• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Tanah Faperta UGM, Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P., memaparkan sumbangsih strategis lima bidang ilmu tanah (Kimia & Kesuburan, Fisika & Konservasi, Pengelolaan Tanah, Pedologi, serta Agroklimatologi) dalam mendukung pertanian regeneratif. Pemaparan ini disampaikan dalam sesi sosialisasi peran departemen dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-80 Faperta UGM di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Selasa (11/8).

Departemen Tanah menegaskan keunggulannya sebagai pusat pembelajaran dan riset Pertanian Organik sejak 2009 serta pelopor riset biochar sebagai pembenah tanah. Dalam aspek inovasi Smart Eco Bioproduction, Departemen Tanah memamerkan teknologi Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Drum Biochar, Closed Chamber Modular pemantau GRK, Iron-Biochar Biocatalyst, Biochar-Biosponge, hingga teknologi sederhana populer Ember Tumpuk dan software ESR & EWS restorasi lahan gambut.

Di samping itu, Departemen Tanah aktif menjalankan mandat nasional seperti Survey, Investigation, and Design (SID) cetak sawah baru di Kalimantan Tengah dan Halmahera Utara, serta riset penurunan emisi gas rumah kaca pada budidaya padi melalui metode Alternate Wetting Drying (AWD).

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Departemen Tanah sebagai bagian dari Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengelolaan tanah dan sumber daya lahan yang berkelanjutan untuk menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan berbagai perangkat dan teknologi tekno-ekologis, seperti Perangkat Dekarbonasi Pertanian, reaktor Mobile Kon-Tiki, Closed Chamber Modular, serta teknologi berbasis biochar untuk mendukung inovasi pertanian berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengembangan dan promosi sistem pertanian organik serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga melalui teknologi tepat guna seperti Ember Tumpuk; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan teknologi dekarbonasi, produksi dan pemanfaatan biochar, serta penerapan metode irigasi Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menekan emisi gas rumah kaca, termasuk metana dan dinitrogen oksida; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pencegahan degradasi tanah, pengelolaan lahan rawa dan gambut secara lestari, serta restorasi kesehatan tanah yang terdegradasi.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut

berita Wednesday, 12 August 2026

Sektor perikanan dan kelautan memegang peranan penting dalam memperkuat sistem ketahanan pangan dan ekonomi sirkular Indonesia. Hal tersebut ditekankan oleh Sekretaris Departemen Perikanan Faperta UGM, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., dalam paparan sosialisasi peran departemen yang berlangsung di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM, Selasa (11/8).

Departemen Perikanan UGM mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas dan ramah lingkungan, pengelolaan nutrisi akuatik yang efisien, pemantauan kualitas air digital, serta perlindungan keanekaragaman hayati perairan. Integrasi ilmu perikanan dengan teknologi biosistem modern diharapkan mampu meminimalkan dampak limbah budidaya serta meningkatkan daya tahan komoditas perikanan dari ancaman penyakit dan perubahan iklim.

Selain itu, Departemen Perikanan juga membuka ruang sinergi yang luas dengan departemen agrokompleks lainnya, salah satunya melalui pengembangan sistem integrated fish-crop farming (mina-padi/akuaponik) dan daur ulang nutrisi perairan untuk mendukung sektor pertanian darat yang terpadu dan efisien.

Kontribusi Departemen Perikanan sekaligus mendukung komitmen Faperta UGM dalam pencapaian SDGs, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan penyediaan sumber protein akuatik yang berkualitas, aman, dan terjangkau guna mendukung ketahanan pangan masyarakat; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan sistem akuakultur cerdas, pemantauan kualitas air berbasis digital, dan integrasi teknologi biosistem dalam pengelolaan sumber daya perikanan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan daur ulang nutrisi perairan dan integrated fish-crop farming seperti mina-padi dan akuaponik untuk meningkatkan efisiensi sumber daya sekaligus meminimalkan limbah; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem budidaya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan peningkatan ketahanan komoditas perikanan terhadap berbagai tekanan lingkungan; serta SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan perairan, dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati akuatik.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT

berita Wednesday, 12 August 2026

Dalam gelaran sosialisasi pilar departemen di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro, Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Faperta UGM, Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., memaparkan peran vital ilmu proteksi tanaman dalam transisi menuju pertanian regeneratif. Pengelolaan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) kini bertransformasi melampaui paradigma pemberantasan konvensional menuju pemulihan ekosistem yang sehat dan seimbang.

Departemen HPT mengimplementasikan Smart Eco Bioproduction melalui lima rantai aksi: Smart Monitoring, Diagnosis & Analisis Digital, Smart Decision berbasis AI, Eco-Bioproduction, dan Precision Application. Berbagai rekam jejak inovasi cerdas dipaparkan, antara lain aplikasi Mango Pests Identifier (MPI), Museum Serangga Online (MSO), platform MySalak, sistem Semprot Presisi Ulat Kelapa Sawit (SPUKS), aplikasi Nema-Apps, hingga teknologi perangkap perangkap otomatis iTrap dan Vibration Mating Disruption (VMD).

Di samping teknologi digital, Departemen HPT konsisten mengembangkan agen hayati ramah lingkungan seperti ProBAIT, formulasi Bacillus velezensis B-27, Beauveria bassiana, Trichoderma sp., serta wahana edukasi masyarakat Omah Serangga bersama PIAT UGM.

Pemaparan ini semakin menegaskan kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penerapan perlindungan tanaman yang efektif dan presisi untuk menjaga produktivitas serta keberlanjutan produksi pangan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi digital berbasis AI dan IoT untuk mendukung perlindungan tanaman dalam budidaya pertanian presisi; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan penggunaan insektisida sintetis berbahaya dengan penerapan biopestisida, agen hayati, serta teknologi pemantauan dan pengendalian hama yang selektif; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem perlindungan tanaman yang adaptif, efisien dalam penggunaan input pertanian, dan mendukung penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem daratan melalui rekayasa habitat ekologis, pemanfaatan agen hayati, serta edukasi konservasi serangga; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat inovasi, dan masyarakat dalam pengembangan teknologi serta edukasi perlindungan tanaman berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Usung Tiga Pilar Utama, Departemen Budidaya Pertanian UGM Dorong Sistem Produksi Tanaman Rendah Emisi dan Berbiaya Rasional

berita Wednesday, 12 August 2026

Ketua Departemen Budidaya Pertanian Faperta UGM, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., memaparkan strategi strategis departemennya dalam mendukung pertanian regeneratif melalui implementasi Smart Eco Bioproduction. Dalam kegiatan sosialisasi di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Selasa (11/8), Dr. Eka menekankan bahwa kunci keberlanjutan pertanian terletak pada integrasi efisiensi produksi, resiliensi sistem, dan penekanan tingkat emisi.

Departemen Budidaya Pertanian mengusung Tiga Pilar Utama: (1) Program Pemuliaan Tanaman (Genetic Make-up untuk masa depan), (2) Teknologi Industri Benih, serta (3) Manajemen Produksi Tanaman yang berfokus pada penanganan yield gap dan biaya rasional. Pendekatan ini diperkuat oleh rekam jejak inovasi riset yang telah dihilirisasi, seperti varietas padi Gamagora yang tahan stres abiotik, tomat Gamato, klon teh unggul Pagilaran, varietas bawang merah TSS, hingga teknologi nutrisi Humate Nutrient Technology (HUMANU) dan Canechar berbasis limbah tebu.

Melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan konservasi lingkungan, Departemen Budidaya Pertanian siap membuka peluang kolaborasi multisektoral dengan departemen lain demi menghasilkan komoditas pertanian yang produktif, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berdaya saing tinggi.

Pemaparan ini sekaligus memperkuat peran Departemen Budidaya Pertanian sebagai bagian dari Faperta UGM dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui inovasi varietas dan benih unggul yang adaptif dan berproduktivitas tinggi guna mendukung ketahanan serta kemandirian pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sistem produksi tanaman yang efisien, berbiaya rasional, dan berdaya saing; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi varietas, teknologi benih, dan rekayasa genetika untuk mendukung kemajuan teknologi pertanian; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan teknologi benih modern, pemanfaatan limbah pertanian, serta manajemen produksi yang efisien dan ramah lingkungan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan varietas dan sistem budidaya tanaman yang resilien terhadap cekaman iklim dan lingkungan serta penerapan sistem pertanian rendah emisi gas rumah kaca; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pertanian regeneratif, konservasi lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Peran Departemen di Fakultas Pertanian UGM dalam Mewujudkan Pertanian dan Perikanan Regeneratif melalui Implementasi Smart Eco Bioproduction

berita Wednesday, 12 August 2026

Dalam rangkaian acara memperingati Dies Natalis ke-80, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Peran Departemen Fakultas Pertanian UGM dalam Mewujudkan Pertanian dan Perikanan Regeneratif melalui Implementasi Smart Eco Bioproduction”. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid berpusat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro Faperta UGM pada Selasa, 11 Agustus 2026 ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan Faperta UGM.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada secara khidmat. Prof. Ir. Jaka Widada, M.P.,Ph.D. selaku Dekan Faperta UGM dalam sambutannya menegaskan bahwa Smart Eco Bioproduction kini telah menjadi satu kesatuan living knowledge ecosystem dan holobiont knowledge transformation. Konsep ini diintegrasikan secara menyeluruh dalam kurikulum pendidikan, arah penelitian, hingga pilar pengabdian kepada masyarakat demi mendukung masa depan pertanian dan perikanan nasional yang berkelanjutan.

Dipimpin oleh Moderator Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Senat Faperta UGM, sesi pemaparan dibagi menjadi dua panel utama. Sesi 1 menghadirkan Ketua Departemen Budidaya Pertanian (Dr. Eka Tarwaca Susila P., S.P., M.P.), Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.), dan Ketua Departemen Mikrobiologi Pertanian (Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng., Ph.D.). Selanjutnya, Sesi 2 diisi oleh Sekretaris Departemen Perikanan (Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.), Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.), serta Ketua Departemen Tanah (Dr. Agr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.).

Pada sesi diskusi, seluruh departemen berdialog interaktif membedah evaluasi implementasi Smart Eco Bioproduction selama 9 tahun terakhir serta merumuskan strategi kolaborasi lintas disiplin. Acara kemudian diakhiri dengan closing statement dari Dekan yang menegaskan pentingnya konsistensi seluruh sivitas akademika UGM untuk memulihkan bumi dan menyejahterakan bangsa melalui inovasi pertanian dan perikanan regeneratif.

Kegiatan ini semakin memperkuat kontribusi Faperta UGM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan regeneratif untuk mendukung ketahanan, produktivitas, dan keberlanjutan sistem pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui integrasi visi Smart Eco Bioproduction ke dalam ekosistem ilmu pengetahuan, penelitian, serta kurikulum pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi dan teknologi pertanian serta perikanan yang sejalan dengan konsep Smart Eco Bioproduction; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan prinsip efisiensi sumber daya, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta pengembangan sistem produksi pertanian dan perikanan yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan sistem pertanian dan perikanan regeneratif yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dan emisi; SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan inovasi dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, perlindungan ekosistem perairan, serta pengembangan sistem akuakultur yang ramah lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi strategis lintas departemen dan lintas disiplin di lingkungan Faperta UGM dalam mendukung pembangunan pertanian dan perikanan regeneratif.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tim KKN-PPM UGM Satru Jnana Dorong Pertanian Berkelanjutan di Subak Kerambitan dan Subak Mumbu

berita Wednesday, 12 August 2026

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Satru Jnana (@satru.jnana) melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Kerambitan dan Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Titi Susanti, S.S., M.P.A. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengusung tema Integrasi Ekosistem Desa Mandiri: Sinergi Agro, Teknologi, dan Kesehatan Menuju Akselerasi Digital dan Ekonomi Sirkular berbasis Asset-Based Community Development, Tim Satru Jnana menghadirkan inovasi pertanian melalui dua program kerja utama, yaitu ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) berupa sosialisasi pengelolaan air dalam usaha tani padi menggunakan metode alternate wetting and drying (AWD) dan Media Check Up Tanah melalui sosialisasi kesehatan tanah melalui pemeriksaan sederhana untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Program dilaksanakan pada 25 Juli 2026 di Subak Kerambitan dan 1 Agustus 2026 di Subak Mumbu, Desa Kukuh, dengan sasaran utama para petani.

Kegiatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan pengairan yang tidak selalu stabil serta pemeriksaan pH tanah yang sebelumnya hanya dilakukan saat ada kunjungan dari dinas pertanian atau PPL. Meski demikian, antusiasme petani sangat tinggi. Kedua ketua subak menyambut baik program ini, sementara para petani aktif bertanya mengenai cara penggunaan, dampak, dan manfaat teknologi yang diperkenalkan.

Ketua Subak Mumbu, Desa Kukuh menyampaikan, “Program kerja adik-adik selama KKN sangat baik dan dapat membantu memberikan solusi bagi petani untuk mengembangkan potensi pertanian ke depannya. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi adik-adik untuk membantu warga kami, khususnya di subak kami”

Tim KKN-PPM Satru Jnana berharap program ini dapat membantu petani menambah pengetahuan mengenai pH tanah sehingga mampu menghadapi permasalahan lahan dengan lebih baik. Selain itu, penerapan metode irigasi AWD diharapkan dapat dilanjutkan sebagai upaya penghematan air sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca akibat genangan air pada sawah.

Program kerja Tim Satru Jnana memiliki relevansi strategis dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui sosialisasi pengelolaan air dengan metode alternate wetting and drying (AWD) serta pemeriksaan kesehatan tanah yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian padi dan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas petani mengenai pengelolaan air, penerapan metode AWD, serta pemeriksaan sederhana kesehatan tanah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui program ACA (Ayo Cek Ketersediaan Air) yang berkontribusi pada efisiensi penggunaan air dalam sistem irigasi sawah, sejalan dengan tujuan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengenalan inovasi teknologi dan metode pengelolaan air serta pemantauan kesehatan tanah yang dapat mendukung pengembangan praktik pertanian yang lebih adaptif dan efisien, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemeriksaan pH tanah dengan metode sederhana yang mendorong praktik pertanian yang lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan, sehingga mendukung pola produksi yang bertanggung jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan irigasi AWD yang tidak hanya menghemat air, tetapi juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca dari lahan sawah tergenang, sehingga mendukung upaya mitigasi perubahan iklim, serta SDG 15: Kehidupan di Darat melalui upaya menjaga kesehatan tanah dan ekosistem pertanian yang mendukung perlindungan serta pemanfaatan sumber daya darat secara berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Nasywa Khaylila Zahra, Tim KKN-PPM UGM Satru Jnana

Tim KKN-PPM UGM Dorong Pengelolaan Limbah Organik melalui Program “Ngolah Sisa, Njaga Rasa”

berita Saturday, 8 August 2026

Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Langkara Talambo Periode II Tahun 2026 melaksanakan program kerja bertajuk “Ngolah Sisa, Njaga Rasa” bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Waras di Balai Desa Tahunan, Dusun Nanggungan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini diprakarsai oleh Annisa Hizriani Faudina, mahasiswa Program Studi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2023, sebagai bentuk nyata pengabdian masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah organik rumah tangga.

Program ini memperkenalkan konsep eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang memiliki beragam manfaat, mulai dari pupuk organik cair, pembersih alami, hingga mendukung praktik pertanian ramah lingkungan. Melalui pendekatan edukasi dan praktik langsung, peserta diharapkan mampu mengolah limbah organik secara mandiri sehingga tidak lagi dipandang sebagai sampah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya bernilai guna.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai definisi eco enzyme, manfaat, komposisi bahan, serta tahapan fermentasi. Diskusi berlangsung interaktif karena sebagian besar peserta baru pertama kali mengenal konsep ini. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai jenis limbah yang dapat digunakan, lama fermentasi, hingga ciri-ciri keberhasilan produk.

Setelah sesi sosialisasi, peserta terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco enzyme menggunakan limbah organik berupa kulit buah dan sayuran, gula merah, serta air. Proses persiapan bahan, pencampuran, hingga pengemasan larutan fermentasi dilakukan bersama-sama sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dan kepercayaan diri untuk mencoba secara mandiri di rumah.

Antusiasme anggota KWT Sumber Waras menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap inovasi sederhana yang mudah diterapkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Program ini sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antara mahasiswa KKN dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik berkelanjutan.

Melalui program “Ngolah Sisa, Njaga Rasa”, Tim KKN-PPM UGM Langkara Talambo berharap masyarakat Desa Tahunan dapat menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat. Upaya ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular serta memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga dan sektor pertanian.

Program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15: Ekosistem Daratan. Melalui edukasi pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan eco enzyme, program ini mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju praktik pertanian dan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

 

Penulis: Annisa Hizriani Faudina, Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Tim KKN-PPM UGM Langkara Talambo

 

KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida: Implementasi Pertanian Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

berita Tuesday, 4 August 2026

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada 24 Juni – 8 Agustus 2026. Dengan tema Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular, kegiatan ini berfokus pada tiga bidang utama, yaitu pendampingan masyarakat, pertanian terpadu, serta penerapan teknologi tepat guna.

Dalam bidang pertanian terpadu, tim mengembangkan dua skala kegiatan, yakni hulu dan hilir. Skala hulu menyasar rumah tangga, sekolah, dan sektor HOREKA dengan tujuan mendorong masyarakat untuk mulai bertani dan beternak secara mandiri. Prototipe pertanian yang ditawarkan dibuat dari barang bekas, sebagai solusi atas tingginya produksi sampah di kawasan pariwisata Nusa Lembongan. Sementara itu, skala hilir difokuskan pada penggabungan sektor pertanian, peternakan, dan komposting melalui demplot pertanian terpadu yang ramah lingkungan tanpa pupuk maupun pestisida kimia. Upaya yang dilakukan meliputi penggunaan pupuk kompos, aplikasi Trichoderma dan Photosynthetic Bacteria, serta penanaman hortikultura, pangan, refugia, dan MPTS secara tumpang sari.

Kegiatan ini menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, kondisi tanah yang kering dan berbatu kapur, rendahnya intensitas hujan, serta cuaca panas. Meski demikian, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sasaran program aktif berdiskusi mengenai teknik budidaya, pemanfaatan prototipe sederhana, hingga penerapan pertanian ramah lingkungan. Beberapa bahkan menyatakan keinginan untuk mengembangkan prototipe secara mandiri dan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Arnes Desti Hapsari, mahasiswa Proteksi Tanaman, menyampaikan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang untuk bertani. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan menerapkan budidaya ramah lingkungan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Meilany Adi Susilowati, mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, berharap kebun yang dikembangkan dapat memotivasi masyarakat menjaga ketahanan pangan yang lestari serta menjadi pionir pertanian di Nusa Lembongan.

Wahyu Yoga, pemilik lahan Kebun Dharma, mengungkapkan rasa syukur atas pengolahan lahan yang kini memiliki kegiatan pertanian dan peternakan. Nia, salah satu sasaran program skala hulu, menuturkan bahwa penggunaan galon bekas sebagai media tanam menjadi solusi atas kondisi tanah yang kering dan berbatu kapur. Seorang guru SMP Negeri 4 Nusa Penida juga menilai program hidroponik sebagai inovasi menarik yang siap dikembangkan bersama siswa melalui kegiatan kewirausahaan.

Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida berharap demplot pertanian terpadu yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus contoh penerapan pertanian ramah lingkungan. Lebih jauh, masyarakat diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau.

Integrasi program KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) menjadi salah satu aspek penting yang memperkuat relevansi kegiatan ini. Tema Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular serta pengembangan pertanian terpadu skala hulu dan hilir secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan pembelajaran berbasis praktik di masyarakat dan sekolah, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan ekonomi sirkular dan kewirausahaan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali barang bekas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan pertanian ramah lingkungan, SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat melalui konservasi lahan dan pengelolaan pertanian berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, masyarakat, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Arnes Desti Hapsari, Tim KKN-PPM UGM Nirwana Nusa Penida

Pemaparan Rencana Program Bakal Calon Dekan Fakultas Pertanian UGM Periode 2026–2031

Uncategorized Monday, 3 August 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan Pemaparan Rencana Program Bakal Calon Dekan Periode 2026–2031 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro serta secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 29 Juli 2026. Acara ini menjadi ruang bagi para bakal calon dekan untuk menyampaikan visi, misi, serta program kerja yang akan menjadi arah pengembangan fakultas lima tahun mendatang.

  1. Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.

Mengusung tema Loading Global Faculty for Sustainable Agrifood, Fisheries, and Rural Transformation, Prof. Subejo menekankan lima transformasi utama, yaitu: Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Inovasi, dan Tata Kelola. Sasaran strategis mencakup pendidikan berkualitas dunia, riset dan inovasi bereputasi global, hilirisasi dan komersialisasi inovasi, pemberdayaan masyarakat berdampak, penguatan jejaring nasional dan internasional, green campus dan bioekonomi sirkular, tata kelola modern berbasis digital, serta kesejahteraan dan pengembangan SDM.

  1. Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P.

Dengan tema Faculty Impact Accelerator: Smart Regenerative Bioproduction, Prof. Rudi Hari Murti menekankan integrasi ilmu tanaman, tanah, mikrobiologi, perlindungan tanaman, sosial ekonomi pertanian, teknologi digital, bioteknologi, perikanan, pengelolaan sumber daya alam, serta kelembagaan masyarakat. Output yang diharapkan meliputi lulusan dengan kompetensi masa depan, riset yang menghasilkan solusi dan kebijakan, pengabdian yang menghasilkan teknologi teradopsi masyarakat, reputasi internasional fakultas, serta tata kelola yang transparan, digital, dan menyejahterakan.

  1. Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.

Mengangkat tema Menyiapkan Mahasiswa Sukses, Mendukung Kedaulatan Pangan, Memberdayakan Masyarakat, dan Mengakselerasi Transformasi Tata Kelola, Prof. Suadi menekankan kinerja kolaboratif tridharma. Fokusnya mencakup pendidikan dan pengajaran mahasiswa sukses, penelitian berdampak, pengabdian masyarakat, serta tata kelola SDM, keuangan, dan infrastruktur yang sehat, akuntabel, dan berkinerja

  1. Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.

Dengan tema Ekselensi Pendidikan Regeneratif: Mengokohkan Pendidikan Pertanian dan Perikanan sebagai Core Business Menuju Fakultas Pertanian UGM Berdampak, Dr. Dyah Weny Respatie menawarkan empat pilar strategis: Regenerative Smart Education, Smart Research, Smart Community Service, dan Smart Governance & Wellbeing. Komitmen kepemimpinan mencakup kepemimpinan kolegial-partisipatif, keberlanjutan, transparansi anggaran, meritokrasi, kesejahteraan, serta regenerasi kepemimpinan akademik.

  1. Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.

Mengusung tema Meningkatkan Kemanfaatan Fakultas Pertanian UGM untuk Segenap Bangsa Indonesia melalui Ekosistem Riset Maju dan Lompatan Kesejahteraan, Prof. Jaka Widada memfokuskan pengembangan penelitian pada empat pilar riset maju: bioteknologi tanaman dan perikanan, smart farming dan IoT, pangan fungsional, serta perbaikan lingkungan regeneratif. Target strategis diwujudkan melalui sembilan pilar aksi utama, antara lain membangun ekosistem berpikir dan melayani, memperluas kemitraan industri, meningkatkan akuntabilitas tata kelola, mereformasi kurikulum pertanian/perikanan modern, serta memperkuat sinergi dosen dan tenaga kependidikan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian penting dalam proses pemilihan bakal calon Dekan Fakultas Pertanian UGM periode 2026–2031, tetapi juga mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Berbagai gagasan strategis yang dipaparkan para bakal calon dekan berkontribusi terhadap SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pangan fungsional dan pertanian yang mendukung kesehatan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan inovasi yang mendorong daya saing; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan riset, teknologi, dan transformasi digital; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan bioekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan pertanian regeneratif dan pembangunan berwawasan lingkungan; SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Tim KKN PPM UGM Kota Gorontalo Perkuat Pendampingan dan Budidaya Tanaman Lokal Tahunan di Lahan Marjinal 

berita Thursday, 30 July 2026

Tim KKN-PPM UGM Telusur Kota Gorontalo melaksanakan program penanaman dan  pendampingan budidaya tanaman lokal di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya,  Kota Gorontalo pada Sabtu 12 Juli 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPHP) Kota  Gorontalo tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana  melalui pemanfaatan tanaman lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut digagas oleh salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yaitu Noor Amelia Putri jurusan Agronomi angkatan 2023 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Aprillia Firmonasari, SS, M.Hum., DEA. dari Fakultas Ilmu Budaya.  Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Leato Utara yang didominasi tanah berpasir hasil formasi gamping terumbu karang. Karakteristik tanah tersebut menyebabkan porositas tinggi sehingga kawasan ini memiliki kerentanan terhadap bencana longsor saat musim hujan. Oleh karena itu, penanaman tanaman tahunan bertujuan sebagai upaya mitigasi bencana sekaligus mendukung kegiatan penghijauan di daerah gersang.

Kegiatan diikuti oleh Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Bibit tanaman lokal tahunan yang terdiri atas tanaman mangga, sirsak, dan jambu air ditanam di sejumlah titik di wilayah RW 01 Leato Utara. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, tim juga menyerahkan 2 karung pupuk kompos serta tiga botol pupuk organik cair sebagai nutrisi awal. Selain melakukan penanaman, Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya dan pemeliharaan tanaman lokal pada lahan marginal. Materi yang disampaikan meliputi teknik pengolahan tanah dan  perawatan tanaman agar mampu tumbuh optimal sesuai karakteristik lingkungan di Leato Utara, Kota Gorontalo.

“Lahan di kawasan Leato Utara ini sebagian besar terdiri dari pasir karena posisinya dekat sekali dengan pantai. Oleh karena itu, lahan di Leato Utara sangat minim unsur hara serta rawan sekali longsor apabila musim hujan.” Ucap Amelia.  Ia menambahkan bahwa pengelolaan lahan marjinal dilakukan dengan memperkaya mikroba Rhizobium di dalam tanah melalui budidaya tanaman kacang kacangan. Bakteri Rhizobium sendiri berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara nitrogen sehingga kesuburan tanah dapat ditingkatkan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya terlibat dalam proses penanaman, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Kepala Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas menyambut kegiatan pengabdian tersebut dengan penuh suka cita. Ia berharap tanaman yang telah ditanam diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui penguatan tutupan lahan dan pengurangan risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial ekonomi melalui hasil buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saya berharap tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Leato Utara, bisa untuk memperbaiki tanah agar tidak longsor dan buahnya dapat dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN-PPM Telusur Kota Gorontalo bersama  masyarakat akan melakukan monitoring pertumbuhan tanaman secara berkala. Kegiatan ini juga akan disertai sesi berbagi pengalaman dan diskusi rutin mengenai pemeliharaan tanaman sehingga masyarakat dapat terus mengembangkan praktik budidaya tanaman lokal secara mandiri setelah program KKN berakhir. Program ini juga merupakan bentuk komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 : Menjaga Ekosistem Darat.

 

Penulis : Noor Amelia Putri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo

123…18

BERITA FAKULTAS

  • Perkuat Dekarbonasi dan Pertanian Organik, Departemen Tanah UGM Kembangkan Perangkat Tekno-Ekologis Berkelanjutan
    12/08/2026
  • Menjembatani Sains dan Masyarakat, Departemen Sosek Pertanian UGM Kawal Transisi Agribisnis dan Kelembagaan Petani
    12/08/2026
  • Perkuat Ekosistem Perairan, Departemen Perikanan UGM Dorong “Smart Eco Bioproduction” dalam Akuakultur dan Pengelolaan Sumber Daya Laut
    12/08/2026
  • Mengoptimalkan Mikrobioma Tanah, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Hadirkan BioInovasi untuk Rekayasa Ekosistem
    12/08/2026
  • Integrasi AI dan Biokontrol, Departemen HPT UGM Wujudkan Perlindungan Tanaman Presisi Berbasis PHT
    12/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju