
Sebagai perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat dan penyediaan pendidikan berkelanjutan, Lentera DESA Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) hadir menjadi fasilitator dalam Pelatihan Agribisnis Pertanian Berbasis Teknologi Hidroponik. Pelatihan yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diselenggarakan pada 7 September 2026 di UPTD Balai PSDMP DIY.
Pada sesi pembuka pelatihan di hari pertama, Senin (7/9), tim Lentera DESA membawakan materi bertajuk “Dinamika Kelompok Tani & Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani”. Materi ini diarahkan untuk membekali para petani agar memiliki kesiapan organisasi, kekompakan tim, dan pola pikir adaptif sebelum menerima materi teknis budidaya hidroponik. Sesi kelas dikemas dengan skema pembelajaran interaktif menggunakan platform digital, studi kasus riil (seperti inovasi pemangkasan rantai pasok digital), hingga aneka permainan kelompok yang partisipatif.

Melalui metode ice breaking dan games yang dirancang komunikatif, peserta diajak memetakan langsung tantangan internal kelompok serta mendiskusikan transformasi kelompok tani menuju tiga fungsi strategis: kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi. Pendekatan pembelajaran yang hidup dan menyenangkan ini memicu motivasi tinggi dari para peserta, sehingga pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi digital dan kekompakan kelompok dapat diserap dengan optimal.
Keterlibatan aktif Lentera DESA dalam pelatihan ini menegaskan komitmen Faperta UGM untuk terus mendampingi masyarakat pedesaan melalui transfer pengetahuan aplikatif, mempercepat adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan, serta memperkuat kelembagaan tani lokal. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi hidroponik untuk mendukung produksi pangan yang produktif, efisien, dan adaptif terhadap keterbatasan lahan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pendidikan nonformal dan pembelajaran sepanjang hayat dengan metode pelatihan yang partisipatif, inklusif, dan interaktif bagi petani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan keterampilan agribisnis berbasis teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, peluang usaha, dan perekonomian masyarakat perdesaan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi hidroponik serta pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran dan pengembangan agribisnis; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan sistem produksi pertanian yang hemat lahan, lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi, serta berorientasi pada praktik produksi yang lebih ramah lingkungan; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam memperkuat kapasitas masyarakat serta mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Lentera DESA