• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB

berita Friday, 24 April 2026

Rangkaian kegiatan proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 memasuki hari ketiga dengan agenda field visit ke lapangan. Setelah dua hari simposium intensif di Yogyakarta, para peserta diajak meninjau langsung kondisi budidaya jeruk di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya memahami tantangan nyata penyakit Huanglongbing (HLB) di tingkat petani.

Kunjungan pertama dilakukan ke pembibitan jeruk di CV Mitra Bibit, Kecamatan Kemiri, di mana peserta dapat melihat proses produksi bibit jeruk sekaligus berdiskusi dengan petani dan teknisi lapangan mengenai strategi pencegahan HLB sejak tahap awal budidaya. Diskusi menyoroti pentingnya penggunaan batang bawah yang sehat dan toleran, serta penerapan standar sanitasi kebun untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke kebun jeruk produktif di Kecamatan Bayan yang dipandu oleh Pak Parman selaku ketua kelompok tani. Di lokasi ini, peserta menyaksikan praktik budidaya jeruk yang sudah berproduksi, sekaligus mendengar langsung pengalaman petani dalam menghadapi tantangan HLB. Beberapa inovasi manajemen kebun yang diperkenalkan, seperti pemantauan vektor Asian Citrus Psyllid (ACP) dan penerapan kepadatan tanam yang lebih adaptif, menjadi bahan diskusi menarik antara peneliti internasional dan lokal.

Kegiatan field visit ini memperkuat pemahaman bahwa pengendalian HLB tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi harus diintegrasikan dengan praktik lapangan yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi petani. Kolaborasi antara UGM, ACIAR, dan masyarakat lokal diharapkan mampu menghasilkan strategi pengelolaan jeruk yang berkelanjutan.

Hari ketiga ini juga menegaskan kontribusi nyata terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Bahas Strategi Agronomi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026

berita Friday, 24 April 2026

Setelah sesi pertama yang membahas mekanisme penyakit Huanglongbing (HLB) dan vektornya, simposium hari pertama proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 berlanjut ke Panel 2 pada Senin, 20 April 2026 dengan fokus pada strategi agronomi dan manajemen kebun untuk menghadapi ancaman HLB. Diskusi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang memandu jalannya sesi dengan interaktif dan terarah.

Panel kedua membuka wawasan baru mengenai strategi agronomi dan manajemen kebun dalam menghadapi ancaman HLB. Dr. Tahir Khurshid (NSW DPIRD) bersama Prof. Siti Subandiyah (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) dan Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD) memaparkan pentingnya pemilihan batang bawah yang toleran terhadap HLB. Mereka menekankan bahwa penggunaan batang bawah adaptif dapat meningkatkan ketahanan tanaman jeruk sekaligus memperpanjang umur produktif kebun.

Selanjutnya, Dr. Tahir Khurshid berkolaborasi dengan Dr. Sri Widyaningsih dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membahas konsep penanaman dengan kepadatan tinggi. Prinsip agronomi ini ditawarkan sebagai solusi intensifikasi budidaya, yang memungkinkan peningkatan produktivitas meski kebun menghadapi tekanan penyakit. Pendekatan ini dinilai relevan bagi petani jeruk di Indonesia yang membutuhkan strategi efisien untuk menjaga hasil panen.

Materi berikutnya disampaikan oleh Steven Falivene (NSW DPIRD) bersama Hariyani Dwi Anjani, S.P., M.Sc. (Departemen Sosial Ekonomi Pertanian), yang menguraikan faktor-faktor manajemen kebun global yang terbukti meningkatkan kelangsungan hidup tanaman di bawah tekanan HLB. Ia mencontohkan praktik-praktik terbaik dari berbagai negara yang dapat diadaptasi di Indonesia, mulai dari pengelolaan nutrisi hingga penerapan teknologi monitoring kebun.

Diskusi panel ditutup dengan sesi tanya jawab yang mempertemukan perspektif peneliti internasional dan nasional. Peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penerapan teknologi dan kebijakan agronomi, sehingga memperkaya pemahaman bersama tentang strategi pengendalian HLB.

Panel 2 semakin menegaskan kontribusi kegiatan ini terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

ACIAR Hari Pertama: Hadirkan Simposium untuk Masa Depan Industri Jeruk Hadapi Ancaman HLB

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) membuka hari pertama simposium proyek penelitian ACIAR HORT/2019/164 bertajuk “Preparedness and Management of Huanglongbing (Citrus Greening Disease) to Safeguard the Future of Citrus Industry in Australia, China and Indonesia” pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan industri jeruk di tiga negara melalui kerja sama penelitian dan pendidikan.

Acara dibuka dengan ucapan selamat datang oleh pimpinan fakultas pertanian, yang diwakili oleh Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM yang menegaskan komitmen kedua institusi untuk memperkuat kerja sama riset lintas negara. Pengantar kemudian dilanjutkan oleh Dr. Meena Thakur (Australia, Project Leader) dan Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. (Indonesia, Project Leader), yang menjelaskan latar belakang proyek serta tujuan strategis penelitian bersama ini.

Sesi pertama panel 1 menghadirkan sejumlah pembicara yang menyoroti tantangan serius penyakit Huanglongbing (HLB), yang telah dilaporkan menghambat produksi jeruk di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sesi pertama panel 1 dimoderatori oleh Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., Ph.D. dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, yang memfasilitasi jalannya tanya jawab serta memperkuat interaksi antara pembicara dan peserta.

Intan Muliani Fajarsari, S.TP., M.Agr.Sc dari Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, membuka diskusi dengan paparan mengenai kebijakan dan arah pengembangan masa depan produksi jeruk nasional. Beliau menekankan perlunya strategi terpadu antara pemerintah, akademisi, dan petani untuk menghadapi ancaman penyakit ini.

Dilanjutkan oleh Dr. Nerida Donovan (NSW DPIRD, Australia) yang menjelaskan mekanisme bagaimana HLB dapat membunuh pohon jeruk, serta Dr. Meena Thakur (NSW DPIRD) yang memaparkan siklus hidup serangga vektor Asian Citrus Psyllid (ACP) dan faktor penyebarannya. Sementara itu, Alan Soffan, Ph.D. dari Fakultas Pertanian UGM menyampaikan hasil studi mengenai inovasi perangkap dan penolak ACP sebagai bagian dari strategi pengendalian.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prof. Bunyamin Tar’an dari University of Saskatchewan Inisiasi Kerja Sama Tri Dharma dengan Faperta UGM

berita Friday, 24 April 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengawali rangkaian kerja sama internasional dengan menghadirkan kuliah tamu dari Prof. Bunyamin Tar’an, pakar pemuliaan tanaman dan genomik dari University of Saskatchewan, Kanada. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menginisiasi kerja sama tri dharma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kuliah tamu bertajuk “Go Global with Plant Breeding: Modern Genomics & Crop Improvement for a Climate-Changing World” berlangsung di lantai 6 Venture AGLC, Fakultas Pertanian UGM. Acara diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan peneliti yang antusias mendalami isu-isu terkini dalam pemuliaan tanaman berbasis genomik, khususnya pengembangan varietas tahan iklim seperti chickpea (kacang arab).

Selain menyampaikan materi akademis, Prof. Tar’an juga berbagi pengalaman studi lanjut di Kanada, memberikan tips bagi mahasiswa yang berminat melanjutkan pendidikan magister dan doktoral. Interaksi langsung dengan profesor internasional ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat reputasi Faperta UGM di tingkat global.

Kegiatan kuliah tamu ini menandai awal dari rangkaian kerja sama strategis antara Faperta UGM dan University of Saskatchewan, yang akan dikembangkan dalam bentuk riset bersama, pertukaran akademik, serta program pengabdian masyarakat di bidang pertanian berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan rencana kerjasama yang turut dihadiri oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Prof. Subejo S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, serta beberapa dosen dari Departemen Budidaya Pertanian. Kehadiran jajaran pimpinan dan akademisi ini menegaskan komitmen institusi dalam memperkuat jejaring internasional dan memperluas dampak akademik.

Kegiatan ini berkontribusi pada beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Kerjasama Faperta UGM

Desi Utami Paparkan Peran Bioteknologi untuk Pertanian Berkelanjutan di Era Digital

berita Wednesday, 22 April 2026

Dosen Departemen Mikrobiologi, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D., tampil sebagai narasumber dalam forum ilmiah bertajuk “Harmonized Biosafety Assessment and Sustainable Agriculture: Accelerating Innovation with Impact for Indonesian Smallholders” yang diselenggarakan oleh CropLife Indonesia bekerja sama dengan Konsorsium Bioteknologi Indonesia dan Lab Indonesia di ICE BSD City pada Jumat, 17 April 2026.

Dalam presentasi berjudul “Communicating Biotechnology in the Digital Era: Enhancing Sustainable Agricultural Impact for Farmers in Indonesia”, Desi Utami menyoroti kesenjangan antara perkembangan bioteknologi dengan pemahaman petani di lapangan. Menurutnya, komunikasi sains yang efektif menjadi kunci agar inovasi bioteknologi dapat benar-benar diadopsi dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pertanian.

Beliau menjelaskan bahwa bioteknologi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan, mulai dari pemanfaatan biofertilizer, biopesticides, hingga tanaman hasil rekayasa genetik. Namun, keberhasilan penerapan teknologi ini sangat bergantung pada bagaimana informasi disampaikan kepada petani dengan bahasa yang sederhana, relevan, dan menyentuh kebutuhan mereka.

Desi Utami juga menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi. Dengan lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia, platform digital dapat menjadi jembatan untuk memperluas literasi sains, mengatasi misinformasi, serta membangun jejaring komunitas pertanian. Ia mencontohkan inisiatif Desa Apps yang dikembangkan Faperta UGM sebagai ruang interaktif bagi petani, penyuluh, dan akademisi untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan mengakses data pertanian secara real-time.

“Bioteknologi, didukung komunikasi digital yang efektif, adalah kunci untuk memperkuat pertanian berkelanjutan dan memberdayakan petani Indonesia,” tegasnya.

Kehadiran Desi Utami dalam forum ini memperlihatkan kontribusi nyata Fakultas Pertanian UGM dalam mendorong adopsi inovasi berbasis sains, sekaligus memperkuat peran akademisi dalam menjembatani dunia riset dengan kebutuhan masyarakat, khususnya petani kecil di Indonesia.

Kontribusi Desi Utami dalam forum ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Heterogenitas Katabolik Plasmid: Dr. Chiho Suzuki-Minakuchi Ungkap Strategi Adaptasi Bakteri Xenobiotik

berita Tuesday, 21 April 2026

Dalam rangkaian Biotechnology Seminar di Fakultas Pertanian UGM, sesi kedua diisi oleh Dr. Chiho Suzuki-Minakuchi dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo. Beliau menyampaikan materi bertajuk Survival Strategies of Xenobiotic-Degrading Bacteria: Heterogeneity in Plasmid-Borne Catabolic Ability, yang menyoroti bagaimana bakteri lingkungan mampu bertahan hidup di tengah paparan senyawa xenobiotik berbahaya melalui mekanisme genetik yang kompleks.

Dr. Suzuki-Minakuchi menjelaskan bahwa plasmid berperan sebagai pembawa kemampuan katabolik yang heterogen, sehingga setiap strain bakteri dapat menunjukkan variasi dalam kapasitas metaboliknya. Perbedaan ini terlihat jelas pada dinamika ekspresi promoter P_ant antara dua konstruksi bakteri, CA10 dan KTPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah homolog AntR sangat menentukan tingkat heterogenitas transkripsi, dan pada akhirnya memengaruhi kemampuan metabolik sel tunggal.

Melalui ilustrasi yang ditampilkan, Dr. Suzuki-Minakuchi menggambarkan bagaimana interaksi antar strain bakteri dapat bersifat kooperatif maupun kompetitif. Pada konstruksi CA10, bakteri cenderung menunjukkan perilaku “Get together!” yang menekankan kerja sama dalam degradasi senyawa. Sebaliknya, pada KTPC terlihat variasi lebih besar dengan kecenderungan “Why don’t you come with us?”, yang menandakan adanya perbedaan strategi adaptasi. Temuan ini memperlihatkan bahwa heterogenitas genetik plasmid menjadi faktor kunci dalam menentukan strategi bertahan hidup bakteri di lingkungan yang penuh tekanan xenobiotik.

Materi yang dipaparkan Dr. Suzuki-Minakuchi tidak hanya memperkaya pemahaman sivitas akademika mengenai mikrobiologi lingkungan, tetapi juga memiliki implikasi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan, meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Dr. Kengo Inoue Ungkap Potensi Mikroba Elektrogenik dalam Menghasilkan Energi Bersih

berita Tuesday, 21 April 2026

Dalam sesi ketiga Biotechnology Seminar di Fakultas Pertanian UGM, Dr. Kengo Inoue dari Faculty of Agriculture, Miyazaki University, memaparkan peran komunitas mikroba elektrogenik dalam sistem Microbial Fuel Cells (MFCs). Penelitiannya menunjukkan bagaimana komunitas mikroba mampu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan energi listrik.

Dalam paparannya, Dr. Inoue menjelaskan bahwa sistem Microbial Fuel Cells (MFCs) yang dioperasikan selama lebih dari tiga tahun mampu mempertahankan kinerja tinggi secara konsisten. Selama periode tersebut, terjadi pengayaan mikroorganisme tertentu, terutama methanogens dan sulfate-reducing bacteria, yang berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem. Kehadiran kedua kelompok mikroba ini tidak hanya meningkatkan efisiensi degradasi senyawa organik dalam limbah cair, tetapi juga memperkuat kapasitas sistem dalam menghasilkan energi bersih.

Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan MFCs sangat bergantung pada keseimbangan komunitas mikroba yang terbentuk secara alami. Dengan memahami dinamika populasi mikroba, teknologi ini dapat dikembangkan lebih jauh untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan.

Paparan Dr. Inoue memperlihatkan bagaimana riset dari Miyazaki University dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi bioteknologi global. Kehadirannya di Faperta UGM memperkuat jejaring akademis internasional dan membuka peluang kolaborasi riset di bidang energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan.

Riset Dr. Inoue memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Prof. Hideaki Nojiri Ungkap Temuan Degradasi Senyawa Aromatik dalam Seminar Bioteknologi

berita Tuesday, 21 April 2026

Fakultas Pertanian UGM mengawali rangkaian Biotechnology Seminar dengan paparan dari Prof. Hideaki Nojiri dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo. Dalam presentasinya, ia memperkenalkan teknologi penyaringan terbaru yang mampu mengungkap keberadaan degrader aromatik baru serta interaksi tersembunyi antar bakteri di lingkungan.

Prof. Nojiri menekankan bahwa perilaku bakteri di alam tidak dapat dipahami hanya dari satu strain, melainkan melalui konsorsium mikroba yang bekerja secara sinergis. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Hazardous Materialsmenunjukkan bagaimana komunitas bakteri berkolaborasi untuk mendegradasi senyawa berbahaya seperti pyrene, sehingga membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi bioremediasi.

Paparan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan sivitas akademika mengenai mikrobiologi lingkungan, tetapi juga menegaskan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Riset ini mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Dengan gaya penyampaian yang akademis dan inspiratif, Prof. Nojiri membuka jalannya seminar sebagai forum ilmiah yang menegaskan komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk menghadirkan riset mutakhir yang relevan bagi tantangan global, sekaligus memperkuat jejaring akademis internasional.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Seminar Bioteknologi Bersama Akademisi Jepang

berita Tuesday, 21 April 2026

Departemen Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), menyelenggarakan Biotechnology Seminar pada Minggu, 19 April 2026, di Ruang Venture, Gedung AGLC lantai 6. Seminar yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini menghadirkan empat pakar bioteknologi dari berbagai institusi ternama di Jepang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan dosen dari Fakultas Pertanian, meliputi Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Fakultas Pertanian, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. selaku Manajer AGLC, serta Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. selaku Ketua Prodi Sarjana Mikrobiologi Pertanian dan moderator pada acara tersebut.

Para pembicara berasal dari berbagai institusi dengan topik materi yang beragam, antara lain:

  • Hideaki Nojiri dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo, dengan materi berjudul New screening technology reveals the presence of novel aromatic degraders and hidden bacterial interactions
  • Chiho Suzuki-Minakuchi dari Graduate School of Agricultural and Life Sciences, The University of Tokyo, dengan materi berjudul Survival strategies of xenobiotic-degrading bacteria: Heterogeneity in plasmid-borne catabolic ability
  • Kengo Inoue dari Faculty of Agriculture, Miyazaki University, dengan materi berjudul Electrogenic Microbial Communities in Microbial Fuel Cells Treating Diverse Real Wastewaters
  • Mari Maeda-Yamamoto dari Institute of Food Research, National Agriculture and Food Research Organization (NARO), dengan materi berjudul Development of functional green tea using functional food labeling system in Japan

Kehadiran para akademisi dari The University of Tokyo, Miyazaki University, dan NARO mencerminkan eratnya hubungan kerja sama internasional antara Faperta UGM dan institusi pendidikan serta riset di Jepang. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat reputasi Fakultas Pertanian UGM sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi bagi masyarakat global.

Seminar ini menjadi wadah penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan terkait inovasi bioteknologi, mulai dari pemanfaatan mikroba dalam pengolahan limbah hingga pengembangan pangan fungsional. Diskusi yang dihadirkan tidak hanya memperkaya pengetahuan ilmiah, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Kolaborasi Positif: PT Kairos Jaya Sejahtera Hadir di Gene Expression Workshop

berita Wednesday, 15 April 2026

Dalam rangkaian Gene Expression Workshop yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM, tidak hanya para akademisi yang berperan aktif, tetapi juga mitra industri turut memberikan kontribusi. PT Kairos Jaya Sejahtera, sebagai kolaborator penyedia peralatan laboratorium, berkesempatan menyampaikan profil perusahaan di hadapan peserta workshop.

Melalui presentasi tersebut, PT Kairos Jaya Sejahtera memperkenalkan berbagai produk unggulan dan layanan yang mendukung riset bioteknologi, mulai dari reagen, instrumen molekuler, hingga perangkat analisis mutakhir. Kehadiran perusahaan ini menegaskan komitmen mereka dalam mendukung dunia pendidikan dan penelitian, khususnya dalam bidang pertanian dan ilmu hayati.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara akademisi dan industri, di mana penyediaan peralatan berkualitas tinggi dapat memperkuat kapasitas riset mahasiswa dan peneliti. Dengan dukungan mitra seperti PT Kairos Jaya Sejahtera, workshop tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga membuka peluang jejaring dan inovasi berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan semangat pencapaian SDGs, terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

123…13

BERITA FAKULTAS

  • ACIAR Day 3: Field Visit ke Sentra Jeruk Purworejo, Perkuat Kolaborasi Riset HLB
    24/04/2026
  • ACIAR Day 2: Lapangan, Penyuluhan, dan Lokakarya Interaktif Perkuat Kapasitas Petani Jeruk
    24/04/2026
  • ACIAR Day 2: Strategi SDM dan Praktik Manajemen Pertanian Jeruk Jadi Sorotan
    24/04/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Wisuda Pascasarjana Periode III T.A. 2025/2026
    24/04/2026
  • Bahas Strategi Agronomi dan Manajemen Kebun Hadapi HLB melalui ACIAR Symposium 2026
    24/04/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju