• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 006/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Tanah UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 370,44. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program magister, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Magister Ilmu Tanah mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan tanah secara berkelanjutan berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan keberlanjutan ekosistem. Riset terkait konservasi tanah, karbon tanah, dan adaptasi pertanian turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Sementara itu, kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Tanah UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pengelolaan sumber daya tanah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Studi Pertukaran di Lund University, Swedia

berita Monday, 7 September 2026

Ribuan kilometer dari kolam budi daya dan bangku kuliah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Gerson Lewis, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2023, kini tengah menempuh satu semester studi pertukaran di Lund University, Swedia. Program ini berlangsung melalui Erasmus+ International Credit Mobility Programme (KA131/171) sejak 18 Agustus 2026 hingga 17 Januari 2027.

Ketertarikan Lewis pada program ini berangkat dari pengamatannya terhadap sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia. Ia menilai bahwa inovasi hasil riset maupun praktik lapangan sering kali menghadapi kesulitan untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi. Pertukaran ke Lund University menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari bagaimana kebijakan, kerangka hukum, dan pendekatan keberlanjutan diterapkan di Swedia, negara dengan sistem tata kelola lingkungan terbaik sekaligus tercatat sebagai negara dengan performa inovasi tertinggi di Uni Eropa menurut European Innovation Scoreboard 2026.

Selama satu semester di Lund, Lewis mengikuti perkuliahan yang membahas studi lingkungan dan keberlanjutan, hukum internasional, hingga nature-based solutions untuk perencanaan wilayah perkotaan. Kombinasi ini memberinya kerangka berpikir yang lebih luas untuk melihat persoalan akuakultur tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek regulasi, tata kelola lingkungan, dan strategi pengembangan usaha. Ia juga menjajaki topik mengenai dimensi sosial dari teknologi dan kecerdasan buatan, sudut pandang yang menurutnya jarang disentuh dalam kurikulum sains terapan.

Proses seleksi menuju Lund, menurut Lewis, sepenuhnya berbasis dokumen tanpa tahap wawancara. Meski demikian, ia menekankan bahwa persiapan tidak sesederhana kelihatannya. “CV yang bagus tidak bisa dibangun dalam semalam. Itu hasil dari kerja keras yang diperjuangkan bertahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa motivation letter menjadi ruang penting untuk menuangkan tujuan, cara berkontribusi dalam program, serta dampak yang ingin ia ciptakan.

Kepada mahasiswa lain, Lewis membagikan refleksi pribadinya. Saat pertama kali masuk kuliah, ia tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini. Namun, ia memilih untuk terus menantang dirinya sendiri untuk bermimpi lebih tinggi. Ia mengutip pesan yang lekat diingat banyak orang dari Soekarno: “Bermimpilah setinggi mungkin, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Partisipasi Lewis dalam program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai aspek pembelajaran dan kolaborasi internasional. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pengalaman pembelajaran lintas negara yang memperluas wawasan akademik dan kompetensi mahasiswa. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dalam penguatan perspektif terhadap riset terapan, inovasi, teknologi, dan pengembangan solusi yang dapat diterapkan di sektor akuakultur.

Sebagai mahasiswa Akuakultur, pengalaman ini juga memiliki keterkaitan erat dengan SDG 14: Ekosistem Lautan, terutama melalui penguatan pemahaman mengenai praktik perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan serta hubungan antara kegiatan produksi dengan keberlanjutan ekosistem perairan. Pembelajaran mengenai nature-based solutions dan keberlanjutan turut memperkuat relevansinya dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya dalam memahami pendekatan berbasis alam sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan lingkungan.

Sementara itu, kajian mengenai kebijakan, hukum internasional, dan tata kelola lingkungan mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh, melalui pemahaman mengenai pentingnya regulasi dan institusi yang efektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Perspektif Lewis mengenai pengembangan hasil riset menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong inovasi dan pengetahuan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Keseluruhan pengalaman tersebut diperkuat melalui SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dalam kolaborasi akademik internasional antara UGM dan Lund University. Dengan demikian, program pertukaran ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik individual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda untuk menghubungkan pendidikan, inovasi, tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem dalam menghadapi tantangan global.

 

Penulis: Gerson Lewis, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Gerson Lewis

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 001/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 365,68. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui penyelenggaraan pendidikan sarjana yang berkualitas, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan industri perikanan. Penguatan kompetensi mahasiswa juga diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan dan pangan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ketahanan pangan, pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui peningkatan mutu, keamanan, nilai tambah, diversifikasi, serta pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber pangan bergizi. Penguasaan teknologi pengolahan dan penanganan pascapanen juga berperan dalam mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.

Fokus riset dan pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien, pemanfaatan hasil samping, pengurangan limbah, serta penerapan prinsip produksi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan.

Sebagai bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya perikanan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan. Pengembangan teknologi pascapanen dan pengolahan yang efisien dapat mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih optimal dan bertanggung jawab, termasuk melalui upaya mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya perikanan yang telah dimanfaatkan.

Di samping itu, penguatan kapasitas riset, teknologi, dan inovasi akademik mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan, inovasi produk, serta penerapan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan sektor industri dan masyarakat.

Pengembangan kompetensi lulusan, penguatan keterkaitan dengan dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis hasil perikanan juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lulusan dengan kompetensi yang kuat di bidang teknologi hasil perikanan diharapkan mampu berperan dalam pengembangan industri, menciptakan inovasi dan usaha baru, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan.

Sementara itu, jejaring kolaborasi akademik, alumni, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta berbagai mitra eksternal memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan penerapan teknologi hasil perikanan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan capaian akreditasi Unggul ini, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan pangan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam mendukung SDG 2, SDG 4, SDG 8, SDG 9, SDG 12, SDG 14, dan SDG 17 serta agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

 

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 004/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,97. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat pertanian, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Penguatan kapasitas petani dan akses terhadap pengetahuan serta inovasi pertanian turut berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Integrasi riset, komunikasi pembangunan, dan inovasi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pembangunan pertanian yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: : Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan reputasi akademiknya melalui pencapaian strategis. Berdasarkan Keputusan Nomor: 002/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 376,22. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Akreditasi Unggul menjadi pengakuan atas keberhasilan program studi dalam menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berbasis capaian pembelajaran, dan sesuai standar internasional.

Pencapaian akreditasi Unggul ini tidak hanya menjadi pengakuan atas mutu akademik dan tata kelola program studi, tetapi juga memperkuat kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui penyelenggaraan pendidikan magister yang berkualitas, program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan berorientasi global. Di sisi lain, fokus riset dan pengembangan ilmu perikanan turut berkontribusi pada SDG 14: Ekosistem Lautan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Selain itu, penguatan kapasitas riset dan inovasi akademik yang dilakukan program studi ini sejalan dengan SDG 9: Industri Inovasi Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih jauh, jejaring kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diperluas baik di tingkat nasional maupun internasional mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sehingga memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan capaian akademik penting. Berdasarkan Keputusan Nomor: 005/SK/LAMPTIP/Ak.U/Dk/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Doktor Ilmu Pertanian UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,79. Penetapan dilakukan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program doktoral, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global.

Akreditasi Unggul tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pemenuhan standar pendidikan tinggi, tetapi juga menegaskan kontribusi program studi dalam mendukung Tridharma Perguruan Tinggi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan doktoral yang inovatif, berkualitas, dan berorientasi global, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan melahirkan lulusan doktor yang kompeten, produktif, dan siap berkontribusi pada pembangunan sektor pertanian, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui penguatan kapasitas riset, inovasi akademik, dan pengembangan infrastruktur ilmu pengetahuan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperluas jejaring kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan capaian ini, Fakultas Pertanian UGM semakin memperkokoh reputasi akademiknya sebagai institusi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Optimalkan Potensi Perkebunan Morotai, Tim Ekspedisi Patriot UGM Gelar FGD Bersama Warga Transmigrasi

berita Wednesday, 2 September 2026

Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026 sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat transmigrasi di Desa Morodadi, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi lokal, memetakan tantangan pertanian, serta mengkaji hilirisasi limbah perkebunan demi kesejahteraan warga setempat. FGD yang berlangsung dalam dua sesi ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Johan Mardiono selaku Kepala Desa Morodadi, Fendi Rauan selaku Perwakilan Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Pulau Morotai, serta Bhabinkamtibmas setempat.

Diskusi ini melibatkan pekebun dan petani dari kawasan SP 1 dan SP 3. Masyarakat SP 1 yang mayoritas merupakan transmigran lokal banyak mengusahakan komoditas kelapa untuk diolah menjadi kopra hitam dan arang. Sementara itu, wilayah SP 3 didominasi oleh petani hortikultura yang sebagian besar berasal dari Jawa. Kelapa tercatat sebagai komoditas dengan luas tanam terbesar dan dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun. Selain kelapa, warga juga aktif menanam cengkeh, dan pala.

“Paling banyak kelapa, cengkeh, pala, tapi kelapa yang utama dan banyak yang jadi kopra hitam sama arang,” ungkap Jaeruddin, salah satu pengusaha kopra hitam setempat yang hadir dalam FGD. Meski potensinya melimpah, warga mengeluhkan sejumlah tantangan berat. Mulai dari mahalnya harga pupuk, musim kemarau yang mengeringkan sumber air, akses jalan kebun yang rusak, keterbatasan modal, hingga serangan hama babi.

Melihat tantangan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UGM hadir membawa perspektif akademis melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM. Kerja sama multisektor ini melibatkan alumni serta mahasiswa UGM dari berbagai program studi strategis. Dari Fakultas Pertanian, tim diperkuat oleh alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah Hidayati, S.P. Dukungan keahlian tambahan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi yang melibatkan Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo.

Kegiatan FGD dan riset yang diinisiasi oleh Tim Ekspedisi Patriot UGM di Pulau Morotai ini berkontribusi langsung pada beberapa target Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, antara lain: SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui rencana pemanfaatan limbah perkebunan menjadi briket arang dan konversi limbah basah menjadi biogas lewat biodigester. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui optimalisasi produk turunan kelapa (kopra hitam, arang) dan pengembangan komoditas cengkeh serta pala untuk meningkatkan pendapatan petani transmigran.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong konsep zero waste di sektor pertanian dengan mendaur ulang sisa sabut dan air kelapa yang selama ini dibuang menjadi produk bernilai guna. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan kolaborasi solid antara akademisi UGM, pemerintah daerah (Dinas Transmigrasi), pemerintah desa, dan komunitas petani lokal dalam membangun wilayah transmigrasi. Melalui FGD ini, Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai berharap aspirasi nyata dari masyarakat Desa Morodadi dapat menjadi fondasi kuat dalam merancang cetak biru pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan tepat guna.

 

Penulis: Titi Nur Arofah Hidayati, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Ekspedisi Patriot UGM Morotai 2026

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Tingkatkan Literasi Digital SDM Pertanian, Faperta UGM dan Kemenko Pangan Sepakati Kerja Sama Strategis

berita Tuesday, 1 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melalui platform Lentera DESA resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, khususnya melalui Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian. Inisiasi kerja sama ini diawali dengan sesi diskusi dan sharing session yang berlangsung di Joglo Faperta UGM pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pertemuan ini difokuskan pada penyamaan persepsi serta perumusan visi bersama untuk beberapa tahun ke depan. Melalui sinergi ini, roadmap pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang telah dirancang akan diimplementasikan secara terstruktur, khususnya pada penguatan literasi dan kecakapan digital di tingkat tapak. Output dari program kerja sama ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) serta dokumen percontohan (pilot project) yang dapat diadaptasi oleh kementerian teknis terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian UMKM.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asdep Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Kemenko Pangan, Silvi Charlote Sumanti, S.E., M.S.E., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Turut hadir mewakili tim Lentera DESA Faperta UGM, yaitu Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D., Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., serta Dr. Ishadiyanto Salim, M.Pd.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator transformasi digital sektor pertanian, meningkatkan daya saing produk lokal, dan mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi dan keterampilan digital SDM pertanian; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan daya saing usaha pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui transformasi digital dan pengembangan pilot project; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan keterampilan digital hingga tingkat tapak; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian berbasis bukti.

Melalui Lentera DESA, Faperta UGM terus memperkuat perannya dalam membangun SDM pertanian yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi transformasi digital menuju sektor pertanian yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

Tingkatkan Kesiapan Adopsi Hidroponik, Lentera DESA Latih Dinamika Kelompok bagi Kelompok Pertanian bersama BPSDMP DIY

berita Tuesday, 1 September 2026

Guna memperkuat soliditas organisasi dan kesiapan petani dalam menyerap inovasi pertanian modern, Lentera DESA Fakultas Pertanian UGM hadir memberikan pelatihan dinamika kelompok dan kelembagaan bagi para penggerak pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani (Poktan), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari berbagai kabupaten/kota di DIY.

Sesi pembelajaran dirancang secara interaktif, partisipatif, dan komunikatif dengan mengombinasikan paparan materi, diskusi terarah, serta simulasi permainan kelompok (group games). Metode ini diterapkan untuk membangun pemahaman mendalam bahwa keberhasilan adopsi teknologi—seperti sistem budidaya hidroponik yang presisi dan bernilai ekonomi tinggi—sangat bergantung pada kekompakan manajemen internal, komunikasi yang terbuka, serta pembagian peran yang adil di dalam kelembagaan tani.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan penuh motivasi. Para peserta dari unsur KWT dan Poktan tampak aktif terlibat dalam setiap simulasi pemecahan masalah kelompok. Melalui rangkaian latihan dinamika ini, peserta diajak merefleksikan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, kerja sama tim yang solid, serta keterbukaan terhadap pembaharuan teknologi pertanian ramah lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dan produktivitas pertanian; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan nonformal yang inklusif; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan dalam kelompok tani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas dan inovasi pertanian bernilai tambah; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi dan kelembagaan petani.

Melalui kegiatan Lentera DESA, Faperta UGM terus berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat pertanian dan mendorong inovasi yang mendukung pertanian produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Lentera DESA

1234…64

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Namibia University of Science and Technology
    18/09/2026
  • Duta Maritim Bali Ajak Generasi Muda Jaga Laut melalui Konservasi, Gizi, dan Aksi Nyata
    18/09/2026
  • 37 Kilogram Tuna Warnai Family Gathering Faperta UGM, Kenalkan Potensi Pangan Laut
    18/09/2026
  • Family Gathering Meriahkan Rangkaian Dies Natalis ke-80 Fakultas Pertanian UGM
    18/09/2026
  • Kenal Kebun 2026: Mengajak Mahasiswa Baru Belajar Pertanian Langsung di Lapangan
    18/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju