• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
    • Profil Dosen
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Laporan Tahunan
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Kemitraan Faperta UGM x Indomaret Dorong Ekonomi Petani Milenial melalui Budidaya Pepaya Callina

berita Tuesday, 6 January 2026

Tim pendamping lapangan Program Kemitraan Penanaman Pepaya Callina (California) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) melakukan evaluasi akhir tahun pada 24 Desember 2025 untuk meninjau perkembangan budidaya sekaligus menilai capaian program yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun.

Kunjungan yang dipimpin oleh Dody Kastono, S.P., M.P. (Dosen Budidaya Pertanian) menunjukkan bahwa tanaman Pepaya Callina tersebut telah berusia enam bulan dan memasuki fase panen dengan kebutuhan input produksi yang terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, Dody memaparkan potensi ekonomi Pepaya Callina, yaitu dalam satu siklus panen sekitar 19 bulan, dengan frekuensi panen mingguan dan bobot rata-rata 1 kg per buah, petani berpeluang memperoleh pendapatan hingga Rp3 juta per minggu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kemitraan tidak dapat diukur hanya dalam satu tahun, melainkan membutuhkan proses, pendampingan berkelanjutan, dan komitmen semua pihak.

Menurut Nurhayadi, petani mitra dari Sleman, pengeluaran usaha taninya kini telah tertutup sekitar 80 persen. Budidaya Pepaya Callina menjadi pengalaman baru baginya setelah dua kali gagal menanam cabai. Ia menekankan penggunaan pupuk organik sebagai input utama.

Hal tersebut sejalan dengan penjelasan Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. (Dosen Departemen Tanah) yang menegaskan bahwa nutrisi dari pupuk organik mampu mendukung fase generatif tanaman. Selain itu, Andi Syahid Muttaqin, S.Si., M.Si., Ph.D. (Dosen Departemen Tanah) menambahkan bahwa kondisi agroklimat lokasi sangat sesuai, terutama dari aspek curah hujan, suhu, dan ketersediaan air.

Dari sisi perlindungan tanaman, Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) menjelaskan bahwa tingkat serangan hama relatif rendah pada lahan mitra yang menerapkan sanitasi, pemantauan rutin, dan pengendalian terpadu. Meski demikian, kepatuhan terhadap standar budidaya masih perlu ditingkatkan.

Sugeng, mitra sekaligus pengurus Petani Milenial Sleman, mengungkapkan pengalaman dalam pembinaan petani dan koordinasi program. Ia menambahkan, pada usia 6 bulan 2 minggu, Pepaya Callina telah menghasilkan empat kali panen dengan total 2,6 kuintal berkat penggunaan pupuk organik yang tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian) menekankan peluang kemitraan masih terbuka melalui dukungan akses pasar kolektif Petani Milenial Sleman dan Indomaret dengan pendampingan dan komunikasi yang seimbang.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM menegaskan komitmennya dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan serta memperkuat pendampingan akademik kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Wujud kemitraan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah
Editor: Desi Utami

Dokumentasi: Dyah Woro Untari

Penelitian Faperta UGM Kaji Pemanfaatan Streptomyces spp. untuk Pengendalian Patogen Tanaman

Uncategorized Wednesday, 31 December 2025

Tim peneliti dari Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Pemanfaatan Streptomyces spp. untuk Pengendalian Patogen Tanaman”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Siti Subandiyah, M.Agr.Sc. selaku Ketua Peneliti, melibatkan empat mahasiswa program Sarjana (S1) dengan Hibah Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa 2025, 1 mahasiswa S2 fastreck 2024, serta kerjasama melalui magang riset 2 mahasiswa S3 dan 1 mhs S2 dari Dept. Micobiology and Biotechnology Helsinki University 2023 di Dept. HPT UGM. Penelitian dengan hibah kerjasama dosen dan mahasiswa 2025 berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak 28 Februari hingga 23 November 2025, dan dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi dan Mikologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian UGM.

Streptomyces dikenal sebagai salah satu agen biokontrol potensial dalam pengendalian penyakit tanaman karena kemampuannya menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang bersifat antagonis terhadap patogen. Namun demikian, kelompok bakteri ini juga diketahui dapat membawa antibiotic resistance genes (ARGs) yang berpotensi berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba di lingkungan pertanian. Kondisi tersebut semakin relevan mengingat penggunaan pupuk organik berbasis kotoran ternak berpotensi mempercepat akumulasi ARGs serta terjadinya transfer gen horizontal di ekosistem pertanian.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sejumlah 39 isolat Streptomyces spp. yang berasal dari berbagai sumber dalam menekan pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum f. sp. cubense Tropical Race 4 (TR4) penyebab penyakit layu pisang secara in vitro dengan 5 isolat diantaranya sudah diuji bersifat antagonis terhadap Ganoderma boninense patogen busuk pangkal batang kelapa sawit. Lebih lanjut dilakukan juga deteksi terhadap tujuh ARGs menggunakan metode multiplex PCR (mPCR) pada isolat yang berasal dari pupuk kotoran ternak. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi isolat yang memiliki ARGs unik sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang lebih aman dan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat isolat Streptomyces yang mampu menghambat pertumbuhan Foc TR4 secara in vitro. Meski demikian, dua isolat dari 5 isolat yang bersifat antagonis terhadap G. boninense  yaitu P-NI3 dan P-I2, diketahui memiliki kekerabatan dekat dengan Streptomyces collinus strain L2 dan Streptomyces broussonetiae strain T44. Deteksi molekuler menunjukkan bahwa primer StrepPNI3-F dan StrepPNI3-R berhasil mendeteksi isolat P-NI3 dengan amplikon berukuran 650 bp, sedangkan primer StrepPI2-F dan StrepPI2-R mampu mendeteksi isolat P-I2 dengan amplikon 221 bp.

Lebih lanjut, hasil deteksi ARGs mengungkapkan bahwa seluruh isolat mengandung lebih dari satu gen resistensi antibiotik, yang mengindikasikan adanya sifat multi drug resistance (MDR). Analisis filogenetik menunjukkan bahwa isolat WTP-1 berkerabat paling dekat dengan Streptomyces sp. WAC00288, sedangkan isolat WTP-6 memiliki kedekatan genetik dengan Streptomyces sp. Sudan B70. Temuan ini menjadi catatan penting dalam pengembangan agen biokontrol berbasis mikroba agar tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan dan kesehatan.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang perlindungan tanaman yang berbasis sains, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pengendalian penyakit tanaman yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman dari risiko penyebaran resistensi antimikroba di sektor pertanian.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Penelitian Faperta UGM Ungkap Peran Biochar dan Kompos dalam Meningkatkan Ketersediaan Fosfor pada Jagung Manis di Tanah Andisol

berita Monday, 29 December 2025

Tim peneliti Departemen Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian berjudul “Pengaruh Biochar–Kompos terhadap Jerapan Isoterm serta Pelepasan Fosfat pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays) di Andisol, Ngablak, Jawa Tengah”. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.P., M.Sc. selaku Ketua Tim Peneliti, dengan melibatkan 10 anggota peneliti, yang terdiri atas empat mahasiswa Magister (S2) dan enam mahasiswa Sarjana (S1). Penelitian berlangsung selama delapan bulan, terhitung sejak 25 Maret hingga 25 November 2025, dan berlokasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Penelitian ini dilaksanakan pada jenis tanah Andisol, yang dikenal memiliki permasalahan utama berupa rendahnya ketersediaan unsur fosfor (P). Kondisi tersebut disebabkan oleh kuatnya ikatan fosfat dengan mineral nonkristalin, seperti allophane, imogolite, ferrihydrate, serta aluminium dan besi amorf, sehingga fosfor sulit tersedia bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan sifat tanah melalui penambahan amelioran, seperti biochar, kompos, dan silika, untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara P.

Lahan penelitian merupakan bekas lahan pertanian intensif yang sebelumnya telah diaplikasikan biochar. Pembuatan biochar dilakukan di Kebun Tridharma Banguntapan, Fakultas Pertanian UGM, sedangkan analisis laboratorium dilaksanakan di Laboratorium Departemen Tanah, Fakultas Pertanian UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola jerapan dan pelepasan fosfat, serta perubahan sifat tanah yang memengaruhi dinamika unsur P dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis di tanah Andisol.

Penanaman jagung manis dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) tiga faktor, yang menghasilkan 12 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Faktor pertama berupa aplikasi biochar (0 ton/ha dan 10 ton/ha), faktor kedua kompos (0 ton/ha dan 5 ton/ha), serta faktor ketiga silika (0 kg/ha, 1 kg/ha, dan 2 kg/ha).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Biochar 10 ton/ha, Kompos 5 ton/ha, dan Silika 2 kg/ha memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai sifat tanah dan tanaman, antara lain pH H₂O, kandungan C-organik, P-tersedia, retensi fosfat, asam fulvat, dan kandungan silika tanah. Selain itu, perlakuan tersebut juga berdampak nyata terhadap diameter batang, biomassa tanaman, kadar fosfor, serta serapan fosfor tanaman jagung manis.

Lebih lanjut, penelitian ini mengungkap bahwa aplikasi biochar, kompos, dan silika secara sinergis mampu menurunkan jerapan fosfat dan meningkatkan pelepasan P, sehingga unsur hara tersebut menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Temuan ini menunjukkan potensi besar penggunaan amelioran organik dan mineral sebagai strategi pengelolaan tanah Andisol yang berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Melalui penelitian ini, Faperta UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan rekomendasi praktis dalam pengelolaan tanah marginal, khususnya Andisol, guna mendukung peningkatan produksi jagung manis secara berkelanjutan serta ramah lingkungan.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bibit Kakao Berkelanjutan melalui Kunjungan Bersama Tim Fuji Oil Jepang dan Yayasan Bhumitara di Sulawesi

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Yayasan Bhumitara dan Tim Fuji Oil Co., Ltd. Jepang melakukan kunjungan kerja ke UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Taripa dan Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., dosen Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, serta perwakilan Yayasan Bhumitara, yakni Rahmat Adeputra, S.T., Mohammad Ramadhan, dan Fachri Anas Abduh, S.Pt. Turut hadir pula mitra internasional dari perusahaan kakao global asal Jepang, Fuji Oil Co., Ltd., yang dikenal sebagai salah satu perusahaan bahan baku cokelat terbesar ketiga di dunia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan perkebunan kakao yang berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Agenda kunjungan bertujuan untuk menindaklanjuti kerjasama antara Yayasan Bhumitara, Fuji Oil, dan Universitas Gadjah Mada dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam pengembangan teknik produksi bibit kakao yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida sebagai bagian dari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, rombongan disambut langsung oleh Kepala UPT BPTP, Haikal Toramai, S.P., M.T., didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Dahria, S.H., M.Si., beserta jajaran staf. Pertemuan yang berlangsung di Kantor UPT BPTP membahas berbagai strategi penguatan sistem perbenihan tanaman perkebunan dengan fokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Diskusi menyoroti pemanfaatan biofungisida dan bioinsektisida sebagai alternatif pengendalian yang berkelanjutan, sekaligus upaya meningkatkan mutu bibit tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, Faperta UGM berperan aktif melalui pendekatan berbasis riset dan keilmuan untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Sumber Benih (KSB) UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan di Desa Labuan Panimba, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Pada kesempatan tersebut, para pihak melakukan survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida pada tanaman kakao sebagai tahap awal penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang berorientasi pada keberlanjutan serta peningkatan kualitas bibit perkebunan.

Selain aspek teknis, kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, mitra internasional, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan sektor perkebunan serta peningkatan kapasitas petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses alih pengetahuan dan teknologi dapat berjalan lebih efektif sehingga petani mampu mengadopsi praktik budidaya kakao yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan perkebunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kerja sama dengan Yayasan Bhumitara dan Fuji Oil Jepang menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendukung penguatan sistem perbenihan kakao di Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Kaji Strategi Pengembangan Agroforestri Kopi untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Temanggung

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian hibah bertajuk “Strategi Pengembangan Implementasi Agroforestri Petani Masyarakat Hutan di Perhutani KPH Kedu Utara” sebagai upaya mendukung pengelolaan lahan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., dengan melibatkan lima orang mahasiswa Program Sarjana (S1), dan dilaksanakan selama delapan bulan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika ekspansi lahan agroforestri kopi di wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, khususnya Kecamatan Jumo. Agroforestri kopi dipandang sebagai sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dan pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas, keterbatasan pengetahuan petani, serta lemahnya kelembagaan pendukung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dari 120 petani responden melalui wawancara berbasis kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik, dilengkapi dengan model probit untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan ekspansi lahan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agroforestri yang berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luasan lahan kopi agroforestri yang signifikan, yaitu sebesar 39 persen, dari 601,22 hektar pada tahun 2015 menjadi 838,12 hektar pada tahun 2023. Keputusan petani untuk melakukan ekspansi lahan dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pendapatan usahatani, serta frekuensi penyuluhan yang diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya peran edukasi dan pendampingan dalam mendorong praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan agroforestri kopi di KPH Kedu Utara berada pada kuadran Strengths–Opportunities. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi tanaman, pelatihan inovasi budidaya, integrasi sistem lokal seperti sasi, pemberian bantuan input pertanian, serta pengembangan diversifikasi dan akses pemasaran. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.

Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi Perhutani, petani masyarakat hutan, serta pemerintah daerah dalam mengoptimalkan agroforestri sebagai model pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis riset, agroforestri kopi berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan konservasi hutan secara simultan.

Kegiatan penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Fakultas Pertanian UGM Meriahkan Nitilaku UGM 2025 melalui Kirab Budaya Bertema Smart Eco Bioproduction

berita Friday, 19 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada, pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus sarana refleksi peran UGM dalam mendukung keberlanjutan bangsa dan lingkungan.

Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 diprakarsai oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) dengan mengusung tema besar “Ruwat–Rawat Kebangsaan”. Kegiatan ini diikuti oleh 51 kontingen yang melibatkan sekitar 1.800 peserta, terdiri atas perwakilan fakultas dan sekolah di lingkungan UGM, KAGAMA dari berbagai daerah, serta komunitas hobi. Rute kirab dimulai dari Gerbang Boulevard UGM dan berakhir di Halaman Balairung UGM.

Pada kirab tahun ini, Fakultas Pertanian UGM mengusung tema “Smart Eco Bioproduction” yang merepresentasikan komitmen fakultas dalam mendorong sistem pertanian cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kontingen Faperta UGM melibatkan unsur pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa internasional AIMS (ASEAN International Mobility for Students).

Barisan kontingen Faperta UGM diawali dengan Spanduk Nitilaku, dilanjutkan dengan penampilan Maskot Dewi Sri yang diperankan oleh Cantika sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan pertanian, serta Maskot Fakultas Pertanian “Perta Riki” yang memperkuat identitas fakultas. Jajaran pimpinan fakultas yang terdiri atas Dekan dan para Wakil Dekan turut hadir dalam barisan Dekanat sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kegiatan budaya universitas.

Mahasiswa AIMS Fakultas Pertanian UGM, baik putra maupun putri, tampil sebagai representasi petani muda global dengan mengenakan caping bertuliskan Smart Eco Bioproduction serta membawa berbagai produk inovasi Fakultas Pertanian UGM, antara lain Gamagora, Vaksin ViVac+, Melon F1 Hibrida Premium, Desa Apps, My Salak, dan I-Traps. Kehadiran mahasiswa internasional dari Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam mencerminkan peran aktif Faperta UGM dalam pengembangan pertanian di tingkat global.

Sementara itu, petani putra dari unsur dosen dan tenaga kependidikan membawa berbagai alat dan hasil pertanian, seperti pikulan padi, jagung, ketela, bawang, serta alat sprayer, lengkap dengan caping bertema Smart Eco Bioproduction dan kacamata hitam. Petani putri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan turut memperagakan aktivitas pertanian dengan membawa tenggok berisi padi, ketela, bawang, dan ikan, yang merepresentasikan integrasi sektor pertanian dan perikanan di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Keberagaman budaya Nusantara turut ditampilkan melalui busana wastra adat, antara lain Adat Makassar, Bali, Palembang, Padang, dan Dayak, yang dikenakan oleh tenaga kependidikan sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Penampilan musik turut memeriahkan suasana kirab melalui iringan instrumen drum dan musik ritmis lainnya.

Partisipasi Fakultas Pertanian UGM dalam Nitilaku UGM 2025 tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan, inovasi teknologi pertanian, serta peran strategis sivitas akademika dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Fakultas Pertanian UGM dan SPN Polda DIY Selenggarakan Bimbingan Teknis Kampus Hijau untuk Dorong Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan

berita Friday, 19 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kampus Hijau sebagai langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama bidang Tridharma Perguruan Tinggi antara kedua institusi serta bagian dari peluncuran Program Inovasi Transformasi Kampus Selopamioro (SIKAMSELO), sebuah inisiatif strategis Polda DIY untuk mendukung swasembada pangan dan ekonomi berkelanjutan melalui optimalisasi lahan dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.

Bimtek Kampus Hijau dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 di ruang kelas VIP dan area lahan SPN Selopamioro, dengan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari personel SPN dan warga sekitar kampus. Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala SPN Selopamioro, AKBP Sidik Zainuri, S.Pd., yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. “Kegiatan Bimtek Kampus Hijau ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan swasembada pangan dan ekonomi berkelanjutan. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memaksimalkan potensi lahan di SPN maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Pertanian UGM yang berkompeten dalam bidang pertanian berkelanjutan. Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., memaparkan materi mengenai inovasi budidaya, teknik pemanenan, pemasaran, dan pengolahan pascapanen. Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya adopsi teknologi pertanian di berbagai sektor. “Inovasi pertanian harus mulai diterapkan pada semua tingkat, termasuk institusi kepolisian. Dengan teknologi budidaya yang tepat, SPN Selopamioro dapat menjadi contoh nyata pengembangan pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Imas Masithoh Dewangsari, S.P., M.Sc., memberikan penjelasan komprehensif mengenai inovasi pembuatan pupuk organik. Ia menyampaikan bahwa “Pembuatan pupuk organik merupakan langkah sederhana namun strategis untuk menjaga kesuburan tanah. Inovasi ini penting agar praktik pertanian yang dilakukan tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.”

Pengembangan Kampus Hijau di SPN Polda DIY dinilai membawa manfaat strategis bagi institusi kepolisian, lingkungan, dan masyarakat sekitar. Program ini mencakup empat aspek utama, yaitu pelestarian lingkungan dan pemanfaatan lahan tidur, dukungan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat, pembentukan karakter siswa kepolisian melalui nilai-nilai keberlanjutan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara akademisi, kepolisian, dan masyarakat. Pendekatan ini menjadikan SPN tidak hanya sebagai lembaga pendidikan kepolisian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Program Bimtek Kampus Hijau ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Menata Harapan di Sagea Waleh: Tim Patriot Faperta UGM Dorong Penguatan Kawasan Transmigrasi

berita Friday, 19 December 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi kembali memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui program Ekspedisi Patriot. Tahun ini, Fakultas Pertanian (Faperta) UGM mengirimkan delapan tim peneliti muda ke berbagai kawasan transmigrasi, salah satunya ke Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, untuk melaksanakan Output 1: Rekomendasi Evaluasi Kawasan.

Selama empat bulan (12 Agustus – 12 Desember 2025), Tim Output 1 Sagea Waleh melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan di tiga Satuan Permukiman (SP1, SP2, dan SP3). Evaluasi ini memberikan gambaran terkini mengenai tantangan dan peluang pengembangan kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik strategis pemerataan pembangunan di Halmahera Tengah.

Ketua tim, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. sekaligus dosen di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM menjelaskan bahwa Sagea Waleh memiliki potensi besar untuk berkembang. Lahan pertanian yang luas, komoditas unggulan seperti cabai, tomat, pala, dan kelapa, serta modal sosial antara transmigran, masyarakat lokal, dan pendatang menjadi modal penting. Para transmigran yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah sekitar juga menunjukkan adaptasi sosial yang kuat. Melalui Ekspedisi Patriot, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara lebih terstruktur melalui riset yang dilakukan tim.

Dari sisi ekologi, Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. dosen dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM dan Asti Putri Meilina (peneliti infrastruktur dasar) menemukan sejumlah tantangan, seperti banjir musiman, penurunan kualitas air, serta potensi longsor di beberapa titik. Infrastruktur dasar, mulai dari jalan, irigasi, air bersih, hingga layanan pendidikan dan kesehatan, masih belum merata dan sebagian tidak berfungsi optimal. Meski demikian, tutupan lahan yang masih luas, potensi kehutanan, dan pola iklim yang relatif stabil membuka peluang pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekowisata.

Dari aspek sosial, Siti Mei Indasari mencatat bahwa masyarakat Sagea Waleh memiliki modal sosial yang kuat. Tradisi gotong royong, kegiatan keagamaan, dan peran aktif pemerintah desa menjadi fondasi penting pembangunan. Namun, beberapa kelembagaan seperti PKK dan karang taruna masih perlu diperkuat agar dapat berperan lebih aktif dalam pengembangan kawasan.

Secara ekonomi, mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan komoditas beragam. Tantangan utama terletak pada produktivitas yang belum optimal akibat keterbatasan irigasi, akses jalan, pupuk, permodalan, dan pendampingan teknis. Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si., dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta UGM, menambahkan bahwa meski kawasan relatif aman dari ledakan hama, rantai nilai hortikultura masih lemah. Minimnya pengolahan pascapanen membuat harga komoditas fluktuatif dan posisi tawar petani rendah.

Melalui Focus Group Discussion (FGD), masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak terkait penguatan kelembagaan desa dan kelompok tani, peningkatan layanan dasar, serta pembangunan irigasi dan akses jalan. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan dalam merumuskan program berbasis data yang lebih tepat sasaran. Dengan kolaborasi yang kuat, Sagea Waleh berpotensi berkembang menjadi kawasan yang mandiri, produktif, dan adaptif di masa mendatang.

Ekspedisi Patriot diharapkan berkontribusi dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Foto: Asti Putri Meilina, Siti Mei Indasari

 

Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode I T.A. 2025/2026

berita Tuesday, 25 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan/Wati Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 25 November 2025 di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro. Sebanyak 149 calon wisudawan dan wisudawati hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum mengikuti prosesi wisuda resmi keesokan harinya.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., yang menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan momen penting sekaligus kesempatan terakhir fakultas untuk memberikan bekal tambahan sebelum para mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana.

“Selama di Faperta, teman-teman telah belajar, bersilaturahmi, dan bertumbuh. Pembekalan ini kami hadirkan sebagai insight sekaligus penguatan agar para calon wisudawan siap menghadapi fase berikutnya, baik dunia kerja maupun studi lanjut,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Faperta UGM menghadirkan pembicara utama Catrapatti Raditya Anuraga, S.T., M.Eng, CEO, Founder, sekaligus Coastal Development Expert dari Sains Reka Eksplorasia (SRX). Mengangkat tema “Blue-Green Economy: Inovasi Berbasis Sains untuk Pertanian, Pesisir, dan Pulau Kecil”, Catrapatti memaparkan pentingnya pengembangan inovasi pertanian yang terintegrasi dengan ekosistem pesisir dan pulau kecil.

Dalam paparannya, Catrapatti menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki garis pantai yang sangat panjang serta potensi ekonomi biru (blue economy) yang besar. Namun, potensi tersebut juga diiringi tantangan yang kompleks, seperti erosi pantai, banjir rob, hingga risiko bencana tsunami. Ia menekankan pentingnya riset, teknik pantai yang tepat, serta kebijakan yang selaras dengan keberlanjutan.


“Kita punya peluang besar di sektor pesisir, tetapi juga risiko tinggi. Karena itu, keputusan besar harus berbasis riset data yang kuat,” tegasnya.

Catrapatti juga mengajak para calon wisudawan untuk menemukan niche atau fokus keahlian yang paling relevan dengan diri mereka. Melalui menti.com, mahasiswa menggambarkan ketertarikan mereka pada berbagai bidang seperti ekologi, sustainable agriculture, agronomi, konservasi, soil mapping, hingga dampak kebijakan. Menurutnya, niche yang tepat akan membantu lulusan bertahan dan berkembang di tengah kompetisi global, terutama pada sektor inovasi pangan dan pengelolaan sumber daya pesisir.

Ia turut menekankan pentingnya membangun jejaring, memperkaya pengalaman riset, serta terbuka pada peluang interdisipliner.
“Temukan teman bertumbuh, tim yang produktif, dan tetap ingat akar keilmuan Anda. Dari ilmu yang dipelajari selama empat tahun, pasti ada yang bisa menjadi fondasi untuk peluang besar ke depan,” ungkapnya.

Dalam konteks pertanian pulau kecil, Catrapatti menyoroti relevansi tema ini dengan berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pertanian lokal di pulau kecil, menurutnya, mampu membuka lapangan kerja baru, menciptakan wirausaha, serta membangun rantai nilai (value chain) yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan pembekalan ini menjadi penutup rangkaian proses akademik mahasiswa sebelum resmi menjadi alumni Faperta UGM. Melalui pembekalan ini, Faperta UGM berharap para lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan pertanian Indonesia yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis sains, serta siap menjawab tantangan masa depan di darat maupun pesisir.

Dengan adanya kegiatan ini, Faperta UGM mencerminkan upayanya dalam keikutsertaan untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan mengarahkan mengenai kehidupan & kebutuhan di dunia kerja sekaligus mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, dan SDG 15; Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Jadi Inisiator Jaringan Internasional Sustainable Coastal Development, Tandatangani Piagam SCD Lab Network di Xiamen, China

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan perannya dalam membangun jejaring internasional melalui keterlibatannya pada Signing Ceremony of the Charter of the Sustainable Coastal Development (SCD) Lab Network yang berlangsung di Xiamen, China pada tanggal 7 November 2025. Acara ini mempertemukan 12 universitas dan lembaga dari enam negara, yang sepakat membentuk jaringan kolaborasi untuk pembangunan pesisir berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Faperta UGM Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. hadir mewakili Faperta UGM sebagai salah satu founding members atau inisiator terbentuknya jaringan SCD. Indonesia diwakili oleh UGM dan IPB University, bersama mitra internasional dari China (FISO sebagai tuan rumah), Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta organisasi non-pemerintah ATSEA (Arafura and Timor Seas Ecosystem Action Programme) yang berbasis di Bali dan berfokus pada ekosistem Arafura.

Dr. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. sebagai korespondensi antara Faperta UGM dan Fujian Institute for Sustainable Ocean (FISO) dan juga dosen di Departemen Perikanan yang baru saja menyelesaikan studinya di Xiamen University menjelaskan bahwa pembentukan SCD Lab Network bertujuan memperkuat kolaborasi negara-negara dengan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut. Fokus utama kerja sama ini, meliputi Pengembangan perikanan berkelanjutan, Penguatan ekonomi pesisir dan pariwisata berkelanjutan, Eksplorasi dan riset terkait sumber daya pesisir, dan Penyusunan kebijakan berbasis sains untuk pengelolaan wilayah pesisir

Acara ini juga diisi dengan sharing session terkait sustainable fisheries yang diikuti oleh para akademisi dan praktisi dari enam negara.

Sesuai piagam yang ditandatangani, kerja sama SCD Lab Network mencakup beberapa ruang lingkup strategis:

  1. Joint research dalam pembangunan pesisir berkelanjutan.
  2. Capacity building melalui program pelatihan, beasiswa, dan kerja sama teknis.
  3. Academic exchange, termasuk workshop, konferensi, dan aktivitas kolaboratif antara fakultas, mahasiswa, dan profesional.
  4. Knowledge sharing serta penguatan science-policy interface untuk mendukung keputusan berbasis ilmiah.
  5. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pesisir.

Sebagai salah satu inisiator, UGM berperan penting dalam membentuk arah kerja sama, membuka peluang riset baru, serta memperkuat kehadiran akademik Indonesia di tingkat internasional.

“Kerja sama ini bukan hanya memperluas jejaring global UGM, tetapi juga memperkuat kontribusi kita dalam pengembangan ilmu pesisir yang berkelanjutan,” jelas Faizal.

Ia menambahkan bahwa kemitraan ini membuka ruang luas untuk knowledge sharing, riset multidisipliner, dan kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan dampak langsung bagi pengembangan sektor pesisir di Indonesia.

Keterlibatan Faperta UGM dalam SCD Lab Network mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra, Faizal Rachman
Editor: Desi Utami

123…10

BERITA FAKULTAS

  • Lowongan – PT Gunung Madu Plantation
    08/01/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Serah Terima Jabatan, Perkuat Tata Kelola Akademik
    07/01/2026
  • Serah Terima Jabatan Faperta UGM: Pupuk Kesabaran dalam Dinamika Kepemimpinan
    07/01/2026
  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk
    07/01/2026
  • Lowongan – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
    07/01/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju