• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
  • (Page 3)
Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Diseminasi Inovasi Pertanian Global, UGM Produksi Video Podcast Bincang Desa (BISA) Bersama Petani Aktif Jepang

berita Friday, 24 July 2026

Sebagai langkah konkrit dalam memperluas jangkauan diseminasi inovasi serta edukasi pertanian modern, rangkaian kegiatan Pengabdian Internasional di Lahan Demplot PT. Petani Milenial Sleman turut diisi dengan produksi video podcast Bincang Desa (BISA). Inisiatif berorientasi edukasi digital ini terlaksana atas kolaborasi strategis antara Desa Apps UGM dengan Program Studi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian UGM, Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Sekolah Pascasarjana UGM, serta platform digital Lentera DESA.

Bincang Desa (BISA) sendiri merupakan program webinar dan pelatihan berbasis jaringan digital (online) yang diprakarsai oleh platform penyuluhan pertanian digital Faperta UGM, Desa Apps. Diluncurkan sebagai sarana edukasi publik dan ruang sapa bagi komunitas pertanian nasional, BISA telah menjadi forum interaktif berkala yang menghadirkan narasumber tepercaya dari kalangan akademisi, praktisi, hingga birokrat guna membahas isu-isu krusial seputar pembangunan desa, teknologi agrokompleks, serta strategi pemberdayaan masyarakat.

Sesi podcast BISA kali ini menghadirkan narasumber utama, Khaerul Fahmi, seorang praktisi sekaligus petani aktif asal Indonesia yang berhasil mendirikan dan memimpin Yayasan Wakai Farm di Jepang. Rekam jejak perjalanan serta pengalaman praktis Khaerul Fahmi diolah dalam format paket audiovisual interaktif. Langkah ini diambil agar nilai-nilai penting mengenai praktik pertanian modern yang ramah lingkungan, berkeadilan, dan berkelanjutan dapat diakses secara inklusif oleh para petani, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat luas di berbagai penjuru Indonesia.

Melalui penayangan video podcast ini, generasi muda Indonesia diharapkan terinspirasi untuk terjun dan memperkuat ekosistem agribisnis nasional dengan membawa perspektif serta standar keilmuan berskala internasional. Selain itu, produksi podcast ini juga menunjukkan komitmen Faperta UGM dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diseminasi inovasi pertanian yang mendukung peningkatan kapasitas petani, produktivitas, dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui produksi podcast sebagai sarana pendidikan nonformal bagi masyarakat, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas generasi muda dan pengembangan kewirausahaan di sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan media digital dan platform pembelajaran berbasis teknologi untuk mendiseminasikan inovasi pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

 

Dukung dan Terapkan Sociopreneurship Agribisnis, Isnaini Baroroh Paparkan Model Pemberdayaan PT. Petani Milenial Sleman

berita Friday, 24 July 2026

Pengabdian Internasional kolaborasi Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), Lentera DESA, dan PT. Petani Milenial Farm pada Rabu (22/7) menyajikan gagasan inspiratif mengenai penerapan sociopreneurship di sektor agribisnis. Bertempat di Lahan Demplot PT. Petani Milenial Sleman, Isnaini Baroroh, S.Kom., selaku C.E.O PT. Petani Milenial Sleman, memaparkan bagaimana perusahaan yang dimiliki oleh Perkumpulan Petani Milenial Sleman ini tumbuh berlandaskan nilai pemberdayaan.

Isnaini menjelaskan bahwa PT. Petani Milenial Sleman tidak sekadar mengejar profitabilitas, tetapi berfokus pada penciptaan manfaat bagi masyarakat. Melalui empat pilar utama (Sustainability, Innovation, Quality, Community), unit bisnis ini mendampingi petani dari hulu ke hilir—mulai dari pelatihan pertanian berkelanjutan, konsultasi, hingga membantu stabilisasi harga pasar.

Para peserta dari kalangan mahasiswa Faperta UGM, Pascasarjana UGM, serta petani lokal menyimak dengan antusias strategi penyerapan produk farm-to-table dan diversifikasi hasil tani yang dikembangkan perusahaan. Konsep agribisnis berbasis masyarakat ini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan muda mampu mengintegrasikan teknologi dan pemberdayaan ekonomi di tingkat daerah.

Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan pengabdian ini juga turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diseminasi inovasi budidaya pertanian dan penguatan kapasitas petani dalam meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sociopreneurship, pemberdayaan ekonomi petani, dan penciptaan peluang usaha di sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi agribisnis, diversifikasi produk, dan pengembangan model bisnis farm-to-table, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pembelajaran pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Perkuat Agribisnis Berkelanjutan, UGM Berkolaborasi Gelar Pengabdian Internasional di Lahan Demplot PT. Petani Milenial Sleman

berita Friday, 24 July 2026

Dalam upaya memperkuat jejaring pemberdayaan masyarakat dan mendorong transformasi agribisnis berkelanjutan, Program Studi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian UGM bersama Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Internasional pada Hari Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Lahan Demplot PT. Petani Milenial Sleman ini terlaksana atas kolaborasi erat dengan platform Lentera DESA dan PT. Petani Milenial Farm. Acara dibuka secara resmi oleh Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. selaku Ketua Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana UGM, serta dihadiri oleh jajaran akademisi Faperta UGM, di antaranya Dr. Agr. Sri Peni Wastutiningsih dan Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D.

Diikuti oleh mahasiswa Faperta UGM, mahasiswa Sekolah Pascasarjana UGM, serta anggota para Petani Milenial Sleman, diskusi interaktif menghadirkan dua narasumber utama. Narasumber pertama, Khaerul Fahmi (Direktur Yayasan Wakai Farm Jepang), membagikan pengalaman mengenai praktik pertanian inklusif, adil, dan berkelanjutan di Jepang. Sementara itu, narasumber kedua, Isnaini Baroroh, S.Kom. (C.E.O PT. Petani Milenial Sleman), memaparkan model bisnis sociopreneurship agribisnis berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui sinergi akademisi, praktisi internasional, dan wadah petani muda ini, kegiatan pengabdian diharapkan mampu memperluas wawasan peserta dalam membangun ekosistem pertanian modern yang tangguh dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas petani dan diseminasi inovasi pertanian yang mendukung produktivitas serta ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui fasilitasi pembelajaran kolaboratif berbasis pendekatan triple helix antara universitas, komunitas, dan sektor swasta, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan jejaring kolaborasi, pemberdayaan petani muda, dan penguatan peluang usaha di sektor agribisnis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui diseminasi inovasi dan model bisnis sociopreneurship dalam pengembangan agribisnis modern, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui promosi praktik pertanian yang adil, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali meneguhkan reputasi akademiknya di tingkat global melalui pencapaian akreditasi internasional. Program Studi Sarjana Mikrobiologi Pertanian resmi memperoleh sertifikat akreditasi dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang diakui sebagai otoritas penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi ini menetapkan bahwa Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, program studi memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 6 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser pada 14 Juli 2026.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian, yang berfokus pada kajian mikroorganisme dalam sistem pertanian, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang mikrobiologi pertanian yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Sarjana Mikrobiologi Pertanian UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Perikanan UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan capaian strategis dalam pengakuan mutu pendidikan tinggi. Program Studi Magister Ilmu Perikanan berhasil memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang dikenal luas sebagai otoritas penjaminan mutu akademik di tingkat global.

Sertifikat akreditasi yang diterbitkan pada 14 Juli 2026 menegaskan bahwa Program Magister Ilmu Perikanan UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 dan akan berakhir pada 30 September 2031. Dengan demikian, program ini mendapatkan pengakuan internasional selama enam tahun penuh, sebuah periode yang mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di UGM.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian kurikulum Program Magister Ilmu Perikanan dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal ini berarti lulusan program tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kesetaraan kompetensi dengan standar pendidikan tinggi di Eropa. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Managing Director Dr. Iring Wasser, serta Prof. Dr. Martin Buhmann dan Dr.-Ing. Mathis Wollny sebagai Ketua Komisi.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini menunjukkan bahwa Program Magister Ilmu Perikanan UGM telah menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Dengan akreditasi ini, program studi semakin memperkuat reputasinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

Pencapaian ini semakin memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global, sekaligus mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan pendidikan dan penelitian yang berkontribusi pada pengelolaan sumber daya perikanan dan ekosistem laut secara berkelanjutan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan ilmu perikanan yang mendukung ketahanan pangan dan penyediaan sumber protein yang berkelanjutan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang perikanan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Ilmu Perikanan semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatat pencapaian penting dalam pengakuan mutu pendidikan tinggi. Program Studi Magister Ilmu Hama Tanaman resmi memperoleh akreditasi internasional dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang diakui sebagai otoritas penjaminan mutu akademik di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi yang diterbitkan pada 14 Juli 2026 menegaskan bahwa program ini telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan program memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Magister Ilmu Hama Tanaman, yang berfokus pada pengendalian organisme pengganggu tanaman, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang ilmu hama tanaman yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan keberlanjutan sistem pertanian. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi dalam bidang perlindungan tanaman, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Ilmu Hama Tanaman UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Fitopatologi UGM Raih Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasinya di tingkat global melalui pencapaian akreditasi internasional. Program Studi Magister Fitopatologi resmi memperoleh sertifikat akreditasi dari ASIIN, lembaga akreditasi berbasis di Düsseldorf, Jerman, yang dikenal sebagai otoritas penjaminan mutu pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi.

Sertifikat akreditasi ini menetapkan bahwa Program Magister Fitopatologi UGM telah memenuhi seluruh standar akademik dan profesional yang ditetapkan ASIIN. Masa berlaku akreditasi dimulai pada 26 September 2025 hingga 30 September 2031. Dengan pengakuan ini, program studi memperoleh legitimasi internasional selama enam tahun penuh, menegaskan kualitas kurikulum, proses pembelajaran, serta capaian lulusan yang setara dengan standar pendidikan tinggi di Eropa.

Akreditasi ini juga menegaskan kesesuaian program dengan Level 7 European Qualifications Framework for Life-long Learning (EQF LLL). Hal tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Magister Fitopatologi UGM memiliki kompetensi yang diakui secara internasional, sehingga mampu bersaing dalam dunia akademik maupun profesional. Sertifikat resmi ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komisi Akreditasi ASIIN, termasuk Prof. Dr. Martin Buhmann, Dr.-Ing. Mathis Wollny, serta Managing Director Dr. Iring Wasser pada 14 Juli 2026.

Lebih dari sekadar pengakuan administratif, pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai dengan European Standards and Guidelines. Program Magister Fitopatologi, yang berfokus pada ilmu penyakit tumbuhan, kini semakin diakui sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses terhadap pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional, serta SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan pendidikan dan penelitian di bidang fitopatologi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi berstandar internasional dan siap bersaing di dunia kerja global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang ilmu penyakit tumbuhan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan ilmu yang mendukung kesehatan tanaman, perlindungan ekosistem darat, dan keberlanjutan sistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengakuan internasional dan kolaborasi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dengan akreditasi internasional ini, Program Magister Fitopatologi UGM semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing global sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Sukses Pertahankan Standar Mutu Akademik melalui Akreditasi Internasional ASIIN

berita Friday, 24 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian penting dalam pengakuan mutu akademik internasional. Berdasarkan keputusan Komisi Akreditasi ASIIN. yang berkedudukan di Düsseldorf, Jerman, sejumlah program studi di lingkungan Fakultas Pertanian dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan akreditasi. Surat resmi tertanggal 14 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Managing Director ASIIN, Dr. Iring Wasser, ditujukan kepada Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG(K).

Dalam keputusan tersebut, empat program studi memperoleh status akreditasi penuh dengan masa berlaku hingga 30 September 2031, yaitu:

  1. Ba Agricultural Microbiology (Sarjana Mikrobiologi Pertanian) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  2. Ma Phytopathology (Magister Fitopatologi) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  3. Ma Pest Science (Magister Ilmu Hama Tanaman) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi
  4. Ma Fisheries Science (Magister Ilmu Perikanan) dengan keterangan seluruh persyaratan terpenuhi

Pencapaian ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga standar akademik yang diakui secara internasional, sekaligus memperkuat reputasi institusi dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan berstandar internasional. Selain itu, capaian ini turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan lulusan yang memiliki kompetensi global dan siap bersaing di dunia kerja, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas pendidikan, riset, dan inovasi di bidang pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan pengakuan internasional dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Sertifikat akreditasi terbaru telah diterbitkan dan dikirimkan bersama surat keputusan tersebut.

 

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kualitas pendidikan dan penelitian di Fakultas Pertanian UGM, tetapi juga memperkuat posisi UGM sebagai universitas yang konsisten menghasilkan lulusan berdaya saing global, mengembangkan inovasi di bidang pertanian, serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Dampak Curah Hujan Ekstrem terhadap Keamanan Mikrobiologis Air Minum: Prof. YU Xin Bagikan Solusi Teknologi Sanitasi di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Kelancaran pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan merupakan kebutuhan mendasar kita setiap hari, namun jaminan tersebut kini menghadapi tantangan berat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem global. Menanggapi isu penting ini, sesi paralel kedua dalam rangkaian Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026, menghadirkan pakar ekologi lingkungan terkemuka dari Xiamen University, China, Prof. YU Xin.

Prof. YU Xin, yang merupakan peneliti dari College of the Environment & Ecology, Xiamen University, membawakan materi bertajuk “Impacts of Extreme Precipitation on Microbial Safety of Drinking Water”. Profesor YU mengupas bagaimana hujan lebat ekstrem dan badai topan mampu menyapu bakteri serta polutan dari daratan, lalu membawanya masuk ke dalam sumber air baku yang menjadi tumpuan konsumsi masyarakat harian.

Dalam paparannya, Prof. YU menjelaskan bahwa saat curah hujan ekstrem terjadi, limpasan air dari area hutan atau padang rumput membawa muatan bakteri patogen dalam jumlah yang sangat masif menuju bendungan atau sungai. Fenomena drought-to-flood transition (perubahan mendadak dari kering ke banjir) ini berisiko meloloskan bakteri berbahaya seperti Legionella dan Mycobacterium ke dalam instalasi pengolahan. Menariknya, riset Profesor YU menunjukkan bahwa setelah badai mereda, ekosistem bakteri di sepanjang pipa air minum akan merestrukturisasi dirinya sendiri secara alami untuk mencapai kestabilan baru agar air tetap aman dikonsumsi.

Sesi yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Melalui diseminasi riset mutakhir ini, Fakultas Pertanian UGM secara konsisten mempertegas kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengkajian teknologi mitigasi krisis air bersih ini merupakan langkah nyata dalam mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan keamanan mikrobiologis air minum serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi dalam sistem pengolahan air turut berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kajian mengenai dampak curah hujan ekstrem terhadap kualitas air mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi akademik internasional dalam program ini juga memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antaruniversitas dalam pengembangan solusi ilmiah bagi tantangan global.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Fakultas Pertanian UGM Gelar Koordinasi Persiapan Program SEED Bersama PT Petrokimia Gresik

berita Thursday, 23 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menggelar rapat koordinasi bersama PT Petrokimia Gresik pada Senin, 20 Juli 2026, di Lab. Venture Gedung AGLC Lantai 6. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) yang akan menjadi rangkaian pra-kegiatan menuju Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik pada Agustus 2026.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., dan dihadiri oleh Kepala Kantor Administrasi Faperta UGM, Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., Ketua Unit Media dan Sistem Informasi, Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D., Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi., Prof. Dr. Ir. Sedyo Hartono, M.P., serta lima perwakilan dari PT Petrokimia Gresik. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk kolaborasi yang akan diimplementasikan dalam program tersebut.

Program SEED (Smart Ecosystem Engagement & Development) dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan gagasan inovatif dalam memperkuat ekosistem pertanian yang cerdas, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk merancang solusi kreatif yang dapat diimplementasikan dalam bentuk media, strategi, teknologi, maupun berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan layanan PT Petrokimia Gresik bagi sektor pertanian.

Program ini bertujuan mempermudah akses informasi dan edukasi pertanian, menghubungkan petani dengan produk, teknologi, dan layanan yang relevan, serta mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian Indonesia.

Fakultas Pertanian UGM dipilih sebagai mitra penyelenggara karena memiliki kekuatan akademik yang komprehensif dalam bidang sistem budidaya, agroteknologi, ilmu tanah, sosial ekonomi pertanian, hingga dinamika pembangunan pertanian. Keunggulan tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan riil petani dan perkembangan sektor pertanian nasional.

Program ini menyasar mahasiswa program sarjana dan pascasarjana. Mahasiswa sarjana diharapkan menghadirkan ide-ide yang kreatif dan visioner, sedangkan mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menawarkan solusi yang lebih aplikatif dan berbasis hasil riset.

Mengusung tema besar “Design the Future of Smart Precision Farming Ecosystem,” SEED mengajak mahasiswa merancang berbagai solusi untuk mendukung pengembangan ekosistem pertanian presisi di Indonesia. Salah satu subtema yang diangkat adalah optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi, termasuk pada sektor perikanan yang mulai menjadi perhatian nasional sepanjang tahun 2026.

Sebagai luaran program, setiap peserta akan menyusun Innovation Canvas dan infografis yang mampu mengomunikasikan ide secara efektif kepada berbagai pemangku kepentingan. Seluruh karya akan melalui proses seleksi sebelum dipresentasikan pada tahap akhir.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan penjaringan peserta pada 27 Juli–10 Agustus 2026, diikuti pengumpulan ide pada 30 Juli–10 Agustus 2026. Tahap seleksi pertama akan dilaksanakan pada 10–14 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Pitching Session serta Grand Pitch and Awarding Ceremony yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Umum Direktur Utama PT Petrokimia Gresik di Fakultas Pertanian UGM.

Melalui kolaborasi ini, Fakultas Pertanian UGM dan PT Petrokimia Gresik berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia. Program SEED juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir strategis, dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung transformasi menuju ekosistem smart precision farming yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based learning) yang memperkuat kompetensi mahasiswa, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang inovatif dan siap menghadapi kebutuhan industri, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan solusi berbasis teknologi dan inovasi untuk mendukung sektor pertanian, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui gagasan mengenai optimalisasi pemanfaatan pupuk bersubsidi secara lebih efektif dan berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri dalam mendorong inovasi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Author: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

12345…14

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan
    12/08/2026
  • Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani
    12/08/2026
  • Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut
    12/08/2026
  • Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem
    12/08/2026
  • Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT
    12/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju