• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • (Page 2)
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Tim KKN PPM UGM Kota Gorontalo Perkuat Pendampingan dan Budidaya Tanaman Lokal Tahunan di Lahan Marjinal 

berita Thursday, 30 July 2026

Tim KKN-PPM UGM Telusur Kota Gorontalo melaksanakan program penanaman dan  pendampingan budidaya tanaman lokal di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya,  Kota Gorontalo pada Sabtu 12 Juli 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup (LPHP) Kota  Gorontalo tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus mitigasi bencana  melalui pemanfaatan tanaman lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan.

Kegiatan tersebut digagas oleh salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian UGM yaitu Noor Amelia Putri jurusan Agronomi angkatan 2023 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Aprillia Firmonasari, SS, M.Hum., DEA. dari Fakultas Ilmu Budaya.  Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Leato Utara yang didominasi tanah berpasir hasil formasi gamping terumbu karang. Karakteristik tanah tersebut menyebabkan porositas tinggi sehingga kawasan ini memiliki kerentanan terhadap bencana longsor saat musim hujan. Oleh karena itu, penanaman tanaman tahunan bertujuan sebagai upaya mitigasi bencana sekaligus mendukung kegiatan penghijauan di daerah gersang.

Kegiatan diikuti oleh Camat Dumbo Raya, Lurah Leato Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Bibit tanaman lokal tahunan yang terdiri atas tanaman mangga, sirsak, dan jambu air ditanam di sejumlah titik di wilayah RW 01 Leato Utara. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, tim juga menyerahkan 2 karung pupuk kompos serta tiga botol pupuk organik cair sebagai nutrisi awal. Selain melakukan penanaman, Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo juga memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya dan pemeliharaan tanaman lokal pada lahan marginal. Materi yang disampaikan meliputi teknik pengolahan tanah dan  perawatan tanaman agar mampu tumbuh optimal sesuai karakteristik lingkungan di Leato Utara, Kota Gorontalo.

“Lahan di kawasan Leato Utara ini sebagian besar terdiri dari pasir karena posisinya dekat sekali dengan pantai. Oleh karena itu, lahan di Leato Utara sangat minim unsur hara serta rawan sekali longsor apabila musim hujan.” Ucap Amelia.  Ia menambahkan bahwa pengelolaan lahan marjinal dilakukan dengan memperkaya mikroba Rhizobium di dalam tanah melalui budidaya tanaman kacang kacangan. Bakteri Rhizobium sendiri berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara nitrogen sehingga kesuburan tanah dapat ditingkatkan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya terlibat dalam proses penanaman, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Kepala Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas menyambut kegiatan pengabdian tersebut dengan penuh suka cita. Ia berharap tanaman yang telah ditanam diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui penguatan tutupan lahan dan pengurangan risiko longsor, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat sosial ekonomi melalui hasil buah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Saya berharap tanaman ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Leato Utara, bisa untuk memperbaiki tanah agar tidak longsor dan buahnya dapat dikonsumsi masyarakat,” ujarnya. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN-PPM Telusur Kota Gorontalo bersama  masyarakat akan melakukan monitoring pertumbuhan tanaman secara berkala. Kegiatan ini juga akan disertai sesi berbagi pengalaman dan diskusi rutin mengenai pemeliharaan tanaman sehingga masyarakat dapat terus mengembangkan praktik budidaya tanaman lokal secara mandiri setelah program KKN berakhir. Program ini juga merupakan bentuk komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam merealisasi Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni pada SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15 : Menjaga Ekosistem Darat.

 

Penulis : Noor Amelia Putri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim KKN – PPM Telusur Kota Gorontalo

SEMNASKAN-UGM XXIII: Transformasi Blue Food untuk Ketahanan Pangan Nasional Berkelanjutan

berita Thursday, 30 July 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM) ke-23 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro pada Sabtu, 25 Juli 2026. Forum ilmiah ini menegaskan peran strategis Blue Food (pangan berbasis sumber daya akuatik) sebagai pilar berkelanjutan dalam mendukung gizi nasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Kegiatan ini mempertemukan 109 pemakalah dari 15 institusi nasional, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Jember, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Terbuka, Universitas Malikussaleh, Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Yogyakarta, serta Universitas Gadjah Mada.
Dua pembicara utama turut memberikan perspektif penting. Erwin Dwiyana, S.Pi., M.Sc. (Kementerian Kelautan dan Perikanan) memaparkan strategi transformasi sistem Blue Food Indonesia untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Dr. Nurfitri Ekantari, S.Pi., M.P. (UGM) menyoroti potensi inovasi mikroalga dan makroalga dalam matriks pangan sebagai solusi masa depan.


Melalui sesi paralel, para peneliti mendiseminasikan beragam solusi atas tantangan industri perikanan, mulai dari stabilitas rantai dingin, efisiensi pakan akuakultur, penerapan teknologi digital (Internet of Things), hingga penguatan peran UMKM dan aspek gender dalam tata kelola perikanan.


Ketua Panitia, Dr. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa SEMNASKAN-UGM XXIII merupakan langkah nyata UGM dalam mendukung pencapaian 12 target Sustainable Development Goals (SDGs). Relevansi capaian tersebut mencakup SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan penguatan UMKM perikanan untuk peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui diversifikasi gizi melalui transformasi Blue Food, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui inovasi mikroalga dan makroalga untuk pangan fungsional, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, dan penguatan kolaborasi akademik antarinstitusi, SDG 5: Kesetaraan Gender dengan penguatan peran perempuan dalam tata kelola perikanan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui ekosistem pangan akuatik berbasis sains yang mendorong ekonomi inklusif, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan penerapan IoT dan penguatan rantai dingin, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui kolaborasi lintas institusi yang memperluas akses pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi pakan akuakultur untuk mendukung produksi berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui sistem pangan rendah jejak lingkungan untuk mitigasi emisi karbon, SDG 14: Ekosistem Laut dengan perlindungan ekosistem laut melalui tata kelola berkelanjutan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui partisipasi 15 institusi nasional sebagai wujud kolaborasi multipihak.

Departemen Perikanan UGM sebagai unit di bawah Fakultas Pertanian berkomitmen untuk terus mengembangkan riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi teknologi demi mendukung kedaulatan pangan akuatik Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Departemen Perikanan UGM
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Perkuat Solusi Sampah Berkelanjutan, Departemen Mikrobiologi Pertanian UGM Gelar Workshop dan Field Trip Internasional

berita Thursday, 30 July 2026

Departemen Mikrobiologi Pertanian Fakultas Pertanian UGM sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk Municipal Waste Management: Workshop and Field Trip 2026 pada 20–26 Juli 2026. Mengusung tema “Empowering Communities Through Sustainable Waste Solutions”, program bertaraf internasional ini diikuti oleh 25 mahasiswa terpilih dari 17 negara, seperti China, Filipina, Vietnam, Tanzania, Sudan, hingga Indonesia. Seluruh peserta difasilitasi untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah perkotaan berbasis masyarakat dan pengolahan limbah organik berbasis mikroorganisme secara langsung di Yogyakarta.

Selama satu pekan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan experiential learning yang memadukan diskusi pakar, pertukaran pengetahuan lintas budaya, dan kunjungan lapangan ke berbagai titik pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak mengunjungi TPA Piyungan serta bank sampah lokal seperti di Gondolayu, Jetis, untuk melihat inovasi pengolahan limbah rumah tangga—termasuk pembuatan sabun dari minyak jelantah. Program yang didanai oleh LPDP dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema EQUITY World Class University (WCU) DPkM UGM ini berhasil menyaring peserta dari total 408 pendaftar di 42 negara.

Guna memberikan pengalaman pengabdian masyarakat khas UGM, kegiatan ini juga mengkolaborasikan peserta internasional dengan mahasiswa KKN-PPM UGM di Kelurahan Baciro dan Terban. Ketua Program EQUITY WCU UGM, Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., bersama Direktur DPkM UGM, Dr. dr. Rustamadji, M.Kes., menyampaikan bahwa kolaborasi ini memperkenalkan konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah diakui UNESCO dan United Nations University (UNU) dalam mendorong edukasi pemilahan sampah langsung dari sumbernya bersama warga lokal.

Ketua Program Studi Mikrobiologi Pertanian UGM sekaligus Person in Charge (PIC) kegiatan, Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., didampingi Koordinator Seksi Acara, Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan eksposur internasional bagi mahasiswa internal tanpa harus meninggalkan kampus. Melalui interaksi dengan mahasiswa mancanegara, mahasiswa UGM dapat mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas jejaring akademis, serta memicu lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang inklusif di masa depan.

Penyelenggaraan kegiatan internasional ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan pertukaran pengetahuan lintas negara; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui edukasi pengelolaan limbah dan praktik pengurangan pencemaran lingkungan yang mendukung kelestarian sumber daya air; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi; SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui promosi sistem pengelolaan sampah perkotaan yang inklusif berbasis partisipasi aktif masyarakat; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui edukasi serta penerapan praktik pemilahan sampah, pengolahan limbah organik berbasis mikroorganisme, dan prinsip ekonomi sirkular; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan melalui inovasi pengelolaan sampah terpadu; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan strategis multisektoral yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, komunitas lokal, dan peserta dari 17 negara.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM

Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia

berita Thursday, 30 July 2026

Krisis regenerasi di sektor pertanian dan perikanan global tengah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masa depan. Menjawab tantangan besar tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan paparan kunci dalam sesi invited speaker pada pembukaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam presentasi ilmiahnya yang bertajuk “Succession in Global Agriculture and Fisheries: Future Hopes and Challenges“, Prof. Subejo mengupas tuntas urgensi rekonstruksi suksesi (regenerasi) petani dan nelayan, baik di tingkat global maupun nasional. Mengawali paparannya, Prof. Subejo mengingatkan para peserta dari berbagai negara mengenai risiko krisis pangan global yang dipicu oleh badai perubahan iklim, konflik, guncangan ekonomi, serta sistem pangan yang rapuh. Ditambah lagi dengan proyeksi lonjakan populasi dunia yang diperkirakan akan menyentuh angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, kebutuhan produksi pangan pun harus dipacu hingga meningkat sekitar 60%.

Di sisi lain, krisis generasi terus menjadi ancaman dan untuk memutus rantai krisis generasi, Prof. Subejo menegaskan bahwa makna suksesi pertanian harus diperluas. Suksesi tidak lagi sekadar transfer kepemilikan aset dari orang tua ke anak, melainkan juga harus mencakup penumbuhan wirausahawan baru yang lahir dari luar keluarga petani tradisional.

Mengakhiri sesi presentasinya, Prof. Subejo mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global untuk berinvestasi pada masa depan pemuda tani dan nelayan. Melalui gagasan komprehensif tersebut, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi sektor pertanian dan perikanan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas wirausaha muda di sektor agri-fisheries, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan transformasi sektor pertanian, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia

Uncategorized Friday, 24 July 2026

Krisis regenerasi di sektor pertanian dan perikanan global tengah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan masa depan. Menjawab tantangan besar tersebut, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., memberikan paparan kunci dalam sesi invited speaker pada pembukaan Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026, Senin, 6 Juli 2026.

Dalam presentasi ilmiahnya yang bertajuk “Succession in Global Agriculture and Fisheries: Future Hopes and Challenges“, Prof. Subejo mengupas tuntas urgensi rekonstruksi suksesi (regenerasi) petani dan nelayan, baik di tingkat global maupun nasional. Mengawali paparannya, Prof. Subejo mengingatkan para peserta dari berbagai negara mengenai risiko krisis pangan global yang dipicu oleh badai perubahan iklim, konflik, guncangan ekonomi, serta sistem pangan yang rapuh. Ditambah lagi dengan proyeksi lonjakan populasi dunia yang diperkirakan akan menyentuh angka 9,7 miliar jiwa pada tahun 2050, kebutuhan produksi pangan pun harus dipacu hingga meningkat sekitar 60%.

Di sisi lain, krisis generasi terus menjadi ancaman dan untuk memutus rantai krisis generasi, Prof. Subejo menegaskan bahwa makna suksesi pertanian harus diperluas. Suksesi tidak lagi sekadar transfer kepemilikan aset dari orang tua ke anak, melainkan juga harus mencakup penumbuhan wirausahawan baru yang lahir dari luar keluarga petani tradisional.

Mengakhiri sesi presentasinya, Prof. Subejo mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global untuk berinvestasi pada masa depan pemuda tani dan nelayan. Melalui gagasan komprehensif tersebut, Fakultas Pertanian UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat pertanian, SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan regenerasi sektor pertanian dan perikanan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas wirausaha muda di sektor agri-fisheries, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi dan transformasi sektor pertanian, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembangunan sistem pangan yang lebih tangguh, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 15: Ekosistem Darat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat global dalam membangun masa depan pangan yang berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Dampak Curah Hujan Ekstrem terhadap Keamanan Mikrobiologis Air Minum: Prof. YU Xin Bagikan Solusi Teknologi Sanitasi di SC-STAF 2026 Faperta UGM

berita Thursday, 23 July 2026

Kelancaran pasokan air bersih yang memenuhi standar kesehatan merupakan kebutuhan mendasar kita setiap hari, namun jaminan tersebut kini menghadapi tantangan berat akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem global. Menanggapi isu penting ini, sesi paralel kedua dalam rangkaian Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 pada Rabu, 8 Juli 2026, menghadirkan pakar ekologi lingkungan terkemuka dari Xiamen University, China, Prof. YU Xin.

Prof. YU Xin, yang merupakan peneliti dari College of the Environment & Ecology, Xiamen University, membawakan materi bertajuk “Impacts of Extreme Precipitation on Microbial Safety of Drinking Water”. Profesor YU mengupas bagaimana hujan lebat ekstrem dan badai topan mampu menyapu bakteri serta polutan dari daratan, lalu membawanya masuk ke dalam sumber air baku yang menjadi tumpuan konsumsi masyarakat harian.

Dalam paparannya, Prof. YU menjelaskan bahwa saat curah hujan ekstrem terjadi, limpasan air dari area hutan atau padang rumput membawa muatan bakteri patogen dalam jumlah yang sangat masif menuju bendungan atau sungai. Fenomena drought-to-flood transition (perubahan mendadak dari kering ke banjir) ini berisiko meloloskan bakteri berbahaya seperti Legionella dan Mycobacterium ke dalam instalasi pengolahan. Menariknya, riset Profesor YU menunjukkan bahwa setelah badai mereda, ekosistem bakteri di sepanjang pipa air minum akan merestrukturisasi dirinya sendiri secara alami untuk mencapai kestabilan baru agar air tetap aman dikonsumsi.

Sesi yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini memicu antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Melalui diseminasi riset mutakhir ini, Fakultas Pertanian UGM secara konsisten mempertegas kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengkajian teknologi mitigasi krisis air bersih ini merupakan langkah nyata dalam mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui penguatan keamanan mikrobiologis air minum serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Selain itu, pengembangan teknologi dan inovasi dalam sistem pengolahan air turut berkontribusi pada SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kajian mengenai dampak curah hujan ekstrem terhadap kualitas air mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi akademik internasional dalam program ini juga memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan berbasis riset serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kerja sama antaruniversitas dalam pengembangan solusi ilmiah bagi tantangan global.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

Gelar Final Assignment SC-STAF 2026, Faperta UGM Apresiasi Inovasi Poster Pertanian dan Perikanan Tropis Berkelanjutan

berita Thursday, 23 July 2026

Rangkaian program internasional Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture and Fisheries (SC-STAF) 2026 resmi memasuki puncaknya pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan penutupan yang diisi dengan pengumuman dan Final Assignment ini dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Meeting dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah serta mancanegara.

Kegiatan diawali dengan sesi presentasi poster terpilih dari para peserta. Pada sesi ini, peserta memaparkan inovasi, gagasan kritis, serta hasil kajian ilmiah terkait pengelolaan dan keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan tropis di hadapan para juri dan audiens.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Subejo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme, komitmen, dan kualitas gagasan ilmiah yang ditampilkan oleh seluruh peserta program SC-STAF 2026.

Sebagai penutup rangkaian acara, panitia mengumumkan para pemenang penghargaan karya poster hasil penilaian final:

Penghargaan Poster Terbaik (Best Poster Awards): 

  1. Fatmadiza Syarif
  2. Maharani Rahma Suci
  3. Siti Nur Syuhada Binti Rohaizad

Penghargaan Poster Terpilih (Selected Poster Awards): 

  1. Josep Salmawobil
  2. Amalya Risvi Afrizal
  3. Jadida Anindya Bahtiar, S.Pi., M.Si.

 

Melalui penyelenggaraan SC-STAF 2026, Fakultas Pertanian UGM terus berkomitmen memperkuat kontribusinya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan summer course internasional yang mengembangkan literasi ilmiah, kemampuan berpikir kritis, inovasi, dan keterampilan komunikasi akademik peserta. SC-STAF 2026 juga berkontribusi pada SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) dengan mendorong lahirnya inovasi dan solusi ilmiah untuk mendukung sistem pertanian dan perikanan tropis yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, berbagai gagasan yang dipresentasikan peserta turut mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui strategi adaptasi dan mitigasi sektor pertanian dan perikanan terhadap perubahan iklim global, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui kajian pengelolaan sumber daya perikanan tropis yang berkelanjutan, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan praktik pertanian yang menjaga kualitas lahan dan keanekaragaman hayati. Di sisi lain, kolaborasi peserta, dosen, dan institusi dari berbagai negara mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang memperkuat jejaring akademik internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim SC-STAF 2026

 

 

ISILF 2026 Rumuskan Komitmen Strategis dan Pembentukan Working Group

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian forum dengan sesi peneguhan komitmen strategis dan pembentukan working group (WG). Acara yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Dr. Elly Syafriani, S.P., dengan dua narasumber, yaitu Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P (UGM), Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), dan Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura) dalam agenda perumusan rekomendasi, kesepakatan bersama, serta penyusunan tindak lanjut pascaforum.

Dalam diskusi penutup, perwakilan dari BRIN menegaskan kesiapan lembaga riset nasional untuk menjadi mitra kolaborasi industri perbenihan. Narasumber dari Departemen Budidaya Pertanian UGM menambahkan bahwa fakultas telah rutin melakukan pelatihan dan pendidikan terkait perbenihan, serta membuka kesempatan riset kolaboratif dengan perusahaan, seperti yang pernah dilakukan dalam penyelesaian permasalahan varietas kelapa di Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa universitas dapat berperan langsung dalam menjawab kebutuhan industri.

Sementara itu, perwakilan dari UGM menekankan bahwa industri perlu membantu merumuskan kebutuhan yang dapat dijadikan dasar bagi kampus dalam menyusun program riset dan pendidikan. Forum juga menyepakati bahwa pada bulan Oktober mendatang akan diluncurkan Working Group R&D sebagai tindak lanjut dari diskusi hari ini. WG tersebut akan difasilitasi penuh oleh Departemen Budidaya Pertanian, dengan fokus pada kemitraan riset dan inovasi, serta pengembangan program jangka pendek maupun jangka panjang.

Kesimpulan forum menegaskan bahwa pembentukan WG merupakan langkah strategis untuk merealisasikan hasil diskusi, memperkuat kolaborasi universitas–industri, dan memastikan keberlanjutan ekosistem riset perbenihan di Indonesia.

Rekomendasi dan komitmen yang dihasilkan dalam ISILF 2026 memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset dan pengembangan benih unggul melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan meningkatkan inovasi yang berkontribusi pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk terus menyelenggarakan pelatihan, pendidikan, dan riset kolaboratif mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pembentukan tenaga profesional yang kompeten di sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, yang mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja dan daya saing industri. Inisiatif pembentukan Working Group (WG) Research and Development (R&D) sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi menjadi implementasi nyata SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional. Lebih dari itu, sinergi yang dibangun antara universitas, industri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya merupakan wujud konkret SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan pertanian Indonesia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ISILF 2026 Bahas Model Pendidikan Pascasarjana untuk Profesional Industri Benih

berita Saturday, 18 July 2026

Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menutup rangkaian diskusi dengan sesi strategis bertajuk Graduate Education for Industry Professionals pada 11 Juni 2026. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel ini dipimpin oleh Enik Nurlaili Afifah, S.P., M.Sc., Ph.D., dengan fokus pada model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri benih modern.  Narasumber sesi ini adalah Agus Budi Setiawan, S.P., M.Sc., Ph.D. (UGM), Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P. (UGM), dan Ir. Mulyantoro, M.P., Ph.D. (PT BISI International Tbk).

Diskusi menegaskan bahwa industri benih membutuhkan sumber daya manusia berkelas dengan pendidikan pascasarjana yang fleksibel. Seorang narasumber dari industri menekankan bahwa keterbatasan waktu, lokasi, dan padatnya aktivitas pekerja industri menjadi tantangan nyata, sehingga model pendidikan harus adaptif, misalnya melalui sistem hybrid daring. Kolaborasi antara universitas dan perusahaan diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dan profesional, dengan supervisi bersama yang menjaga kerahasiaan data sekaligus menghasilkan riset yang relevan bagi industri.

Narasumber lain menambahkan bahwa pengalaman magang dan penelitian sejak jenjang S1 hingga S3 telah membuka ruang kolaborasi nyata, khususnya dalam menghadapi tantangan virus baru pada tanaman hortikultura. Program pascasarjana diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memecahkan masalah nyata yang dihadapi perusahaan.

Kesimpulan forum menekankan perlunya model pembelajaran pascasarjana yang fleksibel, berbasis komitmen, dukungan pimpinan, akses data, dan komunikasi yang intensif. Diskusi juga membuka peluang beasiswa khusus di bidang perbenihan melalui kerja sama antara UGM, pemerintah, dan asosiasi, sehingga dapat memperkuat ekosistem talenta jangka panjang bagi industri benih.

Forum ISILF 2026 memiliki relevansi yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pengembangan talenta di bidang pemuliaan tanaman dan industri benih berkontribusi terhadap SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan sistem perbenihan yang mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Model pendidikan pascasarjana yang fleksibel, kolaboratif, serta berbasis kebutuhan industri mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi yang relevan dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat. Penguatan kompetensi profesional untuk menjawab kebutuhan industri juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kolaborasi riset yang berfokus pada penyelesaian permasalahan nyata industri, termasuk pemanfaatan hasil penelitian untuk inovasi sektor perbenihan, sejalan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Upaya pengembangan riset untuk menghadapi tantangan penyakit tanaman serta memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan lingkungan juga mendukung SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim. Selain itu, kerja sama antara universitas, pemerintah, asosiasi, dan industri dalam penyelenggaraan pendidikan, supervisi riset, serta penyediaan beasiswa merupakan implementasi nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Harmonisasi Revisi UU Perlindungan Petani: Kontribusi Guru Besar UGM untuk SDGs  

berita Thursday, 16 July 2026

Komitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani Indonesia memasuki tahap strategis melalui Harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung DPD RI ini menghadirkan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, sebagai Koordinator Tim Ahli Penyusun RUU. Kehadiran beliau menegaskan peran perguruan tinggi dalam mengawal kebijakan publik berbasis riset dan pengalaman empiris.

Sebagai koordinator, Prof. Subejo memimpin penyusunan naskah akademik, perumusan substansi perubahan pasal, serta sinkronisasi masukan dari akademisi, organisasi petani, pemerintah daerah, kementerian, dan pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan pakar hukum, ekonomi pertanian, kelembagaan, dan pembangunan wilayah memperlihatkan bahwa revisi ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial dan ekonomi petani.

Menurut Prof. Subejo, revisi UU ini bukan sekadar penyempurnaan redaksional, melainkan transformasi paradigma pembangunan pertanian. Perlindungan petani diperluas dari sekadar peningkatan produksi menjadi jaminan keberlanjutan usaha tani, kesejahteraan, ketahanan terhadap risiko, serta regenerasi petani yang adaptif terhadap teknologi digital.

Salah satu inovasi penting adalah penambahan Bab baru mengenai Regenerasi Petani dan Petani Muda. Definisi Petani Muda (usia 19–39 tahun) serta konsep regenerasi dimasukkan secara eksplisit dalam ruang lingkup perlindungan dan pemberdayaan. Program ini mencakup pendidikan, pelatihan, magang, akses lahan, pembiayaan, teknologi, kewirausahaan, digitalisasi, penelitian, dan inovasi.

RUU juga mengusulkan perluasan jaminan sosial nasional hingga mencakup petani muda, pengembangan prasarana berbasis teknologi informasi, serta penguatan layanan publik pertanian melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Revisi UU menekankan pentingnya sistem peringatan dini perubahan iklim, peningkatan kompetensi penyuluh dalam teknologi digital, serta adaptasi kelembagaan petani. Hal ini memperkuat ketahanan sektor pertanian terhadap risiko iklim.

Keterlibatan Prof. Subejo dan tim ahli memperlihatkan kontribusi nyata Universitas Gadjah Mada dalam proses legislasi nasional. Dengan basis penelitian, pengalaman lapangan, dan praktik terbaik pembangunan pertanian berkelanjutan, UGM menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendukung penyelesaian persoalan strategis bangsa.

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang dikawal Prof. Subejo secara langsung mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Ketimpangan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Regulasi baru ini diharapkan menjadi instrumen nyata dalam mendorong transformasi pertanian nasional menuju sistem yang modern, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

1234…18

BERITA FAKULTAS

  • Sinergi Kagama Pertanian dan Faperta UGM: Pembekalan Calon Wisudawan Periode IV TA 2025/2026
    21/08/2026
  • Expo Faculty of Agriculture 2026 Menjadi Ruang Pengenalan Organisasi dan Pengembangan Mahasiswa Faperta UGM
    21/08/2026
  • Expo Faculty of Agriculture 2026 Semai Harmoni melalui Ragam Aktivitas Mahasiswa dan Kolaborasi Industri
    21/08/2026
  • Sosialisasi AGLC: Mengenalkan Fasilitas Penunjang Riset Pascasarjana Faperta UGM
    21/08/2026
  • Sesi Sosialisasi Kesiapan Diri dan Adaptasi Mahasiswa Baru Pascasarjana Faperta UGM
    21/08/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju