• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Program Studi Proteksi Tanaman Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 007/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Proteksi Tanaman UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 367,33. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Studi Proteksi Tanaman mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keilmuan proteksi tanaman juga berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya menjaga produktivitas dan mengurangi kehilangan hasil pertanian, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan Pengendalian Hama Terpadu, agen hayati, dan teknologi pengendalian yang ramah lingkungan.

Pengembangan strategi proteksi tanaman yang adaptif terhadap perubahan lingkungan turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, sementara upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati memperkuat SDG 15: Ekosistem Daratan. Kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pendidikan, penelitian, dan penerapan teknologi mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Studi Proteksi Tanaman UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang mendukung pembangunan pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 9 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 006/SK/LAMPTIP/Ak.U/Mg/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Magister Ilmu Tanah UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 370,44. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menjadi bukti komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program magister, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing global. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui pendidikan dan riset yang inovatif, Program Magister Ilmu Tanah mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan tanah secara berkelanjutan berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan terhadap produktivitas dan ketahanan pangan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan keberlanjutan ekosistem. Riset terkait konservasi tanah, karbon tanah, dan adaptasi pertanian turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Sementara itu, kolaborasi akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun internasional memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan capaian ini, Program Magister Ilmu Tanah UGM semakin memperkokoh perannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi bagi pengelolaan sumber daya tanah yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Studi Pertukaran di Lund University, Swedia

berita Monday, 7 September 2026

Ribuan kilometer dari kolam budi daya dan bangku kuliah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Gerson Lewis, mahasiswa Program Studi Akuakultur angkatan 2023, kini tengah menempuh satu semester studi pertukaran di Lund University, Swedia. Program ini berlangsung melalui Erasmus+ International Credit Mobility Programme (KA131/171) sejak 18 Agustus 2026 hingga 17 Januari 2027.

Ketertarikan Lewis pada program ini berangkat dari pengamatannya terhadap sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia. Ia menilai bahwa inovasi hasil riset maupun praktik lapangan sering kali menghadapi kesulitan untuk berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi. Pertukaran ke Lund University menjadi kesempatan baginya untuk mempelajari bagaimana kebijakan, kerangka hukum, dan pendekatan keberlanjutan diterapkan di Swedia, negara dengan sistem tata kelola lingkungan terbaik sekaligus tercatat sebagai negara dengan performa inovasi tertinggi di Uni Eropa menurut European Innovation Scoreboard 2026.

Selama satu semester di Lund, Lewis mengikuti perkuliahan yang membahas studi lingkungan dan keberlanjutan, hukum internasional, hingga nature-based solutions untuk perencanaan wilayah perkotaan. Kombinasi ini memberinya kerangka berpikir yang lebih luas untuk melihat persoalan akuakultur tidak hanya dari sisi teknis produksi, tetapi juga dari aspek regulasi, tata kelola lingkungan, dan strategi pengembangan usaha. Ia juga menjajaki topik mengenai dimensi sosial dari teknologi dan kecerdasan buatan, sudut pandang yang menurutnya jarang disentuh dalam kurikulum sains terapan.

Proses seleksi menuju Lund, menurut Lewis, sepenuhnya berbasis dokumen tanpa tahap wawancara. Meski demikian, ia menekankan bahwa persiapan tidak sesederhana kelihatannya. “CV yang bagus tidak bisa dibangun dalam semalam. Itu hasil dari kerja keras yang diperjuangkan bertahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa motivation letter menjadi ruang penting untuk menuangkan tujuan, cara berkontribusi dalam program, serta dampak yang ingin ia ciptakan.

Kepada mahasiswa lain, Lewis membagikan refleksi pribadinya. Saat pertama kali masuk kuliah, ia tidak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini. Namun, ia memilih untuk terus menantang dirinya sendiri untuk bermimpi lebih tinggi. Ia mengutip pesan yang lekat diingat banyak orang dari Soekarno: “Bermimpilah setinggi mungkin, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Partisipasi Lewis dalam program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai aspek pembelajaran dan kolaborasi internasional. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pengalaman pembelajaran lintas negara yang memperluas wawasan akademik dan kompetensi mahasiswa. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dalam penguatan perspektif terhadap riset terapan, inovasi, teknologi, dan pengembangan solusi yang dapat diterapkan di sektor akuakultur.

Sebagai mahasiswa Akuakultur, pengalaman ini juga memiliki keterkaitan erat dengan SDG 14: Ekosistem Lautan, terutama melalui penguatan pemahaman mengenai praktik perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan serta hubungan antara kegiatan produksi dengan keberlanjutan ekosistem perairan. Pembelajaran mengenai nature-based solutions dan keberlanjutan turut memperkuat relevansinya dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya dalam memahami pendekatan berbasis alam sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan lingkungan.

Sementara itu, kajian mengenai kebijakan, hukum internasional, dan tata kelola lingkungan mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan Tangguh, melalui pemahaman mengenai pentingnya regulasi dan institusi yang efektif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Perspektif Lewis mengenai pengembangan hasil riset menjadi usaha yang berkelanjutan secara ekonomi juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam mendorong inovasi dan pengetahuan agar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Keseluruhan pengalaman tersebut diperkuat melalui SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang tercermin dalam kolaborasi akademik internasional antara UGM dan Lund University. Dengan demikian, program pertukaran ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik individual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas generasi muda untuk menghubungkan pendidikan, inovasi, tata kelola, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan ekosistem dalam menghadapi tantangan global.

 

Penulis: Gerson Lewis, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Gerson Lewis

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP

berita Wednesday, 2 September 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menorehkan pencapaian akademik yang membanggakan. Berdasarkan Keputusan Nomor: 001/SK/LAMPTIP/Ak.U/S/VIII/2026, Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM-PTIP) menetapkan bahwa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM memperoleh status akreditasi Unggul.

Status akreditasi ini berlaku sejak 6 Juli 2026 hingga 5 Juli 2031, dengan nilai asesmen sebesar 365,68. Keputusan resmi ditetapkan di Surakarta oleh Direktur Dewan Eksekutif LAM-PTIP, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng., pada 24 Agustus 2026.

Capaian akreditasi Unggul ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam menjaga mutu akademik, memperkuat tata kelola program sarjana, serta memastikan kualitas lulusan yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Lebih dari sekadar pengakuan formal, akreditasi ini juga memperkuat kontribusi program studi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Melalui penyelenggaraan pendidikan sarjana yang berkualitas, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan sistem pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan industri perikanan. Penguatan kompetensi mahasiswa juga diharapkan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan sektor perikanan dan pangan secara berkelanjutan.

Dalam konteks ketahanan pangan, pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya melalui peningkatan mutu, keamanan, nilai tambah, diversifikasi, serta pemanfaatan hasil perikanan sebagai sumber pangan bergizi. Penguasaan teknologi pengolahan dan penanganan pascapanen juga berperan dalam mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya pangan.

Fokus riset dan pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan turut berkontribusi pada SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui pengembangan proses produksi yang lebih efisien, pemanfaatan hasil samping, pengurangan limbah, serta penerapan prinsip produksi yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan.

Sebagai bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya perikanan, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan juga memiliki keterkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan. Pengembangan teknologi pascapanen dan pengolahan yang efisien dapat mendukung pemanfaatan sumber daya perikanan secara lebih optimal dan bertanggung jawab, termasuk melalui upaya mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan nilai ekonomi dari sumber daya perikanan yang telah dimanfaatkan.

Di samping itu, penguatan kapasitas riset, teknologi, dan inovasi akademik mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama melalui pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan, inovasi produk, serta penerapan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan sektor industri dan masyarakat.

Pengembangan kompetensi lulusan, penguatan keterkaitan dengan dunia usaha dan industri, serta peluang pengembangan kewirausahaan berbasis hasil perikanan juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lulusan dengan kompetensi yang kuat di bidang teknologi hasil perikanan diharapkan mampu berperan dalam pengembangan industri, menciptakan inovasi dan usaha baru, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan.

Sementara itu, jejaring kolaborasi akademik, alumni, pemerintah, dunia usaha dan industri, serta berbagai mitra eksternal memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, dan penerapan teknologi hasil perikanan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dengan capaian akreditasi Unggul ini, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan UGM semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pendidikan dan penelitian yang berkontribusi nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan pangan yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam mendukung SDG 2, SDG 4, SDG 8, SDG 9, SDG 12, SDG 14, dan SDG 17 serta agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Fakultas Pertanian UGM

 

Tim Ekspedisi Patriot 2026: Faperta UGM dan Kementerian Transmigrasi Dorong Pemanfaatan Bioenergi di Pulau Morotai

berita Wednesday, 2 September 2026

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan sepuluh kampus mitra, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Program ini berlangsung selama empat bulan, dari Agustus hingga November 2026, dengan tujuan melakukan pengabdian, pemberdayaan, dan penelitian di kawasan transmigrasi. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang dipimpin oleh Dr. Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM.

Tim Morotai terdiri dari lintas disiplin akademik, melibatkan alumni dan mahasiswa UGM dari berbagai program studi. Dari Fakultas Pertanian hadir alumni Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) 2021, yaitu Abiyyu Rifqi Pratama, S.P., M.Sc. dan Titi Nur Arofah, S.P.. Dukungan juga datang dari Sekolah Pascasarjana melalui Muhammad Maulidan, S.Pi., M.Sc. dan Natasya Rahman, S.Tr.P., serta dari Sekolah Vokasi melalui Muhammad Ikhwan Dian, S.Tr.Geo..

Selama empat bulan, tim akan melaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber energi komunitas dan rumah tangga. Limbah kelapa, seperti sabut dan batok, akan diolah menjadi briket melalui sistem pembakaran tertutup untuk mengurangi pencemaran udara. Air kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan diolah menjadi nata de coco sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, limbah pertanian dan rumah tangga akan dimanfaatkan melalui biodigester untuk menghasilkan gas memasak.

Tahapan kegiatan dimulai dengan rapid assessment pada bulan pertama untuk memetakan potensi limbah pertanian dan perkebunan di kawasan transmigrasi. Hasil pemetaan ini menjadi dasar perancangan dan pembuatan prototype teknologi, seperti retort drum untuk karbonisasi dan biodigester untuk pemanfaatan biomassa. Pada bulan kedua dan ketiga, tim fokus pada pengembangan prototype serta pemantauan hasil pemanfaatan biomassa. Memasuki bulan keempat, hasil kegiatan akan diseminasi kepada para pemangku kepentingan, sekaligus penyusunan dokumen pemetaan potensi energi berbasis biomassa yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari misi besar pemerintah dalam membangun wilayah transmigrasi. “Misi besar, kerja nyata… dampak besar untuk Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan harapan agar kerja keras tim ekspedisi membawa manfaat luas. “Semoga setiap keringat dan kerja keras kita menjadi keberkahan untuk Indonesia,” ungkapnya.

Program TEP 2026 di Pulau Morotai juga memperkuat kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan bioenergi mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, penciptaan peluang ekonomi mendukung SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sementara pengembangan teknologi bioenergi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengelolaan limbah mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Fakultas Pertanian UGM bersama Kementerian Transmigrasi berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, dan mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang mandiri dan berkelanjutan berbasis bioenergi.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim Patriot Pulau Morotai UGM

Fakultas Pertanian UGM dan Wageningen University & Research Hadirkan Mini Seminar: Climate Change and Farmers’ Adaptation

berita Friday, 28 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Wageningen University & Research (WUR) Belanda menyelenggarakan Mini Seminar: Climate Change and Farmers’ Adaptation pada Selasa, 18 Agustus 2026 bertempat di Venture Room, Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas isu perubahan iklim, dampaknya terhadap sektor pertanian, serta strategi adaptasi petani dalam menghadapi tantangan global.

Acara dibuka dengan sambutan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM, serta sambutan tamu dari dr.ir. JA (Alex) Bolding bersama Dr. Samuel Jonson Sutanto dari WUR. Seminar terbagi dalam dua sesi utama, yakni Perubahan Iklim dan Adaptasi Petani.

Sesi pertama dipandu oleh Dr. Ishadiyanto Salim dengan menghadirkan narasumber Andi Syahid Muttaqin, Ph.D., Dr. Samuel Jonson Sutanto, Prof. Dr. Siti Subandiyah, serta Dr. Muhammad Iqbal Maulana dari Program Studi Hama dan Penyakit Tumbuhan. Diskusi menyoroti kondisi perubahan iklim, dampak kejadian ekstrem terhadap pertanian, invasi patogen tanaman, serta perluasan vertikal Meloidogyne incognita.

Kontribusi Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan memberikan perspektif akademis mengenai bagaimana perubahan iklim mempercepat dinamika organisme pengganggu tanaman. Prof. Subandiyah menekankan bahwa pemahaman terhadap interaksi iklim dan patogen merupakan faktor kunci dalam menjaga ketahanan produksi pertanian.

Sesi kedua dipandu oleh Dr. Najmu Tsaqib Akhda, menghadirkan Prof. Subejo, Dr. Dyah Woro Untari dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Mesalia Kriska, M.Sc., serta Dr. Alex Bolding. Topik yang dibahas mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, modernisasi pertanian, peran perempuan dalam pertanian, serta adaptasi pengelolaan irigasi.

Dalam sesi ini, Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian menekankan pentingnya kapasitas sosial dan kelembagaan petani. Dr. Dyah Woro Untari menyampaikan bahwa adaptasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan komunikasi, akses informasi, serta pemberdayaan masyarakat tani. Peran perempuan petani turut diangkat sebagai agen penting dalam membangun ketahanan sosial pertanian.

Seminar ini menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM dan Wageningen University & Research (WUR) dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan riset, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan terkait perubahan iklim dan ketahanan pertanian. Kegiatan ini secara khusus berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan dan sistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pengakuan terhadap peran strategis dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan pertanian; serta SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pembahasan mengenai adaptasi pengelolaan irigasi dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan.

Seminar ini juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan pemahaman mengenai dampak perubahan iklim dan pengembangan strategi adaptasi bagi petani. Perspektif mengenai dinamika organisme pengganggu tanaman, patogen, dan perubahan agroekosistem turut memperkuat kontribusi terhadap SDG 15: Ekosistem Daratan, khususnya dalam mendorong pengelolaan agroekosistem yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia, akses terhadap pengetahuan dan informasi, serta modernisasi pertanian dapat mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam memperkuat keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pertanian.

Kolaborasi akademik antara Fakultas Pertanian UGM dan WUR, yang mempertemukan perspektif dari berbagai bidang keilmuan serta melibatkan mahasiswa, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kemitraan tersebut, seminar menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan membangun pendekatan lintas disiplin dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mewujudkan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Media Departemen Sosial Ekonomi Pertanian

Fakultas Pertanian UGM dan Bappenas Gelar Diskusi Kesehatan Tanah untuk Persiapan IRASP

berita Monday, 24 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Diskusi Kesehatan Tanah dalam rangka persiapan implementasi Indonesia Re-purposing Agricultural Support Project (IRASP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kegiatan berlangsung di Ruang Venture, Gedung AGLC Lantai 6, Fakultas Pertanian UGM pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Acara ini dihadiri jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen, serta tim Bappenas. Diskusi difokuskan pada strategi penguatan kesehatan tanah sebagai fondasi utama keberlanjutan pertanian di Indonesia, sekaligus mendukung arah kebijakan nasional dalam transformasi sistem pangan.

Dalam kesempatan ini, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, mewakili Dekan Fakultas Pertanian UGM. Beliau menegaskan bahwa Fakultas Pertanian siap berkolaborasi dan mendukung penuh rencana implementasi IRASP. “Kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi akademik dan riset yang relevan, sehingga kebijakan nasional dapat berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Diskusi ini juga menegaskan kontribusi Fakultas Pertanian UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kesehatan tanah secara langsung mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pengelolaan tanah yang mendukung konservasi air dan pengurangan pencemaran; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi penggunaan input dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui konservasi tanah dan peningkatan fungsi tanah dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui perlindungan biodiversitas tanah dan pencegahan degradasi lahan. Selain itu, penguatan inovasi dan riset pertanian berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam merumuskan strategi pengelolaan tanah yang berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem pangan yang resilien dan berdaya saing global.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pitching Session Terbaik SEED 2026: Green Guardians dengan SOLAROBUSTA

Prestasi Friday, 21 August 2026

Sebagai bagian dari rangkaian Guest Lecture Petrokimia × Faperta UGM 2026, sesi pitching menampilkan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi pertanian berkelanjutan. Tim terbaik, Green Guardians, mempersembahkan karya unggulan bertajuk SOLAROBUSTA.

SOLAROBUSTA merupakan sistem budidaya kopi robusta berbasis IoT, agrivoltaics, dan pemupukan berimbang. Inovasi ini memadukan teknologi panel surya di sela pohon kopi sebagai naungan sekaligus sumber energi, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman. Hal ini menjadi solusi atas tantangan perubahan iklim, di mana kenaikan suhu 1°C dapat menurunkan hasil panen hingga 14%.

Green Guardians merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa lintas disiplin ilmu, antara lain Fikri Danang Himawan (Magister Kehutanan UGM), Ikhsan Adi Pratama (Doktor Ilmu Pertanian UGM), dan Fathur Khoirul Arifin (Magister Kehutanan UGM).

Latar belakang yang diusung berawal dari Indonesia yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Namun, para petani masih menghadapi berbagai tantangan, seperti produktivitas yang rendah, kesenjangan mutu, sistem pemupukan konvensional, serta minimnya akses data dan informasi. SOLAROBUSTA hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan pendekatan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, Tim Green Guardians menyampaikan bahwa PT Petrokimia Gresik berperan sebagai penyedia tools, data, farmer informer, dan sistem digital agronomi. Sementara itu, UGM melalui mahasiswa berkontribusi dalam pembuatan instalasi panel surya, sistem monitoring, serta otomasi agrivoltaics yang mencakup pengendalian suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi.

Inovasi ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi dunia, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 2: Tanpa Kelaparan didukung melalui upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem budidaya kopi. Pemanfaatan panel surya dan teknologi agrivoltaics berkontribusi terhadap SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui penerapan sumber energi terbarukan dalam sistem pertanian.

Integrasi IoT, sistem monitoring, otomasi, serta pengelolaan suhu, kesuburan tanah, dan irigasi presisi mendukung SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi untuk pertanian modern. Sementara itu, penerapan pemupukan berimbang dan irigasi presisi turut berkontribusi terhadap SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penggunaan input dan sumber daya secara lebih efisien.

Respons SOLAROBUSTA terhadap peningkatan suhu dan tantangan perubahan iklim secara langsung berkaitan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, khususnya melalui pengembangan sistem budidaya yang lebih adaptif dan tangguh terhadap perubahan lingkungan. Kolaborasi antara PT Petrokimia Gresik dan UGM dalam penyediaan data, sistem digital agronomi, instalasi panel surya, monitoring, dan otomasi juga memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan solusi pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Tanah Faperta UGM, Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., memaparkan sumbangsih strategis lima bidang ilmu tanah (Kimia & Kesuburan, Fisika & Konservasi, Pengelolaan Tanah, Pedologi, serta Agroklimatologi) dalam mendukung pertanian regeneratif. Pemaparan ini disampaikan dalam sesi sosialisasi peran departemen dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-80 Faperta UGM di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Selasa (11/8).

Departemen Tanah menegaskan keunggulannya sebagai pusat pembelajaran dan riset Pertanian Organik sejak 2009 serta pelopor riset biochar sebagai pembenah tanah. Dalam aspek inovasi Smart Eco Bioproduction, Departemen Tanah memamerkan teknologi Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Drum Biochar, Closed Chamber Modular pemantau GRK, Iron-Biochar Biocatalyst, Biochar-Biosponge, hingga teknologi sederhana populer Ember Tumpuk dan software ESR & EWS restorasi lahan gambut.

Di samping itu, Departemen Tanah aktif menjalankan mandat nasional seperti Survey, Investigation, and Design (SID) cetak sawah baru di Kalimantan Tengah dan Halmahera Utara, serta riset penurunan emisi gas rumah kaca pada budidaya padi melalui metode Alternate Wetting Drying (AWD).

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Departemen Tanah sebagai bagian dari Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengelolaan tanah dan sumber daya lahan yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan berbagai perangkat dan teknologi tekno-ekologis, seperti Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Closed Chamber Modular, serta teknologi berbasis biochar untuk mendukung inovasi pertanian berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan promosi sistem pertanian organik serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui teknologi tepat guna seperti Ember Tumpuk; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan teknologi dekarbonasi, produksi dan pemanfaatan biochar, serta penerapan metode irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menekan emisi gas rumah kaca, termasuk metana dan dinitrogen oksida; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pencegahan degradasi tanah, pengelolaan lahan rawa dan gambut secara lestari, serta restorasi kesehatan tanah yang terdegradasi.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut

berita Wednesday, 12 August 2026

Sektor perikanan dan kelautan memegang peranan penting dalam memperkuat sistem ketahanan pangan dan ekonomi sirkular Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Sekretaris Departemen Perikanan Faperta UGM, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., dalam paparan sosialisasi peran departemen yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM, Selasa (11/8).

Departemen Perikanan UGM mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas dan ramah lingkungan, pengelolaan nutrisi akuatik yang efisien, pemantauan kualitas air digital, serta perlindungan keanekaragaman hayati perairan. Integrasi ilmu perikanan dengan teknologi biosistem modern diharapkan mampu meminimalkan dampak limbah budidaya serta meningkatkan daya tahan komoditas perikanan dari ancaman penyakit dan perubahan iklim.

Selain itu, Departemen Perikanan juga membuka ruang sinergi yang luas dengan departemen agrokompleks lainnya, salah satunya melalui pengembangan sistem integrated fish-crop farming (mina-padi/akuaponik) dan daur ulang nutrisi perairan untuk mendukung sektor pertanian darat yang terpadu dan efisien.

Kontribusi Departemen Perikanan sekaligus mendukung komitmen Faperta UGM dalam pencapaian SDGs, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan penyediaan sumber protein akuatik yang berkualitas, aman, dan terjangkau guna mendukung ketahanan pangan masyarakat; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas, pemantauan kualitas air berbasis digital, dan integrasi teknologi biosistem dalam pengelolaan sumber daya perikanan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan daur ulang nutrisi perairan dan integrated fish-crop farming seperti mina-padi dan akuaponik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus meminimalkan limbah; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan peningkatan ketahanan komoditas perikanan terhadap berbagai tekanan lingkungan; serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan perairan, dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati akuatik.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

123…18

BERITA FAKULTAS

  • Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Lentera DESA Faperta UGM Hadirkan Pembelajaran Interaktif pada Pelatihan Hidroponik BPSDMP DIY
    09/09/2026
  • Program Studi Proteksi Tanaman Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    09/09/2026
  • Program Magister Ilmu Tanah Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    09/09/2026
  • Mahasiswa Akuakultur UGM Jalani Studi Pertukaran di Lund University, Swedia
    07/09/2026
  • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Faperta UGM Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTIP
    02/09/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju