• Tentang UGM
  • Informasi Publik
  • IT Center
  • Perpustakaan UGM
  • Webmail UGM
  • Pertanian Digital
    • Desa Apps
    • Lentera DESA
  • English Version
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
  • Home
  • Tentang Kami
    • Tentang Fakultas
      • Visi & Misi
      • Sasaran & Tujuan
      • Struktur Organisasi
    • Program Studi
    • Sarjana
      • Leaflet dan Video Promosi Program Studi
      • SOP Perkuliahan Sarjana
      • Panduan Akademik Sarjana
      • Kurikulum Sarjana
      • Bahan Kuliah dan Praktikum
      • Jadwal Kuliah & Praktikum
      • PROGRAM KAMPUS BERDAMPAK
      • Program Fastrack Faperta
      • Insentif Prestasi Mahasiswa
      • Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)
      • Virtual Office Academic FAPERTA UGM
      • Info Beasiswa
      • International Undergraduate Class (IUC)
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
    • Pascasarjana
      • INFORMASI PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • SOP PERKULIAHAN PASCASARJANA
      • Panduan Akademik Pascasarjana
      • Uang Kuliah Tunggal (UKT) Program Profesi dan Pascasarjana
      • Aturan Akademik Pascasarjana
      • Kurikulum Pascasarjana
      • RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
      • Daftar Pembimbing S2 Pascasarjana
      • Daftar Promotor S3 Pascasarjana
      • Dokumen Seminar dan Ujian S3 Pascasarjana
    • Kemahasiswaan
    • Alumni
      • TRACER STUDY
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Pendukung
      • AGROTROPICA LEARNING CENTER UGM
      • Perpustakaan
      • UGM Library Video Profile
      • Agriculture Ebooks
      • HPU
    • AIMS
    • Jaminan Mutu
      • EDOM Sarjana
      • EDOM Pascasarjana
      • Standard Operating Procedure – EDOM
      • Rencana Tindak Lanjut EDOM
      • Laporan RTM
      • Kepuasan Stakeholder
    • Profil Dosen
    • Zone Integritas
    • Rencana Strategis
    • Target Capaian Kinerja
    • Laporan Tahunan
  • PMB
  • Departemen
    • Budidaya Pertanian
    • Hama dan Penyakit Tumbuhan
    • Mikrobiologi Pertanian
    • Perikanan
      • Departemen Perikanan
      • Program Studi Akuakultur
      • Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik
      • Program Studi Teknologi hasil Perikanan
    • Sosial Ekonomi Pertanian
      • Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis
      • Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
    • Tanah
  • Penelitian & Publikasi
    • PENELITIAN
    • PENGABDIAN MASYARAKAT
    • PUBLIKASI
      • Buku
    • KERJASAMA
    • Buku Karya Dosen
  • Download
    • Peraturan
    • Download panduan kuliah online
    • Jadwal Kuliah & Praktikum
    • Bahan Kuliah dan Praktikum
    • Formulir
    • Agriculture Ebooks
    • PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) KEGIATAN FAKULTAS
    • Petunjuk Penulisan Laporan Akhir PKM 2020
    • Panduan Pelayanan Akademik Faperta UGM
    • E-Booklet PPKS UGM
    • Buku Kenangan Wisuda
  • Beranda
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • page. 2
Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Faperta UGM Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bibit Kakao Berkelanjutan melalui Kunjungan Bersama Tim Fuji Oil Jepang dan Yayasan Bhumitara di Sulawesi

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Yayasan Bhumitara dan Tim Fuji Oil Co., Ltd. Jepang melakukan kunjungan kerja ke UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah pada Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Desa Taripa dan Desa Sumari, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, pada Kamis, 18 Desember 2025.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Nur Akbar Arofatullah, S.P., M.Biotech., Ph.D., dosen Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM, serta perwakilan Yayasan Bhumitara, yakni Rahmat Adeputra, S.T., Mohammad Ramadhan, dan Fachri Anas Abduh, S.Pt. Turut hadir pula mitra internasional dari perusahaan kakao global asal Jepang, Fuji Oil Co., Ltd., yang dikenal sebagai salah satu perusahaan bahan baku cokelat terbesar ketiga di dunia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pengembangan perkebunan kakao yang berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Agenda kunjungan bertujuan untuk menindaklanjuti kerjasama antara Yayasan Bhumitara, Fuji Oil, dan Universitas Gadjah Mada dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam pengembangan teknik produksi bibit kakao yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida sebagai bagian dari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, rombongan disambut langsung oleh Kepala UPT BPTP, Haikal Toramai, S.P., M.T., didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha, Dahria, S.H., M.Si., beserta jajaran staf. Pertemuan yang berlangsung di Kantor UPT BPTP membahas berbagai strategi penguatan sistem perbenihan tanaman perkebunan dengan fokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Diskusi menyoroti pemanfaatan biofungisida dan bioinsektisida sebagai alternatif pengendalian yang berkelanjutan, sekaligus upaya meningkatkan mutu bibit tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Dalam hal ini, Faperta UGM berperan aktif melalui pendekatan berbasis riset dan keilmuan untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan kunjungan ke Kebun Sumber Benih (KSB) UPT Balai Perbenihan Tanaman Perkebunan di Desa Labuan Panimba, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Pada kesempatan tersebut, para pihak melakukan survei lokasi rencana pembangunan demo plot uji coba biofungisida dan bioinsektisida pada tanaman kakao sebagai tahap awal penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang berorientasi pada keberlanjutan serta peningkatan kualitas bibit perkebunan.

Selain aspek teknis, kunjungan ini menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, mitra internasional, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendukung pemberdayaan sektor perkebunan serta peningkatan kapasitas petani. Melalui kolaborasi ini, diharapkan proses alih pengetahuan dan teknologi dapat berjalan lebih efektif sehingga petani mampu mengadopsi praktik budidaya kakao yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Faperta UGM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian dan perkebunan nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kerja sama dengan Yayasan Bhumitara dan Fuji Oil Jepang menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendukung penguatan sistem perbenihan kakao di Indonesia.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Kaji Strategi Pengembangan Agroforestri Kopi untuk Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Temanggung

berita Monday, 29 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) melaksanakan penelitian hibah bertajuk “Strategi Pengembangan Implementasi Agroforestri Petani Masyarakat Hutan di Perhutani KPH Kedu Utara” sebagai upaya mendukung pengelolaan lahan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc., dengan melibatkan lima orang mahasiswa Program Sarjana (S1), dan dilaksanakan selama delapan bulan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika ekspansi lahan agroforestri kopi di wilayah Perhutani KPH Kedu Utara, khususnya Kecamatan Jumo. Agroforestri kopi dipandang sebagai sistem pengelolaan lahan yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dan pertanian, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas, keterbatasan pengetahuan petani, serta lemahnya kelembagaan pendukung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data primer dari 120 petani responden melalui wawancara berbasis kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik, dilengkapi dengan model probit untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan ekspansi lahan, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agroforestri yang berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luasan lahan kopi agroforestri yang signifikan, yaitu sebesar 39 persen, dari 601,22 hektar pada tahun 2015 menjadi 838,12 hektar pada tahun 2023. Keputusan petani untuk melakukan ekspansi lahan dipengaruhi secara signifikan oleh tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pendapatan usahatani, serta frekuensi penyuluhan yang diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya peran edukasi dan pendampingan dalam mendorong praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan agroforestri kopi di KPH Kedu Utara berada pada kuadran Strengths–Opportunities. Strategi yang direkomendasikan meliputi diversifikasi tanaman, pelatihan inovasi budidaya, integrasi sistem lokal seperti sasi, pemberian bantuan input pertanian, serta pengembangan diversifikasi dan akses pemasaran. Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi petani sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.

Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi Perhutani, petani masyarakat hutan, serta pemerintah daerah dalam mengoptimalkan agroforestri sebagai model pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis riset, agroforestri kopi berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan konservasi hutan secara simultan.

Kegiatan penelitian ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 15: Ekosistem Daratan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Fakultas Pertanian UGM Meriahkan Nitilaku UGM 2025 melalui Kirab Budaya Bertema Smart Eco Bioproduction

berita Friday, 19 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) turut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-76 Universitas Gadjah Mada, pada Minggu, 14 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus sarana refleksi peran UGM dalam mendukung keberlanjutan bangsa dan lingkungan.

Kirab Budaya Nitilaku UGM 2025 diprakarsai oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) dengan mengusung tema besar “Ruwat–Rawat Kebangsaan”. Kegiatan ini diikuti oleh 51 kontingen yang melibatkan sekitar 1.800 peserta, terdiri atas perwakilan fakultas dan sekolah di lingkungan UGM, KAGAMA dari berbagai daerah, serta komunitas hobi. Rute kirab dimulai dari Gerbang Boulevard UGM dan berakhir di Halaman Balairung UGM.

Pada kirab tahun ini, Fakultas Pertanian UGM mengusung tema “Smart Eco Bioproduction” yang merepresentasikan komitmen fakultas dalam mendorong sistem pertanian cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kontingen Faperta UGM melibatkan unsur pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa internasional AIMS (ASEAN International Mobility for Students).

Barisan kontingen Faperta UGM diawali dengan Spanduk Nitilaku, dilanjutkan dengan penampilan Maskot Dewi Sri yang diperankan oleh Cantika sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan pertanian, serta Maskot Fakultas Pertanian “Perta Riki” yang memperkuat identitas fakultas. Jajaran pimpinan fakultas yang terdiri atas Dekan dan para Wakil Dekan turut hadir dalam barisan Dekanat sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kegiatan budaya universitas.

Mahasiswa AIMS Fakultas Pertanian UGM, baik putra maupun putri, tampil sebagai representasi petani muda global dengan mengenakan caping bertuliskan Smart Eco Bioproduction serta membawa berbagai produk inovasi Fakultas Pertanian UGM, antara lain Gamagora, Vaksin ViVac+, Melon F1 Hibrida Premium, Desa Apps, My Salak, dan I-Traps. Kehadiran mahasiswa internasional dari Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam mencerminkan peran aktif Faperta UGM dalam pengembangan pertanian di tingkat global.

Sementara itu, petani putra dari unsur dosen dan tenaga kependidikan membawa berbagai alat dan hasil pertanian, seperti pikulan padi, jagung, ketela, bawang, serta alat sprayer, lengkap dengan caping bertema Smart Eco Bioproduction dan kacamata hitam. Petani putri dari unsur dosen dan tenaga kependidikan turut memperagakan aktivitas pertanian dengan membawa tenggok berisi padi, ketela, bawang, dan ikan, yang merepresentasikan integrasi sektor pertanian dan perikanan di lingkungan Fakultas Pertanian UGM.

Keberagaman budaya Nusantara turut ditampilkan melalui busana wastra adat, antara lain Adat Makassar, Bali, Palembang, Padang, dan Dayak, yang dikenakan oleh tenaga kependidikan sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Penampilan musik turut memeriahkan suasana kirab melalui iringan instrumen drum dan musik ritmis lainnya.

Partisipasi Fakultas Pertanian UGM dalam Nitilaku UGM 2025 tidak hanya menjadi wujud pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi publik mengenai pentingnya pertanian berkelanjutan, inovasi teknologi pertanian, serta peran strategis sivitas akademika dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

Fakultas Pertanian UGM dan SPN Polda DIY Selenggarakan Bimbingan Teknis Kampus Hijau untuk Dorong Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan

berita Friday, 19 December 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) bersama Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kampus Hijau sebagai langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama bidang Tridharma Perguruan Tinggi antara kedua institusi serta bagian dari peluncuran Program Inovasi Transformasi Kampus Selopamioro (SIKAMSELO), sebuah inisiatif strategis Polda DIY untuk mendukung swasembada pangan dan ekonomi berkelanjutan melalui optimalisasi lahan dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.

Bimtek Kampus Hijau dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025 di ruang kelas VIP dan area lahan SPN Selopamioro, dengan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari personel SPN dan warga sekitar kampus. Kegiatan dibuka oleh Wakil Kepala SPN Selopamioro, AKBP Sidik Zainuri, S.Pd., yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. “Kegiatan Bimtek Kampus Hijau ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan swasembada pangan dan ekonomi berkelanjutan. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memaksimalkan potensi lahan di SPN maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Pertanian UGM yang berkompeten dalam bidang pertanian berkelanjutan. Dr.nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., memaparkan materi mengenai inovasi budidaya, teknik pemanenan, pemasaran, dan pengolahan pascapanen. Dalam sesinya, ia menekankan pentingnya adopsi teknologi pertanian di berbagai sektor. “Inovasi pertanian harus mulai diterapkan pada semua tingkat, termasuk institusi kepolisian. Dengan teknologi budidaya yang tepat, SPN Selopamioro dapat menjadi contoh nyata pengembangan pertanian berkelanjutan,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Imas Masithoh Dewangsari, S.P., M.Sc., memberikan penjelasan komprehensif mengenai inovasi pembuatan pupuk organik. Ia menyampaikan bahwa “Pembuatan pupuk organik merupakan langkah sederhana namun strategis untuk menjaga kesuburan tanah. Inovasi ini penting agar praktik pertanian yang dilakukan tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.”

Pengembangan Kampus Hijau di SPN Polda DIY dinilai membawa manfaat strategis bagi institusi kepolisian, lingkungan, dan masyarakat sekitar. Program ini mencakup empat aspek utama, yaitu pelestarian lingkungan dan pemanfaatan lahan tidur, dukungan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat, pembentukan karakter siswa kepolisian melalui nilai-nilai keberlanjutan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara akademisi, kepolisian, dan masyarakat. Pendekatan ini menjadikan SPN tidak hanya sebagai lembaga pendidikan kepolisian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Program Bimtek Kampus Hijau ini mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

Menata Harapan di Sagea Waleh: Tim Patriot Faperta UGM Dorong Penguatan Kawasan Transmigrasi

berita Friday, 19 December 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Transmigrasi kembali memperkuat komitmen pemerataan pembangunan melalui program Ekspedisi Patriot. Tahun ini, Fakultas Pertanian (Faperta) UGM mengirimkan delapan tim peneliti muda ke berbagai kawasan transmigrasi, salah satunya ke Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, untuk melaksanakan Output 1: Rekomendasi Evaluasi Kawasan.

Selama empat bulan (12 Agustus – 12 Desember 2025), Tim Output 1 Sagea Waleh melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan di tiga Satuan Permukiman (SP1, SP2, dan SP3). Evaluasi ini memberikan gambaran terkini mengenai tantangan dan peluang pengembangan kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik strategis pemerataan pembangunan di Halmahera Tengah.

Ketua tim, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P. sekaligus dosen di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Faperta UGM menjelaskan bahwa Sagea Waleh memiliki potensi besar untuk berkembang. Lahan pertanian yang luas, komoditas unggulan seperti cabai, tomat, pala, dan kelapa, serta modal sosial antara transmigran, masyarakat lokal, dan pendatang menjadi modal penting. Para transmigran yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah sekitar juga menunjukkan adaptasi sosial yang kuat. Melalui Ekspedisi Patriot, masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara lebih terstruktur melalui riset yang dilakukan tim.

Dari sisi ekologi, Agung Dian Kharisma, S.Pd.Si., M.Biotech., Ph.D. dosen dari Program Studi Mikrobiologi Pertanian Faperta UGM dan Asti Putri Meilina (peneliti infrastruktur dasar) menemukan sejumlah tantangan, seperti banjir musiman, penurunan kualitas air, serta potensi longsor di beberapa titik. Infrastruktur dasar, mulai dari jalan, irigasi, air bersih, hingga layanan pendidikan dan kesehatan, masih belum merata dan sebagian tidak berfungsi optimal. Meski demikian, tutupan lahan yang masih luas, potensi kehutanan, dan pola iklim yang relatif stabil membuka peluang pengembangan pertanian berkelanjutan dan ekowisata.

Dari aspek sosial, Siti Mei Indasari mencatat bahwa masyarakat Sagea Waleh memiliki modal sosial yang kuat. Tradisi gotong royong, kegiatan keagamaan, dan peran aktif pemerintah desa menjadi fondasi penting pembangunan. Namun, beberapa kelembagaan seperti PKK dan karang taruna masih perlu diperkuat agar dapat berperan lebih aktif dalam pengembangan kawasan.

Secara ekonomi, mayoritas warga bekerja sebagai petani dengan komoditas beragam. Tantangan utama terletak pada produktivitas yang belum optimal akibat keterbatasan irigasi, akses jalan, pupuk, permodalan, dan pendampingan teknis. Dr. Prayogo Probo Asmoro, S.P., M.Si., dosen di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Faperta UGM, menambahkan bahwa meski kawasan relatif aman dari ledakan hama, rantai nilai hortikultura masih lemah. Minimnya pengolahan pascapanen membuat harga komoditas fluktuatif dan posisi tawar petani rendah.

Melalui Focus Group Discussion (FGD), masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak terkait penguatan kelembagaan desa dan kelompok tani, peningkatan layanan dasar, serta pembangunan irigasi dan akses jalan. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan mitra pembangunan dalam merumuskan program berbasis data yang lebih tepat sasaran. Dengan kolaborasi yang kuat, Sagea Waleh berpotensi berkembang menjadi kawasan yang mandiri, produktif, dan adaptif di masa mendatang.

Ekspedisi Patriot diharapkan berkontribusi dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1: Tanpa Kelaparan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, dan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Kuat.

Penulis: Beny Nabila Happy Fauziah

Editor: Desi Utami

Foto: Asti Putri Meilina, Siti Mei Indasari

 

Eskalasi Standar Internasional: Fakultas Pertanian UGM Perluas Akses Double Degree dan Fasilitas Riset di NTU Taiwan

beritaUncategorized Saturday, 6 December 2025

National Taiwan University (NTU), Taipei, Taiwan Agenda: Penguatan Ekosistem Pascasarjana dan Konsorsium Pertanian Global

 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melakukan Transformasi Pendidikan dan Mobilitas Akademik dengan Kunjungan kerja ke National Taiwan University diawali dengan diskusi mendalam mengenai penguatan pendidikan pascasarjana (S2 dan S3) melalui skema mobilitas yang terintegrasi. Fokus utama mencakup implementasi pertukaran mahasiswa dan pembimbingan bersama (co-supervision) yang memungkinkan mahasiswa doktoral mendapatkan akses ke laboratorium canggih di NTU. Selain itu, kedua institusi sepakat untuk mempercepat inisiasi program Double Degree dan penyelenggaraan kuliah bersama (joint lectures) serta kuliah tamu (guest lecture) secara rutin. Sebagai langkah strategis penguatan SDM, disepakati pula jalur khusus bagi pengiriman staf pengajar fakultas untuk menempuh studi lanjut (S3) di NTU dengan dukungan beasiswa dan riset yang selaras dengan kebutuhan institusi.

Konsorsium Riset Global dan Adaptasi Perubahan Iklim

Dalam bidang penelitian, fokus diarahkan pada pembentukan joint research yang melibatkan konsorsium fakultas agrokompleks lintas negara. Agenda besar ini mencakup penyelenggaraan pertemuan tahunan (annual meeting) untuk membahas masa depan sektor pertanian dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Kolaborasi ini bersifat multinasional, melibatkan mitra strategis dari Amerika Serikat, Austria, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Jerman, dan Belanda. Aliansi ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi varietas tanaman yang resilien terhadap cuaca ekstrem serta sistem irigasi cerdas yang dapat diadopsi secara luas di berbagai zona agroklimat.

Inovasi Pengabdian Masyarakat: Analisis Perilaku Pelanggan

Aspek pengabdian kepada masyarakat dalam kunjungan ini membawa perspektif baru dengan menitikberatkan pada pengembangan metode yang berfokus pada perilaku pelanggan (customer behavior) di sektor agribisnis. Kerjasama ini bertujuan untuk memetakan perubahan preferensi konsumen terhadap produk pertanian berkelanjutan dan organik. Dengan memahami dinamika pasar internasional, program pengabdian akan diarahkan untuk mendampingi petani lokal agar mampu menyesuaikan standar produksi mereka dengan ekspektasi kualitas dan keamanan pangan global, sehingga produk hasil binaan fakultas memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor.

Kesimpulan dan Keberlanjutan Kerjasama

Secara keseluruhan, kunjungan ini berhasil memantapkan posisi Fakultas Pertanian dalam jaringan akademik elit Asia Timur. Sinergi antara pendidikan tinggi, riset lintas negara, dan pendekatan pengabdian berbasis perilaku pasar menciptakan model tridharma yang modern dan relevan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah publikasi internasional dan kualifikasi dosen, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi ketahanan pangan global di tengah ketidakpastian iklim. Dokumentasi kesepahaman ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang lebih teknis untuk setiap sub-program yang telah disepakati.

Faperta UGM Gelar Pembekalan Wisudawan Sarjana Periode I T.A. 2025/2026

berita Tuesday, 25 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menyelenggarakan Pembekalan Calon Wisudawan/Wati Program Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026 pada Selasa, 25 November 2025 di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro. Sebanyak 149 calon wisudawan dan wisudawati hadir dalam kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum mengikuti prosesi wisuda resmi keesokan harinya.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Dyah Weny Respatie, S.P., M.Si., yang menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan momen penting sekaligus kesempatan terakhir fakultas untuk memberikan bekal tambahan sebelum para mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana.

“Selama di Faperta, teman-teman telah belajar, bersilaturahmi, dan bertumbuh. Pembekalan ini kami hadirkan sebagai insight sekaligus penguatan agar para calon wisudawan siap menghadapi fase berikutnya, baik dunia kerja maupun studi lanjut,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Faperta UGM menghadirkan pembicara utama Catrapatti Raditya Anuraga, S.T., M.Eng, CEO, Founder, sekaligus Coastal Development Expert dari Sains Reka Eksplorasia (SRX). Mengangkat tema “Blue-Green Economy: Inovasi Berbasis Sains untuk Pertanian, Pesisir, dan Pulau Kecil”, Catrapatti memaparkan pentingnya pengembangan inovasi pertanian yang terintegrasi dengan ekosistem pesisir dan pulau kecil.

Dalam paparannya, Catrapatti menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara maritim memiliki garis pantai yang sangat panjang serta potensi ekonomi biru (blue economy) yang besar. Namun, potensi tersebut juga diiringi tantangan yang kompleks, seperti erosi pantai, banjir rob, hingga risiko bencana tsunami. Ia menekankan pentingnya riset, teknik pantai yang tepat, serta kebijakan yang selaras dengan keberlanjutan.


“Kita punya peluang besar di sektor pesisir, tetapi juga risiko tinggi. Karena itu, keputusan besar harus berbasis riset data yang kuat,” tegasnya.

Catrapatti juga mengajak para calon wisudawan untuk menemukan niche atau fokus keahlian yang paling relevan dengan diri mereka. Melalui menti.com, mahasiswa menggambarkan ketertarikan mereka pada berbagai bidang seperti ekologi, sustainable agriculture, agronomi, konservasi, soil mapping, hingga dampak kebijakan. Menurutnya, niche yang tepat akan membantu lulusan bertahan dan berkembang di tengah kompetisi global, terutama pada sektor inovasi pangan dan pengelolaan sumber daya pesisir.

Ia turut menekankan pentingnya membangun jejaring, memperkaya pengalaman riset, serta terbuka pada peluang interdisipliner.
“Temukan teman bertumbuh, tim yang produktif, dan tetap ingat akar keilmuan Anda. Dari ilmu yang dipelajari selama empat tahun, pasti ada yang bisa menjadi fondasi untuk peluang besar ke depan,” ungkapnya.

Dalam konteks pertanian pulau kecil, Catrapatti menyoroti relevansi tema ini dengan berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pertanian lokal di pulau kecil, menurutnya, mampu membuka lapangan kerja baru, menciptakan wirausaha, serta membangun rantai nilai (value chain) yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan pembekalan ini menjadi penutup rangkaian proses akademik mahasiswa sebelum resmi menjadi alumni Faperta UGM. Melalui pembekalan ini, Faperta UGM berharap para lulusan mampu berkontribusi dalam pengembangan pertanian Indonesia yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis sains, serta siap menjawab tantangan masa depan di darat maupun pesisir.

Dengan adanya kegiatan ini, Faperta UGM mencerminkan upayanya dalam keikutsertaan untuk menyediakan pendidikan berkualitas dan mengarahkan mengenai kehidupan & kebutuhan di dunia kerja sekaligus mencapai tujuan SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2 : Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Laut, dan SDG 15; Ekosistem Daratan.

 

Penulis: Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

 

 

Faperta UGM Jadi Inisiator Jaringan Internasional Sustainable Coastal Development, Tandatangani Piagam SCD Lab Network di Xiamen, China

berita Thursday, 20 November 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) kembali menunjukkan perannya dalam membangun jejaring internasional melalui keterlibatannya pada Signing Ceremony of the Charter of the Sustainable Coastal Development (SCD) Lab Network yang berlangsung di Xiamen, China pada tanggal 7 November 2025. Acara ini mempertemukan 12 universitas dan lembaga dari enam negara, yang sepakat membentuk jaringan kolaborasi untuk pembangunan pesisir berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Faperta UGM Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. hadir mewakili Faperta UGM sebagai salah satu founding members atau inisiator terbentuknya jaringan SCD. Indonesia diwakili oleh UGM dan IPB University, bersama mitra internasional dari China (FISO sebagai tuan rumah), Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta organisasi non-pemerintah ATSEA (Arafura and Timor Seas Ecosystem Action Programme) yang berbasis di Bali dan berfokus pada ekosistem Arafura.

Dr. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. sebagai korespondensi antara Faperta UGM dan Fujian Institute for Sustainable Ocean (FISO) dan juga dosen di Departemen Perikanan yang baru saja menyelesaikan studinya di Xiamen University menjelaskan bahwa pembentukan SCD Lab Network bertujuan memperkuat kolaborasi negara-negara dengan wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan laut. Fokus utama kerja sama ini, meliputi Pengembangan perikanan berkelanjutan, Penguatan ekonomi pesisir dan pariwisata berkelanjutan, Eksplorasi dan riset terkait sumber daya pesisir, dan Penyusunan kebijakan berbasis sains untuk pengelolaan wilayah pesisir

Acara ini juga diisi dengan sharing session terkait sustainable fisheries yang diikuti oleh para akademisi dan praktisi dari enam negara.

Sesuai piagam yang ditandatangani, kerja sama SCD Lab Network mencakup beberapa ruang lingkup strategis:

  1. Joint research dalam pembangunan pesisir berkelanjutan.
  2. Capacity building melalui program pelatihan, beasiswa, dan kerja sama teknis.
  3. Academic exchange, termasuk workshop, konferensi, dan aktivitas kolaboratif antara fakultas, mahasiswa, dan profesional.
  4. Knowledge sharing serta penguatan science-policy interface untuk mendukung keputusan berbasis ilmiah.
  5. Kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pesisir.

Sebagai salah satu inisiator, UGM berperan penting dalam membentuk arah kerja sama, membuka peluang riset baru, serta memperkuat kehadiran akademik Indonesia di tingkat internasional.

“Kerja sama ini bukan hanya memperluas jejaring global UGM, tetapi juga memperkuat kontribusi kita dalam pengembangan ilmu pesisir yang berkelanjutan,” jelas Faizal.

Ia menambahkan bahwa kemitraan ini membuka ruang luas untuk knowledge sharing, riset multidisipliner, dan kolaborasi jangka panjang yang mampu memberikan dampak langsung bagi pengembangan sektor pesisir di Indonesia.

Keterlibatan Faperta UGM dalam SCD Lab Network mendukung berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama: SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14: Ekosistem Laut, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Ghorizatu Shofra, Faizal Rachman
Editor: Desi Utami

ACT! Project & Narasi Academy Hadir di Kampus UGM: Dorong Pertanian Cerdas dan Bioekonomi Sirkuler

berita Monday, 20 October 2025

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah acara kolaboratif bertajuk ACT! Project & Narasi Academy Go to Campus yang digelar pada Jumat, 17 Oktober 2025, di Auditorium Prof. Hardjono Danoesastro. Acara ini menghadirkan semangat baru dalam membangun pertanian cerdas yang berkelanjutan dan berbasis data.

Dalam sambutannya, Dekan Faperta UGM, Ir. Jaka Widada M.P., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tagline fakultas: Smart ECO Bioecoproduction. “Pertanian cerdas yang ramah lingkungan adalah kunci menuju peradaban yang berkelanjutan,” ujar beliau. Tema bioekonomi sirkuler yang diangkat dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam pengelolaan komoditas strategis seperti kakao, teh, kopi, dan kelapa sawit.

Jaka juga menyoroti pentingnya menjaga keselarasan alam dalam pengembangan pertanian masa depan. “Sawit, misalnya, bisa menjadi masa depan manusia jika dikelola dengan bijak. Kita harus memahami bagaimana menjaga bumi melalui pendekatan yang harmonis,” tambahnya.

Acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peserta untuk memahami lebih dalam bagaimana mengelola sumber daya pertanian secara berkelanjutan. Salah satu sorotan utama adalah pentingnya pendekatan berbasis data (data-driven project) dalam pengembangan pertanian modern. Dengan dukungan teknologi seperti analitik data dan kecerdasan buatan (AI), pengelolaan pertanian dapat dilakukan secara lebih efisien dan tepat sasaran.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam transformasi pertanian Indonesia menuju masa depan yang cerdas, hijau, dan berbasis teknologi.

Acara ini sejalan dengan Fakultas Pertanian UGM yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur., SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Ghorizatu Shofra
Editor: Desi Utami

ACT! Project & Narasi Academy Go to Campus Yogyakarta: Fakultas Pertanian UGM Dorong Konsumsi Berkelanjutan

berita Monday, 20 October 2025

Pada Jumat, 17 Oktober 2025 Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) menjadi tuan rumah acara ACT! Project & Narasi Academy Go to Campus Yogyakarta. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D. selaku Dekan Faperta UGM.
“Kegiatan ini selaras dengan visi fakultas, yaitu smarteco bio-production, yang menekankan inovasi ramah lingkungan dan produksi berkelanjutan sehingga Fakultas Pertanian UGM sangat mendukung berjalannya kegiatan ini.”

Acara utama terdiri dari dua sesi yang menarik dan relevan dengan isu keberlanjutan dan konsumsi bertanggung jawab. Sesi pertama adalah workshop bertajuk “Good Taste Good Impact: Pilihan Konsumsi untuk Keberlanjutan Lingkungan” yang menghadirkan narasumber dari Agradaya dan Tea and Tales. Workshop ini memberikan wawasan mendalam mengenai dampak pilihan konsumsi terhadap lingkungan.Di sela-sela sesi, hiburan juga turut memeriahkan acara melalui penampilan band “Anak Kultur” yang merupakan grup mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, menambah semarak suasana.

Sesi kedua berupa talkshow dengan tema “Konsumsi Kita, Tanggungjawab Siapa?” menghadirkan pembicara Danang Giri Sadewa dan Margareth Meuthia, Manager Consumer Campaign and Engagement dari Rainforest Alliance. Talkshow ini membahas peran konsumen dan stakeholder dalam mendukung praktik konsumsi yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta sangat tinggi sepanjang acara, mencerminkan kepedulian mahasiswa dan civitas akademika Faperta UGM terhadap isu keberlanjutan. Acara ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan meningkatkan kesadaran seluruh peserta mengenai pentingnya peran aktif dalam mendorong konsumsi yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fakultas Pertanian UGM berharap tercipta sinergi yang kuat antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mewujudkan pola hidup yang berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih baik.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 7: Energi Bersih dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Rani Nur Rochim
Editor: Desi Utami
Dokumentasi: Media Faperta UGM

1234…11

BERITA FAKULTAS

  • Pengalaman Akademik dan Budaya: Nabilah Salma Jalani Pertukaran Mahasiswa di Universitas Ibaraki
    01/04/2026
  • Mahasiswi Agronomi UGM Ikuti Program AIMS di Tokyo University of Agriculture and Technology
    01/04/2026
  • Lowongan – Bank BPD DIY
    01/04/2026
  • Fakultas Pertanian UGM Gelar Halal Bi Halal untuk Perkuat Silaturahmi dan Sinergi
    31/03/2026
  • Membuka Lembaran Baru: Kehangatan Syawalan Faperta UGM Perkuat Langkah Menuju Smart Eco-Bioproduction
    31/03/2026
Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jl. Flora Bulaksumur Yogyakarta 55281
faperta@ugm.ac.id
Telp./Fax.: +62 (274) 563062

TENTANG FAKULTAS

Visi & Misi

Sasaran & Tujuan

Struktur Organisasi

 

INFORMASI PUBLIK

Permohonan Informasi Publik

Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala

JURNAL ONLINE

Jurnal Ilmu Pertanian

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Jurnal Ilmu Perikanan

Vegetalika

Jurnal Agro Ekonomi

PENELITIAN & PUBLIKASI

Penelitian

Publikasi

Buku Karya Dosen

 

FASILITAS PENDUKUNG

Perpustakaan Fakultas

Laboratorium

Ebooks

Health Promoting Unit (HPU) Faperta

KERJASAMA

Kerjasama Fakultas

Kunjungan Sekolah

 

PENDAFTARAN

Sarjana

Pascasarjana

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju