• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • page. 2
Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Program Magister Fitopatologi UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasinya di tingkat global melalui pencapaian akreditasi internasional. Program Studi Magister Fitopatologi resmi memperoleh sertifikat akreditasi dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang dikenal sebagai otoritas penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi ini menetapkan bahwa Program Magister Fitopatologi UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, program studi memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Magister Fitopatologi UGM memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser pada 14 Juli 2026.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Magister Fitopatologi, yang berfokus pada ilmu penyakit tumbuhan, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang fitopatologi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang ilmu penyakit tumbuhan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan ilmu yang mendukung kesehatan tanaman, perlindungan ekosistem darat, dan keberlanjutan sistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Fitopatologi UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Sukses Pertahankan Standar Mutu Akademik melalui Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian penting dalam pengakuan mutu akademik internasional. Berdasarkan keputusan Komisi Akreditasi ASIIN. yang berkedudukan di Düsseldorf, Jerman, sejumlah program studi di lingkungan Fakultas Pertanian dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan akreditasi. Surat resmi tertanggal 14 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Managing Director ASIIN, Dr. Iring Wasser, ditujukan kepada Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K).

Dalam keputusan tersebut, empat program studi memperoleh status akreditasi penuh dengan masa berlaku hingga 30 September 2031, yaitu:

  1. Ba Agricultural Microbiology (Sarjana Mikrobiologi Pertanian) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  2. Ma Phytopathology (Magister Fitopatologi) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  3. Ma Pest Science (Magister Ilmu Hama Tanaman) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  4. Ma Fisheries Science (Magister Ilmu Perikanan) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi

Pencapaian ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga standar akademik yang diakui secara internasional, sekaligus memperkuat reputasi institusi dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi global dan siap bersaing di dunia kerja, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan pengakuan internasional dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Sertifikat akreditasi terbaru telah diterbitkan dan dikirimkan bersama surat keputusan tersebut.

 

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga memperkuat posisi UGM sebagai universitas yang konsisten menghasilkan lulusan berdaya saing global, mengembangkan inovasi di bidang pertanian, serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Dampak Curah Hujan Ekstrem terhadap Keamanan Mikrobiologis Air Minum: Prof. YU Xin Bagikan Solusi Teknologi Sanitasi di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Kelancaran pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan merupakan kebutuhan mendasar kita setiap hari, namun jaminan tersebut kini menghadapi tantangan berat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem global. Menanggapi isu penting ini, sesi paralel kedua dalam rangkaian Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026, menghadirkan pakar ekologi lingkungan terkemuka dari Xiamen University, China, Prof. YU Xin.

Prof. YU Xin, yang merupakan peneliti dari College of the Environment & Ecology, Xiamen University, membawakan materi bertajuk “Impacts of Extreme Precipitation on Microbial Safety of Drinking Water”. Profesor YU mengupas bagaimana hujan lebat ekstrem dan badai topan mampu menyapu bakteri serta polutan dari daratan, lalu membawanya masuk ke dalam sumber air baku yang menjadi tumpuan konsumsi masyarakat harian.

Dalam paparannya, Prof. YU menjelaskan bahwa saat curah hujan ekstrem terjadi, limpasan air dari area hutan atau padang rumput membawa muatan bakteri patogen dalam jumlah yang sangat masif menuju bendungan atau sungai. Fenomena drought-to-flood transition (perubahan mendadak dari kering ke banjir) ini berisiko meloloskan bakteri berbahaya seperti Legionella dan Mycobacterium ke dalam instalasi pengolahan. Menariknya, riset Profesor YU menunjukkan bahwa setelah badai mereda, ekosistem bakteri di sepanjang pipa air minum akan merestrukturisasi dirinya sendiri secara alami untuk mencapai kestabilan baru agar air tetap aman dikonsumsi.

Sesi yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Melalui diseminasi riset mutakhir ini, Fakultas Pertanian UGM secara konsisten mempertegas kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengkajian teknologi mitigasi krisis air bersih ini merupakan langkah nyata dalam mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan keamanan mikrobiologis air minum serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi dalam sistem pengolahan air turut berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kajian mengenai dampak curah hujan ekstrem terhadap kualitas air mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi akademik internasional dalam program ini juga memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antaruniversitas dalam pengembangan solusi ilmiah bagi tantangan global.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Fakultas Pertanian UGM Gelar Koordinasi Persiapan Program SEED Bersama PT Petrokimia Gresik

berita Thursday, 23 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar rapat koordinasi bersama PT Petrokimia Gresik pada Senin, 20 Juli 2026, di Lab. Venture Gedung AGLC Lantai 6. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) yang akan menjadi rangkaian pra-kegiatan menuju Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada Agustus 2026.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Kantor Administrasi Faperta UGM, Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., Ketua Unit Media dan Sistem Informasi, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., serta lima perwakilan dari PT Petrokimia Gresik. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan diimplementasikan dalam program tersebut.

Program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan inovatif dalam memperkuat ekosistem pertanian yang cerdas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk merancang solusi kreatif yang dapat diimplementasikan dalam bentuk media, strategi, teknologi, maupun berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan layanan PT Petrokimia Gresik bagi sektor pertanian.

Program ini bertujuan mempermudah akses informasi dan edukasi pertanian, menghubungkan petani dengan produk, teknologi, dan layanan yang relevan, serta mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian Indonesia.

Fakultas Pertanian UGM dipilih sebagai mitra penyelenggara karena memiliki kekuatan akademik yang komprehensif dalam bidang sistem budidaya, agroteknologi, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian, hingga dinamika pembangunan pertanian. Keunggulan tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan riil petani dan perkembangan sektor pertanian nasional.

Program ini menyasar mahasiswa program sarjana dan pascasarjana. Mahasiswa sarjana diharapkan menghadirkan ide-ide yang kreatif dan visioner, sedangkan mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menawarkan solusi yang lebih aplikatif dan berbasis hasil riset.

Mengusung tema besar “Design the Future of Smart Precision Farming Ecosystem,” SEED mengajak mahasiswa merancang berbagai solusi untuk mendukung pengembangan ekosistem pertanian presisi di Indonesia. Salah satu subtema yang diangkat adalah optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi, termasuk pada sektor perikanan yang mulai menjadi perhatian nasional sepanjang tahun 2026.

Sebagai luaran program, setiap peserta akan menyusun Innovation Canvas dan infografis yang mampu mengomunikasikan ide secara efektif kepada berbagai pemangku kepentingan. Seluruh karya akan melalui proses seleksi sebelum dipresentasikan pada tahap akhir.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penjaringan peserta pada 27 Juli–10 Agustus 2026, diikuti pengumpulan ide pada 30 Juli–10 Agustus 2026. Tahap seleksi pertama akan dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Pitching Session serta Grand Pitch and Awarding Ceremony yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Pertanian UGM dan PT Petrokimia Gresik berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia. Program SEED juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir strategis, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung transformasi menuju ekosistem smart precision farming yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang inovatif dan siap menghadapi kebutuhan industri, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan solusi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung sektor pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui gagasan mengenai optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong inovasi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Author: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Regina Claudia Setiawan: Juara 1 Kompetisi Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional

Prestasi Wednesday, 22 July 2026

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan kebanggaan melalui salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta), Regina Claudia Setiawan, dari Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2022. Pada tanggal 1 Juli 2026, Regina berhasil meraih Juara 1 dalam Kompetisi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diselenggarakan oleh PPID UGM. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, menjadikannya wadah kompetisi yang menuntut kreativitas, ketajaman analisis, serta keberanian menyuarakan gagasan.

Dalam kategori Presentasi 3 Menit Keterbukaan Informasi Publik, Regina tampil dengan ide inovatif bertajuk “Peran Mahasiswa melalui Pendekatan RADAR (Responsive Advocate, Digital Connector, and Research Auditor) dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik di Perguruan Tinggi”. Konsep RADAR yang ia usung menekankan pentingnya mahasiswa sebagai agen perubahan yang responsif terhadap isu publik, mampu menghubungkan masyarakat melalui teknologi digital, serta kritis dalam melakukan audit berbasis riset. Gagasan ini tidak hanya relevan dengan konteks akademik, tetapi juga mencerminkan peran strategis mahasiswa dalam memperkuat tata kelola informasi yang transparan di lingkungan pendidikan tinggi.

Prestasi Regina menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UGM tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi pada isu-isu strategis yang berdampak luas bagi masyarakat. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat reputasi UGM sebagai universitas yang konsisten mendorong keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Capaian Regina memiliki relevansi kuat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dalam literasi informasi publik, keterampilan komunikasi akademik, dan pengembangan pemikiran kritis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta pengembangan gagasan inovatif berbasis pendekatan RADAR, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui penguatan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola informasi di lingkungan perguruan tinggi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi yang terjalin dalam kompetisi nasional dan pertukaran gagasan antarmahasiswa.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Regina Claudia Setiawan

ISILF 2026 Rumuskan Komitmen Strategis dan Pembentukan Working Group

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian forum dengan sesi peneguhan komitmen strategis dan pembentukan working group (WG). Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Dr. Elly Syafriani, S.P., dengan dua narasumber, yaitu Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P (UGM), Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura) dalam agenda perumusan rekomendasi, kesepakatan bersama, serta penyusunan tindak lanjut pascaforum.

Dalam diskusi penutup, perwakilan dari BRIN menegaskan kesiapan lembaga riset nasional untuk menjadi mitra kolaborasi industri perbenihan. Narasumber dari Departemen Budidaya Pertanian UGM menambahkan bahwa fakultas telah rutin melakukan pelatihan dan pendidikan terkait perbenihan, serta membuka kesempatan riset kolaboratif dengan perusahaan, seperti yang pernah dilakukan dalam penyelesaian permasalahan varietas kelapa di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa universitas dapat berperan langsung dalam menjawab kebutuhan industri.

Sementara itu, perwakilan dari UGM menekankan bahwa industri perlu membantu merumuskan kebutuhan yang dapat dijadikan dasar bagi kampus dalam menyusun program riset dan pendidikan. Forum juga menyepakati bahwa pada bulan Oktober mendatang akan diluncurkan Working Group R&D sebagai tindak lanjut dari diskusi hari ini. WG tersebut akan difasilitasi penuh oleh Departemen Budidaya Pertanian, dengan fokus pada kemitraan riset dan inovasi, serta pengembangan program jangka pendek maupun jangka panjang.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa pembentukan WG merupakan langkah strategis untuk merealisasikan hasil diskusi, memperkuat kolaborasi universitas–industri, dan memastikan keberlanjutan ekosistem riset perbenihan di Indonesia.

Rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dalam ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset dan pengembangan benih unggul melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan inovasi yang berkontribusi pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus menyelenggarakan pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pembentukan tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Inisiatif pembentukan Working Group (WG) Research and Development (R&D) sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi menjadi implementasi nyata SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Lebih dari itu, sinergi yang dibangun antara universitas, industri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud konkret SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ISILF 2026 Bahas Model Pendidikan Pascasarjana untuk Profesional Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian diskusi dengan sesi strategis bertajuk Graduate Education for Industry Professionals pada 11 Juni 2026. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Enik Nurlaili Afifah, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan fokus pada model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri benih modern.  Narasumber sesi ini adalah Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P. (UGM), dan Ir. Mulyantoro, M.P., Ph.D. (PT BISI International Tbk).

Diskusi menegaskan bahwa industri benih membutuhkan sumber daya manusia berkelas dengan pendidikan pascasarjana yang fleksibel. Seorang narasumber dari industri menekankan bahwa keterbatasan waktu, lokasi, dan padatnya aktivitas pekerja industri menjadi tantangan nyata, sehingga model pendidikan harus adaptif, misalnya melalui sistem hybrid daring. Kolaborasi antara universitas dan perusahaan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan profesional, dengan supervisi bersama yang menjaga kerahasiaan data sekaligus menghasilkan riset yang relevan bagi industri.

Narasumber lain menambahkan bahwa pengalaman magang dan penelitian sejak jenjang S1 hingga S3 telah membuka ruang kolaborasi nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan virus baru pada tanaman hortikultura. Program pascasarjana diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memecahkan masalah nyata yang dihadapi perusahaan.

Kesimpulan forum menekankan perlunya model pembelajaran pascasarjana yang fleksibel, berbasis komitmen, dukungan pimpinan, akses data, dan komunikasi yang intensif. Diskusi juga membuka peluang beasiswa khusus di bidang perbenihan melalui kerja sama antara UGM, pemerintah, dan asosiasi, sehingga dapat memperkuat ekosistem talenta jangka panjang bagi industri benih.

Forum ISILF 2026 memiliki relevansi yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengembangan talenta di bidang pemuliaan tanaman dan industri benih berkontribusi terhadap SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, kolaboratif, serta berbasis kebutuhan industri mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang relevan dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan kompetensi profesional untuk menjawab kebutuhan industri juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi riset yang berfokus pada penyelesaian permasalahan nyata industri, termasuk pemanfaatan hasil penelitian untuk inovasi sektor perbenihan, sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Upaya pengembangan riset untuk menghadapi tantangan penyakit tanaman serta memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan lingkungan juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Selain itu, kerja sama antara universitas, pemerintah, asosiasi, dan industri dalam penyelenggaraan pendidikan, supervisi riset, serta penyediaan beasiswa merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

UGM Perkuat Kemitraan Riset Universitas–Industri dalam ISILF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi riset antara universitas dan industri. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel pada 11 Juni 2026 ini dipandu oleh Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura), dengan menghadirkan narasumber Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., dan Dr. Azis Natawijaya, S.P., M.Si. (PT Bumitama Gunajaya Agro).

Diskusi menekankan bahwa kolaborasi riset tidak sekadar proyek penelitian, melainkan kerja bersama untuk memecahkan masalah nyata. Dr. Eka menegaskan kesiapan UGM dalam penelitian pemuliaan tanaman dan agronomi, dengan fasilitas yang memadai serta arah pengembangan yang berfokus pada produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan. Dr. Rizky menambahkan bahwa kolaborasi harus dibangun atas dasar komunikasi dan kepercayaan, sehingga universitas dapat membentuk talenta yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, Dr. Azis menyoroti pentingnya efisiensi dalam kegiatan breeding melalui kerja sama genbank, agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan dari PT Sang Hyang Seri (SHS) menekankan perlunya dukungan universitas dalam pelepasan varietas dan pengelolaan genbank, mengingat SHS memiliki koleksi 1.500 plasma nutfah padi namun menghadapi kendala rejuvenasi akibat keterbatasan SDM dan pembiayaan. Menanggapi hal ini, Dr. Eka menyatakan kesediaan kampus untuk mendukung pengujian varietas, sementara Dr. Rizky menegaskan bahwa fasilitas pengujian di Departemen Budidaya Pertanian telah dibuka dan dapat diakses melalui laman Fakultas Pertanian UGM. Moderator menutup dengan penekanan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan kemitraan riset universitas–industri.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi riset harus menghasilkan manfaat nyata bagi industri sekaligus memperkuat kapasitas akademik universitas. Dengan sinergi yang berkelanjutan, UGM diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan riset perkebunan dan perbenihan yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Forum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset pemuliaan tanaman, pengembangan varietas unggul, serta pengelolaan sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Kolaborasi antara universitas dan industri dalam kegiatan penelitian, magang, serta pemanfaatan fasilitas pengujian mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya membangun talenta yang adaptif dan siap berkontribusi pada sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan teknologi pemuliaan tanaman, penguatan sistem genbank, serta inovasi dalam penelitian varietas unggul menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di samping itu, pengelolaan dan pelestarian plasma nutfah sebagai sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui konservasi keanekaragaman hayati pertanian dan pemanfaatan sumber daya genetik secara berkelanjutan. Kolaborasi yang erat antara Universitas Gadjah Mada, industri benih, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

ISILF 2026 Teguhkan Perspektif Lintas Sektor untuk Penguatan Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun ekosistem perbenihan nasional pada 11 Juni 2026. Pada sesi pleno bertajuk Consolidating Sector Perspectives yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel, diskusi dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. bersama Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., dengan fokus pada konsolidasi hasil diskusi sektoral dan identifikasi prioritas nasional lintas sektor.

Dalam pembukaan, Andrianto Ansari menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill bagi calon pemulia dan tenaga profesional di bidang perbenihan. Mentalitas menghadapi situasi baru, integritas menjaga kerahasiaan, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan menjadi soft skill utama yang harus dimiliki. Sementara itu, hard skill yang relevan mencakup analisis penanda molekuler, agronomi, manajemen sumber daya genetik, serta jiwa bisnis dalam mengelola usaha benih. Ia menambahkan bahwa pelatihan sertifikasi dan manajemen benih, termasuk pemahaman ISO, menjadi kebutuhan mendesak agar produsen benih mampu mengelola produksi hingga distribusi secara profesional.

Prof. Taryono menegaskan bahwa benih merupakan blueprint budidaya pertanian dan kunci kedaulatan pangan. Ketersediaan benih unggul bermutu tinggi tidak hanya menentukan keberhasilan budidaya, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan pangan nasional. Ia menyoroti perlunya rencana penguatan industri benih dalam tiga horizon: jangka panjang melalui penelitian dan inovasi, jangka menengah melalui pendidikan formal dan non-formal, serta jangka pendek melalui pelatihan teknis. Harapannya, Jogja dapat menjadi pusat benih nasional maupun internasional, dengan slogan “Ingat Jogja, Ingat Benih” sebagai penguat identitas.

Diskusi pleno menghasilkan kesepakatan mengenai prioritas pelatihan yang harus segera dikembangkan, antara lain pelatihan smart breeding yang mengintegrasikan pendekatan konvensional dan teknologi digital, pelatihan produksi benih berbasis sistem informasi, analisis pasar untuk memahami kebutuhan petani, serta pelatihan manajemen mutu berbasis ISO. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan soft skill dan pengelolaan plasma nutfah Indonesia juga menjadi agenda penting.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa penguatan industri benih harus dilakukan secara berlapis, dengan kolaborasi erat antara pemerintah, universitas, dan perusahaan. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan SDM yang tangguh, inovasi yang relevan, serta sistem regulasi yang mendukung keberlanjutan industri benih nasional.

Forum ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan industri benih melalui penyediaan benih unggul berkualitas mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Integrasi pendidikan formal, pelatihan teknis, sertifikasi profesi, serta pengembangan hard skills dan soft skills mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Upaya mencetak tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Penerapan smart breeding, sistem informasi produksi benih, manajemen mutu berbasis ISO, serta penguatan riset dan inovasi menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem industri benih merupakan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pengelolaan dan pemanfaatan plasma nutfah Indonesia yang turut dibahas dalam forum juga mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kapal: Langkah Nyata Melindungi Akuakultur Tropis di Hari Terakhir SC-STAF 2026

berita Saturday, 18 July 2026

Rangkaian kegiatan kelas paralel Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 mencapai puncaknya pada Jumat, 10 Juli 2026. Memasuki hari terakhir pelaksanaan kelas paralel, atmosfer forum ilmiah ini tetap dipenuhi antusiasme tinggi dari para peserta. Kelas paralel penutup ini berhasil menjadi ruang diskusi yang krusial, membedah berbagai riset aplikatif mutakhir yang mempertemukan inovasi teknologi dengan kebutuhan mendesak di sektor industri dan pelestarian lingkungan maritim.

Salah satu narasumber dalam sesi tersebut adalah Jingjing Wang, Associate Research Fellow sekaligus kandidat doktor dari Universiti Putra Malaysia. Dengan latar belakang di bidang teknik kimia dan teknik lingkungan dari Tongji University, Wang memaparkan hasil penelitiannya mengenai teknologi pengolahan limbah domestik kapal.

Dalam presentasinya yang bertajuk “Copper-Based Catalytic Treatment of Ship Domestic Sewage for Protecting Tropical Coastal Aquaculture and Sustainable Fisheries,” Wang memaparkan solusi inovatif berupa penggunaan katalis berbasis tembaga untuk memurnikan limbah domestik dari kapal. Menggunakan sampel nyata dari Pelabuhan Ningbo (Tiongkok) dan Pelabuhan Klang (Malaysia), ia menjelaskan bagaimana teknologi pembersihan lanjutan ini mampu menghancurkan polutan organik berbahaya serta senyawa pengganggu hormon (yang kerap lolos dari penyaringan biasa.

Sebagai penutup, forum menggarisbawahi bahwa inovasi sistem pengolahan limbah ini bukan sekadar pencapaian teknik kimia semata, melainkan instrumen vital dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, riset ini berkontribusi langsung pada SDG 14: Ekosistem Laut dengan menjaga kualitas air pesisir dari kontaminasi zat kimia berbahaya , SDG 2: Tanpa Kelaparan lewat jaminan keamanan pangan akuakultur yang dikonsumsi masyarakat , SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui modernisasi teknologi perkapalan yang ramah lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi universitas.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

1234…12

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa Prodi Ilmu Tanah Raih Prestasi di Leon Essay Competition Forcemi 2026
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Apresiasi Lulusan Terbaik dan Wisudawan Program Fast Track
    24/07/2026
  • Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Wisuda Pascasarjana Periode IV T.A. 2025/2026
    24/07/2026
  • Dua Wisudawan Fakultas Pertanian UGM Raih Beasiswa PMDSU: Peluang Menuju Doktor Unggul
    24/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju