• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Faperta UGM–WorldVeg Tutup Pelatihan Plant Health dengan Fokus Seed Health dan IPM

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) resmi menutup rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies pada Jumat, 26 Juni 2026. Hari terakhir pelatihan menyoroti topik krusial mengenai kesehatan benih (seed health) serta strategi pengelolaan hama terpadu (Integrated Pest Management/IPM), sebelum ditutup dengan sesi evaluasi dan penyerahan sertifikat.

Sesi pertama membahas Seed Health & Diagnostics for Seed Systems, yang dipaparkan oleh Dr. Ram Khadka, Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM). Materi ini menekankan pentingnya deteksi patogen terbawa benih serta penerapan uji kesehatan benih sebagai fondasi penjaminan mutu dalam produksi benih hortikultura. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung mengenai teknik uji kesehatan benih dan desinfeksi, difasilitasi oleh Dr. Ram Khadka (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM).

Berlanjut pada sesi IPM Strategies Across Vegetable Crops, peserta memperoleh pemahaman tentang penerapan pengelolaan hama terpadu pada komoditas tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Materi menekankan keterkaitan antara diagnostik, pemuliaan ketahanan, serta penggunaan agens hayati seperti Trichoderma, Bacillus, Beauveria, dan Metarhizium. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman peserta dalam merancang paket IPM sesuai kondisi lapangan, dengan fasilitasi tim UGM dan WorldVeg.

Menutup kegiatan, peserta mengikuti Post-Training Quiz sebagai refleksi pembelajaran selama enam hari, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan sambutan penutup dari tim WorldVeg dan UGM. Acara ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperkuat kapasitas akademisi dan praktisi pertanian melalui transfer pengetahuan internasional.

Pelatihan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat penguatan kapasitas akademisi dan praktisi di bidang kesehatan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pengelolaan hama terpadu, kesehatan benih, dan pemanfaatan agens hayati untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center (WorldVeg). Dengan demikian, Fakultas Pertanian UGM terus berperan aktif dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan yang berdaya saing global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 4 WorldVeg Training 2026: Breeding & Marker-Assisted Selection Perkuat Strategi Pemuliaan Tanaman Tahan Penyakit

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari keempat pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Kamis, 25 Juni 2026, berfokus pada tema Breeding & Marker-Assisted Selection (MAS). Sesi ini menegaskan peran penting diagnostik penyakit dalam mendukung pengambilan keputusan pemuliaan tanaman tahan penyakit, khususnya pada komoditas cabai.

Materi diawali dengan kuliah dari Dr. Derek Barchenger (WorldVeg) mengenai keterkaitan antara diagnostik penyakit dan pipeline pemuliaan. Beliau menjelaskan peran gen resistensi, seleksi sifat, serta gambaran penyakit target dalam pemuliaan cabai. Dilanjutkan dengan kuliah tentang pendekatan Marker-Assisted Selection (MAS) dan genotyping, yang menekankan penggunaan penanda molekuler seperti SNP dan SSR, validasi penanda, serta strategi seleksi dalam program pemuliaan.

Peserta kemudian mengikuti studi kasus mengenai penerapan resistensi penyakit pada cabai terhadap anthracnose, bacterial spot, dan virus. Dr. Barchenger menekankan tantangan adaptasi lapangan serta strategi implementasi pipeline seleksi. Diskusi terbuka bersama tim WorldVeg dan Faperta UGM memperluas perspektif peserta mengenai strategi deployment varietas serta sistem perbenihan yang berkelanjutan.

Praktikum laboratorium dipandu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. dan Prof. Ani Widiastuti (UGM), yang mengajarkan analisis penanda DNA berbasis PCR serta interpretasi hasil genotyping. Sesi dilanjutkan dengan latihan interpretasi data, menghubungkan hasil fenotipe dari disease screening dengan data genotipe. Peserta berlatih memilih garis tanaman yang resisten dan membuat keputusan pemuliaan berbasis data terpadu, difasilitasi oleh tim UGM dan WorldVeg.

Hari keempat ini menegaskan pentingnya integrasi antara diagnostik, pemuliaan, dan sistem perbenihan dalam menghasilkan varietas adaptif dan berdaya saing. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas peserta dalam pemuliaan tanaman berbasis teknologi molekuler, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur lewat penerapan teknologi molekuler dan marker-assisted selection dalam program pemuliaan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan varietas tahan penyakit yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 3 WorldVeg Training 2026: Molecular Diagnostics & Bioinformatics Perkuat Kapasitas Peneliti Penyakit Tumbuhan

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari ketiga pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang digelar Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Rabu, 24 Juni 2026, menghadirkan fokus mendalam pada Molecular Diagnostics & Bioinformatics. Sesi ini memperkenalkan peserta pada teknologi diagnostik molekuler terkini sekaligus praktik bioinformatika yang menjadi pondasi penting dalam penelitian penyakit tanaman.

Kegiatan diawali dengan kuliah pengantar mengenai virus utama pada tanaman sayuran dan metode deteksi molekuler. Materi mencakup dasar DNA/RNA, teknik PCR, RT-PCR, qPCR, hingga RPA, serta penggunaan FTA cards untuk pengambilan sampel lapangan secara cepat. Peserta juga diperkenalkan pada teknologi diagnostik terbaru seperti LAMP dan CRISPR, serta prinsip desain primer untuk analisis molekuler.

Praktikum laboratorium kemudian dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Ms. Jo Chang (WorldVeg) bersama Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. (UGM), yang mengajarkan teknik pemurnian RNA dan DNA dari tanaman terinfeksi serta persiapan isolat virus murni. Sesi berikutnya menekankan protokol ekstraksi RNA khusus untuk diagnostik virus, difasilitasi oleh Dr. Owen Cheng, Dr. Ady Bayu Prakoso, dan Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D., sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam penanganan sampel tanaman.

Materi dilanjutkan dengan praktik qPCR yang menekankan prinsip deteksi real-time, interpretasi nilai Ct, serta aplikasinya dalam seleksi resistensi. Peserta juga mengikuti sesi rumah kaca yang dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Dr. Ram Khadka (WorldVeg), berupa inokulasi mekanis potyvirus pada tanaman tomat dan pengamatan perkembangan gejala penyakit.

Sebagai penutup, sesi bioinformatika dan filogenetika memperkenalkan penggunaan basis data NCBI, analisis BLAST, desain primer diagnostik, serta konstruksi pohon filogenetik. Peserta diajak menggunakan perangkat lunak Geneious dan aplikasi bioinformatika lain secara langsung, dipandu oleh Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg), Dr. Ady Bayu Prakoso (UGM).

Hari ketiga ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi molekuler dan bioinformatika dalam mendukung sistem diagnostik penyakit tanaman yang akurat dan berkelanjutan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian penyakit tanaman, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas peneliti melalui pelatihan internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi diagnostik molekuler dan bioinformatika dalam bidang pertanian, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit tanaman yang mendukung perlindungan sumber daya hayati dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian UGM Raih Dua Penghargaan Internasional di ICEAE 2026

berita Tuesday, 23 June 2026

Mukhlis Ibrahim, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus awardee LPDP angkatan PK-225 tahun 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang internasional bergengsi The 16th International Conference on Environmental and Agricultural Engineering (ICEAE 2026) yang diselenggarakan pada 5–6 Juni 2026 di Bangkok, Thailand, bekerja sama dengan Chulalongkorn University.

Dalam forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan profesional dari 13 negara tersebut, Mukhlis meraih dua penghargaan sekaligus: Best Presentation Award dan Environmental Impact Paper Award. Capaian ini menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, serta integritas akademik yang dimiliki mahasiswa UGM dalam menghasilkan riset berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Prestasi internasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada dan dunia akademik Indonesia. Lebih dari itu, penghargaan yang diraih menunjukkan bahwa penelitian yang berfokus pada solusi lingkungan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global masa depan.

“Prestasi bukanlah tentang menjadi yang terbaik di antara banyak orang, melainkan tentang keberanian untuk terus berkembang, melampaui batas diri, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama,” ungkap Mukhlis dalam refleksinya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi besar, bekerja keras, meneliti dengan penuh dedikasi, serta berani membawa gagasan dan inovasi ke panggung internasional. Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Prestasi Mukhlis Ibrahim memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penelitian yang berfokus pada isu lingkungan dan pembangunan pertanian berkelanjutan, capaian ini mencerminkan kontribusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan inovasi, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendukung solusi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa PKP UGM Berkontribusi dalam Pelatihan Mitigasi Perubahan Iklim

berita Wednesday, 17 June 2026

Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut mengambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) melalui pendampingan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Penyuluh Pertanian Swadaya. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 April 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, serta melalui kunjungan lapangan ke Stasiun Klimatologi BMKG DIY dan Rejo Farm, Sleman.

Sebanyak lima mahasiswa PKP UGM, yaitu Adelita Regina Cahyani, Meilany Adi Susilowati, Dewi Sarah Azzahra, Virgie Salsa Dewanty Ansani, dan Afifah Sinta Hayuningrum, turut terlibat aktif dalam mendampingi jalannya pelatihan. Program yang diselenggarakan oleh UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diikuti oleh 30 penyuluh swadaya dari lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pengalaman pengabdian antara dua hingga tiga belas tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pertanian, mulai dari pergeseran musim tanam, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, hingga risiko banjir dan kekeringan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dengan beragam tugas, seperti administrasi peserta, dokumentasi, fasilitasi diskusi, pendampingan narasumber, pembawa acara, hingga evaluasi kegiatan.

Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, manajemen pelatihan, dan hubungan masyarakat. Virgie Salsa Dewanty Ansani menuturkan, “Kesempatan berbincang langsung dengan para penyuluh menjadi pengalaman yang paling berkesan. Cerita yang mereka bagikan membuka wawasan baru mengenai kondisi nyata di lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.”

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber lintas lembaga:

  • Hari pertama: kebijakan pembangunan pertanian menghadapi iklim ekstrem serta analisis proyeksi perubahan iklim oleh BMKG DIY.
  • Hari kedua: emisi gas rumah kaca, teknologi panen air, dan budidaya adaptif bersama BRMP Yogyakarta.
  • Hari ketiga: dampak perubahan iklim terhadap organisme pengganggu tanaman dan ekologi tanah oleh dosen Fakultas Pertanian UGM.
  • Hari keempat: kunjungan lapangan ke BMKG DIY dan Rejo Farm untuk mempelajari teknologi pengamatan iklim dan greenhouse.
  • Hari kelima: materi mengenai Pranata Mangsa dan dinamika kelompok oleh praktisi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah peserta telah mengimplementasikan materi pelatihan, antara lain sosialisasi prakiraan iklim BMKG untuk penentuan waktu tanam, penerapan teknologi irigasi tetes, pembuatan sumur ladang, serta produksi mikroorganisme lokal (MOL) untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Mukhlis Abdullah, penyuluh dari Kulon Progo, menyampaikan bahwa kelompok tani binaannya menyambut positif informasi yang diberikan karena menawarkan solusi praktis dalam menghadapi risiko usaha tani.

Kegiatan pendampingan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, tetapi juga memperkuat kapasitas penyuluh sebagai agen pembelajaran dan pendamping petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Afifah Sinta Hayuningrum, Adelita Regina Cahyani, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Afifah Sinta Hayuningrum dan Adelita Regina Cahyani

 

KAB Faperta UGM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026 Lewat Subproposal ASAGRI

berita Friday, 29 May 2026

Tim Keluarga Agromina Bahari (KAB) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berhasil lolos Pendanaan PPK Ormawa tahun 2026 dengan subproposal berjudul “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati”. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 21 Mei 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Faperta UGM, sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, KAB mengusulkan Kalurahan Timbulharjo, Bantul sebagai lokasi pengabdian untuk mendorong penerapan sistem budidaya agen pengendali hayati sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.

Keberhasilan KAB dalam memperoleh pendanaan PPK Ormawa 2026 mencerminkan semangat organisasi kemahasiswaan Faperta UGM untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga sebagai motor penggerak pengabdian kepada masyarakat. Program ASAGRI dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi melalui implementasi kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun program secara konseptual, tetapi juga dilatih untuk memahami dinamika masyarakat, membangun kolaborasi, dan menerapkan inovasi pertanian yang bermanfaat secara langsung. Fokus pada agen pengendali hayati menunjukkan kepedulian KAB terhadap sistem budidaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bagi Faperta UGM, keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam program seperti PPK Ormawa merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengetahuan dari kampus ke tengah masyarakat, sekaligus menguji relevansi inovasi pertanian dalam konteks pemberdayaan desa.

Capaian KAB Faperta UGM dalam Pendanaan PPK Ormawa 2026 selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengabdian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen pengendali hayati yang mendukung keseimbangan ekosistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

Kolaborasi Sivitas Akademika Ilmu Tanah untuk Regenerasi Mahasiswa Berkelanjutan

berita Friday, 22 May 2026

Program Studi Sarjana Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan kegiatan shooting video promosi untuk calon mahasiswa baru pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Departemen Tanah, berbagai Laboratorium Tanah, serta Greenhouse, menghadirkan suasana akademis yang penuh semangat dan kebersamaan.

Pengambilan gambar dipandu oleh Riska Ayu Purnamasari, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D., dosen sekaligus Koordinator Media Departemen Tanah. Beliau menekankan bahwa video promosi ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan keunggulan akademik, fasilitas pembelajaran, serta atmosfer perkuliahan kepada calon mahasiswa.

Proses produksi turut melibatkan Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) dan sejumlah mahasiswa sebagai talent. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen sivitas akademika dalam mendukung regenerasi mahasiswa Ilmu Tanah serta memperkuat citra akademis Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat branding akademik dan memperluas jejaring komunikasi publik. Melalui media promosi yang kreatif dan informatif, Prodi Ilmu Tanah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik, serta mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan adanya video promosi ini, diharapkan calon mahasiswa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai atmosfer belajar di Prodi Ilmu Tanah, sekaligus termotivasi untuk bergabung, berprestasi, dan menjadi bagian dari komunitas akademik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

 

Penulis : Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM: Sinergi untuk Keanekaragaman Hayati

berita Wednesday, 20 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menyelenggarakan Seremonial Tebar Benih Ikan Lokal di Danau Lembah UGM pada Senin, 28 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan DIY dengan UGM, sekaligus wujud komitmen menjaga ekosistem daratan dan memperkaya keanekaragaman hayati perairan kampus.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T, Direktur Sumber Daya Manusia UGM, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr., Sc., Ph.D, perwakilan UGM Residence, pamong Kalurahan Caturtunggal, serta segenap civitas akademika Departemen Perikanan. Pembukaan acara dipandu oleh Abiyyu Dzaki Hernawan, mahasiswa Departemen Perikanan sekaligus Finalis Duta Gemarikan DIY.

Dalam sambutannya, R. Hery Sulistio Hermawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara dinas dan Fakultas Pertanian UGM. “Harapannya dapat menambah populasi ikan lokal di Lembah UGM. Kemitraan ini sangat penting dalam menjaga ekosistem daratan,” ujarnya.

Prof. Suadi turut memberikan apresiasi atas inisiatif Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. “Semoga kegiatan ini dapat menjaga keanekaragaman hayati di Lembah UGM,” ungkapnya. Sementara itu, Prof. Djumanto selaku perwakilan Fakultas Pertanian dan Departemen Perikanan menyampaikan bahwa sebanyak 7 kg benih ikan lokal ditebar pada kesempatan ini untuk memperkaya jenis ikan di perairan kampus.

Penebaran benih ikan lokal tidak hanya dilakukan di Lembah UGM, tetapi juga mencakup 13 titik di wilayah Yogyakarta dengan total sekitar 97 ribu ekor benih yang terdiri atas ikan tawes, nilem, dan wader. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya ikan lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Buka Summer Course 2026 untuk Mahasiswa Internasional

info Wednesday, 13 May 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) dengan bangga membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional dan warga negara asing untuk bergabung dalam Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026. Program ini mengusung tema “Reimagining Tropical Farming and Fisheries for the New Generation” yang bertujuan memperkenalkan pertanian dan perikanan tropis melalui pembelajaran interaktif, pertukaran budaya, kolaborasi global, serta pengalaman lapangan langsung di Indonesia.

Kegiatan ini akan berlangsung pada 6–17 Juli 2026 dengan dua pilihan format, yaitu Hybrid Program yang menggabungkan pembelajaran daring dengan pengalaman lapangan di Yogyakarta, serta Fully Online Program yang memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian secara daring dari berbagai belahan dunia.

Peserta akan memperoleh wawasan baru dari akademisi dan praktisi UGM, membangun jejaring global, serta mendapatkan satu kredit akademik setara 45 jam pembelajaran dan sertifikat penyelesaian. Bagi peserta hybrid, program ini juga dilengkapi dengan field trip dan kegiatan budaya yang memperkaya pengalaman belajar.

📌 Pendaftaran dibuka: 12–29 Mei 2026

🔗Link pendaftaran: ugm.id/summercourse2026fpn

📧 Informasi lebih lanjut: summercourse.faperta@ugm.ac.id

📱 WhatsApp: 0813-8670-0967

Melalui program ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung kolaborasi internasional dan mencetak generasi baru yang adaptif serta berkontribusi nyata bagi keberlanjutan pertanian dan perikanan tropis.

Program Summer Course on Sustainable Tropical Agriculture & Fisheries 2026, Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan wawasan pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran internasional berbasis pengalaman dan kolaborasi akademik, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas generasi muda di bidang agrokompleks global, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi pertanian dan perikanan tropis berbasis teknologi dan pengetahuan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengenalan praktik pertanian dan perikanan berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pembelajaran mengenai sistem pertanian tropis yang adaptif terhadap perubahan iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan melalui penguatan wawasan perikanan berkelanjutan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui edukasi tentang pengelolaan sumber daya alam tropis yang berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional antar mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara.

 

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta

123…15

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Puskestan
    03/07/2026
  • Wakil Dekan Faperta UGM Menjadi Narasumber Lokakarya Kurikulum Doktor Ilmu Pertanian di Universitas Padjadjaran
    03/07/2026
  • Faperta UGM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Xiamen University untuk Perkuat Riset Pertanian
    03/07/2026
  • Lowongan – Pertamina Group 2026
    02/07/2026
  • Penutupan WorldVeg Training dengan Kunjungan Petani dan Aktivitas Budaya
    01/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju