• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Magang Berdampak: Mahasiswa Faperta UGM Observasi Ekowisata Curug Jeglong

berita Friday, 1 May 2026

Andaru Fido Firmansyah Mahasiswa Ekonomi Pertanian dan Agribisnis angkatan 2023 berkesempatan mengikuti magang berdampak di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara. Ia bersama Mandor Perhutani RPH Kenjuran, pengelola ekowisata, dan beberapa mahasiswa Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan observasi ekowisata di Curug Jeglong, Kendal pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk merencanakan potensi pengembangan kembali dan melakukan rebranding setelah ekowisata sempat tutup pasca pandemi Covid-19.

Dalam kegiatan observasi, mahasiswa diajak untuk meninjau berbagai aspek mulai dari akses masuk, kondisi daerah sekitar, hingga turun langsung ke lokasi curug. Proses ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk memahami potensi wisata alam sekaligus tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ekowisata.

Kegiatan ini menarik karena mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga dilibatkan dalam perencanaan strategis untuk menghidupkan kembali Curug Jeglong sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan. Dengan dukungan Perhutani dan pengelola ekowisata, diharapkan Curug Jeglong dapat kembali menjadi daya tarik wisata alam yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Observasi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi, pengelola, dan masyarakat dalam mengembangkan ekowisata berbasis konservasi. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi Curug Jeglong untuk kembali bersinar sebagai salah satu destinasi unggulan di Kendal.

Kegiatan observasi ekowisata Curug Jeglong tidak hanya bertujuan untuk merencanakan rebranding pasca pandemi, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Andaru Fido Firmansyah

Faperta UGM Dukung Swasembada Pangan Melalui Survei Investigasi dan Desain Cetak Sawah di Maluku Utara

berita Thursday, 30 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) telah melaksanakan kegiatan Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah di Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Proyek strategis yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI ini dilaksanakan pada 1–21 April 2026 di tiga lokasi utama, yakni Wasile (Halmahera Timur), Kao Barat (Halmahera Utara), dan Gane Timur (Halmahera Selatan).

Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc., dengan dukungan tenaga ahli multidisiplin. Tim tersebut meliputi:

  • Tenaga Ahli Ilmu Tanah: Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D. dan Ahmad Harish Romdhoni, S.P., M.Sc.
  • Tenaga Ahli Agronomi: Imas Masithoh Devangsari, S.P., M.Sc., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Kehutanan: Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P.
  • Tenaga Ahli Hidrologi: Ir. Wahyu Banitara, S.T.
  • Tenaga Ahli Klimatologi: Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D.
  • Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Pertanian: Muh Amat Nasir, S.P., M.Sc. dan Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
  • Tenaga Ahli Geodesi: Erfan Taufik Ardianto, S.T, M.Sc.
  • Tenaga Ahli GIS & Pemetaan: Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.

Survei ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan yang belum produktif di luar kawasan hutan lindung sebagai upaya mendukung swasembada pangan nasional. Tim melakukan observasi mendalam terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, karakteristik tanah, serta ketersediaan sumber air untuk irigasi pada 31 desa potensial di Provinsi Maluku Utara. Bagi masyarakat yang setuju lahannya dikembangkan, tim menyusun desain cetak sawah komprehensif yang meliputi petakan sawah, pematang, saluran irigasi, jalan usaha tani, hingga infrastruktur bendungan jika diperlukan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan potensi lahan di Maluku Utara dapat memberikan dampak signifikan bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata kontribusi Faperta UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SID Maluku Utara

Kolaborasi ACIAR dan Faperta UGM Dorong Integrasi Teknologi dan Manajemen Industri Jeruk Berkelanjutan

berita Tuesday, 28 April 2026

Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) yang berkolaborasi dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melanjutkan diskusi sesi panel 4 pada simposium yang digelar pada Senin, 20 April 2026 dengan sejumlah pembicara yang berfokus terkait integrasi teknologi, manajemen, dan praktik lapangan untuk membangun industri jeruk yang efisien dan berkelanjutan. Sesi ini dimoderatori oleh Imro’ah Ikarini, S.TP.,M.P. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang memandu jalannya tanya jawab serta memperkuat diskusi antara pembicara dan peserta.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Prof. Supriyadi dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang membawakan topik fisiologi pasca panen dan teknologi pengolahan jeruk. Beliau memaparkan bahwa adanya penundaan pengolahan itu dapat menyebabkan perubahan kualitas dari jeruk. Perubahan tersebut terlihat jelas dari segi fisik seperti warna daun atau batang.

