
Dalam upaya mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta penciptaan inovasi teknologi agrikultur, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) kerja sama dengan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan. Proses penandatanganan kerja sama strategis ini dilangsungkan pada hari ini di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Pertanian UGM, menandai langkah konkrit Faperta UGM dalam memperluas cakupan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di luar Pulau Jawa.

Melalui kemitraan yang diresmikan di kampus Bulaksumur ini, Faperta UGM membuka peluang luas bagi mahasiswa program sarjana maupun pascasarjana untuk melaksanakan riset tugas akhir, Praktik Kerja Lapangan (PKL), hingga program pengabdian masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan. Karakteristik agroekosistem Kalimantan Selatan yang sangat khas dan beragam—mulai dari lahan rawa lebak hingga lahan pasang surut—dinilai memiliki potensi besar untuk difungsikan sebagai laboratorium lapangan (living lab) yang ideal dalam mendukung kegiatan akademis, pembelajaran interaktif, dan pengembangan inovasi teknologis.

Pimpinan Faperta UGM menegaskan bahwa sinergi antara dunia akademis dan lembaga pemerintah di daerah merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan ketahanan pangan masa depan. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa di lapangan, tetapi juga untuk merancang riset-riset terapan yang dapat menghasilkan rekomendasi teknologi pertanian presisi dan efisien bagi masyarakat tempatan.
Melalui semangat sinergi berkelanjutan yang diikrarkan hari ini, Faperta UGM bersama BRMP Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus melahirkan SDM pertanian yang adaptif, inovatif, serta siap mengawal terwujudnya sektor pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern berbasis keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan penelitian dan inovasi pertanian yang berpotensi mendukung ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan kesempatan pembelajaran lapangan, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas SDM dan pengembangan potensi sektor pertanian daerah; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi penelitian terapan dan pengembangan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik agroekosistem lokal; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peluang pengembangan praktik pertanian yang adaptif terhadap kondisi lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui dorongan pengelolaan sumber daya lahan dan agroekosistem secara berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM