
Lentera DESA menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung penguatan kelembagaan pertanian lokal dengan hadir sebagai fasilitator dalam Pelatihan Agribisnis Hortikultura Komoditas Anggrek. Pelatihan ini diselenggarakan oleh UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di BPSDMP DIY, Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Dalam kesempatan tersebut, Lentera DESA dipercaya membawakan materi “Dinamika Kelompok dan Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani”. Penyampaian materi dikemas secara inovatif menggunakan kombinasi presentasi materi, studi kasus, serta berbagai games interaktif dan partisipatif. Pendekatan ini diterapkan agar proses pembelajaran lebih menyenangkan, mudah dipahami, serta mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh peserta.

Metode pembelajaran partisipatif berbasis permainan tersebut berhasil menciptakan suasana kelas yang hidup, dan penuh semangat. Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi dan kuis interaktif yang disajikan. Melalui simulasi dan permainan kelompok ini, peserta tidak hanya memahami aspek teknis organisasi, tetapi juga merasakan langsung pentingnya kerja sama, komunikasi yang efektif, serta soliditas dalam membangun lembaga kelompok tani yang tangguh.
Kehadiran Lentera DESA sebagai fasilitator diharapkan dapat memberikan dorongan motivasi berkelanjutan bagi para petani agribisnis hortikultura di DIY. Melalui pemahaman dinamika kelompok yang baik, kelembagaan kelompok tani diproyeksikan mampu bertransformasi menjadi wadah belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi yang efisien serta berdaya saing di era digital.
Kontribusi Lentera DESA dalam kegiatan ini juga mendukung komitmen Faperta UGM dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui kontribusi dalam pelatihan petani dengan metode pembelajaran yang interaktif, partisipatif, dan inklusif; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas manajemen dan kelembagaan kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas agribisnis serta kesejahteraan ekonomi petani; SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas kelompok tani agar lebih adaptif terhadap inovasi dan perkembangan teknologi pertanian; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penyediaan akses pembelajaran dan peningkatan kapasitas yang inklusif bagi petani dan kelompok tani; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan kelompok tani dalam mendukung penguatan sektor pertanian.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Lentera DESA