• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • page. 3
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Donor Darah HUT Plantagama ke-42: Wujud Kepedulian Sosial Mahasiswa

berita Tuesday, 7 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menjadi tuan rumah kegiatan kemanusiaan melalui Donor Darah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Plantagama ke-42. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap sesama.

Dalam wawancara bersama pihak PMI, Agus Wiranto yang bertugas sebagai driver crew PMI, menyampaikan apresiasinya terhadap peran mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional.

“Partisipasi semua pihak, termasuk generasi muda di dunia kampus, memang harus digiatkan. Kegiatan sosial seperti donor darah ini akan memberi manfaat besar ke depan,” ujarnya. Agus juga berpesan agar generasi muda meluangkan waktu untuk berdonor darah, karena donor darah merupakan kegiatan yang sangat mulia dan berdampak langsung bagi kehidupan orang lain.

Ketua Pelaksana kegiatan, Syafiq Hanan Alauddin dari Prodi Ilmu Tanah angkatan 2025, menjelaskan bahwa donor darah rutin menjadi agenda tahunan Plantagama setiap peringatan HUT. “Motivasi kami bukan hanya sekadar mencintai alam, tetapi juga memberi manfaat bagi sesama manusia. Harapannya, Plantagama semakin maju dan semakin bisa membantu orang lain,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Plantagama berharap dapat terus berkontribusi bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan darah, sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas di kalangan mahasiswa.

Kegiatan donor darah ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki

berita Wednesday, 1 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi melalui partisipasi mahasiswanya dalam program pertukaran internasional ASEAN International Mobility for Students (AIMS). Kali ini, Nabilah Salma Jamaludin, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022, berkesempatan menimba ilmu di Universitas Ibaraki, Jepang selama kurang lebih empat bulan, mulai 25 September 2025 hingga 31 Januari 2026.

Selama mengikuti program AIMS, Nabilah mengambil sejumlah mata kuliah yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan, antara lain Adaptation to Environmental Change and Disaster Risk, Environmental and Symbiotic Science, Environmental Conservation Agriculture, serta Special Lecture on Regional Sustainability Science I & II. Ia juga mengikuti Field Experimental Works, Cross-Cultural Communication, dan Overview of Regional Sustainability Science.

Menurut Nabilah, sistem perkuliahan di Ibaraki University tidak jauh berbeda dengan di UGM. Namun, sebagai mahasiswa internasional, ia merasakan adanya fleksibilitas dari para dosen (sensei) dalam mendukung proses pembelajaran, baik di kelas maupun di laboratorium.

Selain pengalaman akademik, Nabilah juga memperoleh wawasan budaya yang berkesan. Ia menuturkan perbedaan kebiasaan masyarakat Tokyo dengan Osaka-Kyoto yang cukup unik. “Orang-orang Osaka-Kyoto terlihat lebih santai dibandingkan dengan Tokyo. Bahkan sekecil perbedaan posisi berdiri di eskalator saja menurutku menarik,” ujarnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah beradaptasi dengan cuaca dingin saat pergantian musim gugur ke musim dingin. Beruntung, setiap mahasiswa AIMS mendapat pendamping (buddy) dari laboratorium yang membantu mempersiapkan kebutuhan, termasuk pakaian musim dingin. “Setiap tempat baru itu mengaktifkan survival mode dalam diri saya, apalagi dengan perbedaan cuaca dan waktu. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri secara fisik dan mental,” tambahnya.

Nabilah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Fakultas Pertanian UGM yang selalu mendukung mahasiswa dalam setiap tahap program AIMS. Mulai dari persiapan keberangkatan, pendampingan selama di Jepang, hingga setelah kembali ke Indonesia, dukungan fakultas menjadi faktor penting keberhasilan program ini.

Sebagai penutup, Nabilah memberikan motivasi bagi mahasiswa lain yang tertarik mengikuti AIMS. “Jangan takut untuk mencoba daftar, karena kamu tidak akan sendiri. Fakultas akan selalu membantu, dan kamu akan mendapatkan pengalaman serta teman-teman baru. Tapi, jangan lupa untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangan programnya agar sesuai dengan kebutuhanmu. Semangat!” pesannya.

Partisipasi Nabilah dalam program AIMS turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Nabilah Salma Jamaludin

Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology

berita Wednesday, 1 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui program ASEAN International Mobility for Students (AIMS). Kali ini, kesempatan berharga diraih oleh Asayari Puspita Gutama, mahasiswa Program Studi Agronomi angkatan 2023, yang mengikuti pertukaran mahasiswa di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Jepang selama kurang lebih 3,5 bulan, dari September hingga Desember 2025.

Selama di TUAT, Asayari mengambil 18 mata kuliah dengan total 18 SKS, mengingat sistem pembelajaran menetapkan satu SKS untuk setiap mata kuliah bagi mahasiswa pertukaran. Ia menuturkan bahwa sistem pembelajaran di TUAT memiliki perbedaan dibandingkan dengan di Indonesia, terutama karena banyak mata kuliah yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan. Hal ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung penerapan materi, sehingga memperkuat pemahaman praktis sekaligus memperkaya pengalaman akademik.

Selain pengalaman akademik, Asayari juga memperoleh wawasan budaya yang berkesan. Ia menyoroti tingkat kesopanan masyarakat Jepang serta kerapihan lingkungannya. “Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi saya adalah bagaimana pengendara mobil sangat menghormati pejalan kaki. Misalnya, ketika ada orang yang hendak menyeberang di zebra cross, mobil akan berhenti dan menunggu sampai pejalan kaki tersebut selesai menyeberang,” ungkapnya.

Tantangan utama yang dihadapi adalah perbedaan musim yang cukup ekstrim dibandingkan dengan Indonesia. Suhu panas saat musim panas dan dingin saat memasuki musim dingin memerlukan penyesuaian fisik. Selain itu, aktivitas berjalan kaki juga jauh lebih banyak dibandingkan di Indonesia. “Jika di Jogja, saya jarang berjalan jauh, di Jepang saya berjalan kaki minimum sekitar 3 km setiap hari,” tambahnya.

Asayari menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pertanian UGM yang selalu mendukung mahasiswa dalam program AIMS. Fakultas berperan aktif menjembatani komunikasi antara universitas tujuan dengan mahasiswa, serta sigap memberikan bantuan dan penjelasan jika terdapat pertanyaan atau kendala selama persiapan maupun pelaksanaan program.

Sebagai penutup, Asayari memberikan motivasi bagi mahasiswa lain yang tertarik mengikuti AIMS. “Jangan ragu-ragu untuk mencoba. Program ini memberikan banyak pengalaman baru, baik dari segi akademik, budaya, maupun pengembangan diri. Mahasiswa dapat mempelajari sistem pembelajaran yang berbeda, bertemu dengan teman dari berbagai negara, serta melatih kemandirian dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Pengalaman tersebut sangat berharga dan dapat menjadi salah satu pengalaman terbaik selama masa perkuliahan,” pesannya. Ia juga mengutip pepatah Lao Tzu “A journey of a thousand miles begins with a single step”

Partisipasi Asayari dalam program AIMS turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Asayari Puspita Gutama

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Halal Bi Halal untuk Perkuat Silaturahmi dan Sinergi

berita Tuesday, 31 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Fakultas Pertanian pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Auditorium Prof. Ir. Harjono Danoesastro. Acara ini menjadi momentum berharga untuk mempererat silaturahmi antar sivitas akademika sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pertanian di era modern.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., mengajak seluruh keluarga besar fakultas untuk saling membuka pintu maaf dan menjadikan Halal Bihalal sebagai sarana memperkuat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya sinergi antar departemen dalam menjawab berbagai isu strategis, seperti ketahanan pangan, digitalisasi, dan modernisasi pertanian.

“Isu ketahanan pangan serta tuntutan digitalisasi dan modernisasi pertanian tidak bisa kita lakukan jika bergerak sendiri-sendiri. Mari kita padukan kepakaran antar departemen untuk menghasilkan riset yang berguna bagi petani, sejalan dengan visi UGM mengakar kuat, menjulang tinggi,” tegas Prof. Jaka.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi atas peran Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Beberapa capaian yang relevan antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa Mikrobiologi Pertanian UGM Ikuti Program AIMS di Gyeongsang National University, Korea Selatan

berita Monday, 30 March 2026

Sherly Aurora Cahyadewi, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022, berhasil terpilih mengikuti ASEAN International Mobility for Students (AIMS) di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan. Program ini berlangsung selama satu semester, dari Agustus hingga Desember 2025, dan menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan akademik sekaligus lintas budaya.

Selama di GNU, Sherly mengambil lima mata kuliah, yaitu International Cooperation in Agriculture, Comprehensive Crop Science Design, Farm Practice, English Reading and Writing using Media, serta Global Business English. Sistem pembelajaran di GNU relatif serupa dengan Fakultas Pertanian UGM, yang mengombinasikan presentasi, diskusi kelompok, praktik, dan penugasan. Namun, mata kuliah International Cooperation in Agriculture memberikan pengalaman yang unik melalui kegiatan field trip mingguan selama setengah semester, sehingga mahasiswa dapat mengamati langsung praktik dan manajemen pertanian di lapangan.

Sherly merasakan pengalaman budaya yang berkesan dengan bertemu teman, dosen, dan senior dari berbagai negara, seperti Filipina, Vietnam, China, Kyrgyzstan, Nigeria, Malaysia, Myanmar, dan Korea. Interaksi lintas budaya ini memperkaya pemahaman tentang toleransi dan keberagaman. Selain itu, pengalaman berkomunikasi dengan warga lokal di Kota Jinju, meski dengan keterbatasan bahasa Korea, memberikan pelajaran berharga tentang ketulusan, saling menghargai, dan toleransi antarbudaya.

Tantangan yang dihadapi Sherly antara lain perbedaan biaya hidup, keterbatasan akses terhadap makanan halal dan tempat ibadah, hambatan bahasa, serta adaptasi terhadap kondisi cuaca. Meskipun demikian, dukungan dari Fakultas Pertanian UGM sangat dirasakan, mulai dari persiapan dokumen, pemantauan perkembangan studi, hingga dukungan pendanaan untuk menunjang kegiatan selama di Korea Selatan.

“Jangan ragu untuk mendaftar, karena kalau sudah rejeki pasti ada jalannya. Siapkan essay, tes kemampuan bahasa Inggris, dan persyaratan lain sebaik-baiknya. Pelajari bahasa dan budaya negara tujuan agar lebih mudah beradaptasi. Tetapkan target yang ingin dicapai, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengeksplorasi, baik dari sisi akademik maupun budaya” pesan Sherly.

Partisipasi Sherly dalam AIMS mendukung beberapa capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Documentation: Sherly Aurora Cahyadewi

Mahasiswa Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM Ikuti Program AIMS di Ibaraki University

berita Monday, 30 March 2026

Hosana Adel Ivory, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2022, berhasil terpilih mengikuti program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) di Ibaraki University, Jepang. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari September 2025 hingga Januari 2026, dan menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan akademik sekaligus lintas budaya.

Di Ibaraki University, Hosana mengambil mata kuliah Overview of Regional Sustainability Science, Environmental and Symbiotic Sciences, Environmental Conservation Agriculture, serta Adaptation to Environmental Change and Disaster Risk. Selain itu, ia juga aktif dalam kegiatan field works, lab works, seminar, dan kuliah tamu.

Sistem pembelajaran di Jepang menghadirkan nuansa yang berbeda, durasi perkuliahan mencapai 105 menit dan penempatan mahasiswa ke laboratorium disesuaikan dengan peminatan yang diambil. Setiap mahasiswa dibimbing langsung oleh profesor serta didampingi buddy dari laboratorium yang sama. Pola ini tidak hanya mengasah keterampilan riset, tetapi juga membuka peluang untuk membangun jejaring akademik di tingkat internasional.

Salah satu pengalaman budaya paling unik adalah saat bunkasai (文化祭) atau festival universitas di kampus Ami dan Mito. Hosana merasakan hangatnya pertukaran budaya melalui stand makanan yang menghadirkan cita rasa khas Jepang sekaligus Indonesia, seperti yakitori dan sate dengan bumbu kacang. Interaksi dengan mahasiswa Jepang, China, dan Vietnam memperkaya pemahaman lintas budaya serta memperkuat semangat kebersamaan.

Hosana mengakui bahwa tantangan terbesar selama mengikuti program ini adalah adaptasi bahasa dan administrasi, mengingat banyak dokumen di Jepang masih berbasis cetak. Namun demikian, dukungan dari Fakultas Pertanian UGM sangat dirasakan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga kepulangan. Penanggung jawab program AIMS juga secara rutin memantau perkembangan mahasiswa untuk memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang optimal.

Hosana turut mendorong mahasiswa lain untuk berani mengambil kesempatan mengikuti program AIMS. “Semangat ya! Siapkan kemampuan bahasa Jepang dan mental kemandirian. Jangan khawatir, karena buddy dan kakak-kakak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ibaraki akan membantu. Tetap terbuka mempelajari budaya baru dengan menghormati norma masyarakat. Jangan takut untuk mengambil kesempatan yang ada!” ujarnya.

Partisipasi Hosana dalam AIMS mendukung beberapa capaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Hosana Adel Ivory

Tim Mahasiswa UGM Raih Silver Medal pada 2nd International Student Summit 2026

Prestasi Monday, 30 March 2026

Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memperoleh Silver Medal (Juara 2) dalam The International Essay Competition yang merupakan bagian dari 2nd International Student Summit 2026 (2nd ISS 2026) yang diselenggarakan di Malaysia pada 14–15 Februari 2026.

Pencapaian ini menunjukkan kapasitas akademik mahasiswa UGM dalam menghasilkan gagasan inovatif yang relevan dengan isu global. Tim terdiri atas Mukhlis Ibrahim (Ketua Tim) dari Fakultas Pertanian, Tirta P. Winata (Anggota) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Mutia N. Makhfirah (Anggota) dari Sekolah Pascasarjana.

Dalam kompetisi tersebut, tim UGM mengajukan gagasan SAFE-BOX (Sustainable Agro-Food Enhancement), sebuah inovasi teknologi penyimpanan pangan ramah lingkungan yang memanfaatkan sistem pendingin non-listrik untuk produk pertanian, khususnya buah dan sayur. Konsep ini dirancang untuk mengatasi permasalahan pasca-panen yang sering dihadapi petani lokal, sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing pangan Indonesia.

Pendekatan SAFE-BOX menekankan integrasi lintas disiplin, melibatkan aspek teknologi, kebijakan, dan tata kelola. Dengan demikian, solusi yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga komprehensif dan aplikatif dalam konteks sosial-ekonomi. “Kerja sama lintas disiplin sangat penting untuk menciptakan solusi yang komprehensif,” ujar Mukhlis.

Inovasi SAFE-BOX memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Mukhlis Ibrahim

Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Student Exchange di Korea Selatan dan Perkuat Kompetensi Akademik serta Budaya Internasional

berita Friday, 27 March 2026

Ridho Abiyyu Shah Kautsar, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2022 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), berkesempatan menjalani program student exchange di Gyeongsang National University (GNU), Korea Selatan. Program ini berlangsung dari 29 Agustus hingga 23 Desember 2025, menjadi pengalaman berharga yang membuka cakrawala baru bagi Ridho, baik secara akademik maupun budaya.
Selama masa studi, Ridho mengambil lima mata kuliah: International Cooperation in Agriculture, Farm Practice 2PBL, Interpersonal Relationships, English Reading and Writing using Media, dan Global Business English. Ia merasakan atmosfer pembelajaran yang berbeda, di mana tugas-tugas lebih banyak berbentuk proyek kelompok. Pendekatan ini membuat mahasiswa terbiasa bekerja sama, berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Materi yang diajarkan benar-benar mempersiapkan kami untuk terjun langsung ke dunia profesional,” ungkap Ridho.
Selain pengalaman akademik, Ridho juga terkesan dengan festival budaya internasional yang diselenggarakan oleh GNU. Mahasiswa dari berbagai negara menampilkan pertunjukan khas mereka, mulai dari Vietnam, Filipina, China, Mongolia, Kazakhstan, hingga Pakistan. Suasana penuh warna ini memperkaya wawasan lintas budaya dan mempererat persahabatan antar mahasiswa internasional.


Beradaptasi dengan musim dingin menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan. Terbiasa dengan iklim tropis, Ridho membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Namun, pengalaman ini justru menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan diri dan adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda.
Ridho menegaskan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan penuh Fakultas Pertanian UGM. Bantuan finansial, bimbingan akademis dan non-akademis, serta fasilitas penunjang membuat program ini berjalan lancar. Fakultas selalu memastikan setiap kegiatan mahasiswa terlaksana dengan baik dan minim hambatan.


Program student exchange ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Ridho Abiyyu Shah Kautsar

Kolaborasi UGM, Fuji Oil, dan Petani Hutan Goa Gogor Asri Wujudkan Tanam Perdana Kakao Unggul di Cilacap

berita Friday, 27 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berpartisipasi dalam kegiatan Tanam Perdana Demplot Kakao Unggul di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap pada Kamis, 26 Maret 2026. Acara ini merupakan bagian dari proyek percontohan produksi kakao berkualitas tinggi dan berkelanjutan yang didukung oleh Fuji Oil Co., Ltd., serta menjadi wadah implementasi riset terapan dan pengabdian masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Kepala Desa Jambusari, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., serta perwakilan dari Fuji Oil Co., Ltd. Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penanaman simbolis bibit kakao sebagai penanda dimulainya program pengembangan kakao unggul di wilayah tersebut. Selanjutnya, peserta melakukan peninjauan lapangan, demonstrasi teknis, serta diskusi bersama petani dan mitra. Rangkaian kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi, dan masyarakat.


Program ini merupakan tindak lanjut dari Joint Collaboration Agreement antara PT Riset Perkebunan Nusantara, Fakultas Pertanian UGM, Fuji Oil Co., Ltd., dan Kelompok Tani Hutan Goa Gogor Asri. Kolaborasi ini menekankan integrasi riset ilmiah, pendampingan teknis, penyediaan bahan tanam unggul, serta penguatan kapasitas petani. Pemerintah Kabupaten Cilacap turut mendukung dengan penyelarasan kebijakan pembangunan daerah.


Saat ini, pengembangan kakao di Cilacap telah mencakup sekitar 44 hektare lahan dengan penerapan praktik budidaya berbasis hasil riset. Selain meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produksi, inisiatif ini juga diarahkan pada pengembangan agro-eduwisata berbasis cokelat, yang mengintegrasikan aspek pendidikan, penelitian, dan inovasi dari hulu hingga hilir.
Keterlibatan Fakultas Pertanian UGM dalam program ini memperkuat peran akademisi dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Nur Akbar Arofatullah, S.P., M. Biotech., Ph.D.

Fakultas Pertanian UGM Gelar Kuliah Tamu Bersama Prof. Weiguo Cheng dari Yamagata University

berita Friday, 13 March 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menghadirkan kuliah tamu internasional dalam rangkaian workshop bertajuk “Land Use and Management Changes and Organic Rice Farming in Shonai, Japan.” Acara ini menghadirkan Prof. Weiguo Cheng dari Yamagata University, Jepang, sebagai pembicara utama.

Kuliah tamu berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 08.00 – 09.45 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 313 peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti, akademisi, serta perwakilan dari Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM yang memiliki minat terhadap isu pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lahan.

Dalam presentasinya, Prof. Cheng memaparkan perjalanan panjang riset pertanian organik padi di Yamagata University Farm, Takasaka, yang telah berlangsung sejak 2007. Penelitian ini berfokus pada inovasi metode penyiangan untuk menjaga produktivitas padi organik. Hasil eksperimen menunjukkan:

  • Frekuensi penyiangan berpengaruh signifikan terhadap hasil panen. Penyiangan 8 kali (8WF) menghasilkan biomassa malai padi tertinggi, meski tidak berbeda signifikan dengan penyiangan 6 kali (6WF).
  • Penyiangan 2 kali (2WF) sudah mampu meningkatkan serapan nitrogen (N) pada padi dibanding gulma, namun penyiangan lebih intensif (8WF) meningkatkan serapan N dan pertumbuhan padi secara signifikan.
  • Semakin sering penyiangan dilakukan, semakin rendah biomassa gulma dan semakin tinggi biomassa serta serapan N pada padi, hingga tiga kali lipat dibandingkan lahan tanpa penyiangan.

Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan gulma untuk mendukung produktivitas padi organik sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian. Selain itu, Prof. Cheng juga memperkenalkan proyek riset kedua yang menyoroti dampak jangka panjang pertanian organik terhadap tanah Andosol di Jepang. Temuan utama dari riset ini antara lain:

  • Cadangan karbon (C) dan nitrogen (N) serta potensi mineralisasinya lebih tinggi pada sistem pertanian organik dibandingkan metode konvensional.
  • Selama 4 – 5 tahun pertama, efek pertanian organik belum signifikan, sehingga dianggap sebagai periode transisi.
  • Perubahan signifikan pada potensi dekomposisi karbon dan mineralisasi nitrogen mulai terlihat setelah 8 – 9 tahun.
  • Cadangan C dan N baru menunjukkan perbedaan nyata setelah lebih dari 12 tahun praktik pertanian organik.

Hasil ini menegaskan bahwa pertanian organik tidak hanya berdampak pada produktivitas padi, tetapi juga memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan tanah dalam jangka panjang. Dengan demikian, riset ini memperkuat argumen bahwa pertanian organik merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga ekosistem pertanian sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Fakultas Pertanian UGM menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik internasional, tetapi juga memberikan wawasan baru bagi sivitas akademika dalam mengembangkan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Rangkaian kuliah tamu ini secara langsung mendukung beberapa capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

12345…44

BERITA FAKULTAS

  • Desi Utami Paparkan Peran Bioteknologi untuk Pertanian Berkelanjutan di Era Digital
    22/04/2026
  • Unit Media Faperta UGM Berpartisipasi dalam Workshop Penulisan Siaran Pers dan Konten SDGs
    22/04/2026
  • Prof. Jaka Widada Dikukuhkan sebagai Guru Besar Mikrobiologi Terapan UGM
    22/04/2026
  • Heterogenitas Katabolik Plasmid: Dr. Chiho Suzuki-Minakuchi Ungkap Strategi Adaptasi Bakteri Xenobiotik
    21/04/2026
  • Dr. Kengo Inoue Ungkap Potensi Mikroba Elektrogenik dalam Menghasilkan Energi Bersih
    21/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju