
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menjadi tuan rumah rangkaian WorldVeg: Advanced Training in Plant Health yang memasuki hari kedua pada Selasa, 23 Juni 2026. Bertempat di Ruang Venture Gedung AGLC Lantai 6 dan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Bagian Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), kegiatan ini menghadirkan sesi intensif mengenai Insect Pest Diagnostics & Resistance Screening yang dipandu oleh para pakar internasional.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan dari Dr. Stephen Othim dan Dr. Sopana Yule mengenai identifikasi hama utama pada tanaman sayuran, seperti tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Diskusi menyoroti peran vektor serangga dalam penularan penyakit serta strategi pemantauan gejala di lapangan. Peserta kemudian mengikuti sesi praktikum identifikasi hama menggunakan mikroskop dan kaca pembesar untuk mengenali spesimen serta gejala kerusakan, sekaligus mempelajari teknik pengambilan sampel dan penggunaan alat pemantauan. Dari UGM, Dr. Prayogo Probo Asmoro turut membimbing kegiatan praktikum ini.
Selanjutnya, Dr. Othim dan Dr. Yule memperkenalkan aplikasi resistance screening dalam surveilans dan pengendalian hama terpadu. Materi ini dilanjutkan dengan penjelasan dari Dr. Jo Chang dan Dr. Wallace Chen mengenai konsep penyaringan resistensi untuk penyakit bakteri dan jamur. Mereka menekankan prinsip inokulasi serta keterkaitan antara uji penyakit dengan pemuliaan tanaman.

Pada sesi laboratorium, peserta dilatih menyiapkan inokulum bakteri dan jamur untuk uji penyakit, termasuk protokol standar dan persiapan anthracnose assay. Prof. Ani Widiastuti (UGM) dan Dr. Chen memfasilitasi praktik inokulasi buah cabai dengan Colletotrichum spp. serta pengamatan perkembangan penyakit dan pengukuran lesi. Sementara itu, Dr. Chang memandu inokulasi tanaman dengan Ralstonia pseudosolanacearum (bacterial wilt) dan Xanthomonas spp. (bacterial spot), memperlihatkan metode infeksi serta observasi pasca inokulasi.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas dalam menjaga produktivitas tanaman hortikultura; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pengurangan risiko kehilangan hasil akibat hama dan penyakit tanaman; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pelatihan berbasis praktik yang meningkatkan kompetensi peserta; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan pengendalian hama terpadu dan pengembangan varietas tahan penyakit; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan ketahanan sistem budidaya terhadap tekanan biotik yang semakin dipengaruhi perubahan iklim; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan tanaman.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM


