Selanjutnya, Prof. Alva Edy Tontowi dari Fakultas Teknik UGM membuka diskusi dengan paparan mengenai manajemen bisnis di industri jeruk mulai dari bahan tanam hingga rantai pasok produk industri. Beliau menekankan bahwa pentingnya sinergi antar berbagai pihak (multi-helix) dalam mengembangkan industri jeruk di Indonesia agar lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Nanda Budi Prayoga sebagai petani jeruk milenial yang berasal dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, di mana ia menjelaskan praktik industri jeruk. Ia menyoroti bahwa inovasi teknologi serta kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing industri jeruk di Indonesia.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Membangun Pertanian Jeruk Berkelanjutan: Perspektif Ekonomi, Teknis, dan Kolaborasi Regional dalam Forum ACIAR HLB Symposium 2026

berita Tuesday, 28 April 2026

Sesi ketiga ACIAR HLB Symposium pada Senin, 20 April 2026 membahas terkait kajian terhadap sistem pertanian secara utuh mencakup dimensi ekonomi melalui pemodelan tumpang sari, dimensi teknis melalui prinsip kesehatan tanaman dan standarisasi pembibitan, serta dimensi komparatif melalui telaah pengalaman Vietnam, Cina, dan Laos yang secara bersama-sama membentuk kerangka pembangunan pertanian yang holistik. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Steven Falivene, seorang citrus development officer dari New South Wales Department of Primary Industries and Regional Development (NSW DPIRD).

Narasumber pertama, Dr. Sri Peni Wastutiningsih dan Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM), menyampaikan hasil penelitian yang mencakup kondisi existing terkait layanan penyuluhan kepada petani mengenai budidaya jeruk dan secara khusus mengenai penyakit Huanglongbing. Tak hanya itu, Hariyani lebih lanjut memaparkan hasil survei ekonomi dan permodelan tumpang sari yang ditemukan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia. Mereka menekankan terkait pentingnya penyaluran dan optimalisasi pemberian informasi layanan antar penyuluh atau langsung kepada petani.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan prinsip menanam pohon sehat, serta Dr. Jessica Lye (Citrus Australia) menyampaikan terkait standar pembibitan jeruk australia. Varietas yang umum digunakan di Australia merupakan jenis bibit yang memiliki standar karantina yang ketat. Australia telah memiliki sistem standarisasi pembibitan nasional yang terstruktur melalui NIASA, membuktikan bahwa kualitas bibit dapat dijaga secara sistemik melalui praktik terbaik, pendanaan riset, dan pengawasan berkala.

Pemaparan materi terakhir, berisi tentang pengalaman daerah di negara Vietnam, Cina, dan Laos yang dipaparkan secara daring. Keberlanjutan pertanian jeruk di Vietnam menuntut pergeseran paradigma dari pengelolaan individual menuju kolektif, dari pendekatan reaktif menuju preventif, dan dari input kimia menuju solusi biologis. Selanjutnya tanaman jeruk di Laos memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi ancaman serius akibat penyakit HLB yang belum tertangani secara optimal, sehingga dibutuhkan riset mendalam dan kolaborasi antarnegara untuk menyelamatkan produktivitas jeruk di kawasan ini.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Anin Dita Rahmadiyanti

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB

berita Friday, 24 April 2026

Rangkaian akhir kegiatan proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 memasuki hari ketiga dengan agenda field visit. Setelah dua hari simposium intensif di Yogyakarta, para peserta diajak meninjau langsung lokasi pembibitan jeruk dan kondisi budidaya jeruk di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya memahami tantangan nyata penyakit Huanglongbing (HLB) di tingkat petani.

Kunjungan pertama dilakukan ke pembibitan jeruk di CV Mitra Bibit, Kecamatan Kemiri, yang dikelola oleh Pak Eko, di mana peserta dapat melihat proses produksi bibit jeruk sekaligus berdiskusi dengan petani dan teknisi lapangan mengenai strategi pencegahan HLB sejak tahap awal budidaya. Diskusi menyoroti pentingnya penggunaan batang bawah yang sehat dan toleran, serta penerapan standar sanitasi kebun untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kebun jeruk produktif di Kecamatan Bayan yang dipandu oleh Pak Suparman selaku ketua kelompok tani. Di lokasi ini, peserta menyaksikan praktik budidaya jeruk yang sudah berproduksi, sekaligus mendengar langsung pengalaman petani dalam menghadapi tantangan HLB.

Kegiatan field visit ini memperkuat pemahaman bahwa pengendalian HLB tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi harus diintegrasikan dengan praktik lapangan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi petani. Kolaborasi antara UGM, ACIAR, peneliti, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menghasilkan strategi pengelolaan jeruk yang berkelanjutan.

Hari ketiga ini juga menegaskan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Bahas Strategi AgronBahas Strategi Agronomi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026mi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026

berita Friday, 24 April 2026

Setelah sesi pertama yang membahas mekanisme penyakit Huanglongbing (HLB) dan vektornya, simposium hari pertama proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 berlanjut ke Panel 2 pada Senin, 20 April 2026 dengan fokus pada strategi agronomi dan manajemen kebun untuk menghadapi ancaman HLB. Diskusi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang memandu jalannya sesi dengan interaktif dan terarah.

Panel kedua membuka wawasan baru mengenai strategi agronomi dan manajemen kebun dalam menghadapi ancaman HLB. Dr. Tahir Khurshid (NSW DPIRD) bersama Prof. Siti Subandiyah (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD) memaparkan pentingnya pemilihan batang bawah yang toleran terhadap HLB. Mereka menekankan bahwa penggunaan batang bawah adaptif dapat meningkatkan ketahanan tanaman jeruk sekaligus memperpanjang umur produktif kebun.

Materi berikutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPIRD) bersama Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), yang menguraikan faktor-faktor manajemen kebun global yang terbukti meningkatkan kelangsungan hidup tanaman di bawah tekanan HLB. Ia mencontohkan praktik-praktik terbaik dari berbagai negara yang dapat diadaptasi di Indonesia, mulai dari pengelolaan nutrisi hingga penerapan teknologi monitoring kebun.

Selanjutnya, Dr. Tahir Khurshid berkolaborasi dengan Dr. Sri Widyaningsih dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas konsep penanaman dengan kepadatan tinggi. Prinsip agronomi ini ditawarkan sebagai solusi intensifikasi budidaya, yang memungkinkan peningkatan produktivitas meski kebun menghadapi tekanan penyakit. Pendekatan ini dinilai relevan bagi petani jeruk di Indonesia yang membutuhkan strategi efisien untuk menjaga hasil panen.

Diskusi panel ditutup dengan sesi tanya jawab yang mempertemukan perspektif peneliti internasional dan nasional. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi dan kebijakan agronomi, sehingga memperkaya pemahaman bersama tentang strategi pengendalian HLB.

Panel 2 semakin menegaskan kontribusi kegiatan ini terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ACIAR HLB Sympisum 2026 Hari Pertama: Hadirkan Simposium untuk Masa Depan Industri Jeruk Hadapi Ancaman HLB

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) membuka hari pertama simposium sebagai rangkaian akhir dari proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 yang bertajuk “Preparedness and Management of Huanglongbing (Citrus Greening Disease) to Safeguard the Future of Citrus Industry in Australia, China and Indonesia” pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan industri jeruk di tiga negara melalui kerja sama penelitian dan pendidikan.

Acara dibuka dengan ucapan selamat datang oleh pimpinan Fakultas Pertanian UGM yang diwakili oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM yang menegaskan komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama riset lintas negara. Pengantar kemudian dilanjutkan oleh Dr. Meena Thakur (International Project Leader ACIAR) dan Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. (Indonesian Project Leader ACIAR), yang menjelaskan latar belakang proyek serta tujuan strategis penelitian bersama ini.

Sesi pertama simposium menghadirkan sejumlah pembicara yang menyoroti tantangan serius penyakit Huanglongbing (HLB), yang telah dilaporkan menghambat produksi jeruk di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sesi pertama dimoderatori oleh Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, yang memfasilitasi jalannya tanya jawab serta memperkuat interaksi antara pembicara dan peserta.

Intan Muliani Fajarsari, S.TP., M.Agr.Sc., selaku Ketua Tim Kerja Tanaman Buah Tahunan dari Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, membuka diskusi dengan paparan mengenai kebijakan dan arah pengembangan masa depan produksi jeruk nasional. Beliau menekankan perlunya strategi terpadu antara pemerintah, akademisi, dan petani untuk menghadapi ancaman penyakit ini.

Dilanjutkan oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan mekanisme bagaimana HLB dapat membunuh pohon jeruk, serta Dr. Meena Thakur (NSW DPIRD) yang memaparkan siklus hidup serangga vektor kutu loncat jeruk atau Asian Citrus Psyllid (ACP) dan faktor penyebarannya. Sementara itu, Alan Soffan, Ph.D. dari Fakultas Pertanian UGM menyampaikan hasil studi mengenai inovasi perangkap dan penolak ACP sebagai bagian dari strategi pengendalian.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prof. Bunyamin Tar’an dari University of Saskatchewan Inisiasi Kerja Sama Tri Dharma dengan Faperta UGM

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian kerja sama internasional dengan menghadirkan kuliah tamu dari Prof. Bunyamin Tar’an, pakar pemuliaan tanaman dan genomik dari University of Saskatchewan, Kanada. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama tri dharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kuliah tamu bertajuk “Go Global with Plant Breeding: Modern Genomics & Crop Improvement for a Climate-Changing World” berlangsung di lantai 6 Venture AGLC, Fakultas Pertanian UGM. Acara diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti yang antusias mendalami isu-isu terkini dalam pemuliaan tanaman berbasis genomik, khususnya pengembangan varietas tahan iklim seperti chickpea (kacang arab).

Selain menyampaikan materi akademis, Prof. Tar’an juga berbagi pengalaman studi lanjut di Kanada, memberikan tips bagi mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan magister dan doktoral. Interaksi langsung dengan profesor internasional ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat reputasi Faperta UGM di tingkat global.

Kegiatan kuliah tamu ini menandai awal dari rangkaian kerja sama strategis antara Faperta UGM dan University of Saskatchewan, yang akan dikembangkan dalam bentuk riset bersama, pertukaran akademik, serta program pengabdian masyarakat di bidang pertanian berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan rencana kerjasama yang turut dihadiri oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, serta beberapa dosen dari Departemen Budidaya Pertanian. Kehadiran jajaran pimpinan dan akademisi ini menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat jejaring internasional dan memperluas dampak akademik.

Kegiatan ini berkontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Desi Utami Paparkan Peran Bioteknologi untuk Pertanian Berkelanjutan di Era Digital

berita Wednesday, 22 April 2026

Dosen Departemen Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., tampil sebagai narasumber dalam forum ilmiah bertajuk “Harmonized Biosafety Assessment and Sustainable Agriculture: Accelerating Innovation with Impact for Indonesian Smallholders” yang diselenggarakan oleh CropLife Indonesia bekerja sama dengan Konsorsium Bioteknologi Indonesia dan Lab Indonesia di ICE BSD City pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam presentasi berjudul “Communicating Biotechnology in the Digital Era: Enhancing Sustainable Agricultural Impact for Farmers in Indonesia”, Desi Utami menyoroti kesenjangan antara perkembangan bioteknologi dengan pemahaman petani di lapangan. Menurutnya, komunikasi sains yang efektif menjadi kunci agar inovasi bioteknologi dapat benar-benar diadopsi dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian.

Beliau menjelaskan bahwa bioteknologi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan, mulai dari pemanfaatan biofertilizer, biopesticides, hingga tanaman hasil rekayasa genetik. Namun, keberhasilan penerapan teknologi ini sangat bergantung pada bagaimana informasi disampaikan kepada petani dengan bahasa yang sederhana, relevan, dan menyentuh kebutuhan mereka.

Desi Utami juga menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi. Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia, platform digital dapat menjadi jembatan untuk memperluas literasi sains, mengatasi misinformasi, serta membangun jejaring komunitas pertanian. Ia mencontohkan inisiatif Desa Apps yang dikembangkan Faperta UGM sebagai ruang interaktif bagi petani, penyuluh, dan akademisi untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan mengakses data pertanian secara real-time.

“Bioteknologi, didukung komunikasi digital yang efektif, adalah kunci untuk memperkuat pertanian berkelanjutan dan memberdayakan petani Indonesia,” tegasnya.

Kehadiran Desi Utami dalam forum ini memperlihatkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendorong adopsi inovasi berbasis sains, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjembatani dunia riset dengan kebutuhan masyarakat, khususnya petani kecil di Indonesia.

Kontribusi Desi Utami dalam forum ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Heterogenitas Katabolik Plasmid: Dr. Chiho Suzuki-Minakuchi Ungkap Strategi Adaptasi Bakteri Xenobiotik

berita Tuesday, 21 April 2026

Dalam rangkaian Biotechnology Seminar di Fakultas Pertanian UGM, sesi kedua diisi oleh Dr. Chiho Suzuki-Minakuchi dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo. Beliau menyampaikan materi bertajuk Survival Strategies of Xenobiotic-Degrading Bacteria: Heterogeneity in Plasmid-Borne Catabolic Ability, yang menyoroti bagaimana bakteri lingkungan mampu bertahan hidup di tengah paparan senyawa xenobiotik berbahaya melalui mekanisme genetik yang kompleks.

Dr. Suzuki-Minakuchi menjelaskan bahwa plasmid berperan sebagai pembawa kemampuan katabolik yang heterogen, sehingga setiap strain bakteri dapat menunjukkan variasi dalam kapasitas metaboliknya. Perbedaan ini terlihat jelas pada dinamika ekspresi promoter P_ant antara dua konstruksi bakteri, CA10 dan KTPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah homolog AntR sangat menentukan tingkat heterogenitas transkripsi, dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan metabolik sel tunggal.

Melalui ilustrasi yang ditampilkan, Dr. Suzuki-Minakuchi menggambarkan bagaimana interaksi antar strain bakteri dapat bersifat kooperatif maupun kompetitif. Pada konstruksi CA10, bakteri cenderung menunjukkan perilaku “Get together!” yang menekankan kerja sama dalam degradasi senyawa. Sebaliknya, pada KTPC terlihat variasi lebih besar dengan kecenderungan “Why don’t you come with us?”, yang menandakan adanya perbedaan strategi adaptasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa heterogenitas genetik plasmid menjadi faktor kunci dalam menentukan strategi bertahan hidup bakteri di lingkungan yang penuh tekanan xenobiotik.

Materi yang dipaparkan Dr. Suzuki-Minakuchi tidak hanya memperkaya pemahaman sivitas akademika mengenai mikrobiologi lingkungan, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…13

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Branding Digital, Faperta UGM Gelar Koordinasi Media Promosi Program Studi
    08/05/2026
  • PKP UGM Gelar Prospect Talks Book Insights #61: Bedah Buku CSR Kolaboratif
    07/05/2026
  • Prodi PKP UGM Laksanakan Penerjunan Magang Berdampak 2026: Bekali Mahasiswa Menuju Dunia Kerja
    07/05/2026
  • Mahasiswa UGM Raih Prestasi di Kejuaraan Nasional Karate Sunan Kalijaga Cup XIII 2026
    06/05/2026
  • Faperta UGM Tandatangani MoU dengan FisTx Indonesia untuk Penguatan Tridharma dan Inovasi Perikanan
    06/05/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju