• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
    • Rencana Strategis
    • Zone Integritas
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
  • page. 4
Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Faperta UGM Sambut Kunjungan Kerja ORTN-BRIN, Perkuat Kolaborasi Riset Nuklir untuk Pengendalian Lalat Buah

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyambut hangat kunjungan kerja Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Joglo Tea, Coffee, and Cacao Learning Center pada Jumat–Sabtu, 22–23 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan menjalin dan mempererat kerja sama penelitian perlindungan tanaman, khususnya pemanfaatan teknologi nuklir untuk pengendalian hama lalat buah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran peneliti BRIN, antara lain Prof. Dr. Irawan Sugoro (Kepala PTPR BRIN), Dr. Yogi Sugiawan, Dr. Murni Indarwatmi, M.Si., Ir. Indah Arastuti, Ashri Mukti Benita, M.Sc., Dr. Nadya Nurdini, S.Si., M.Si., Gagad Rahmadi, S.T., M.Sc., Eva Susanti Waruwu, S.P., dan Rivaldi Mardani, S.H., M.Si.

Sementara itu, dari Fakultas Pertanian UGM turut hadir Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Tri Joko, S.P., M.Sc., Prof. Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P., Dr. Deni Pranowo, S.Si., M.Si., Dr. Suputa, S.P., M.P, Dr. Najmu Tsaqib, S.P., M.A., Riya Fatma Sari, S.P., M.Sc., dan Winda Ramayanti, S.P.

Salah satu Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Faperta UGM, Dr. Suputa, menjelaskan latar belakang riset ini. Menurutnya, buah salak yang menjadi ikon Sleman mulai ditinggalkan petani karena harga yang rendah. Padahal, salak memiliki peluang besar untuk diekspor karena jarang dibudidayakan di luar negeri. Tantangan utamanya adalah serangan lalat buah.

“Contoh kasus pada tahun 2016, negara tujuan ekspor seperti Australia tidak menerima salak Indonesia karena ditemukan belatung lalat buah di dalamnya. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan teknologi radiasi nuklir. Dengan iradiasi, telur atau larva lalat buah yang mungkin ada di dalam buah bisa dimatikan, sehingga aman dan dapat diterima mitra dagang,” jelas Dr. Suputa.

Ia menambahkan, berbagai metode pengendalian lalat buah juga terus dikembangkan, antara lain pemanfaatan umpan protein beracun, penggunaan perangkap Steiner trap untuk monitoring, tabung “pendama” untuk memerangkap lalat buah, serta wooden block yang dilengkapi atraktan dan pestisida. “Dengan umpan protein beracun, kami bisa menangkap hingga 36 ekor lalat buah betina per hari. Itu artinya sekitar 14.400 telur berpotensi merusak buah berhasil dicegah,” ungkapnya.

Selain itu, pengendalian populasi lalat buah juga diarahkan pada pemanfaatan musuh alami seperti semut rangrang dan parasitoid Fopius. Ke depan, Faperta UGM bersama BRIN juga berencana mengembangkan Teknik Serangga Mandul (TSM) berbasis teknologi nuklir sebagai metode ideal jangka panjang.

Para peneliti BRIN menekankan pentingnya penerapan standar fitosanitari untuk menjaga kesehatan tanaman dan mencegah penyebaran hama serta penyakit. Teknologi nuklir, khususnya iradiasi, dinilai memiliki peran besar dalam mendukung keamanan pangan dan daya saing produk hortikultura.

“Iradiasi pangan efektif membasmi serangga hingga ke fase larva tersembunyi, tidak meninggalkan residu, dan praktis karena dapat dilakukan pada produk yang sudah dikemas. Teknologi ini sangat mendukung keamanan pangan serta meningkatkan daya saing hortikultura Indonesia di pasar ekspor,” ujar Dr. Murni Indarwatmi.

Namun, tantangan lain adalah penerimaan masyarakat. Menurut Murni, sebagian masyarakat masih mengaitkan nuklir dengan peristiwa seperti Fukushima, Chernobyl, Hiroshima, atau Nagasaki. “Padahal iradiasi untuk pangan aman karena hanya menggunakan sinar dengan dosis kecil, sekitar 1 kilogray. Tidak ada residu pada buah atau produk segar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Ia menambahkan, edukasi publik sangat penting, mulai dari sekolah hingga masyarakat luas, agar pemahaman yang salah tentang nuklir dapat diluruskan. “Di banyak negara maju, teknologi nuklir untuk pangan sudah lazim digunakan karena efisien dan murah. Indonesia juga harus mengarah ke sana,” lanjutnya.

Ke depan, kegiatan ini juga akan melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), pejabat pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), petani, dan sekolah-sekolah. Harapannya, peningkatan kesadaran publik tentang teknologi pengendalian hama ramah lingkungan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

“Faperta UGM berterima kasih dan mengapresiasi BRIN yang berencana mengembangkan teknologi radiasi untuk salak pondoh di Sleman. Dengan kolaborasi ini, kita dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus, melakukan ekspor salak, serta mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat pertanian,” kata Prof. Dr. Subejo, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Faperta UGM.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Foto: Media Faperta

Faperta UGM Gelar Sosialisasi untuk Tingkatkan Manajemen, Kualitas Tanah dan Budidaya Kopi di Temanggung

berita Tuesday, 2 September 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung petani lokal melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, tim dosen dari Faperta UGM menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Peningkatan Kualitas Tanah dan Budidaya Kopi” yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas petani kopi dan pengurus Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Acara berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di RM “Aghniya”, Candiroto, Kabupaten Temanggung, dengan dihadiri para petani kopi, Administrator KPH Kedu Utara Maria Endah Ambarwati, serta tim pengabdi dari Faperta UGM yang terdiri dari Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., Dr. Imas Masithoh Devangsari, S.P., M.Sc., dan Dr. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., bersama mahasiswa Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis dan Magister Manajemen Agribisnis.

Dr. Hani Perwitasari membuka sesi materi dengan topik “Pencatatan dan Analisis Usaha Tani”. Ia menekankan pentingnya pendekatan bisnis dalam pertanian, agar petani mencatat semua biaya operasional dan pendapatan secara rinci, sehingga keuntungan dan kelayakan usaha dapat dihitung dengan tepat.

Selanjutnya Dr. Rizky Pasthika Kirana menyampaikan materi “Menjaga Produktivitas dan Kualitas untuk Generasi Berikutnya”. Paparan ini menekankan prinsip budidaya kopi berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada hasil saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha tani di masa depan.

Materi ketiga disampaikan oleh Dr. Imas Masithoh Devangsari, M.Sc. yang memperkenalkan teknik “Pengomposan dan Ember Tumpuk”. Inovasi ini memanfaatkan limbah organik menjadi kompos berkualitas sehingga petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus meningkatkan kualitas tanah. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab. Para petani kopi, antusias berdiskusi seputar perhitungan keuntungan dan kelayakan usaha tani kopi, strategi menghadapi fluktuasi harga pasar, aplikasi pupuk organik dan anorganik, peremajaan tanaman kopi, pilihan klon unggul, serta pencegahan hama dan penyakit pada tanaman kopi.

Tidak hanya teori, kegiatan juga dilengkapi praktik lapangan berupa perhitungan keuntungan, aplikasi jamur antagonis Trichoderma sebagai agen hayati pengendali penyakit, serta demonstrasi pembuatan kompos dengan bioaktivator menggunakan ember tumpuk.

Melalui pelatihan ini, Faperta UGM berharap petani kopi Temanggung semakin mandiri dalam mengelola kebun secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas tanah, sekaligus menjaga produktivitas kopi sebagai komoditas unggulan daerah. Pada akhirnya, ilmu yang dibagikan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani kopi.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga mendukung SDGs (Sustainable Development Goals), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UGM
Editor: Desi Utami
Foto: Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UGM

Fakultas Pertanian UGM Latih Warga Bergan Membuat Pupuk Hayati, Dorong Pertanian Berkelanjutan

berita Tuesday, 2 September 2025

Dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) mengadakan pelatihan pupuk hayati berbasis mikroba dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2025 di Pedukuhan Bergan, Kelurahan Wijirejo, Kabupaten Bantul. Program yang diketuai oleh Yumechris Amekan, S.Si., M.Biotech., Ph.D. sebagai Ketua Pelaksana dan mengangkat judul “Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati Berbasis Mikroba untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pangan Lokal di Pedukuhan Bergan, Kelurahan Wijirejo, Kabupaten Bantul”.

Program ini didukung oleh dosen Fakultas Pertanian lainnya, yaitu Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D., Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A., Susanti Mugi Lestari, S.P., M.Si., Ph.D., dan Dr. Adyatma Irawan Santosa, S.P., M.Sc., beserta beberapa mahasiswa departemen Mikrobiologi Pertanian yaitu Severinus Adrian Maitri, Najmaturrahma Baskoro, Tsania Putri Soflyna Azzahra, dan Praharsiwi Nisa Az Zahro. Para dosen bertindak sebagai pemateri utama, sementara mahasiswa membantu dalam persiapan teknis dan pelaksanaan kegiatan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu guna meningkatkan pemahaman petani mengenai alternatif pertanian ramah lingkungan sekaligus mendorong pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Program ini dilakukan sebagai respon atas permasalahan pertanian lokal, seperti tingginya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia dalam praktik bertani dan berkebun masyarakat. Harga pupuk yang kian mahal, ditambah dampak negatif seperti penurunan kesuburan tanah dan pencemaran lingkungan, merupakan persoalan nyata yang dihadapi petani. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi pembuatan dan perbanyakan pupuk hayati berbasis mikroba Bacillus sp. yang lebih sederhana dan ramah lingkungan.

Pelatihan dihadiri oleh sekitar 40 warga dari berbagai kalangan usia dan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari mahasiswa, praktisi pertanian, karang taruna, dan ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga). Kegiatan dibuka oleh perangkat dusun dan dilanjutkan dengan materi edukasi yang disampaikan oleh tim dari Faperta UGM menggunakan alat bantu presentasi serta distribusi folder berisi informasi lengkap tentang pelatihan. Salah satu momen penting dalam pelatihan ini adalah demonstrasi langsung pembuatan pupuk hayati. Selama sesi demonstrasi, peserta diajarkan langkah-langkah pembuatan pupuk hayati berbasis mikroba Bacillus sp. secara praktis dengan melibatkan partisipasi langsung dari peserta dalam proses pencampuran bahan.

Tingginya antusiasme warga terlihat dari harapan mayoritas peserta agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan pendampingan yang lebih intensif. Salah satu peserta, Friyatmoko, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kami sangat terbantu karena bisa belajar membuat pupuk sendiri. Harapannya bisa mengurangi biaya tani dan menjaga tanah tetap subur,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Yumechris Amekan menyampaikan bahwa kedepannya PKM harus mampu mengatasi masalah yang ada di masyarakat dengan solusi yang sederhana dan aplikatif. “Salah satunya caranya adalah dengan mengembangkan aplikasi atau teknologi sederhana yang telah dikaji di institusi, kemudian diaplikasikan secara langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan ilmu yang praktis serta solusi yang mudah dipahami untuk diterapkan oleh masyarakat. Sasaran penerapannya pun sebaiknya lebih luas, tidak hanya terbatas pada petani, tetapi juga kelompok lain seperti PKK yang memiliki pengalaman berkebun. Dengan begitu, inovasi yang ditawarkan tidak akan ditinggalkan karena dianggap terlalu rumit untuk dijalankan,” ujar Yumechris.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat, serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan melalui experiential learning. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kedepannya tim PKM Faperta UGM berencana untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan kelompok tani dan PKK di Dusun Bergan. Melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan Dusun Bergan dapat menjadi contoh desa mandiri pupuk hayati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendampingan lanjutan serta replikasi program ke dusun lain di Bantul juga menjadi target agar inovasi ini tidak berhenti hanya dalam satu kali kegiatan, tetapi benar-benar memberi dampak nyata.

Pelatihan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga mendukung program pemerintah terkait SDGs (Sustainable Development Goals), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Najmaturrahma Baskoro, Praharsiwi Nisa Az Zahro
Editor: Agrit Kirana Bunda
Dokumentasi: Tim PKM Faperta UGM

Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkenalkan Integrasi Pertanian Vertikultur dan Pengolahan Sampah Dalam Satu Instalasi Vertikultur di Borobudur.

berita Thursday, 21 August 2025

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM) Leksana Borobudur 2025 Periode II yang berlangsung pada 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Pada periode ini, Tim KKN-PPM Leksana Borobudur mengusung sejumlah program kerja dengan tema pemberdayaan UMKM dan Pariwisata. Adapun cabang dari program kerja tersebut turut memberdayakan aspek pertanian dan lingkungan demi mewujudkan lingkungan desa pariwisata yang lestari. Salah satu program utama berupa sosialisasi Integrasi Metode Komposting dengan Sistem Pertanian Vertikultur Tanaman untuk pengolahan Sampah Organik.

Program ini merupakan program kerja interdisipliner yang diusung oleh tiga mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik, yaitu  Rifqi Dwi Susanti (Agronomi, 2022), Aulia Safitri (Teknik Infrastruktur Lingkungan, 2022), dan Muhammad Rifqi (Teknik Sipil, 2022) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM). Tujuan kegiatan ini adalah mengenalkan teknik budidaya vertikultur sebagai metode pertanian yang hemat lahan, ramah lingkungan, serta memiliki nilai estetika untuk mendukung inisiasi agrowisata di Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur. Harapannya, pemahaman mengenai integrasi antara komposting dan vertikultur dapat mendorong warga menerapkan metode tersebut dan menambah daya tarik agrowisata ata wisata adiwiyata di Desa Wanurejo, khususnya di Dusun Gedongan.

Kegiatan Sosialisasi ini telah dilaksanakan pada Minggu, 13 Juli 2025 bertempat di Omah Kebon, Dusun Gedongan, Desa Wanurejo. Kegiatan Sosialisasi ini dihadiri oleh warga Dusun Gedongan dari kalangan petani, ibu rumah tangga, maupun warga masyarakat secara umum. Kegiatan dimulai dengan penjelasan metode pembuatan kompos (komposting) oleh Mahasiswa Teknik Infrastruktur Lingkungan, 2022, Aulia Safitri. Tim mencoba mengubah persepsi atau anggapan di masyarakat bahwa membuat pupuk kompos masih menjadi hal yang rumit dan perlu tenaga ekstra. Tim memsosialisasikan metode sederhana dalam pengolahan sampah domestik dengan membuat lubang biopori di pekarangan rumah, menumpuk sampah coklat (daun kering) dan sampah hijau (sayuran sisa dapur) menggunakan botol/galon bekas, serta mensosialisasikan tata cara pemanenannya.

Selanjutnya, tim KKN mulai memperkenalkan metode pertanian vertikultur oleh Mahasiswa Agronomi, 2022, Rifqi Dwi Susanti. Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan teknik penyusunan instalasi vertikultur, penggunaan media tanam alternatif, serta pemilihan komoditas hortikultura yang sesuai seperti sayuran daun dan tanaman hias konsumtif. Rifqi turut mendemokan penggunaan instalasi vertikultur yang dimaksud, yang dibuat dengan memanfaatkan ember bekas cat dan pipa PVC. Ember cat ditumpuk hingga 3 tingkatan sebagai tempat menanam yang akan diisi oleh benih dan media tanam. Bagian tengah setiap ember dilubangi sebesar diameter pipa PVC agar pipa PVC dapat terhububung kesetiap ember. Fungsi dari popa PVC sebagai tempat komposting yang didesain memiliki lubang-lubang kecil agar dapat menyalurkan kompos ke dalam media tanam. sementara mahasiswa dari Teknik Sipil, 2022, Muhammad Rifqi turut memperkenalkan tata cara pembuatan alat instalasi dengan menjelaskan alat dan bahan yang digunakan, serta estimasi waktu pembuatan instalasi tersebut.

Program sosialisasi dan demo instalasi vertikultur ini disambut dengan penuh antusias oleh warga. “Kami sangat senang dikenalkan cara menanam vertikultur karena bisa dilakukan di pekarangan rumah yang terbatas,” ujar Bapak Surowo, salah satu peserta. Warga yang sebelumnya belum mengetahui adanya sistem integrasi antara vertikultur dan kompos mulai aktif bertanya dalam sesi diskusi. Salah satu peserta menanyakan tata cara memanen kompos dalam model instalasi tersebut, kemudian dijawab oleh Rifqi “Cara memanen komposnya ada 2 cara, Bapak-Ibu. Bisa dari atas dengan membuka tutup pipa PVC, maupun dari bawah dengan sedikit mengangkat ember vertikulturnya”.

Diharapkan, melalui program ini, masyarakat Dusun Gedongan dapat mengembangkan teknik vertikultur secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung tercapainya beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8:Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.

 

Penulis: Rifqi Dwi Susanti
Editor: Desi Utami

 

Inovasi Pertanian dari Desa: KKN UGM Moro Donorojo Dorong Transformasi Ekonomi Gedompol

berita Thursday, 21 August 2025

Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dilaksanakan di Dusun Cabe, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, menghadirkan berbagai inovasi pertanian berbasis potensi lokal. Di bawah bimbingan Dr. Firdausi Nur Azizah, S.P., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa Tim KKN-PPM UGM Moro Donorjo mengusung tema “Transformasi Ekonomi melalui Sinergi Mata Pencaharian Lokal oleh Masyarakat dan BUMDes demi Membangun Ekowisata”.

Fahreza Reybima Daffa, mahasiswa program studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian UGM merancang sejumlah kegiatan pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan petani di Dusun Cabe. Ia menggagas edukasi dan pelatihan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk membantu petani menentukan dosis pupuk secara tepat, memperkenalkan inovasi pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit singkong sebagai solusi pemanfaatan hasil samping pertanian, serta menginisiasi pembuatan pestisida nabati berbahan daun pepaya guna mengendalikan hama pada tanaman kacang tanah. Rangkaian pelatihan tersebut dilaksanakan pada 24 dan 29 Juli 2025, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Melalui program-program ini, Fahreza berharap petani tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga semakin mandiri dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Namun, pelaksanaan program tidak terlepas dari tantangan. Kendala utama yang dihadapi tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo adalah keterbatasan jaringan telekomunikasi yang menyulitkan komunikasi dan penyebaran informasi melalui media digital. Selain itu, jarak desa yang cukup jauh dari pasar membuat ketersediaan bahan baku tidak selalu terjamin. Infrastruktur penerangan jalan yang masih minim juga menjadi hambatan bagi pelaksanaan kegiatan malam hari.

Meski demikian, program-program yang dijalankan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman saat sosialisasi berlangsung. Potensi lokal seperti kulit singkong dan daun pepaya yang mudah dijumpai di Gedompol menjadi daya tarik tersendiri. Dukungan perangkat desa turut memperlancar kegiatan dengan menyediakan fasilitas serta menciptakan suasana kondusif.

Sebagai penutup, Fahreza menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program yang telah dijalankan. “Ke depan, kami berharap perangkat desa, kelompok tani, dan lembaga penyuluhan pertanian dapat terus melanjutkan serta mengembangkan program yang telah dirintis. Pendampingan berkelanjutan sangat dibutuhkan, terutama dalam pemanfaatan hasil uji tanah sebagai dasar pemupukan, serta keberlanjutan inovasi POC kulit singkong dan pestisida nabati daun pepaya. Dengan sinergi yang kuat, Desa Gedompol berpotensi menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis inovasi lokal yang mendukung ekowisata dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Program KKN ini tidak hanya menghadirkan inovasi pertanian, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) antara lain SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Darat, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

Penulis: Fahreza Reybima Daffa, Agrit Kirana Bunda

Editor: Desi Utami

Foto: Tim KKN-PPM UGM Moro Donorojo 2025

Menuju UMKM Zero Waste di Lembar Selatan, KKN-PPM UGM Lembaran Kisah Melakukan Pengelolaan Limbah Pengolahan Rajungan dengan Memanfaatkan Cangkang menjadi Tepung.

berita Wednesday, 20 August 2025

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Lembaran Kisah 2025 Periode II melaksanakan kegiatan di Desa Lembar dan Lembar Selatan, Kec. Lembar, Kab. Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kedua wilayah tersebut dipilih karena lokasinya yang strategis menjadi gerbang pintu masuk Lombok serta potensi yang dimiliki sangatlah mumpuni untuk dikembangkan lebih lanjut. Samuel Kristo, mahasiswa Prodi Akuakultur Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada melaksanakan KKN-PPM di Desa Lembar Selatan dengan membawakan program Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Rajungan menjadi Tepung sebagai Bahan Pakan yang berlangsung selama masa KKN mulai tanggal 23 Juni hingga 8 Agustus 2025. Program tersebut memberikan pengetahuan mengenai produk turunan lainnya yang didapat dari rajungan serta meminimalisir adanya pembuangan limbah cangkang yang terkadang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Desa Lembar Selatan merupakan desa pesisir yang berdekatan dengan gerbang pintu masuk Pulau Lombok yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Mas sehingga desa tersebut memiliki kondisi geografis kawasan pesisir. Kondisi geografis tersebutlah yang membuat desa ini memiliki banyak potensi seperti kawasan mangrovenya yang luas sehingga komoditas perikanannya yang melimpah salah satunya rajungan. Rajungan di Desa Lembar Selatan diolah menjadi produk kerupuk rajungan dan daging frozen yang dikirim langsung ke pabrikan, namun dibalik pengolahan tersebut masih terdapat limbah yang tidak terolah dengan baik yaitu cangkang rajungan.

“Program yang dibawakan teman-teman KKN UGM memberikan pengetahuan baru bagi kami terutama dalam pengolahan limbah cangkang rajungan serta pemanfaatannya menjadi bahan campuran untuk pakan ayam. Harapan kami melalui program tersebut agar dapat kami kembangkan lebih lagi menjadi bahan baku pangan sehingga kami ingin tetap menjalin komunikasi selalu bersama mahasiswa UGM guna mendampingi lebih lanjut mengenai pemanfaatan tepung cangkang rajungan” ujar Husniadi Gupan yang merupakan pelaku UMKM rajungan husaeni food di Desa Lembar Selatan.

Cangkang kepiting memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, kandungan tersebut bermanfaat untuk pertumbuhan serta penguatan tulang bagi makhluk hidup sehingga pemanfaatannya memiliki potensi yang tinggi. Proses pembuatan cangkang kepiting diawali pada pencucian, pengeringan menggunakan oven, pencacahan, penghalusan, penyaringan hingga pengemasan. Pemanfaatan tersebut memberikan pengetahuan serta solusi baru bagi pelaku UMKM rajungan milik masyarakat Desa Lembar Selatan yaitu Husaeni Food dalam mengolah limbah cangkang, adanya program tersebut diharapkan menjadi inovasi baru yang dalam melakukan pengelolaan limbah sehingga terciptanya UMKM Zero Waste.

“Program ini sangat inovatif karena memanfaatkan limbah hasil pengolahan rajungan, namun dalam pengembangan nantinya perlu diteliti lebih lanjut agar pembuatannya lebih efisien dan efektif “ ujar Della selaku teman Tim KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 yang ikut andil dalam program.

Program KKN-PPM UGM Lembaran Kisah 2025 Periode II menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Harapan kami melalui program ini kiranya dapat menyelesaikan permasalahan limbah cangkang rajungan di Desa Lembar Selatan serta membuka peluang UMKM baru bagi masyarakat untuk menjadikannya sebagai produk-produk.

 

Penulis : Samuel Kristo
Editor: Desi Utami

 

 

Pengabdian Masyarakat FAPERTA UGM: Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi Produktif di Panti Asuhan Imogiri

berita Wednesday, 20 August 2025

Inovasi kecil yang mampu membawa perubahan besar, baru-baru ini Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Imogiri, Bantul tepatnya di Panti Asuhan Al-Dzikro. Program ini mengangkat tema terkait “Optimalisasi Fermentasi Duckweed untuk Pakan Ikan dan Ternak sebagai Solusi Ekonomi di Panti Asuhan Imogiri”. Tujuan pelaksanaan program ini yaitu untuk mendorong kemandirian ekonomi panti asuhan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Tim akademisi dan peneliti yang dipimpin oleh ibu Desi Utami, S.P., M.Env.Sc., Ph.D. bersama dosen ahli lain serta mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Pertanian. Program pengabdian masyarakat ini telah berlangsung mulai 26 Juli 2025.

Program ini hadir untuk memanfaatkan keberlimpahan sumber daya alam dan potensi yang ada menjadi peluang nyata. Melalui serangkaian pengabdian masyarakat, anak-anak panti Asuhan Al Dzikro diajak untuk mengenal, membudidayakan, dan pengenalan pakan berbahan dasar fermentasi duckweed yang memiliki nutrisi baik untuk pertumbuhan ikan dan ternak. Anak-anak panti Asuhan Al-Dzikro juga diperkenalkan lebih dekat dengan UGM melalui kisah dan pengalaman mahasiswanya. Melalui kegiatan ini harapannya mampu menyalakan semangat belajar dan menumbuhkan motivasi anak-anak untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Inovasi fermentasi duckweed menjadi alternatif pakan ternak dan ikan tidak hanya meningkatkan kualitas pakan dan memperkuat kemandirian pangan, tetapi mampu membuka peluang usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya sebatas pengenalan teknologi maupun inovasi namun mampu meningkatkan kepercayaan diri, rasa kemandirian, dan semangat wirausaha bagi anak-anak panti asuhan. Melalui kolam kecil dan tumbuhan mungil, lahirlah harapan besar bahwa sumber daya lokal mampu menjadi jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi yang kuat oleh tim akademisi, ahli peneliti, dan mahasiswa/i dari Faperta UGM pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, menumbuhkan semangat wirausaha, memupuk kemandirian pangan, dan memperkuat peran panti asuhan sebagai agen perubahan ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UGM turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa KemiskinanSDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Padia Desi Rahmawati
Editor: Agrit Kirana Bunda

Wujudkan Program Kampung Iklim, Mahasiswa KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian Perkenalkan Pembuatan POC POKA pada Warga Margakaca, Lampung Selatan

berita Wednesday, 20 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Bertajuk Natarian periode II tahun 2025 telah berhasil menyelesaikan program pengabdian warga di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Tim ini melibatkan mahasiswa yang terbagi ke dalam lima subunit, salah satunya bertugas di Dusun Margakaca. Dusun Margakaca dipilih karena memiliki potensi sekaligus tantangan lingkungan yang relevan untuk diatasi melalui penerapan Program Kampung Iklim (ProKlim), sebuah inisiatif nasional yang mendorong keterlibatan warga dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Program kerja ini berlangsung pada tanggal 20 Juni hingga 8 Agustus 2025 dan berfokus pada pembangunan ProKlim yang berkelanjutan. Salah satu poin penting dalam pelaksanaan ProKlim adalah pengelolaan limbah, terutama limbah organik rumah tangga yang sering kali menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.

Maharani Rahma Suci, mahasiswi Program Studi Ilmu Tanah angkatan 2022 Fakultas Pertanian UGM, bersama dengan anggota sub-unit Dusun Margakaca secara khusus menaruh perhatian pada pengelolaan limbah organik rumah tangga. Mereka berupaya mengedukasi warga tentang pemilahan sampah, pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC), serta penerapan metode pengelolaan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Upaya ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban sampah yang berakhir di lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap praktik ramah lingkungan yang mendukung pencapaian target ProKlim secara menyeluruh.

Program kerja berjudul “POKA: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Organik Rumah Tangga” merupakan salah satu program kerja unggulan untuk mewujudkan ProKlim. POKA adalah pupuk organik cair yang berasal dari limbah organik rumah tangga dan dibuat menggunakan metode ember tumpuk. Kegiatan ini dilaksanakan setelah tim ini melaksanakan berbagai tahapan pelaksanaan program seperti koordinasi dengan pihak Dusun Margakaca, survei kebiasaan warga dalam pengelolaan limbah rumah tangga, studi literatur, hingga pelaksanaan program POKA. Pelaksanaan program ini dilaksanakan selama 4 hari dari Jumat 18 Juli 2025 hingga Senin, 21 Juli 2025 pada empat RT Dusun Margakaca. Kegiatan ini menghadirkan 15 hingga 30 warga pada masing-masing RT Dusun Margakaca.

“Melalui program KKN ini, kami memperkenalkan pembuatan POKA sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah rumah tangga di Dusun Margakaca,” ujar Maharani. Ia menambahkan, “Kini warga sudah mulai bisa memproduksi pupuk organik cair secara mandiri yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam di pekarangan rumah. Harapannya, ke depan setiap rumah di Dusun Margakaca dapat memproduksi POKA sendiri.”

Warga Dusun Margakaca yang mengikuti kegiatan ini tak sekadar menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POKA). Antusiasme mereka terlihat dari partisipasi dalam sesi tanya jawab, yang menunjukkan ketertarikan dan kepedulian tinggi terhadap pengelolaan sampah organik secara mandiri.

“Secara pribadi, saya merasa POKA sangat membantu dalam mengurangi sampah organik rumah tangga. Kalau sebelumnya sampah hanya dibakar tanpa dimanfaatkan, sekarang justru bisa memberikan manfaat tambahan. Selain volume sampah berkurang, kami juga bisa memperoleh POC dari hasil pengelolaan tersebut. Menurut saya, akan sangat baik jika setiap rumah bisa memproduksi POKA seperti ini,” jelas Ibu Herna Suhartin, warga Dusun Margakaca.

Di sisi lain, anggota tim sub-unit Dusun Margakaca terjun langsung untuk membuat kelas pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada pengelolaan limbah seperti kelas Pilah Sampah, aplikasi pemupukan, hingga pembuatan HORTIVERTI sebagai wadah budidaya tanaman hortikultura di lahan vertikal. Melalui program ini, Maharani bersama timnya berharap dapat membawa dampak dan kontribusi positif yang berkelanjutan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Program KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 menjadi bukti nyata dari komitmen untuk memenuhi target pencapaian 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dengan demikian, tim KKN-PPM Bertajuk Natarian 2025 berharap agar upaya ini dapat menjadi langkah nyata perwujudan ProKlim dan berkelanjutan.

 

Penulis: Maharani Rahma Suci

Editor: Desi Utami

Foto: Maharani Rahma Suci

 

 

KKN-PPM Semerbak Banyuwangi Kenalkan Pupuk Hayati Mikoriza untuk Pertanian Jagung Berkelanjutan di Desa Tegalsari, Banyuwangi

berita Thursday, 14 August 2025

Tim KKN-PPM UGM Semerbak Banyuwangi sukses memperkenalkan pupuk hayati mikoriza kepada Kelompok Tani Kumojoyo di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Program kerja bertajuk Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Tanaman Jagung ini diprakarsai oleh Rr. Angelicha Larasati Chandra Diningrat, mahasiswi Mikrobiologi Pertanian angkatan 2022. Program dilaksanakan dari tanggal 30 Juni hingga 12 Juli 2025 sebagai bentuk respons atas keluhan petani terhadap penurunan produktivitas tanaman jagung akibat penyakit yang ditimbulkan oleh jamur patogen.

Tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi melaksanakan kegiatan sosialisasi pupuk hayati mikoriza di rumah Ketua RW 03 bertepatan dengan pertemuan rutin Kelompok Tani Kumojoyo. Dalam sesi tersebut, dijelaskan tentang simbiosis Jamur Mikoriza Arbuskular dengan tanaman jagung beserta manfaatnya dalam membantu penyerapan unsur hara, memperluas jangkauan akar, dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit maupun cekaman kekeringan. Para petani yang hadir mengikuti sesi diskusi dan memperoleh pengetahuan mengenai aplikasi pupuk hayati mikoriza guna mendukung produktivitas tanaman jagung.

Salah satu petani, Pak Setiawidi, menyambut baik program ini. “Pada akhir pekan saya akan menanam jagung dan ingin mengaplikasikan langsung pupuk hayati mikoriza,” ujarnya antusias. Respon ini menunjukkan minat petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Tim membawa pupuk hayati mikoriza “Zakti” yang diproduksi oleh PT Biotek Cipta Kreasi. Petani dibimbing untuk mengaplikasikan pupuk hayati mikoriza sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan. Sebanyak 6 gram Zakti ditaburkan pada 2 kg benih jagung dan dicampur hingga merata. Petani bersama tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi kemudian menanam benih tersebut pada lahan jagung seluas 1800 m2. Tim juga menghibahkan Zakti ke petani Jagung Dusun Mojoroto. Melalui kegiatan aplikasi pupuk hayati mikoriza, diharapkan petani dapat menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan dan produktivitas tanaman jagung meningkat.

Di bawah bimbingan Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Program KKN-PPM “Semerbak Banyuwangi” menjadi bukti nyata dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya pada tujuan SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan.

Kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi Tim KKN-PPM Semerbak Banyuwangi. “Senang sekali bisa mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan. Kami dapat terjun langsung membantu petani dalam mempersiapkan benih dan menanam jagung. Sungguh pengalaman yang berharga bisa belajar dari petani dan alam Desa Tegalsari,” ungkap Angelicha, mahasiswi Fakultas Pertanian UGM.

 

Penulis: Rr. Angelicha Larasati Chandra Diningrat

Editor: Agrit Kirana Bunda

Foto: Dokumentasi Tim KKN-PPM UGM Semerbak Banyuwangi, 2025

 

 

 

KKN-PPM UGM Melukis Pakis Dorong Pengelolaan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan di Magelang

berita Thursday, 14 August 2025


Tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) Melukis Pakis melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ketundan dan Desa Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Hasil Lahan Pertanian Terpadu Berbasis Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Pemberdayaan Desa Cerdas serta Peningkatan Kesadaran terhadap Risiko Penyakit Gigi dan Mulut pada Masyarakat Desa Ketundan dan Kragilan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Budi Rodestawati, S.Kp.G., M.P.H.

Surya Adetya (Ilmu Tanah 2022), salah satu anggota Tim KKN Melukis Pakis sekaligus mahasiswa Fakultas Pertanian UGM (Faperta UGM) menggas dua program kerja yakni “Workshop Pemanfaatan Maggot BSF sebagai Biokonverter Sampah Organik Rumah Tangga dan Sayuran” serta “Workshop Pembuatan Galon Komposter untuk Produksi Pupuk Organik Cair sebagai Solusi Penanganan pH Tanah Masam” yang dilaksanakan pada Kamis, 10 Juli 2025 serta Kamis, 25 Juli 2025. Sasaran program ini adalah petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta umum masyarakat Dusun Gerotan.

Menurut Surya Adetya, pengelolaan limbah organik di wilayah ini masih mengalami beberapa tantangan seperti minimnya kesadaran masyarakat terhadap nilai ekonomis limbah. “Beberapa warga masih belum terbiasa memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, sehingga perlu pendekatan persuasif dan contoh nyata agar mau mencoba. Keterbatasan waktu KKN juga menjadi tantangan dalam memastikan penerapan teknologi berjalan konsisten di masyarakat.” jelasnya.

Selama workshop berlangsung, masyarakat Dusun Gerotan menunjukkan minat tinggi untuk mengikuti kegiatan, terutama karena materi yang diajarkan langsung bermanfaat bagi usaha pertanian mereka. Beberapa warga aktif bertanya dan mencoba langsung selama praktik pembuatan maggot BSF maupun galon komposter.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat Dusun Gerotan dapat terus menerapkan teknologi pengelolaan limbah organik secara mandiri, mengembangkan produk pupuk organik cair, dan membagikan pengetahuan ini kepada warga lain. Semoga praktik ini dapat membantu menekan biaya pupuk, meningkatkan kesuburan tanah, dan menjaga lingkungan desa tetap bersih,” terang Surya Adetya.

Program ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 15: Ekosistem Daratan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Surya Adetya, Agrit Kirana Bunda
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: KKN-PPM UGM Melukis Pakis

123456…13

BERITA FAKULTAS

  • Fakultas Pertanian UGM Sambut Delegasi Mahasiswa Yamagata University
    27/02/2026
  • Perkuat Sektor Marikultur, Fakultas Pertanian UGM dan Woogene B&G Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pengembangan Vaksin Ikan
    27/02/2026
  • Rayakan Kelulusan, Faperta UGM Lepas Wisudawan Terbaik yang Tangguh dan Berdedikasi
    25/02/2026
  • Tuntaskan Studi dalam 3,4 Tahun: Trio Wisudawan Proteksi Tanaman Faperta UGM Cetak Rekor Tercepat
    25/02/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Selenggarakan Purnawisuda Sarjana Periode II TA 2025/2026
    25/02/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju