• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
      • Persyaratan Pendaftaran Doktor Ilmu Pertanian
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Kontribusi Doktor Muda PMDSU: Anisya Turrodiyah Bagikan Insight Pengelolaan Pertanian Regeneratif

berita Saturday, 31 October 2026

Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) kembali membuktikan keberhasilannya dalam melahirkan doktor-doktor muda potensial di bidang ilmu pertanian. Salah satu lulusan doktor inspiratif dari program ini adalah Dr. Anisya Turrodiyah, S.P., M.Sc., yang berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dengan predikat Pujian (Cumlaude). Pencapaian ini menandai kesiapan institusi dalam mencetak peneliti mandiri berkaliber internasional.

Melalui disertasinya yang mendalam mengenai “Peremajaan Tanah sebagai Upaya Mewujudkan Pertanian Regeneratif di Lanskap Breksi Vulkanik Tersier”, Anisya membagikan insight strategis mengenai pentingnya pemulihan kesehatan tanah. Riset ini menggarisbawahi bahwa program percepatan PMDSU dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan nyata degradasi lahan dan keberlanjutan ekosistem pertanian melalui pendekatan sains interdisipliner.

Kehadiran doktor muda berprestasi ini diharapkan mampu memperkuat riset-riset transformatif yang mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan jangka panjang. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen Faperta UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui pengembangan penelitian pengelolaan tanah untuk mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan doktor dan pengembangan peneliti muda; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan kapasitas riset dan inovasi pengelolaan lahan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui kajian pertanian regeneratif yang berpotensi mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim; serta SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui upaya pemulihan kesehatan tanah dan pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM Dilibatkan dalam Forum Global dan Regional Pengelolaan Hama Terpadu

berita Thursday, 8 October 2026

Peran akademisi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Guru Besar Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc., memperoleh undangan untuk berpartisipasi dalam dua forum strategis internasional yang membahas pengelolaan hama, pestisida, dan inovasi pertanian berkelanjutan pada Oktober 2026.

Undangan pertama datang dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) untuk mengikuti Twenty First Meeting of the FAO Panel of Experts on Pesticide Management dan Ninetieth FAO/WHO Joint Meeting on Pesticide Management (JMPM) yang diselenggarakan di Roma, Italia, pada 6–9 Oktober 2026.

Dalam surat undangan tersebut, Prof. Y. Andi Trisyono diundang sebagai anggota panel berdasarkan keahlian teknis yang dimiliki dalam bidang pengelolaan hama dan pestisida. Forum tersebut membahas implementasi kode etik internasional pengelolaan pestisida, evaluasi perkembangan kebijakan, strategi pengelolaan pestisida, serta isu-isu prioritas dan tantangan yang berkembang di tingkat global.

Selain itu, Prof. Y. Andi Trisyono juga menerima undangan untuk berpartisipasi dalam ASEAN Bioinnovation and IPM Action Plan Workshop yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 13–16 Oktober 2026. Forum regional tersebut menjadi bagian dari implementasi tahap kedua ASEAN Bioinnovation and Integrated Pest Management (IPM) Action Plan yang berfokus pada penguatan kolaborasi negara-negara ASEAN dalam pengembangan teknologi pengendalian hayati dan pengelolaan hama terpadu.

Berdasarkan agenda kegiatan, pembahasan akan mencakup pengendalian hayati (biological control), solusi bioproteksi, pemanfaatan kecerdasan buatan dan genomika dalam IPM, pengelolaan resistensi, hingga pengembangan biopestisida dan demonstrasi lapangan. Informasi tersebut tampak pada dokumen undangan ASEAN Bioinnovation and IPM Action Plan yang ditunjukkan pengguna.

Keterlibatan akademisi Fakultas Pertanian UGM dalam kedua forum tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap kapasitas keilmuan dan kontribusi akademik UGM dalam bidang proteksi tanaman, pengelolaan hama terpadu, serta pertanian berkelanjutan. Keikutsertaan dalam forum global maupun regional diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan inovasi yang relevan untuk menghadapi tantangan ketahanan pangan dan keberlanjutan sistem pertanian.

Partisipasi aktif sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM dalam berbagai forum internasional sejalan dengan komitmen fakultas untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak luas bagi masyarakat. Melalui kontribusi pada perumusan kebijakan, pengembangan teknologi, dan pertukaran praktik terbaik di tingkat global, Fakultas Pertanian UGM terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia dan dunia. Partisipasi ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan dan sistem pertanian berkelanjutan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengelolaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas keilmuan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan inovasi teknologi pengendalian hama; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penerapan praktik pengelolaan pestisida yang berkelanjutan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui pengembangan pengendalian hayati yang mendukung perlindungan ekosistem; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan kebijakan dan inovasi pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc.

Fakultas Pertanian UGM dan SEAQIS Perkuat Kolaborasi Pendidikan Sains untuk Guru melalui Pelatihan Kelautan, Perikanan, dan Pertanian

beritakerjasama Thursday, 8 October 2026

 

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Science (SEAQIS) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada penguatan kapasitas guru di bidang sains dan teknologi pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan sains di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, Fakultas Pertanian UGM dan SEAQIS akan mengembangkan berbagai program pelatihan bagi guru, khususnya pada bidang sumber daya perikanan dan kelautan yang menjadi salah satu keunggulan Fakultas Pertanian UGM.

Selain itu, kedua institusi juga membuka peluang perluasan ruang lingkup kerja sama ke berbagai bidang strategis lainnya, termasuk pertanian dan pangan. Perluasan tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan literasi sains guru sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama ini tidak hanya menjadi momentum penguatan kemitraan kelembagaan, tetapi juga langsung diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan perdana bagi guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi awal dari rangkaian program pengembangan kapasitas guru yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran sains kontekstual berbasis sumber daya alam serta isu-isu pembangunan berkelanjutan.

Melalui keterlibatan akademisi dan pakar dari Fakultas Pertanian UGM, para peserta memperoleh wawasan mengenai potensi sumber daya perikanan, kelautan, pertanian, dan pangan sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran di sekolah dan mendorong lahirnya generasi muda yang lebih peduli terhadap pengelolaan sumber daya alam.

Bagi Fakultas Pertanian UGM, kerja sama dengan SEAQIS sejalan dengan komitmen fakultas dalam memperluas dampak tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan program peningkatan kompetensi pendidik berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Melalui sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan organisasi regional pendidikan, Fakultas Pertanian UGM berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan sains di tingkat sekolah sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya pertanian, perikanan, dan pangan secara berkelanjutan. Capaian ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui penguatan literasi ketahanan pangan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran sains; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengenalan potensi ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya alam; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan literasi sains, teknologi, dan inovasi; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan; SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui peningkatan pemahaman mengenai pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui edukasi pelestarian sumber daya pertanian dan lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi kelembagaan dalam peningkatan kualitas pendidikan sains.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Perikanan Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM dan Ailesh Tinjau Implementasi SDGs Bumitama Gunajaya Agro Group untuk Perkuat Praktik Keberlanjutan

berita Thursday, 8 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Ailesh melalui Center for Sustainable Agriculture (CSA) melakukan kegiatan verifikasi implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola keberlanjutan perusahaan sekaligus memastikan kontribusi program-program yang dijalankan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Verifikasi SDGs dilaksanakan di Fakultas Pertanian UGM dengan melibatkan tim ahli multidisiplin yang dipimpin oleh Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. sebagai Ketua Tim Verifikator SDGs, di bawah arahan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, PT Cipta Inovasi Berkelanjutan, serta Fakultas Pertanian UGM melalui pembentukan Center for Sustainable Agriculture (CSA).

Sebagai agenda pembangunan global yang mencakup 17 tujuan dan 169 target, SDGs menjadi kerangka penting bagi dunia usaha dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam strategi bisnis. Dalam konteks tersebut, proses verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa capaian dan kontribusi perusahaan didukung oleh data yang relevan, konsisten, dapat ditelusuri, dan sesuai dengan indikator yang digunakan.

Kegiatan verifikasi difokuskan pada penelaahan implementasi program di PT Gunajaya Karya Gemilang (GKG) dan PT Windu Nabatindo Lestari (WNL). Proses yang dilakukan mencakup peninjauan keterkaitan program dengan target SDGs, evaluasi data baseline, target dan realisasi capaian, metode pengukuran indikator, hingga kesesuaian bukti pendukung yang digunakan dalam pelaporan keberlanjutan perusahaan.

Tim verifikator dari Fakultas Pertanian UGM melakukan telaah dokumen, verifikasi substantif, diskusi dan klarifikasi bersama pihak perusahaan, serta memberikan catatan dan rekomendasi untuk penyempurnaan implementasi maupun pelaporan SDGs. Pendekatan ini mengedepankan prinsip objektivitas, berbasis bukti, transparansi, konsistensi, dan keterlacakan data sehingga hasil verifikasi dapat memberikan gambaran yang komprehensif terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan.

Melalui keterlibatan akademisi dalam proses verifikasi, Fakultas Pertanian UGM berkontribusi menghadirkan perspektif ilmiah dalam mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan. Selain mengidentifikasi capaian yang telah diraih perusahaan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan rekomendasi strategis guna meningkatkan kualitas implementasi dan pelaporan SDGs serta mendukung penyusunan dokumen keberlanjutan dan PROPER Hijau tahun 2026.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra profesional ini mencerminkan peran strategis Fakultas Pertanian UGM dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Melalui Center for Sustainable Agriculture, Fakultas Pertanian UGM terus mendorong penguatan praktik keberlanjutan berbasis bukti ilmiah yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan sektor agribisnis Indonesia. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui dukungan terhadap pengembangan praktik pertanian berkelanjutan; SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan dan pertukaran pengetahuan akademik dalam evaluasi keberlanjutan; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan tata kelola bisnis yang berkelanjutan; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penerapan pendekatan ilmiah dan inovasi berbasis data dalam evaluasi kinerja keberlanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui penguatan praktik produksi dan pelaporan keberlanjutan perusahaan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui dukungan terhadap evaluasi aspek lingkungan dalam implementasi SDGs; SDG 15: Ekosistem Daratan, melalui penguatan pengelolaan sumber daya lahan dan ekosistem secara berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sektor swasta, dan mitra profesional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Fakultas Pertanian UGM Berkontribusi dalam Pertemuan Perdana Konsorsium ACIAR untuk Penguatan Produksi Mangga Berkelanjutan

berita Wednesday, 7 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut ambil bagian dalam HORT/2022/125 Inception Meeting, sebuah pertemuan perdana konsorsium riset internasional yang berfokus pada transformasi produksi mangga melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM) dan penggunaan pestisida yang lebih cerdas di Asia Tenggara dan Australia. Pertemuan ini diselenggarakan pada 20-23 September 2026 di University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina, dan mencakup kunjungan lapangan ke San Pascual, Batangas.

Keterlibatan dalam konsorsium yang didukung oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) ini menegaskan peran aktif Faperta UGM dalam jejaring riset internasional untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) secara resmi berkontribusi dalam diskusi mengenai implementasi proyek, prioritas masing-masing negara, kegiatan penelitian, koordinasi antar lembaga, serta perencanaan program pada tahun pertama pelaksanaan proyek.

Pada pertemuan tersebut, tim Indonesia memaparkan perkembangan industri mangga nasional dan berbagai program riset yang telah dijalankan. Presentasi turut disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc. (Dosen Departemen Hama dan Perlindungan Tumbuhan) menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu produsen mangga terbesar dunia sekaligus tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan daya saing industri mangga nasional.

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa industri mangga Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran. Selain menjadi sumber mata pencaharian bagi petani, komoditas mangga juga berkontribusi terhadap perdagangan ekspor. Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, seperti pengelolaan hama dan penyakit tanaman, penggunaan pestisida yang efisien, kualitas produk yang konsisten, serta penguatan rantai pasok dan akses pasar ekspor.

Salah satu fokus utama diskusi adalah pengembangan pendekatan Area-Wide Integrated Pest Management (AW-IPM) untuk pengendalian lalat buah pada komoditas mangga. Pengalaman riset dan implementasi yang telah dilakukan di berbagai sentra produksi mangga di Jawa Barat menjadi referensi penting dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Melalui keterlibatan dalam konsorsium internasional ini, Fakultas Pertanian UGM diharapkan dapat memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara, memperluas pengembangan inovasi berbasis IPM, serta mendorong lahirnya solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, keamanan pangan, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan industri mangga di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Keterlibatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Fakultas Pertanian UGM

Mahasiswa Proteksi Tanaman UGM Raih Juara 2 Nasional pada Kompetisi Plant Doctor Plant Protection Day 2026

PrestasiUncategorized Wednesday, 7 October 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM). Tim mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi Plant Doctor pada ajang Plant Protection Day 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Klinik Tanaman, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 24-26 September 2026 dan diikuti oleh 11 tim dan 33 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Fakultas Pertanian UGM terdiri atas Aprilia Nur Safitri, Reza Umami, dan Hapsah Luthfia Rahmawati, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman angkatan 2023. Melalui kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang kuat, tim berhasil menunjukkan kompetensi unggul di bidang perlindungan tanaman sehingga meraih posisi kedua pada kompetisi nasional tersebut.

Kompetisi Plant Doctor merupakan salah satu rangkaian kegiatan Plant Protection Day 2026 yang berfokus pada identifikasi dan analisis hama serta penyakit tanaman berdasarkan gejala yang diamati secara langsung. Seluruh peserta ditantang untuk melakukan diagnosis terhadap berbagai permasalahan tanaman melalui pengamatan spesimen yang telah disediakan panitia. Materi yang diujikan mencakup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), gejala dan tanda serangan hama maupun patogen penyebab penyakit, Pengendalian Hama Terpadu (PHT), entomologi, fitopatologi, toksikologi dan pestisida, hingga studi kasus perlindungan tanaman di Indonesia.

Mengusung tema “Sinergi Ilmu, Inovasi, dan Industri untuk Deteksi Tanaman Keberlanjutan”, kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan teori, tetapi juga ketelitian, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan analisis peserta dalam menyelesaikan persoalan nyata di bidang perlindungan tanaman. Keberhasilan mahasiswa UGM dalam kompetisi ini menunjukkan kualitas akademik sekaligus kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Fakultas Pertanian UGM mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional secara berkelanjutan. Perolehan prestasi tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang perlindungan tanaman dan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Aprilia Nur Safitri

Kolaborasi Internasional: Dosen Faperta UGM dan Wageningen University Dukung Kemandirian Kelompok Wanita Tani Lewat Ecoprint

berita Friday, 2 October 2026

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (Prodi PKP) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi internasional. Mesalia Kriska, S.P., M.Sc., dosen Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Wageningen University and Research (WUR), Belanda, menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan ecoprint dengan dukungan pendanaan dari WUR pada Minggu, 6 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kelompok Wanita Tani (KWT) An Naba ini turut dibersamai oleh Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P., Sekretaris Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM. Pelatihan ecoprint menjadi wujud nyata sinergi akademik lintas negara untuk mendukung kemandirian perempuan tani melalui pemanfaatan potensi lokal.

Dalam pelaksanaannya, anggota KWT An Naba diajak untuk menguasai keterampilan kreatif dalam teknik cetak alami yang ramah lingkungan. Mereka juga diperkenalkan pada peluang usaha baru berbasis produk kreatif berkelanjutan yang dapat membuka jalan bagi pemberdayaan ekonomi perempuan. Selain itu, kegiatan ini mengajarkan cara memanfaatkan daun dan bunga di sekitar lingkungan menjadi produk bernilai jual tinggi, sehingga potensi lokal dapat diolah menjadi sumber penghasilan baru.

Prodi PKP Faperta UGM menyampaikan terima kasih kepada Wageningen University and Research atas dukungan pendanaan, serta apresiasi kepada seluruh anggota KWT An Naba yang menunjukkan antusiasme tinggi. Ia berharap ilmu yang dibagikan dapat terus berkembang dan membawa dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui penguatan kapasitas dan peluang pengembangan ekonomi bagi perempuan tani; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan serta peluang usaha berbasis produk kreatif; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi produk dan keterampilan kreatif berbasis potensi lokal; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan akses kelompok masyarakat terhadap pengetahuan, keterampilan, dan jejaring pengembangan kapasitas; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan bahan alami dan potensi lokal dalam menghasilkan produk kreatif; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan sumber daya tumbuhan secara bijaksana dalam kegiatan kreatif berbasis lingkungan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Faperta UGM, Wageningen University and Research, dan kelompok masyarakat.

Dengan semangat berbagi ilmu dan kolaborasi lintas negara, pelatihan ecoprint ini menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Pertanian UGM mampu menghadirkan solusi inovatif bagi pemberdayaan masyarakat lokal, sekaligus memperkuat peran akademisi Indonesia dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Departemen Sosek

Fakultas Pertanian UGM Tebar Benih Ikan di Sungai Boyong: Wujud Pengabdian untuk Ekosistem Perairan

berita Friday, 2 October 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui penebaran benih ikan di Sungai Boyong, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Departemen Perikanan, khususnya Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan sungai sebagai penopang kehidupan.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian, antara lain Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia; Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama; serta Dyana Rakhmasari Kusumaningsih, S.E., M.Ec.Dev., Kepala Kantor Administrasi. Turut hadir pula segenap dosen Departemen Perikanan, perwakilan RT 05, Kelompok Penggiat Lingkungan Sungai (KPLS), serta mahasiswa MSA.

Dalam sambutannya, Pak Syamsyul selaku perwakilan RT 05 menekankan bahwa air bukan hanya sumber daya, tetapi penopang kehidupan. Ia berharap benih ikan yang ditebar dapat tumbuh dengan baik dan meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga sungai. Sementara itu, Pak Sumadi dari KPLS Sungai Boyong menjelaskan bahwa KPLS merupakan forum peduli sungai yang terdiri dari 43 komunitas di Sleman. Ia menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Pertanian atas dukungan pengabdian ini, dengan harapan sungai dapat kembali bermanfaat bagi warga Sleman.

Sambutan dari Fakultas Pertanian disampaikan oleh Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti yang mewakili dekan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dengan rencana penebaran 4.000 benih ikan tawes, serta berharap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi ekosistem perairan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Syamsyul.

Kegiatan penebaran benih ikan di Sungai Boyong turut mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kesadaran dan pembelajaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan ruang hidup; SDG 14: Ekosistem Lautan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perairan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sungai dan lingkungan di sekitarnya; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, komunitas lingkungan, dan mahasiswa. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan, khususnya dalam konteks pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan sebagai salah satu sumber daya pangan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Duta Maritim Bali Kenalkan Potensi Tuna dan Pentingnya Keberlanjutan Laut kepada Generasi Muda

berita Friday, 25 September 2026

Potensi kelautan Indonesia tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dikenalkan dan dijaga keberlanjutannya oleh generasi muda. Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna yang menghadirkan para Duta Maritim Bali dalam Family Gathering Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) di Yogyakarta. Melalui kegiatan tersebut, para duta memperkenalkan ikan tuna dari berbagai perspektif, mulai dari nilai ekonomi dan kandungan gizi hingga peluang inovasi pengolahan dan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut.

Ni Putu Indhira Laksmi Putri, Runner Up V Duta Maritim Bali 2026, menjelaskan bahwa tuna dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk memperkenalkan isu kelautan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, tuna memiliki karakteristik yang relevan untuk menghubungkan aspek ekonomi, pangan, kesehatan, dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Menurut saya, ikan tuna bisa menjadi simbol yang efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” ujar Ni Putu Indhira.

Ia menjelaskan bahwa tuna merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang luas. Di sisi lain, tuna juga dikenal sebagai sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, termasuk asam lemak omega-3. Potensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap kekayaan sumber daya kelautan Indonesia.

Namun, pemanfaatan tuna perlu diiringi dengan perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Ni Putu Indhira menyoroti ancaman seperti overfishing dan pencemaran sampah plastik yang dapat memengaruhi keberlanjutan sumber daya perikanan.

“Jika ikan tuna terancam oleh overfishing dan sampah plastik, maka inilah yang menjadi sinyal darurat bahwa laut kita sedang tidak baik-baik saja,” tuturnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa tuna tidak hanya dapat dipandang sebagai komoditas pangan dan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem laut yang pemanfaatannya perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, pengembangan sektor perikanan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Sementara itu, Ni Kadek Selbi Tariadani, Runner Up Duta Maritim Bali 2026, menyoroti pentingnya menghubungkan potensi sumber daya kelautan dengan inovasi pengolahan pangan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi pengolahan tuna yang ditujukan kepada peserta Family Gathering di lingkungan Faperta UGM.

Dalam wawancara tersebut, Ni Kadek Selbi menyampaikan bahwa potensi hasil perikanan dari wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Yogyakarta, dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi pengolahan. Kegiatan demonstrasi menjadi sarana untuk memperkenalkan bahwa hasil perikanan tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa Faperta UGM untuk semakin tertarik mengembangkan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, potensi pangan Indonesia berasal dari sumber daya daratan maupun lautan yang dapat dikembangkan secara terpadu.

Pengolahan hasil perikanan seperti tuna juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkenalkan pentingnya pemanfaatan sumber daya pangan secara optimal dan bertanggung jawab.

Dimensi pendidikan dan keberlanjutan turut disampaikan oleh Ni Kadek Keisha Suparta, Runner Up II Duta Kids Maritim Bali 2024. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran mengenai sektor maritim sejak usia dini. Menurutnya, kepedulian terhadap laut tidak hanya diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, tetapi juga melalui proses mengenal, menghargai, dan melestarikan kekayaan maritim Indonesia.

“Kami sebagai Duta Kids Maritim Bali berharap agar generasi muda dapat menjadi generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan ikut berperan dalam menjaga dan memajukan potensi Indonesia,” tutur Ni Kadek Keisha.

Ia juga mengaitkan peran generasi muda dengan pengembangan ekonomi biru dan cita-cita membangun Generasi Emas 2045. Karena itu, edukasi mengenai maritim perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran dan tanggung jawab terhadap laut dapat tumbuh sejak dini.

Pesan serupa disampaikan oleh I.G.A. Kineta Adiaraya, Runner Up I Pra Kids Maritim Bali 2025. Menurutnya, kepedulian terhadap laut bukan hanya tanggung jawab masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Masyarakat yang berada jauh dari laut pun dapat berkontribusi melalui perilaku sehari-hari.

“Walaupun saya tinggal jauh dari pesisir, saya berhak untuk menjaga laut,” tegas I.G.A. Kineta.

Ia mencontohkan berbagai tindakan sederhana yang dapat dilakukan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air, memilah sampah, serta memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi mengenai lingkungan laut.

Rangkaian wawancara dan demonstrasi pengolahan tuna tersebut memperlihatkan bahwa isu maritim memiliki keterkaitan yang luas dengan kehidupan masyarakat. Potensi tuna dapat dibahas dari sisi pangan dan gizi, nilai ekonomi, inovasi pengolahan, hingga keberlanjutan sumber daya dan ekosistem laut.

Kehadiran Duta Maritim Bali di lingkungan perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa edukasi mengenai kelautan dapat dibangun melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Pengenalan terhadap komoditas seperti tuna menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pengetahuan mengenai sumber daya laut dengan persoalan pangan, lingkungan, dan ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen sumber daya maritim, tetapi juga memahami nilai, potensi, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Kesadaran tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing dan berkembang menjadi partisipasi yang lebih luas dalam mendukung keberlanjutan sektor maritim Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengenalan hasil perikanan sebagai sumber pangan dan protein, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi mengenai ikan sebagai bagian dari pangan bergizi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi generasi muda mengenai potensi, pemanfaatan, dan keberlanjutan sumber daya maritim, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan nilai ekonomi dan peluang pengembangan hasil perikanan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui demonstrasi serta pengembangan inovasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses pengetahuan dan edukasi mengenai isu kemaritiman kepada generasi muda.

Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan secara lebih optimal serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui peningkatan kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui edukasi tentang keberlanjutan sumber daya ikan, ancaman overfishing, pengurangan pencemaran, dan perlindungan ekosistem laut; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dan aktivitas di daratan turut memengaruhi kesehatan ekosistem pesisir dan laut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui interaksi dan kolaborasi antara Duta Maritim Bali, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta kepedulian terhadap keberlanjutan maritim.

Melalui pengenalan potensi tuna dan edukasi mengenai keberlanjutan laut, kegiatan ini menegaskan bahwa membangun budaya maritim tidak harus dimulai dari wilayah pesisir. Kepedulian dapat tumbuh dari ruang pendidikan, keluarga, komunitas, hingga tindakan sederhana sehari-hari. Dari sana, generasi muda dapat mengambil peran dalam memastikan kekayaan laut Indonesia tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

Perkuat Kompetensi Internal, Tim PPK Ormawa KAB UGM Gelar Pembekalan Pembuatan Agen Pengendali Hayati sebagai Bagian Program ASAGRI

berita Wednesday, 23 September 2026

Tim PPK Ormawa Klinik Agromina Bahari (KAB) Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Program ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice) melalui Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua Agen Pengendali Hayati (APH) pada Minggu (5/7) pukul 09.00–13.00 WIB di Laboratorium Klinik Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Tim PPK Ormawa ASAGRI UGM beserta volunteer sebagai bentuk penguatan kapasitas internal sebelum pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Pembekalan didampingi secara langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Ady Bayu Prakoso, S.P., yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik mengenai Agen Pengendali Hayati (APH).

Program pengabdian ASAGRI merupakan salah satu bentuk implementasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan Agen Pengendali Hayati (APH). Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih aman dan ramah lingkungan. Melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pemetaan, sosialisasi, pembekalan, praktik laboratorium, hingga pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada berkomitmen menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting sebelum dilaksanakannya Sosialisasi Kedua kepada masyarakat. Berbeda dengan sosialisasi pertama yang berfokus pada pengenalan konsep Agen Pengendali Hayati, pemetaan titik tumbuh jamur alami, media tumbuh, dan isolasi, pembekalan kali ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan teknis seluruh anggota tim. Hal ini dilakukan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur pembuatan media tumbuh jamur, teknik sterilisasi, serta proses perbanyakan Agen Pengendali Hayati sehingga pelaksanaan demonstrasi kepada masyarakat nantinya dapat berlangsung secara optimal dan sesuai dengan standar laboratorium.

Pada sesi materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai media Potato Dextrose Agar (PDA) sebagai media standar yang digunakan dalam proses isolasi, perbanyakan, dan pemeliharaan jamur. Dosen pembimbing menjelaskan fungsi masing-masing bahan penyusun media, mulai dari kentang sebagai sumber nutrisi alami, dextrose sebagai sumber karbon bagi pertumbuhan jamur, hingga agar sebagai bahan pemadat media. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya teknik kerja aseptik untuk meminimalkan kontaminasi selama proses kultur jamur.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA). Praktik diawali dengan mengupas, mencuci, dan memotong kentang menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum direbus hingga lunak. Air rebusan kentang kemudian disaring untuk memperoleh filtrat yang selanjutnya dicampurkan dengan dextrose dan agar. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan secara langsung sehingga memahami fungsi dari masing-masing proses dalam menghasilkan media tumbuh jamur yang sesuai standar.

Larutan media kemudian dipanaskan hingga seluruh bahan tercampur secara homogen sebelum volumenya disesuaikan menjadi satu liter. Setelah itu, media dituangkan ke dalam botol kultur untuk menjalani proses sterilisasi menggunakan autoklaf. Pada tahap ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pentingnya sterilisasi sebagai upaya menghilangkan mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan kontaminasi pada media. Selain memahami prosedur penggunaan autoklaf, peserta juga diberikan pemahaman mengenai standar keselamatan kerja di laboratorium selama proses sterilisasi berlangsung.

Selain praktik pembuatan media, peserta juga diperkenalkan dengan salah satu jamur entomopatogen yang dimanfaatkan sebagai Agen Pengendali Hayati, yaitu Beauveria bassiana. Melalui pengamatan secara langsung terhadap kultur jamur, peserta dapat mengenali karakteristik pertumbuhan koloni pada media serta memahami mekanisme infeksi jamur terhadap serangga hama. Materi ini menjadi bekal penting bagi seluruh anggota tim karena nantinya akan disampaikan kembali kepada masyarakat pada saat pelaksanaan Sosialisasi Kedua sebagai bentuk edukasi mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pembuatan media, proses kultur jamur, hingga penerapan Agen Pengendali Hayati pada budidaya tanaman. Berbagai pertanyaan yang muncul selama kegiatan dijawab secara langsung oleh dosen pembimbing sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis berdasarkan pengalaman di laboratorium. Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari penyampaian materi hingga sesi praktik.

Kelancaran kegiatan turut didukung oleh kesiapan fasilitas Laboratorium Klinik Tanaman Universitas Gadjah Mada. Seluruh alat dan bahan yang diperlukan, seperti autoklaf, peralatan gelas laboratorium, bahan pembuatan media, hingga kultur jamur yang digunakan sebagai media pembelajaran, telah dipersiapkan dengan baik sebelum kegiatan dimulai. Kesiapan tersebut memungkinkan setiap tahapan pembekalan berjalan sesuai prosedur sehingga peserta dapat mengikuti praktik dengan aman, tertib, dan optimal.

Pembekalan untuk Sosialisasi Kedua menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Program ASAGRI untuk memastikan seluruh anggota Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada beserta volunteer memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum terjun ke masyarakat. Dengan pemahaman yang telah diperoleh melalui pembekalan ini, diharapkan pelaksanaan Sosialisasi Kedua kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo dapat berjalan lebih efektif sehingga masyarakat tidak hanya memahami manfaat Agen Pengendali Hayati secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam mendukung sistem pertanian yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Faperta UGM terus berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kegiatan pembekalan dan rangkaian Program ASAGRI mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menerapkan perlindungan tanaman yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas serta ketahanan pangan; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya mengurangi ketergantungan dan potensi paparan pestisida kimia berbahaya bagi petani dengan mendorong pemanfaatan Agen Pengendali Hayati; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik laboratorium, transfer pengetahuan, dan peningkatan kompetensi teknis mahasiswa serta volunteer yang kemudian diteruskan kepada masyarakat; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kompetensi, keterampilan teknis, dan green skills mahasiswa serta masyarakat dalam mendukung praktik pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan alternatif pengendalian hama yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap input kimia sintetis dan mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen hayati sebagai bagian dari pengelolaan organisme pengganggu tanaman yang lebih selaras dengan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, volunteer, fasilitas laboratorium, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam proses transfer pengetahuan dan penerapan inovasi pertanian di tingkat masyarakat.

 

Penulis: Magdha Safitri

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Tim Klinik Agromina Bahari

123…20

BERITA FAKULTAS

  • Pagelaran Kasepuluh 2026 Rayakan Satu Dekade Perjalanan dan Inspirasi Generasi Muda untuk Pertanian Berkelanjutan
    02/11/2026
  • Perkuat Jejaring Global dan Riset Teh Berkelanjutan, Faperta UGM Sambut Kunjungan Delegasi Anhui Agricultural University China
    02/11/2026
  • 11890
    02/11/2026
  • Kehangatan dan Keceriaan di Balik Momen Wisuda Bersama Keluarga Tercinta
    31/10/2026
  • Kontribusi Doktor Muda PMDSU: Anisya Turrodiyah Bagikan Insight Pengelolaan Pertanian Regeneratif
    31/10/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas  

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju