• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Sarjana
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Panduan OBA Simaster
      • Panduan Pengisian SIMONI
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Inovasi dan Kajian Akademik
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • page. 2
Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Pembuka Kolaborasi, Tim PPK Ormawa Klinik Agromina Bahari (KAB) Gelar Audiensi dan Sosialisasi awal Program ASAGRI

berita Wednesday, 8 July 2026

Tim PPK Ormawa KAB Universitas Gadjah Mada sukses melaksanakan dua kegiatan awal Bulan di Juni. Kegiatan pertama yaitu audiensi, berisi pengenalan program ASAGRI bersama pemangku kepentingan, mulai dari perangkat desa, beberapa perwakilan dari 6 KWT Timbulharjo, Kelompok Tani, Gapoktan, Perwakilan Ormawa KAB, serta sasaran utama yaitu KWT Lestari. Kegiatan penyelarasan persepsi dalam kolaborasi jangka panjang ini terlaksana di Balai Dukuh Kepek, Kalurahan Timbulharjo, Bantul, pada Minggu (14/6). Pada minggu yang sama, kegiatan sosialisasi pertama turut sukses pada Kamis (18/6) dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 6 KWT Timbulharjo yang berpusat di Aula Kalurahan Timbulharjo. Sosialisasi ini mencakup hasil pemetaan potensi titik tumbuh jamur untuk APH yang dilakukan Tim pada Minggu (31/5) di sekitar wilayah Dukuh Kepek.

Program pengabdian ‘ASAGRI,’ diinisiasi untuk merespons permasalahan bahwa tingginya penurunan hasil panen sebab penggunaan APH (Agen Pengendali Hayati) yang tidak optimal dan terdeteksinya residu pestisida di sebagian besar lahan pertanian. Padahal, disatu sisi lahan pekarangan warga memiliki potensi tingginya isolat jamur alami yang tumbuh dengan mayoritas warga adalah ibu rumah tangga siap latih. Melalui “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati,” Tim PPK Ormawa KAB hadir membawa solusi berupa pembekalan, edukasi, serta inovasi ‘Oemah Agensia’ sebagai sistem terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan dua jamur sebagai dasar produksi APH yang terstandarisasi. Audiensi sebagai kegiatan pembuka menjadi forum dalam penyelelarasan persepsi dengan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam pelaksanaannya, audiensi diawali dengan sambutan seluruh perwakilan pihak, ketua PPK Ormawa KAB, Ketua KAB, Dosen Pendamping PPK Ormawa KAB, serta perangkat desa. Acara berlanjut dengan pengenalan tim, pemaparan materi dan sesi diskusi oleh Tim PPK Ormawa KAB. Audiensi disambut antusias tinggi oleh para tamu undangan, terutama saat sesi diskusi yang membuka interaksi dua arah terjadi secara aktif.

Pada pelaksanaan sosialisasi pertama, Tim sebelumnya telah melakukan pemetaan terhadap potensi daerah titik tumbuh isolat jamur alami di Desa Kepek pada Minggu (31/5).  Pemaparan materi berisi pemetaan, media tumbuh jamur sederhana, serta isolasi disampaikan oleh Tim serta dosen pendamping. Sosialisasi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari KWT yang ada di Timbulharjo, turut berlangsung secara aktif dengan antusiasme tinggi para peserta. Kedua kegiatan juga memiliki rangkaian test, sosialisasi mencakup pre-test dan post-test sebagai tolak ukur dalam materi yang diberikan.

Perangkat Desa, Ulu-ulu Kalurahan Timbulharjo Bapak Catur, menyampaikan kesan dan apresiasinya terhadap kehadiran dan inisiatif para mahasiswa. “Kita mendapatkan beberapa pengetahuan yang sebelumnya minim kita dapatkan, seperti teknologi smart farming untuk produksi APH, itu ternyata bisa diproduksi lebih baik ketika ada rumah agensia yang akan didirikan oleh Tim ASAGRI, …tentunya akan sangat bermanfaat bagi KWT kami yang sudah berfokus dalam pembuatan APH, sehingga nanti secara produksi akan lebih baik dengan Oemah Agensia,” jawabnya melalui wawancara singkat selesai acara Audiensi. Ketua PPK Ormawa KAB Naifa Rahma menyebutkan harapannya, “semoga program ASAGRI dapat membawa dampak nyata di Kalurahan Timbulharjo, dan membantu masyarakat nya untuk menjalankan praktek pertanian yang lebih ramah lingkungan” ujarnya selama pembukaan audiensi.

Kegiatan audiensi ini menjadi awal penanda dan penyelarasan persepsi program ASAGRI dalam kolaborasi jangka panjang kepada seluruh pihak terlibat. Sosialisasi juga menjadi rangkaian kegiatan dalam pembekalan dan edukasi kepada sasaran, KWT dan utamanya KWT Lestari Kepek dalam tujuan penguatan kompetensi yang berkaitan dengan Agen Pengendali Hayati. Sebagai langkah keberlanjutan, Tim PPK Ormawa KAB dijadwalkan akan kembali melaksanakan sosialisasi kedua pada bulan Juli sebagai pembekalan lanjutan dari sosialisasi pertama yang berisi kegiatan praktek dan demonstrasi pembuatan media tumbuh sederhana jamur serta isolasi.

Melalui kegiatan ini, turut menunjukkan kontribusi Faperta UGM dalam pembangunan berkelanjutan khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengabdian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen pengendali hayati yang mendukung keseimbangan ekosistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Penulis: Humaira Larasati Azizah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: KAB Faperta UGM

 

Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM Raih Juara III National Essay Competition BIOLEAF 2026  

berita Monday, 6 July 2026

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi akademik di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang terdiri dari Diva Nur Annisa (Agronomi, angkatan 2024), Miechell Ayu Fitriani (Ilmu Tanah, angkatan 2024), dan Christa Bethany Hersanti (Agronomi, angkatan 2024) berhasil meraih Juara III dalam ajang National Essay Competition BIOLEAF 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh HMP Pendidikan Biologi BIOSFER FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 25 April–31 Mei 2026, dengan tema “Revive the Future: Empowering Ideas, Inspiring Action”.

Kompetisi BIOLEAF merupakan ajang ilmiah tahunan yang diikuti mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 12 tim berpartisipasi dengan mengusung gagasan inovatif terkait lingkungan, pendidikan, ekosistem, SDGs, dan bioteknologi. Tim Fakultas Pertanian UGM berhasil menembus tahap grand final dan meraih posisi ketiga setelah melalui seleksi ketat berdasarkan kebaruan gagasan, kualitas argumentasi, serta presentasi karya.

Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Fakultas Pertanian dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang relevan dengan isu keberlanjutan. Melalui karya esai yang diusung, tim menekankan pentingnya inovasi berbasis riset untuk menjawab tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Capaian tersebut selaras dengan implementasi beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas akademik mahasiswa melalui kompetisi ilmiah; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui lahirnya gagasan inovatif berbasis penelitian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui solusi yang berorientasi pada mitigasi dan adaptasi terhadap tantangan lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui ide-ide yang mendukung pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas program studi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berdampak.

Fakultas Pertanian UGM memberikan apresiasi atas capaian ini dengan menyalurkan insentif prestasi mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi akademik dan motivasi berkompetisi di tingkat nasional. Dengan prestasi ini, mahasiswa Fakultas Pertanian UGM kembali membuktikan peran aktifnya dalam mendukung reputasi universitas sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Diva Nur Annisa

Tim PKM-PM UGM Tumandur Dorong Pemberdayaan Ibu PKK Jurugsari melalui Inovasi Pengolahan Limbah Organik

berita Friday, 3 July 2026

Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tumandur melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari melalui Transformasi Limbah Organik menjadi Liquid Biofertilizer Berbasis Smart Compost Vessel menuju Agroregenerative Family Farm”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026 di Kampung Jurugsari RW 57, Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UGM dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya tingginya volume sampah rumah tangga yang didominasi oleh sampah organik. Penumpukan sampah yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, menurunkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mengurangi kenyamanan hidup.

Melalui inovasi Smart Compost Vessel, Tim PKM-PM Tumandur memperkenalkan teknologi pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (liquid biofertilizer). Produk ini tidak hanya membantu masyarakat mengelola sampah secara mandiri, tetapi juga memberikan nilai tambah dengan mendukung pertanian pekarangan sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 16 peserta dari Ibu-Ibu PKK Kampung Jurugsari, serta dihadiri oleh Bapak Purwoko selaku Ketua RW 57, Ibu Rini selaku Ketua PKK Kampung Jurugsari, Retnaningsih selaku Dukuh Joho, Apri Nugroho selaku perwakilan Kalurahan Condongcatur, serta Tim PKM-PM UGM.

Tim PKM-PM Tumandur terdiri atas Siti Nur Khasanah (Ilmu Tanah 2024), Rayhan Arva Pradipa (Pariwisata 2024), Nafi’atush Sholikhah (Ilmu dan Industri Peternakan 2023), Vina Ayu Lestari (Elektronika dan Instrumentasi 2023), serta Naafianda Ra’uuf Prastya (Bahasa Inggris 2024), dengan bimbingan Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq, S.Pt., IPP. dari Fakultas Peternakan UGM.

Ketua Tim, Siti Nur Khasanah, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai sarana belajar bersama masyarakat. “Kami berharap program ini dapat menjadi wadah pembelajaran dalam mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat bagi lingkungan dan pekarangan rumah,” ujarnya.

Ibu Rini menyampaikan apresiasi atas persiapan matang yang dilakukan Tim PKM-PM UGM dan berharap program ini bisa terus berlanjut. Dukungan serupa juga datang dari Bapak Purwoko, Ibu Retnaningsih, serta Apri Nugroho, yang menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah setempat agar program dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata.

Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi interaktif mengenai mekanisme pengolahan sampah organik, penggunaan Smart Compost Vessel, hingga pemanfaatan pupuk cair untuk budidaya tanaman pangan di pekarangan rumah.

Program Tumandur mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pertanian pekarangan dan pemanfaatan pupuk organik cair, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengelolaan lingkungan yang lebih sehat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik, SDG 5: Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan Ibu-Ibu PKK sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pengurangan timbulan sampah rumah tangga, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan pupuk organik yang mendukung kesehatan tanah dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkuat sinergi akademisi dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan, ketahanan pangan keluarga, serta kesejahteraan sosial di Kampung Jurugsari.

 

Penulis: Nafi’atush Sholikhah, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Rayhan Arva Pradipa

Faperta UGM–WorldVeg Tutup Pelatihan Plant Health dengan Fokus Seed Health dan IPM

berita Wednesday, 1 July 2026

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama World Vegetable Center (WorldVeg) resmi menutup rangkaian Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies pada Jumat, 26 Juni 2026. Hari terakhir pelatihan menyoroti topik krusial mengenai kesehatan benih (seed health) serta strategi pengelolaan hama terpadu (Integrated Pest Management/IPM), sebelum ditutup dengan sesi evaluasi dan penyerahan sertifikat.

Sesi pertama membahas Seed Health & Diagnostics for Seed Systems, yang dipaparkan oleh Dr. Ram Khadka, Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM). Materi ini menekankan pentingnya deteksi patogen terbawa benih serta penerapan uji kesehatan benih sebagai fondasi penjaminan mutu dalam produksi benih hortikultura. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung mengenai teknik uji kesehatan benih dan desinfeksi, difasilitasi oleh Dr. Ram Khadka (WorldVeg) dan Prof. Ani Widiastuti (UGM).

Berlanjut pada sesi IPM Strategies Across Vegetable Crops, peserta memperoleh pemahaman tentang penerapan pengelolaan hama terpadu pada komoditas tomat, cabai, kubis, dan bawang daun. Materi menekankan keterkaitan antara diagnostik, pemuliaan ketahanan, serta penggunaan agens hayati seperti Trichoderma, Bacillus, Beauveria, dan Metarhizium. Diskusi interaktif memperkaya pemahaman peserta dalam merancang paket IPM sesuai kondisi lapangan, dengan fasilitasi tim UGM dan WorldVeg.

Menutup kegiatan, peserta mengikuti Post-Training Quiz sebagai refleksi pembelajaran selama enam hari, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat dan sambutan penutup dari tim WorldVeg dan UGM. Acara ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperkuat kapasitas akademisi dan praktisi pertanian melalui transfer pengetahuan internasional.

Pelatihan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas dan ketahanan sistem pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat penguatan kapasitas akademisi dan praktisi di bidang kesehatan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penerapan pengelolaan hama terpadu, kesehatan benih, dan pemanfaatan agens hayati untuk menjaga keberlanjutan agroekosistem, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center (WorldVeg). Dengan demikian, Fakultas Pertanian UGM terus berperan aktif dalam membangun sistem pertanian berkelanjutan yang berdaya saing global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 4 WorldVeg Training 2026: Breeding & Marker-Assisted Selection Perkuat Strategi Pemuliaan Tanaman Tahan Penyakit

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari keempat pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang diselenggarakan Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Kamis, 25 Juni 2026, berfokus pada tema Breeding & Marker-Assisted Selection (MAS). Sesi ini menegaskan peran penting diagnostik penyakit dalam mendukung pengambilan keputusan pemuliaan tanaman tahan penyakit, khususnya pada komoditas cabai.

Materi diawali dengan kuliah dari Dr. Derek Barchenger (WorldVeg) mengenai keterkaitan antara diagnostik penyakit dan pipeline pemuliaan. Beliau menjelaskan peran gen resistensi, seleksi sifat, serta gambaran penyakit target dalam pemuliaan cabai. Dilanjutkan dengan kuliah tentang pendekatan Marker-Assisted Selection (MAS) dan genotyping, yang menekankan penggunaan penanda molekuler seperti SNP dan SSR, validasi penanda, serta strategi seleksi dalam program pemuliaan.

Peserta kemudian mengikuti studi kasus mengenai penerapan resistensi penyakit pada cabai terhadap anthracnose, bacterial spot, dan virus. Dr. Barchenger menekankan tantangan adaptasi lapangan serta strategi implementasi pipeline seleksi. Diskusi terbuka bersama tim WorldVeg dan Faperta UGM memperluas perspektif peserta mengenai strategi deployment varietas serta sistem perbenihan yang berkelanjutan.

Praktikum laboratorium dipandu oleh Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. dan Prof. Ani Widiastuti (UGM), yang mengajarkan analisis penanda DNA berbasis PCR serta interpretasi hasil genotyping. Sesi dilanjutkan dengan latihan interpretasi data, menghubungkan hasil fenotipe dari disease screening dengan data genotipe. Peserta berlatih memilih garis tanaman yang resisten dan membuat keputusan pemuliaan berbasis data terpadu, difasilitasi oleh tim UGM dan WorldVeg.

Hari keempat ini menegaskan pentingnya integrasi antara diagnostik, pemuliaan, dan sistem perbenihan dalam menghasilkan varietas adaptif dan berdaya saing. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui pengembangan varietas unggul yang mendukung peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas peserta dalam pemuliaan tanaman berbasis teknologi molekuler, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur lewat penerapan teknologi molekuler dan marker-assisted selection dalam program pemuliaan tanaman, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengembangan varietas tahan penyakit yang mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi erat antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Day 3 WorldVeg Training 2026: Molecular Diagnostics & Bioinformatics Perkuat Kapasitas Peneliti Penyakit Tumbuhan

berita Wednesday, 1 July 2026

Hari ketiga pelatihan Advanced Training in Plant Health: From Field Surveillance to Molecular Technologies yang digelar Fakultas Pertanian (Faperta) UGM bersama World Vegetable Center pada Rabu, 24 Juni 2026, menghadirkan fokus mendalam pada Molecular Diagnostics & Bioinformatics. Sesi ini memperkenalkan peserta pada teknologi diagnostik molekuler terkini sekaligus praktik bioinformatika yang menjadi pondasi penting dalam penelitian penyakit tanaman.

Kegiatan diawali dengan kuliah pengantar mengenai virus utama pada tanaman sayuran dan metode deteksi molekuler. Materi mencakup dasar DNA/RNA, teknik PCR, RT-PCR, qPCR, hingga RPA, serta penggunaan FTA cards untuk pengambilan sampel lapangan secara cepat. Peserta juga diperkenalkan pada teknologi diagnostik terbaru seperti LAMP dan CRISPR, serta prinsip desain primer untuk analisis molekuler.

Praktikum laboratorium kemudian dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Ms. Jo Chang (WorldVeg) bersama Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D. (UGM), yang mengajarkan teknik pemurnian RNA dan DNA dari tanaman terinfeksi serta persiapan isolat virus murni. Sesi berikutnya menekankan protokol ekstraksi RNA khusus untuk diagnostik virus, difasilitasi oleh Dr. Owen Cheng, Dr. Ady Bayu Prakoso, dan Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D., sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung dalam penanganan sampel tanaman.

Materi dilanjutkan dengan praktik qPCR yang menekankan prinsip deteksi real-time, interpretasi nilai Ct, serta aplikasinya dalam seleksi resistensi. Peserta juga mengikuti sesi rumah kaca yang dipandu oleh Dr. Owen Cheng dan Dr. Ram Khadka (WorldVeg), berupa inokulasi mekanis potyvirus pada tanaman tomat dan pengamatan perkembangan gejala penyakit.

Sebagai penutup, sesi bioinformatika dan filogenetika memperkenalkan penggunaan basis data NCBI, analisis BLAST, desain primer diagnostik, serta konstruksi pohon filogenetik. Peserta diajak menggunakan perangkat lunak Geneious dan aplikasi bioinformatika lain secara langsung, dipandu oleh Dr. Lourena Maxwell (WorldVeg), Dr. Ady Bayu Prakoso (UGM).

Hari ketiga ini menegaskan pentingnya integrasi antara teknologi molekuler dan bioinformatika dalam mendukung sistem diagnostik penyakit tanaman yang akurat dan berkelanjutan. Kontribusi kegiatan ini sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian penyakit tanaman, SDG 4: Pendidikan Berkualitas lewat transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas peneliti melalui pelatihan internasional, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi diagnostik molekuler dan bioinformatika dalam bidang pertanian, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UGM dan World Vegetable Center dalam pengembangan riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit tanaman yang mendukung perlindungan sumber daya hayati dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

 

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Revisi UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Soroti Jaminan Sosial hingga Regenerasi Petani

berita Friday, 26 June 2026

Substansi perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Uji Sahih yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) pada Selasa (23/6) di Ruang Seminar Gedung A1 Lantai 3 Fakultas Pertanian UGM. Seminar ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi, praktisi, petani, dan mahasiswa dalam rangka menyempurnakan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan petani Indonesia.

Paparan mengenai substansi perubahan RUU disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Fakultas Pertanian UGM. Dalam pemaparannya, Prof. Subejo menjelaskan bahwa revisi undang-undang diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan pemberdayaan petani melalui berbagai aspek, mulai dari jaminan sosial, perlindungan harga hasil pertanian, akses terhadap pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, digitalisasi sektor pertanian, hingga regenerasi petani muda. Selain itu, penguatan kelompok tani, kelompok wanita tani, serta perlindungan lahan pertanian berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam substansi perubahan tersebut.

“Perubahan undang-undang ini diharapkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi petani serta memperkuat posisi petani dalam sistem pembangunan pertanian nasional,” jelas Prof. Subejo.

Pada sesi pembahasan, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P. selaku dosen Departemen Sosial dan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa pembangunan pertanian harus bertumpu pada peningkatan produksi, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, perlindungan terhadap petani tidak hanya berfokus pada aspek produksi, tetapi juga harus mampu menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan usaha tani.

Dr. Ir. Budi Widayanto dari Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan petani, peningkatan akses terhadap sumber daya pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian. Sementara itu, Prof. Dr. Jangkung Handoyo Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus Ketua Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM, memberikan masukan terkait perlunya peninjauan kembali kriteria petani penerima perlindungan serta pentingnya subsidi premi asuransi pertanian.

Masukan lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. Erizal, M,Si  peneliti dari Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menekankan pentingnya penguatan organisasi petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta desentralisasi pembangunan pertanian agar kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan daerah. Pada sesi tanggapan, Prof. Dr. Ir. Masyhuri selaku Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, turut menyoroti tantangan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global serta pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan dalam perdagangan internasional.

Selain itu, perwakilan petani milenial menyampaikan perlunya menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menarik minat generasi muda melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian UGM juga menyampaikan aspirasi terkait jaminan harga komoditas, pemerataan akses air, serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian. Berbagai masukan yang disampaikan dalam seminar uji sahih ini diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Seminar ini turut berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui penguatan perlindungan sosial, akses pembiayaan, dan peningkatan kesejahteraan petani; SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan perlindungan dan pemberdayaan petani guna mendukung ketahanan pangan nasional; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani; SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses petani terhadap sumber daya, teknologi, pembiayaan, dan perlindungan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penguatan sistem pertanian yang berkelanjutan dan pemanfaatan inovasi pertanian; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pengembangan kebijakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya menjaga keberlanjutan sumber daya lahan dan ekosistem pertanian; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penyusunan regulasi yang berpihak kepada petani.

 

Penulis: Nailah Zahrah Anggun Shalihah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

 

 

Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian UGM Raih Dua Penghargaan Internasional di ICEAE 2026

berita Tuesday, 23 June 2026

Mukhlis Ibrahim, mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Gadjah Mada sekaligus awardee LPDP angkatan PK-225 tahun 2024, berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang internasional bergengsi The 16th International Conference on Environmental and Agricultural Engineering (ICEAE 2026) yang diselenggarakan pada 5–6 Juni 2026 di Bangkok, Thailand, bekerja sama dengan Chulalongkorn University.

Dalam forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan profesional dari 13 negara tersebut, Mukhlis meraih dua penghargaan sekaligus: Best Presentation Award dan Environmental Impact Paper Award. Capaian ini menjadi bukti nyata dedikasi, kerja keras, serta integritas akademik yang dimiliki mahasiswa UGM dalam menghasilkan riset berkualitas dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Prestasi internasional ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada dan dunia akademik Indonesia. Lebih dari itu, penghargaan yang diraih menunjukkan bahwa penelitian yang berfokus pada solusi lingkungan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global masa depan.

“Prestasi bukanlah tentang menjadi yang terbaik di antara banyak orang, melainkan tentang keberanian untuk terus berkembang, melampaui batas diri, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi sesama,” ungkap Mukhlis dalam refleksinya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi besar, bekerja keras, meneliti dengan penuh dedikasi, serta berani membawa gagasan dan inovasi ke panggung internasional. Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswa dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Prestasi Mukhlis Ibrahim memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui penelitian yang berfokus pada isu lingkungan dan pembangunan pertanian berkelanjutan, capaian ini mencerminkan kontribusi pendidikan tinggi dalam menghasilkan inovasi, memperkuat kolaborasi internasional, serta mendukung solusi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan global.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Mahasiswa PKP UGM Berkontribusi dalam Pelatihan Mitigasi Perubahan Iklim

berita Wednesday, 17 June 2026

Mahasiswa Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) angkatan 2023 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut mengambil bagian dalam program Merdeka Belajar Kampus Berdampak (MBKB) melalui pendampingan Pelatihan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim bagi Penyuluh Pertanian Swadaya. Kegiatan intensif ini berlangsung selama lima hari pada 6–10 April 2026 di UPTD Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, serta melalui kunjungan lapangan ke Stasiun Klimatologi BMKG DIY dan Rejo Farm, Sleman.

Sebanyak lima mahasiswa PKP UGM, yaitu Adelita Regina Cahyani, Meilany Adi Susilowati, Dewi Sarah Azzahra, Virgie Salsa Dewanty Ansani, dan Afifah Sinta Hayuningrum, turut terlibat aktif dalam mendampingi jalannya pelatihan. Program yang diselenggarakan oleh UPTD BPSDMP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diikuti oleh 30 penyuluh swadaya dari lima wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pengalaman pengabdian antara dua hingga tiga belas tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi dampak nyata perubahan iklim terhadap sektor pertanian, mulai dari pergeseran musim tanam, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman, hingga risiko banjir dan kekeringan. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dengan beragam tugas, seperti administrasi peserta, dokumentasi, fasilitasi diskusi, pendampingan narasumber, pembawa acara, hingga evaluasi kegiatan.

Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mengasah keterampilan komunikasi, manajemen pelatihan, dan hubungan masyarakat. Virgie Salsa Dewanty Ansani menuturkan, “Kesempatan berbincang langsung dengan para penyuluh menjadi pengalaman yang paling berkesan. Cerita yang mereka bagikan membuka wawasan baru mengenai kondisi nyata di lapangan yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah.”

Selama lima hari, peserta mendapatkan materi dari narasumber lintas lembaga:

  • Hari pertama: kebijakan pembangunan pertanian menghadapi iklim ekstrem serta analisis proyeksi perubahan iklim oleh BMKG DIY.
  • Hari kedua: emisi gas rumah kaca, teknologi panen air, dan budidaya adaptif bersama BRMP Yogyakarta.
  • Hari ketiga: dampak perubahan iklim terhadap organisme pengganggu tanaman dan ekologi tanah oleh dosen Fakultas Pertanian UGM.
  • Hari keempat: kunjungan lapangan ke BMKG DIY dan Rejo Farm untuk mempelajari teknologi pengamatan iklim dan greenhouse.
  • Hari kelima: materi mengenai Pranata Mangsa dan dinamika kelompok oleh praktisi, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Hasil evaluasi menunjukkan sejumlah peserta telah mengimplementasikan materi pelatihan, antara lain sosialisasi prakiraan iklim BMKG untuk penentuan waktu tanam, penerapan teknologi irigasi tetes, pembuatan sumur ladang, serta produksi mikroorganisme lokal (MOL) untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Mukhlis Abdullah, penyuluh dari Kulon Progo, menyampaikan bahwa kelompok tani binaannya menyambut positif informasi yang diberikan karena menawarkan solusi praktis dalam menghadapi risiko usaha tani.

Kegiatan pendampingan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus, tetapi juga memperkuat kapasitas penyuluh sebagai agen pembelajaran dan pendamping petani dalam menghadapi perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Afifah Sinta Hayuningrum, Adelita Regina Cahyani, Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Tantriani

Dokumentasi: Afifah Sinta Hayuningrum dan Adelita Regina Cahyani

 

KAB Faperta UGM Lolos Pendanaan PPK Ormawa 2026 Lewat Subproposal ASAGRI

berita Friday, 29 May 2026

Tim Keluarga Agromina Bahari (KAB) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berhasil lolos Pendanaan PPK Ormawa tahun 2026 dengan subproposal berjudul “ASAGRI (Agents for Sustainable Agricultural-Practice): Penguatan Ketahanan Pangan di Kalurahan Timbulharjo, Bantul melalui Sistem Budidaya Agen Pengendali Hayati”. Pengumuman resmi tersebut dirilis oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 21 Mei 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Faperta UGM, sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, KAB mengusulkan Kalurahan Timbulharjo, Bantul sebagai lokasi pengabdian untuk mendorong penerapan sistem budidaya agen pengendali hayati sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan.

Keberhasilan KAB dalam memperoleh pendanaan PPK Ormawa 2026 mencerminkan semangat organisasi kemahasiswaan Faperta UGM untuk terus berkembang, tidak hanya sebagai wadah aktivitas mahasiswa, tetapi juga sebagai motor penggerak pengabdian kepada masyarakat. Program ASAGRI dirancang untuk memperkuat kapasitas organisasi melalui implementasi kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun program secara konseptual, tetapi juga dilatih untuk memahami dinamika masyarakat, membangun kolaborasi, dan menerapkan inovasi pertanian yang bermanfaat secara langsung. Fokus pada agen pengendali hayati menunjukkan kepedulian KAB terhadap sistem budidaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bagi Faperta UGM, keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam program seperti PPK Ormawa merupakan bagian penting dari ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengetahuan dari kampus ke tengah masyarakat, sekaligus menguji relevansi inovasi pertanian dalam konteks pemberdayaan desa.

Capaian KAB Faperta UGM dalam Pendanaan PPK Ormawa 2026 selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan ketahanan pangan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis pengabdian, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan, SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pemanfaatan agen pengendali hayati yang mendukung keseimbangan ekosistem pertanian, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

 

Penulis: Rani Nur Rochim

Editor: Tantriani

1234…17

BERITA FAKULTAS

  • Mahasiswa Prodi Ilmu Tanah Raih Prestasi di Leon Essay Competition Forcemi 2026
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Apresiasi Lulusan Terbaik dan Wisudawan Program Fast Track
    24/07/2026
  • Prof. Subejo di SC-STAF 2026: Investasi pada Pemuda Tani untuk Amankan Masa Depan Pangan Dunia
    24/07/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Wisuda Pascasarjana Periode IV T.A. 2025/2026
    24/07/2026
  • Dua Wisudawan Fakultas Pertanian UGM Raih Beasiswa PMDSU: Peluang Menuju Doktor Unggul
    24/07/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju