• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint

berita Friday, 2 October 2026

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (Prodi PKP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi internasional. Mesalia Kriska, S.P., M.Sc., dosen Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Wageningen University and Research (WUR), Belanda, menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan ecoprint dengan dukungan pendanaan dari WUR pada Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) An Naba ini turut dibersamai oleh Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., Sekretaris Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM. Pelatihan ecoprint menjadi wujud nyata sinergi akademik lintas negara untuk mendukung kemandirian perempuan tani melalui pemanfaatan potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya, anggota KWT An Naba diajak untuk menguasai keterampilan kreatif dalam teknik cetak alami yang ramah lingkungan. Mereka juga diperkenalkan pada peluang usaha baru berbasis produk kreatif berkelanjutan yang dapat membuka jalan bagi pemberdayaan ekonomi perempuan. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan cara memanfaatkan daun dan bunga di sekitar lingkungan menjadi produk bernilai jual tinggi, sehingga potensi lokal dapat diolah menjadi sumber penghasilan baru.

Prodi PKP Faperta UGM menyampaikan terima kasih kepada Wageningen University and Research atas dukungan pendanaan, serta apresiasi kepada seluruh anggota KWT An Naba yang menunjukkan antusiasme tinggi. Ia berharap ilmu yang dibagikan dapat terus berkembang dan membawa dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas dan peluang pengembangan ekonomi bagi perempuan tani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan serta peluang usaha berbasis produk kreatif; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi produk dan keterampilan kreatif berbasis potensi lokal; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan akses kelompok masyarakat terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jejaring pengembangan kapasitas; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan bahan alami dan potensi lokal dalam menghasilkan produk kreatif; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan sumber daya tumbuhan secara bijaksana dalam kegiatan kreatif berbasis lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM, Wageningen University and Research, dan kelompok masyarakat.

Dengan semangat berbagi ilmu dan kolaborasi lintas negara, pelatihan ecoprint ini menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian UGM mampu menghadirkan solusi inovatif bagi pemberdayaan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat peran akademisi Indonesia dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Sosek

Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM

berita Friday, 2 October 2026

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Guru Besar Bidang Virologi Tumbuhan pada Selasa, 22 September 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Sedyo sebagai guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, amanah ini dapat semakin memperkaya perkembangan ilmu virologi tumbuhan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Sedyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dekanat, kolega, dan alumni yang hadir. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, Prof. Sedyo berharap acara sederhana ini dapat menjadi wadah kebersamaan dan apresiasi atas perjalanan akademiknya.

Doa bersama kemudian dipimpin oleh Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Doa tersebut memohon agar Prof. Sedyo senantiasa diberikan kesehatan lahir batin serta kekuatan dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan pendidik.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah bersama Prof. Sedyo dan keluarga. Rekan sejawat, alumni, serta kolega turut memberikan ucapan selamat, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan hidangan yang menambah kehangatan suasana.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset virologi tumbuhan yang mendukung perlindungan tanaman dan ketahanan pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM semakin meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus

berita Friday, 25 September 2026

Peringatan Lustrum ke-XVI sekaligus Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM menjadi pembuktian bahwa alumni senantiasa menjadi mitra strategis dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi almamater. Hal ini ditandai dengan seremoni penyerahan Buku Inspirasi Alumni bertajuk “Dari Bulaksumur ke Ladang Bakti: Refleksi Alumni Pertanian UGM untuk Bangsa” pada perhelatan Temu Alumni KAGAMA Pertanian di Auditorium Faperta UGM, Minggu (20/9).

Buku inspirasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum KAGAMA Pertanian, Mahmudi, S.P., M.Si., kepada pihak almamater yang diwakili Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.. Karya ini merangkum jejak pengabdian, pemikiran kritis, serta kontribusi nyata para sarjana pertanian Bulaksumur yang kini berkiprah di berbagai penjuru ladang pengabdian masyarakat, industri agribisnis, pemerintahan, hingga lembaga riset internasional.

Keberhasilan penyelenggaraan temu alumni yang dipromotori oleh Angkatan 1986, 1996, dan 2006 ini juga terwujud berkat dukungan kemitraan industri agribisnis dan perbankan terkemuka, seperti Petrokimia Gresik, Sinergi Gula Nusantara (SGN), PT Sang Hyang Seri, BISI, Indomaret, Bank Mandiri, BSI, Bank BTN, Bank BRI, serta Bank Jateng. Kolaborasi erat antara universitas, alumni, dan korporasi ini menjadi pilar utama dalam mengakselerasi transformasi pertanian modern berbasis Smart Eco Bioproduction.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui buku inspirasi alumni yang menghadirkan pengalaman, rekam jejak, dan keteladanan untuk memperkaya wawasan mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomimelalui keterhubungan pendidikan pertanian dengan dunia profesional, industri, dan agribisnis; SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan keterhubungan antara pengetahuan dan inovasi agrokompleks di lingkungan akademik dengan kebutuhan industri modern; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, alumni, BUMN, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung Pendidikan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM

berita Friday, 25 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) sukses menyelenggarakan Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., Guru Besar Bidang Virologi Tumbuhan pada Selasa, 22 September 2026 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen fakultas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian yang diwakili oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangga atas pengukuhan Prof. Sedyo sebagai guru besar ke-30 di Fakultas Pertanian UGM. Harapannya, amanah ini dapat semakin memperkaya perkembangan ilmu virologi tumbuhan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Sedyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran dekanat, kolega, dan alumni yang hadir. Beliau menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan penuh kerendahan hati, Prof. Sedyo berharap acara sederhana ini dapat menjadi wadah kebersamaan dan apresiasi atas perjalanan akademiknya.

Doa bersama kemudian dipimpin oleh Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Doa tersebut memohon agar Prof. Sedyo senantiasa diberikan kesehatan lahir batin serta kekuatan dalam menjalankan peran sebagai peneliti dan pendidik.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah bersama Prof. Sedyo dan keluarga. Rekan sejawat, alumni, serta kolega turut memberikan ucapan selamat, dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan hidangan yang menambah kehangatan suasana.

Capaian ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan riset virologi tumbuhan yang mendukung perlindungan tanaman dan ketahanan pangan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan jejaring keilmuan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Pertanian UGM semakin meneguhkan perannya sebagai pusat keunggulan akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Duta Maritim Bali Kenalkan Potensi Tuna dan Pentingnya Keberlanjutan Laut kepada Generasi Muda

berita Friday, 25 September 2026

Potensi kelautan Indonesia tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dikenalkan dan dijaga keberlanjutannya oleh generasi muda. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna yang menghadirkan para Duta Maritim Bali dalam Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) di Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, para duta memperkenalkan ikan tuna dari berbagai perspektif, mulai dari nilai ekonomi dan kandungan gizi hingga peluang inovasi pengolahan dan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ni Putu Indhira Laksmi Putri, Runner Up V Duta Maritim Bali 2026, menjelaskan bahwa tuna dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan isu kelautan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, tuna memiliki karakteristik yang relevan untuk menghubungkan aspek ekonomi, pangan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Menurut saya, ikan tuna bisa menjadi simbol yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” ujar Ni Putu Indhira.

Ia menjelaskan bahwa tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang luas. Di sisi lain, tuna juga dikenal sebagai sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, termasuk asam lemak omega-3. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan sumber daya kelautan Indonesia.

Namun, pemanfaatan tuna perlu diiringi dengan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Ni Putu Indhira menyoroti ancaman seperti overfishing dan pencemaran sampah plastik yang dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Jika ikan tuna terancam oleh overfishing dan sampah plastik, maka inilah yang menjadi sinyal darurat bahwa laut kita sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tuna tidak hanya dapat dipandang sebagai komoditas pangan dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut yang pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Sementara itu, Ni Kadek Selbi Tariadani, Runner Up Duta Maritim Bali 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan potensi sumber daya kelautan dengan inovasi pengolahan pangan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi pengolahan tuna yang ditujukan kepada peserta Family Gathering di lingkungan Faperta UGM.

Dalam wawancara tersebut, Ni Kadek Selbi menyampaikan bahwa potensi hasil perikanan dari wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Kegiatan demonstrasi menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa hasil perikanan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa Faperta UGM untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, potensi pangan Indonesia berasal dari sumber daya daratan maupun lautan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Pengolahan hasil perikanan seperti tuna juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan secara optimal dan bertanggung jawab.

Dimensi pendidikan dan keberlanjutan turut disampaikan oleh Ni Kadek Keisha Suparta, Runner Up II Duta Kids Maritim Bali 2024. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran mengenai sektor maritim sejak usia dini. Menurutnya, kepedulian terhadap laut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, tetapi juga melalui proses mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.

“Kami sebagai Duta Kids Maritim Bali berharap agar generasi muda dapat menjadi generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan ikut berperan dalam menjaga dan memajukan potensi Indonesia,” tutur Ni Kadek Keisha.

Ia juga mengaitkan peran generasi muda dengan pengembangan ekonomi biru dan cita-cita membangun Generasi Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai maritim perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut dapat tumbuh sejak dini.

Pesan serupa disampaikan oleh I.G.A. Kineta Adiaraya, Runner Up I Pra Kids Maritim Bali 2025. Menurutnya, kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Masyarakat yang berada jauh dari laut pun dapat berkontribusi melalui perilaku sehari-hari.

“Walaupun saya tinggal jauh dari pesisir, saya berhak untuk menjaga laut,” tegas I.G.A. Kineta.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air, memilah sampah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi mengenai lingkungan laut.

Rangkaian wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna tersebut memperlihatkan bahwa isu maritim memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Potensi tuna dapat dibahas dari sisi pangan dan gizi, nilai ekonomi, inovasi pengolahan, hingga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Kehadiran Duta Maritim Bali di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai kelautan dapat dibangun melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Pengenalan terhadap komoditas seperti tuna menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengetahuan mengenai sumber daya laut dengan persoalan pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen sumber daya maritim, tetapi juga memahami nilai, potensi, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing dan berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan sektor maritim Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai ikan sebagai bagian dari pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai potensi, pemanfaatan, dan keberlanjutan sumber daya maritim, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan nilai ekonomi dan peluang pengembangan hasil perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui demonstrasi serta pengembangan inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan edukasi mengenai isu kemaritiman kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan secara lebih optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan, ancaman overfishing, pengurangan pencemaran, dan perlindungan ekosistem laut; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan aktivitas di daratan turut memengaruhi kesehatan ekosistem pesisir dan laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi antara Duta Maritim Bali, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta kepedulian terhadap keberlanjutan maritim.

Melalui pengenalan potensi tuna dan edukasi mengenai keberlanjutan laut, kegiatan ini menegaskan bahwa membangun budaya maritim tidak harus dimulai dari wilayah pesisir. Kepedulian dapat tumbuh dari ruang pendidikan, keluarga, komunitas, hingga tindakan sederhana sehari-hari. Dari sana, generasi muda dapat mengambil peran dalam memastikan kekayaan laut Indonesia tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Agriculture Field Seminar 2026: UGM dan Shizuoka University Perkuat Kolaborasi Akademik

berita Thursday, 24 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyambut kehadiran delegasi dari Shizuoka University, Jepang, dalam rangkaian kegiatan Agriculture Field Seminar 2026 pada 14 September 2026. Acara ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan akademisi kedua universitas untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring internasional, serta mengembangkan gagasan inovatif di bidang pertanian berkelanjutan.

Acara pembukaan di Ruang Dekanat Fakultas Pertanian UGM dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., pejabat UGM bidang kerja sama internasional; serta Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc., Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan. Dari pihak Shizuoka University hadir Prof. Motohashi Reiko dan Yuko Yoneda, Ph.D., yang telah lama menjadi mitra strategis UGM dalam program ini.

Kegiatan ini turut dikoordinasi oleh Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Budidaya Pertanian, yang memastikan rangkaian seminar berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar maksimal bagi mahasiswa Shizuoka University. Selain itu, kerja sama antara UGM dan Shizuoka University telah dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. sejak 2008, dengan pembaruan terakhir pada tahun 2026 yang semakin memperkuat kolaborasi di bidang penelitian.

Dalam sambutannya, Dr. Siti Ari Budhiyanti menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa Shizuoka University dan berharap mereka dapat menikmati pengalaman belajar selama dua minggu di Yogyakarta. Prof. Motohashi Reiko menekankan bahwa kerja sama ini telah berlangsung sejak sebelum pandemi COVID-19 dan menjadi sarana berharga untuk saling bertukar ilmu.

Sementara itu, Prof. Puji Astuti menambahkan bahwa rangkaian kegiatan seminar akan mencakup pembelajaran di Fakultas Pertanian, kunjungan ke PIAT UGM, serta interaksi langsung dengan petani lokal, sehingga diharapkan menghasilkan pembelajaran baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prof. Tri Joko menegaskan bahwa program ini telah diinisiasi sejak 2008 dan resmi berjalan sejak 2010, sehingga kini telah berusia 16 tahun. Ia berharap keberlanjutan program ini semakin memperkuat hubungan akademik antara UGM dan Shizuoka University.

Kegiatan seminar diawali dengan presentasi mahasiswa Shizuoka University yang terbagi dalam empat kelompok dengan topik Coffee, Tropical Fruit Trees, Tempe, dan Natural Rubber. Diskusi dilanjutkan dengan kuliah umum dari tiga pembicara dengan judul presentasi sebagai berikut:

  • Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D. (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta UGM): “Plant Immunity System and Induced Resistance Utilization in Plant Disease Management”
  • Yuko Yoneda, Ph.D. (Shizuoka University): “Asia Bridge Program and My Research Topics”
  • Motohashi Reiko (Shizuoka University): “An Introduction to My Lab’s Research”

Agriculture Field Seminar 2026 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan yang mengangkat berbagai komoditas pertanian dan isu pertanian berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), khususnya melalui penguatan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa dalam memahami sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Di sisi lain, rangkaian seminar, presentasi mahasiswa, kuliah umum, pembelajaran lapangan, dan kunjungan laboratorium mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan pengalaman belajar lintas negara yang memperluas pengetahuan dan perspektif mahasiswa.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pertukaran pengetahuan mengenai penelitian serta teknologi pertanian dan pengenalan lingkungan laboratorium sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi. Sementara itu, keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Shizuoka University memperkuat kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring akademik internasional, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas, dan kolaborasi penelitian.

Melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengalaman lapangan, inovasi, dan kemitraan internasional, Agriculture Field Seminar 2026 menjadi bagian dari komitmen Faperta UGM dalam memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara ramah tamah untuk menyambut empat tamu dari Namibia University of Science and Technology (NUST) pada Selasa, 15 September 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Dekanat Gedung A1 Fakultas Pertanian UGM, menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional dan membuka peluang kolaborasi baru di bidang pertanian serta agrokompleks.

Acara dibuka oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian UGM, yang memperkenalkan secara singkat enam departemen di Fakultas Pertanian. Beliau menekankan bahwa kerja sama dengan NUST telah terjalin sebelumnya melalui kuliah dan pelatihan, sehingga kehadiran delegasi kali ini menjadi bukti keberlanjutan kolaborasi yang produktif.

Selain Prof. Jaka dan Prof. Subejo, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang hadir antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan SDM, Dr. Elly Syafriani, S.P. selaku Sekretaris Departemen Budidaya Pertanian, serta Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. selaku dosen Departemen Budidaya Pertanian.

Dalam diskusi, pihak NUST menanyakan kemungkinan adanya program bersama. Fakultas Pertanian UGM menyambut baik gagasan tersebut, dengan menjelaskan adanya MOOC (Massive Open Online Course) sebagai platform pembelajaran daring, serta peluang melalui IUC (International Undergraduate Class) yang memungkinkan mahasiswa Namibia bergabung dalam program sarjana maupun magister di UGM.

Prof. Taryono menambahkan bahwa Fakultas Pertanian juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan benih untuk riset dan pengembangan, sehingga membuka banyak skema kolaborasi yang dapat dimanfaatkan bersama.

Acara ramah tamah ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke PIAT UGM dan Fakultas Pertanian, serta rencana penandatanganan MoU sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi akademik.

Pertemuan antara Fakultas Pertanian UGM dan Namibia University of Science and Technology (NUST) turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kerja sama di bidang pertanian dan pengembangan sistem pangan berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan program akademik, pembelajaran lintas negara, serta perluasan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa internasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, jejaring profesional, dan kapasitas inovasi di bidang pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset, teknologi, dan inovasi pertanian serta peluang kerja sama dengan mitra industri; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pendidikan tinggi, pengetahuan, dan jejaring akademik internasional; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguhmelalui penguatan hubungan kelembagaan, dialog akademik, dan pertukaran pengetahuan lintas negara; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kemitraan strategis antara UGM dan NUST dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan kapasitas.

Kehadiran delegasi NUST di Fakultas Pertanian UGM menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi dalam program akademik global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

37 Kilogram Tuna Warnai Family Gathering Faperta UGM, Kenalkan Potensi Pangan Laut

berita Friday, 18 September 2026

Sebanyak 37 kilogram ikan tuna hadir dalam rangkaian Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui kolaborasi dengan Forum Maritim Bali pada Minggu, 13 September 2026. Tuna yang telah dipotong dan dibumbui tersebut diolah menjadi beragam sajian, di antaranya sate dan sashimi, serta dinikmati bersama oleh peserta kegiatan.

Kehadiran tuna tidak sekadar menjadi bagian dari hidangan dalam kegiatan kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi hasil laut sebagai sumber pangan bergizi. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan dan perbaikan jaringan. Melalui penyajian tuna dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat pemanfaatan hasil perikanan sebagai bagian dari sumber pangan dan protein.

Selain memiliki nilai gizi, tuna merupakan salah satu komoditas hasil perikanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui inovasi pengolahan pangan. Pengolahan ikan menjadi berbagai jenis sajian dapat memperkenalkan keragaman pemanfaatan hasil laut sekaligus membuka perspektif mengenai potensi pengembangan produk pangan berbasis sumber daya perikanan.

Kegiatan ini juga memperlihatkan keterkaitan antara sektor pertanian, pangan, dan kelautan. Sebagai bagian dari sistem pangan yang saling terhubung, hasil perikanan dapat dikembangkan melalui pendekatan pengolahan, inovasi, dan edukasi sehingga manfaatnya dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Kolaborasi antara Faperta UGM dan Forum Maritim Bali dalam menghadirkan tuna pada Family Gathering menjadi salah satu bentuk pengenalan potensi pangan laut kepada sivitas akademika. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang interaksi dan edukasi mengenai pentingnya mengenal sumber daya pangan Indonesia, baik yang berasal dari daratan maupun lautan.

Lebih dari sekadar sajian, kehadiran 37 kilogram tuna dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya laut Indonesia memiliki potensi yang dapat dikenalkan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatannya perlu berjalan seiring dengan kesadaran terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dan ekosistem laut.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesadaran mengenai konsumsi pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi mengenai potensi pangan laut dan pemanfaatan hasil perikanan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan potensi nilai tambah dan pengembangan produk berbasis hasil perikanan, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan dan pengenalan inovasi pengolahan hasil perikanan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk pangan secara lebih bernilai tambah dan bertanggung jawab, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui peningkatan kesadaran terhadap potensi dan keberlanjutan sumber daya laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM dan Forum Maritim Bali dalam kegiatan edukasi dan pengenalan potensi pangan laut.

Melalui kegiatan tersebut, ikan tuna tidak hanya hadir sebagai hidangan dalam Family Gathering Faperta UGM, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan potensi pangan laut, pentingnya sumber protein, inovasi pengolahan hasil perikanan, serta kesadaran terhadap keberlanjutan sumber daya maritim. Dari sebuah sajian di meja makan, tuna menjadi pintu masuk untuk mengenalkan hubungan antara pangan, inovasi, dan keberlanjutan laut kepada sivitas akademika.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Kenal Kebun 2026: Mengajak Mahasiswa Baru Belajar Pertanian Langsung di Lapangan

berita Friday, 18 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan agenda rutin tahunan Kenal Kebun 2026, sebuah program yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa baru dengan mengunjungi kebun teh dan kakao yang dikelola oleh PT Pagilaran.

Kegiatan Kenal Kebun 2026 dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu Gelombang I pada 28–30 Agustus 2026 dan Gelombang II pada 4–6 September 2026. Kegiatan ini melibatkan 412 mahasiswa baru program sarjana angkatan 2026, termasuk mahasiswa program internasional AIMS dan Yamagata University.

Selama kunjungan ke Unit Produksi Pagilaran (Teh), mahasiswa diajak mengelilingi tiga afdeling kebun teh inti untuk mempelajari berbagai aspek budidaya, mulai dari pembibitan, teknik pemuliaan, pemangkasan, hingga praktik replanting dan infilling. Mereka juga mengamati jenis-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menjadi tantangan dalam budidaya teh.

Sementara itu, di Unit Produksi Segayung (Kakao), mahasiswa memperoleh wawasan tentang budidaya kakao, mulai dari pembibitan, perawatan, hingga proses pascapanen. Sebagai bagian dari pengalaman holistik, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi UGM Cocoa Teaching and Learning Industry (CTLI), fasilitas pabrik sekaligus pusat pembelajaran yang berfokus pada pengolahan dan hilirisasi produk kakao.

Program Kenal Kebun menjadi sarana penting bagi mahasiswa baru untuk memahami dunia pertanian secara nyata. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat praktik budidaya dan pengolahan hasil pertanian secara langsung.

Kegiatan Kenal Kebun 2026 berkontribusi pada pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pemahaman tentang produksi pertanian, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran langsung berbasis pengalaman, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan dunia kerja dan rantai nilai sektor perkebunan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan teknologi pengolahan dan hilirisasi kakao, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemahaman mengenai pengelolaan produksi dan hasil pertanian secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengenalan pentingnya praktik pertanian yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemahaman pengelolaan tanaman dan lingkungan perkebunan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM, PT Pagilaran, dan mitra internasional dalam mendukung pembelajaran pertanian.

Dengan semangat belajar langsung di lapangan, Kenal Kebun 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia pertanian secara lebih dekat, membangun kepedulian terhadap keberlanjutan, dan menyiapkan diri sebagai generasi penerus yang siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Tim INTOCO UGM Lolos Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa 2026

berita Friday, 18 September 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional. Tim INTOCO yang beranggotakan Muhammad Fajar, Aziz Dafa Fadillah, Samuel Panji Sri Wijaya (Teknologi Rekayasa Mesin/2024), Hanum Rahma Nurfadila (Ilmu Tanah/2024), serta Nagita Selviana (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis/2024), dengan bimbingan Ir. Irfan Bahiuddin, S.T., M.Phil., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., berhasil lolos pendanaan PKM periode Juni–September 2026.

Tim ini mengusung karya inovatif berupa alat tempering cokelat bernama INTOCO (Integrated Tempering Operation with Cooling Heating Control). Inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap potensi kakao di Kabupaten Kulon Progo yang selama ini diolah oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendis menjadi produk cokelat. Meski memiliki peluang besar dalam pengembangan agroindustri lokal, proses produksi masih menghadapi kendala pada tahap tempering cokelat yang dilakukan manual, memakan waktu hingga 60 menit, dan berisiko gagal hingga 40 persen.

Menjawab tantangan tersebut, INTOCO hadir sebagai teknologi tepat guna yang mengintegrasikan proses pemanasan dan pendinginan dalam satu sistem. Dilengkapi dengan pemantauan suhu real-time, alat ini mampu mempercepat proses produksi, menjaga konsistensi mutu cokelat, serta menekan tingkat kegagalan produksi. Kehadiran INTOCO diharapkan menjadi solusi nyata bagi mitra KWT Pawon Gendis sekaligus mendorong penguatan agroindustri lokal berbasis komoditas kakao.

Tim INTOCO berharap penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi produksi cokelat, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan hasil pertanian menjadi produk olahan bernilai tambah. Dengan demikian, potensi kakao Kulon Progo dapat berkembang menjadi produk agroindustri yang berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat lokal.

Capaian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam pengembangan teknologi inovatif, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui dukungan terhadap pengembangan usaha agroindustri yang melibatkan Kelompok Wanita Tani, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan peluang usaha, peningkatan produktivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat berbasis komoditas lokal, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mendukung hilirisasi kakao.

Kegiatan ini juga turut mendukung capaian SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap inovasi dan teknologi bagi pelaku agroindustri lokal, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui proses produksi yang lebih efisien dan konsisten, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien dalam pemanfaatan sumber daya, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, universitas, dan kelompok masyarakat dalam pengembangan agroindustri kakao lokal.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim INTOCO PKM UGM

 

 

123…17

BERITA FAKULTAS

  • Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint
    02/10/2026
  • Tasyakuran Pengukuhan Guru Besar Prof. Sedyo Hartono Warnai Sejarah Faperta UGM
    02/10/2026
  • Vigoasa Kalina Zaida Artha Raih Medali Emas di Kejuaraan Internasional Taekwondo 2026
    25/09/2026
  • Lustrum XVI Fakultas Pertanian UGM: Alumni Tetap Menjadi Mitra Strategis Kampus
    25/09/2026
  • 5 Praktikum Tak Terlupakan yang Selalu Diingat Alumni Fakultas Pertanian UGM
    25/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju