan habitat bagi berbagai organisme, membantu melindungi wilayah pantai, serta memberikan manfaat ekologis dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, keberadaan sampah plastik menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu kualitas dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Menurutnya, konservasi mangrove tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan generasi muda. Kesadaran terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kebiasaan dan tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga terlibat dalam kegiatan konservasi di lingkungan sekitar.

Perspektif berbeda disampaikan oleh Nilo Nyoman Bubung Gayatri Daivi Adkhikara selaku Duta Protein. Ia mengangkat potensi ikan sebagai sumber protein dan bagian penting dari pemanfaatan sumber daya laut. Sebagai negara kepulauan dengan sumber daya perikanan yang besar, Indonesia memiliki potensi untuk mengoptimalkan hasil perikanan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Meski demikian, peningkatan kesadaran dan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap konsumsi ikan tetap menjadi perhatian. Pengenalan terhadap manfaat ikan sebagai sumber pangan bergizi diharapkan dapat mendorong pola konsumsi yang lebih beragam sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sumber daya perikanan Indonesia.

Sementara itu, Putu Diandra Kanaya Bimaputri selaku Runner Up Duta Maritim menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem maritim. Generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat dari kekayaan laut, tetapi juga memiliki peran dalam menentukan bagaimana sumber daya tersebut dikelola dan dijaga untuk masa depan.

“The ocean is not just a place to enjoy, but to protect,” ujar Putu Diandra.

Pesan tersebut menegaskan bahwa laut merupakan ruang kehidupan yang memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan manusia. Karena itu, kepedulian terhadap laut perlu diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam orasinya, Putu Diandra menyampaikan sejumlah bentuk keterlibatan yang dapat dilakukan generasi muda, seperti kegiatan pembersihan pantai, penanaman mangrove, edukasi lingkungan ke sekolah, serta keterlibatan dalam berbagai forum yang mendorong kepedulian terhadap isu maritim. Upaya mengurangi penggunaan plastik juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan secara individual maupun kolektif.

Ketiga perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan maritim memiliki dimensi yang luas dan saling berkaitan. Konservasi mangrove, pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan bergizi, pengurangan sampah plastik, edukasi lingkungan, serta keterlibatan generasi muda merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga ekosistem laut. Melalui pendekatan tersebut, sumber daya maritim tidak hanya dipandang sebagai kekayaan alam yang dimanfaatkan, tetapi juga sebagai aset ekologis yang perlu dikelola secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kesadaran terhadap ikan sebagai sumber pangan dan protein untuk mendukung pemenuhan giz, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai pangan bergizi dan pentingnya lingkungan pesisir yang sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai konservasi, lingkungan, dan isu kemaritiman, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui ruang partisipasi dan kepemimpinan yang setara bagi generasi muda, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kesadaran terhadap potensi sumber daya maritim yang dapat dikelola secara berkelanjutan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjanganmelalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan kesempatan berpartisipasi dalam isu lingkungan, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan plastik dan penerapan perilaku konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui konservasi mangrove, pengurangan pencemaran plastik, peningkatan kesadaran terhadap sumber daya perikanan, dan aksi nyata menjaga lingkungan laut, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pelestarian ekosistem mangrove sebagai bagian dari ekosistem pesisir yang menghubungkan lingkungan darat dan laut, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan partisipasi masyarakat dan kepemimpinan generasi muda dalam isu lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara generasi muda, komunitas maritim, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.

Melalui sesi orasi tersebut, Forum Maritim Bali menghadirkan perspektif yang saling melengkapi mengenai hubungan antara konservasi, pangan dan gizi, serta peran generasi muda dalam menjaga laut. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan maritim membutuhkan pengetahuan, kepedulian, dan aksi nyata yang dilakukan secara konsisten. Bagi generasi muda, menjaga laut dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekitar dan berkembang menjadi gerakan bersama untuk memastikan sumber daya maritim tetap lestari bagi generasi mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Family Gathering Meriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menggelar Family Gathering pada Minggu, 13 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI. Acara ini menjadi momentum kebersamaan sivitas akademika, tenaga kependidikan, alumni, serta keluarga besar fakultas dalam memperkuat ikatan kekeluargaan dan semangat kontribusi bagi pertanian Indonesia.

Rangkaian Dies Natalis ke-80 tahun ini mengusung tema ‘Smart Eco Bioproduction & Pertanian Regeneratif: Menuju Kedaulatan Pangan Berkelanjutan’. Tema ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus berinovasi dalam pengembangan pertanian modern yang ramah lingkungan, berbasis regenerasi sumber daya, dan berorientasi pada kedaulatan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menegaskan komitmen fakultas untuk terus bersatu dan berdampak bagi kemajuan pertanian nasional. “Terus bersatu, terus berdampak untuk kemajuan pertanian Indonesia. Selama 80 tahun kita sudah berkontribusi dalam pembangunan SDM pertanian. Kita tetap menjadi keluarga besar yang menjunjung nilai kejujuran. Dengan ini rangkaian Dies Natalis dan Lustrum kita mulai,” ujarnya penuh semangat.

Family Gathering berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Acara dimulai dengan jalan sehat keluarga besar Fakultas Pertanian UGM, dilanjutkan dengan sarapan bersama, persembahan seni angklung, penampilan Forum Maritim Bali, serta pengundian doorprize yang menambah keceriaan peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi bagi sivitas akademika melalui pengumuman dan penyerahan hadiah lomba Dies Natalis, yang menampilkan kreativitas dan semangat inovasi civitas fakultas.

Family Gathering bukan sekadar ajang rekreasi, tetapi juga simbol kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan Fakultas Pertanian UGM. Dengan melibatkan seluruh unsur keluarga besar fakultas, kegiatan ini memperkuat rasa memiliki dan komitmen bersama untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia yang berkelanjutan.

Kegiatan Family Gathering Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui jalan sehat dan penguatan gaya hidup aktif, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan komitmen fakultas dalam membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan semangat dan kapasitas sivitas akademika untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur keluarga besar fakultas dalam suasana kebersamaan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan nilai kebersamaan, integritas, dan kejujuran, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan sinergi seluruh keluarga besar Fakultas Pertanian UGM.

Dengan semangat kebersamaan, Family Gathering Dies Natalis ke-80 menjadi awal yang penuh energi untuk rangkaian kegiatan akademik, riset, dan inovasi yang akan digelar sepanjang tahun, menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus berkarya dan berdampak bagi bangsa.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tim INTOCO UGM Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa 2026

berita Friday, 18 September 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional. Tim INTOCO yang beranggotakan Muhammad Fajar, Aziz Dafa Fadillah, Samuel Panji Sri Wijaya (Teknologi Rekayasa Mesin/2024), Hanum Rahma Nurfadila (Ilmu Tanah/2024), serta Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis/2024), dengan bimbingan Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., berhasil lolos pendanaan PKM periode Juni–September 2026.

Tim ini mengusung karya inovatif berupa alat tempering cokelat bernama INTOCO (Integrated Tempering Operation with Cooling Heating Control). Inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap potensi kakao di Kabupaten Kulon Progo yang selama ini diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis menjadi produk cokelat. Meski memiliki peluang besar dalam pengembangan agroindustri lokal, proses produksi masih menghadapi kendala pada tahap tempering cokelat yang dilakukan manual, memakan waktu hingga 60 menit, dan berisiko gagal hingga 40 persen.

Menjawab tantangan tersebut, INTOCO hadir sebagai teknologi tepat guna yang mengintegrasikan proses pemanasan dan pendinginan dalam satu sistem. Dilengkapi dengan pemantauan suhu real-time, alat ini mampu mempercepat proses produksi, menjaga konsistensi mutu cokelat, serta menekan tingkat kegagalan produksi. Kehadiran INTOCO diharapkan menjadi solusi nyata bagi mitra KWT Pawon Gendis sekaligus mendorong penguatan agroindustri lokal berbasis komoditas kakao.

Tim INTOCO berharap penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi produksi cokelat, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah. Dengan demikian, potensi kakao Kulon Progo dapat berkembang menjadi produk agroindustri yang berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.

Capaian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan teknologi inovatif, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui dukungan terhadap pengembangan usaha agroindustri yang melibatkan Kelompok Wanita Tani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan peluang usaha, peningkatan produktivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung hilirisasi kakao.

Kegiatan ini juga turut mendukung capaian SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap inovasi dan teknologi bagi pelaku agroindustri lokal, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui proses produksi yang lebih efisien dan konsisten, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, universitas, dan kelompok masyarakat dalam pengembangan agroindustri kakao lokal.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim INTOCO PKM UGM

 

 

Mahasiswa S2 Ilmu Tanah UGM Raih Penghargaan Internasional dalam Kompetisi Riset FAO-AUN-AFS

Prestasi Friday, 18 September 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Rendi Saputra, mahasiswa Magister Ilmu Tanah angkatan genap 2025 Fakultas Pertanian UGM, berhasil meraih gelar juara dalam FAO-AUN-AFS Youth Research Proposal Competition 2026 untuk kategori Better Environment.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) bekerja sama dengan ASEAN University Network (AUN) dan Universiti Putra Malaysia (UPM), bertepatan dengan pelaksanaan The 10th International Agriculture Congress (IAC10) yang berlangsung di Courtyard by Marriott, Malaka, Malaysia, pada 8–10 September 2026.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas gagasan inovatif yang diajukan Rendi dalam mendukung pembangunan sistem agrifood berkelanjutan. Proposal yang ia ajukan menekankan pentingnya inovasi berbasis riset untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik, sejalan dengan tema besar kompetisi “Empowering Youth Innovation for Sustainable Agrifood Systems.”

Sertifikat penghargaan ditandatangani oleh Prof. Dr. Anjas Asmara Samsudin, Chairman of the ASEAN University Network for Agriculture and Food, Universiti Putra Malaysia. Kehadiran Rendi dalam ajang internasional ini sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa UGM dalam forum akademik global, khususnya dalam bidang pertanian berkelanjutan dan inovasi lingkungan.

Capaian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan gagasan inovatif untuk mendukung sistem agrifood yang berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi dan pengalaman akademik mahasiswa pada forum riset internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam menghasilkan inovasi bagi sektor pertanian, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan proposal riset dan inovasi berbasis pengetahuan.

Selain itu, turut berkontribusi pada SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan kesempatan generasi muda untuk berpartisipasi dalam forum akademik dan kompetisi internasional, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui gagasan pengelolaan sumber daya dalam sistem agrifood secara berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui perhatian terhadap pengelolaan dan keberlanjutan lingkungan daratan dalam sistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara FAO, AUN, UPM, dan institusi pendidikan dalam mendorong inovasi generasi muda.

Keberhasilan Rendi Saputra tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UGM, tetapi juga memperlihatkan bagaimana generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional dengan membawa gagasan inovatif untuk masa depan pertanian dan lingkungan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Rendi Saputra

12345…23

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi dan Riset Agroekosistem, Faperta UGM Resmi Jalin Kerja Sama Strategis Bersama BRMP Kalimantan Selatan
    04/11/2026
  • Perluas Jejaring Kolaborasi Internasional, Faperta UGM Gelar Diskusi Potensi Kemitraan Strategis Bersama Kyoto University
    04/11/2026
  • Sambut Kunjungan SMAN 2 Boyolali dan MAN Insan Cendekia Paser, Faperta UGM Paparkan Keunggulan Akademik setiap Departemen
    04/11/2026
  • Pagelaran Kasepuluh 2026 Rayakan Satu Dekade Perjalanan dan Inspirasi Generasi Muda untuk Pertanian Berkelanjutan
    02/11/2026
  • Perkuat Jejaring Global dan Riset Teh Berkelanjutan, Faperta UGM Sambut Kunjungan Delegasi Anhui Agricultural University China
    02/11/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju