• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
  • page. 2
Arsip:

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Ratusan Peserta Meriahkan Family Gathering Dies Natalis ke-79 Faperta UGM

berita Tuesday, 30 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan kegiatan Family Gathering dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-79 yang berlangsung meriah pada Minggu, 14 September 2025. Lebih dari 800 peserta turut hadir, terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, purna tugas, mahasiswa, hingga keluarga besar Faperta UGM.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-79, Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan penuh antusiasme dan semangat kekeluargaan.

“Kami fokus pada kegiatan Family Gathering, temu alumni, dan rapat senat terbuka Dies Natalis ke-79. Terima kasih banyak atas dukungan dan arahan dari pimpinan dekanat Fakultas Pertanian, serta kepada para mitra yang telah memeriahkan acara ini dengan memberikan berbagai doorprize. Tentu juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta keluarga besar Faperta yang hadir dan meramaikan. Semoga kehangatan kekeluargaan yang terasa pagi ini bisa terus kita lestarikan,” ujarnya.

Family Gathering diawali dengan kegiatan jalan sehat yang dilepas langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. Seusai jalan sehat, peserta menikmati sarapan bersama diiringi hiburan dari sivitas akademika, termasuk penampilan angklung dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Faperta UGM yang turut memeriahkan suasana.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai lomba yang telah digelar sebelumnya. Berikut daftar pemenang masing-masing cabang lomba:

  1. Lomba Mancing Bareng

Kategori Putri:

Juara 1: Fajar Septi Takerina (Keuangan) – 31 ekor ikan

Juara 2: Retno Lestari Pujiastuti (Keuangan) – 30 ekor ikan

Juara 3: Anissa Cahyaningrum (Keuangan) & Mursiatun (Buper) – 21 ekor ikan

Kategori Putra:

Juara 1: Giyanto (Perlengkapan) – berat ikan 575 gram

Juara 2: Artiyo (Perikanan) – berat ikan 530 gram

Juara 3: Wagiran (Perikanan) – berat ikan 465 gram

  1. Lomba Bulutangkis

Kategori Ganda Putra:

Juara 1: Fahrizal Afriansyah & Samsuri Djamal

Juara 2: Wahyu Muhammad Fadly & Sugani Jiyantoro

Juara 3: Tri Prabowo & Nur Ari Purnomo

Kategori Ganda Campuran:

Juara 1: Anissa Cahyaningrum & Rizky Ferrian Ferdiansyah

Juara 2: Adelfiani & Andika

Juara 3: Mentari Permatasari & Nur Ari

 

  1. Lomba Tenis Meja (Pingpong)

Kategori Ganda Campuran:

Juara 1: Achmad Mahfud Zaini & Laira Wara Dwikurnia

Juara 2: Prof. Siti Subandiyah & Dr. Faizal Rachman

Juara 3: Semilah Febriati & Mukti A

Kategori Ganda Putra:

Juara 1: Purwanto & Anggit

Juara 2: Indro & Winardi

Juara 3: Amran & Faiz

 

Untuk menambah semangat dan keceriaan, panitia menyediakan lebih dari 160 doorprize menarik yang dibagikan melalui undian kupon kepada para peserta.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan berbagai booth UMKM (Usaha mikro, kecil, dan menengah) binaan Faperta UGM dari berbagai kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk-produk unggulan yang dipamerkan merupakan hasil pendampingan dosen dan sivitas akademika Faperta UGM, yang sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi fakultas dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dekan Faperta UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras, kepada sponsor yang telah memberikan doorprize serta bantuan lainnya. Semoga dengan semangat kebersamaan ini, Fakultas Pertanian UGM bisa semakin maju dan berkontribusi lebih besar lagi,” tutur Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.

Family Gathering Dies Natalis ke-79 ini juga berkontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Dengan semangat Dies Natalis ke-79, Fakultas Pertanian UGM berkomitmen untuk terus memperkuat kebersamaan sivitas akademika, menjalin sinergi dengan alumni dan mitra, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

 

Penulis: Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Media Faperta UGM

 

Soraya Casandra Motivasi Mahasiswa Faperta UGM Jadi Entrepreneur Muda di Bidang Pertanian

berita Wednesday, 10 September 2025

Dalam sesi Pembekalan bertajuk Calon Wisuda Program Sarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025 bertajul “Kiat Sukses Jadi Entrepreneur Muda di Bidang Pertanian”, Siti Soraya Cassandra, S.P., S.Si., Co-Founder sekaligus CEO Kebun Kumara, mengajak mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) untuk berani melihat pertanian dari perspektif kewirausahaan yang lebih luas. Menurutnya, entrepreneurship dimulai dari kemampuan melihat potensi dalam kondisi yang ada. “Penting bagi kita melakukan transformasi cara pandang, bukan hanya melihat kondisi yang ada, tetapi melihat potensi dari kondisi tersebut,” jelasnya.

Cassandra menekankan tantangan yang akan dihadapi generasi muda, khususnya di perkotaan. Pada tahun 2035, diperkirakan 56% penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, sementara kota semakin rentan akibat krisis iklim. Contohnya, Jakarta kini tercatat sebagai salah satu kota terpanas dan terkering. Pembangunan kota dengan dominasi beton dan aspal justru memperburuk urban heat effect, membuat suhu kota bisa meningkat hingga 12 derajat celcius lebih panas. Dampaknya, kualitas udara menurun, tingkat polusi tinggi, kesehatan masyarakat terganggu, dan kesejahteraan kota terancam.

Menurut Cassandra, solusi yang bisa dihadirkan adalah memperbanyak ruang hijau produktif. Ruang hijau mampu menurunkan suhu 1–5 derajat celcius, memurnikan udara, sekaligus menjadi ruang hidup yang menyehatkan masyarakat. “Melihat hijaunya tanaman selama 20 menit saja terbukti bisa menurunkan hormon stres secara signifikan,” ujarnya. Tak hanya itu, ruang hijau juga dapat menjadi sumber pangan sehat, mengurangi sampah rumah tangga melalui kompos, hingga menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Ia mencontohkan praktik di Kebun Kumara yang menggarap taman kota menjadi hutan pangan, kantong hutan, dan kebun pangan. Tujuannya agar masyarakat semakin dekat dengan pangan lewat contoh nyata. Bahkan, mereka berhasil membuat “kumaruyuk” yakni kandang ayam perkotaan berukuran 1×2 meter yang mampu menghasilkan sekitar 750 butir telur per tahun, bebas bau, sekaligus menghasilkan pupuk kompos dari alas kandang.

Bagi Cassandra, inti entrepreneurship adalah melihat masalah lalu menghadirkan solusi. Namun lebih jauh dari itu, solusi yang ditawarkan harus punya purpose (makna dan dampak baik) serta profit (keberlanjutan bisnis). “Profit memang penting, tapi yang paling utama adalah bagaimana bisnis kita memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya observasi, interaksi, dan mentorship. Menurut Cassandra, mahasiswa yang ingin menekuni jalur entrepreneur harus rajin mengamati lingkungan sekitar, aktif berinteraksi dengan berbagai pihak, serta mencari mentor yang bisa membimbing. “Kalau kamu mau belajar hidup, belajarlah dari setiap orang yang hadir dalam hidupmu,” pesannya.

Selain memberikan pembekalan, Soraya juga berkesempatan mengunjungi Growth Chamber Buah Stroberi hasil kerja sama antara Faperta UGM dan PT INASTEK yang terletak tidak jauh dari Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Soraya juga mengungkapkan rasa senangnya bisa hadir di Faperta UGM. Baginya, pendekatan Smart Ecobioproduction yang selaras dengan alam dan mengedepankan ekosistem sangat sejalan dengan landasan filosofi Kebun Kumara. “Kami senang sekali menemukan perspektif yang sama di sini, semoga ke depan ada kesempatan kolaborasi lebih lanjut,” ujarnya. Ia berharap para wisudawan dan mahasiswa Faperta UGM dapat menemukan purpose dan passion mereka untuk memajukan pertanian Indonesia yang lebih baik dan berkelanjutan.

Faperta UGM terus berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas sekaligus berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 12: Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Cerita Nazla Amanda Seimbangkan Dunia Perkuliahan dan Organisasi Ala Wisudawan Terbaik Faperta

berita Wednesday, 10 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali melahirkan sosok inspiratif dalam wisuda kali ini. Nazla Amanda Kamila, mahasiswa Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik periode IV T.A. 2024-2025 dengan skripsi berjudul “Kontribusi Agroindustri Slondok terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Sumurarum, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.” Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik fakultas pada prosesi wisuda Program Sarjana Faperta yang dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2025 di Auditorium Harjono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM.

Semasa menduduki bangku perkuliahan, Manda tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di tingkat Fakultas. Selama menempuh studi, ia tercatat aktif sebagai anggota KMSEP (Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian), Squad Asisten Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Event Jogjajanan, PPSMB Organik, serta mengikuti program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di PT Nutrifood periode 6. Selain itu, ia juga pernah menjadi tenaga paruh waktu Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis.

Keterlibatan dalam banyak kegiatan tentu bukan tanpa tantangan. Manda mengaku pernah mengalami kesulitan ketika harus membagi waktu antara skripsi dengan organisasi. “Kadang kalau kegiatan sedang padat, saya sampai tidak sempat menyentuh skripsi beberapa hari. Tapi akhirnya saya belajar mengatur prioritas dan disiplin menggunakan Google Calendar serta teknik time-blocking,” jelasnya.

Walaupun menyeimbangkan porsi organisasi dan perkuliahan bukanlah hal yang mudah, Manda berpendapat bahwa organisasi merupakan hal yang penting dan berpengaruh dalam kehidupan mahasiswa. Melalui organisasi, ia mendapat banyak relasi, pengalaman, serta kesempatan untuk mengembangkan soft skill dan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika menjadi pemandu PPSMB Organik 2023. Dari kegiatan itu, ia belajar tentang kerja sama, komunikasi, serta mendapatkan keluarga baru yang membuat perjalanan kuliahnya semakin bermakna.

Meski banyak kegiatan di luar kelas, Manda tetap menjadikan akademik sebagai prioritas. Ia berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut untuk berorganisasi, asalkan tetap bisa mengatur waktu dengan baik.

“Akademik tetap nomor satu, tapi organisasi juga penting untuk menambah pengalaman. Keduanya bisa berjalan bersama kalau kita disiplin,” ungkapnya.

Prestasi Manda menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus memilih antara berprestasi di akademik atau organisasi. Dengan manajemen waktu yang baik dan komitmen yang kuat, keduanya bisa diraih bersamaan. Sosok Nazla Amanda Kamila menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa dapat lulus dengan predikat terbaik sekaligus memiliki rekam jejak organisasi yang membanggakan. Keberhasilan ini juga diraih atas dukungan penuh dari Faperta UGM untuk mewujudkan komitmen SDGS yang tertuang dalam poin SDG 4 : Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Merata dan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Noor Amelia Putri
Editor : Desi Utami

Faperta UGM Luluskan 199 Wisudawan Pada Purna Wisuda Pascasarjana Periode IV TA 2024/2025

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menyelenggarakan Purna Wisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Ajaran 2024/2025 pada Kamis, 28 Agustus 2025. Sebanyak 199 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda Program Sarjana Faperta UGM, terdiri atas 62 wisudawan dan 137 wisudawati. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro.

Momen wisuda diawali dengan sambutan dari Nazla Amanda Kamila, lulusan terbaik Fakultas Pertanian dari Program Studi Proteksi Tanaman dengan IPK 3,98 dan masa studi 3 tahun 11 bulan 2 hari. Dalam pidatonya, Nazla mewakili para wisudawan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak atas capaian ini. “Mewakili para wisudawan, saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Faperta UGM atas bimbingan dan dedikasi yang telah mengantarkan kami meraih gelar sarjana. Ucapan terima kasih juga saya persembahkan untuk orang tua dan keluarga atas doa, kerja keras, serta pengorbanan yang tak ternilai. Untuk teman seperjuangan, terima kasih telah berdinamika dan bertumbuh bersama. Hari ini adalah kebahagiaan bagi kita semua, atas gelar yang telah kita capai,” ujar Nazla.

Tidak hanya itu, Nazla juga berpesan kepada para wisudawan, “Bertambahnya gelar bukan berarti segalanya telah usai. Sebagai alumni, mari wujudkan semangat locally rooted, globally respected. Pertanian memberi akar, perikanan memberi arus kehidupan. Dengan keduanya, kita berakar kuat pada tanah air sekaligus siap berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik. Teruslah belajar dan beradaptasi agar dapat bermanfaat, karena setiap langkah kecil akan menuntun kita menuju tujuan yang besar.”

Selanjutnya, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., memberikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para lulusan. Beliau menyampaikan, “Ada tiga hal yang ingin saya titipkan. Pertama, teruslah belajar dan beradaptasi, ikuti perkembangan teknologi, karena kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses di masa depan. Kedua, jadilah agen perubahan. Gunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan solusi bagi masyarakat, serta menjadi inovator dan kontributor bagi para petani. Ketiga, junjung tinggi integritas. Bekerjalah dengan jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab, sebab kesuksesan sejati dibangun di atas fondasi integritas dan kolaborasi. Pada pundak kalianlah harapan besar ini dititipkan, agar menjadi alumni yang membanggakan, sukses, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.”

Perwakilan orang tua, Dr. Sugito, S.IP., M.Si, turut menyampaikan rasa terima kasih terhadap seluruh sivitas akademika Faperta UGM yang telah memberikan pelayanan akademik yang prima sehingga mayoritas wisudawan dapat lulus dibawah 4 tahun dengan peringkat cumlaude. Tidak hanya itu, Dr. Sugito juga turut menyampaikan rasa bangga dan pesan kepada para lulusan, “Hari ini kalian resmi menyandang gelar Sarjana Pertanian. Terima kasih sudah membuktikan mampu melewati tantangan akademik maupun non-akademik. Jadilah pribadi yang berakar kuat dan bergerak lincah tanpa kehilangan prinsip, serta selalu hormati dosen dan orang tua agar menjadi manusia yang sukses dan mulia.”

Pada periode ini terdapat beberapa wisudawan berprestasi diantaranya adalah wisudawan tercepat atas nama Hirzan Radhiza Naufal dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik dengan IPK 3,7 dan masa studi 3 tahun 8 bulan 0 bulan, serta Kyla Chandrika Perwitasari sebagai lulusan termuda dari Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis dengan IPK 3.79 yang lulus pada usia 20 tahun 11 bulan dan 6 hari.

Melalui wisudawan yang siap berkarya di bidang pertanian dan pembangunan, Faperta UGM kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Perayaan ini sekaligus menjadi kontribusi nyata fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Fakultas Pertanian UGM Perkuat Jejaring Internasional melalui Sambutan Hangat Awardee ASEAN International Mobility for Students (AIMS) 2025

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian UGM dengan bangga menyambut kedatangan mahasiswa inbound dan melepas mahasiswa outbound penerima program ASEAN International Mobility for Students (AIMS) 2025. Program ini menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Pertanian dalam mempererat kerja sama pendidikan lintas negara, memperluas jejaring akademik, dan memperkaya pemahaman lintas budaya di kawasan ASEAN. Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan menempuh studi selama satu semester di universitas mitra luar negeri serta menjadi duta budaya dan pengetahuan dari negara asalnya.

 

Acara penyambutan dan pelepasan mahasiswa AIMS berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, pukul 09.00–11.00 WIB, di Student Room 5, Lantai 1, Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM. Tahun ini, Fakultas Pertanian menerima 11 mahasiswa inbound dan mengirimkan 8 mahasiswa outbound. Berikut susunan daftar mahasiswa inbound dan outbound AIMS 2025 dalam format narasi seperti contoh yang kamu berikan:

Sebelas mahasiswa AIMS inbound tersebut, yaitu Rena Ishihara (Jepang – Ibaraki University – Food and Life Science), Kengo Matsumoto (Jepang – Ibaraki University – Regional and Comprehensive Agriculture), Taiki Hinai (Jepang – Ibaraki University – Food and Life Sciences), Keiichi Narita (Jepang – Ibaraki University – Food and Life Sciences), Aoi Funahashi (Jepang – Ibaraki University – Food and Life Sciences), Yusuke Fujii (Jepang – Tokyo University of Agriculture and Technology – Environmental and Natural Resource Sciences), Yuki Yokoyama (Jepang – Hokkaido University – Agrobiology and Bioresources), Kim Gyeongrim (Korea Selatan – Gyeongsang National University – Horticultural Science), Ro Jimin (Korea Selatan – Gyeongsang National University – Horticultural Science), Nguyen Nam Anh (Vietnam – Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry – Agricultural Economics), dan Do Tung Lam (Vietnam – Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry – Agricultural Economics).

Sementara itu, tujuh mahasiswa AIMS outbound tersebut, yaitu Asayari Puspita Gutama (Agronomy – Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang), Nabilah Salma Jamaludin (Agricultural Microbiology – Ibaraki University, Jepang), Algifari Izzan Muska (Aquaculture – Ibaraki University, Jepang), Hosana Adel Ivory (Agricultural Economics and Agribusiness – Ibaraki University, Jepang), Sherly Aurora Cahyadewi (Agricultural Microbiology – Gyeongsang National University, Korea Selatan), Alkhasna Khairunnisa (Agronomy – Gyeongsang National University, Korea Selatan), dan Ridho Abiyyu Shah Kautsar (Aquaculture – Gyeongsang National University, Korea Selatan).

Sambutan pertama disampaikan oleh Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama Fakultas Pertanian UGM. Beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan momen penting bagi mahasiswa untuk saling berinteraksi dan berdiskusi. “Mahasiswa dari Indonesia dan universitas mitra di negara tujuan akhirnya dapat berinteraksi untuk berdiskusi dan belajar bersama. Di Fakultas Pertanian, kami menyediakan pendamping (buddy) dan staf akademik untuk membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan mudah” papar Subejo. Subejo juga berharap hubungan baik yang terjalin selama satu semester dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih erat di masa mendatang.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D., selaku Koordinator AIMS Fakultas Pertanian UGM. Beliau mengungkapkan rasa bangganya dapat menyambut mahasiswa inbound sekaligus melepas mahasiswa outbound. “Tahun ini kita menerima 11 mahasiswa dari Jepang, Vietnam, dan Korea Selatan, serta mengirimkan 8 mahasiswa Indonesia untuk studi di Jepang dan Korea Selatan. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat koordinasi dan membangun hubungan internasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya diikuti dengan sesi pengenalan UGM, Fakultas Pertanian, dan Program AIMS disampaikan oleh Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. atau sering dipanggil Miki. Miki memberikan panduan praktis mengenai kehidupan di Yogyakarta, mulai dari biaya hidup yang terjangkau, budaya lokal yang kaya, hingga rekomendasi destinasi wisata seperti Candi Prambanan, Candi Borobudur, Goa Jomblang, Taman Sari, Keraton Yogyakarta, dan sebagainya. Miki juga memperkenalkan kuliner khas Yogyakarta yang bercita rasa manis, serta mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di UGM.

Dengan suksesnya acara ini, diharapkan mahasiswa inbound dapat beradaptasi dengan baik dan mahasiswa outbound dapat membawa nama baik Fakultas Pertanian UGM di kancah internasional. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga memperkaya wawasan budaya serta mempererat hubungan antarnegara peserta AIMS.

Acara penyambutan dan pelepasan mahasiswa AIMS di Fakultas Pertanian UGM ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Hanif Falah Nasrulloh
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Cerita Seru Amal sebagai Awardee Asean International Mobility Students (AIMS) di Gyeongsang National University, Korea Selatan

berita Tuesday, 2 September 2025

Pada Bulan Agustus hingga Desember 2024 lalu, beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengikuti program Asean International Mobility Students (AIMS). Salah satunya adalah Amalia Sawita Linuwih yang akrab dipanggil Amal, mahasiswi Program Studi Proteksi Tanaman, berbagi pengalamannya selama study exchange di Gyeongsang National University, Korea Selatan. Program AIMS merupakan program kerja sama di bawah kemitraan antar universitas yang berasal dari negara-negara di kawasan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan. Program ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar di luar negeri dalam disiplin ilmu tertentu dan mengembangkan keterampilan belajar dan antarbudaya mereka untuk memperkaya kompetensi global mereka serta berkontribusi pada internasionalisasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

Menurut Amal, mengikuti program AIMS memiliki peluang besar dan kesempatan yang berharga untuk menambah pengalaman di bidang akademik dan non akademik. Selain itu, program ini juga fully funded, sehingga sangat memberikan benefit yang besar bagi para awardee. Amal juga berbagi cerita mengenai perbedaan sistem belajar yang ia rasakan selama menjadi mahasiswa di Gyeongsang National University. “Dosen disana selalu on time baik masuk dan keluarnya sesuai jadwal. Biasanya kalau tipe dosen kita selalu kasih waktu untuk berdiskusi menganai topik perkuliahan, sedangkan kalau disana tidak diberi kesempatan itu. Jadi kalau mahasiswa bingung dengan pembelajarannya dituntut untuk mencari informasi sendiri contohnya melalui bacaan di perpustakaan,” jelasnya.

Selain perbedaan tipe mengajar dosen, mahasiswa di sana cenderung bersifat individualis karena sistem penilaian yang menggunakan sistem distribusi normal. Amal menjelaskan, “Ketika sudah memasuki masa ujian, pperpustakan pasti penuh sampai mereka rela menginap dan bawa sikat gigi ke perpustakaan. Mereka sangat serius untuk pendidikan, sehingga memotivasi aku untuk lebih rajin belajar dan menyempatkan waktu ketika weekend ke perpustakaan”.

Amal merasa sangat menikmati dunia perkuliahan di luar negeri seperti kegiatan belajar mengajar yang tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. “Salah satu mata kuliah favoritku adalah International Cooperation in Agriculture karena setiap dua minggu sekali ada outdoor learning untuk mengamati pertanian di Korea jadi nggak bosen,” terangnya.

Tentunya menjadi mahasiswa yang merantau ke negeri orang juga mengalami perbedaan dari segi daily life. “Tantangan yang paling basic adalah dasar beretika orang korea dan kendala dalam berkomunikasi. Karena ada beberapa dialek yang sulit didengar dan dimengerti,” tutur Amal. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Amal berusaha untuk adaptasi dengan memperhatikan etika dan cara bersosialisasi melalui teman-temannya yang berasal dari korea serta belajar bahasa korea dengan bantuan aplikasi pendukung untuk memudahkan komunikasi.

Banyaknya pengalaman berharga yang didapatkan Amal melalui AIMS merupakan salah satu upaya Fakultas Pertanian untuk ikut serta menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs) diantaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Octavia Riezqi Yusandra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta

Intan Naura Buktikan Bahwa Mahasiswa KIP Bisa Ikut Program Pertukaran Pelajar ke Korea, Melalui Program AIMS

berita Tuesday, 2 September 2025

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM), Intan Naura Nur Ain atau yang sering disapa Naura, berhasil lolos seleksi ASEAN International Mobility for Students (AIMS) dan mengikuti rangkaian kegiatan pertukaran pelajar ke Gyeongsang National University, Department of Agronomy, Republic of Korea. AIMS merupakan salah satu program unggulan Faperta UGM yang menjembatani mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di negara negara Asia.

“Awalnya untuk membuktikan diri ke orang lain sekaligus membuktikan ke diri sendiri. Saya merupakan anak KIP (Kartu Indonesia Pintar) untuk menempuh kuliah. Beberapa orang di sekitar saya, terutama teman-teman dan seorang dosen saya berkata bahwa program pertukaran pelajar ke luar negeri hanya untuk orang kaya” ucap Naura.

Naura tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan pergi ke negara yang dijuluki sebagai Negeri Gingseng di umur 20 tahun. Tekadnya dimulai dari bulan Desember 2023, di mana dia mulai tertarik untuk mencoba tantangan baru. Naura pertama kali mengetahui informasi terkait AIMS dari salah satu kakak tingkatnya yang juga pernah mengikuti program ini. Semenjak itu, Naura mulai mempersiapkan segala persyaratan yang di butuhkan di tengah kesibukan perkuliahan.

“Saat itu periode pendaftaran sangat mepet sehingga saya harus memadatkan jadwal saya untuk belajar English Proficiency yaitu TOEFL secara mandiri. Saya hanya belajar TOEFL selama dua minggu dengan menggunakan e-book dan Youtube“ ucap Naura.

Faperta UGM juga mendukung Naura dalam proses pengurusan pemberkasan dan menyediakan informasi pendaftaran. Tidak hanya itu, dosen pembimbing akademik (DPA) Naura, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D., juga sangat mendukung dan mendorong mahasiswanya untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Saat menjalani program ini, Naura mengikuti beberapa kegiatan akademik berupa beberapa mata kuliah, yaitu International Cooperation in Agriculture, Farm Practice 2PBL, English Reading and Writing using Media, Intercultural Communication and Global Etiquette, Comprehensive Crop Science Design, dan Environmental Politics. Selain itu, Narua juga aktif dalam kegiatan non-akademik seperti tari modern atau dance. Dia bersama mahasiswa-mahasiswa dari Korea, Indonesia, dan Spanyol untuk tampil di Gaecheon Arts Festival, Jinju Lantern Festival dan berhasil meraih juara 1 melawan puluhan institusi  lain di Korea.

“Hal yang bisa mutusin mampu atau gaknya kamu melakukan sesuatu itu ya cuma Tuhan dan kamu sendiri. Jangan peduliin omongan orang lain kalau mereka gatau hidupmu. Kamu mau apa ya mintanya ke Tuhan, Tuhan itu maha Kaya” ujar Naura.

Program ini memberikan dampak positif bagi Naura, termasuk dapat belajar bersosialisasi sama banyak orang baru, dengan latar belakang, bahasa, ras, dan kewarganegaraan beragam. Bertemu orang-orang hebat yang memotivasi buat lebih maju dan berkembang.

“Dunia itu terlalu luas untuk gak dijelajahi dan terlalu sayang untuk gak dinikmati. Manfaatin semua kesempatan/privilege yang disediain dari Faperta UGM. Program AIMS di UGM cuma ada di Faperta lho. Kapan lagi ke luar negeri saingan pendaftarnya cuma anak-anak Faperta UGM doang?” pesan Naura.

Pesan ini juga mengajak seluruh mahasiswa di FAPERTA UGM untuk memanfaatkan program yang ditawarkan oleh fakultas dengan semaksimal mungkin. Tentunya setiap program akan memberikan dampak yang bermanfaat bagi masa depan peraihnnya.  Dengan program AIMS di Fakultas Pertanian UGM menunjukkan komitmen untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG), antara lain: SGD 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Olivia Regita Br Tarigan

Editor: Desi Utami

 

Mengukir Prestasi di Negeri Gingseng: Kisah Farra Resita sebagai AIMS Awardee 2024

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengirim 6 mahasiswa dari berbagai jurusan untuk mengikuti program pertukaran pelajar AIMS (Asian International Mobility for Students) ke sejumlah universitas di luar negeri. Salah satu awardee yang menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran pelajar di negeri gingseng selama satu semester ialah Rr. Farra Resita Dewi Std atau yang biasa dipanggil Farra. Farra merupakan mahasiswa jurusan Manajemen Sumberdaya Akuatik angkatan 2021. Farra menjadi AIMS Awardee periode Fall semester 2024 dengan menempuh jurusan Agronomi di Gyeongsang National University, Korea Selatan. Program ini dilakukan guna memperluas wawasan global mahasiswa, memperkuat jejaring internasional, dan meningkatkan kompetensi di bidang pertanian dan perikanan.

Selama program berlangsung, Farra membagikan pengalamannya selama berada di Korea Selatan. Ia mengambil berbagai mata kuliah yang ditawarkan, mulai dari Environmental Politics, Agricultural Production Economics, International Cooperation in Agriculture, dan Farm Practice 2PBL. Melalui berbagai mata kuliah tersebut, ia belajar mengenai isu-isu pertanian dan lingkungan di Korea Selatan dan internasional, ekonomi dalam lingkup agribisnis serta berbagai teknologi pertanian di negara 4 musim. Selain itu, ia juga mengikuti pembelajaran di luar kelas dengan mengikuti field trip ke beberapa perkebunan komoditas subtropis. Dari berbagai mata kuliah yang ia jalani, Environmental Politics menjadi mata kuliah favoritnya karena membuka perspektif baru tentang isu lingkungan serta model kelas yang terbuka dengan banyak diskusi dari mahasiswa.

“Environmental politics, karena benar-benar membuka perspektif baru dan selalu dipacu untuk berpikir kritis dan solutif. Sesi diskusi dan debat di kelas mengubah cara pandangku terhadap kontrakdiksi kepentingan lingkungan, pemerintah, dan bisnis” terangnya.

Tak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba pengalaman di luar akademik selama berada di Korea Selatan, Farra menuturkan bahwa ia mencoba berbagai hal baru dan pengalaman untuk mengenal kebudayaan Korea Selatan lebih jauh. Ia bersama teman-temannya dari berbagai negara berkesempatan untuk mengikuti lomba dance pada 73rd Gaecheon Arts Festival. Farra menuturkan bahwa hal itu adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba dance. Namun, berkat semangat dan kerja sama tim yang luar biasa, ia dan tim berhasil menyabet Juara 1 dalam festival tahunan yang diadakan di Kota Jinju.

Farra merasa sangat bersyukur dapat mengikuti program AIMS tahun 2024. Pengalaman ini benar-benar meningkatkan semangat belajarnya dan membuka perspektif baru tentang berbagai hal. Farra juga mengungkapkan bahwa program ini membantunya untuk belajar nilai-nilai positif dari kehidupan di Korea Selatan seperti bagaimana cara menghargai waktu dan menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan aktif. Ia juga berharap bahwa suatu saat nilai-nilai ini dapat diadopsi dalam sistem pembelajaran di Indonesia.

Program ini merupakan salah satu wujud komitmen Fakultas Pertanian UGM untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SGDs) yang tertuang dalam poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh, serta Poin SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Noor Amelia Putri
Editor : Desi Utami
Foto: Farra Resita

Mahasiswa Faperta UGM Raih Best Community Empowerment Proposal di UP HIRAYA 2025 Filipina

berita Monday, 1 September 2025

Ulin Nuha Diah Wulandari, mahasiswa Fast Track Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM), sukses meraih penghargaan Best Community Empowerment Proposal dalam UP HIRAYA Short-Term Exchange Program 2025 di Filipina. Proposal bertajuk “Threadcycle: Weaving Waste into Worth by Community Initiative” ini menekankan pengelolaan limbah tekstil berbasis inisiatif masyarakat sebagai upaya membangun ekonomi sirkular. Gagasan tersebut dinilai istimewa karena tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian sosial-ekonomi melalui partisipasi komunitas.

Program yang diinisiasi oleh University of the Philippines ini mengusung tema “Honing an Inclusive and Socially Responsive Internationalization Program” dan dirancang sebagai ruang kolaborasi akademik lintas negara. Dari Faperta UGM, delegasi terdiri atas tiga mahasiswa, yakni Ulin Nuha Diah Wulandari (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian 2021 & Magister Ekonomi Pertanian 2024), Panca Rahadi Mulyo (Magister Ekonomi Pertanian 2024), dan Ilham Justin Asmara (Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 2022).

Selama tiga minggu, para peserta mengikuti kegiatan di Manila, Batangas, dan Bicol. Di Manila, mereka diperkenalkan dengan budaya Filipina melalui kelas aksara kuno Baybayin, kuliner khas seperti Halo-Halo, hingga kunjungan ke situs budaya dan sejarah. Peserta juga berkesempatan mengunjungi University of the Philippines Resilience Institute (UPRI) untuk mempelajari mitigasi risiko bencana melalui permainan edukatif Sakunwari, serta mengikuti lokakarya terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Di Batangas, kegiatan lebih menekankan pada design thinking dan pemberdayaan komunitas bersama Gawad Kalinga, sebuah organisasi yang fokus pada pembangunan sosial-ekonomi. Interaksi langsung dengan masyarakat difasilitasi lewat pertunjukan seni hingga dialog bersama pemerintah daerah. Sementara di Provinsi Bicol, peserta terlibat dalam berbagai modul praktis seperti pertanian organik, apiculture (budidaya lebah tanpa sengat), pengolahan cokelat, dan penanaman mangrove. Modul pertanian dilaksanakan di Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA) yang menekankan praktik pertanian berkelanjutan.

Partisipasi mahasiswa Faperta UGM dalam UP HIRAYA 2025 diharapkan mampu memperluas perspektif global, memperkuat kolaborasi internasional, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu-isu keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menunjukkan perannya dalam mendukung pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Adhika Hafizh Prasada, S.P., Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Faperta UGM

 

Fakultas Pertanian UGM Gelar Pembekalan Calon Wisuda Periode IV 2024/2025

berita Wednesday, 27 August 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisuda Program Sarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Auditorium Prof. Harjono Danoesastro. Kegiatan ini dihadiri oleh calon wisudawan/wati sarjana pertanian, Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si.

Dalam sambutannya, Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menekankan pentingnya peran lulusan pertanian dalam menjawab tantangan global ketahanan pangan. “FAO telah memprediksi adanya potensi bencana kelaparan pada 2050 akibat kekurangan pangan. Oleh karena itu, peran petani dan para insan pertanian menjadi sangat krusial,” ujar Jaka Widada.

Pada kesempatan ini, hadir Siti Soraya Cassandra, S.P., S.Si., Co-Founder sekaligus CEO Kebun Kumara, influencer yang memiliki akun Instagram dengan lebih dari 241 ribu pengikut (@kebunkumara). Berlokasi di Tangerang, Banten, Cassandra hadir sebagai pembicara utama dengan topik “Kiat Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Bidang Pertanian.”

Dalam paparannya, Cassandra membagi materi ke dalam dua bagian utama yaitu perspektif entrepreneur di bidang pertanian dan tips praktis yang dapat dilakukan setelah lulus. Ia menyoroti fenomena urbanisasi yang kian masif, di mana diprediksi pada tahun 2035 sekitar 56% populasi Indonesia akan tinggal di perkotaan. Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan lingkungan seperti polusi, peningkatan suhu, hingga fenomena urban heat island effect yang membuat kawasan perkotaan 12°C lebih panas dibandingkan daerah non-perkotaan.

“Ruang-ruang hijau menjadi kebutuhan penting bagi kota yang sehat dan lestari. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa 20 menit melihat tanaman hijau dapat menurunkan hormon stres sekaligus meningkatkan imunitas,” jelas Cassandra.

Ia kemudian memperkenalkan model usaha Kebun Kumara, sebuah inisiatif yang berangkat dari keresahan terhadap minimnya ruang hijau di kota besar. Melalui pendekatan ekosistem yang berkelanjutan dan regeneratif, Kebun Kumara mengembangkan konsep kantong hutan, hutan pangan, dan taman kota yang mampu mendekatkan masyarakat dengan sumber pangan sekaligus menciptakan budaya hidup sehat.

Lebih jauh, Cassandra memberikan tips dan trik praktis kepada calon wisudawan. Beberapa di antaranya adalah pentingnya interaksi dan observasi lingkungan sekitar untuk menemukan masalah dan menciptakan solusi, mencari mentor yang tepat, serta membangun ekosistem yang sesuai dengan diri sendiri. “Jadilah kunci di ekosistem tersebut, sehingga keberadaan kalian memberikan dampak nyata,” pesannya.

Melalui pembekalan ini, diharapkan para calon wisudawan/wisudawati Fakultas Pertanian UGM tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengembangkan diri sebagai entrepreneur muda yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi bagi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Faperta UGM terus berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas sekaligus berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

1234…14

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – Saraswanti
    29/01/2026
  • Lowongan – Medion
    29/01/2026
  • Lowongan – PT Surya Hutani Jaya
    29/01/2026
  • Lowongan – Bomba Group
    26/01/2026
  • Lowongan – PT BRI Danareksa Sekuritas
    26/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju