• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 001/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 365,68. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui penyelenggaraan pendidikan sarjana yang berkualitas, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan industri perikanan. Penguatan kompetensi mahasiswa juga diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan dan pangan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ketahanan pangan, pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui peningkatan mutu, keamanan, nilai tambah, diversifikasi, serta pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber pangan bergizi. Penguasaan teknologi pengolahan dan penanganan pascapanen juga berperan dalam mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.

Fokus riset dan pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien, pemanfaatan hasil samping, pengurangan limbah, serta penerapan prinsip produksi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan.

Sebagai bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya perikanan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan. Pengembangan teknologi pascapanen dan pengolahan yang efisien dapat mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih optimal dan bertanggung jawab, termasuk melalui upaya mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya perikanan yang telah dimanfaatkan.

Di samping itu, penguatan kapasitas riset, teknologi, dan inovasi akademik mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan, inovasi produk, serta penerapan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan sektor industri dan masyarakat.

Pengembangan kompetensi lulusan, penguatan keterkaitan dengan dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis hasil perikanan juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lulusan dengan kompetensi yang kuat di bidang teknologi hasil perikanan diharapkan mampu berperan dalam pengembangan industri, menciptakan inovasi dan usaha baru, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan.

Sementara itu, jejaring kolaborasi akademik, alumni, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta berbagai mitra eksternal memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan penerapan teknologi hasil perikanan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan capaian akreditasi Unggul ini, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan pangan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam mendukung SDG 2, SDG 4, SDG 8, SDG 9, SDG 12, SDG 14, dan SDG 17 serta agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

 

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 004/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,97. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat pertanian, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan kapasitas petani dan akses terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian turut berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Integrasi riset, komunikasi pembangunan, dan inovasi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pembangunan pertanian yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: : Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasi akademiknya melalui pencapaian strategis. Berdasarkan Keputusan Nomor: 002/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 376,22. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Akreditasi Unggul menjadi pengakuan atas keberhasilan program studi dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai standar internasional.

Pencapaian akreditasi Unggul ini tidak hanya menjadi pengakuan atas mutu akademik dan tata kelola program studi, tetapi juga memperkuat kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui penyelenggaraan pendidikan magister yang berkualitas, program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan berorientasi global. Di sisi lain, fokus riset dan pengembangan ilmu perikanan turut berkontribusi pada SDG 14: Ekosistem Lautan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Selain itu, penguatan kapasitas riset dan inovasi akademik yang dilakukan program studi ini sejalan dengan SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, jejaring kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diperluas baik di tingkat nasional maupun internasional mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sehingga memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan capaian akademik penting. Berdasarkan Keputusan Nomor: 005/SK/LAMPTIP/Ak.U/Dk/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Doktor Ilmu Pertanian UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,79. Penetapan dilakukan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program doktoral, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global.

Akreditasi Unggul tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pemenuhan standar pendidikan tinggi, tetapi juga menegaskan kontribusi program studi dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan doktoral yang inovatif, berkualitas, dan berorientasi global, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan melahirkan lulusan doktor yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi pada pembangunan sektor pertanian, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas riset, inovasi akademik, dan pengembangan infrastruktur ilmu pengetahuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperluas jejaring kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan capaian ini, Fakultas Pertanian UGM semakin memperkokoh reputasi akademiknya sebagai institusi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Optimalkan Potensi Perkebunan Morotai, Tim Ekspedisi Patriot UGM Gelar FGD Bersama Warga Transmigrasi

berita Wednesday, 2 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026 sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat transmigrasi di Desa Morodadi, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi lokal, memetakan tantangan pertanian, serta mengkaji hilirisasi limbah perkebunan demi kesejahteraan warga setempat. FGD yang berlangsung dalam dua sesi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Johan Mardiono selaku Kepala Desa Morodadi, Fendi Rauan selaku Perwakilan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Pulau Morotai, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Diskusi ini melibatkan pekebun dan petani dari kawasan SP 1 dan SP 3. Masyarakat SP 1 yang mayoritas merupakan transmigran lokal banyak mengusahakan komoditas kelapa untuk diolah menjadi kopra hitam dan arang. Sementara itu, wilayah SP 3 didominasi oleh petani hortikultura yang sebagian besar berasal dari Jawa. Kelapa tercatat sebagai komoditas dengan luas tanam terbesar dan dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Selain kelapa, warga juga aktif menanam cengkeh, dan pala.

“Paling banyak kelapa, cengkeh, pala, tapi kelapa yang utama dan banyak yang jadi kopra hitam sama arang,” ungkap Jaeruddin, salah satu pengusaha kopra hitam setempat yang hadir dalam FGD. Meski potensinya melimpah, warga mengeluhkan sejumlah tantangan berat. Mulai dari mahalnya harga pupuk, musim kemarau yang mengeringkan sumber air, akses jalan kebun yang rusak, keterbatasan modal, hingga serangan hama babi.

Melihat tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UGM hadir membawa perspektif akademis melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM. Kerja sama multisektor ini melibatkan alumni serta mahasiswa UGM dari berbagai program studi strategis. Dari Fakultas Pertanian, tim diperkuat oleh alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah Hidayati, S.P. Dukungan keahlian tambahan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi yang melibatkan Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo.

Kegiatan FGD dan riset yang diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Patriot UGM di Pulau Morotai ini berkontribusi langsung pada beberapa target Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, antara lain: SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui rencana pemanfaatan limbah perkebunan menjadi briket arang dan konversi limbah basah menjadi biogas lewat biodigester. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui optimalisasi produk turunan kelapa (kopra hitam, arang) dan pengembangan komoditas cengkeh serta pala untuk meningkatkan pendapatan petani transmigran.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong konsep zero waste di sektor pertanian dengan mendaur ulang sisa sabut dan air kelapa yang selama ini dibuang menjadi produk bernilai guna. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan kolaborasi solid antara akademisi UGM, pemerintah daerah (Dinas Transmigrasi), pemerintah desa, dan komunitas petani lokal dalam membangun wilayah transmigrasi. Melalui FGD ini, Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai berharap aspirasi nyata dari masyarakat Desa Morodadi dapat menjadi fondasi kuat dalam merancang cetak biru pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan tepat guna.

 

Penulis: Titi Nur Arofah Hidayati, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Tingkatkan Literasi Digital SDM Pertanian, Faperta UGM dan Kemenko Pangan Sepakati Kerja Sama Strategis

berita Tuesday, 1 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui platform Lentera DESA resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, khususnya melalui Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian. Inisiasi kerja sama ini diawali dengan sesi diskusi dan sharing session yang berlangsung di Joglo Faperta UGM pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pertemuan ini difokuskan pada penyamaan persepsi serta perumusan visi bersama untuk beberapa tahun ke depan. Melalui sinergi ini, roadmap pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang telah dirancang akan diimplementasikan secara terstruktur, khususnya pada penguatan literasi dan kecakapan digital di tingkat tapak. Output dari program kerja sama ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) serta dokumen percontohan (pilot project) yang dapat diadaptasi oleh kementerian teknis terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian UMKM.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asdep Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan, Silvi Charlote Sumanti, S.E., M.S.E., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Turut hadir mewakili tim Lentera DESA Faperta UGM, yaitu Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., serta Dr. Ishadiyanto Salim, M.Pd.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator transformasi digital sektor pertanian, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi dan keterampilan digital SDM pertanian; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui transformasi digital dan pengembangan pilot project; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan digital hingga tingkat tapak; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis bukti.

Melalui Lentera DESA, Faperta UGM terus memperkuat perannya dalam membangun SDM pertanian yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi transformasi digital menuju sektor pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Tingkatkan Kesiapan Adopsi Hidroponik, Lentera DESA Latih Dinamika Kelompok bagi Kelompok Pertanian bersama BPSDMP DIY

berita Tuesday, 1 September 2026

Guna memperkuat soliditas organisasi dan kesiapan petani dalam menyerap inovasi pertanian modern, Lentera DESA Fakultas Pertanian UGM hadir memberikan pelatihan dinamika kelompok dan kelembagaan bagi para penggerak pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani (Poktan), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari berbagai kabupaten/kota di DIY.

Sesi pembelajaran dirancang secara interaktif, partisipatif, dan komunikatif dengan mengombinasikan paparan materi, diskusi terarah, serta simulasi permainan kelompok (group games). Metode ini diterapkan untuk membangun pemahaman mendalam bahwa keberhasilan adopsi teknologi—seperti sistem budidaya hidroponik yang presisi dan bernilai ekonomi tinggi—sangat bergantung pada kekompakan manajemen internal, komunikasi yang terbuka, serta pembagian peran yang adil di dalam kelembagaan tani.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan penuh motivasi. Para peserta dari unsur KWT dan Poktan tampak aktif terlibat dalam setiap simulasi pemecahan masalah kelompok. Melalui rangkaian latihan dinamika ini, peserta diajak merefleksikan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, kerja sama tim yang solid, serta keterbukaan terhadap pembaharuan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dan produktivitas pertanian; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan nonformal yang inklusif; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan dalam kelompok tani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas dan inovasi pertanian bernilai tambah; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi dan kelembagaan petani.

Melalui kegiatan Lentera DESA, Faperta UGM terus berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat pertanian dan mendorong inovasi yang mendukung pertanian produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Fakultas Pertanian UGM dan Wageningen University & Research Hadirkan Mini Seminar: Climate Change and Farmers’ Adaptation

berita Friday, 28 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Wageningen University & Research (WUR) Belanda menyelenggarakan Mini Seminar: Climate Change and Farmers’ Adaptation pada Selasa, 18 Agustus 2026 bertempat di Venture Room, Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas isu perubahan iklim, dampaknya terhadap sektor pertanian, serta strategi adaptasi petani dalam menghadapi tantangan global.

Acara dibuka dengan sambutan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, serta sambutan tamu dari dr.ir. JA (Alex) Bolding bersama Dr. Samuel Jonson Sutanto dari WUR. Seminar terbagi dalam dua sesi utama, yakni Perubahan Iklim dan Adaptasi Petani.

Sesi pertama dipandu oleh Dr. Ishadiyanto Salim dengan menghadirkan narasumber Andi Syahid Muttaqin, Ph.D., Dr. Samuel Jonson Sutanto, Prof. Dr. Siti Subandiyah, serta Dr. Muhammad Iqbal Maulana dari Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan. Diskusi menyoroti kondisi perubahan iklim, dampak kejadian ekstrem terhadap pertanian, invasi patogen tanaman, serta perluasan vertikal Meloidogyne incognita.

Kontribusi Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan memberikan perspektif akademis mengenai bagaimana perubahan iklim mempercepat dinamika organisme pengganggu tanaman. Prof. Subandiyah menekankan bahwa pemahaman terhadap interaksi iklim dan patogen merupakan faktor kunci dalam menjaga ketahanan produksi pertanian.

Sesi kedua dipandu oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, menghadirkan Prof. Subejo, Dr. Dyah Woro Untari dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Mesalia Kriska, M.Sc., serta Dr. Alex Bolding. Topik yang dibahas mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi pertanian, peran perempuan dalam pertanian, serta adaptasi pengelolaan irigasi.

Dalam sesi ini, Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian menekankan pentingnya kapasitas sosial dan kelembagaan petani. Dr. Dyah Woro Untari menyampaikan bahwa adaptasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, akses informasi, serta pemberdayaan masyarakat tani. Peran perempuan petani turut diangkat sebagai agen penting dalam membangun ketahanan sosial pertanian.

Seminar ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dan Wageningen University & Research (WUR) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan riset, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan terkait perubahan iklim dan ketahanan pertanian. Kegiatan ini secara khusus berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pengakuan terhadap peran strategis dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan pertanian; serta SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pembahasan mengenai adaptasi pengelolaan irigasi dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.

Seminar ini juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman mengenai dampak perubahan iklim dan pengembangan strategi adaptasi bagi petani. Perspektif mengenai dinamika organisme pengganggu tanaman, patogen, dan perubahan agroekosistem turut memperkuat kontribusi terhadap SDG 15: Ekosistem Daratan, khususnya dalam mendorong pengelolaan agroekosistem yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap pengetahuan dan informasi, serta modernisasi pertanian dapat mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam memperkuat keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pertanian.

Kolaborasi akademik antara Fakultas Pertanian UGM dan WUR, yang mempertemukan perspektif dari berbagai bidang keilmuan serta melibatkan mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kemitraan tersebut, seminar menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan membangun pendekatan lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Departemen Sosial Ekonomi Pertanian

Vera Kurniawati Terpilih sebagai Lulusan Terbaik, Faperta UGM Apresiasi Capaian Wisudawan Periode IV

berita Monday, 24 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali memberikan apresiasi kepada para wisudawan berprestasi dalam Wisuda Sarjana Periode IV Tahun Akademik 2025/2026. Pada periode ini, Vera Kurniawati dari Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis ditetapkan sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian dengan IPK 3,97 dan masa studi 3 tahun 11 bulan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari berbagai prestasi akademik yang diraih para wisudawan Faperta UGM pada periode ini. Selain Vera Kurniawati sebagai Lulusan Terbaik Fakultas, Naomi Cahaya Dewi dari Program Studi Proteksi Tanaman ditetapkan sebagai Lulusan Termuda dengan IPK 3,59 dan usia saat lulus 21 tahun 3 bulan 24 hari. Sementara itu, predikat Lulusan Tercepat diraih oleh Rahimsyah Tri Mahendra dari Program Studi Akuakultur dengan IPK 3,78 dan masa studi 3 tahun 8 bulan 24 hari.

Selain penghargaan di tingkat fakultas, Faperta UGM juga mencatat enam lulusan terbaik berdasarkan departemen. Vivian Lucia Utama menjadi lulusan terbaik Departemen Budidaya Pertanian dengan IPK 3,96 dan masa studi 3 tahun 10 bulan 30 hari. Dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, predikat tersebut diraih oleh Amalia Sawita Linuwh dengan IPK 3,96 dan masa studi 3 tahun 11 bulan.

Sementara itu, Susan Syadzafie Shafar menjadi lulusan terbaik Departemen Mikrobiologi Pertanian dengan IPK 3,81 dan masa studi 4 tahun 9 bulan 13 hari. Pada Departemen Perikanan, predikat lulusan terbaik diraih oleh Intan Adelia Sari Kusuma Wardani dengan IPK 3,94 dan masa studi 3 tahun 10 bulan 26 hari. Selanjutnya, Disha Mutiara Ramadhanti menjadi lulusan terbaik Departemen Sosial Ekonomi Pertanian dengan IPK 3,92 dan masa studi 3 tahun 11 bulan. Predikat lulusan terbaik Departemen Tanah diraih oleh Deviana Susilowati dengan IPK 3,92 dan masa studi 3 tahun 10 bulan 29 hari.

Sebagai Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian, Vera Kurniawati menyampaikan pidato yang mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati Faperta UGM. Dalam pidatonya, Vera menyampaikan apresiasi kepada pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, teman-teman wisudawan, serta keluarga yang telah mendukung perjalanan akademik para lulusan.

Vera menegaskan bahwa pencapaian akademik yang diraih para wisudawan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Gelar yang kita terima bukanlah akhir dari perjalanan melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.”

Dalam pidatonya, Vera juga menyampaikan harapan agar para lulusan dapat terus menjaga semangat belajar, saling mendukung, serta membawa nama baik almamater di mana pun mereka berkarya dan mengabdi. Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Faperta UGM akan menjadi bekal bagi para lulusan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Mohon doa dan restu agar kami mampu menjadi alumni yang terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Vera dalam pidatonya.

Prestasi para wisudawan terbaik tersebut menjadi salah satu cerminan komitmen Faperta UGM dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian serta masyarakat. Capaian tersebut juga mendukung kontribusi Faperta UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mendorong pencapaian akademik dan pengembangan potensi mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penyiapan lulusan yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi di dunia kerja; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga, sivitas akademika, alumni, dan mitra pendidikan dalam mendukung keberhasilan mahasiswa.

Pencapaian para lulusan diharapkan tidak berhenti sebagai prestasi akademik, tetapi menjadi fondasi untuk terus belajar, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan bekal ilmu, integritas, dan semangat pengabdian, para lulusan Faperta UGM diharapkan mampu membawa nilai-nilai almamater dalam berbagai bidang serta berkontribusi pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

 

123…62

BERITA FAKULTAS

  • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
  • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
  • Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
  • Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
  • Optimalkan Potensi Perkebunan Morotai, Tim Ekspedisi Patriot UGM Gelar FGD Bersama Warga Transmigrasi
    02/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju