
Fakultas Pertanian (Faperta) UGM melalui Indonesia Seed Industry Leadership Forum (ISILF) 2026 menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi riset antara universitas dan industri. Forum yang berlangsung di Grand Ballroom Eastparc Hotel pada 11 Juni 2026 ini dipandu oleh Moh. Aris, S.P., M.P. (Ikatan Produsen Benih Hortikultura), dengan menghadirkan narasumber Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., dan Dr. Azis Natawijaya, S.P., M.Si. (PT Bumitama Gunajaya Agro).

Diskusi menekankan bahwa kolaborasi riset tidak sekadar proyek penelitian, melainkan kerja bersama untuk memecahkan masalah nyata. Dr. Eka menegaskan kesiapan UGM dalam penelitian pemuliaan tanaman dan agronomi, dengan fasilitas yang memadai serta arah pengembangan yang berfokus pada produktivitas, ketahanan, dan keberlanjutan. Dr. Rizky menambahkan bahwa kolaborasi harus dibangun atas dasar komunikasi dan kepercayaan, sehingga universitas dapat membentuk talenta yang relevan dengan kebutuhan industri. Sementara itu, Dr. Azis menyoroti pentingnya efisiensi dalam kegiatan breeding melalui kerja sama genbank, agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan dari PT Sang Hyang Seri (SHS) menekankan perlunya dukungan universitas dalam pelepasan varietas dan pengelolaan genbank, mengingat SHS memiliki koleksi 1.500 plasma nutfah padi namun menghadapi kendala rejuvenasi akibat keterbatasan SDM dan pembiayaan. Menanggapi hal ini, Dr. Eka menyatakan kesediaan kampus untuk mendukung pengujian varietas, sementara Dr. Rizky menegaskan bahwa fasilitas pengujian di Departemen Budidaya Pertanian telah dibuka dan dapat diakses melalui laman Fakultas Pertanian UGM. Moderator menutup dengan penekanan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci keberhasilan kemitraan riset universitas–industri.
Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi riset harus menghasilkan manfaat nyata bagi industri sekaligus memperkuat kapasitas akademik universitas. Dengan sinergi yang berkelanjutan, UGM diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan riset perkebunan dan perbenihan yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Forum ini memiliki keterkaitan yang erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan riset pemuliaan tanaman, pengembangan varietas unggul, serta pengelolaan sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan. Kolaborasi antara universitas dan industri dalam kegiatan penelitian, magang, serta pemanfaatan fasilitas pengujian mencerminkan implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Upaya membangun talenta yang adaptif dan siap berkontribusi pada sektor perbenihan juga sejalan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pengembangan teknologi pemuliaan tanaman, penguatan sistem genbank, serta inovasi dalam penelitian varietas unggul menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Di samping itu, pengelolaan dan pelestarian plasma nutfah sebagai sumber daya genetik tanaman mendukung SDG 15: Ekosistem Daratan melalui konservasi keanekaragaman hayati pertanian dan pemanfaatan sumber daya genetik secara berkelanjutan. Kolaborasi yang erat antara Universitas Gadjah Mada, industri benih, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan.
Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Tantriani
Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM